Anda di halaman 1dari 14

M. Tahir, M.

Sn

Disampaikan pada perkuliahan Pendidikan Seni. PGSD FKIP Universitas Mataram 2011

1.

Ekspresi dalam seni a. melahirkan gagasan untuk seni b. Kualitas visual yang melambangkan gagasan c. penggunaan media

2. Tanggapan terhadap bentuk-bentuk visual a. kepekaan persepsi b. keterampilan menginterpretasi c. menilai karya seni

1. Fungsi dalam pendidikan umum a. mempasilitasi pemenuhan diri siswa b. mentransmisikan warisan budaya c. mengmbangkan kesadaran sosial

2. Tujuan dalam pendidikan seni a. tanggapan dan ekspresi personal (PBM) - membangkitkan gagasan ekspresi personal - memodifikasi gagasan untuk ekspresi visual - memanfaatkan media untuk ekspresi seni b. kepedulian terhadap warisan artistik - membangkitkan gagasan untuk berkarya - menggunakan kualtias visual untuk ekspresi - menggunakan alat dan media - mempersepsikan dan mendeskripsikan seni - menguji dan menilai karya-karya seni

3. Kesadaran tentang seni di masyarakat (tujuan) a. mengenali dan memahami bentuk-bentuk seni asli b. memahami masyarakat menggunakan kualitas visual dalam mengekspresikan kepercayaannya c. memahami masyarakat menggunakan media dalam mengekspresikan nilai-nilai sosial d. meraskan bentuk visaul dilingkungannya e. menginterpretasi bentuk visual sebagai ekspresi sosial f. menilai bentuk-bentuk visual di masyarakat

1.

Kurikulum pendidikan seni sebelum kemerdekaan. konsep kerikulum pendidikan seni yang berkembang merujuk pada konsep pendidikan seni negeri Belanda. Kurikulum menekankan pada penguasaan keterampilan menggambar yang sangat relevan dengan bidang ketukangan dan industri kecil

2. Kurikulum pendidikan seni setelah kemerdekaan. kurikulum masih mengadopsi Belanda. Penekanan pada pelajaran keterampilan menggambar konvensional yang esensial ke ekspresi yang kontekstual serta perubahan perinsip seni dari pola transmisi menjadi pola pemfungsian seni sebagai sarana pendidikan secara umum. Selain Belanda kemudian juga mendapat pengaruh dari Amerika serikat dengan bermunculan buku-buku tentang seni dari AS.

3. Kurikulum pendidikan seni 1975-1984. pada masa ini awal berubah mata pelajaran menggambar dan seni suara menjadi pendidikan kesenian. istilah mata pelajaran diganti dengan bidang studi. Mata pelajaran mengambar dan seni suara ditambah dengan seni tari dan teater. Perubahan lagi dari pelajaran menggambar dan suara menjadi seni rupa dan seni musik.

4. Kurikulum pendidikan seni 1994. pada tahun ini banyak perubahan yang mendasar meliputi sistem pembelajaran dengan pembelajaran terpadu antara berbagai cabang seni. Pendidian seni berubah menjdai kerajinan tangan dan kesenian meliputi kegiatan kerumahtanggaan hubungan dengan kehiduapan sehara-hari anak. Bidang studinya disingkat KTK banyak muatan lokal.

5. KBK, Kurikulum 2004 dan kurikulum tingkat satuan pendidikan 2006. - instrumen dalam pengembangan kurikulum diberikan sepenuhnya ke daerah. - pusat hanya menentukan standar kompetensi - prubahan KBK menjadi KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) - pelajaran pendidikan seni berubah menjadi pelajaran seni budaya (dianggap multilingual, multidimensional dan multikultural).

a. tujuan mata pelajaran seni budaya - memahami konsep dan pentingnya seni budaya - sikap apresiasi terhadap seni budaya - kreativitas melalui seni budaya - peran serta pada seni budaya.

b. ruang lingkup mata pelajaran seni budaya - seni rupa - seni tari - seni musik - seni teater