Anda di halaman 1dari 22

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik KELAS 5 SEMESTER 1

Tema : Kebudayaan Nusantara


By : Nurul Setiowati (1003517)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP) TEMATIK
Nama Sekolah Tema : ................................. : Kebudayaan Nusantara

Kelas/Semester : V / 1 Alokasi Waktu : 3 x 30 menit

1. STANDAR KOMPETENSI a. IPS Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah yang berskala nasional pada masa Hindu-Budha dan Islam, keragaman kenampakan alam dan suku bangsa, serta kegiatan ekonomi di Indonesia b. Bahasa Indonesia Mendengarkan Memahami penjelasan narasumber dan cerita rakyat secara lisan Berbicara Mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan, menceritakan hasil pengamatan atau berwawancara Membaca Memaham teks dengan membaca teks percakapan, membaca cepat 75 kata/menit dan membaca puisi c. SBK Seni Musik : Mengapresiasi karya seni musik

2. KOMPETENSI DASAR a. IPS Menghargai keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia b. Bahasa Indonesia Mendengarkan Mengidentifikasi unsur cerita tentang cerita rakyat yang didengarnya Berbicara

Menceritakan hasil pengamatan/kunjungan dengan bahasa yang runtut, baik dan benar Membaca Membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat c. SBK Seni Musik Mengidentifikasi berbagai ragam lagu daerah Nusantara

3. INDIKATOR Mengetahui keragaman suku bangsa yang terdapat di Indonesia Mengetahui keragaman budaya Indonesia Menghargai dan menghormati keanekaragaman suku bangsa dan budaya yang ada di Indonesia Mengetahui unsur-unsur yang terdapat dalam cerita Mengetahui salah satu cerita rakyat dari cerita yang didengar Menyebutkan unsur cerita dari cerita rakyat yang telah dibacakan oleh guru Melakukan pengamatan mengenai rumah adat di Indonesia Menceritakan hasil pengamatan dengan bahasa yang runtut, baik dan benar Membaca puisi mengenai lagu daerah Nusantara dengan lafal dan intonasi yang tepat Mengetahui ragam lagu daerah Nusantara Mengidentifikasi ragam lagu daerah Nusantara

4. TUJUAN Siswa dapat mengetahui keragaman suku bangsa di Indonesia Siswa dapat memahami keragaman budaya Indonesia Siswa mampu menghargai dan menghormati keanekaragaman suku bangsa dan budaya yang terdapat di Indonesia Siswa mampu memahami unsur-unsur yang terdapat dalam cerita Siswa dapat mengetahui cerita rakyat yang ada di Indonesia Siswa mampu menyebutkan unsur-unsur yang terdapat dalam cerita rakyat Siswa mampu melakukan pengamatan mengenai rumah adat yang terdapat di Indonesia

Siswa mampu menceritakan hasil pengamatannya mengenai rumah adat di depan teman-teman sekelasnya

Siswa mampu membacakan puisi tentang lagu daerah Nusantara dengan lafal dan intonasi yang benar

Siswa dapat mengetahui ragam lagu daerah Nusantara Siswa dapat menyanyikan salah satu lagu daerah Nusantara

Karakter siswa yang diharapkan : 1. Tanggung jawab ( responsibility ) Hal tersebut dapat dilihat ketika anak diberi tugas oleh guru. Apakah anak tersebut dapat mengerjakan tugasnya dengan baik atau tidak. 2. Kerja sama ( Cooperation ) Karakter ini dapat terlihat ketika guru memberikan permainan dan tugas untuk masing-masing kelompok yang membutuhkan kerjasama agar tugas tersebut dapat terselesaikan. 3. Toleransi ( Tolerance ) Karakter ini akan terlihat ketika siswa membantu temannya yang sedang mengalami kesulitan dan teman tersebut membantunya 4. Percaya diri ( Confidence ) Karakter ini akan terbentuk dalam diri siswa ketika guru menyuruh siswa untuk maju ke depan kelas menceritakan kembali sebuah cerita 5. Disiplin Karakter ini akan muncul pada saat siswa mampu menghargai waktu dan ketika berkumpul tepat waktu pada waktu yang telah ditentukan oleh guru

5. MATERI POKOK a. IPS Keragaman Suku Bangsa di Indonesia I. Keragaman Suku Bangsa Di Indonesia Bangsa Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. Tentunya banyak sekali perbedaan yang ada. Ada yang berbeda warna kulit, bentuk fisik, dan budayanya. Perbedaan jangan dipermasalahkan. Justru dengan adanya perbedaan tersebut, kita jadikan suatu kekayaan sehingga tercipta suasana yang aman, tenteram, dan harmonis.

Sikap menghormati adalah sikap menghargai dan mengakui keberadaan harkat dan martabat manusia meski berbeda-beda suku bangsa. Bhinneka Tunggal Ika yang terdapat pada pita Burung Garuda Pancasila lambang Negara Indonesia mengandung arti Berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Dalam sejarah, bangsa kita telah berhasil mengusir penjajah dari bumi Nusantara karena adanya persatuan dan kesatuan para pemuda dari seluruh Nusantara.

Aneka ragam pakaian adat Indonesia Contoh sikap menghormati, di antaranya tidak merendahkan suku bangsa lain, menghargai suku bangsa lain, dan mengakui keberadaan suku bangsa lain, serta tidak mengusik perbedaan antarsuku bangsa. Manfaat sikap menghormati antarsuku bangsa adalah sebagai berikut. 1. Tercipta kehidupan yang rukun dan damai. 2. Merasa aman tinggal di negara Indonesia. 3. Rasa persatuan dan kesatuan meningkat. 4. Tidak mudah terpecah belah oleh pihak lain. Akibat tidak menghormati antarsuku bangsa adalah sebagai berikut. 1. Tidak ada keamanan dan kedamaian. 2. Timbul perpecahan dan permusuhan. 3. Tidak ada persatuan dan kesatuan. 4. Mudah terpecah belah. Dengan kita saling menghormati suku bangsa lain, maka kita dapat hidup damai, tenteram secara berdampingan tanpa mempersoalkan perbedaan dari mana kita berasal.

II.

Keanekaragaman Budaya di Indonesia Keanekaragaman suku bangsa tentu juga menjadikan beranekaragamnya budaya yang ada. Keragaman suku bangsa yang kita miliki merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya dan dapat memperkokoh persatuan bangsa. Hal

ini merupakan kekuatan untuk membangun bangsa menjadi bangsa yang besar. Kita tidak boleh membeda-bedakan suku bangsa yang dapat mengakibatkan perselisihan dan kekacauan bangsa kita. Bentuk keragaman budaya di Indonesia, di antaranya sebagai berikut. 1. Bahasa Daerah 2. Adat Istiadat 3. Kesenian Daerah 4. Sistem Kekerabatan III. Sikap Menghormati Budaya Bangsa Indonesia Sikap menghormati budaya bangsa dapat dilakukan dengan cara-cara berikut. 1. Bangga dengan kebudayaan daerah ataupun kebudayaan nasional. 2. Melestarikan nilai-nilai budaya yang telah ada. 3. Menghormati kebudayaan daerah bangsa Indonesia. 4. Tidak menjelek-jelekkan kebudayaan suku bangsa lain. 5. Lebih senang dengan kebudayaan nasional daripada budaya luar negeri.

b. Bahasa Indonesia Cerita Rakyat Cerita Rakyat Cerita rakyat adalah cerita yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat atau di suatu daerah tertentu. Cerita rakyat bercerita tentang asal usul daerah, tempat, hal-hal atau peristiwa-peristiwa di luar kehidupan manusia biasa. Cerita rakyat ada yang benar-benar terjadi dengan bukti-bukti yang mendukung, ada juga cerita rekaan belaka, namun dipercaya penduduk setempat. Seperti cerita anak pada umumnya, dalam cerita rakyat juga terdapat perwatakan para tokohtokohnya, contohnya asal usul Gunung Tangkuban Perahu. Perwatakan Perwatakan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Ada beberapa karakter perwatakan tokoh, yakni: 1. Protagonis Tokoh protagonis adalah tokoh yang memegang peranan utama pada cerita. Biasanya, tokoh protagonis menjadi tokoh idaman dalam cerita. 2. Antagonis

Tokoh antagonis adalah tokoh yang berperan sebagai pesaing atau penentang tokoh utama pada cerita, atau dengan kata lain, ia adalah seseorang yang bermusuhan dengan tokoh protagonis. 3. Figuran Figuran (peran pembantu) adalah tokoh yang kehadirannya mendampingi tokoh utama. Teknik Menemukan Perwatakan Teknik menemukan perwatakan dalam cerita rakyat adalah sebagai berikut: a. Membaca cerita rakyat secara seksama. b. Menemukan tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita rakyat. c. Menentukan karakter tokoh dengan melihat perilaku dan sifat pelaku dalam cerita.

Pengamatan Pengamatan dilakukan untuk mencari suatu informasi yang diinginkan. Pengamatan adalah pengawasan terhadap kegiatan atau peristiwa. Setelah melakukan pengamatan, biasanya diminta untuk membuat suatu laporan. Puisi Puisi merupakan karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan kaya makna. Karya sastra yang singkat, padat, dan menggunakan bahasa yang indah. Pemilihan kata yang digunakan yaitu yang mempunyai majas, lambang, rima, sajak dan ungkapan yang menarik. Unsur-unsur puisi antara lain: 1. Tema, yaitu pokok persoalan yang akan diungkapkan oleh penyair. Tema ini tersirat dalam keseluruhan isi puisi. 2. Rasa, yaitu sikap penyair terhadap pokok persoalan yang terkandung di dalam puisi. 3. Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacaannya. Nada berkaitan erat dengan tema dan rasa. 4. Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisi itu.

Membaca puisi berbeda dengan membaca teks bacaan. Membaca puisi harus tahu lafal, jeda serta intonasi. - Lafal : cara pengucapan bunyi.

- Jeda

: hentian sebentar dalam ujaran.

- Intonasi : ketepatan penyajian tinggi rendah nada. - Ekspresi : mimik wajah yang menunjukkan perasaan hati (senang, sedih, bahagia, marah). Lagu Daerah Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi alias noname. Lagu kedaerahan biasanya memiliki lirik sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing seperti Manuk Dadali dari Jawa Barat dan Rasa Sayange dari Maluku. Lagu daerah atau musik daerah ini biasanya muncul dan dinyanyikan atau dimainkan pada tradisi-tradisi tertentu pada masing-masing daerah, misal pada saat menina-bobok-kan anak, permainan anak-anak, hiburan rakyat, pesta rakyat, perjuangan rakyat, dan lain sebagainya. Lagu kedaerahan biasanya merujuk kepada sebuah lagu yang mempunyai irama khusus bagi sebuah daerah. Berikut ini adalah beberapa contoh lagu daerah yang ada di Indonesia, yaitu : Lagu Daerah dari Sumatra Barat Kampuang Nan Jauh di Mato Kampuang nan jauh di mato Gunuang Sansai Baku Liliang Takana Jo Kawan, Kawan Nan Lamo Sangkek Basu Liang Suliang Panduduknya nan elok nan Suko Bagotong Royong Kok susah samo samo diraso Den Takana Jo Kampuang Takana Jo Kampuang Induk Ayah Adik Sadonyo Raso Mangimbau Ngimbau Den Pulang Den Takana Jo Kampuang

Lagu Daerah dari Papua Yamko Rambe Yamko

Hee yamko rambe yamko aronawa kombe Hee yamko rambe yamko aronawa kombe Teemi nokibe kubano ko bombe ko Yuma no bungo awe ade Teemi nokibe kubano ko bombe ko Yuma no bungo awe ade Hongke hongke hongke riro Hongke jombe jombe riro Hongke hongke hongke riro Hongke jombe jombe riro

6. METODE PEMBELAJARAN 1. Metode Karyawisata 2. Metode Ceramah 3. Metode Tanya Jawab 4. Metode Diskusi 5. Metode Pemberian Tugas 6. Metode Discovery

7. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Langkah langkah Pembelajaran a. Kegiatan Awal ( 10 menit) Setelah tiba di Taman Mini Indonesia Indah, semua siswa berkumpul di pintu masuk Guru dan siswa bersama-sama pergi menuju istana anak-anak Indonesia Mengkondisikan siswa untuk duduk rapi dan sesuai dengan situasi belajar Membuka pelajaran dengan memberikan salam Mengisi daftar kehadiran siswa, berdoa Melakukan apersepsi untuk menggali pengetahuan awal siswa tentang materi yang akan diajarkan.

Contohnya : Guru memberikan pertanyaan kepada siswa siapa yang tahu mengapa kita pergi ke Taman Mini? Siapa yang tahu budaya apa saja yang terdapat di Indonesia Siswa menyimak penjelasan guru mengenai tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan Sebelum memulai pelajaran, siswa dipandu oleh guru melakukan tepuk semangat agar para siswa lebih semangat

b. Kegiatan Inti ( 70 menit) Sebelum pembelajaran dimulai, semua siswa berdiri dan bernyanyi bersama guru untuk menyanyikan lagu Dari Sabang Sampai Merauke Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai cerita rakyat Guru menceritakan salah satu cerita rakyat yang terdapat di Sumatra Barat yaitu cerita rakyat yang berjudul Malin Kundang Siswa mendengarkan dengan baik yang diceritakan oleh guru Siswa mengerjakan tugas dari guru mengenai isi cerita tersebut seperti tokoh cerita, watak, amanat Guru menjelaskan bahwa di Indonesia memiliki berbagai macam cerita rakyat yang dimiliki daerah masing-masing Siswa mendengarkan penjelasan guru bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman suku bangsa dan budaya Guru menunjukkan gambar berisi rumah adat dan tarian daerah yang ada di Indonesia Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai suku bangsa dan budaya yang ada di Indonesia Siswa dibagi menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang Masing-masing kelompok mendapatkan amplop nama daerah di Indonesia dan nama daerah tersebut dijadikan nama masing-masing kelompok. Nama daerah yang terdapat di amplop adalah Sumatera Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Papua Guru menjelaskan isi amplop. Di dalam amplop terdapat beberapa kertas yang berisi lembar pengamatan yang harus dikerjakan oleh siswa secara berkelompok

Guru menyuruh siswa untuk mencari informasi kebudayaan daerah (terdiri dari rumah adat, kesenian daerah, adat istiadat, lagu daerah, cerita rakyat) masingmasing kelompok dengan cara pengamatan, bertanya dan lain-lain

Siswa mencari tahu informasi tersebut dengan mengunjungi anjungan daerah masing-masing yang terdapat di Taman Mini Indonesia Indah Siswa harus berusaha mengumpulkan bendera yang berisi gambar rumah adat, tarian daerah dan alat musik tradisional daerahnya masing-masing Siswa harus berkumpul kembali di Istana Anak-anak Indonesia dalam waktu 30 menit setelah penugasan Semua siswa berlarian mencari anjungan daerah masing-masing Setelah 30 menit kemudian, siswa berkumpul kembali di Istana Anak-anak Indonesia Guru menyuruh anak-anak untuk istirahat sejenak Masing-masing dari kelompok menceritakan hasil dari pengamatannya mengenai kebudayaan daerah masing-masing di depan teman-teman sekelasnya Siswa yang tidak maju ke depan, mendengarkan penjelasan guru Guru mendengarkan penjelasan siswa sambil menilai hasil kerja siswa Guru melakukan tanya jawab mengenai lagu daerah masing-masing berdasarkan informasi yang telah siswa peroleh Semua siswa dan guru bersama-sama menyanyikan lagu daerah yang berasal dari Sumatera Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua Masing-masing kelompok harus mencatatkan lirik dari lagu daerah masing-masing dan setiap siswa harus mengubahnya menjadi puisi Masing kelompok maju ke depan teman-temannya untuk menyanyikan lagu daerah masing-masing dan perwakilan siswa membacakan puisi yang berisi lagu daerah tersebut

Guru mengumpulkan semua pekerjaan siswa Guru sedikit menjelaskan mengenai ragam suku dan bangsa Indonesia sebagai penegasan Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai sikap menghormati budaya bangsa Indonesia

c. Kegiatan Akhir (10 menit) Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi pelajaran yang dibahas pada pertemuan inti Guru memberikan tugas kepada siswa berupa pengalaman selama perjalanan di Taman Mini Indonesia Indah Guru mengabsen siswa kembali untuk mencek kelengkapan siswa yang hadir Menutup kegiatan pembelajaran Siswa dan guru bersama-sama menuju pintu keluar dan masuk ke dalam bus masing-masing

8. ALAT DAN SUMBER BELAJAR Sumber Belajar Buku IPS kelas 5 semester 1 Syamsiah, Siti dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI kelas 5. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Buku Bahasa Indonesia kelas 5 semester 1 Indriyani, dkk. 2008. Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar kelas V. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Buku SBK kelas 5

Alat Belajar Gambar rumah adat dan tarian daerah Anjungan daerah di Taman Mini Indonesia Indah Gambar tokoh cerita Malin Kundang Bendera merah putih kecil

9. PENILAIAN Portofolio Berupa karya-karya siswa yang terjadi selama proses pembelajaran baik hasil karya kelompok maupun individu. Karya kelompok berupa games mengisi lembar pengamatan sedangkan karya individu berupa karangan menulis puisi dan menulis pengalaman. Tes Lisan

Tabel penilaian Penilaian ini dapat dilihat selama proses pembelajaran Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi 1. Bahasa Indonesia : Mengetahui unsur-unsur yang terdapat dalam cerita Mengetahui salah satu cerita rakyat dari cerita yang didengar Menyebutkan unsur cerita dari cerita rakyat yang telah dibacakan oleh guru Melakukan pengamatan mengenai rumah adat di Indonesia Menceritakan hasil pengamatan dengan bahasa yang runtut, baik dan benar Membaca puisi mengenai lagu daerah Nusantara dengan lafal dan intonasi yang tepat Tes lisan Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen 1. Bahasa Indonesia : Sebutkan unsur yang terdapat dalam cerita rakyat! Tokoh apa saja yang terdapat dalam cerita dan bagaimana wataknya? Amanat apa yang terkandung dalam cerita? Bagaimana cara membacakan puisi dengan baik?

2. IPS : Mengetahui keragaman suku bangsa yang terdapat di Indonesia Mengetahui keragaman budaya Indonesia Menghargai dan Tes lisan

2. IPS : Bagaimana keragaman suku bangsa di Indonesia? Apa saja keragaman budaya di Indonesia? Sebutkan!

Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi menghormati keanekaragaman suku bangsa dan budaya yang ada di Indonesia Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen Bagaimana cara menghargai keragaman suku dan budaya?

3. SBK : Mengetahui ragam lagu daerah Nusantara Mengidentifikasi ragam lagu daerah Nusantara Tes lisan -

1. SBK : Sebutkan ragam lagu daerah Nusantara yang kalian ketahui!

Kriteria Penilaian Lembar Penilaian Penilaian dilakukan ketika tugas berkelompok Nama Kelompok : Performan No 1. 2. 3. 4. 5. Penilaian Hasil Kerja Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui hasil pekerjaan siswa saat mencari laporan pengamatan Nama Kelompok : Penilaian No Nama Kecepatan Kerjasama Ketepatan Penyampaian Laporam Keterangan Nama Siswa Kerjasama Partisipasi Produk Nilai

1 2 3 4 5

Penilaian untuk pembuatan puisi secara individual Penilaian No. Nama Pemilihan kata 1 2 3 4 Gaya bahasa Kerapihan penulisan Susunan kata keterangan

Penilaian unjuk kerja Penilaian individual untuk pembacaan puisi No. 1 2 3 4 5 Nama Penilaian Lafal Intonasi Ekspresi Jeda keterangan

Penilaian saat menyanyikan lagu daerah No. 1 2 3 4 5 Nama Penilaian Artikulasi Keberanian Ekspresi kekompakan keterangan

Lampiran lampiran

Lampiran 1 Cerita Rakyat berjudul : Malin Kundang Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang. Besar harapan malin dan ibunya, suatu hari nanti ayahnya pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah malin tidak kunjung datang, dan akhirnya pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya. Setelah Malin Kundang beranjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Akhirnya Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Malin belajar dengan tekun tentang perkapalan pada teman-temannya yang lebih berpengalaman, dan akhirnya dia sangat mahir dalam hal perkapalan. Banyak pulau sudah dikunjunginya, sampai dengan suatu hari di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu. Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi

seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya. Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya. Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. "Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. "Wanita itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

Lampiran 2 Lembar Tugas Cerita Rakyat Setelah kalian mendengarkan cerita yang dibacakan oleh guru, isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang kamu anggap benar ! 1. Judul cerita rakyat tersebut adalah ........ 2. Tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita adalah ......... 3. Watak dari masing-masing tokoh adalah ...... 4. Amanat yang terdapat dalam cerita adalah ........

Lampiran 3 Lembar Pengamatan

Nama Kelompok No. 1.

: Keterangan Deskripsi

Ragam Kebudayaan Rumah Adat

(penempelan gambar)

Bernama : ......................... 2. Tarian Daerah Deskripsi

(tempat penempelan gambar)

Tarian terkenal ................... 3. Alat Musik Tradisional


(Tempat penempelan gambar)

Deskripsi Macam alat musik :

Cara memainkan :

4.

Cerita Rakyat Tokoh : Watak : Amanat : Judul terkenal : ................

Deskripsi

5.

Lagu daerah

Lirik

Judul terkenal ......................... 6 Pakaian Adat

(tempat penempelan gambar)

Bernama : ........................

Untuk mengisi gambar, siswa haus mencari bendera ynag berisikan gambar tersebut.

Lampiran 4 Lagu Daerah

Lagu Daerah Sumatra Barat Kampuang Nan Jauh di Mato Kampuang nan jauh di mato Gunuang Sansai Baku Liliang Takana Jo Kawan, Kawan Nan Lamo Sangkek Basu Liang Suliang Panduduknya nan elok nan Suko Bagotong Royong Kok susah samo samo diraso Den Takana Jo Kampuang Takana Jo Kampuang Induk Ayah Adik Sadonyo Raso Mangimbau Ngimbau Den Pulang Den Takana Jo Kampuang

Lagu Daerah dari Papua Yamko Rambe Yamko Hee yamko rambe yamko aronawa kombe Hee yamko rambe yamko aronawa kombe Teemi nokibe kubano ko bombe ko Yuma no bungo awe ade Teemi nokibe kubano ko bombe ko Yuma no bungo awe ade Hongke hongke hongke riro Hongke jombe jombe riro Hongke hongke hongke riro Hongke jombe jombe riro

Lagu daerah dari Jawa Tengah Gundul-gundul Pacul Gundul - gundul pacul.... cul Gemblengan... Nyunggi-nyunggi wakul.... kul Gemblengan... Wakul nggimpang Segane dadi sak ratan Wakul nggimplang Segane dadi sak ratan

Lagu daerah dari Kalimantan Selatan Ampar-ampar Pisang Ampar ampar pisang Pisangku balum masak Masak sabigi dihurung bari-bari Masak sabigi dihurung bari-bari Mangga lepak mangga lepok Patah kayu bengkok Bengkok dimakan api apinya canculupan Patah kayu bengkok Bengkok dimakan api apinya canculupan Jari kaki sintak dahuluakan masak Ampar ampar pisang Pisangku balum masak Masak sabigi dihurung bari-bari Masak sabigi dihurung bari-bari Mangga ricak mangga ricak Patah kayu bengkok Tanduk sapi tanduk sapi kulibir bawang Nang mana batis kutung dikitip bidawang

Lagu daerah Sulawesi Selatan Angin Mamiri Angin mamari ku pasang Pitujui tongtongana Tusarua takkan lupa Eaule na mangu rangi Tutenaya, tutenaya parisina *courtesy of LirikLaguIndonesia.Net Batumi angin mamiri Angin ngerang dingin-dingin Nama lonta sari kuku Eaule na mangu rangi Matolorang, matolorang jenemato