Anda di halaman 1dari 2

BUDIDAYA JAMUR MERANG A.

Teknik Budi Daya Jamur Merang Budi daya jamur merang mulai dikembangkan sejak abad ke 18 di Cina. Malaysia, Filipina, dan Negara Asia Tenggara mendapat introduksi jamur merang sekitar tahun 1932-1935 oleh orang Cina. Negara- negara di Asia Tenggara beriklim tropis basah yang hamper bersamaan dengan padi sebagai tanaman pangan utama. Limbah dari tanaman- tanaman ter B. Tahap Budi Daya Jamur Merang Secara umum, ada empat tahapan yang harus dilakukan dalam budidaya jamur merang, yaitu isolasi, penanaman dan pemanenan, serta pengolahan. Tahapan yang akan dilakukan bergantung pada keahlian dan modal yang dimiliki. Pelaku bisnis dapat mengusahakan satu tahap saja, dapat juga mengusahakan mulai dari tahapan isolasi hingga pengolahan. Keempat tahpa budidaya tersebut adalah sebagai berikut. 1. Tahap isolasi Tahapan isolasi dilakukan sampai diperoleh kultur murni. Tahapan ini memerlukan teknologi khusus yang hanya dapat dikerjakan oleh ahli mikologi atau ahli mikrobiologi atau tehnisi di bawah pengawasan salah satu dari kedua ahli tersebut. Para ahli ini telah terlatih dalam menyediakan dan memelihara biakan murni agar tidak terkontaminasi atau menurun sifat geneticnya. Cara penimpanan dan pemeliharaan biakan murni merupakan tanggung jawab bank miselium atau pengkoleksi biakan. Petani jamur atau pembuat bibit sebaiknya mendapatkan biakan murni jamur daribank miselium atau pengoleksi biakan. Pengusaha jamut atau bibitjamur yang besar biasanya memiliki ank miselium ini sendiri. 2. Tahap Pembuatan Bibit Setelah diperoleh biakan murni dari bank miselium atau pegoleksi biakan, tahap selanjutnya adalah pembuatan bibit. Bibit jamur adalah miselium jamur yang berupa benag-benang halus yang tumbuh pada media tumbuh yang cocok. Biasanya media yang digunakan berasal dari limbah pertanian, limbah industry, atau hasil industri. 3. Tahap penanaman dan pemanenan

Setelah bibit jamur diperoleh, tahap selanjutnya adalah pelaksanaan penanaman dan pemanenan jamur. Dalam tahap ini bibit jamur ditanam pada media tumbuh untuk pertummbuhan jamur. Media tumbuh untuk jamur sangat beragam. Untuk jamur merang media tumbuh yang baik adalah jerami padi, daun pisang, enceng gondok dan sebagainya, baik yang telah dikomposkan maupun belum. Biasanya untuk mengurangi resiko kontaminasi, petani dalam berbudi daya jamur akan mulai dari tahap ini. 4. Tahap pengolahan Tahap terahir dari rangkaian pembudidayaan jamur merang adalah pengolahan dan pengawetan hasil panen. Jamur merang biasana dipasarkan dalam keadaan segar atau dalam kaleng. Pengetahuan yang khusus diperlukan untuk aspek penyimpanan, karena jamur merang dalam keadaan segar hanya dapat bertahan 1-2 hari saja. Selanjutnya jamur akan mudah rusak dan busuk.