Anda di halaman 1dari 40

ANALISIS TUMBUH DAN FASE PERTUMBUHAN

Pendahuluan
Tumbuh/pertumbuhan adalah : pertambahan volume dan berat tanaman sebagai akibat terjadinya pembelahan, perpanjangan dan pengelompokan sel tanaman yang bersifat irreversible (tidak dapat balik).

ANALISIS TUMBUH
Analisis tumbuh adalah suatu pendekatan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil dan perkembangan tanaman, seperti akumulasi fotosintat pada periode tertentu. Analisis tumbuh dilakukan dengan pendekatan: Indeks Luas Daun (ILD), Nisbah Luas Daun (NLD), Laju Assimilasi Bersih (LAB), Laju Tumbuh Tanaman (LTT), Laju Tumbuh Relatif (LTR) dan Periode Luas Daun (PLD).
Konsep analisis tumbuh telah dimulai sejak tahun 1919

Dalam analisis tumbuh diperlukan dua macam pengukuran yaitu : luas daun dan bobot kering tanaman pada interval tertentu. Luas daun dapat diukur dengan : alat leaf area meter metode linier regresi panjang x lebar x konstanta

Leaf Area Meter

Leaf Area Meter

Leaf Area Meter

Bobot Kering, ditentukan dengan mengeringkan bahan tanaman dalam oven dengan suhu 150C sampai didapat bobot konstan.

Interval yang digunakan biasanya 1-2 minggu, pada tanaman yang pertumbuhannya cepat dengan interval 1-2 hari.

Analisis tumbuh dapat dilakukan pada individu tanaman atau kelompok komunitas tanaman.

Indeks Luas Daun (ILD) Dinyatakan sebagai pembanding antara total luas permukaan daun terhadap area tanah yang ditutupu tajuk (canopy).

Rumus :

ILD = L G

L adalah luas permukaan daun G adalah luas penutupan tajuk

Makin besar harga ILD makin banyak energi matahari yang ditangkap. Pada nilai ILD yang melewati optimum tidak terjadi peningkatan penangkapan karena daun yang saling menutupi. Bertambahnya kerapatan tanam, maka akan bertambah luas permukaan fotosintesis. Namun efisiensi fotosintesis menjadi berkurang karena daun yang sebelah bawah akan tertutupi dan cepat menjadi tua.

Selama pertumbuhan tanaman ILD meningkat dari nol hingga nilai makasimal yang menunjukkan sifat khusus dari spesies. Pada tajuk dengan harga ILD maksimal, daundaun muda pada bagian ujung menyerap cahaya matahari lebih banyak dan mempunyai angka yang tinggi, serta berperan mentranslokasi fotosintat ke bagian tanaman lainnya.

Canopy Analyzer
Canopy analizer : alat diletakkan di bawah tajuk tanamanILD otomatis dapat dibaca

Nisbah Luas Daun (NLD) Dinyatakan sebagai perbandingan antara luas helaian daun atau jaringan fotosintesis dan total total jaringan tumbuhan atau biomas. Rumus : NLD = L W NLD =
L adalah luas helaian daun W adalah berat biomas

L 1 + L2 W 1 + W2

Indeks Luas Daun dan Nisbah Luas Daun Tanaman Kedelai

Laju Asimilasi Bersih (LAB) Dinyatakan sebagai laju peningkatan asimilasi untuk setiap satuan luas daun dalam waktu tertentu.
Rumus : LAB = ln L2 ln L1 T2 - T1 W2-W1 L2 - L1

L adalah luas daun W adalah bobot kering seluruh tanaman T adalah waktu

Nilai LAB merupakan ukuran rata-rata efisiensi fotosintesis pada daun. Nilai LAB tidak konstan dariwaktu ke waktu, tetapi menunjukkan penurunan dengan meningkatnya umur tanaman. Penambahan bobot kering tanaman per satuan unit luas daun menurun dengan bertambahnya jumlah daun atau akibat daun yang saling menutupi.

Laju Tumbuh Tanaman (LTT) Dinyatakan sebagai penambahan berat dari komunitas tanaman pada satuan unit lahan dalam satuan waktu. Rumus : LTT = 1/GA . (W2 W1) / (T2 T1)

GA adalah luas penutupan tajuk W adalah bobot tanaman T adalah waktu

Laju Tumbuh Relatif (LTR) Dinyatakan sebagai penambahan bobot kering dalam interval waktu terhadap berat permulaan.

Rumus :

LTR = (ln W2 ln W1) (T2 T1)

Periode Luas Daun (PLD) Dinyatakan sebagai keadaan luas daun selama periode pertumbuhan tanaman. Rumus : PLD = (L2 + L1) . (T2 T1)/2

FASE PERTUMBUHAN
Vegetatif: Pertumbuhan batang, daun dan akar Reproduktif: Perkembangan bunga, buah, biji Perkembangan batang berdaging dan akar berdaging (struktur penyimpan makanan)

Fase Pertumbuhan Dan Karbohidrat


Fase vegetatif dan Fase reproduktif adalah peristiwa yang tidak terputus dan bisa overlapping Pada fase vegetatif karbohidrat digunakan untuk pertumbuhan Pada fase reproduktif karbohidrat disimpan (ditimbun) dan tanaman tsb menyimpan sebagian besar karbohidrat yang dibentuknya

Tahapan Fase Vegetatif

penggunaan karbohidrat

Pembelahan Sel: Pembuatan sel-sel baru, di jaringan meristematik (titik tumbuh batang dan akar, kambium) Perlu karbohidrat dalam jumlah banyak Pemanjangan Sel: Suplai air yang banyak Hormon Gula, membentuk dinding sel Tahap awal diferensiasi sel: Pembentukan jaringan primer Penebalan dinding sel Perlu karbohidrat

Perkembangan daun, batang dan akar perlu pemakaian karbohidrat

Tanaman membuat sel sel baru, pemanjangan sel dan penebalan jaringan mengembangkan daun, batang dan sistem perakaran. Laju pembelahan dan pembentukan jaringan cepat pertumbuhan cepat

Daerah Pertumbuhan dan Perkembangan

Zona Pembelahan Pertumbuhan

Zona Pemanjangan

Perkembangan Zona Diferensiasi

Diferensiasi adalah : Sel-sel meristematik berkembang menjadi dua atau lebih macam sel/jaringan/organ tanaman yang secara kualitatif berbeda satu dengan yang lainnya. Merupakan proses hidup yang menyangkut transformasi sel tertentu ke sel-sel yang lain menurut spesialisasinya (baik spesialisasi dalam hal proses biokimia, fisiologi, maupun struktural).

Tahapan Fase Reproduktif

penyimpanan karbohidrat

Tahap akhir pematangan sel dan diferensiasi: Akumulasi gula Pembentukan hormon untuk inisiasi bunga Inisiasi/Pembentukan tunas bunga Perkembangan serat dan lignin Penyimpanan karbohidrat cadangan Akumulasi zat penahan air Perkembangan dan pematangan struktur vegetatif berdaging Perkembangan dan pematangan bunga, buah dan biji

Keseimbangan Vegetatif dan Reproduktif


Fase vegetatif dan reproduktif pada perkembangan tanaman cenderung membentuk keseimbangan. Ada tiga (3) konsep dalam hal keseimbangan : fase vegetatif dominan terhadap reproduktif. fase reproduktif dominan terhadap vegetatif. fase vegetatif dan reproduktif, berimbang.

Perimbangan Fase Pertumbuhan

Vegetatif Dominan
Pertumbuhan batang dan daun Batang jadi sukulen dan daun besar Kutikula (lapisan lilin) sedikit Pembungaan dan pembuahan tidak terjadi atau tertekan Dinding sel tipis Jaringan penguat kurang berkembang Karbohidrat banyak digunakan untuk perkembangan akar, batang dan daun, sedikit sekali karbohidrat untuk perkembangan tunas bunga, buah dan biji

Pada tahap awal pertumbuhan Laju fotosintesis cepat Suhu mendukung laju pembelahan sel yg cepat Air dan hara tersedia melimpah perkembangan akar, batang dan daun, sedikit sekali karbohidrat untuk perkembangan tunas bunga, bunga, buah dan biji

Reproduktif Dominan
Tanaman kerdil dan kecil Perkembangan batang dan daun kecil Batang berkayu dan ruas memendek Daun kecil dan kutikula banyak Bunga dan buah terbentuk, tapi tidak optimum Dinding sel tebal Jaringan penyimpan terisi pati Hasil rendah Fotosintesis tinggi atau cukup rendah Suhu, suplai air, hara tidak mencukupi untuk laju pembelahan sel.

Vegetatif Reproduktif Seimbang


Vegetatifnya sedang dan buah cukup banyak Batang cukup sukulen, ruas cukup panjang, daun cukup besar dengan kutikula yang banyak Pembungaan dan pembuahan simultan dengan pertumbuhan vegetatif Dinding sel cukup tebal

Laju fotosintesis tinggi Suhu, air, hara dan faktor lain mendukung laju pembelahan sel yang cukup cepat Penggunaan dan penumpukan karbohidrat tidak ada yang dominan, masing-masing fase bersamaan Pertumbuhan vegetatif tanaman sedang dan berbuah banyak

Tipe Pertumbuhan

Tipe Pertumbuhan

Dominan vegetatif pada awal dan dominan reproduktif pada tahap akhir (kubis, seledri, kentang, bawang, anyelir, krisan, dll) Tidak ada fase yang dominan (tomat, terong, okra, mentimun, cabai dll) Tanaman berkayu memerlukan dominan vegetatif pada tiap awal musim tumbuh dan dominan reproduktif setelah itu (apel, peach, mangga, durian, manggis, dll).

TERIMA KASIH