Anda di halaman 1dari 21

Cara Menyembuhkan Kista Bartholin Cara Menyembuhkan Kista Bartholin Jalan Keluar Terbaik Menyembuhkan Kista Bartholin Dengan

Cara Menyembuhkan Kista Bartholin Menggunakan Jelly Gamat Luxor

Kista bartholin adalah penyakit kista yang terdapat pada kelejar bartholin. Penyakit kista bartholin merupakan masalah yang harus ekstra hati-hati dan di waspadai pada wanita di usia subur, karena penyakit kista bartholin ini kebanyakan menyerang wanita yang berusia dianatara 20 tahun sampai dengan 30 tahun dengan perhitungan 1 dari 50 wanita pasti terkena penyakit kista bartholin, oleh karena itu penyakit ini harus kita waspadai dan juga kita cermati. Ukuran penyakit kista bartholin ini bisa tumbuh dari ukurang kecil seperti kacang polong akan beranjak membaesr sampi beukuran seperti telur. Memang penyakit kista bartholin tidak menular dengan hubungan seksual, namun penyakit menular seksual seperti penyakit gonore adalah penyebab poaling umum terjagkit virus yang menyebabkan infeksi pada kelenjar bertholin. Untuk menyembuhkan penyakit kista bartholin,Cara Menyembuhkan Kista Bartholin dengan oabt kista bartholin Jelly Gamat Luxor merupakan pilihan terbaik bagi Anda untuk menyembuhkan penyakit kista bartholin. Jelly Gamat Luxor adalah sebuah produk hasil dari penemuan para hali kesehatn diseluruh dunia dan di dedikasikan oleh para ahli kesehatn untuk menyembuhkan penyakit kista bartholin. Penyebab Kista Bartholin Penyebab Penyakit ini adalah karena penyumbatan pada saluran bartholin yang efeknya dapat menyebabkan akumluasi cairan. Penyumbatan tersebut di duga akibat dari terjadinya pertumbuhan kulit yang terjadi pada penutup saluran kelenjar bartholin. Selain itu yang menjadi penyebab penyakit kista bartholin adalah infeksi dari bakteri penyebab penyakit menular seksual . Gejala Kista Bartholin Berikut adalah gejala-gejala yang diakibatkan oleh penyakit kista bartholin:

Demam Sebuah benjolan yang mungkin menimbulkan rasa sakit di dekat lubang vagina Sebuah kista atau abses biasanya terjadi hanya pada satu sisi lubang vagina Ketidaknyamanan sambil berjalan atau duduk

Nyeri selama hubungan seksual

Untuk menyembuhkan penyakit kista bartholin, Cara Menyembuhkan Kista Bartholin dengan Jelly Gamat Luxor adalah pilihan tepat untuk menyembuhkan penyakit kista bartholin. Menyembuhkan Kista Bartholin Dengan Obat Kista Bartholin Jelly Gamat Luxor Alternatrif terbaru dari para hali kesehatan untuk menyembuhkan penyakit kista bartholin adalah dengan Cara Menyembuhkan Kista Bartholin menggunakan Jelly Gamat Luxor yang sangat bagus sekali untuk menyembuhhkan penyakit kista bartholin. Jelly Gamat Luxor Terbauat dari teripang yang sudah tidak dirgaukan memiliki kahsiat yang sangat luar biasa untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Jelly gamat luxor mengandung Glikosida & Holothurine yang bersifat anti kanker dan antitumor dan mampu menghambat dan membunuh perkembangan sel kanker maupun tumor, kandungan pada Obat Herbal Jelly Gamat dapat merontokan sel tumor tanpa merusak jaringan sekitarnya juga memiliki kemampuan memblokir pertumbuhan sel tumor, selain itu gamat juga memiliki kandungan mineral selenium yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh, kandungan omega 3 yang mampu mencegah terjadinya penggumpalan darah dan mengurangi kekentalan darah. Jaime Rodriguez dari Facultad de Quimica Universidad de Santiago de Compostela, Spanyol telah membuktikan keampuhan Jelly Gamat Luxor dalam membunuh sel kanker. Ia menguji khasiat teripang terhadap penumpasan sel kanker P-388 (kanker limpa), A-549 (kanker paru paru), HeLa (tumor rahim), dan B-18-Fl (melanoma). Jangan ragu lagi untuk menyembuhkan penyakiot kista bartholin dengan Cara Menyembuhkan Kista Bartholin menggunakan Jelly Gamat Luxor.

Marsupialisasi Kista Bartholin Posted by Kista Bartholin Infeksi ini terjadi karena penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri gonorea, stapilokokus atau streptokokus. Gejala infeksi ini pada keadaan akut adalah sukar berjalan karena adanya nyeri pada pemeriksaan dijumpai pembengkakan kelenjar, padat dan berwarna merah, sangat nyeri dan terasa panas di sekitarnya. Kista kelenjar bartholin dan atau abses terjadi sebagai pembengkakan unilateral pada satu labia majus. Bila nyeri dan meradang, abses ini memerlukan drainase pembedahan dan atau eksisi.

Marsupialisasi Kista Bartholin yang merupakan operasi pengangkatan kista bartholin

Pengobatan pada infeksi ini yaitu dengan insisi langsung untuk mengurangi pembengkakan dan mengeluarkan isinya, juga dengan permberian antibiotika dosis tepat. Sebagaian besar penderita sembuh, tetapi dapat menjadi menahun dalam bentuk kista bartholin yang memerlukan tindakan marsupialisasi (operasi untuk menyembuhkan kista dengan membuka, mengeluarkan isi dan menjahit tepi kista dengan tepi irisan kulit) atau ekstirpasi (pengangkatan total) pada kistanya. Pendahuluan Organ kelamin wanita terdiri atas organ genitalia interna dan organ genitalia eksterna. Kedua bagian besar organ ini sering mengalami gangguan, salah satunya adalah infeksi, infeksi dapat mengenai organ genitalia interna maupun eksterna dengan berbagai macam manifestasi dan akibatnya. Tidak terkecuali pada glandula vestibularis major atau dikenal dengan kelenjar bartolini. Kelenjar bartolini merupakan kelenjar yang terdapat pada bagian bawah introitus vagina. Jika kelenjar ini mengalami infeksi yang berlangsung lama dapat menyebabkan terjadinya kista bartolini, kista bartolini adalah salah satu bentuk tumor jinak pada vulva. Kista bartolini merupakan kista yang terbentuk akibat adanya sumbatan pada duktus kelenjar bartolini, yang menyebabkan retensi dan dilatasi kistik. Dimana isi di dalam kista ini dapat berupa nanah yang dapat keluar melalui duktus atau bila tersumbat dapat dapat mengumpul di dalam menjadi abses. Kista bartolini ini merupakan masalah pada wanita usia subur, kebanyakan kasus terjadi pada usia 20 sampai 30 tahun dengan sekitar 1 dalam 50 wanita akan mengalami kista bartolini atau abses dalam hidup mereka, sehingga hal ini merupakan masalah yang perlu untuk dicermati. Kista bartolini bisa tumbuh dari ukuran seperti kacang polong menjadi besar dengan ukuran seperti telur. Kista bartolini tidak menular secara seksual, meskipun penyakit menular seksual seperti Gonore adalah penyebab paling umum terjadinya infeksi pada kelenjar bartolini yang berujung pada terbentuknya kista dan abses, sifilis ataupun infeksi bakteri lainnya juga dianggap menjadi penyebab terjadinya infeksi pada kelenjar ini. II. Defenisi Kista adalah kantung yang berisi cairan atau bahan semisolid yang terbentuk di bawah kulit atau di suatu tempat di dalam tubuh. Kista kelenjar Bartholin terjadi ketika kelenjar ini menjadi tersumbat. Kelenjar Bartolini bisa tersumbat karena berbagai alasan, seperti infeksi, peradangan atau iritasi jangka panjang. Apabila saluran kelenjar ini mengalami infeksi maka saluran kelenjar ini akan melekat satu sama lain dan menyebabkan timbulnya sumbatan. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar ini kemudian terakumulasi, menyebabkan kelenjar membengkak dan membentuk suatu kista. Suatu abses terjadi bila kista menjadi terinfeksi III. Anatomi, Histologi dan Fisiologi kelenjar Bartolini Anatomi Kelenjar bartolini merupakan salah satu organ genitalia eksterna, kelenjar bartolini atau glandula vestibularis major, berjumlah dua buah berbentuk bundar, dan berada di sebelah dorsal dari bulbus vestibulli. Saluran keluar dari kelenjar ini bermuara pada celah yang terdapat diantara labium minus pudendi dan tepi hymen. Glandula ini homolog dengan glandula bulbourethralis pada pria. Kelenjar ini tertekan pada waktu coitus dan mengeluarkan sekresinya untuk membasahi atau melicinkan permukaan vagina di bagian caudal. kelenjar bartolini diperdarahi oleh arteri bulbi vestibuli, dan

dipersarafi oleh nervus pudendus dan nervushemoroidal inferior. Kelenjar bartolini sebagian tersusun dari jaringan erektil dari bulbus, jaringan erektil dari bulbus menjadi sensitif selama rangsangan seksual dan kelenjar ini akan mensekresi sekret yang mukoid yang bertindak sebagai lubrikan. Drainase pada kelenjar ini oleh saluran dengan panjang kira- kira 2 cm yangterbuka ke arah orificium vagina sebelah lateral hymen, normalnya kelenjar bartolini tidak teraba pada pemeriksaan palapasi. seperti pada gambar dibawah ini :

Histologi Kelenjar bartolini dibentuk oleh kelenjar racemose dibatasi oleh epitel kolumnair atau kuboid. Duktus dari kelenjar bartolini merupakan epitel transsisional yang secara embriologi merupakan daerah transisi abtara traktus urinarius dengan traktus genital. Fisiologi Kelenjar ini mengeluarkan lendir untuk memberikan pelumasan vagina. kelenjar Bartolini mengeluarkan jumlah lendir yang relatif sedikit sekitar satu atau dua tetes cairan tepat sebelum seorang wanita orgasme. Tetesan cairan pernah dipercaya menjadi begitu penting untuk pelumas vagina, tetapi penelitian dari Masters dan Johnson menunjukkan bahwa pelumas vagina berasal dari bagian vagina lebih dalam. Cairan mungkin sedikit membasahi permukaan labia vagina, sehingga kontak dengan daerah sensitif menjadi lebih nyaman bagi wanita. IV. Epidemiologi Dua persen wanita mengalami kista Bartolini atau abses kelenjar pada suatu saat dalam kehidupannya. Abses umumnya hampir terjadi tiga kali lebih banyak daripada kista. Salah satu penelitian kasus kontrol menemukan bahwa wanita berkulit putih dan hitam yang lebih cenderung untuk mengalami kista bartolini atau abses bartolini daripada wanita hispanik, dan bahwa perempuan dengan paritas yang tinggi memiliki risiko terendah. Kista Bartolini, yang paling umum terjadi pada labia majora. Involusi bertahap dari kelenjar Bartolini dapat terjadi pada saat seorang wanita mencapai usia 30 tahun. Hal ini mungkin menjelaskan lebih seringnya terjadi kista Bartolini dan abses selama usia reproduksi. Biopsi eksisional mungkin diperlukan lebih dini karena massa pada wanita pascamenopause dapat berkembang menjadi kanker. Beberapa penelitiantelah menyarankan bahwa eksisi pembedahan tidak diperlukan karena rendahnya risiko kanker kelenjar Bartholin (0,114 kanker per 100.000 wanita-tahun).Namun, jika diagnosis kanker tertunda, prognosis dapat menjadi

lebih buruk. Sekitar 1 dalam 50 wanita akan mengalami kista Bartolini atau abses di dalam hidup mereka. Jadi, hal ini adalah masalah yang perlu dicermati.Kebanyakan kasus terjadi pada wanita usia antara 20 sampai 30 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada wanita yang lebih tua atau lebih muda. V. Etiologi Kista Bartolini berkembang ketika saluran keluar dari kelenjar Bartolini tersumbat. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar kemudian terakumulasi, menyebabkan kelenjar membengkak dan membentuk suatu kista. Suatu abses terjadi bila kista menjadi terinfeksi. Abses Bartolini dapat disebabkan oleh sejumlah bakteri. Ini termasuk organisme yang menyebabkan penyakit menular seksual seperti Klamidia dan Gonore serta bakteri yang biasanya ditemukan di saluran pencernaan, seperti Escherichia coli. Umumnya abses ini melibatkan lebih dari satu jenis organisme. Obstruksi distal saluran Bartolini bisa mengakibatkan retensi cairan, dengan dihasilkannya dilatasi dari duktus dan pembentukan kista. Kista dapat terinfeksi, dan abses dapat berkembang dalam kelenjar. Kista Bartolini tidak selalu harus terjadi sebelum abses kelenjar. Kelenjar Bartolini adalah abses polimikrobial. Meskipun Neisseria gonorrhoeae adalah mikroorganisme aerobik yang dominan mengisolasi, bakteri anaerob adalah patogen yang paling umum. Chlamydia trachomatis juga mungkin menjadi organisme kausatif. Namun, kista saluran Bartolini dan abses kelenjar tidak lagi dianggap sebagai bagian eksklusif dari infeksi menular seksual. Selain itu operasi vulvovaginal adalah penyebab umum kista dan abses tersebut. VI. Gejala Banyak kista Bartolini tidak menyebabkan gejala apapun. Biasanya ditemukan ketika seorang wanita datang kedokter untuk pemeriksaan umum tanpa keluhan apapun, tanpa rasa sakit vagina. Namun, jika kista tumbuh lebih besar dari diameter 1 inci, dapat menyebabkan ketidaknyamanan ketika duduk, atau selama hubungan seksual. Jika kista menjadi terinfeksi, berisi nanah, dan menjadi bengkak, hal ini sangat menyakitkan, sehingga sulit bagi seorang wanita untuk duduk, berjalan atau melakukan hubungan intim. Kista Bartolini menyebabkan pembengkakan labia di satu sisi, dekat pintu masuk ke vagina. Sebuah kista biasanya tidak sangat menyakitkan, dan rasa sakit yang signifikan menunjukkan bahwa abses telah berkembang. Namun, kista yang besar mungkin akan menyakitkan sesuai dengan ukurannya.Karena letaknya di vagina bagian luar,kista akan terjepit terutama saat duduk dan berdiri menimbulkan rasa nyeri yang terkadang disertai dengan demam. Pasien berjalan mengegang ibarat menjepit bisul diselangkangan.

Sumber : http://korek-obgin.blogspot.com Penyakit Kista Bartholin Penyakit Kista Bartholin merupakan kantung yang berisi cairan yang terdapat pada kelenjar bartholini. Kelenjar ini adalah salah satu dari organ genitalian eksterna yang memiliki fungsi untuk membasahi atau melicinkan permukaan vagina saat terjadi hubungan seksual. Terkadang cara kerja lubang kelenjar ini terhambat dan dapat menyebabkan cairan masuk kembali ke dalam kelenjar sehingga dapat menimbulkan kista. Biasanya kista bartholin ini tidak menimbulkan rasa nyeri, namun terkadang cairan dalam kista dapat terinfeksi sehingga menimbulkan nanah yang dikelilingi oleh jaringan yang meradang (bisul)

kista bartholin

Kista bartholin disebabkan karena adanya penyumbatan pada saluran kelenjar bartholin yang dapat menyebabkan cairan terakumulasi. Sumbatan tersebut disebabkan oleh infeksi atau adanya pertumbuhan kulit pada penutup saluran kelenjar bartholin. Kista bisa saja terinfeksi dan membentuk abses. Kista yang terinfeksi disebabkan oleh bakteri. Berikut adalah bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi, bakteri umum, seperti Escherichia coli (E. coli) serta bakteri yang menyebabkan penyakit menular seksual seperti gonore dan klamidia.

Banyak wanita tidak menyadari jika ia menderita penyakit kista bartholin karena kistanya masih kecil dan belum terjadi infeksi. Jika kista bartholin ini berkembang, maka penderita akan merasakan adanya benjolan atau massa di dekat lubang vagina meskipun kista bartholin tidak menimbulkan rasa sakit.

Gejala yang ditimbulkan jika kista bartholin terinfeksi yakni :

- Adanya benjolan yang akan menimbulkan rasa sakit di sekitar lubang vagina - Ketidaknyamanan sambil berjalan atau duduk - Nyeri selama hubungan seksual - Demam - Sebuah kista atau abses biasanya terjadi hanya pada satu sisi lubang vagina.

Untuk mendiagnosa adanya kista bartholin, hal yang di lakukan oleh dokter adlah :

- Mengajukan pertanyaan tentang sejarah medis - Melakukan pemeriksaan panggul - Mengambil contoh cairan dari vagina atau leher rahim untuk menguji adanya infeksi penyakit seksual . - Merekomendasikan tes (biopsi) dari massa untuk memeriksa sel-sel kanker jika pascamenopause atau lebih dari 40 tahun.

Pencegahan Kista Bartholin

Tidak ada cara untuk mencegah kista Bartholin namun seks yang aman khususnya menggunakan kondom dan menjaga kebersihan yang baik dapat membantu mencegah infeksi kista dan pembentukan abses

Solusi Aman tuntaskan semua jenis kista dengan obat herbal kista jelly gamat luxor

Keampuhan gamat mengusir tumor dibuktikan oleh Jaime Rodriguez dari Facultad de Quimica. Universidad de Santiago de Compostela, Spanyol. Periset itu menguji khasiat teripang terhadap penumpasan sel kanker limpa P-388. A-549 (kanker paru-paru). HeLa (tumor rahim), dan B-18-Fl (melanoma).

Untuk mengetahui senyawa aktif yang berpengaruh, Jamie mengekstrak 300 teripang dalam metanol. Sehabis dikeringkan tersisa 79 ekstrak teripang bubuk. Ekstrak itu kemudian dimasukkan ke alat kromatografi. Diperolehlah 0.93 g glikosida. Glikosida merupakan senyawa alami yang terdapat dalam tumbuhan bersifat antitumor dan antikanker

Setelah dimasukkan ke alat rekromatografi DCCC, terlihat kandungan glikosida berupa 40 mg holothurinoside A ; 9 mg holothurinoside B ;15 mg holothurinoside C ; 10 mg holothurinoside D, dan 20 mg des-holothurin A. Kelima senyawa itulah yang terbukti efektif menggempur segala tumor. Cara Mengobati Kista Bartholin

Posted by Kista Bartholin Kelenjar bartholin terletak bilateral di posterior introitus dan bermuara dalam vestibulum pada posisi arah jam 4 dan jam 8. Kelenjar ini biasanya berukuran sebesar kacang dan tidak teraba kecuali pada keadaan penyakit atau infeksi. Pada masa pubertas, kelenjar ini mulai berfungsi, memberikan kelembaban bagi vestibulum.

Kista bartholin merupakan masalah umum bagi wanita usia reproduksi. Di Amerika Serikat, insidennya adalah sekitar 2% dari wanita usia reproduksi akan mengalami pembengkakan pada salah satu atau kedua kelenjar Bartholin. Penyakit yang menyerang kelenjar bartholin biasanya terjadi pada wanita antara usia 20 dan 30 tahun. Pembesaran kelenjar bartholin pada pasien yang berusia lebih dari 40 tahun jarang ditemukan, dan perlu dikonsultasikan pada gynecologist untuk dilakukan biopsi.

Penyebab dari kelainan kelenjar bartholin adalah tersumbatnya bagian distal dan duktus kelenjar yang menyebabkan retensi dan sekresi, sehingga terjadi pelebaran duktus dan pembentukan kista. Kista tersebut dapat menjadi terinfeksi, dan selanjutnya berkembang menjadi abses. Abses bartholin selain merupakan akibat dari kista terinfeksi, dapat pula disebabkan karena infeksi langsung pada kelenjar bartholin.

Kista bartholin bila berukuran kecil sering tidak menimbulkan gejala. Dan bila bertambah besar maka dapat menimbulkan dispareunia. Penderita dengan abses bartholin umumnya mengeluhkan nyeri vulva yang akut dan bertambah secara cepat dan progresif.

Kista bartholin merupakan pertumbuhan kistik yang paling sering ditemuan pada vulva. Sekitar 2% wanita pernah terinfeksi kista bartholin dan abses selama hidupnya. Sebuah penelitian membuktikan bahwa wanita berkulit hitam dan putih lebih mudah mengalami kista bartholin dibandingkan dengan wanita ras Hispanik

Tersumbatnya bagian distal dan duktus bartholin dapat menyebabkan retensi dari sekresi, dengan akibat berupa pelebaran duktus dan pembentukan kista. Kista tersebut dapat manjadi terinfeksi, dan abses bisa berkembang dalam kelenjar. Kelenjar bartholin sangat sering terinfeksi dan dapat membentuk kista atau abses pada wanita usia reproduksi. Kista bartholin terbentuk ketika ostium dari duktus tersumbat, sehingga menyebabkan distensi dari kelenjar dan tuba yang berisi cairan. Sumbatan ini biasanya merupakan akibat sekundar dari peradangan nonspesifik atau trauma. Kista bartholin dengan diameter 1-3 cm seringkali asimptomatik. Sedangkan kista yang berukuran lebih besar, kadang menyebabkan nyeri dan dispareunia.

Gejala kista bartholin sebagai berikut :

- Pasien mengeluhkan adanya massa yang tidak disertai rasa sakit, unilateral, dan tidak disertai dengan tanda-tanda selulitis di sekitarnya

- Jika berukuran besar, kista dapat tender

- Discharge dari kista yang pecah bersifat nonpurulent

Dalam penanganan kista bartholin, ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan. Pengobatan kista bartholin bergantung pada gejala pasien. Suatu kista tanpa gejala mungkin tidak memerlukan pengobatan, kista yang menimbulkan gejala memerlukan drainase.

Beberapa cara pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengobati kista bartholin, yakni :

- Incisi dan Drainase - Word Catheter - Marsupialisasi - Eksisi (Barthelinectomy) elenjar Bartholin atau dalam bahasa Latin glandula vestibularis major adalah kelenjar ganda yang terletak di bawah dan di kiri dan kanan dari pembukaan vagina pada wanita. Kelenjar ini menghasilkan lendir atau mukus untuk lubrikasi, terutama ketika peningkatan hasrat seksual, yang kemudian akan mendukung kegiatan seksual. Kelenjar ini dipaparkan pertama kali pada abad ke-17, oleh ahli anatomi Denmark yaitu Caspar Bartholin muda (1655-1738). Beberapa sumber sering salah menyebutkan bahwa yang menemukan kelenjar ini adalah kakeknya seorong teolog dan ahli anatomi, Caspar Bartholin tua (1585-1629). Kelenjar Bartholin homolog dengan kelenjar Cowper pada pria. Artikel bertopik anatomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. ASKEP BARTHOLINITIS

I.

Pengertian Bartholinitis

Glandula bartholini ini terletak pada orifisium vaginae,. Kelenjar bartholini merupakan kelenjar yang mengalirkan pelumas.sekresi kelenjar ini normalnya alkali dan apabila fungsi untuk mempertahankan kelembaban yang di perlukan untuk kesehatan membran mukosanya.bartholinitis adalah infeksi pada kelenjar bartholin ,juga dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita, biasanya pembengkakan disertai rasa nyeri hebat bahkan penderitanya sampai tidak bisa berjalan dan disertai demam dan berwarna kemerahan. II. Etiologi

Etiologi dari bartholinitis adalah infeksi kuman pada kelenjar bartholin yang terletak pada bagian dalam vagina agak keluar mulai dari chlamidia,gonore dsb. Infeksi ini kemudian menyumbat mulut kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina. Etiologi akibat infeksi di bagi 2 yaitu: Infeksi alat kelamin bagian bawah

Virus: condiloma acuminata,herpes simplek Jamur: candida Protozoa: amubiasis,trichomoniasis Bacteri: neisseria gonore Infeksi alat kelamin wanita bagian atas

Clamidia trachomosisdan parotitis epidemika Jamur: asinomises Bakteri: neiseria gonore,staphilococus dan e colli

III. Patofisiologi Cairan memenuhi kantong kelenjar sehingga di sebut sebagai kista kuman dalam vagina akhirnya menginfeksi kelenjar bartolin sehingga kelenjar bartolin menjadi tersumbat terjadilah pembengkakan,jika tidak ada infeksi maka tidak akan ada keluhan.

IV. Tanda dan gejala Vulva : perubahan warna kulit timbunan nanah dalam kelenjar, nyeri tekan Kelenjar membengkak, nyeri bila berjalan atau duduk, bisa disertai demam.

Kebanyakan wanita penderita datang dengan keluhan keputihan,gatal, sakit saat buang air dan terdapat benjolan di sekitar alat kelamin Abses pada daerah kelamin Pemeriksaan fisik di temukan cairan mukoid berbau dan bercampur darah.

V. Pengobatan

Biasanya penderita bartholinitis berobat karena nyeri. Bartholinitis juga dapat menjadi abcess karena saluran kelenjar tertutup dan berlangsung proses penahanan di dalam kelenjar. Abcess ini merupakan bahaya bagi terjadinya infeksi nifas. Oleh karena itu abcess harus di sembuhkan terlebih dahulu sebelum tiba masa persalinan. Yang belum memasuki masa persalinan di obati dulu dengan obat obat sulfa seperti sulfadiazin dan eklosin, yang sudah tenang di insisi atau kelenjar yang mengandung nanah di angkat seluruhnya.(marsupialisasi) Kista bartholin biasanya kecil antara ukuran ibu jari dan bola pingpong,tidak terasa nyeri dan tidak menggangu koits, bahkan kadang tidak disadarioleh penderita. Sebaiknya kista pada ibu hamil di biarkan saja dan baru di angkat kurang lebih 3 bulan setelah persalinan. Apabila kista sering meradang walaupun sudah di obati berlang kali atau apabila kista sangat besar sehingga di khawatirkan akan pecah sewaktu melahirkan ,maka sebaiknya kista tersebut di angkat dalam keadaan tenang.sebelum lahir ada kalanya kista sangat besar dan baru di ketahui sewaktu wanita sudah dalam persalinan. Dalam hal demikian di lakukan pungsi dan cairan di keluarkan walaupun ini bukan therapi tetap. Setelah selesai marsupialisasi baru di lakukan.

VI. Pemeriksaan penunjang Laboratorium Vulva In spekulo VII. Pengkajian (data fokus) Perubahan warna kulit Udema Cairan pada kelenjar Nyeri

Benjolan pada bibir vagina Bau cairan Jumlah dan warna urin

VIII. Diagnosa yang mungkin timbul Defisit perawatan diri b.d keterbatasan gerak Kerusakan integritas kulit b.d oedema pada kulit Nyeri b.d keadaanluka Kurang pengetahuan b.d kurang pemahaman terhadap sumber informasi Disfungsi sexual b.d proses penyakit IX. Intervensi Bantu klien untuk memenuhi hygiene pribadi Pantau keadaan luka Berikan penyuluhan kesehatan tentang perawatan diri Kaji tingkat nyeri klien

Gunakan cara interaktif yang berfokus pada kebutuhan untuk membuat penyesuaian praktek sexual atau untuk meningkatkan koping terhadap gangguan masalah sexual Askep Bartholini ASUHAN KEPERAWATAN BARTOLINITIS

TINJAUAN TEORI A. PENGERTIAN Bartolinitis adalah Infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah. B. ETIOLOGI Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Mulai dari chlamydia, gonorrhea, dan sebagainya. Infeksi ini kemudian menyumbat mulut kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina

C. ETIOLOGI INFEKSI 1. Infeksi alat kelamin wanita bagian bawah biasanya disebabkan oleh : a Virus : kondiloma akuminata dan herpes simpleks. b Jamur : kandida albikan. c Protozoa : amobiasis dan trikomoniasis. d Bakteri : neiseria gonore. 2. Infeksi alat kelamin wanita bagian atas : a Virus : klamidia trakomatis dan parotitis epidemika. b Jamur : asinomises. c Bakteri : neiseria gonore, stafilokokus dan E.coli D. PATOFISIOLOGI Lama kelamaan cairan memenuhi kantong kelenjar sehingga disebut sebagai kista (kantong berisi cairan). Kuman dalam vagina bisa menginfeksi salah satu kelenjar bartolin hingga tersumbat dan membengkak. Jika tak ada infeksi, tak akan menimbulkan keluhan

E. TANDA dan GEJALA Tanda dan gejala 1. Pada vulva : perubahan warna kulit,membengkak, timbunan nanah dalam kelenjar, nyeri tekan. 2. Kelenjar bartolin membengkak,terasa nyeri sekali bila penderia berjalan atau duduk,juga dapat disertai demam 3. Kebanyakkan wanita dengan penderita ini datang ke PUSKESMAS dengan keluhan keputihan dan gatal, rasa sakit saat berhubungan dengan suami, rasa sakit saat buang air kecil, atau ada benjolan di sekitar alat kelamin. 4. Terdapat abses pada daerah kelamin 5. Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid berbau dan bercampur dengan darah. F. PENGOBATAN Pengobatan yang cukup efektif saat ini adalah dengan: antibiotika golongan cefadroxyl 500 mg, diminum 31 sesudah makan, selama sedikitnya 5-7 hari, dan asam mefenamat 500 mg (misalnya: ponstelax, molasic, dll), diminum 31 untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan, hingga kelenjar tersebut mengempis.

G. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Laboratorium 2. Vullva 3. In speculo H. PENATALAKSANAAN TATALAKSANA INFEKSI ALAT KELAMIN WANITA Berikut ini adalah beberapa infeksi alat kelamin wanita yang sering dijumpai di Puskesmas dan tatalaksana yang disesuaikan dengan sarana diagnosis dan obat-obatan yang tersedia.

1. GONORE (GO) Anamnese : - 99 kasus GO pada wanita menyerang servik uteri dan 50-75 % kasus pada wanita tidak ada gejala atau keluhan. - Kalau ada keluhan biasanya disuria dan lekore, yang sering diabaikan oleh penderita. - Sering anamnese hanya didapatkan riwayat kontak dengan penderita. Pemeriksaan : Pemeriksaan dengan spekulum : ostium uteri eksternum bisa tampak normal, kemerahan atau erosif. Tampak vaginal discharge dengan sifat mukoid keruh, mukopurulen atau purulen. Mungkin didapatkan komplikasi seperti : bartolinitis, salpingitis, abses tubo ovarii bahkan pelvik peritonitis. Ketiga komplikasi tersebut terahir disebut Pelvis Inflamatory Disease (PID). Laboratorium : Asupan servik atau vaginal discharge : Diplokokus gram negatif intraseluler lekosit. Kriteria Minimal : Riwayat kontak (+). Asupan servik atau vaginal discharge : Diplokokus intraseluler lekosit gram negatif. Terapi : Penisilin Prokain : 4,8 juta IU IM (skin test dulu), 2 hari berturut turut, atau Kanamisin : 2 gram IM dosis tunggal, atau Amoksisilin atau Ampisilin : 3,5 gram oral dosis tunggal (lebih poten bila ditambahkan Probenesid 1 gram), atau Tetrasiklin cap: 4 X 500 mg selama 5 hari, atau

dosis awal 1.500 mg, dilanjutkan 4 X 500 mg selama 4 hari, atau Kotrimoksasol tablet 480 : 1 X 4 tablet selama 5 hari Bila ada komplikasi : Amoksisilin atau Ampisilin : 3,5 gram oral dosis tunggal diteruskan 4 X 500 mg selama 10 hari. Pengamatan dan pemberian ulang dilakukan pada hari ke 3, 7 dan 14, sesudah itu setiap bulan selama 3 bulan. Catatan : Terapi sebaiknya diberikan juga kepada patner sex penderita (suami) secara bersamaan. Selama masa terapi sebaiknya kegiatan sex dihentikan. 2. URETRITIS NON GONORE

Biasanya tidak ada keluhan. Kalau ada, keluhan biasanya adalah disuria dengan atau tanpa discharge. Sering juga dikeluhkan keluar darah pada akhir dari buang air kecil (terminal dysuria). Sering bersifat kumat-kumatan (yang membedakan dengan GO) Riwayat kontak sering (+)

Mungkin ada discharge uretra. Bila disertai sistitis, mungkin ada nyeri tekan suprapubis.

Uretral discharge : diplokokus (-), lekosit >10/lapangan pandang. Urin : berawan atau didapat benang-benang pendek (threads)

Riwayat kontak (+). Laboratorium : Uretral discharge : diplokokus (-) Urin : berawan atau threads (+).

Tetrasiklin : 4 X 500 mg selama 5 7 hari atau Erytromisin : 4 X 500 mg selama 5 7 hari. Pada kasus persisten lama pengobatan 21 hari. 3. TRIKOMONIASIS

Keluhan utama biasanya adalah adanya keputihan dengan jumlah banyak, berwarna kuning atau putih kehijauan. Sakit pada saat berhubungan sex (dyspareunia) juga sering dikeluhkan. Riwayat suami kencing nanah perlu ditanyakan, karena > 50% penderita GO wanita disertai dengan trikomoniasis.

Pemeriksaan in speculo : terasa sakit, fluor albus cair dengan jumlah banyak dan berwarna kuning atau putih kehijauan, khas : didapat bintik-bintik merah (punctatae red spots atau strawbery cervix) di dinding vagina.

Fluor albus : dengan mikroskup cahaya Trichomonas vaginalis (+).

Fluor albus : cair, banyak, warna kuning atau putih kehijauan. Punctatae red spots (+) Laboratorium : Puskesmas ?

Metronidasol : 1 X 2.000 mg, sebagai dosis tunggal.

4. KANDIDIASIS

Keluhan utama biasanya adalah keputihan dan gatal di vagina. Mungkin juga dikeluhkan adanya rasa sakit waktu melakukan aktivitas sexual. Faktor predisposisi : diabetes militus, pemakaian Pil KB, dan pemakaian antibiotika yang tidak terkontrol serta kegemukan. Pemeriksaan : Vulva : tampak merah, udem, adanya plak putih, mungkin didapat juga fisura atau erosi (Vulvovaginitis). In speculo : Terasa sakit, Discharge kental, sedikit, putih seperti keju dan biasanya menutup portio.

Sel ragi (yeast cells) atau tunas (budding body) dan pseudohypha atau spora.

Vuvovaginitis. Discharge kental, sedikit, putih seperti keju dan biasanya menutup portio.

Topikal : Nistatin vaginal tablet : 1 X 1, selama 7 hari, dan Nistatin tablet : 4 X 1 tablet, selama 14 hari.

I. PENCEGAHAN Untuk menghadang radang, berbagai cara bisa dilakukan. Salah satunya adalah gaya hidup bersih dan sehat : 1. Konsumsi makanan sehat dan bergizi. Usahakan agar Anda terhindar dari kegemukan yang menyebabkan paha bergesek. Kondisi ini dapat menimbulkan luka, sehingga keadaan kulit di sekitar selangkangan menjadi panas dan lembap. Kuman dapat hidup subur di daerah tersebut. 2. Hindari mengenakan celana ketat, karena dapat memicu kelembapan. Pilih pakaian dalam dari bahan yang menyerap keringat agar daerah vital selalu kering. 3. Periksakan diri ke dokter jika mengalami keputihan cukup lama. Tak perlu malu berkonsultasi dengan dokter kandungan sekalipun belum menikah. Karena keputihan dapat dialami semua perempuan. 4. Berhati-hatilah saat menggunakan toilet umum. Siapa tahu, ada penderita radang yang menggunakannya sebelum Anda. 5. Biasakan membersihkan diri, setelah buang air besar, dengan gerakan membasuh dari depan ke belakang. 6. Biasakan membersihkan alat kelamin setelah berhubungan seksual. 7. Jika tidak dibutuhkan, jangan menggunakan pantyliner. Perempuan seringkali salah kaprah. Mereka merasa nyaman jika pakaian dalamnya bersih. Padahal penggunaan pantyliner dapat meningkatkan Kelembapan kulit di sekitar vagina. 8. Alat reproduksi memiliki sistem pembersihan diri untuk melawan kuman yang merugikan kesehatan. Produk pembersih dan pengharum vagina yang banyak diperdagangkan sebetulnya tidak diperlukan. Sebaliknya jika digunakan berlebihan bisa berbahaya.

9. Hindari melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan. Ingat, kuman juga bisa berasal dari pasangan Anda. Jika Anda berganti-ganti pasangan, tak gampang mendeteksi sumber penularan bakteri. Peradangan berhubungan erat dengan penyakit menular seksual dan pola seksual bebas. ASUHAN KEPERWATAN A. PENGKAJIAN 1. Perubahan warna kulit 2. Udem 3. Cairan pada kelenjar 4. Nyeri 5. Benjolan pada bibir vagina 6. Bau cairan 7. Kebersihan tubuh 8. Jumlah dan warna urin B. DIAGNOSA 1. Defisit perawatan diri b.d keterbatasan gerak 2. Kerusakkan integritas kulit b.d edem pada kulit 3. Defisit pengetahuan b.d kurangnya pemahaman terhadap sumber sumber informasi nyeri b.d keadaan luka cemas 4. Disfungsi seksual b.d proses penyakit C. INTERVENSI 1. Membantu pasien untuk memenuhi higiene pribadi 2. Memantau keadaan luka 3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan diri (kebersihan alat genetal) 4. Kaji tingkat nyeri 5. Gunakan cara-cara interaktif yang berfokus pada kebutuhan untuk membuat penyesuaian dalam peraktik seksual atau untuk meningkatkan koping terhadap masalah/gangguan seksual

Tahukah kamu bahwa pada alat kelamin wanita bisa terjadi gangguan-gangguan yang Urrrrgggghhhhhh.. Gak banget dechhhhh and bisa bahaya juga lochhhhh!!!! Gangguan yang terjadi diluar vagina tak hanya membuat malu dan rendah diri tapi juga bisa mengancam organ reproduksi Munculnya keputihan yang menyebabkan gatal hingga benjolan di bibir luar vagina dapat mengganggu secara estetika yaitu mengancam kesehatan reproduksi. beberapa jenis serta deskripsi penyakit yang biasanya dikaitkan dengan keluhan pada bagian luar vagina diantaranya 1. Condyloma Jika menemukan keabnormalan diluar vagina, seperti tumbuhnya benjolan keras berbunggul seperti bunga kol atau jengger ayam, bisa jadi itu merupakan manifestasi dari penyakit condyloma acuminata atau dikenal sebagai kutil kelamin. penyakit ini dapat muncul dalam jumlah lebih dari satu ataupun bertumpuk. Kutil kelamin atau condyloma merupakan penyakit menular seksual yang dsebabkan oleh human papilloma virus (HPV), atau virus yang menyebabkan keganasan pada jaringan. penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung secara seksual dengan penderita HPV lainnya. Munculya si jengger ayam ini bisa ditemukan dimanapun, sesuai area kulit yang terinfeksi. bisa di seputar alat kelamin bagian luar, di dalam liang vagina, di sekitar anus hingga mulut rahim. jika sampai menginfeksi leher rahim, dapat menyebabkan kanker serviks. Kutil kelamin dapat diobati dengan obat oles, sntik ataupun tindakan operasi. untuk tindakan operasi dapat menggunakan alat alat kotter (pemotong) oleh tenaga medis. Pengobatan bisa dilakukan dengan obat topikal )oles). Bisa juga dengan obat suntik yang diberikan pada jaringan kulit tempat tumbuhnya kutil. Namun, pengobatan ini tidak disarankan bagi wanita hamil, maupun pada kutil yang berjumlah banyak. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. 2. Bartolinitis

Infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapt menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapt disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah. Bartolinitis disebabkan oleh kuman pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Kuman yang menyebabkan infeksi ini bisa bermacam-macam , mulai dari chlamydia, gonorrhea, dan sebagainya.Infeksi ini kemudian menyumbat mulut kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina. Akibat penyumbatan ini, lama kelamaan cairan memenuhi kantong kelenjar sehingga disebut sebagai kista (kantong berisi cairan). Untuk mengatasinya, pembengkakan antibiotik untuk

mengurangi radang pembengkakan. Jika terus berlanjut, dokter akan melekukan tindakan operatif untuk mengangkat kelenjar yang membengkak. Tak perlu khawatir vagina akan kering setelah pengangkatan, karena pada dasarnya yang diangkat hanya salah satu penghasil pelumas. 3. Candidiasis Munculnya gumpalan seperti endapan susu berwarna putih merupakan keluhan yang paling sering dikeluhkan wanita pada kelaminnya. Gangguan yang sering disebut keputihan oleh masyarakat awam ini, biasanya disebabkan infeksi jamur candida albicans dan disebut sebagai candidiasis. Kadangkala keputiha juga diserai rasa gatal yang memancing untuk digaruk. Akibatnya, di daerah kelaluan bisa timbul luka yang yang membuat rasa perih pada saat buang air kecil atau bersenggama. Keputihan ini dapat muncul akibat ketidakseimbangan hormonal yang disebebkanoleh kegemukan, pasca menstruasi, kehamilan, pemakaian alat kontrasepsi hormonal, penggunaan obatobatan steroid, kondisi organ intim yang terlalu lembab, dan lainnya. Juga bisa merupakan akibat dari gula darah yang tidak terkontrol. Penanganan untuk candidiasis cukup dengan menjaga kebersihan dan kelembaban organ intim wanita. Penggunaan sabun khusus pembersih vagina dan menjaga agar di bagian intimtak terlalu lembab bisa dilakukan. Namun, jika memang tak tertahankan dan menimbulkan gatal yang amat sangat, dapat diberikan obat antijamur misalnya triazol atau imidaol. 4. Herpes Gangguan pada bagian luar kelamin juga dapat muncul berupa gelembung-gelembung berisi cairan. Gelembuung air akibat infeksi virus herpes (HSV2) ini munculnya bisa disertai demam. Selain demam, gelembung yang berada dekat saraf tepi ini juga menimbulkan sensai perih bila tersentuh. Bila menginfeksi sampai bagian dalam organ intim wanita, virus ini bisa menyebabkan nyeri sendi hingga rasa pegal didaerah pinggang. Infeksi herpes yang terjadi pada bagian kelamin atau disebut juga herpes simpleks ini merupakan penyakit menular seksual. Selain menginfeksi organ kelamin, virus herpes simpleks tipe 2 yang menyebabkan herpes kelamin juga bisa menginfeksi rongga mulut. Pada wanita, herpes simpleks yang sudah mencapai organ intim bagian dalam agak sulit disembuhkan hingga tuntas. Virus ini mampu bersembunyi dan tidur di dalam jaringan organ intim wanita. Kemudian bisa sewaktu-waktu kambuh jika daya tahan tubuh sedang menurun. Jika terdiagnosa menderita herpes simpleks, dokter akan memberikan resep obat antivirus. Selain itu, tetaplah menjaga daerah organ intim agar tidak terlalu lembab dan tetap bersih. Serta diperlukan untuk selalu menjaga kondisi organ intim agar tidak semakin memburuk. 5. Chlamydia Keputihan juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri chlamydia trachomatis, atau infeksi Chlamydia. Namun, berbeda dengan candidiasis ang menimbulkan gumpalan sewarna endapan susu, gumpalan

keputihan yang disebabkan oleh Chlamydia berwarna kuning kehijauan dan berbau amis. Selain itu, dapat timbul keluhan pendarahan tak normal setelah berhubungan intim. Kendati tak banyak menimbulkan keluhan pada wanita, namun infeksi bakteri ini dapat menyebabkan radang panggul hingga infertiltitas (mandul) pada wanita. Jika terdiagnosis terinfeksi Chlamydia, pengobatan dengan antibiotik jenis tetrasiklin dapat diberikan hingga 7 hari kedepan. Biasanya pengobatan dilakukan sekaligus bersama pasangan agar gangguan ini tak berpindah ke pasanganya.