Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH PELABUHAN

ALAT PENAMBAT KLP. III KLS. B

Disusun Oleh :
Zet Tandi ( 209 213 008 ) Sem Banne Toding ( 209 213 Stevianus Rion(209 213 Barata Danduru(209 213 Noprianus Pasang(209 213

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA TORAJA UKI TORAJA 2012

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Mahah Kuasa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Pelabuhan yang berjudul Alat Penambat ini dengan lancar. Makalah Pelabuhan mengenai Alat Penambat ini kami susun guna memenuhi tugas mata kuliah Pelabuhan yang diberikan oleh Bapak Parea Rusan Rangan, MT selaku dosen mata kuliah Pelabuhan.. Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Bapak Parea Rusan Rangan, MT selaku dosen mata kuliah Pelabuhan yang telah memberikan penjelasan dan materi kepada kami, serta kepada teman-teman yang membantu dalam penyelesaian makalah ini. Namun, makalah Pelabuhan tentang Alat Penambat ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun untuk menyempurnakan makalah ini.

Rantepao, 20 Januari 2012

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................................................i Daftar isi..........................................................................................................................................ii Bab I Pendahuluan...........................................................................................................................1 Bab II Pembahasan.....................................................................................................................2 - 5 Bab III Kesimpulan..........................................................................................................................6 Daftar Pustaka..................................................................................................................................7

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Kapal yang merapat ke dermaga masih mempunyai kecepatan balik yang digerakkan oleh mesinnya sendiri. Pada waktu merapat tersebut akan terjadi benturan antar kapal dengan dermaga. Walaupun kecepatan kapal kecil tetapi karena massa kapal yang besar, maka energi yang terjadi karena benturan akan besar. Untuk menghindari kerusakan kapal dan dermaga karena benturan tersebut maka di depan dermaga dibantalan yang berfungsi meredam energi benturan. Bantalan yang diletakkan di depan dermaga disebut pender. Pada waktu kapal melakukan bongkar muat barang atau menunggu di perairan pelabuhan, kapal harus tetap berada di tempatnya dengan tenang. Untuk itu kapal harus diikat pada alat penambat. Gerakan kapal bisa disebapkan oleh gelombang, arus atau angin yang dapat menimbulkan gaya tarik kapal ke alat penambat. Alat penambat harus dapat menahan gaya tarikyang ditimbulkan oleh kapal. 2. Rumusan Masalah Dari urain latar belakan diatas dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apakah pengertian dari alat penambat ? 2. Jenis jenis alat penambat dan fungsinya ? 3. Tujuan Sesuai dengan masalah yang dihadapi maka makalah ini bertujuan untuk : 1. Untuk mengetahui defenisi dari alat penambat. 2. Untuk mengetahui jenis jenis alat penambat dan apa fungsinya.

BAB II PEMBAHASAN

Alat Penambat
Alat Penambat adalah suatu konstruksi yang digunakan untuk keperluan berikut ini : 1. Mengikat kapal pada waktu berlabuh agar tidak terjadi pergeseran atau gerak kapal yang disebabkan oleh gelombang, arus dan angin 2. Menolong berputarnya kapal Alat Penambat ini bisa diletakkkan di darat (dermaga) dan di dalam air. Menurut macam konstruksinya alat penambat dapat di bedakan menjadi tiga macam berikut ini : 1. Bolder Pengikat 2. Pelampung penambat 3. Dolphin

A. Bolder (Alat Pengikat)


Kapal yang berlabuh ditambatkan ke dermaga dengan mengikatkan tali-tali penambat ke bagian haluan, buritan dan badan kapal. Tali-tali penambat tersebut diikatkan pada alat penambat tersebut diikatkan pada alat penambat yang dikenal dengan bitt yang dipasang di sepanjang sisi dermaga. Bitt dengan ukuran yang lebih besar disebut dengan bollard (corner mooring post) yang diletakkan pada kedua ujung dermaga atau di tempat yang agak jauh dari sisi muka dermaga. Bitt digunakan untuk mengikat kapal pada kondisi cuaca normal. Sedangkan bollard selain untuk mengikat pada kondisi normal dan pada kondisi badai, juga dapat digunakan untuk mengarahkan kapal merapat ke dermaga atau untuk mengarahkan kapal merapat ke dermaga.

Gambar : Bolder

Beberapa jenis Bolder pengikat Alat penambat ini ditanam pada dermaga dengan menggunakan baut yang dipasang melalui pipa yang ditempatkan di dalam beton.

Pengoperasian sistim penambatan kapal didermaga dilaksanakan dengan menggunakan Warping Winch yang merupakan Derek penggulung untuk menarik tali tambat. Derek penggulung ini dapat digerakkan dengan tenaga penggerak listrik atau hidrolik.

B. Pelambung penambat (Mooring Buoy)

Pelampung penambat berada di dalam kolam pelabuhan atau di tengah laut. Kapal yang akan bongkar muat tidak selalu dapat langsung merapat pada dermaga karena dermaga sedang dipakai, diperbaiki atau lainnya. Dengan demikian kapal harus menunggu di luar dermaga dan berhenti. Pelampung penambat juga bisa dipakai sebagai penolong untuk berputarnya kapal dan penambat lepas pantai. Pelampung penambat terdiri dari beberapa komponen yaitu pelambung penambat, jangkar, dan rantai antar jangkar dan pelampung. Pelampung penambat tidak boleh hanyut atau berubah banyak dari tempat yang telah ditentukan.

C. Dolphin
Dolphin adalah Konstruksi yang digunakan untuk menambat kapal tangker berukuran besar yang biasanya digunakan bersama-sama dengan pier dan wharf untuk memperpendek panjang bangunan tersebut. Dolphin penahan mempunyai ukuran lebih besar, karena dia direncanakan untuk menahan benturan kapal ketika berlabuh dan menahan tarikan kapal karena pengaruh tiupan angin, arus dan gelombang. Menurut konstruksinya dolphin dapat dibedakan menjadi dolphin lentur dan kaku. Dolphin lentur dapat terdiri dari suatu kelompok tiang dari kayu, besi atau beton yang diikat dengan kabel baja. Dolphin lentur juga dapat berupa tiang-tiang pancang yang disusun secara simetris.

BAB III KESIMPULAN Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut : Alat penambat dibedakan menjadi 3 yaitu : o Bolder Pengikat o Pelampung penambat o Dolphin Fungsi dari ketiga alat penambat o Bolder pengikat berfungsi untuk mengikat kapal pada kondisi cuaca normal dan pada kondisi badai. o Penampung penambat berfungsi untuk membantu kapal berputar dan penambat lepas pantai. o Dolphin berfungsi untuk menambatkan kapal tangker berukuran besar.

DAFTAR PUSTAKA

Http : // www.ilmutekniksipil.com / Triatmodjo, Bambang. 2009. Perencanaan Pelabuhan.Beta Offset. Yogyakarta.