Anda di halaman 1dari 30

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

Pesan Direksi

Bekal Untuk Melawan BBM

Susanto Purnomo, Direktur Utama

lhamdulillah, Cirata Green Energy (C-Gen) Campus telah diresmikan pada 22 Pebruari 2012, sebagai pusat edukasi berbasis green energy dengan konsep best practice & aplikatif, serta untuk meningkatkan kepedulian semua kalangan dalam bidang green energy. Keberadaannya diharapkan dapat membantu menjawab persoalan ketahanan energi di tanah air dan juga berkontribusi bagi peningkatan kompetensi maupun pemberdayaan kemampuan sumberdaya manusia (SDM) dalam memanfaatkan energi terbarukan yang tersedia di sekeliling kita. Keberadaan C-Gen Campus sejalan dengan kebijakan pemerintah maupun PT PLN (Persero) untuk meminimalisasi pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui program pembunuhan berencana terhadap pembangkit-pembangkit besar berbahan bakar minyak. Bahkan pemerintah bertekad melawan BBM. Seperti dikatakan mantan Direktur Utama PLN yang kini menjabat Menteri BUMN, Dahlan Iskan, dalam Manufacturing Hope (Minggu, 18 Maret 2012), BBM hendaknya dijadikan musuh bersama, karena BBM akan semakin langka dan harganya sudah barang tentu akan terus naik. Mengutip Dahlan Iskan, Memerangi BBM tidak cukup hanya untuk pembangkitpembangkit listrik besar. Kita memiliki ribuan pulau kecil yang listriknya dibangkitkan dengan mesin diesel yang bahan bakarnya BBM juga. Ini juga harus dilawan. Tidak ada senjata yang lebih tepat kecuali tenaga surya. Memang benar, tenaga surya sangat tepat untuk dijadikan sebagai senjata melawan BBM, mengingat Indonesia negara tropis yang berada di lintasan garis katulistiwa yang setiap hari disinari matahari dengan intesitas kuat. Namun selain tanaga surya, masih ada beberapa senjata lain yang bisa dipakai untuk membantu melawan BBM. Diantaranya, tenaga angin, tenaga air, biomassa, tenaga ombak, dan tenaga panas bumi, yang kesemuanya merupakan green energy. Potensinya cukup besar. Tenaga air di Indonesia diperkirakan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 75.000 MW, sementara yang dimanfaatkan baru sekitar 7,54 persen. Tenaga panas bumi memiliki potensi menghasilkan energi listrik sekitar 28.543 MW dan baru dimanfaatkan sebesar 4,17 persen. Begitu juga potensi biomassa, tenaga angin dan tenaga ombak, juga sangat besar. Keberadaan C-Gen Campus tentu saja bukan membangun green energy dalam skala besar, namun lebih ditekankan pada edukasi, dan meningkatkan kepedulian semua kalangan dalam bidang green energy. Kesadaran dan kepedulian terhadap green energy sangatlah penting, jauh lebih penting dari teknologi green energy itu sendiri. Hanya dengan kesadaran dan kepedulian, berbagai senjata untuk melawan BBM dapat dioperasikan. Besar harapan kami C-Gen Campus mampu memberikan bekal dan melahirkan putra-putri Indonesia yang penuh kesadaran dan kepedulian, serta menguasai teknologi green energy untuk melawan BBM. Dengan demikian, visi C-Gen Campus sebagai pusat edukasi Green Energy terbaik menuju Indonesia makmur energi, dapat terwujud.(*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 5

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Daftar Isi

Laporan Utama

Green Energy Forum 2012 Transformasi Menuju Paradigma Baru Dalam Dunia Energi

Pergantian Direksi PJB Muljo Adji Direktur Produksi, Hudiono Direktur Keuangan

16

PLN-GMF Aero Asia Kerjasama Pemeliharaan Mesin Pembangkit

Bersamaan peresmian C-Gen Campus, GEF 2012 diselenggarakan dengan acara utama seminar, talkshow dan pameran tentang perkembangan green energy di dunia dan implementasinya di Indonesia.,

Dua dari lima direksi PT PJB diganti. Pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung di PJB Kantor Pusat, dipimpin Direktur SDM PT PLN (Persero),

PT PLN (Persero), PT PJB dan IP melakukan kerjasama dengan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF Aero Asia) dalam pemeliharaan material pembangkit listrik.

Susunan Redaksi
Penasehat : Direksi PT PJB Pemimpin Redaksi : Sekretaris Perusahaan Wakil Pemimpin Redaksi : Senior Manajer Bidang Humas & CSR Dewan Redaksi : Pudjo Sulistio (Koordinator) I Nyoman Ngurah Widiyatna Adi Firmanto Dicky Maryono Sugiyanto Dedi Budi Utomo Sekretaris Redaksi : Siti Maesaroh Sitta Dhamayanti Sekretariat Redaksi : Bidang Humas & CSR Dokumentasi : Totot Sutrisno INFO PJB Online : Cahyadi Yerosaka Sirkulasi dan Distribusi : M. Chusyoyin Alamat Redaksi : Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya Telp. (031) 8283180 (hunting) Psw. 133 Facsimile : (031) 8298132 Email : info@ptpjb.com Konsultan Media & Pelaksana Cetak : PT. Artadaya Mitra Solusi

10 15 22 23 24 26

Service Level Agreement antar Bidang di UPHT


Service Level Agreement ( SLA) menjadi bagian dari sebuah kontrak antara Bidang dalam suatu organisasi, yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan internal.

28 30 32 40 44 50

Kerjasama dengan TII Untuk Penegakkan GCG dan Anti Korupsi


Untuk memastikan Upaya Penegakkan GCG dan Anti Korupsi dalam hal Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) serta pelayanan pelanggan, PLN menjalin kerjasama dengan Transparency International Indonesia (TII).

Diseminasi Asset Management PJB ke Indonesia Timur


Diseminasi Asset Management PJB ke wilayah Indonesia Timur, yang merupakan bagian dari program Indonesia bebas pemadaman bergilir sebagaimana dicanangkan PT PLN (Persero), telah menyelesaikan pekerjaan tahap pertama (pre-steps) diawali dari PLN Sektor Bakaru, Sulawesi Selatan.

Nonton Bareng Kita versus Korupsi


Nonton bareng film Kita Versus Korupsi yang diproduksi oleh KPK dan TII, yang sarat pesan moral tentang upaya penegakan korupsi, PJB ditunjuk sebagai koordinator event tersebut untuk Jawa Timur.

Terpikat Asset Management PJB


Penerapan Asset Management PAS 55 dan keberadaan Power Plant Academy di PJB menarik perhatian banyak pihak, hingga membuat sejumlah perusahaan berdatangan ke PJB untuk belajar dan berbagi pengalaman.

UP Gresik Pertahankan Juara Umum Lomba K3


UP Gresik kembali raih juara umum Lomba K3 antar Unit PJB tahun 2012, setelah berhasil mengumpulkan 4 medali emas, 3 medali perak dan 1 medali perunggu.

Cirata Green Energy (C-Gen) Campus telah diresmikan oleh Direktur SDM PT PLN (Persero), Eddy D. Erningpraja, Rabu, 22 Pebruari 2012. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, disaksikan Direktur Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Maryam Ayuni, Komisaris dan Direksi PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), para akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Sekolah Tinggi Teknologi (STT) PLN, serta lembaga independen seperti Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dan para stakeholder lainnya.

Pelatihan dan Sertifikasi Examiner Baldrige


Untuk mencetak examiner yang mampu melakukan self assessment performace perusahaan dengan kriteria baldrige, PJB bekerjasama dengan IQAF menggelar in House Training Examiner.

Akselerasi PJB Dalam Bisnis Jasa O&M


Adanya Kebijakan PLN terkait pembangunan pembangkit baru yang berimplikasi pada penurunan pangsa pasar pembangkit bagi PJB, memaksa PJB lebih gencar dan gesit dalam merebut pasar Jasa O&M pembangkit.

C-Gen Campus

Strategi SDM & Organisasi


Untuk mencapai visi & misi perusahaan, Direktorat SDM & Administrasi PJB fokus pada program peningkatan hard skill dan soft skill guna melahirkan SDM profesional. Adapun dari sisi organisasi, hal terpenting adalah pengelolaan manajemen perubahan untuk mendukung proses transformasi organisasi dan penyempurnaan sistem manajemen kinerja.

Porseni ke-III PJB


Porseni ke-III PJB yang mempertandingkan 6 cabang olah raga dan 1 bidang kesenian, selain merupakan sarana silaturahmi antar unit guna mewujudkan kebersamaan, juga sebagai ajang menjunjung sportifitas dan pembuktian semangat integritas dengan harapan dapat dibawa dalam dunia kerja.

Pusat Edukasi Green Energy


irata Green Energy Campus merupakan sebuah perpaduan dari training centre, serta pusat riset & proving ground bagi berbagai macam teknologi yang berbasiskan life sustainability & renewable energy. Direktur Utama PJB, Susanto Purnomo berharap keberadaan C-Gen Campus dapat membantu menjawab persoalan ketahanan energi di tanah air dan juga berkontribusi bagi peningkatan kompetensi maupun pemberdayaan kemampuan sumberdaya manusia (SDM) dalam memanfaatkan energi terbarukan yang tersedia di sekeliling kita. Pengembangan energi terbarukan telah menjadi salah satu solusi bagi permasalahan lingkungan dan perubahan cuaca global yang melanda dunia.
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 7

Implikasi Putusan MK Terkait Pekerja Outsourcing


Putusan MK yang mengabulkan permohonan pengujian UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, memberikan implikasi tidak adanya lagi diskriminasi antara pekerja tetap dan outsourcing, sehingga perusahaan berkewajiban melindungi setiap pekerja tanpa memperhatikan status pekerja tersebut.

Redaksi menerima tulisan berupa berita, artikel maupun opini. Tulisan diketik dalam satu spasi font 12 sepanjang 2 halaman kuarto. Redaksi berhak melakukan editing dengan tidak mengurangi arti. Naskah dikirim ke redaksi (Humas PT PJB) atau melalui email : info@ptpjb.com atau fax (031) 8298132.

Pojok Laktasi PJB: Kepedulian Terhadap Keluarga


PT PJB kini menyediakan pojok laktasi, tempat bagi karyawati yang ingin menyusui. Sehingga, bayi mereka tetap berkesempatan memperoleh ASI eksklusif.

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Laporan Utama Apresiasi serupa juga disampaikan Komisaris Utama PJB, Bagiyo Riawan. Ia menilai C-Gen Campus merupakan bentuk kepedulian PJB terhadap lingkungan dengan harapan lingkungan secara langsung maupun tidak langsung memberikan konstribusi positif terhadap PJB, khususnya PLTA Cirata, sehingga tercipta hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Seperti diketahui, PLTA Cirata sangat tergantung pada lingkungan, mengingat pembangkit ini dioperasikan dengan air yang bersumber pada Sungai Citarum, Kerusakan lingkungan akan berdampak buruk terhadap sumber air dan tentunya juga akan berdampak pada kelangsungan PLTA Cirata. Menurut Bagiyo Riawan, C-Gen Campus sebagai salah satu perwujudan dari Cirata CARE for U. CARE di sini
Direktur Utama PJB Susanto Purnomo menyerahkan cinderamata kepada Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM, Maryam Ayuni yang telah membuka Green Energy Forum 2012 di UP Cirata.

Laporan Utama dan hemat energi, environment friendly, serta pembibitan, penghijauan, pembuatan kompos & daur ulang sampah. Manfaat yang coba ditawarkan oleh C-Gen Campus antara lain; membuka kesadaran akan pentingnya energi terbarukan serta tentang betapa energi terbarukan ini sangat realistis dan efisien untuk diimplementasikan, memberikan wawasan dan kompetensi teknis untuk menerapkan atau memasang instalasi energi terbarukan, dan memfasilitasi serta mengorkestrasi riset pengembangan (akademis) dan riset terapan (praktis). Selain itu juga memberikan bukti berupa kinerja instalasi energi terbarukan yang mumpuni, memberikan solusi efisiensi pada perangkat atau instalasi energi terbarukan sedemikian rupa sehingga bisa lebih menarik untuk diadopsi baik oleh industri maupun masyarakat, membantu stakeholder mendapatkan reputasi baik atas pengimplementasian energi terbarukan, serta memberikan solusi energi terbarukan yang relatif lebih mudah digunakan. Guna mendukung keberadaan C-Gen Campus, telah tersedia ruang perkuliahan representatif, yang didesain dengan mengacu pada prinsip visibility (keleluasaan pandangan), accesibility (mudah dicapai), fleksibilitas (keluwesan), kenyamanan dan keindahan. Sementara sebagai sarana praktik lapangan, selain memanfaatkan PLTA Cirata, juga dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (PLTB) skala kecil. PLTS dan PLTB ditempatkan di atap perkatoran UP Cirata, dan energi listrik yang dihasilkan telah dimanfaatkan untuk lampu penerangan perkantoran UP Cirata. Semoga berdirinya C-Gen Campus ini dapat mendorong berbagai kalangan, khususnya para stakeholder di bidang energi, pembuat kebijakan, peneliti, akademisi, industri dan pengusaha, serta masyarakat untuk bersinergi mengembangkan energi terbarukan sebagai energi masa depan demi terjaminnya kemakmuran energi di Indonesia, kata General Manager (GM) UP Cirata, Heru Sri Widodo Sari sembari menyampaikan bahwa dalam waktu dekat di Cirata akan dibangun PLTB terbesar di Indonesia, dengan kapasitas 1 MW. Ia berharap ke depan pembangkit listrik tenaga surya akan terus dikembangkan secara komersial, mengingat harga pembangkit ini kian efisien. Sesuai dengan milestone yang telah dirumuskan, C-Gen Campus di tahun 2012 ini memasuki tahap pengembangan dan sinergi, diantaranya : * Merumuskan blueprint riset dan workshop renewable energy. * Penyempurnaan sarana fisik, melakukan sosialisasi C-Gen Campus secara online dan offline lingkup nasional. * Mengadakan kerjasama penuh dengan berbagai institusi pendidikan, perusahaan, atau instansi pemerintah. Selanjutnya, implementasi program riset dan workshop renewable energy dengan terlebih dahulu membangun sarana riset dan workshop renewable energy, hingga pada tahun 2014 mendapatkan pengakuan internasional dan menjadi benchmark partner untuk best practice renewable energy, serta mampu mengkontribusikan edukasi dan hasil riset renewable energy kepada bangsa. Heru Sri Widodo Sari merasa iri dengan Jerman, negara dengan intensitas cahaya matahari yang relatif minim telah membangun PLTS yang menghasilkan energi listrik 7 GW. Angka ini bahkan melebihi angka energi panel surya di Amerika Serikat yang hanya punya panel surya dengan hasil energi 1,7 GW. Bahkan pemerintah Jerman menyiapkan kebijakan untuk mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan energi terbarukan ramah lingkungan. Ini merupakan bentuk respon atas ledakan PLTN Fukushima Daiichi Jepang pasca gempa dan tsunami dahsyat pada Maret 2011 lalu. Untuk mewujudkan kebijakan penggantian ini, investasi sekitar 26,6 miliar euro (sekitar Rp324,5 triliun) sudah dialokasikan untuk penelitian energi terbarukan. Sebesar 73 persen dana tersebut digunakan untuk pengembangan dan peningkatan efisiensi dari panel surya atau sel fotovoltaik. Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya green energy (matahari, angin, panas bumi dan gelombang laut). Wilayah Indonesia yang luas serta penyebaran kebutuhan energi listrik yang terdesentralisasi di pulau-pulau dan daerah terpencil seharusnya membuat green energy menjadi pilihan yang menarik untuk diimplementasikan sesuai potensinya. Namun sampai saat ini penggunaan energi terbarukan belum besar, kecuali tenaga air, karena biaya produksinya belum kompetitif dibandingkan dengan energi konvensional. Sampai dengan tahun 2005, kapasitas terpasang energi baru dan terbarukan hanya sekitar 3,0 persen dari potensi yang tersedia. (*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 9

Sementara itu, negara kita dikaruniai energi terbarukan yang melimpah seperti panas bumi, air, angin dan gelombang laut yang belum dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan bangsa. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka peningkatan kompetensi SDM di bidang keilmuan dan keahlian energi terbarukan perlu digalakkan. Besar harapan kami C-Gen Campus di Cirata ini dapat menjadi pionir pusat belajar Green Energy di Indonesia dan bermaanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan PLN, kata Susanto Purnomo. C-Gen Campus didirikan dengan visi menjadi pusat edukasi Green Energy terbaik menuju Indonesia makmur energi. Setidaknya ada dua sasaran strategis yang hendak dicapai, yaitu mempersiapkan PJB secara korporat dalam upaya mengikuti transformasi atau perubahan paradigma pembangkitan energi dari energi berbasis fosil ke energi berbasis terbarukan, dan sebagai pusat edukasi berbasis Green Energy dengan konsep best practice & aplikatif, serta untuk meningkatkan kepedulian semua kalangan dalam bidang Green Energy. Direktur SDM PT PLN (Persero), Eddy D. Erningpraja memberikan apresiasi atas kepedulian PJB terhadap energi terbarukan. Ia menyebut C-Gen Campus sebagai bagian dari mision statement PT PLN (Persero) yaitu penyediaan pusat kelistrikan yang ramah lingkungan. Namun ia mengingatkan bahwa untuk mewujudkan energi yang ramah lingkungan, PLN tidak dapat bergerak sendiri. Seluruh stakeholders hendaknya turut berberan serta dan bersamasama membangun energi ramah lingkungan di negeri ini. Berbagai seminar yang digelar hendaknya tidak berhenti pada konsep, namun diwujudkan dalam tindakan nyata. Banyak seminar digelar, namun lemah dalam eksekusi. Ini perlu kita perbaharui. Lebih baik kita lakukan dengan baik, baru menjadi buku yang indah daripada buku yang indah tetapi tidak dilaksanakan dengan baik. Saya berharap C-Gen dapat menjadi ujung tombak pelatihan terpadu untuk green energy di Indonesia dengan mengoptimalkan kerja sama dengan institusiinstitusi internal PLN maupun eksternal, tuturnya.
8 Info PJB
n

Direktur SDM PT PLN (Persero), Eddy D. Erningpraja, meresmikan Cirata Green Energy Campus.

merupakan akronim dari Community Development, Asset Management, Renewable Energy & Environment Friendly. Kalau kita care sama lingkungan, yaitu alam dan masyarakat sekitar, Insya Allah lingkungan juga akan care kepada kita. Kemudian dengan asset management, kita bukan hanya me-manage aset kita sendiri, tetapi juga me-manage alam sebagai water resource, masyarakat, dan goverment. Caranya, kita mengembangkan renewable energy, yaitu memberikan pelatihan yang kemudian masyarakat bisa mempunyai kemandirian energi, lalu mereka memperhatikan kepentingan PLTA Cirata. Ujungujungnya lingkungan bagus dan keberadaan PLTA Cirata terjaga, paparnya. Secara garis besar, C-Gen Campus merupakan sebuah perpaduan dari training centre, serta pusat riset & proving ground bagi berbagai macam teknologi yang berbasiskan life sustainability & renewable energy. C-Gen Campus didirikan dengan visi menjadi pusat edukasi green energy terbaik menuju Indonesia makmur energi. Ini merupakan program kepedulian PJB dan UP Cirata kepada komunitas dan masyarakat yang meliputi antara lain: community development, pendidikan, lingkungan, dan ekonomi, kesehatan, olahraga, dan budaya, asset management sharing, Tempat studi banding pengelolaan pembangkit renewable & efisiensi energi, bimbingan energi terbarukan

Direktur SDM PT PLN (Persero), Eddy D. Erningpraja, Komisaris Utama PJB Bagiyo Riawan dan Direktur Utama PJB, Susanto Purnomo menyaksikan Golf Car bertenaga surya yang dipamerkan dalam Green Energy Forum 2012.

edisi 75, Maret 2012

Laporan Utama

Laporan Utama

MATERI TRAINING GREEN ENERGy


KURIKULUM Sains Energi, Bahan Bakar Fosil Dan Perubahan Iklim & Ekonomi Energi Energi Matahari Energi Angin Teknologi Storage dan Sel Bahan Bakar Sustainable Transportation Biomass Energy dan Bio-fuel Energi Geothermal Hydropower Mengeksplorasi Penggunaan Energi Rumahan dan Konservasinya Membangun Energi Secara Efisien Miond Bending Power Generation Nuklir (Fisi dan Fusi) Energi Baru TRAINER & NARA SUMBER PJB, BPPT, ESDM dan METI PJB, PLN LEN, Asosiasi Solar Sel PJB, PLN JP, BPPT dan ITB PJB dan ITB PJB dan ITB PJB dan ITB PJB, IP dan Kamojang PJB dan Asosiasi Hydro Bandung PJB dan ITB PJB dan ITB PJB dan ITB PJB, ITB dan Batan PJB dan ITB PT PJB menjalin kerjasama dengan ITB dalam penelitian dan pengembangan Green Energy.

GREEN ENERGY FORUM 2012

Transformasi Menuju Paradigma Baru Dalam Dunia Energi


mencapai 1,177 juta Setara Barel Minyak (SBM). Dari jumlah itu, 95 persennya masih berasal dari bahan bakar fosil. Pembangunan renewable energy hanya akan maju dengan perlakuan khusus. Renewable energy kita masih mahal jadi tidak bisa berkembang secara komersial. Renewable energy bisa diminati, namun dibutuhkan perlakuan dan kebijakan khusus untuknya, seperti insentif sehingga kita bisa mencari negaranegara donor untuk mengembangkannya, Maryam Ayuni. Saat ini, Maryam mengakui pengembangan energi terbarukan sudah dilakukan sejumlah institusi pemerintah dan swasta. Namun, potensinya belum dikembangkan bahkan belum mencapai sepertiganya. Sebut saja pengembangan energi matahari dan panas bumi yang tergolong mudah, pengembangannya belum maksimal. Maryam mencatat energi matahari yang sudah diusahakan sebesar 13,5 MW. Sementara itu, potensinya mencapai 4,8 kWh/meter persegi setiap harinya. Begitu pula energi panas bumi yang baru dimanfaatkan sebesar 1,138 MW dan potensinya diimplementasikan sesuai potensinya. Ke depan, energi terbarukan harus menjadi sumber energi utama. Kita tidak bisa terus menggandalkan energi bahan bakar fosil, sebab dalam beberapa tahun ke depan akan habis, ujarnya. Di tempat yang sama, Direktur Pengadaan Strategis dan Energi Primer PLN Bagiyo Riawan mengatakan, saat ini masih banyak kendala dalam pengembangan energi terbarukan. Contohnya pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang berjalan lambat karena harus melewati tahap eksplorasi dan eksploitasi dengan waktu 3-5 tahun. Selain itu, pendanaan yang belum jelas ikut mempersulit pembangunan. Untuk mengembangkan PLTP, kita harus tahu dulu potensinya, setelah itu baru bisa membangun pembangkitnya. PLTP juga tekendala jaminan pendanaan. Masih ada tawarmenawar antara pemerintah dengan pengembang, apakah selama periode kontrak atau selama supporting pendanaan, keluh Bagiyo. Hingga saat ini, lanjutnya, investor selalu berpikir panjang buat berinvestasi di sektor itu. Kisaran biaya untuk mengembangkan PLTP mencapai 9,7 dolar AS per kilowatt (KW). Dari angka tersebut, investasi uap mencapai 50 persen, investasi pembangkit 30 persen dan sisanya untuk biaya operasional. Kepala Divisi Energi Baru Terbarukan PLN M Sofyan menambahkan saat ini pembahasannya sudah hampir final. Menurutnya, jaminan tersebut nantinya akan lebih spesifik, dalam artian fokus ke jaminan kelayakan usaha PLN saja. Nanti bentuk jaminannya tidak seluruh proyek. Jadi ada pasal-pasal tertentu yang ada kewajiban PLN, itulah yang di-cover oleh pemerintah. Selama ini masih total project yang dijamin. Peraturan Menteri Keuangan atau PMK-nya (PMK No.139/PMK.011/2011 tentang tata cara pemberian jaminan kelayakan usaha PLN) tidak perlu diubah, tinggal diatur lagi format dari jaminan itu. Ini sudah hampir final, sudah pembahasan di level akhir, jelasnya. Seperti diketahui, dalam program 10.000 MW Tahap II, sebagian besar akan terdiri dari pembangkit listrik tenaga panas bumi. Hingga saat ini, PLN sudah menandatangani kontrak PLTP sebanyak 1.300 MW dari total 10.000 MW tersebut.(*)

MATERI TRAINING MANAJEMEN ASET


KURIKULUM Operation Management WPC (Work Planning & Control) Outage Management Reliability Management SCM (Supply Chain Management) PJB Integrated Management System EAMS & ICR (Sistem Informasi) Risk Management Performance Management OCR HCR (Human and Organizational Readiness) 5S & Visual Management, TPM (Total Predictive Management) Waduk, Bendungan dan Hidrologi Manajemen Eksekusi dan Pemeliharaan Leadership & Team Building Outbond Six Sigma TRAINER & NARA SUMBER PJB PJB PJB PJB PJB PJB PJB PJB PJB PJB PJB PJB PJB PJB PJB

ersamaan Peresmian C-Gen Campus, diselenggarakan Green Energy Forum (GEF) 2012, sebagai bentuk ajakan kepada semua pihak agar bersama-sama menyiapkan diri dan bertransformasi menuju paradigma baru dalam dunia energi yang lestari. Green Energy Forum 2012 dibuka Direktur Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Maryam Ayuni. GEF dihadiri Direktur SDM PLN (Persero), Eddy D. Erningpraja, Komisaris dan Direksi PJB, para akademisi dari ITB dan STT PLN, serta lembaga independen seperti Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) serta para stakeholder lainnya, termasuk mahasiswa. Tema yang diusung adalah Green Energy Forum Sebagai Katalis Akselerasi Implementasi Green Energy di Indonesia, menuju Indonesia Makmur Energi. Selain itu ada workshop green energy oleh para peserta pameran dan pemutaran film terkait teknologi green energy terbaru di ruang teater C-Gen Campus. Menurut Heru Sri Widodo Sari, General Manajer (GM) UP Cirata, ada beberapa tujuan diselenggarakannya kegiatan Green Energy Forum (GEF) 2012 ini, yang antara lain: s Memacu percepatan implementasi green energy di Indonesia menuju Indonesia makmur energi. s Meningkatkan sinergi stakeholder, baik itu peneliti, praktisi, asosiasi, regulasi, akademisi, produsen, pengguna, dan pemerhati topik green energy di Indonesia. s Meningkatkan pengetahuan sekaligus menambah kesadaran akan pentingnya green energy bagi semua lini kehidupan di Indonesia. GEF mengusung acara utama berupa seminar dan talkshow tentang perkembangan green energy di dunia dan implementasinya di Indonesia, juga diramaikan dengan pameran berbagai produk green energy dari produsen-produsen lokal Indonesia, peneliti BPPT dan hasil karya inovasi beberapa kampus seperti ITB, STT PLN, Polban, Poltek, dan ITS. Dalam kesempatan itu, Maryam Ayuni memaparkan bahwa Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya green energy (matahari, angin, panas bumi dan gelombang laut), namun pengembangan renewable energy atau energi baru dan terbarukan masih minim. Sumber daya energi terbarukan seperti air dan panas bumi yang sangat melimpah, tetapi hingga kini pemanfaatannya baru sekitar 5 persen dari total penggunaan energi secara nasional. Total keenergian nasional saat ini

Green Energy Forum 2012 di UP Cirata menghadirkan sejumlah pakar energi terbarukan membahas masa depan energi di Indonesia. masih sebesar 28,53 GW. Begitu pula potensi sumber energi lainnya seperti tenaga air, micro-hydro, biomass dan energi angin. Banyaknya kendala aturan dan anggaran akan dibenahi oleh kementerian dalam satu tahun ke depan. Konsumsi energi meningkat 7 persen pertahun. Jika masih terus mengandalkan energi bahan bakar fosil, dalam 23 tahun ke depan Indonesia tidak akan punya minyak lagi. Untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan, kata Maryam, pemerintah siap memberikan insentif bagi perusahaan yang mengembangkan pembangkit biomasa. Pemerintah juga terus berusaha bisa meningkatkan konservasi energi dari energi fosil ke energi terbarukan hingga 15 persen pada 2020. Pengembangan energi baru terbarukan perlu komitmen semua pihak, perlu perubahan paradigma. Sebelumnya energi hijau hanya sebagai alternatif, ke depannya energi baru terbarukan harus jadi sumber energi utama yang menggantikan sumber energi fosil. Wilayah Indonesia yang luas serta penyebaran kebutuhan energi listrik yang terdesentralisasi di pulau-pulau dan daerah terpencil seharusnya membuat energi baru terbarukan menjadi pilihan yang menarik untuk

Tarian tradisional Jawa Barat Rampak Gendang memeriahkan peresmian Cirata Green Energy Campus.
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 11

10

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Manajemen

Manajemen

PERGANTIAN DIREKSI PJB


Muljo Adji Direktur Produksi, Hudiono Direktur Keuangan
ua dari lima direksi PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) diganti, sementara satu direksi berganti posisi. Direktur Keuangan Aminullah Assagaf digantikan Hudiono yang sebelumnya menjabat Kepala Divisi Perencanaan dan Pengendalian Anggaran PLN (Persero). Direktur Produksi Haryanto Widodo digantikan Muljo Adji AG yang sebelumnya menjabat Direktur Utama Indonesia Comnets (ICON) Plus. Sedangkan Hariyanto Widodo berganti posisi menjadi Direktur Pengembangan dan Niaga, menggantikan Adi Supriono yang dimutasikan menjadi Sekretaris Perusahaan PT PLN (Persero). Sementara Aminullah Assagaf pensiun. Pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung di PJB Kantor Pusat, Senin 29 Pebruari 2012, dipimpin Direktur SDM PT PLN (Persero) Eddy D. Erningpraja, disaksikan direksi dan komisaris PJB serta para senior leader PJB kantor pusat dan General Manajer (GM) unit. Pergantian jabatan merupakan hal yang wajar, namun kali ini sangat istimewa karena dilakukan pada tanggal 29 Pebruari yang hanya ada empat tahun sekali. Mudah-mudahan keistimewaan ini diwujudkan dalam keistimewaan menjalankan roda perusahaan, kata Eddy D. Erningpraja. Ia minta karyawan tidak berprasangka negatif atas pergantian direksi yang terkesan mendadak. Pergantian direksi merupakan bagian dari strategi perusahaan yang diterapkan manajemen agar PT PLN (Persero) menjadi perusahaan yang terbaik di tanah air. Apalagi direksi telah mencanangkan bahwa tahun 2012 ini merupakan tahun keemasan PLN. Alhamdulillah banyak pihak menyuarakan bahwa PLN telah berubah menjadi lebih baik, lebih cepat dan lebih profesional. Namun hendaknya kita tidak mabuk atas sanjungan itu. Kita harus wujudkan ditahun inilah PLN diakui secara formal oleh masyarakat sebagai perusahan idaman, menjadi perusahaan yang sangat dipercaya dalam menjalankan industri ketenagalistrikan. Saya sangat berharap antusiasme untuk mengerjakan sesuai yang lebih baik, pasannya. Menyinggung keberadaan PJB, Eddy D. Erningpraja merasa bangga dan memberikan apresiasi karena

Terbuka Terhadap Saran dan Kritik


Muljo Adji AG maupun Hudiono adalah tipe pemimpin terbuka terhadap saran dan kritikan. Mereka merasa senang jika ada karyawan yang menyampaikan saran dan kritikan, asalkan kritikan tersebut dilengkapi dengan solusi untuk menyelesaikan masalah, demi kemajuan perusahaan. Itu sebabnya, handphone (HP) keduanya stand by 24 jam, dan ruang kerja selalu terbuka bagi karyawan yang ingin berdiskusi.
agi karyawan yang ingin berdiskusi secara langsung (tatap muka), diminta menghubungi sekretaris supaya tidak berbenturan dengan agenda kegiatan yang telah terjadwal. Namun jika dirasakan tidak harus bertatap muka, bisa melalui telepon secara langsung atau melalui e-mail. Untuk hal-hal yang dirasakan penting, mereka lebih senang komunikasi dilakukan melalui email dibandingkan melalui telapon, sehingga komunikasi tersebut tercatat. Selain terbuka terhadap saran kritik, dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari mereka menganut konsep team base serta memegang prinsip tidak akan meremehkan anggota tim, tidak selalu menuntut kepada tim, dan bekerja secara ikhlas. Setiap individu dalam sebuah tim mempunyai peran masing-masing, karena itu kita tidak boleh meremahkan kemampuan mereka, kata Muljo Adji ketika berbicara di hadapan karyawan PJB kantor Pusat dalam acara Coffee Morning, Rabu, 7 Maret 2012. Dalam konsep team base, lanjutnya, tidak boleh selalu menuntut kepada tim, tetapi justru memikirkan dan memberikan yang terbaik untuk tim. Sedangkan bekerja secara ikhlas dalam konsep team base mengandung pengertian bahwa keberhasilan yang dicapai adalah keberhasilan tim, bukan keberhasilan individu. Meski keberhasilan itu keberhasilan pribadi, kita harus berani dan ikhlas mengatakan bahwa itu keberhasilan tim, kata Muljo Adji, diamini Hudiono. Menyinggung tentang penugasannya di PJB, baik Muljo Adji maupun Hudiono sama-sama merasa tugas yang dibebankan tidaklah ringan. Pasalnya, PJB merupakan anak perusahaan PLN yang sudah baik. Memperbaiki sesuatu yang sudah baik itu jauh lebih sulit dibandingkan memperbaiki yang kurang baik. Saya melihat PJB ini sudah baik, makanya sangat berat. Tapi dengan kebersamaan, Insya Allah kita bisa menjadi lebih baik lagi, tutur Hudiono. Hal yang sama diungkapkan Muljo Adji. Tugas utama yang diberikan pemegang saham (Direktur Utama PLN, Nur Pamudji) adalah membantu Direktur Utama PJB, Susanto Purnomo, untuk mengembangkan PJB lebih maju dan mendunia. Pemegang saham menilai performance PJB sudah bagus, namun tetap perlu untuk terus dikembangkan supaya bukan hanya terdepan di tanah air, tetapi juga mendunia. Langkah awal yang akan dilakukan tentu saja melakukan pemetaan untuk mengetahui kondisi PJB secara riil. Oleh karenanya, keduanya berencana melakukan kunjungan ke unit-unit, diawali dengan kunjungan ke Unit Pembangkitan (UP) Paiton, Rabu, 7 Maret 2012. Memang Muljo Adji maupun Hudiono belum pernah bertugas di PJB. Namun keduanya tahu banyak tentang PJB. Muljo Adji pernah menjabat General Manager (GM) P3B Jawa-Bali yang secara otomatis berhubungan langsung dengan PJB karena P3B Jawa-Bali merupakan kastemer PJB. Sedangkan Hudiono sebelumnya

anak perusahaan ini dari tahun ke tahun menunjukkan prestasi yang baik dan memiliki tata kelola sebagai perusahaan pembangkitan yang kian tahun kian baik, tidak hanya dalam kinerja instalasinya tapi dalam pengembangan kompetensi individual yang merupakan kunci keberhasilan perusahaan. Untuk PJB saya mengacungi jempol, puji Eddy D. Erningpraja. Menurut dia, sudah selayaknya anak perusahaan bergerak lebih cepat dari induk perusahaan, dan merupakan tempat praktek pengelolaan perusahaan

Muljo Adji AG (kiri) dan Hudiono memperkenalkan diri kepada karyawan PJB Kantor Pusat dalam acara Coffee Morning 7 Maret 2012.

Muljo Adji AG dan Hudiono menandatangani berita acara serah terima jabatan disaksikan Direktur SDM PLN (Persero) Eddy Erningpraja.

Adi Supriono dipercaya sebagai Sekper PLN (Persero). yang lebih cepat dan profesional. Kalau saat ini berbagai keputusan dan kontrak manajemen lebih banyak dikomando holding, direksi PLN berharap ke depan dilakukan sebaliknya. Justru praktek manajemen terbaik diadopsi holding berdasarkan keberhasilan di anak perusahaan, dalam semua hal. Direksi dan komisaris anak perusahaan lebih berani menyampaikan gagasan-gagasan untuk kemajuan holding.(*)

Direktur SDM PLN (Persero) Eddy D. Erningpraja memberikan sambutan pengarahan dalam serah terima jabatan Direksi PJB
12 Info PJB
n

menjabat Kepala Divisi Anggaran Kantor PLN (Persero), sehingga memantau unit dan anak perusahaan PLN, termasuk PJB, khususnya dari sisi finansial. Muljo Adji AG adalah sarjana elektro ITB tahun 1982, bekerja di PLN sejak 1 April 1982. Selama 30 tahun bekerja di PLN, hampir 16 tahun waktunya dihabiskan di PLN P3B Jawa-Bali. Berbagai jabatan dipercayakan pria kelahiran Semarang, 5 Oktober 1957 tersebut, mulai dari Kepala Urusan dan Informasi P3B Jawa-Bali (dulu bernama P2B) hingga menduduki jabatan General Manager (GM) P3B Jawa-Bali (2005-2008), setelah terlebih dahulu dipercaya sebagai Sekretaris Perusahaan PLN (20032005). Sebelum ditugaskan sebagai Direktur Produksi PJB, bapak dua orang anak dan kakek seorang cucu ini menjabat Deputi Direktur Transmisi Jawa-Bali PLN (20082009) dan Direktur Utama ICON Plus (2009-2012). Sementara Hudiono bekerja di PLN sejak 1 April 1981 di Makasar. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk berada di PLN Distribusi, baik di Jawa maupun luar Jawa, dan pernah menjabat sebagai General Manager (GM) PLN Sumatera Barat (2008-2009). Sebelum menjabat Direktur keuangan PJB, pria kelahiran Surakarta 20 Januari 1957 menjabat sebagai Deputi Direktur Perencanaan Pengendalian Anggaran dan Kinerja PLN (2009-2010) dan Kepala Divisi Perencanaan dan Pengendalian Anggaran PLN (2010-2012). Selain mengantongi ijasah sarjana elektro dari ITB (1981), bapak dua orang anak ini juga mengantongi ijasah sarjana ekonomi perusahaan (dari Universitas Terbuka (1991) dan master teknik dari ITB (1999).(*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 13

edisi 75, Maret 2012

Manajemen
Tabel 1: Contoh tampilan penilaian SLA oleh bidang lain di UPHT

Manajemen

Service Level Agreement antar Bidang di UPHT


Oleh : Maya Rachmaniah ( Manajer SDM UPHT )

erawal dari diskusi pada Rapat Manajemen UPHT sekitar awal Bulan Mei 2011, ditemukan beberapa ketidakpuasan atas pelayanan internal UPHT. Sebagai contoh, Bidang Keuangan mengeluhkan pengiriman data rekap gaji karyawan dari Bidang SDM yang seringkali sudah mendekati deadline. Bidang Keuangan khawatir waktu yang tersedia untuk verifikasi yang relatif lebih sempit akan menimbulkan potensi ketidaktelitian. Di sisi lain ternyata Bidang SDM pun juga menunggu rekap potongan P2 yang berkaitan dengan absensi dan keterlambatan kehadiran yang harus dikonfirmasi ke masing-masing bidang, termasuk bidang keuangan. Akhirnya kami tersadar, performance atau kualitas pelayanan suatu bidang sangat tergantung dengan kualitas pelayanan dari bidang lain pada aliran proses sebelumnya. Dari diskusi yang berkembang, ternyata permasalahan yang sejenis ini juga terjadi di hampir setiap aliran proses, seperti pada proses restitusi biaya kesehatan, proses pengadaan, eksekusi overhaul dan proses SPPD. Ketika hal ini dikaitkan dengan hasil survey budaya perusahaan (Core Value Implementation) di UPHT, ya memang cocok. Ternyata peringkat penilaian terendah selama 3 periode berturut turut sejak Semester 2 2009 sampai dengan Semester 2-2010 adalah pada aspek Pelayanan. Sebuah fakta yang didukung hasil riset kecil-kecilan melalui survey online ini kemudian mendorong Tim Manajemen UPHT tidak hanya menetapkan target pelayanan untuk bidang-bidang yang diindikasikan bermasalah, namun lebih dari itu, yaitu membangun Service Level Agreement (SLA) antar bidang. Service Level Agreement merupakan istilah yang mulai dikenal sekitar tahun 1980-an dan pertama kali digunakan oleh perusahaan operator telepon sebagai bagian dari kontrak mereka dengan pelanggan dari segmen korporat. SLA merupakan kesepakatan yang dibuat melalui negosiasi antara dua pihak yang masing-masing memposisikan diri sebagai pelanggan dan penyedia
n

jasa. SLA bisa menjadi bagian dari sebuah kontrak formal maupun kontrak informal antara dua Bidang dalam suatu organisasi. Dalam perkembangannya SLA kemudian diadopsi oleh banyak organisasi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan internal (next process customer) yang secara tidak langsung diharapkan dapat pula meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Proses penyusunan SLA di UPHT dilakukan melalui tahapan sebagai berikut :

satisfaction maupun indikator kinerja lain yang lebih strategis m Menyepakati target indicator kinerja pelayanan (service performance indicator) dari bidang-bidang yang berkaitan m Melakukan monitoring dan evaluasi pencapaian SLA masingmasing Bidang dan disepakati dalam Rapat Manajemen m Melakukan evaluasi efektifitas indikator SLA Adapun alurnya dapat dilihat pada diagram di bawah ini :

ketika akan menyepakati target untuk pembuatan SPPD dari Bidang Teknik ke Bidang SDM. Ternyata banyak rekan dari Bidang Teknik yang belum memahami alur proses pembuatan SPPD. Kesempatan ini kemudian digunakan untuk mensosialisasikan alur proses tersebut sehingga tumbuh pemahaman bahwa kecepatan dan ketepatan layanan yang dihasilkan oleh bidang tertentu sangat tergantung oleh bidang lain. Dalam kasus pembuatan dan pembayaran SPPD ini misalnya, Bidang Keuangan bisa membayar tepat waktu jika proses pembuatan SPPD di Bidang SDM maksimal memerlukan waktu 1 hari kerja. Hal itu ditentukan oleh kecepatan pembuatan surat penugasan/ pengantar SPPD yang disetujui oleh Manajer SDM atau Manajer Teknik dan diketahui oleh General Manajer maksimal dua hari sebelum hari H. Begitu juga ketika Bidang Keuangan mempersyaratkan ketepatan waktu penyusunan RKAP, ternyata harus didahului dengan Tabel 2: Pewarnaan pencapaian kinerja
KETERANGAN

m Brainstorming tentang alur proses bisnis UPHT dan keterkaitan proses antar Bidang m Mengidentifikasi performance indicators masing-masing bidang dan success factor yang diharapkan dari bidang terkait. Hal tersebut dapat berupa next process customer

UPHT telah melaksanakan proses SLA diatas untuk level Bidang/Manajer dan sudah dievaluasi bulanan sejak Juni 2011. Dengan pola yang sama telah di-cascade untuk level Fungsi/ Supervisor Senior. Dalam proses brainstorming tentang alur proses bisnis UPHT, banyak ditemukan hal-hal menarik yang tidak terduga. Misalnya

BELUM DAPAT DINILAI < 85 85 S/D 99 100 - 110 >110

resosialisasi tentang alur proses penyusunan sampai persetujuan RKAP. Ketika pertama kali diluncurkan, program SLA ini memang dirasakan sebagai beban, karena proses kerja sehari-hari yang biasanya tidak terukur sekarang menjadi terukur. Maka mau tidak mau seluruh bidang akan berlomba-lomba mengefektifkan proses kerjanya masing-masing jika tidak ingin penilaian SLA-nya kuning atau bahkan merah. Demikian juga pada saat evaluasi penilaian bulanan setiap awal bulan, masing-masing manajer akan duduk bersama dan memberikan penilaian terhadap seluruh bidang serta membahas kendala-kendala yang dihadapi jika ada penilaian yang kuning atau merah. Penilaian SLA yang digunakan di UPHT mengadopsi sistem pewarnaan pada perhitungan pencapaian kinerja unit (tabel 2). Kesepakatan SLA berikut monitoring penilaiannya yang merupakan rapor suatu bidang kemudian ditempatkan di tempat yang mudah dilihat dan dimonitor oleh seluruh staf di bidang tersebut. Contoh tampilan penilaian SLA di UPHT sebagaimana terlihat pada tabel 1. Efektifitas program SLA di UPHT telah dievaluasi melalui survey terhadap 48 responden dari total 165 orang karyawan UPHT dengan hasil sebagai berikut : m 83 persen responden menyatakan setuju bahwa program SLA juga membantu percepatan peningkatan kinerja Unit (aspek keunggulan)

m 77 persen responden menyatakan perlunya pemenuhan SLA untuk meningkatkan efektifitas dalam kerjasama antar bidang (aspek kerjasama) m 79 persen responden menyatakan SLA efektif meningkatkan hubungan antar rekan sekerja (aspek kerjasama) m 83 persen responden menyatakan bahwa lingkungan kerja/ bidang mereka bersemangat memenuhi SLA (aspek keunggulan) m 75 persen responden menyatakan pelayanan antar bidang menjadi lebih baik dengan adanya program SLA (aspek pelayanan) Sebagai bagian dari continuous improvement, di awal tahun 2012 UPHT berencana untuk me-review kembali efektifitas indikator kinerja pelayanan masing-masing bidang dan menyusun format SLA yang baru. Indikator pelayanan suatu Bidang yang sudah sebagian besar mendapat nilai hijau atau biru bisa diartikan bahwa pelayanan prima untuk item tersebut telah menjadi suatu kebiasaan, karenanya indikator tersebut dapat dihapus dan diganti dengan indikator lain yang masih perlu peningkatan. Hasil survey diatas setidaknya cukup membuat kami optimis bahwa program SLA merupakan salah satu program yang mampu meningkatkan implementasi budaya serta kualitas layanan internal dan kepuasan kerja karyawan. Bagaimana dengan anda? Apakah anda sudah memuaskan pelanggan anda? (*)
15

14

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

Manajemen

Manajemen

STRATEGI Eksekusi Overhaul


Sesuai dengan : SK No 055.K/010/DIR/2007 tentang Ketentuan Pokok Pola Hubungan kerja antara Unit Pembangkitan (UP), Unit Pelayanan Pemeliharaan (UPHar), Kantor Pusat serta PT PJB Services pada PT Pembangkitan Jawa Bali; Inspeksi periodik / Overhaul (OH), Enjiniring dan Proyek untuk mendukung Unit Pembangkitan dilakukan oleh UPHar.
unit pembangkit (daya mampu dan efisiensi) serta menurunkan gangguan selama operasi yang mengakibatkan forced outage atau derating (EFOR). Pekerjaan OH juga menelan anggaran yang besar sehingga jika tidak dikelola dan dieksekusi dengan baik maka target-target tersebut sulit dicapai. Khusus untuk pengelolaan OH ini PJB menetapkan sistem manajemen overhaul yang dikenal dengan Outage Management. Beberapa tahun yang lalu UPHT menerapkan strategi percepatan OH untuk semua jenis inspeksi melalui berbagai macam upaya baik dari sisi peningkatan skill SDM, metode kerja maupun kesiapan, kelengkapan dan modernisasi tools-nya. Namun adanya perubahan-perubahan tuntutan lingkungan bisnis nampaknya strategi itu harus dievaluasi kembali di tahun 2012 ini. Mengapa strategi percepatan eksekusi OH perlu dievaluasi kembali di tahun 2012 ini? Ada beberapa hal yang melatarbelakangi hal ini. Pertama, kecenderungan perubahan pola pemeliharaan di unit pembangkit. Masuknya pembangkit-pembangkit baru PPDE berbahan bakar batubara (BBB) membawa dampak perubahan pada pola operasi pembangkitpembangkit PJB khususnya yang menggunakan BBM maupun BBG.

Oleh : BAMBANG TEDJO NARSOyO,

ekerjaan Overhaul yang merupakan proses bisnis utama pada UPHar, memiliki banyak aspek strategis bagi PJB. Aspek strategis itu diantaranya adalah ; durasi pekerjaan OH memiliki kontribusi yang besar bagi kesiapan pembangkit PJB (EAF) selain itu program pemeliharaan OH merupakan salah satu upaya untuk mengembalikan performa

Pembangkit-pembangkit yang berbahan bakar minyak (BBM) umumnya kalah bersaing dengan pembangkit BBB dalam proses perjanjian jual beli energi (PPA). Dari sisi keekonomian, memang wajar PLN lebih memprioritaskan membeli listrik dari pembangkit BBB dari pada listrik dari pembangkit BBM. Biaya produksi listrik untuk pembangkit BBB sekitar Rp 400/ kWh sementara untuk pembangkit BBM jauh lebih mahal yaitu sekitar Rp. 1.380/kWh. Saat ini biaya produksi listrik PLN rata-rata Rp.1100,-/kWh sedangkan harga jual listrik PLN rata-rata Rp. 720/ kWh. Untuk menekan subsidi listrik yang besar inilah (tahun 2011 subsidi Rp.66.33 T) maka PLN akan memberi perioritas yang besar pada pembangkit-pembangkit listrik batubara untuk beroperasi. Kondisi yang sama juga sudah mulai terjadi di pembangkitpembangkit BBG. Tahun 2012 ini satu blok pembangkit PLTGU Gresik terpaksa harus dialihkan ke sistem 150 kV karena sistem 500 kV diisi oleh pembangkit BBB. Namun kondisi ini akan pulih kembali di masa mendatang jika pertumbuhan demand listrik terus meningkat namun tidak diimbangi dengan bertambahnya pembangkit PPDE. Dengan kecenderungan seperti di atas maka pembangkit BBM dan BBG milik PJB sebagian sudah mulai distandby-kan artinya tidak beroperasi dan tunggu panggilan saja. Kondisi ini berdampak pada kebijakan pemeliharan Unit Pembangkit. Rencana pemeliharaan rutin maupun non rutin sudah mulai disesuaikan dengan pertimbangan ekonomi dan produktifitas pembangkit. Frekuensi OH kecenderungannya mulai dikurangi. Rentang antar OH diperpanjang sementara itu OH minor (CI dan SI) kecenderungan mulai dihilangkan digantikan dengan pola pemeliharaan Condition Base. Tim PdM dan infrastruktur untuk mendukung Condition Base Monitoring unit diperkuat. Kedua, Kecenderungan Perubahan Tuntutan dan Harapan Konsumen (Voice of Customer) UPHT. Jika pada tahun-tahun sebelumnya tuntutan dari konsumen UPHT (UP Gresik dan UP Paiton) mempercepat

penyelesaian OH lebih cepat dari jadwal menjadi seperti suatu keharusan namun pada akhir-ahir ini kecenderungan itu berubah. Perubahan ini diakibatkan karena tuntutan peningkatan efisensi (NPHR) serta turunnya ganguan juga semakin besar. Jika tahun 2011 target EFOR UP Gresik adalah 2.29 persen maka tahun 2012 ini angka EFOR harus turun menjadi 1.38 persen. Sementara itu ratarata gangguan unit (SdOF) tahun 2011 adalah 2 kali/unit maka tahun 2012 ini angka gangguan harus turun menjadi rata-rata 1.72 kali/ unit. Kecenderungan ini juga terjadi di UP Paiton. Penurunan jumlah dan kulitas gangguan ini harus didukung oleh pola pemeliharaan yang lebih fokus pada kualitas. Hasil Survey suara konsumen UPHT (Voice of Customer) yang dilakukan pada tanggal 12 sampai dengan 17 Oktober 2011 sebelum pelaksanaan Serious Inspection juga menunjukkan hasil yang sama. Survey dilakukan pada 32 orang responden yang dianggap mewakili suara UP Gresik. Ke32 responden itu adalah: Responden UP Gresik Manager Pemeliharaan

efisiensi unit setelah OH serta mempertahankan efisiensi tersebut sampai OH berikutnya. 81 persen mereka menyatakan ingin ikut terlibat memberikan kontribusinya bagi upaya peningkatan kualitas hasil OH. Meskipun pelayanan UPHT masih dibawah harapan namun sebagian besar (65 persen) yakin bahwa UPHT mampu memberikan pelayanan yang lebih baik. Secara hitungan niaga memang nilai kerugian akibat forced outage, derating maupun penurunan efisiensi, akan lebih besar dari nilai keuntungan akibat kemajuan OH sendiri. Akibatnya prestasi percepatan penyelesaian OH yang dilakukan oleh UPHT kurang mendapat apresiasi dan sambutan yang baik dari konsumennya (Unit Pembangkit) apabila unit masih saja mengalami gangguan dalam masa garansi atau unit tidak menunjukkan peningkatan efisiensi pasca OH. Tuntutan peningkatan efisiensi dirasa semakin penting bagi Unit Pembangkit. Dari hasil perhitungan, peningkatan efisiensi 1% saja pasca OH pada PLTU 3 dan 4 Gresik, jika kemudian tiap bulan Jumlah 1 8 1 3 2 1 5 5 6 32 terjadi penurunan efisiensi 1/12 % (artinya setelah setahun efisiensi unit kembali ke awal sebelum OH) akan berdampak pada saving biaya produksi sebesar 5 Milyar/ tahun! Apalagi efisiensi 1% itu bisa dipertahankan sampai OH berikutnya, nilai tersebut lebih besar lagi. Nilai tersebut juga akan jauh lebih besar lagi untuk kenaikan yang sama pada PLTGU Gresik maupun PLTU Paiton. Angka-angka hitungan tersebut
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 17

Pemeliharaan (Corrective, Preventive) Rendal Pemeliharaan Management Outage Staff Engineering Manajer Operasi Rendal Operasi Operator PLTU 3-4 Karyawan UP Gresik bidang lainnya Jumlah Hasil survey memberikan gambaran bahwa pelayanan overhaul UPHT terhadap konsumennya masih belum memenuhi harapan. Dari 32 responden semuanya mengharapkan UPHT lebih fokus pada peningkatan kualitas hasil OH dibanding mengejar percepatan. Dimana sebagian besar responden (43 persen) mengatakan bahwa kualitas OH tersebut direpresentasikan oleh peningkatan

16

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Manajemen di atas sangat realistis dan bisa dicapai. Tinggal bagaimana strategi OH diarahkan untuk membidik peralatan-peralatan yang berpotensi menurunkan efisiensi thermal unit secara keseluruhan. Untuk hal ini UPHT memanfaatkan tool yang disebut Heat Rate Gap Analysis yang dilakukan Unit Pembangkit. Karena alasan inilah maka Unit Pembangkit Paiton memasukkan klausul Kenaikan Efisiensi Pasca OH pada Kontrak Kesepakatan Kerja dengan UPHT untuk OH dan Proyek Rehabilitasi PLTU 1 dan PLTU 2 Paiton program JBIC tahun 2012 ini. Ketiga, Perubahan Tuntutan dan Target PJB untuk UPHT. Alasan yang ketiga adalah adanya perubahan tuntutan dan target PJB untuk UPHT. Perubahan tuntutan dan target ini tercermin dalam Kontrak Kinerja UPHT tahun 2012. Jika pada tahun 2011 kontrak kinerja hasil untuk customer perspectif On Time berbobot 15 persen sementara On Quality berbobot 8 persen maka tahun 2012 ini bobot On Time turun menjadi 11% sementara bobot On Quality malah naik menjadi 12 persen. Hal ini menggambarkan bahwa tuntutan kualitas hasil OH dirasa lebih penting dibanding percepatan OH itu sendiri. Nampaknya perubahanperubahan tuntutan pasar ini juga sudah dirasakan oleh Manajemen PT PJB. Dengan sebagian besar pembangkit yang dimiliki berbahan bakar minyak serta usia pembangkit yang semakin tua maka tuntutan keandalan dan efisensi operasi juga semakin penting. Keandalan dan efisiensi operasi ini salah satunya harus didukung oleh kualitas OH yang dilakukan oleh UPHar. Strategi Eksekusi OH Meskipun saat ini tuntutan Kualitas OH menjadi lebih dominan dibanding Percepatan OH namun UPHT masih tetap concern pada upaya percepatan OH karena upaya-upaya percepatan OH menjadi bagian kompetensi UPHT yang sudah lama dibangun. Untuk itu dalam menetapkan strategi eksekusi OH, UPHT menetapkan dua strategi yang berbeda untuk dua typical unit yang berbeda. Strategi OH di PLTU Gresik dan PLTU Paiton PLTU memiliki jumlah equipment yang banyak, karena itu setiap kali dilakukan OH kecenderungan muncul pekerjaan temuan (tambahan di luar rencana) sangat besar. Bahkan terkadang pekerjaan tambahan yang ada melebihi skop pekerjaan standar OH. Pekerjaan temuan ini menyerap resource yang besar baik dari sisi man power maupun material. Selain pekerjaan temuan, pekerjaan proyek, enjinering atau rehab yang direncanakan juga umumnya banyak. Pekerjaan proyek ini juga otomatis menyerap man power UPHT cukup besar. Penyelesaian pekerjaan proyek ini akan sangat mempengaruhi penyelesaian OH secara keseluruhan. Karena besarnya volume pekerjaan tambahan dan proyek yang ada, maka peluang penyelesaian menjadi Tidak On Time juga sangat besar. Jelas upaya fokus mengejar On Time di OH PLTU sedikit banyak akan mengurangi upaya fokus di kualitas. Catatan penyelesaian OH di Serious Inspection (SE) PLTU durasi 45 hari dengan target percepatan 10 hari menjadi 35 hari, tidak pernah tercapai. Meskipun UPHT selalu menetapkan target 35 hari untuk SE PLTU, sampai saat ini SE tidak pernah selesai di bawah 40 hari! Karena kondisi-kondisi di atas, maka UPHT menetapkan strategi eksekusi OH di PLTU sebagai berikut : Strategi OH di PLTU difokuskan pada pencapaian kualitas melalui pencapaian target peningkatan efisiensi unit pembangkit secara konsisten dan mengurangi kemungkinan gangguan selama operasi (EFOR & SdOF). sedangkan target percepatan mengikuti target kualitas. Strategi OH di PLTGU Gresik Kondisi-kondisi yang ada di PLTGU relatif berbeda dengan di PLTU, dengan jumlah equipment yang relatif sedikit serta proyekproyek pemeliharaan yang tidak banyak maka peluang mengejar target percepatan masih cukup besar. Untuk itu UPHT akan tetap concern dengan target percepatannya di OH PLTGU dengan tetap fokus pada kualitas. Maka UPHT menetapkan strategi eksekusi OH di PLTGU sebagai berikut : Strategi OH di PLTGU difokuskan pada peningkatan kualitas dan percepatan penyelesaian OH secara bersama melalui pencapaian target peningkatan efisiensi unit pembangkit secara konsisten dan mengurangi kemungkinan gangguan selama operasi (EFOR & SdOF) serta percepatan OH. Jika pada tahun-tahun sebelumnya UPHT menetapkan strategi percepatan OH yang diikuti oleh upaya menjaga kualitas, maka pada tahun 2012 ini strategi eksekusi OH adalah target pencapaian kualitas dengan tetap mengupayakan percepatan penyelesaian OH. Nah, bagaimana Strategi Menjaga Kualitas OH itu dapat dilakukan ? Akan saya jabarkan pada tulisan berikutnya.(*)

Manajemen

Diseminasi Asset Management PJB

ke Indonesia Timur
enugasan PT PLN (Persero) kepada PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) untuk melakukan Diseminasi Asset Management ke wilayah Indonesia Timur, diawali dari PLN Sektor Bakaru, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Tim Asset Management PJB telah menyelesaikan pekerjaan tahap pertama (pre-steps) yang meliputi asset management awareness, audit readiness, assessment dan analisis gap, serta menentukan gap kondisi eksisting terhadap kondisi best practice. Vice Presiden Enjinering PJB, Miftahul Jannah mengungkapkan, tahapan pelaksanaan implementasi asset management di PLN Wilayah Indonesia terbagi dalam 4 tahap, yaitu: tahap persiapan (pre-steps), tahap penyusunan strategi (strategic), tahap pengembangan sistem, tool dan metodologi (tactical), dan tahap implementasi & pengukuran (implementation & maturity level measurement). Saat ini telah memasuki tahap penyusunan strategi, yaitu merumuskan proses bisnis (bisnis manajemen system) dengan menerapkan referensi best practice (operation management, reliability management, efficiency management, work planning and control, material management, dan outage management), aligning konsep manajemen aset pembangkitan, dilanjutkan analisa kekritisan peralatan, membangun Sistem Informasi Terpadu (CMMS), serta melakukan deployment konsep manajemen aset pembangkitan kepada seluruh karyawan. Insya Allah Go Live Asset Management sekaligus implementasi Sistem Informasi Terpadu atau Computerized Maintenance Management System (CMMS) di PLTA Bakaru dapat dilakukan Juni 2012. Setelah itu memasuki tahap akhir, yaitu implementasi tata kelola pembangkitan melalui metode pendampingan, continous improvement, dan asesmen terhadap pelaksanaan tata kelola pembangkitan, kata Vice Presiden Enjinering PJB, Miftahul Jannah, usai menghadiri Kick of Meeting Asset Management dengan PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselrabar), di Makasar, pada Pebruari 2012. PLN Sektor Bakaru berada di wilayah PLN Wilayah Sulselrabar. Berdasarkan asesmen dan awareness di PLN Sektor Bakaru, besar harapan asset management dan tata kelola pembangkitan dapat dimplementasikan dengan baik. Pasalnya, program implementasi asset management mendapat dukungan penuh dari semua level. Selain itu, karyawan memiliki kepedulian yang cukup besar, serius dan ikhlas dalam bekerja, serta tertib dalam pencatatan. PLN Sektor Bekaru merupakan pilot project, selanjutnya tim asset management PJB secara paralel akan bergerak membantu implementasi asset management di PLN wilayah-wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) untuk PLTU Asam-asam, dan PLN Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Sulutenggo) untuk PLTU Amurang.

Direktur pengadaan strategis PLN Persero Bagiyo Riawan (kiri) memberikan arahan tentang pentingnya implementasi asset management. Diseminasi Asset Management merupakan bagian dari program Indonesia bebas pemadaman bergilir yang dicanangkan PT PLN (Persero) sejak Juni 2010. Salah satu hal yang penting untuk mensukseskan program tersebut adalah menjaga keandalan dan efisiensi pembangkit listrik, sehingga pasokan energi listrik terus mengalir untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Upaya untuk menjaga keandalan dan efisiensi pembangkit agar dapat berkontribusi terhadap keandalan penyaluran tenaga listrik baik untuk pembangkit baru maupun yang eksisting perlu dilakukan dengan tata kelola yang baik. Tujuannya agar pembangkit mampu beroperasi dengan cost-effective dan performance excellence dalam upaya mengelola asset life cycle secara optimal. Tata kelola pembangkit yang dimaksud adalah tata kelola berbasis manajemen aset. PJB dinilai telah berhasil menerapkan tata kelola pembangkitan hingga beberapa pembangkit yang sudah masuk dalam Top Ten Percent sesuai standar NERC (North America Electricity Reliabiility Council). Keberhasilan PJB dalam mengimplementasikan tata kelola pembangkitan menarik perhatian Direksi PT PLN (Persero). PJB diminta menularkan keberhasilan itu ke unit-unit pembangkitan PLN di seluruh Indonesia, untuk menjaga keandalan dan efisiensi pembangkit. PJB diminta menjalankan konsultasi dan sekaligus supervisi implementasi tata kelola pembangkitan di PLN Indonesia Timur. Dengan mengimplementasikan tata kelola pembangkitan, diharapkan ada peningkatan kesadaran akan pentingnya manajemen aset pembangkitan, terjadi perbaikan proses bisnis, prosedur, dan tata kelola aset pembangkitan, peningkatan kinerja aset pembangkitan, serta peningkatan knowledge dan kompetensi SDM PLN dalam pengelolaan aset pembangkitan. Selain PLN Wilayah Indonesia Timur, ada dua permintaan yang juga masuk ke PJB untuk membantu implementasi asset management, yaitu dari PT PLN Batam dan PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utama.(*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 19

18

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Maintenance diperoleh sinergi antar BUMN dan anak perusahaan BUMN yang saling menguntungkan. Lingkup kerjasama meliputi pelaksanaan pekerjaan repair material mesin pembangkit listrik dengan lingkup sebagai berikut: v Mesin Gas Turbine yang setara dengan GE Family Frame 5, Frame 6 dan Frame 7. v Mesin Aeroderivatif sampai dengan LM6000 atau setara. v Mesin Frame 9 atau setara transition Piece dan Combustion Liner, Shroud, Nozzle, maupun part lainnya yang akan ditentukan setelah ada hasil asesmen terhadap workshop GMF. Pekerjaan lain yang belum disebutkan diatas terkait repair material mesin pembangkit, namun termasuk dan harus dikerjakan sesuai kesepakatan lebih lanjut kedua belah pihak. Pelaksanaan lingkup kerjasama di atas akan dituangkan dalam kontrak jangka panjang yang didalamnya mengatur tentang hak dan kewajiban masing-masing pihak. Realisasi Purchase Order (PO) atau Delivery Order (DO) akan disampaikan oleh PLN, PJB dan IP kepada GMF sesuai dengan kontrak jangka panjang tersebut. Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan bahwa dalam kerja sama PLN - Garuda Indonesia ini yang terpenting bagi PLN adalah mencari partner yang mampu melaksanakan pemeliharaan pembangkit dengan baik. Setelah melakukan cek terhadap GMF, prosedur pengadaan spare part dan kemampuan workshopnya, PLN yakin bahwa GMF adalah partner yang handal untuk melakukan pemeliharaan pembangkit PLN. Titik tolak PLN bukan sinergi BUMN, tetapi kami ingin mitra yang mampu. Kalau dapatnya BUMN, ya Alhamdulillah, papar Nur Pamudji. Manfaat yang didapat PLN dari kerja sama ini adalah PLN mendapatkan partner yang mampu melaksanakan pemeliharaan dengan baik sehingga enginer PLN dapat lebih

Maintenance fokus pada operasi dan pemeliharaan pembangkit. Selain itu, prosedur pengadaan menjadi lebih simple karena tidak memerlukan pengumuman pelelangan dan seterusnya untuk proses pengadaan. Hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa PLN masih terbelit dengan prosedur pengadaan untuk sebuah perusahaan yang modern. Sebagai anggota komunitas pemeliharaan pesawat di seluruh dunia, GMF AeroAsia mempunyai tata cara pengadaan yang bagus dan perlu diadopsi oleh PLN tidak hanya untuk pemeliharaan gas turbin tetapi juga yang lainnya. Dalam kesempatan itu Dirut GMF Aero Asia, Richard Budihadianto mengungkapkan bahwa perawatan turbin pembangkit listrik pada dasarnya serupa dengan perawatan turbin pesawat. Gas turbine engine merupakan derivatif atau turunan dari mesin pesawat. Oleh karena itu, GMF memiliki kompetensi untuk merawat pembangkit listrik tersebut. Lebih mudah (mengurus mesin pembangkit listrik), ketimbang mesin pesawat, jelasnya. GMF adalah anak perusahaan PT Garuda yang bergerak dalam industri jasa perawatan pesawat terbang, engine pesawat terbang, gas turbine engine dan turbine engine lain. Penerbangan sipil Uni Eropa, European Aviation Safety Agency (EASA) menyatakan GMF Aero Asia sebagai organisasi perawatan pesawat memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan dalam regulasi EASA Part 145. GMF beroperasi 24 jam setiap harinya. Fasilitas yang dimiliki senantiasa dimodernisasi dan selalu dikembangkan untuk dapat mengikuti perkembangan dunia penerbangan yang melaju pesat. GMF Aero Asia telah dilengkapi dengan sarana untuk melakukan services and overhaul sebagian besar pesawat terbang, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional, yang membutuhkan kualitas dan biaya yang sesuai dengan standar maintenance internasional. Produk jasa PT GMF AA diantaranya, yaitu : m Line Maintenance : Menyediakan jasa overnight dan transit dengan waktu yang efektif dan efisien, dengan waktu kerja 24 jam sehari selama 365 hari. m Base Maintenance : Memberikan jasa solusi untuk berbagai masalah heavy maintenance mulai dari kerusakan utama, mengecat eksterior pesawat sampai dekorasinya, memodifikasi sayap pylon, cabin repurbishment dan rekonfigurasinya. m Engine Maintenance : Memberikan jasa overhaul pada berbagai tipe mesin pesawat, selain itu mengembangkan Heavy Industrial Turbine (HIT) dan Light Industrial Turbine (LIT). m Component Maintenance : Menangani komponen besar untuk berbagai jenis pesawat. m Engineering Services : Menangani perbaikan kerusakan pada saat pemeliharaan untuk membuat rancangan dan standar kualitas yang dispesifikas dari keperluan operator yang terotorisasi. m Trade and Asset Management : Menyediakan material untuk melayani para kastemernya.(*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 21

PLN-GMF Aero Asia


Kerjasama Pemeliharaan Mesin Pembangkit
PT PLN (Persero), PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) dan PT Indonesia Power (IP) melakukan kerjasama dengan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (PT GMF Aero Asia) dalam pemeliharaan material pembangkit listrik. Naskah Master of Agreement (MoA) ditandatangani bersama oleh Direktur Pengadaan Strategis PLN, Bagiyo Riawan, Direktur Utama PJB Susanto Purnomo, Direktur Utama IP, Djoko Hastowo, dan Direktur Utama GMF, Richard Budihadianto.

Naskah kerjasama antara PT PLN (Persero), PT PJB dan PT IP dengan PT GMF Aero Asia.

anajer Hukum Korporat dan Regulasi PJB, Kuswati, melaporkan bahwa penandatanganan MoA berlangsung di Kantor PLN Pusat, Selasa, 27 Pebruari 2012, di Ruang Rapat Direksi PT PLN (Persero), disaksikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar, Direktur Utama PT PLN (Persero), Nur Pamudji dan Direktur SDM PT PLN (Persero) Eddy D Erningpraja. Kerjasama dirasakan perlu mengingat PLN, PJB dan IP dalam usahanya memerlukan rekondisi dan perawatan mesin pembangkit listrik serta membutuhkan jasa perawatan, perbaikan, overhaul dan pengujian mesin pembangkit listrik termasuk gas turbine engine. Di sisi lain, GMF Aero Asia merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri jasa perawatan pesawat terbang dan engine pesawat terbang dan gas turbine engine dan/atau turbine engine lain, serta memiliki kemampuan untuk melakukan perawatan, perbaikan dan overhaul gas turbine engine, serta memiliki fasilitas pendukungnya. Selain itu, dalam Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-05/MBU/2008 tentang Pedoman Umum
20 Info PJB
n

Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa BUMN ditegaskan bahwa pengguna barang dan jasa mengutamakan sinergi antar BUMN dan/atau anak perusahaan sepanjang barang dan jasa tersebut merupakan hasil produksi BUMN dan/atau anak perusahaan yang bersangkutan, dan sepanjang kualitas, harga, dan tujuannya dapat dipertanggungjawabkan. Apalagi GMF memberikan jaminan bahwa harga yang ditawarkan adalah harga terendah. Jika harga tersebut ternyata lebih besar dari penyedia jasa perawatan mesin pembangkit tenaga listrik (dalam hal ini Workshop Non OEM lainnya di Indonesia yang telah diakui oleh PLN, PJB dan IP), maka GMF akan mengembalikan selisih harga yang terjadi untuk jenis pekerjaan sama sesuai volume kontrak. Kesepakatan yang tertuang dalam MoA tentang Kerjasama Repair Material Mesin Pembangkit Listrik tersebut dimaksudkan sebagai dasar untuk menyusun kerjasama yang lebih rinci terkait pelaksanaan pekerjaan perawatan, perbaikan overhaul dan pengujian mesin pembangkit listrik sehingga

Direktur Utama PJB, Susanto Purnomo (kedua dari kiri), dan Direktur Utama GMF AeroAsia, Richard Budihadianto menandatangani kerjasama pemeliharaan.

edisi 75, Maret 2012

Maintenance

Maintenance lebih baik. Saya yakin, banyak manajer sektor pembangkit muda usia nan cerdas yang bertugas di pusat pembangkit di pelosok negeri, merasa konyol, ketika hendak membeli suku cadang pembangkit merek Z, harus melelangkan diantara perusahaan A, B dan C, dan ketiga perusahaan tersebut didukung oleh pabrik pembuat merek Z, kata Nur Pamudji. Lingkungan sosial tempat mereka bertugas, lanjutnya, mungkin belum cukup matang untuk menerima tatacara yang lebih masuk akal, yaitu langsung membeli ke pabrik pembuat merek Z. Persoalan sosial ini bisa menghabiskan waktu mereka lebih banyak dari tugas utamanya, yaitu operation and maintenance (O&M) pembangkit. Saat kerjasama dengan

Kisah di Balik Kerjasama PLN-GMF Aero Asia


Kerjasama antara PLN, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dan PT Indonesia Power (IP) dengan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (PT GMF Aero Asia) dalam pemeliharaan material pembangki listrik, ternyata bermula dari sebuah email staf GMF AeroAsia yang ditujukan kepada Direktur Utama PLN, Nur Pamudji. Email yang dikirim pada awal Januari 2012 itu menceritakan tentang kemampuan bengkel GMF dalam memelihara mesin-mesin pesawat, termasuk turbin gas aero derivative dan industrial yang banyak digunakan di pembangkit PLN.

Workshop PT GMF Aero Asia.

ur Pamudji sangat tertarik dan ingin mengetahui dari dekat bengkel tersebut. Karena itu, dua hari setelah membaca email itu, seperti diungkapkan dalam CEO Note tertanggal 12 Maret 2012, dia bersama Direksi PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) dan PT Indonesia Power (IP) mengunjungi bengkel GMF AeroAsia yang ada di kawasan Bandara Soekarno Hatta. Tindak lanjutnya, akhir Februari lalu saya bersama Dirut Garuda menandatangani kerjasama perawatan turbin gas yang diharapkan mempermudah prosedur untuk memperoleh layanan dari GMF. Sebulan dua bulan lagi, setelah seluruh perangkat peraturannya selesai, unit PLN yang memerlukan layanan perawatan dari GMF tidak perlu mengadakan lelang jasa perawatan atau penggantian sukucadang, cukup menerbitkan perintah ke GMF, tulis Nur Pamudji. Diungkapkan, sejak empat tahun lalu PLN selalu memikirkan tatacara pengadaan barang dan jasa PLN agar lebih mencerminkan sebuah perusahaan yang modern, yaitu cepat dan ringkas, barang atau layanan yang didapat berkualitas dan oleh rekanan PLN yang terpercaya, namun efisien dari segi biaya. Masih terbayang tatkala dia menjadi GM Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa-Bali, harus menandatangani kontrak pengadaan barang atau jasa, dan rekanan yang terpilih beralamatkan di ruko-ruko seputar Jakarta. Saya tercenung, kenapa PLN, sebuah perusahaan besar harus membeli trafo puluhan milyar rupiah sebuah, atau circuit breaker ratusan juta rupiah sebuah, atau arrester puluhan juta rupiah sebuah, dari perusahaan yang beralamat di ruko? Apakah perusahaan ini memproduksi barang-barang tersebut? Meskipun cara ini sah secara
Info PJB
n

aturan, tidak adakah cara yang lebih baik? Kenapa tidak membeli dari pabrik? kenang Nur Pamudji. Di triwulan terakhir 2009, cara baru membeli trafo dicoba di P3B JB, dengan menerapkan empat hal baru. Pertama, beli langsung ke perusahaan pembuat trafo dan trafo diantar langsung ke gardu induk. Kedua, karena barang impor, maka dibayar dengan mata uang asing, sehingga pemasok PLN terbebas dari risiko kurs. Ketiga, alih-alih pemasok, PLN-lah yang membuka letter of credit, sehingga biaya yang ditanggung pemasok juga turun. Keempat, termin pembayaran dijadikan empat atau lima tahap sehingga cost of money yang ditanggung pemasok turun drastis. Sebelumnya, trafo dibayar setidaknya 18 bulan setelah kontrak ditandatangani (bayangkan berapa biaya bunga yang ditanggung pemasok). Semua biaya dan risiko yang ditanggung pemasok itu pada akhirnya dibebankan ke PLN dalam bentuk harga trafo. Dengan cara baru tersebut, mungkin ditambah kondisi pasar global saat itu, harga trafo anjlok hampir setengahnya, dan ketika PLN kemudian konsisten menerapkan cara ini, harga trafo 500 kV nyaris tinggal sepertiga harga semula, dan harga trafo 150 kV menjadi setengah harga semula. Seandainya tidak keburu diangkat menjadi Direktur Energi Primer, sebenarnya saya ingin melangkah lebih jauh, yaitu membeli suku cadang transmisi dan gardu induk secara ex-works, yaitu membeli barang di pintu pabrik. Kemudian PLN menugasi forwarder untuk membawa barang tersebut ke lokasi PLN. Saya kira rekan-rekan di P3B JB sedang menyiapkan langkah ke sana Pasti bukan hanya saya yang memikirkan tatacara pengadaan yang

Nur Pamudji, Dirut PT PLN (Persero)

GMF kelak sudah berjalan lancar, dalam hal pekerjaan di atas bisa dilakukan oleh GMF, maka manajer sektor pembangkit tadi cukup menerbitkan Purchase Order (PO) ke GMF. Dengan demikian, tatacara pengadaan menjadi ringkas dan cepat, kualitas terjamin dan efisiensi (mungkin tidak sebesar kasus trafo) akan diperoleh pula. Waktu yang semula terpakai untuk pengadaan barang dan jasa bisa dipakai untuk mengerjakan hal lain yang menambah kompetensi teknik mereka. Workshop Dalam Negeri Ternyata bukan hanya GMF yang bisa merawat pembangkit. Sebuah bengkel besar (workshop) milik swasta di kawasan industri seputar Jakarta mampu memproduksi suku cadang. Seratus lima puluh insinyur dan teknisi asli Indonesia di workshop ini sudah melakukan perbaikan turbin milik Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik milik Malaysia, Vietnam Electricity (EVN) Vietnam, Filipina, Taiwan dan negera lain. Mereka melakukan reverse engineering terhadap berbagai macam suku cadang turbin, bahkan sampai meng-copy seluruh turbin. Mereka dikirimi satu turbin rusak dari Taiwan, dan workshop ini diminta mengganti seluruh blade-nya kemudian menyalin seluruh bagian turbin persis sama, bentuk maupun jenis materialnya, lantas mengirim balik dua turbin siap operasi ke Taiwan. Bahkan perusahaan Jepang yang memenangkan lelang PLN untuk merekondisi turbin berukuran 400 MW, alih-alih membawa turbin tersebut ke Jepang, malah mengerjakannya di workshop tersebut. Setidaknya ada dua atau tiga lagi workshop semacam ini di Indonesia, dengan tingkat kemampuan dan bonafiditas yang tidak persis sama.

Saya tercenung lagi, kalau bangsa-bangsa lain mempercayai workshop yang diawaki bangsa Indonesia, kenapa PLN belum memanfaatkan kemampuan bangsa dewek (sendiri) ini secara maksimal? Tervisualkan di benak saya, kalau PLN butuh suku cadang PLTU buatan China, alih-alih memesannya ke China, kenapa kita tidak membuatnya di Indonesia? Bisa kok. Kita memang harus mengembangkan tatacara pengadaan peralatan, suku cadang dan jasa perawatan untuk pembangkit dan transmisi agar sebanyak mungkin dikerjakan di negeri sendiri, oleh bangsa sendiri, kata Nur Pamudji. Kalau pun ada pekerjaan yang harus dilakukan di negeri lain, lanjutnya, PLN harus punya cara untuk menugasi workshop di luar negeri tersebut. Group PLN sudah mengidentifikasi setidaknya ada delapan workshop di luar negeri yang mampu membuat sukucadang pembangkit. Tapi jangan mengharapkan workshop-workshop hebat di luar negeri tersebut akan ikut lelang pengadaan barang dan jasa di PLN, kalau tata caranya masih seperti saat ini. Harus ada tata cara yang lebih cerdas, di antaranya PLN secara proaktif memprakualifikasi atau men-due diligent workshop-workshop luar negeri tersebut, dan kemudian menetapkannya menjadi rekanan PLN. Sehingga bukan tidak mungkin akan ada Pasar Peralatan dan Suku Cadang Ketenagalistrikan di internet, dimana PLN (termasuk pembangkit listrik swasta kalau mereka mau bergabung), bisa bertemu di dunia maya dengan workshop-workshop pembuat suku cadang untuk bertransaksi barang dan jasa.(*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 23

22

edisi 75, Maret 2012

Maintenance

Maintenance

Optimalisasi Debet Air


Untuk Meningkatkan Kehandalan Produksi PLTA Giringan
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Giringan terletak di lereng Gunung Willis sekitar 20 km sebelah timur dari kota Madiun, Jawa Timur. PLTA ini beroperasi sejak sebelum Indonesia merdeka, yaitu sejak tahun 1937, dengan memanfaatkan aliran Sungai Catur dan Sungai Juweh. Pada aliran sungai tersebut secara cascade digunakan juga oleh PLTA Golang yang ada di hilir dari PLTA Giringan. Sehingga, apabila pada PLTA Giringan terjadi gangguan operasi baik secara teknik maupun gangguan suplai air maka juga akan mempengaruhi opersional PLTA Golang.
liran sungai Catur & Juweh yang berasal dari lereng Gunung Wilis, masuk langsung ke Dam Catur, yang sudah dipasang strainer (saringan dari besi) untuk sampah, kayu ,gulma dan lain-lain. Setelah masuk, air harus melewati dua kolakan atau bak endapan sedimen (bak A dan B). Sedimen selalu dibersihkan secara berkala dengan membuka pintu drainase ( bak A dan bak B ) secra bergantian. Tahap aliran air berikutnya adalah, air yang mengalir dari bak A dan bak B ditampung sementara pada Dam Catur, dan pada saat terjadi banjir yang seporadis maka tinggi sedimen akan naik dikarenakan strainer tidak mampu menghalang laju material yang terbawa oleh derasnya aliran air. Apabila sedimen pada Dam Catur sudah terlalu tinggi, maka suplai air yang menuju KTH ( Kolam Tandon Harian )

juga ikut terganggu. Tinggi KTH kurang dari 4 meter atau volumenya kurang dari 12.000 m3 maka tiga unit mesin pembangkit PLTA Giringan akan mengalami derating. Apabila derating sudah terjadi di PLTA Giringan, maka otomatis produksi listrik pada PLTA Golang juga ikut derating pula. Meski sudah dilengkapi penyaring, namun proses penyaringan pada strainer itu masih belum cukup untuk menghambat laju sedimen masuk ke bak endapan lumpur yang berada di depan mulut tunnel 1 & 2 tersebut. Apabila endapan lumpur di depan mulut tunnel (Dam Catur) tersebut sudah mengeras dan semakin banyak maka, pada waktu tertentu air yang masuk pada tunnel akan tidak terbaca secara presisi besaran debetnya, atau berkurang ukuran

SOP dari pusat. Langkah-langkah yang dilaksanakan dalam proses pengurasan adalah sebagai berikut ; * Pengaturan pemakaian air dengan mengatur besarnya beban sehingga dicapai pada level 4 meter pada permukaan KTH. * Atur beban sedemikian rupa sehingga air KTH cukup untuk operasional pembangkit selama kurang lebih 2 sampai 3 jam dengan hanya disuplay 50 persen atau kurang debet air dari Dam Catur. * Pengaturan debet air di Dam Catur dengan cara membuka pintu drainase pada bak A atau B sehingga air dapat langsung dibuang ke sungai dan menuju pintu 5 di spillway PLTA Giringan.

Pemantauan Awal.

Pembersihan Strainer UP Stream

Sedimen di dasar Bak 1 saat dikosongkan

Pembersihan Sedimen

Kondisi Dam Catur Setelah Proses Pengurasan.

kapasitas debet yang masuk pada KTH dan yang diperlukan untuk memikul beban puncak tiga unit mesin pembangkit. Operasional pembangkit tidak dapat optimal walaupun ketinggian saluran catur pada posisi 1,60 meter. Padahal secarai teori, dengan ketinggian air air 1,60 meter yang sama juga berarti 3.501 m3/detik, cukup untuk memproduksi listrik sebesar 64.800 KWh atau setara beban 2,7 MW, namun kenyataannya hanya mampu memproduksi 59.000 60.000 KWh atau beban mesin total hanya menunjuk angka 2,2 MW. Menghadapi fenomena tersebut, tiga karyawan PLTA Giringan, Mujiono Semin, Wahyu Aditya dan Mahmudi beberapa waktu lalu mencoba melakukan kajian dan telaah penyebab terjadinya ketidak akuratan data tersebut dengan beberapa langkah-langkah penyempurnaan. Tujuannya, untuk menjaga kualitas dan kontinuitas siklus water way dan debet aliran air yang akan masuk ke dalam KTH melalui tunnel 1 & 2, mengurangi laju sedimen yang masuk ke tunnel 1 & 2 sehingga menjaga kehandalan laju air pada siklus water way dan daya mampu unit pembangkit, menjaga kestabilan dan maksimalnya produksi listrik pada 3 unit mesin di PLTA Giringan. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata ketinggian air 160 cm hanya ketinggian semu karena terdapat endapan lumpur setebal 30 cm didalamnya. Hal itu juga menunjukkan bahwa sebenarnya debet air bukanlah 3.501 m3/detik. Divisi pemeliharaan melakukan pengurasan dan pembersihan sedimen tanpa harus mematikan unit. Mereka nekad walaupun belum ada
24 Info PJB
n

Tutup pintu air sebesar 50 % di dam catur yang menuju tunnel 2. * Pasang stop lock pada saluran menuju tunnel 1, kemudian buka stop lock saluran 1 ( sisi selatan ) sebagai spillway untuk pengurasan sedimen. * Arahkan aliran air menuju saluran 1 dan yang menuju drainase. * Pekerja mulai turun ke bak penampungan dan mulai membersihkan sedimen dengan alat (Garuk, Secop, Cangkul). * Saat pekerjaan sudah selesai maka : pintu air yang menuju saluran 2 dibuka 100 persen, lepas stop lock yang menuju saluran 1, pasang kembali stop lock di depan pintu drainase, dan tutup pintu drainase di bak A dan B. Hasilnya, produksi listrik meningkat per KWH meningkat menjadi rata-rata 65.297 dari sebelumnya hanya 56.853. Dengan harga jual Rp 245/KWH,maka terdapat selisih pendapat Rp. 2.068.780 per hari, atau Rp. 62.063.400 per bulan. Selain itu, optimalisasi debet air juga membuat kestabilan produksi dapat tercapai karena apabila siklus water way mulai dari ujung aliran (up strem dam catur Giringan) tetap terjaga kebersihannya. Jika kita melakukan pengurasan atau pembersihan sedimen pada daerah tersebut, berarti kita juga telah membersihkan aliran air (water way) yang akan digunakan sebagai daya primer awal untuk membangkitkan listrik dari PLTA Giringan maupun PLTA Golang. (*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 25

edisi 75, Maret 2012

Asset Management

Asset Management
Pebruari 2012. Bahkan manajemen J Power, Jepang, yang mendengar PJB memiliki Power Plant Academy, juga tertarik untuk mengunjunginya. Lima perwakilan manajemen J Power yang dipimpin Mr. Mikio Ando, Deputy Director Thermal Power Engineering International Business Development Department, saat berkunjung ke PJB Services, Selasa, 28 Pebruari 2012, menyempatkan diri mampir ke Power Plant Academy, sebelum melanjutkan perjalanan ke PLTU Rembang dan PLTU Tanjung Jati B Unit 3 dan 4. Sementara perusahaan yang datang ke PJB Kantor Pusat, salah satunya adalah Perusahaan Gas Negara (PGN) yang kebetulan sedang merancang penerapan asset management. Kami disarankan oleh konsultan untuk datang ke PJB, karena PJB sudah lama mengimplementasikan asset management, bahkan PJB telah menerapkan asset manegement berdasarkan standar internasional, yaitu Asset Management PAS

Terpikat Asset Management PJB


P
enerapan Asset Management PAS 55 dan keberadaan Power Plant Academy di PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menarik perhatian banyak pihak. Sejumlah perusahaan berdatangan ke PJB untuk belajar tentang berbagai pengalaman mengenai implementasi asset management. Diantara mereka ada yang langsung datang ke Power Plant Academy PJB di Gresik, namun tidak sedikit pula yang datang ke PJB Kantor Pusat. Salah satu diantara mereka adalah Pusat Penyaluran dan Pengaturan Beban (P3B) Jawa-Bali. General Manager (GM) P3B Jawa-Bali, Yunar Hakim bersama seluruh Manajer Bidang dan Manajer Region di lingkungan P3B Jawa-Bali, pada Pebruari 2012 berkunjung ke Power Plant Academy Waktu Rakor Operasi Jawa-Bali di Bandung beberapa waktu lalu, PJB mempresentasikan tentang asset management dan keberadaan Power Plant Academy. Saya sangat tertarik, makanya seluruh Manajer Bidang dan Manajer Region saya ajak ke PJB untuk belajar tentang asset management, ungkap Yunar Hakim dalam kata sambutannya. Direktur Utama PJB, Susanto Purnomo, merasa tersanjung atas kunjungan manajemen P3B Jawa-Bali, dan dengan senang hati PJB akan men-sharing konwledge yang dimiliki demi kebaikan dan kemajuan bersama. Kami terbuka terhadap siapa saja, apalagi dengan P3B Jawa-Bali. Seperti kita tahu, P3B Jawa-Bali memegang peranan sangat penting dalam sistem

Pelatihan dan Sertifikasi Examiner Baldrige


una mencetak examiner (semacam asesor atau auditor) yang mampu melakukan self assessment performace perusahaan dengan menggunakan kriteria baldrige, PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) bekerjasama dengan Indonesian Quality Award Foundation (IQAF) menggelar in House Training Examiner for Performance Excellence. Training dilaksanakan dua tahap di PJB kantor Pusat, masingmasing selama lima hari kerja, diikuti tim baldrige, para senior leader dan manajemen unit. Tahap pertama berlangsung 13-17 Pebruari 2012, diikuti 30 peserta, sedangkan tahap kedua berlangsung 20-24 Pebruari 2012 yang juga diikuti 30 peserta. Vice Presiden Manajemen Mutu dan Kinerja PJB, Paminto Adi Basuki menjelaskan, melalui in House Training Examiner for Performance Excellence diharapkan muncul banyak examiner baldrige yang tersandarisasi di PJB, sehingga PJB dapat melakukan self assessment atau penilaian terhadap organisasi sendiri sesuai dengan kriteria baldrige. Training diawali dengan pemahaman, pendalaman dan studi kasus, lalu diakhiri dengan ujian untuk mendapatkan sertifikat. Mudahmudahan semua peserta lulus dan mendapat sertifikat sebagai examiner, kata Paminto Adi Basuki. Keberadaan mereka diharapkan akan menjadi mitra manajemen dengan terus memberikan masukan terhadap pergerakan roda bisnis organisasi. Selain itu, mereka diharapkan secara terus menerus melakukan internalisasi manajemen baldrige, tujuan utama mengimplementasikan manajemen baldrige dapat terwujud.

Peserta pelatihan sedang mendiskusikan materi pelatihan Examiner Baldrige

Terkait dengan implementasi manajemen baldrige, tim baldrige PJB belum lama ini telah melakukan benchmark ke perusahan-perusahaan setingkat di atas PJB dalam pencapaian kriteri baldrige, yaitu PT Astra Daihatsu Motor, PT Krakatau Steel Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Selain itu tim baldrige juga akan melakukan benchmark ke luar negeri. Benchmark merupakan satu keharusan, sebagaimana dipersyaratkan dalam kriteria 4 dari 7 kriteria baldrige, kata Paminto Adi Basuki. (*)

Direktur Utama PJB, Susanto Purnomo menyambut kehadiran manajemen P3B Jawa-Bali yang berkunjung ke Power Plant Academy PJB. PJB untuk mengetahui lebih dalam tentang penerapan asset management. Mereka diterima Direktur Utama PJB, Susanto Purnomo, direksi PJB dan para Trainer Power Plant Academy. Saya melihat kinerja PJB sangat bagus.

GM UP Gresik, Iwan Agung mempresentasikan asset management PJB di hadapan manajemen P3B Jawa-Bali 55. Posisi kami dalam implementasi asset management saat ini masih tahap awal, mungkin sama dengan PJB tahun 2007 lalu. Tidak salah kami datang ke PJB, ungkap Yuono Adi, anggota tim implementasi asset management PGN.(*)

ketenagalistrikan di Jawa dan Bali, tutur Susanto Purnomo. Selain P3B Jawa-Bali, kunjungan serupa dilakukan GM PLN Distribusi Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta, Denny Pranoto bersama para manajer bidang, 24

SEJAK Power Plant Academy diresmikan 20 Juni 2011 hingga 31 Desember 2011, sedikitnya sudah 6 angkatan (durasi 3-10 hari) dan 6 kali reguler (durasi kurang dari 3 hari), dengan jumlah peserta 276 orang yang terdiri dari: manajemen atas (7 orang), manajemen menengah (11 orang), manajemen dasar (79 orang), serta supervisor senior, supervisor dan staf (180 orang). Mereka berasal dari : UBOH Banten PLN Kantor Pusat PLN Wilayah NTT m Pusdiklat PLN dan Sektor Timor m Udiklat Pandaan m PLN Batam m Udiklat Suralaya m PLN Maluku dan m Udiklat Semarang Maluku Utara m Udiklat Bogor m PLN Wilayah Sulawesi Utara m Udiklat Jakarta Tengah dan Gorontalo m Pembangkit Cilegon dan Sektor Minahasa m Pembangkit Indramayu m PLN Tarakan m Pembangkit Lontar m PLN Wilayah NTB dan m Pembangkit Sumatera Sektor Lombok Bagian Selatan m PLN Wilayah Sumatera m Pembangkit Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu Bagian Utara m PT Indonesia Power m Sektor Kapuas
m m

Evaluasi keberhasilan belajar peserta berdasarkan hasil pre test, UP Paiton post test & praktek adalah sebagai terlihat dalam diagram I. Indonesia Power UBP Perak dan Grati m APJ Bojonegoro m UP Cirata m APJ Sidoarjo m Udiklat Tuntungan m Udiklat Padang m Udiklat Palembang m Udiklat Makasar m Assessment Center m P3B Region Jawa Timur dan Bali (RJTB) m Indonesia Power UPB Bali m Puslitbang PLN
m m

26

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

27

SDM

SDM

Strategi SDM &

rganisasi

Mendukung Kinerja Operasional dan Pengembangan Bisnis Perusahaan


Menjadi perusahaan pembangkit tenaga listrik Indonesia yang terkemuka dengan standar kelas dunia. Demikian visi PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) yang diwujudkan dalam beberapa target pencapaian jangka panjang pada tahun 2016 mendatang dengan indikator antara lain: EAF mencapai Top 10% NERC, EFOR mencapai Top 10% NERC, kinerja ekselen Baldrige mencapai industry leader, dan pembangkit yang dikelola PJB, baik milik sendiri ataupun O&M oleh PJB, mencapai sekitar 17.000 MW.

ntuk mewujudkan visi tersebut, perlu dukungan Sistem Manajemen SDM yang terpadu, efisien dan efektif dengan bertumpu pada keunggulan SDM yang profesional serta didasari pada nilai-nilai budaya perusahaan (PJB Way). Tidak mengherankan, selain menyiapkan organisasi yang merupakan kendaraan untuk mencapai visi & misi perusahaan, Direktorat SDM & Administrasi PJB fokus pada
edisi 75, Maret 2012

program peningkatan hard skill dan soft skill guna melahirkan SDM profesional yang didasari nilai-nilai budaya perusahaan. Beberapa perubahan telah dicanangkan, salah satunya yang terkait dengan pengembangan organisasi. Organisasi PJB kedapannya akan dikembangkan ke arah konsep headquarter, dengan pola hubungan kantor pusat-unit dalam konsep corporate share services. Artinya, unit lebih fokus pada operational excellence

sedangkan kantor pusat menjadi pusat pengendalian strategis (perencanaan korporasi, human capital, energi primer, supply chain, manajemen keuangan dan lain-lain), serta pengendalian taktis (penentuan kebijakan, program, standarisasi dan evaluasi kinerja). Organisasi unit akan diarahkan lebih ramping, dan fleksibel (multifungsi) serta adaptif terhadap rencana pengembangan perusahaan melalui penggabungan beberapa fungsi dalam satu rumpun kompetensi. Pola hubungan PJB-anak perusahaan juga akan disempurnakan dalam permodelan bisnis melalui penyusunan charter. Selain itu, disiapkan organisasi dan infrastruktur yang mendukung ke arah pengembangan perusahaan (wadah pengembangan ekspertis bidang operationmaintenance-engineering dan information technology atau business solution). Hal terpenting dalam proses tersebut adalah pengelolaan manajemen perubahan untuk mendukung proses transformasi organisasi, dan penyempurnaan sistem manajemen kinerja sebagai indikator efektivitas organisasi untuk memastikan proses transformasi organisasi berjalan dengan tepat. Berikutnya, pada tahun 2012 disusun beberapa program yang berfokus pada peningkatan hard skill untuk mendukung kesiapan SDM dalam menjalankan proses bisnis di Perusahaan antara lain : R Penajaman program pendidikan & pelatihan untuk meningkatkan kesiapan kompetensi (Job Competency Readiness), melalui program pelatihan bidang O&M pembangkit ke perusahaan manufaktur pembangkit, benchmarking atau pemagangan untuk peningkatan wawasan dan pengalaman bidang O&M pada perusahaan pembangkit standar kelas dunia, program penyiapan kader/champions melalui pembekalan yang

terintegrasi dalam peningkatan soft & hard skill (pengkayaan pada job assignment dan job enlargement). R Pemantapan kurikulum dan penyiapan instruktur Power Plant Academy mengacu best practices serta penjajagan untuk pembelian simulator pembangkit. R Penyiapan expert pembangkit secara intensif untuk mendukung strategi pertumbuhan perusahaan yang didukung dengan program sertifikasi kompetensi teknik & non teknik untuk standarisasi kompetensi menuju SDM yang profesional. R Asesmen kader/kandidat pengisi jabatan untuk jabatan level manajemen atas, manajemen menengah dan manajemen dasar sekaligus program penyiapan/ pembekalan dalam konsep talent management. Disamping itu, dilakukan juga penyusunan program peningkatan soft skill untuk membentuk insan PJB yang berdedikasi tinggi dan profesional. Program tersebut meliputi : m Program penyiapan calon leader dengan kompetensi kepemimpinan yang menonjol m Program deseminasi PJB Way sebagai budaya perusahaan yang meliputi 1 tekad, 5 sikap, dan 11 perilaku serta mekanisme pengukuran efektivitas implementasi sebagai bagian contionus improvement m Program reward & recognition untuk mengapresiasi champions employee atas pencapaian kinerja yang outstanding. Untuk mengoptimalkan kapasitas SDM dan Organisasi, Direktorat SDM & Administrasi juga telah menyusun beberapa program pendukung yang antara lain : w Penyusunan perencanaan SDM

jangka panjang berdasarkan asumsi peningkatan kompetensi, proyeksi beban kerja (work load analysis) serta penggunaaan teknologi (otomatisasi) untuk peningkatan optimalisasi dan produktivitas tenaga kerja w Rekruitmen tenaga-tenaga profesional pada bidang-bidang kritikal untuk mempercepat peningkatan kesiapan SDM dalam mendukung kinerja operasional dan pertumbuhan perusahaan (Bisnis O&M dan Engineering). w Program MPP (pensiun dini) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas SDM w Penyiapan mekanisme untuk menumbuhkan budaya inovasi untuk peningkatan efisiensi dan produktivitas karyawan dan program pengelolaan kesehatan masa pensiun bagi karyawan melalui asuransi atau provider lain. Terkait dengan implementasi Human Capital Mangement System di lingkungan PLN, beberapa perubahan kebijakan yang saat ini juga telah dilakukan inisiasi dan kajian antara lain : p Program pensiun: jika sebelumnya program pensiun Karyawan menggunakan azas manfaat pasti dan dikelola oleh Dana Pensiun PLN, maka selanjutnya bagi karyawan baru yang setelah 1 Juli 2011, program pensiunnya menggunakan konsep iuran pasti dengan pembayaran premi berdasarkan prosentase P1 (Pay for Person) dan dikelola oleh DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). p Jaminan Kesehatan : jika sebelumnya program jaminan kesehatan ditanggung oleh perusahaan (baik bagi karyawan yang masih aktif bekerja maupun yang sudah pensiun), maka selanjutnya sedang dilakukan kajian pengelolaan kesehatan bagi pensiunan melalui asuransi.

kompetensi dan karir; dimana dalam Human Capital Management System, program rekruitmen karyawan dibagi menjadi 2 jalur Kompetensi yaitu Jalur Pelaksana dan Jalur Kepakaran. Jalur Pelaksana untuk Rekruitmen dengan kualifikasi pendidikan SLTA/SMK, sedangkan Jalur Kepakaran untuk rekruitmen dengan kualifikasi pendidikan minimal D3. Dalam sistem tersebut, karyawan yang direkruit melalui Jalur Pelaksana akan pensiun pada usia 45 tahun sesuai dengan perjanjian pada saat Diklat On The Job Training. Ketentuan ini tercantum dalam SK Direksi PT Pembangkitan Jawa Bali Nomor 035.K/010/ DIR/2011 tanggal 18 April 2011 tentang Human Capital Management System dan diberlakukan pada karyawan yang rangkaian proses rekruitmennya dilaksanakan terhitung tanggal 1 Juli 2011. Kesemua program tersebut disusun dan akan terus dikembangkan dalam mencapai salah satu misi Perusahaan yaitu mengembangkan kapasitas dan kapabilitas SDM yang mempunyai kompetensi teknik dan manajerial yang unggul serta berwawasan bisnis untuk mendukung pencapaian Visi Perusahaan Menjadi Pembangkit Tenaga Listrik Indonesia Yang Terkemuka dengan Standar Kelas Dunia.(*)

p Pembinaan

28

Info PJB

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

29

H u k u m

H u k u m

Terkait Pekerja

Outsourcing dan Implikasinya Bagi Perusahaan


Pada 17 Januari 2012 lalu, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan pengujian UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang diajukan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Petugas Pembaca Meteran Listrik (AP2ML) Didik Suprijadi. Putusan Mahkamah Konstitusi No. 27/PUU-IX/2011 tersebut dengan amar putusan, menyatakan : Frasa...KWT dalam Pasal 65 ayat (7) dan Pasal 66 ayat (2) huruf b bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan mengikat sepanjang dalam perjanjian kerja tidak disyaratkan adanya pengalihan perlindungan hak-hak bagi pekerja/buruh yang objek kerjanya tetap ada, walaupun terjadi pergantian perusahaan yang melaksanakan sebagian pekerjaan borongan dari perusahaan lain atau perusahaan penyedia jasa pekerja.
meningkatkan keuntungan bagi pekerja karena bertambahnya pengalaman dan masa kerjanya. Aturan ini tidak hanya memberikan kepastian akan kontinuitas pekerjaan, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap aspek-aspek kesejahteraan lainnya. Hal ini untuk menghindari pekerja outsourcing tidak diperlakukan sebagai pekerja baru. Masa kerja yang telah dilalui para pekerja outsourcing tetap dianggap ada dan diperhitungkan. Apabila pekerja outsourcing diberhentikan dengan alasan pergantian perusahaan penyedia jasa pekerja, maka para pekerja diberi kedudukan hukum untuk mengajukan gugatan ke pengadilan hubungan industrial (PHI) sebagai sengketa hak. Agar para pekerja tidak dieksploitasi, Mahkamah Konstitusi menawarkan dua model outsourcing yaitu: 1. Mensyaratkan agar perjanjian kerja antara pekerja dan perusahaan yang melaksanakan pekerjaan outsourcing tidak berbentuk perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), tetapi berbentuk perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT). 2. Menerapkan prinsip pengalihan tindakan perlindungan bagi pekerja yang bekerja pada perusahaan yang melaksanakan pekerjaan outsourcing. Karena itu, melalui model pertama, hubungan kerja antara pekerja dan perusahaan outsourcing dianggap konstitusional sepanjang dilakukan berdasarkan PKWTT secara tertulis (pekerja tetap). Sementara, model kedua, dalam hal hubungan kerja antara pekerja dan perusahaan outsourcing berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT/pekerja kontrak), pekerja harus tetap mendapatkan perlindungan hak-haknya dengan menerapkan prinsip pengalihan tindakan perlindungan. PKWT tetap berlaku dan konstitusional Dalam Putusan MK No. 27/PUU-IX/2011 tersebut juga disebutkan bahwa PKWT tetap sah dan konstitusional. Pertimbangan MK adalah bahwa PKWT sebagaimana diatur dalam Pasal 59 UU 13 Tahun 2003 adalah jenis perjanjian

Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi

Manajer Hukum Korporat dan Regulasi PJB, Kuswati

alam pertimbangannya, MK menegaskan outsourcing adalah kebijakan usaha yang wajar dari suatu perusahaan dalam rangka efisiensi usaha. Tetapi, pekerja yang melaksanakan pekerjaan dalam perusahaan outsourcing (penyedia jasa pekerjaan) tidak boleh kehilangan hak-haknya yang dilindungi Konstitusi. Mahkamah harus memastikan hubungan kerja antara pekerja dan perusahaan outsourcing tetap menjamin perlindungan atas hak-hak pekerja dan model penggunaan model outsourcing tidak disalahgunakan perusahaan. Putusan MK ini menghapus diskriminasi antara pekerja tetap dan pekerja alih daya (outsourcing) yang tugas pekerjaannya sama persis dengan perusahaan yang memborongkan sebagian pekerjaan kepada perusahaan penyedia jasa alih daya (outsourcing). Putusan MK ini juga memperbaiki posisi tawar pekerja outsourcing yang masa kerjanya sangat bergantung pada kontrak kerja dari perusahaan pemberi pekerjaan. Untuk menghindari perbedaan hak (yang mencolok) antara pekerja perusahaan pemberi kerja dan pekerja outsourcing yang melakukan pekerjaan yang sama persis, maka perusahaan pemberi kerja harus mengatur agar pekerja outsourcing itu menerima perlindungan kerja tanpa diskriminasi (fair benefits and welfare) dengan pekerja perusahaan pemberi kerja seperti ditentukan dalam Pasal 64 ayat (4) jo Pasal 66 ayat (2) huruf c UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dengan demikian, baik perusahaan asal pekerja outsourcing maupun perusahaan yang mengalihkan sebagian pekerjaan kepada pihak ketiga wajib melindungi pekerja tanpa memperhatikan status pekerja tersebut. Ketika perusahaan pemberi kerja mengalihkan pekerjaannya kepada perusahaan outsourcing baru, selama pekerjaan yang diperintahkan untuk dikerjakan masih ada dan berlanjut, perusahaan outsourcing yang baru itu harus melanjutkan kontrak kerja yang ada sebelumnya tanpa perubahan, kecuali perubahan untuk
30 Info PJB
n

kerja yang dirancang untuk pekerjaan yang dimaksudkan hanya untuk waktu tertentu saja dan tidak berlangsung untuk selamanya, sehingga hubungan kerja antara buruh dan majikan akan berakhir begitu jangka waktu berakhir atau ketika pekerjaan telah selesai dikerjakan. Oleh karena itulah Pasal 59 UU 13 Tahun 2003 menegaskan bahwa PKWT hanya dapat diterapkan untuk 4 jenis pekerjaan, yaitu: 1. Pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya. 2. Pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 tahun. 3. Pekerjaan yang bersifat musiman. 4. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan dan bersifat tidak tetap. Dalam praktik, ada beberapa jenis pekerjaan yang termasuk kriteria disebut di atas dengan alasan efisiensi bagi suatu perusahaan dan keahlian suatu pekerjaan tertentu lebih baik diserahkan untuk dikerjakan oleh perusahaan/pihak lain, antara lain pekerjaan bangunan, buruh karet, penebang tebu (musiman), konsultan, ataupun kontraktor. Terhadap jenis pekerjaan yang demikian, bagi pekerja menghadapi risiko berakhir masa kerjanya, ketika pekerjaan tersebut telah selesai, dan harus mencari pekerjaan baru. Pada sisi lain, bagi pengusaha pemilik pekerjaan akan lebih efisien dan tidak membebani keuangan perusahaan apabila jenis pekerjaan demikian tidak dikerjakan sendiri dan diserahkan kepada pihak lain yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang tersebut, sehingga perusahaan hanya fokus pada jenis pekerjaan utamanya (core business). Bagi pengusaha atau perusahaan yang mendapatkan pekerjaan yang memenuhi kriteria tersebut dari perusahaan lain, juga menghadapi persoalan yang sama dalam hubungannya dengan pekerja yang dipekerjakannya dalam jenis pekerjaan yang sifatnya sementara dan dalam waktu tertentu. Sehubungan dengan jenis pekerjaan yang demikian, wajar bagi pengusaha untuk membuat PKWT dengan pekerja, karena tidak mungkin bagi pengusaha untuk terus memperkerjakan pekerja tersebut dengan tetap membayar gajinya padahal pekerjaan sudah selesai dilaksanakan. Dalam kondisi yang demikian pekerja tentu sudah harus memahami jenis pekerjaan yang akan dikerjakannya dan menandatangani PKWT yang mengikat para pihak. Perjanjian yang demikian tunduk pada ketentuan Pasal 1320 KUHPerdata, yang mewajibkan para pihak yang menyetujui dan menandatangani perjanjian untuk menaati isi perjanjian dalam hal ini Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Atas Putusan MK tersebut, Kemenakertrans mengeluarkan Surat Edaran Nomor B.31/PHIJSK/I/2012 tanggal 20 Januari 2012 tentang Pelaksanaan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 27/PUU-IX/2011, yang menyatakan sebagai berikut: 1. PKWT sebagaimana diatur dalam Pasal 59 UU No. 13 Th 2003 tentang Ketenagakerjaan tetap berlaku; 2. Apabila dalam Perjanjian Kerja antara perusahaan outsourcing (pemborongan atau PJTK) tidak memuat syarat adanya pengalihan perlindungan hak-hak bagi pekerja yang obyek kerjanya tetap ada (sama), kepada

perusahaan outsourcing lain, maka hubungan kerja antara perusahaan outsourcing dengan pekerja harus didasarkan pada Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT); 3. Apabila dalam Perjanjian Kerja antara perusahaan outsourcing (pemborongan atau penyediaan jasa tenaga kerja) memuat syarat adanya pengalihan perlindungan hak-hak bagi pekerja yang obyek kerjanya tetap ada (sama), kepada perusahaan outsourcing lain, maka hubungan kerja antara perusahaan outsourcing dengan pekerjanya dapat didasarkan pada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT); 4. PKWT yang saat ini masih berlangsung pada perusahaan outsourcing, tetap berlaku sampai berakhirnya jangka waktu yang diperjanjikan. Saran/tindak lanjut bagi PT PJB: 1. Dalam hal PT PJB mempunyai kerjasama dengan PJTK, maka sebaiknya Perusahaan me-review kembali Perjanjian Kerja yang ada apakah akan habis masa berlakunya. Untuk Perjanjian Kerja yang baru, maka Perusahaan dapat meminta agar PJTK memasukkan klausul mengenai pengalihan perlindungan dalam Perjanjian Kerja yang baru apabila sistemnya tetap menggunakan PKWT. 2. Untuk Perjanjian Kerja Sama dengan Perusahaan Outsourcing (PJTK dan Perusahaan Pemborongan), Perusahaan sebaiknya menambahkan klausul kewajiban bagi Perusahaan Outsourcing untuk memberlakukan hubungan kerja antara Perusahaan Outsourcing dengan pekerjanya sesuai SE Dirjen PHI tersebut. 3. PT PJB harus segera me-review dan menyusun kembali kebijakan tentang outsourcing di lingkungan PT PJB secara menyeluruh termasuk penataan provider-provider tenaga outsourcing yang masih terafiliasi dengan PT PJB. (*)

edisi 75, Maret 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

31

G C G

G C G

PLN Kerjasama dengan Transparency International Indonesia

Upaya Penegakkan dan

Anti Korupsi

GCG

PLN menjalin kerjasama dengan jaringan organisasi global anti korupsi Transparency International Indonesia (TII) untuk menegakkan Good Corporate Governance (GCG) dan anti korupsi dalam penyediaan tenaga listrik. Naskah kesepakatan kerjasama antar keduanya, ditandatangani oleh Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, dan Ketua Dewan Pengurus TII, Natalia Subagio, Selasa 6 Maret 2012 di Kantor PLN Pusat.

anajer Senior Komunikasi Korporat Bambang Dwiyanto, menjelaskan, kerjasama tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa PLN dalam menjalankan usahanya menyediakan listrik bagi masyarakat luas, sungguh-sungguh menerapkan

praktek GCG dan anti korupsi. Ruang lingkup kerjasama ini meliputi reformasi dalam Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) serta reformasi di sisi pelayanan pelanggan. Nantinya dalam pelaksanaan kerjasama ini, selain akan

dilakukan studi pemetaan dalam tahapan atau proses PBJ dan administrasi proses pelayanan pelanggan, juga akan dilakukan perbaikan dan penyempurnaan kebijakan terkait dengan PBJ dan pelayanan pelanggan, kata Bambang dalam siaran press tertangggal 6 Maret 2012. Pada kesempatan penandatangan naskah kerjasama, Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengungkapkan keinnginannya membangun sistem yang baik dan bisa menangkal praktek korupsi. Ia yakin sistem yang baik itu bisa dibangun dan dengan sistem yang baik pula akan bisa menangkal praktek-praktek korupsi. Senada dengan Nur Pamudji, Ketua Dewan Pengurus TII Natalia Subagio mengungkapkan kegembiraannya, PLN bisa menjadi BUMN yang pertama menjalin kerjasama dengan TII. Harapan kami sangat tinggi atas keberhasilan kerjasama ini. Kami berharap, apabila PLN bisa menjadi pelopor maka BUMN lain akan mengikuti langkah PLN, katanya menambahkan. Menurut Natalia, upaya untuk memperbaiki sistem di dalam tubuh PLN merupakan langkah yang sangat strategis. Sebab membangun sistem memang tidak mudah. Tantangan tersulit adalah mendapatkan by in dari kalangan internal. Semua level harus terlibat, bahkan Serikat Pekerja juga harus diajak karena ini merupakan bagian dari sistim di dalam tubuh PLN. Kami gembira direksi PLN memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk membangun dan membentuk sistem yang sustainable sejalan dengan penerapan GCG

Direktur Utama PLN (Persero) Nur Pamudji dan Ketua Dewan Pengurus TII, Natalia Subagio, memperlihatkan naskah kerjasama yang telah mereka tandatangani.

dan prinsip anti korupsi. Hal ini menunjukkan keseriusan PLN dalam upaya pemberantasan korupsi. Dengan demikian, publik semakin mengetahui bila kondisi PLN semakin baik , ujarnya menjelaskan. Diharapkan dengan adanya kerjasama ini, baik PLN maupun pelanggan, vendor/mitra kerja dan stakeholder lainnya sama-sama dapat terhindar dari kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan korupsi. Dengan demikian, masing-masing pihak pelanggan, vendor dan stakeholder lainnya bisa ikut juga mengawasi PLN dalam proses pengadaan barang dan jasa serta pelayanan pelanggan. Vendor penyedia barang/jasa bagi PLN juga diharuskan untuk membuat pernyataan tertulis yang menyatakan kesediaan mereka untuk menjalankan praktek GCG dan tidak akan melakukan praktekpraktek korupsi dan kolusi. Adanya kerjasama ini, juga

diharapkan dapat memberikan nuansa yang lebih baik di mata publik/masyarakat terkait dengan praktek penyelenggaraan korporasi PLN yang didasarkan pada tata kelola perusahaan yang baik dan benar, transparan dan anti korupsi. TII merupakan salah satu chapter Transparency International, sebuah jaringan global antikorupsi yang mempromosikan transparansi dan akuntabilitas kepada lembagalembaga negara, partai politik, pelaku bisnis, dan masyarakat sipil. Bersama lebih dari 90 chapter lainnya, TII berjuang membangun dunia yang bersih dari praktik dan dampak korupsi di seluruh dunia. TII memadukan kerja-kerja think-tank dan gerakan sosial. Sebagai think-tank TII melakukan review kebijakan, mendorong reformasi lembaga penegak hukum, dan secara konsisten melakukan pengukuran korupsi melalui Indeks Persepsi Korupsi, Transparansi Dana Parpol (Crinis

Project), dan berbagai publikasi riset lainnya. Publikasi tahunan terkenal yang diluncurkan adalah Laporan Korupsi Global. Sebagai gerakan sosial, TII aktif terlibat dalam berbagai inisiatif dan koalisi gerakan antikorupsi. TII juga merangkul mitra lembaga lokal dalam melaksanakan berbagai program di daerah. TII mengembangkan Pakta Integritas sebagai sistem pencegahan korupsi di sejumlah birokrasi pemerintah daerah di Indonesia. Saat ini jaringan kerja tersebut juga diperluas dengan advokasi bahaya korupsi kepada anak-anak muda di Indonesia. Transparency International (TI) adalah sebuah organisasi internasional yang bertujuan memerangi korupsi politik. Organisasi yang didirikan di Jerman sebagai organisasi nirlaba sekarang menjadi organisasi non-pemerintah yang bergerak menuju organisasi yang berstruktur demokratik. (*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 33

32

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

G C G

G C G

Nonton Bareng

Direktur Utama PLN, Nur Pamudji (dua dari kanan) bersama Direktur Perencanaan dan Manajemen Risiko PLN, Murtaqi Syamsuddin (paling kiri) dan Direktur Operasi Jawa Bali PLN, Ngurah Adnyana (dua dari kiri) sedang berbincang dengan Aktivis Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki (paling kanan) sebelum acara nonton Film bareng FILM Kita Versus Korupsi, di Auditoriun PLN Kantor Pusat, Jakarta 9 Maret 2012.

ireksi PT PLN (Persero) beserta sekitar 600 karyawan nonton bareng film berjudul Kita Versus Korupsi, di Auditorium PLN Kantor Pusat, Jakarta 9 Maret 2012. Direksi sangat terkesan dengan film yang diproduksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Transparency International Indonesia (TII) itu, dan meminta seluruh jajaran PLN untuk tidak melewatkan film yang sarat pesan moral itu sebagai bagian dari upaya mewujudkan PLN menjadi perusahaan modern yang bebas dari korupsi. Untuk wilayah Jawa Timur, PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) ditunjuk sebagai koordinator nonton bareng film yang pembuatannya menghabiskan dana Rp 1,2 Miliar tersebut. Senior Manajer Humas dan CSR PJB, Muhammad Munir berkesempatan nonton bareng film tersebut bersama direksi karyawan dan direksi PLN di Auditorium PLN Kantor Pusat. Ia mengungkapkan bahwa film Kita Vs Korupsi terdiri dari empat film pendek (masingmasing berdurasi sekitar 15 menit)
edisi 75, Maret 2012

yang digarap empat sutradara, yaitu : Chaerun Nissa, dengan judul, Psssttt Jangan Bilang Siapa-siapa, Emil Heradi (Rumah Perkara), Lasja F Susatyo (Aku Padamu), dan Ine Febriyanti (Selamat Siang, Risa!). Cerita keempat film itu berbeda, namun punya benang merah yakni mengenai korupsi. Ceritanya sangat sederhana, namun mengena. Film yang dibintangi sejumlah aktor terkenal (antara lain: Nicholas Saputra, Revalina S Temat, Tora Sudiro, dan Ringgo Agus Rahman) itu tidak diputar secara komersil, namun dijadikan film kampanye antikorupsi. Kisah pertama tentang kepala desa yang korupsi kemudian hancur pribadi dan keluarganya. Warga kampungnya pun ikut menderita karena dipaksa pindah lantaran lokasi desa itu akan dibangun perumahan real estate, lapangan golf dan berbagai fasilitas pendukungnya. Ketika kampanye, kepala desa dibantu investor. Dengan meyakinkan janji manis pun diumbar. Ketika akhirnya menang mau nggak mau hutang

pada investor harus dibalas. Satu persatu teman permainan anaknya menghilang, ikut mengungsi atau pindah bersama keluarganya. Akhirnya sang anakpun kesepian, tidak punya teman bermain. Korupsi yang diharapkan untuk keluarganya (istri dan anak) ternyata tidak bisa mereka nikmati karena hancur tatanan sosial masyarakat setempat. Kisah kedua diperankan oleh Ringgo sebagai guru idealis dan Nicolas Saputra yang akan menikahi gadis pujaannya. Ketika ingin menikah (kawin lari) dengan mendatangi KUA, ternyata ada kelengkapan yang tidak bisa dipenuhi yaitu kartu keluarga (KK). Dengan gampangnya Nicolas Saputra mau menyuap oknum di KUA itu untuk memuluskan jalannya. Ternyata gadisnya tidak setuju. Kalau untuk hal kecil seperti ini saja harus menyuap, bagaimana dengan perkara lain setelah menikah nanti? Dimana letak perjuangan dalam mendapatkan cinta itu? Kenapa harus mencari jalan pintas? Ia kemudian teringat

masa kecilnya dimana gurunya (diperankan Ringgo) memilih hidup menderita karena tidak mau menyuap bapaknya yang ketika itu bertanggungjawab menguruskan permohonan pengangkatan guru honorer. Akhirnya guru itu dipecat dari sekolahan dan tidak bisa mengajar. Karena saking cintanya pada murid-muridnya, sang guru rela jadi badut dengan balon-balonnya dan selepas sekolah senantiasa bercerita dengan anak didiknya itu. Karena kesulitan ekonomi dan penderitaan berkelanjutan akibat keterbatasan guru tadi pun meninggal. Ia pun tidak mau jika calon suaminya sama saja dengan bapaknya. Koruptor dan menyengsarakan orang lain yang jujur. Akhirnya karena memang tulus mencintai sang gadis, Nicholas Saputra pun mau mengurus segalanya sesuai prosedur. Cinta memang harus diperjuangkan. Memulai sesuatu yang baru dengan cara yang salah itu tidak baik. Kisah ketiga bercerita seorang pegawai gudang yang tetap teguh menjalankan tugasnya. Menolak

berkompromi menyalahgunakan wewenangnya meski kehidupannya sedang sulit. Dirinya menolak gudangnya dijadikan tempat penimbunan beras. Seorang pegawai gudang itu diperankan oleh Tora Sudiro dibujuk seorang penimbun beras yang ingin memanfaatkan situasi dengan meminjam gudang tadi. Semua gudang yang ada didaerah situ sudah dipenuhi beras timbunan, tinggal gudang yang dikelola Tora Sudiro tadi. Meskipun ia tidak punya uang, anaknya sakit, berasnya menipis, sogokan 3 gepok uang dari saudagar beras ditolaknya. Ia berempati terhadap nasib orang lain yang juga kesulitan mendapatkan beras. Akhirnya anak pertamanya (perempuan) ketika kerja di dinas perijinan pun di masa selanjutnya tidak mau disogok pula. Selama ini Dinas Perijinan diplesetkan menjadi Dinas Pendapatan. Kisah yang keempat ketika sang guru melakukan korupsi dengan menjual buku di sekolah. Buku dijual dengan harga Rp 50 ribu. Ternyata ada anak didiknya yang

membeli di luar sekolah karena jauh lebih murah, dan dia diberi nilai jelek karena tidak menuruti perintah guru. Ternyata guru yang bersangkutan hanya menjalankan perintah kepala sekolah. Nah, yang menarik adalah dialog tiga remaja putri yang masing-masing punya jalan sendiri dalam meraih apa yang diinginkan. Yang satu jadi kaki tangan sang guru untuk dapat komisi, yang satu lagi bohong dengan mark-up uang jajan dan aktor utama lebih memilih nabung sehingga bisa beli kamera untuk merekam kekocakan mereka. Sejak di-launching pada pertengahan Februari lalu, film Kita vs Korupsi telah ditonton oleh sekitar 6000 orang. Film yang mengangkat realitas sosial yang terjadi di masyarakat itu, digarap oleh para sineas muda yang menaruh keprihatinan pada problem-problem sosial masyarakat. Bisa dikatakan film Kita vs Korupsi merupakan kontribusi terbaik dari sineas-sineas muda untuk Indonesia yang lebih bersih dan terbebas dari praktek-praktek korupsi.(*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 35

34

Info PJB

Penghargaan GM UP Gresik Iwan Agung menerima hadiah sebagai Juara Umum Lomba K3 Lomba PMK dengan apar antar GM unit cukup menyedot perhatian. Sekalipun bersifat eksebisi, masing-masing GM berusaha tampil sempurna dan terlihat jelas mengerahkan segala kemampuan untuk memenangkan lomba. Disaksikan direksi dan kontingen yang sekaligus suporter, para GM unit beradu cepat membawa lari tabung apar, menuju api yang berkobar-kobar di dalam tong berisi bahan bakar minyak. Beberapa diantara mereka mampu memadamkan kobaran api dalam waktu kurang dari 30 detik, di lapangan sepak bola UP Gresik, 8 Pebruari 2012. Lomba K3 ini merupakan upaya membudayakan sikap kerja aman dan sehat melalui berbagai macam lomba terkait. Dengan keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga tujuan nihil kecelakaan kerja dan nihil penyakit akibat kerja dapat terwujud. Mari kita jadikan moment K3 sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas melalui menerapan SMK3 yang terintegrasi dengan PJB-IMS secara konsisten dan berkelanjutan dengan mengedepankan budaya 5S, kata Susanto Purnomo. Lomba berlangsung selama satu bulan penuh, ditutup pada tanggal 8 Maret 2012 di PJB Kantor Pusat. Untuk menjamin obyektivitas, juri lomba didatangkan dari luar PJB, yaitu dari Pendidikan dan pelatihan (Diklat) PMK Surabaya, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jatim, serta pensiunan PJB. Mereka menilai K3 dan 5S di PJB bukan sekedar slogan, tetapi telah membudaya dan menjadi bagian dari keseharian karyawan. Lima tahun lalu saya melihat penerapan 5S di PJB tidak ubahnya cleaning services, hanya bersihbersih. Sekarang luar biasa. 5S sudah membudaya di PJB, sampaisampai dalam lomba 5S antar unit, kami benar-benar kesulitan untuk menentukan pemenangnya. Kami harus memilih yang terbaik diantara yang baik, karena dalam lomba harus ada juaranya. Perlu diketahui, perbedaan nilai antara juara pertama, kedua dan seterusnya hanya terpaut nol koma nol sekian, kata Ngudi Irianto. Pengetahuan tentang K3, lanjutnya, sangat mendalam. Setiap pertanyaan yang diajukan dalam lomba cerdas cermat K3 mampu dijawab dengan cepat. Demikian halnya lomba-lomba lainnya, para peserta dinilai sangat sigap dan mampu diselesaikan dengan baik. Yang tidak kalah penting, dukungan dan komitmen manajemen terhadap K3 dan 5S sangat kuat, kata Ngudi Irianto.(*)
No. 1. JENIS LOMBA PMK dengan APAR antar GM Unit PMK JUARA 1 2 3. 1 2 3. UNIT GM UPHB GM UP Gresik GM UP Brantas UP Cirata UP Gresik UP Paiton UP Gresik UP Paiton UB Cirata UP Paiton UP Gresik UP Muara Tawar UP Gresik UP Muara Karang UP Paiton UP Gresik UP Paiton UP Muara Tawar UP Gresik UP Brantas UP Cirata UP Muara Tawar UP Cirata UP Gresik UP Muara Tawar UP Gresik UP Cirata Kantor Pusat UPHT UP Paiton UP Paiton UP Cirata UP Bbrantas SKOR

Penghargaan

11,23 detik 20,52 detik 26,24 detik 10,5 menit 12,5 menit 14,2 menit 3.535 3.507 3.504 1.000 997,5 874,5 228,8 228,5 226,0 2.350 1.800 750 92,0 90,8 90,6 92,2 91,2 90,6 91,9 91,3 90,9 91,9 91,8 91,1 91,9 91,8 90,6

2.

3.

Tanggap Darurat 1 2 3. Penyuluhan K3 1 2 3. 1 2 3. 1 2 3. 1 2 3. 1 2 3. 1 2 3. 1 2 3. 1 2 3. 1 2 3.

4.

5.

Fotografi K3

6.

Cerdas Cermat K3 5S Kategori Area Produksi 5S Kategori Workshop 5S Kategori Gudang 5S Kategori Kantor 5S Kategori Lingkungan Teladan K3

7.

UP Gresik Pertahankan Juara Umum Lomba K3


uyonan General Manager (GM) Unit Pembangkitan (UP) Gresik, Iwan Agung Firstantara, menjadi kenyataan. UP Gresik kembali menjadi juara umum Lomba K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) antar Unit PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) 2012, sehingga Piala Bergilir K3 tetap bertahan di UP Gresik. Dalam upacara pembukaan dimana GM UP Gresik menyerahkan Piala Bergilir Lomba K3 kepada panitia lomba untuk diperebutkan kembali, beliau melontarkan joke bahwa pialanya cukup berat, maka sebaiknya tetap berada di UP Gresik. Sehingga unit lain tidak perlu repot membawa piala tersebut. Ternyata benar, piala tetap bertahan di UP Gresik, kata Ketua Panitia Lomba K3, Mohammad Yusa. UP Gresik keluar sebagai juara umum setelah berhasil mengumpulkan 4 medali emas, 3 medali perak dan 1 medali perunggu,
36 Info PJB
n

8.

9.

10.

dari 11 jenis lomba yang digelar. Sementara urutan kedua ditempati UP Cirata dan Paiton yang samasama mengumpulkan 2 medali emas, 2 medali perak dan 3 medali perunggu, disusul kemudian UP Muara Tawar dengan 2 medali emas dan 2 medali perunggu, dan PJB Kantor Pusat dengan 1 medali emas. Sebelas jenis lomba tersebut meliputi: Lomba Pemadam Kebakaran (PMK), Tanggap Darurat, Penyuluhan K3, Fotografi K3, Cerdas Cermat K3, 5S Kategori Area Produksi, 5S Kategori Workshop, 5S Kategori Gudang, 5S Kategori Kantor, 5S Kategori Lingkungan, dan Teladan K3. Selain itu juga diselenggarakan lomba eksebisi antar General Manager (GM) unit, yaitu lomba PMK dengan Apar. Lomba antar GM unit dimenangkan oleh GM UPHB, Bambang Anggono, disusul GM UP Gresik, Iwan Agung, dan GM UP Brantas, Agus Nurwahyudi.

namun tidak sedikit pula yang harus menghabiskan 2 tabung apar untuk memadamkan api. Lomba K3 merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun, memperingati Bulan K3. Kali ini, peringatan bulan K3 mengambil tema, Bekerja selamat, bekerja sehat dan bekerja giat melalui penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) yang konsisten dan berkelanjutan untuk mewujudkan kinerja terbaik. Dengan tema ini Mohammad Yusa yang menjabat Senior Manajer LK3 PJB Kantor Pusat berharap bulan K3 tahun 2012 dapat menginspirasi seluruh jajaran manajemen dan karyawan PJB untuk lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap normanorma K3 serta berkomitmen untuk bekerja selamat, bekerja sehat dan bekerja giat untuk mewujudkan kinerja terbaik. Lomba K3 dibuka Direktur Utama PJB, Susanto Purnomo,

11.

12.

242 Samsul Hadi (UP Cirata) Setyo Chumaidi (UP Brantas) 239 237 Tri Suryono (UP Muara Tawar)

edisi 75, Maret 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

37

Engineering

Engineering

Kodifikasi Jenis Equipment Pada Nomor KKS PLTU Rembang


Penulis mencoba sharing mengenai hasil identifikasi penulisan aset di PLTU Rembang, yaitu mengenai adanya kode pengelompokan jenis equipment pada nomor KKS. Sebelumnya pada Info PJB edisi 73, penulis pernah membahas sedikit tentang standar penomoran aset di PLTU Rembang yang mengacu pada standar KKS. Namun disini penulis juga akan sedikit mengulasnya kembali karena sangat berkaitan dengan topik dibahas.
Oleh: Ahmad Faishol Amin, Staf Engineering QRM PJB Services di UBJOM Rembang KS (Kraftwerk Kennzeichen System), merupakan sistem standar internasional untuk klasifikasi power plant yang telah berhasil digunakan diseluruh dunia sejak tahun 1970-an. Awalnya standar ini digunakan oleh semua pembangkit listrik baru di Jerman dan Denmark, karenanya menggunakan istilah Kraftwerk Kennzeichen System, yang artinya standar penomoran. KKS digunakan selama

Tabel II: Struktur Kode Jenis Equipment PLTU Rembang

Urutan 10 11 12 13 14

STRUKTUR KODE JENIS EQUIPMENT PLTU REMBANG Type Definisi Contoh Keterangan Contoh di PLTU Rembang H B Kode Equipment Kode Pipa H R LR20PGA11BR401 A Kode Jenis 4 Drain Drain on Discharge Pipe of Cooling Water Pump A 0 Nomor Nomor 1 Equipment A 1

KKS KODE

tahapan engineering, construction, operation, and maintenance dari pembangkit listrik untuk identifikasi dan klasifikasi peralatan. Kode KKS terdiri dari deretan huruf (H) dan angka (A) yang disusun dan dikelompokkan sesuai tingkatan yang ada, sehingga menghasilkan kode proses yang saling berhubungan sebagaimana terlihat dalam tabel I. Nomor KKS akan memudahkan kita mengetahui

TABEL I : Struktur Nomor KKS PLTU Rembang


Urutan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Type H H A A H H H A A H H A A A STRUKTUR NOMOR KKS PLTU REMBANG Definisi Contoh Keterangan Contoh di PLTU Rembang L Lontar LR10HAG10AA001 Distrik Drum Safety Valve 1 Unit 10 R Rembang 2 No Unit Unit 20 0 LR20HAG10AT001 Steam Drum Unit 20 H Sealing Fluid & F Kode System Supply System W LR10HAG10BR001 1 Down comer pipe unit 10 No System System ke-11 1 A Kompressor LR20HAG10CL001 Kode Equipment Unit, Fan N Drum level 1 Unit 20 0 Nomor Nomor 0 Equipment Equipment ke-1 1

secara general lokasi peralatan serta mengetahui proses yang saling berkaitan dengan peralatan tersebut. Selain itu agar dapat mudah diingat dan dikenali sehingga memudahkan dalam operasional maupun pemeliharaan. Setelah melakukan identifikasi penomoran aset (nomor KKS) pada Piping and Instrumentation Diagram (P&ID) di PLTU Rembang dan kemudian membandingkannya dengan beberapa penomoran aset di PLTU lain (milik PJB maupun bukan) serta beberapa KKS Handbook, ternyata terdapat kode pengelompokan jenis equipment yang berbeda. Perbedaan tersebut terdapat pada angka pertama nomor equipment, yaitu urutan kode ke-12. Secara umum memang urutan ke-12 sampai ke-14 merupakan nomor urut equipment, namun untuk beberapa equipment ternyata terdapat kode yang berfungsi untuk membedakan jenis equipment yang ada selain merupakan nomor urut equipment. Sebagaimana contoh pada tabel II ditunjukkan bahwa terdapat nomor KKS dengan kode nomor equipment 401. Angka tersebut bukan berarti nomor equipment adalah 401, tetapi angka 4 pada urutan ke-12 menunjukkan kode untuk pipa drain di PLTU Rembang. Sedangkan nomor equipment sebenarnya ditunjukkan pada nomor yang berada di belakang kode jenis equipment tersebut (angka 01). Pengelompokan penomoran equipment yang terdapat di PLTU Rembang yaitu terdapat pada pengelompokan jenis pipa, jenis valve, serta jenis peralatan instrument dan kontrol. Berikut ini merupakan kode untuk pengelompokan jenis pipa (BR) menurut fungsinya di PLTU Rembang. BR0 _ _ untuk Main piping system BR1 _ _ untuk Control circuit piping

BR2 _ _ untuk Instrument line (pressure) BR3 _ _ untuk Instrument line (level) BR4 _ _ untuk Drain piping BR5 _ _ untuk Vent piping BR6 _ _ untuk Sampling pipe line Pada pengelompokan jenis valve (AA) juga berdasarkan fungsi valve tersebut, yaitu: AA0 _ _ untuk Main valve AA1 _ _ untuk Control valve AA3 _ _ untuk Instrument indicator valve AA4 _ _ untuk Drain to condenser valve AA5 _ _ untuk Venting valve AA6 _ _ untuk Sampling valve AA7 _ _ untuk Three way valve AA9 _ _ untuk drain to ditch valve Sedangkan penomoran untuk peralatan instrumen dan control yang meliputi: Temperature (CT), Pressure (CP), Vibration (CY), Flow (CF), Weight (CW), serta Level (CL) digunakan untuk membedakan jenis equipment yang ada, yaitu: 0 _ _ untuk Primary element 1 _ _ untuk Indicator and element 2 _ _ untuk Transmitter 3 _ _ untuk switch Data pengelompokan kode diatas merupakan hasil indentifikasi yang dilakukan penulis di PLTU Rembang yang kemungkinan besar memiliki perbedaan dengan pembangkit listrik lain dikarenakan perbedaan pabrikan dari mesin pembangkit. Dengan adanya hal tersebut, proses identifikasi terhadap penomoran aset yang ada khususnya pembangkit listrik baru perlu dilakukan sehingga nantinya akan memberikan kemudahan operasional dalam proses Computerized Maintenance Management System (CMMS). Selain itu, agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemberian tagging pada equipment di lokal serta penomoran equipment baru.(*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 39

38

KKS KODE

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Engineering

Engineering

Penambahan Redundancy Sistem Proteksi Compressor Gas Turbine

dari beban base Load 100 MW. Saat shutdown atau trip 4 buah bleed valve ini harus membuka untuk membuang udara di kompresor ke exhaust plenum untuk menghindari compressor pulsation saat proses deakselerasi. Berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi di PLTG Muara Karang, sistem proteksi kompresor ini terkadang mengalami beberapa kali masalah yang jika tidak ditangani akan mengakibatkan kerugian secara langsung maupun tidak langsung terhadap unit pembangkit itu sendiri. Sistem Proteksi Kompresor eksisting terdiri dari 4 buah piston bleed valve (bergerak buka-tutup) digerakan piston yang didorong oleh udara yang diatur oleh sebuah solenoid valve besar yang bertipe Normally Closed (20CB). Sistem ini kerap mengalami gangguan berupa kegagalan pada 20CB seperti coil mengalami short circuit, mekanik patah yang mengakibatkan : v 20CB mengalami short circuit. Jika hal ini terjadi saat proses start berlangsung maka unit tidak dapat mencapai proses full speed no load menuju sinkron sehingga unit harus shutdown kembali. Hal ini akan berakibat kerugian bahan bakar yang hilang akibat gagal start, bertambahnya counter start stop gas turbine dan hilangnya kesempatan produksi akibat menunggu perbaikan. Jika hal ini terjadi saat unit online maka beban unit akan mengalami derating sekitar 40 persen dari total daya terpasang ( Derating sekitar 40 MW). v 20CB patah akibat fatigue (closed). Jika mekanik 20CB patah maka pada saat proses start berlangsung maka unit tidak dapat mencapai proses full speed no load

Kompresor pada turbin gas merupakan salah satu komponen utama yang berfungsi untuk menyediakan udara bertekanan tinggi yang cukup pada ruang bakar agar dihasilkan udara panas bertekanan untuk memutar turbin. Secara umum, kompresor pada gas turbin terbagi atas 2 tipe yaitu : kompresor sentrifugal dan kompresor aliran axial. Kompresor pada gas tubine MS9001E (GE) unit pembangkit Muara Karang merupakan type axial flow yang memilki 17 tingkat.
Sistem proteksi kompresor sebelum penambahan redundancy. istem proteksi kompresor terdiri 4 buah piston bleed valve yang bergerak buka tutup diatur oleh sebuah solenoid valve besar yang bertipe Normally Closed (20CB) yang berfungsi mengalirkan atau menutup udara discharge kompresor dari tingkat 11. Saat gas turbine start, 20CB deenergize (closed) sehingga 4 buah bleed valve membuka dan mengalirkan sebagian discharge kompresor ke exhaust plenum untuk melindungi kompresor dari compressor pulsation yang menyebabkan kompresor mengalami stall dan merusak sudu kompresor. Ketika proses start mencapai
40 Info PJB
n

Hasil penambahan redundancy proteksi kompresor. menuju sinkron sehingga unit harus shutdown kembali. Hal ini akan berakibat kerugian bahan bakar yang hilang akibat gagal start, bertambahnya counter start stop gas turbine dan hilangnya kesempatan produksi akibat menunggu perbaikan. Jika mekanik 20CB patah pada saat unit online maka beban unit akan mengalami derating sekitar 40 persen dari total daya terpasang. Gangguan open / closed pada bleed valve. Keempat bleed valve ini dilengkapi dengan limit switch yang berfungsi memberi indikasi pembukaan katup dan

95 persen speed putaran turbin maka 20CB energized (open) untuk mengalirkan udara penggerak piston bleed valve sehingga bleed valve menutup. Jika saat 95 persen speed putaran turbin pada 20CB atau bleed valve (sistem proteksi kompresor) terjadi masalah (misal : gagal menutup) maka unit akan gagal start (permisif tidak dapat full speed no load, tidak dapat sinkron) dan harus shutdown kembali. Begitupun saat unit sedang beroperasi kemudian sistem proteksi terjadi masalah maka beban gas turbine akan mengalami derating hingga mencapai 40 persen atau 40 MW

sebagai proteksi kompresor. Jika sebagian atau seluruh bleed valve tidak bisa open saat akan start. Permissive start tidak terpenuhi dan unit pembangkit tidak akan dapat start. Hal ini akan berakibat hilangnya kesempatan produksi akibat menunggu perbaikan. Jika sebagian atau seluruh bleed valve tidak bisa open saat trip atau shutdown, kompresor gas turbine akan mengalami stall (jika seluruh bleed valve closed) dan jika hal ini terjadi berkali kali akan berakibat fatal merusak sudu sudu kompresor. Jika sebagian atau seluruh bleed valve tidak bisa closed saat akan proses start unit tidak dapat mencapai proses full speed no load menuju sinkron sehingga unit harus shutdown kembali. Jika sebagian atau seluruh bleed valve tidak bisa closed saat unit online, beban unit akan mengalami derating sekitar 40 persen dari total daya terpasang. Berdasarkan data yang tercatat selama tahun 2009 telah terjadi permasalahan pada sistem proteksi kompresor gas turbine sebanyak 3 kali (potensial power loss). Melihat kondisi seperti itu, M.Yani Taufik, Kornel Bram R dan Achmad Khumaidi dari UP Muara Karang melakukan penambahan redundancy sistem proteksi compressor gas turbine. Tujuannya, untuk meningkatkan keandalan turbin gas dengan menambah redundancy sistem proteksi kompresor sebagai backup yang bekerja secara auto (untuk menghindari human error) untuk menjaga kompresor dari kerusakan atau derating unit serta memudahkan perbaikan 20CB secara online, dan meningkatkan efisiensi dengan peningkatan ketersediaan kWh potensial dengan direduksinya potential power loss akibat derating dari operasi turbin gas, akibat kegagalan sistem proteksi dan kehilangan kesempatan produksi akibat perbaikan 20CB secara offline (peningkatan ketersediaan kWh) Dalam pembuatan redundancy sistem proteksi kompresor terdapat 2 bagian utama yang dirancang dan dimplementasikan, diantaranya perancangan software dan hardware. Software yang dimaksud adalah merupakan program dimana sistem kontrol gas turbine diatur didalamnya, termasuk sequence operasi dan sistem proteksi kompresor. Dalam hal ini software sistem kontrol gas turbine yang digunakan adalah speedtronic mark IV yang harus dimodifikasi disesuaikan dengan penambahan sistem proteksi. Sedangkan hardware yang dimaksud adalah perangkat keras yang bekerja berkaitan langsung dengan sistem proteksi kompresor. Hardware sistem proteksi kompresor eksisting ini terdiri atas solenoid valve (20CB ) sebanyak 1 buah, Bleed Valve sebanyak 4 buah, limit switch bleed valve 4 buah. Untuk menghasilkan rancangan redundancy sistem proteksi kompresor maka dibutuhkan hardware tambahan sebagai berikut : m Solenoid valve ( 20CB ) backup sebanyak 1 buah m Limit switch untuk 20CB1 ( eksisting) & 20CB2 ( backup) sebanyak 2 buah m Block Valve 1 sebanyak 4 buah m Peralatan instalasi pendukung (seperti: support,pipa conduit, elbow, union, junction box, relay, watermur dan lainnya). Sebelum ada penambahan redundancy sistem proteksi kompresor jika terjadi trouble pada sistem
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 41

edisi 75, Maret 2012

Engineering proteksi bleed valve (mis : 20CB1 fail yg menyebabkan bleed valve open saat operasi) maka pada monitor di control room akan muncul alarm compressor bleed valve position trouble saja tanpa ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk mengatasinya selain trip atau shutdown untuk perbaikan. Dengan penambahan sistem redundancy proteksi kompresor jika terjadi fail atau trouble maka pada pada monitor di control room akan muncul alarm compressor bleed valve position trouble dan indikasi standby bleed valve energized. Alarm dan indikasi tersebut menandakan bahwa ada masalah pada 20CB1 tetapi secara otomatis sudah diatasi ( sequence baru) dengan beroperasinya 20CB2 yang standby sehingga unit gas turbine dapat terus beroperasi terhindar dari trip atau derating. Selama 20CB2 yang bekerja, 20CB1 yang bermasalah dapat diperbaiki atau diganti secara online tanpa menggangu beroperasinya unit gas turbine (Menutup block valve 20CB1). Setelah 20CB1 selesai diperbaiki / diganti maka 20CB1 ini dapat di-standby-kan kembali sebagai redundancy. Jika terjadi gangguan pada 20CB2 maka secara otomatis 20CB1 akan memegang kendali (dapat berpindah operasi dari 20CB1 ke 20CB2 dan sebaliknya secara otomatis). Sistem redundancy ini melengkapi sistem proteksi kompresor yang sudah ada yaitu 4 buah limit swich pada masing masing bleed valve. Untuk kemudahan pengoperasian gas turbine oleh operator, hasil implementasi penambahan redundancy sistem proteksi kompresor ini tidak mengubah SOP operasi gas turbine tetapi justru menambah kenyamanan dan kemudahan pengoperasian dan turbine. Saat akan start gas turbine, sistem control akan mengecek permissive start yang diantaranya adalah sistem proteksi kompresor seperti : posisi limit switch 20CB1 (primary) dan 20CB2 ( backup) harus pada posisi yang menandakan mekanik closed / deenergized (kedua duanya harus closed / deenergized), dan 4 buah limit switch bleed valve harus mendeteksi pada posisi open. Jika syarat ini tidak terpenuhi maka command start tidak dapat dilakukan. Ketika start gas turbine berlangsung dan kecepatan putaran mencapai 2850 RPM (95% speed) maka 20CB1 harus dalam posisi open / energized sehingga mengakibatkan 4 buah bleed valve dalam posisi closed. Jika 20CB1 mengalami trouble ( tidak mau open / energized atau fuse putus atau fail ) maka secara otomatis 20CB2 akan open / energized sehingga 4 buah bleed valve dapat open dan sequence start dapat completed untuk menuju status Full Speed No load dan sinkron. Kondisi berlangsung terus menerus selama gas turbine beroperasi. Ketika gas turbine trip atau shutdown maka posisi limit switch 20CB1 dan 20CB2 harus pada posisi closed / deenergized. 4 buah limit switch bleed valve harus open untuk mengalirkan udara kompresor ke exhaust plenum untuk melindungi kompresor dari compressor pulsation yang menyebabkan kompresor mengalami stall dan merusak sudu kompresor. Dengan adanya backup 20CB yang dilengkapi limit switch ini maka keberlangsungan operasi gas turbine lebih terjamin tanpa mengurangi unsur safety terhadap kompresor khususnya dan unit gas turbine secara umumnya. Pengoperasian redundancy sistem proteksi kompresor ini tidak mempunyai efek yang merugikan terhadap gas turbine, bahkan penambahan redundancy sistem proteksi kompresor mampu menjaga keandalan unit pembangkit. Total biaya untuk penambahan redundancy sistem proteksi kompresor sebesar Rp 67.050.000. Angka ini tentu sangat kecil dibandingkan potensi kerugian akibat kehilangan kesempatan produksi unit pembangkit yang diakibatkan gagal start, trip dan derating beban akibat kegagalan sistem proteksi kompresor. Selain itu, penambahan redundancy sistem proteksi kompresor dapat meningkatkan reliability unit, dari sisi efisiensi pembangkit juga diuntungkan, karena pembangkit dapat tetap beroperasi dengan aman walaupun terjadi kegagalan pada salah satu solenoid valve 20CB untuk mendukung ketersediaan listrik yang mencukupi dengan konfigurasi pola operasi unit PLTGU yang lebih efisien. Sehingga secara umum saving yang diperoleh dapat ditinjau dari segi : l Reliability. Dengan mempertahankan operasi gas turbine saat terjadi failure pada solenoid valve, maka dapat dihindarkan kerugian kehilangan kesempatan produksi unit pembangkit Sebesar Rp 832.950.000 per failure. Nilai ini didapat dari produksi sebesar 100 MW x 3 jam = 300.000 kWh, Steam Turbine Generator (STG) 1/3 x 150 MW x 3 jam atau sebesar 150.000 kWh , sehingga total kehilangan kesempatan produksi sebesar Rp 832.950.000 (450.000 kwh * Rp. 1851 / kwh). Sedangkan dengan menghindarkan derating daya output gas turbine saat terjadi failure pada solenoid valve , maka dapat dihindarkan kerugian kehilangan akibat derating daya produksi unit pembangkit (40 MW) Sebesar Rp 1.776.960.000/ hari. Nilai ini didapat dari produksi sebesar 40 MW x 24 jam =960.000 kWh atau sebesar Rp 1.776.960.000 (960.000 X Rp.1851 / kwh) l Efisiensi. Dari sisi efisiensi pembangkit, tentunya dengan tetap beroperasinya gas tubine dengan konfigurasi operasi 3-3-1 (3 Gas turbine , 3 HRSG dan 1 Steam Turbine) akan menurunkan biaya bahan bakar (memperbaiki heat rate) dibanding dengan konfigurasi 2-2-1 atau 1-1-1 akibat tidak beroperasinya gas turbine yang disebabkan gangguan sistem proteksi kompresor. Penambahan redundancy sistem proteksi kompresor dapat meningkatkan keandalan turbin gas dan peningkatan ketersediaan kWh potensial dengan direduksinya potential power loss akibat derating dari operasi turbin gas atau shutdown akibat kegagalan sistem proteksi dan kehilangan kesempatan produksi akibat perbaikan 20CB secara offline (peningkatan ketersediaan kWh).(*)

Engineering Anak Perusahaan

Jajaki Kerjasama dengan PJB Services


lectric Power Development Co.Ltd (J Power), menjajaki kemungkinan kerjasama dengan PT PJB Services untuk melaksanakan pekerjaan Operation and Maintenance (O&M) PLTU Pemalang 2 x 1.000 MW. Perwakilan J Power datang ke PJB Services setelah berkunjung ke Kantor Pusat PJB Services, Selasa, 28 Pebruari 2012, untuk mengetahui kondisi PJB Services, dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke PLTU Rembang dan PLTU Tanjung Jati B untuk melihat langsung bagaimana PJB Services mengoperasikan pembangkit. Selain itu, mereka juga sempat mampir ke PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Kantor Pusat dan mengunjungi Power Plant Academy di Gresik. Mereka terdiri dari: p Mr. Mikio Ando, Deputy Director Thermal Power Engineering International Business Development Department. p Mr. Hideshi Takamori, Senior Manager Plant R & D Office Thermal Power Department. p Satoshi Suwamoto, Senior Manager Asia Power Business Group International Business Development Department. p Mr. Kiyonobu Yokomine, Engineer Senior Manager Plant R & D Office Thermal Power Plant. p Mr. Takeshi Shingaki, Mayor Indonesia Power Business Office International Business Development Department. Kedatangan mereka ke PJB Services, seperti dilaporkan Rien Sofia Dewi dari Bagian Humas, diterima Direktur Utama PJB Services, Bernadus Sudarmanta, beserta anggota direksi lainnya. Mereka ingin mengetahui lebih jauh tentang PJB Services, terutama mengenai lingkup pekerjaan dan pengalaman PJB Services, serta ingin melihat pusat pendidikan dan pelatihan PJB (Power Plant Academy) di Gresik. Dalam kesempatan tersebut, Bernadus menjelaskan tentang kondisi PJB Services, kompetensi yang dimiliki perusahaan, SDM serta sejumlah proyek yang telah dan sedang dikerjakan. Tidak ketingggalan, proyek pelaksanaan O&M di sejumlah daerah di Indonesia lengkap dengan skema kerjasamanya, serta pengalaman mengerjakan proyek di luar negeri. Dipaparkan bahwa PJB Services dalam beberapa tahun mengalami perkembangan sangat pesat. Tampaknya mereka tertarik dengan skema seperti yang diberlakukan di PLTU Tanjung Jati B, yaitu membentuk perusahaan patungan untuk mengoperasikan PLTU Pemalang. Mereka juga tertarik dengan keberadaan Power Plant Academy milik PJB yang menjadi pusat pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja bidang pembangkitan. Itu sebabnya, selain ke PLTU Tanjung Jati B, mereka juga berkunjung ke Power Plant Academy, papar Direktur Pemasaran dan Perencanaan PJB Services, Trimurthi Ekhos S.

Mereka juga terkesan dengan Center Operation Excellent yang sedang dibangun PJB Services, imbuhnya. Dalam kesempatan itu, J Power menjelaskan bahwa proyek pembangunan PLTU Pemalang yang kini dalam tahap perencanaan desain tersebut, diperkirakan bakal rampung pada tahun 2015. Kendati demikian, dalam kerjasama pelaksanaan O&M nanti, pihak penyedia jasa O&M diharapkan sudah menempatkan personilnya mulai tahun 2012, sehingga dapat mengikuti dari awal. J Power yang berkonsorsium dengan Itochu (Jepang) dan Adaro (Indonesia) berhasil memenangkan tender pembangunan PLTU Pemalang 2 x 1.000 MW, mengalahkan tiga pesaingnya, yaitu: The Marubeni Consortium, China Shenhua Bidding Consortium, serta Guangdong Yudean Group Co Ltd dan Cahaya Mulia Energi Kontruksi. PLTU Pemalang merupakan proyek PPP (Public Private Partnership) pertama Indonesia, dan merupakan PLTU terbesar di Indonesia. Selama ini Indonesia belum mempunyai unit PLTU yang satu unitnya mempunyai kapasitas 1.000 MW. PLTU terbesar hanya berkapasitas 660 MW, seperti yang ada di Tanjung Jati dan Paiton. Teknologi yang digunakan adalah teknologi pulverized coal supercritical/ultra supercritical, yang memiliki tingkat efisiensi dan emisi karbon lebih baik dari pembangkit batu bara yang dimiliki PLN saat ini. Nilai proyek pembangunan PLTU pemalang mencapai 3,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 30 triliun dan sepenuhnya akan ditanggung swasta. Jangka waktu kontrak pembelian listrik dengan PLN atau Power Purchase Agreement (PPA) adalah 25 tahun dengan skema Build-Operate-Transfer (BOT). Pada masa akhir kontrak aset PLTU ini akan menjadi milik PLN. J Power merupakan perusahaan ternama di Jepang. Perusahaan ini beroperasi sejak 16 September 1952, dan pada pertengahan 2011 telah membangun dan mengoperasikan 67 pembangkit listrik dengan total kapasitas 16.992 MW serta jaringan transmisi sepanjang kurang lebih 2.400 kilometer. J Power merupakan perusahaan publik yang sahamnya tercatat di Tokyo Stock Exchange sejak Oktober 2004. Misi perusahaan ini adalah memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi tanpa gagal, dan memainkan bagian untuk pembangunan yang berkesinambungan dari Jepang ke seluruh dunia.(*)

Direksi PJB Services saat menerima kunjungan manajemen J Power


Menuju Perusahaan Kelas Dunia Menuju Perusahaan Kelas Dunia 43 43

42

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Opini

Opini

Dalam Bisnis Jasa O&M


Oleh: Ir.Muhammad Taufiq,MM,SH Expert SDM PT PJB

AKSELERASI PJB

erdasarkan RUPTL PT PLN (Persero) tahun 2011 2020, pembangunan pembangkit baru untuk Proyek Percepatan 10.000 MW tahap pertama yang dilanjutkan dengan 10.000 MW tahap kedua serta pembangunan pembangkit untuk energi terbarukan akan menambah kapasitas pembangkit di Indonesia lebih kurang 40.000 MW pada tahun 2019 (sejak tahun 2012). Kebijakan PLN dimana pembangunan

pembangkit baru dilakukan oleh PLN atau dengan skema IPP memaksa PJB harus legowo untuk kehilangan pangsa pasar sehingga hanya tersisa + 7 % dari total kWh Produksi di Sistem Jawa Bali. Penurunan pangsa pasar ini tidak serta merta menyebabkan PJB akan kehilangan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan karena PJB masih dapat mengharapkan pangsa pasar dari bisnis Jasa O&M. Hal ini akan memaksa PJB untuk lebih gencar dan gesit dalam merebut pasar baru berupa Jasa pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit yang baru tersebut baik yang dimiliki oleh PLN ataupun IPP. Saat ini, PJB merupakan salah satu perusahaan pembangkitan di Indonesia yang memiliki tata kelola pembangkitan yang baik di Indonesia sehingga siap

untuk merebut pasar Jasa O&M baik di dalam ataupun di luar negeri. PJB telah mengimplementasikan Asset Management, PJB-IMS dan 5S di dalam pengelolaan Jasa O&M. Selain itu PJB mampu meraih skor Malcolm Baldrige 556, memiliki Power Plant Academy dan saat ini PJB sedang mengupayakan untuk mendapatkan sertifikasi untuk PAS 55 pada semester I-2012. PJB juga memiliki pengalaman di dalam melakukan operasi dan pemeliharaan O&M di Kuwait bekerjasama dengan Janna Kuasa Malaysia, dan melakukan pemeliharaan di Arab Saudi. PJB juga memiliki anak perusahaan yaitu PT PJB Services yang bergerak di dalam bidang Jasa O&M sehingga secara pengalaman, infrastruktur dan kompetensi maka PJB layak untuk menjadi pemain yang handal

dalam bidang Jasa O&M. Pasar O&M semakin terbuka, mengingat pertumbuhan pembangkit baru di Indonesia mulai 2010 hingga 2019 diperkirakan akan bertambah menjadi 38.687 MW. Untuk mampu merebut pasar O&M yang demikian besar, PJB berusaha untuk menyiapkan SDM baik dari sisi jumlah dan kompetensi, menyiapkan organisasi dan penunjang (PJB Services, UBJOM dan Suplay Chain), serta menyiapkan manajerialnya. Kata kunci di dalam bisnis Jasa O&M adalah Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola Pembangkitan. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh PJB adalah memetakan jumlah dan kompetensi SDM PJB untuk masuk ke bisnis Jasa O&M selain peningkatan maturity level di dalam Tata Kelola Pembangkitan. Penulis akan fokus pada penyiapan SDM PJB untuk masuk ke dalam bisnis Jasa O&M karena penulis selama ini lebih banyak mendalami manajemen SDM. Melihat kesempatan yang cukup besar ditawarkan di dalam bisnis Jasa O&M, maka PJB harus segera menyiapkan SDM baik dari sisi jumlah dan kompentesi sehingga dapat menangkap peluang dan memenangkan pasar O&M di Indonesia. Salah satu yang perlu disiapkan adalah SDM yang memiliki kompetensi keteknikan. Kompetensi teknik harus dibuktikan dengan sertifikasi, dan bila perlu membuat standarisasi keteknikan

sehingga diakui secara nasional dan internasional. SDM PJB saat ini mencapai 2,402 orang, tersebar di Kantor Pusat (341), UP Gresik (377), UP Muara Karang (312), UP Paiton (245), UP Cirata (181), UP Brantas (229), UP Muara Tawar (217), UPHT (165), UPHB (145), BPWC (10), PJB Services (29), UBJOM Indramayu (27), UBJOM Paiton (30), UBJOM Rembang (31), dan UBJOM Pacitan (27). Selain itu terdapat 130 siswa On Job Training (OJT) yang tersebar di unit-unit. Berdasarkan tingkat pendidikan, 0,6 persen lulusan SD, 1,99 persen SLTP, 46,32 persen SLTA, 5,03 D1, 7,19 persen D3, 34,78 persen S1, 4,02 persen S2 dan 0,04 persen S3. Sebagai informasi staf direktorat niaga mempunyai Hipotesa, jika 1 MW dilayani oleh 0,3 orang tenaga O&M, maka dengan selesainya satu unit pembangkit PLTU 400 MW, maka untuk tenaga O&M di butuhkan tambahan pegawai 120 orang. Bisa dibayangkan tenaga yang dibutuhkan sampai akhir 2012 dengan bertambahnya 10.000 MW, dan sampai akhir 2014 ditambah lagi 20,000 MW. Mungkin hipotesa ini tak perlu di perdebatkan tapi perlu dibahas. Paling tidak direktorat perencanaan SDM juga sudah harus merencanakan tenaga kerja sampai 2015, dengan melakukan koordinasi dengan direktorat terkait. Dengan langkah-langkah antisipasi

dan koordinasi yang ketat dalam memantapkan konsep kebutuhan SDM berbasis kinerja, maka PJB diharapkan mendapat tambahan kue bisnis O&M yang cukup, sehingga menjamin bisnis PJB tetap tumbuh. Perencanaan sementara SDM PT PJB dari direktorat SDM sampai 2016, dibutuhkan tambahan SDM sebanyak 759 orang (rata-rata 80 orang per tahun). Mungkin perencanaan SDM untuk kebutuhan sampai 2016 ini perlu diyakini dan disepakati karena tiga pilar Bisnis, yaitu Market, Produksi, dan Niaga, merupakan satu kesatuan yang tidak boleh jalan sendiri. Dalam membangun kembangkan bisnis O&M yang LEBIH, harus disampaikan dan disadarkan kepada khalayak PTPJB antara lain: 1. Bahwa Penjualan kesiapan pembangkit dan KWH sebagai sumber pendapatan sudah bergeser. 2. PT PJB harus mampu meningkatkan kinerja pembangkit-pembangkit listrik yang dikelola telah setara kelas dunia. 3. Bahwa pasar O&M, pembangkit baru 10.000 MW dan 20.000 MW adalah pasar yang harus direbut PT PJB. 4. PT PJB adalah perusahaan yang sesaat lagi, sesuai kriteria baldrige masuk menjadi Emerging Industri Leader. 5. Performance excellence adalah harga mati.

Peta yang bisa menjadi potensi pasar Bebas O&M PJB di Indonesia

Tambahan potensi pasar bebas O&M PJB di Indonesia:


Lokasi Pembangkit Percepatan 10.000 MW Tahap 2 plus

44

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

45

Pensiunan

Opini

Kilas Balik IKPLN DAERAH PJB PUSAT


Belum lama ini Ikatan Keluarga Pensiunan Listrik Negara (IKPLN) merayakan Hari Jadi ke-11. Memperingati hari jadi tersebut, IKPLN Daerah PJB Pusat mengadakan syukuran antar pengurus IKPLN Daerah PJB Pusat dengan teman teman yang masih aktif berkarya di PJB Kantor Pusat, dan dari jajaran Direksi PJB yang diwakilkan Sekretaris Perusahaan Hari Suharso.
ebenarnya IKPLN Daerah PJB Pusat belum berusia 11 tahun, karena baru bergabung dengan IKPLN pada tahun 2008 dan menjadi anggota yang ke-25. Awalnya, para pensiunan PJB atas prakarsa Direktur Utama PJB yang pada saat itu dijabat Samiudin, pada tanggal 24 Nopember 2002 diminta untuk membentuk satu wadah perkumpulan tersendiri dibawah naungan PJB. Sehingga para pensiunan PJB tetap mempunyai rasa bangga dan rasa ikut memiliki PJB dan sebagai sarana komunikasi dan informasi bagi para pensiunan eks PLN pensiunan yang hanya tergabung didalam KBP PT PJB saja. Pada awal tahun 2008 pengurus KBP PT PJB. bergerak dan atas ijin dari Direktur Utama PJB yang saat itu dijabat Agus Pranoto, pengurus KBP PT PJB yang diwakili oleh Bincar Parlindungan Ritonga, Soekaryadi Mustafa, Abdul Choliq dan Sudiro menemui pengurus IKPLN PUSAT di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Pengurus IKPLN minta KBP PT PJB bergabung dengan IKPLN Daerah Jawa Timur. Tapi karena pensiunan PJB bukan hanya di Jatim, disetujui tetap menggunakan nama PJB, menjadi IKPLN Daerah PJB Pusat. Ini merupakan peristiwa bersejarah dan tidak lepas dari dorongan dan izin Ketua IKPLN. Daerah Jawa Timur, Mintardjo. Oleh karena itulah sejak berdirinya IKPLN Daerah PJB Pusat, Mintardjo diangkat sebagai sepepuh. Sejak itulah KBP PT PJB berganti nama menjadi IKPLN Daerah PT PJB Pusat dan pada tanggal 18 Oktober 2008 diresmikan di kantor PJB Surabaya. Sementara di daerahdaerah terbentuk IKPLN daerah PT PJB Cabang yang antara lain: IKPLN Daerah PJB Cabang Gresik, Cabang Brantas. Cabang Cirata, Cabang Muara Karang dan Cabang Muara Tawar. Dalam perkembangannya, IKPLN Daerah PT PJB bukan hanya sebagai wahana silaturahmi, tetapi juga melakukan berbagai aktivitas, baik aktivitas sosial maupun eknonomi. Potensi besar yang dimiliki dimanfaatkan untuk membentuk badan usaha yang diberi nama PT Bajra. Badan usaha ini bergerak di berbagai bidang, sesuai keahlian masing-masing anggota, mulai dari bidang sipil, elektrikal, mekanikal, desain interior dan sebagainya. Alhamdulillah, bisnis yang kami geluti mulai tumbuh, tutur Ketua IKPLN Daerah PJB Pusat, Bincar Parlindungan Ritonga.(*)

MEDITASI : Rekreasi Menelusuri Jalan Pencerahan, Menumbuhkan Pesona Hati dan Pikiran
ubuh merupakan miniatur kehidupan, menyajikan hukum-hukum dan prinsip-prinsip yang bisa menolong dirinya pada kondisi apapun. Jika kita bisa menumbuhkan dan mengembangkan hukum-hukum dan prinsip-prinsip ini, kehidupan kita terbebas dari berbagai penderitaan, kesengsaraan, penyakit ringan maupun berat, terbebas dari mitos-mitos yang menyesatkan dan terbebas dari hambatan-hambatan yang membuat hidup terpuruk. Meditasi menuntun seseorang agar dapat mengambil seluruh tanggungjawab terhadap kehidupannya dan mengembangkan suatu kapasitas diri untuk mengatasi masalah sehingga hidupnya lebih bermakna dan berarti. Meditasi mengantar seseorang untuk lebih mengenal dan mamahami dirinya, menumbuhkan kehidupan yang penuh kasih sayang, bisa mencintai dan dicintai, mensyukuri apapun yang ia miliki, keluarganya maupun kehidupan profesionalnya, memancarkan kehidupan yang penuh toleransi yang bermuara dengan berkembangnya rasa kasih sayang terhadap sesama. Meditasi mengajak seseorang untuk membuka tabir yang menyelimuti hati, jiwa dan pikiran, menumbuhkan pesona dan keindahan potensi yang terkandung di dalamnya, membuka peluang hati, jiwa dan pikiran untuk melakukan perjalanan spiritual menelusuri indahnya jalan pencerahan. Dengan melakukan meditasi, kita bisa merasakan dan mengalami keindahan melakukan perjalanan dari dalam diri menuju ke pusat-pusat kecerdasan dan kesadaran di dalam tubuh, sebuah rekreasi yang menyegarkan hidup dan kehidupan. Ada yang beranggapan bahwa meditasi dianggap sebagai sesuatu yang sakral, sering dikaitkan dengan kekuatan-kekuatan fantastis, sehingga tidak sembarang orang bisa dan boleh melakukannya. Itu hanyalah mitos. meditasi merupakan proses pertumbuhan dari dalam keluar, suatu pemberdayaan yang mengacu kepada pertumbuhan kekuatan alami manusia. Meditasi mengantar seseorang memiliki dan mengembangkan kesadaran terhadap dirinya dengan berbagai kemampuan yang terkandung di dalam dirinya.

Pemotongan tumpeng oleh Ketua IKPLN Daerah PJB Kantor Pusat, Bincar Parlindungan Ritonga, menandai peringatan HUT IKPLN

KJT dan BALI (Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Bagian Timur dan Bali) yang pada tahun 2000 telah berganti nama menjadi Pembangkitan Jawa Bali (PJB). Satu tahun kemudian, wadah perkumpulan dimaksud dapat dibentuk dan para pensiunan eks PLN KJT dan Bali. Para pensiunan kemudian didaftar bagi mereka yang berminat masuk tanpa paksaan dan pada bulan Desember 2003 telah ditetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) yang disusun oleh Tim Perumus yang terdiri dari 7 orang yaitu : RM Soeroso (pensiunan eks PLN KJT dan Bali), Bincar Parlindungan Ritonga (pensiunan PJB), Sukaryadi Mustafa (pensiunan eks PJB II), Soeratno (pensiunan PJB), Soenarto Parto Utomo (pensiunan eks PJB II), Abdul Choliq (pensiunan PJB), dan B. Sumartono Pudjirahardjo (pensiunan PJB). Tanggal 17 Desember 2003 wadah perkumpulan tersebut disepakati dan diberi nama Keluarga Besar Pensiunan PT PJB (KBP PT PJB) diresmikan dan disahkan oleh Direktur Utama PJB, sebagai pengganti wadah pensiunan yang lama Pagayuban Pensiunan YPK PLN PJB yang telah vakum (mati tidak dan hidup pun tidak). Namun para pensiunan yang tergabung dalam KBP PT PJB tidak merasa puas oleh karena tidak bisa mengetahui nasib teman-teman pensiunan daerah lain di seluruh Indonesia. Seperti kata pepatah, Katak dibawah tempurung dimana KBP PT PJB hanya bisa melihat dan mengetahui nasib para

Oleh : Aki Buset (Budi Setiawan)


Kesadaran ini akan membuat hati kita sebagai pusat kekuatan sekaligus pusat komando. So, meditasi sangatlah mudah, tidak perlu mantra, tidak perlu puasa, tidak perlu ada pantangan karena meditasi menitikberatkan kepada aktifitas di dalam tubuh. Tujuan meditasi adalah pencapaian harmoni antara kekuatan lahir dan kekuatan batin, antara kekuatan sadar dan kekuatan bawah sadar, antara kekuatan yang sifatnya aktual dengan yang sifatnya potensial. Meditasi membuat tubuh bisa menggerakkan energi dari yang belum terwujud ke yang berwujud. Hal yang perlu diperhatikan dalam meditasi adalah tiadanya ketegangan atau penindasan di dalam tubuh kita, karena penindasan akan membuat harmoni dan gerak energi hancur. Tiadanya ketegangan membuat tubuh mendapatkan kenikmatan dan keindahan karena energi bergerak dengan mudah dan santai. Pada prinsipnya meditasi merupakan proses dialog antara kita dengan tubuh kita sampai ke kedalaman hati nurani kita, sebuah pertumbuhan dari dalam kehidupan kita sendiri. Berikanlah perhatian kepada tubuh dengan santai dan pikiran yang rileks, tanpa konsentrasi yang sering membingungkan. Ada tiga kata yang bisa dijadikan kunci dalam meditasi, yaitu : 1. Menyadari keberadaan tubuh kita beserta segala kesempurnaannya yang dikaruniakan Tuhan kepada kita.

2. Mensyukuri karunia kesempurnaan Tuhan tersebut. 3. Menyayangi tubuh karunia Tuhan tersebut. Dengan menyadari keberadaan tubuh kita baik tubuh fisik, tubuh psikis, tubuh mental maupun tubuh spiritual, maka kita akan mengetahui tubuhtubuh tersebut yang mendatangkan sebuah kesadaran khusus terhadap potensi kekuataan-kekuatan tubuh bersama keajaiban-keajaiban yang terkandung di dalamnya. Kesadaran ini membuat diri mampu mengendalikan dan menggunakan kekuatan-kekuatan tersebut secara sadar dan spontan. Selanjutnya Tuhan telah menjanjikan akan melipatgandakan nikmat karunianya kepada hamba-Nya yang pandai bersyukur. Kasih sayang merupakan nafas kehidupan yang kita jalani. Tanpa kasih sayang, manusia akan larut dalam egonya masing-masing, akan terjadi penindasaan demi penindasan terhadap sesamanya. Karena itu cobalah mengawali dengan menyayangi diri sendiri. Manfaat meditasi Meditasi bisa diasumsikan berperan sebagai sikap hidup maupun sebagai metode pertumbuhan diri. Meditasi sebagai sikap hidup ketika kondisi meditatif telah dicapai, artinya mudah jatuh cinta dan bersyukur kepada setiap keadaan, kepada setiap keberadaan dan kepada setiap eksistensi kehidupan. Romantisme kehidupan benarbenar dialami dan dirasakan sebagai keharuan dan kebahagiaan setiap saat yang penuh kasih sayang. Meditasi berperan sebagai sebuah metode ketika berfungsi untuk mengakses ke wilayahwilayah terdalam dari jiwa manusia. Meditasi mengantar seseorang untuk masuk ke kedalaman hidupnya, untuk mendapatkan nilai-nilai terbaik dirinya, potensi-potensi terbaiknya sebagai manusia dan kesadaran untuk mewujudkan semua itu sebagai sebuah kemampuan diri dalam membangun kehidupannya. Kedalaman meditasi akan membuka tabir-tabir yang menyelimuti tubuh kita dan menjadikan kita mengerti sumber-sumber energi yang mengontrol proses kesehatan, kesembuhan dan kekuatan hidup kita. So, siapapun bisa melakukan meditasi dan menikmati pesonanya; Kalau mau.(*)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 47

46

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Olahraga

Olahraga

Porseni III PJB


Ajang Silaturahmi Antar Unit dan Pembuktian Semangat Integritas
Service perdana kompetisi bola voli oleh Dirut PJB. Salah satu kontingen Porseni III PT PJB. Dirut PJB terjatuh saat pertandingan eksebisi sepak bola manajemen vs SP.

Pelepasan balon udara menandai dibukanya Porseni III PT PJB.

eriah. Itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan upacara pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke-III PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) di Cirata, Jumat, 16 Maret 2012. Selain tarian tradisional, Rampak Gendang, upacara pembukaan yang digelar di Lapangan Sepak Bola Unit Pembangkitan (UP) Cirata tersebut dimeriahkan penampilan Marching Band Binaan UP Cirata. Yang tidak kalah menarik, pembukaan Porseni ditandai dengan alat seni tradisional Jawa Barat, Angklung, yang dibunyikan secara bersamaan oleh Direksi PJB, Para General Manajer (GM Unit) dan Senior Manajer, serta seluruh undangan yang hadir, dilanjutkan dengan pelepasan balon dan pelepasan burung. Upacara pembukaan diawali barisan Marching Band yang mengantarkan delapan kontingen memasuki lapangan upacara. Mereka melintasi podium kehormatan, dan memberi hormat kepada inspektur upacara, Susanto Purnomo. Pada barisan terdepan kontingen PJB Kantor Pusat yang bergabung dengan UBJOM (PJB Kantor Pusat+UBJOM), disusul kemudian kontingen UP Gresik+UPHT, lalu kontingen UP Paiton, UP Brantas, PJB Services, UP Muara Tawar, UP Muara Karang+UPHB, dan terakhir kontingen UP Cirata+BPWC. Ketua Penitia pelaksana, Dedy Junaidi menjelaskan, Porseni antar unit di lingkungan PJB merupakan kegiatan rutin yang digelar dua tahun sekali. Porseni ke-I dilaksanakan tahun 2008, sedangkan Porseni ke-II diadakan tahun 2010. Porseni ke-III diperkirakan berlangsung selama 1 bulan sejak 20 Maret 2012, dengan pelaksanaan setiap hari Sabtu dan Minggu. Cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan antara lain:

Bola voli Futsal l Bulutangkis l Tenis meja l Tenis lapangan l Catur l Vocal group. Sementara itu Direktur Utama PJB, Susanto Purnomo, mengatakan bahwa Porseni yang digelar setiap dua tahun sekali itu dimaksudkan sebagai ajang menjunjung tinggi sportifitas dalam berkompetisi dan ajang pembuktian semangat integritas dengan harapan dapat dibawa dalam dunia kerja untuk menjadikan PJB sebagai perusahaan pembangkit kelas dunia. Selain itu, Porseni juga merupakan sarana silaturahmi antar unit guna mewujudkan kebersamaan. Melihat lapangan sepak bola yang cukup bagus, Susanto Purnomo minta supaya UP Cirata mempelopori turnamen sepak bola sebagai ajang untuk mencari bibit unggul yang dapat berprestasi di tingkat nasional. Bila perlu UP Cirata mempunyai klub sepak bola binaan. Saya kira lapangan ini cukup memadai untuk dijadikan sebagai tempat turnamen. Tahap awal mungkin turnamen tingkat kecamatan, lalu dikembangkan ke tingkat kabupaten, saran Susanto Purnomo. Pembangunan lapangan sepak bola UP Cirata tergolong fantastik. Hanya dalam waktu kurang dari dua minggu, lapangan yang berlokasi tidak jauh dari perkantoran UP Cirata itu mampu disulap menjadi lapangan bola yang representatif, lengkap dengan panggung kehormatan. Bersamaan itu UP Cirata juga berhasil menyelesaikan tiga buah lapangan bola voli outdoor yang bersebelahan dengan lapangan sepak bola.
l l

Semua dikerjakan warga setempat, yang dipimpin kepala desa. Lapangan sepak bola tersebut pertama dipergunakan oleh kesebalasan Manajemen PJB yang berhadapan dengan kesebelasan Serikat Pekerja (SP) PJB dalam pertandingan eksebisi yang digelar seusai pembukaan Porseni. Meski tidak muda lagi, mereka penuh semangat memainkan si kulit bundar, sampai-sampai Direktur Utama PJB, Susanto Purnomo, General Manajer UP Cirata, Heru Sri Widodo Sari sempat terjatuh. Susanto Purnomo yang menempati kanan luar, sebenarnya berhasil menggiring bola mendekati kotak pinalti. Namun saat hendak menendang bola ke gawang lawan, ia terpeleset dan terjatuh. Sementara Heru Sri Widodo Sari yang menempati poisi back, lengan kirinya lecet setelah terjatuh

saat hendak melewati pemain lawan. Pertandingan selama 2 x 10 menit akhirnya dimenangkan kesebelasan SP dengan skor 3-2. Usai pertandingan sepak bola eksebisi antara manajemen PJB dengan kesebelasan SP PJB, dilanjutkan dengan pertandingan bola voli antar unit, yang diikuti delapan tim putra-putri. Pertandingan berlangsung selama tiga hari, untuk menentukan finalis yang akan berlaga di PJB Kantor Pusat menjelang upacara penutupan Porseni III. Semangat mereka untuk menang terlihat jelas, tanpa meninggalkan sikap sportivitas. Dari delapan tim putra dan putri yang bertanding, keluar sebagai finalis di bagian putra adalah tim bola voli PJB Services dan UP Gresik, sedangkan di bagian putri adalah tim bola voli UP Paiton dan UP Gresik. (*)

48

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

49

CSR Lingkungan

Program Bank Sampah


PROGRAM CSR BANK SAMPAH PT PJB kini tengah memasuki tahap akhir. Program yang telah berlangsung sejak 08 Desember 2011 tersebut akan menentukan 5 terbaik dari 50 wilayah binaan program Bank Sampah yang akan diumumkan pertengahan Maret 2012 mendatang. Serangkaian proses monitoring dan

Masuki Tahap Akhir


evaluasi dilakukan melalui kegiatan kunjungan Tim CSR PJB ke beberapa wilayah binaan Program Bank Sampah.

CSR Lingkungan

menjalankan program bank sampah dengan baik, PJB juga akan memilih 5 wilayah terbaik. Mereka berhak mendapatkan reward sebagai stimulasi agar masyarakat lebih peduli lagi terhadap lingkungan. Ada lima kriteria yang menjadi fokus penilaian tim juri yaitu: l Kelengkapan susunan pengurus l Administrasi dan pembukuan yang jelas l Tingkat partisipasi masyarakat l Kelengkapan sarana seperti timbangan, karung, dsb. l Proses pemilahan sampah Dari hasil monitoring dan evaluasi, ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan, terutama terkait persoalan ketertiban administrasi dan membangun kesadaran warga. Namun secara keseluruhan Program Bank Sampah PT PJB ini mendapat apreasiasi positif dari masyarakat. Bahkan, warga berharap PT PJB bisa lebih
Para nasabah Bank Sampah tampak antri untuk memperoleh pelayanan

memperluas program ini tidak hanya sebatas 50 wilayah binaan. Muhammad Munir mengaku optimis program ini bisa berjalan dan berkembang dengan baik serta memberikan nilai manfaat bagi masyarakat. Dana Stimulan Tahap Dua Masih dalam rangkaian program Bank Sampah, sebanyak 50 perwakilan wilayah RW binaan mendapatkan dana stimulan tahap kedua dari PT PJB masing-masing sebesar Rp. 1.250.000, yang diberikan secara simbolis oleh

Manager CSR PT PJB, Sondang Onieke Leonora Simorangkir pada tanggal 14 Februari 2012. Sebelumnya, pada 10 Januari 2012 lalu, dana stimulan tahap pertama sebesar Rp.1.250.000 telah diserahkan oleh PJB kepada perwakilan wilayah binaan. Sehingga total dana stimulan yang diterima masing-masing wilayah binaan sebesar Rp. 2.500.000. Workshop Konsep Bank Sampah Salah satu agenda penting Program Bank Sampah adalah Workshop Konsep Bank Sampah

pada tanggal 2 Maret 2012, yang terselenggara atas kerjasama Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya dengan IGES (Institute for Global Environmental Strategies). Para narasumber yang dihadirkan di antaranya beberapa koordinator Bank Sampah, pakar statistik ITS Kresnayana Yahya, hingga wakil dari Kementerian Lingkungan Hidup, saling memaparkan rumusan konsep Bank Sampah Nasional. Hadir dalam acara tersebut, Senior Humas dan CSR PT PJB, Muhammad Munir yang hadir sebagai peninjau mewakili PT PJB salah satu perusahaan yang terlibat aktif dalam program Bank Sampah.(o)

DIKLAT Operasi & Pemeliharaan Pembangkitan 55 Peserta Magang di Unit-unit PT PJB


iklat Operasi dan Pemeliharaan Pembangkitan bagi 55 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Gresik, saat ini tengah memasuki tahap on the job training alias magang di unit pembangkitan PT PJB. Terhitung sejak 1 Februari 2012, para lulusan SMK tersebut langsung praktek di lapangan setelah selama dua minggu mendapatkan pelajaran di kelas. Sebelum diterjunkan langsung di lapangan, pada hari terakhir para peserta mendapatkan materi motivasi dari psikolog Universitas Airlangga di gedung Power Plant Academy. Materi motivasi tersebut sengaja diberikan untuk menyiapkan mental siswa sebelum menjalani pendidikan lapangan. Materi tersebut terbagi dalam sesi presentasi dan kerja kelompok yang melibatkan keaktifan para siwa. Dari hasil evaluasi, terlihat semangat dan daya serap yang cukup tinggi terhadap materi yang telah mereka terima.

CSR Pendidikan

Ke Wilayah Binaan

Monitoring

onitoring pertama dilakukan pada 7 Pebruari 2012 dengan mengambil sample tujuh wilayah binaan yang tersebar di Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Pusat, Surabaya Selatan dan Surabaya Utara. Sedangkan monitoring kedua dilakukan selama 4 hari pada 22 25 Pebruari 2012 dengan mengunjungi sebanyak 43 wilayah Program Bank Sampah binaan. Menurut Senior Manager Humas & CSR PT PJB Muhammad Munir, monitoring dilakukan dengan dua tujuan: Pertama, untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan program CSR Bank Sampah berjalan di wilayah binaan. Kedua, untuk melakukan
n

monitoring dan penilaian langsung di lapangan terhadap pelaksanaan program bank sampah di masingmasing wilayah binaan. Banyak hal yang didapat dari monitoring. Salah satu yang menarik adalah antusiasme dan kekompakan warga dalam program tersebut. Dari pantauan di lapangan, beberapa wilayah menunjukkan semangat dan kekompakan yang luar biasa. Bahkan, tim monitoring sempat dibuat haru kala melihat semangat guyub rukun warga di Bank Sampah Sumber Rezeki Dinoyo Tenun Keputran dan Bank Sampah Tembok Dukuh Gundih. Sebagai bentuk apresiasi terhadap wilayah binaan yang

PH Manajer SDM dan Administrasi UP Gresik, Gunawan menyatakan sangat terkesan dengan cepatnya para peserta menyerap ide-ide besar selama dua minggu mengikuti materi kelas. Gunawan berpesan agar para siswa menerapkan prinsip 3 As dalam bekerja, yakni kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas. Di lapangan prinsip kerja tiga As baru akan benar-benar teruji. Terus optimis dan lakukan hal baik. Dua tiga tahun ke depan, pasar kerja tenaga listrik menjanjikan, pesan Gunawan mengakhiri sambutannya. Diklat O&M ini dilakukan selama enam bulan dengan menggandeng Dinas Pendidikan Gresik, dimana para peserta akan lebih banyak praktek lapangan ke unit-unit PJB. Meski tidak secara otomatis menjadi bekerja di PJB, mereka akan diprioritaskan jika sewaktu-waktu PJB membutuhkan tenaga kerja bidang pembangkitan.(o)

Petugas Bank Sampah tengah melakukan penimbangan

50

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Suasana kelas Diklat O&M yang diikuti 55 peserta magang

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

51

CSR Ekonomi Sosial kursus membatik ke SMKN XI hingga selesai dan bersertifikat. Anang menjelaskan, saat ini telah ada empat angkatan yang mengikuti kursus membatik, yang masing-masing angkatan diikuti sekitar 20 orang dengan pendanaan disupport oleh perusahaanperusahaan di sekitar kawasan Ketintang melalui dana CSR-nya, yang salah satunya dari PT PJB. Yang membanggakan, kata Anang, mereka tidak hanya berhenti pada pelatihan, mereka juga beraktivitas membatik di rumahnya masing-masing. Saat ini sudah ada sekitar 6 pengrajin batik yang eksis berproduksi. Berjalannya atifitas membatik warga tidak lepas dari peran perusahaan yang telah ikut berpartisipasi sebagai bapak angkatnya. Salah satunya, PT PJB melalui partisipasinya dalam pelatihan dan keterampilan membatik, ungkap Anang. Hasilkan Motif Cinta dan Bulat Sementara itu, Siyanti Suyadi, warga Ketintang Baru VI/8 yang menjadi koordinator kegiatan menambahkan, sebenarnya ada empat jenis batik yang disiapkan dalam pelatihan yaitu batik tulis, batik cap, batik printing, dan batik celup ikat. Namun, dalam perjalanannya, yang potensial dan sudah dikerjakan adalah batik celup ikat yang memiliki keunggulan karena lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan jenis lainnya. Wanita yang akrab dipanggil Bu Yati ini mengaku bangga dengan antusiasme warga dalam hal membatik. Mereka tidak saja senang dengan aktivitas membatik, tetapi juga mampu menghasilkan batik dengan motif khas Ketintang yaitu motif waru atau hati yang kemudian diberi nama Batik Cinta. Selain motif

CSR Ekonomi Sosial hati, warga juga mampu membuat kreasi batik celup ikat motif bulatan. Motif ini dibuat dengan menggunakan bahan batu atau kelereng yang diikatkan pada kain sebelum dicelupkan ke pewarna. Saat ini, batik yang cukup diminati adalah batik celup ikat. Batik ini diminati karena dibuat dengan warna-warna yang terang khas dengan selera warna orang Surabaya. Warna biru muda, pink, orange, merah, dan cokelat muda menjadi warna favorit yang kerap mendapat pesanan. Per potong batik Ketintang berkisar antara Rp. 65.000 hingga Rp. 100.000. Kini kampung Ketintang yang dulu dikenal sebagai kampung pandai besi, perlahan berusaha tampil dengan image baru sebagai sentra kerajinan Batik Ketintang dengan khas motif cinta dan celup ikat.(o)

Batik Ketintang
'BINAAN PJB'

Hasilkan Ciri Khas Batik Cinta & Bulat Celup


PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) senantiasa mendorong upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program pelatihan dan keterampilan. Salah satunya di bidang ekonomi kreatif yaitu kepedulian terhadap pembinaan pengrajin Batik Ketintang yang ada di Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Surabaya.

Sugiyanto (57), Pengrajin Batik Celup Ikat Ketintang

Satu Hari Bisa Hasilkan 4 5 Pesanan Batik


Salah satu pengrajin batik ketintang yang kini masih eksis adalah Sugiyanto. Di rumahnya yang sederhana, ketua RT 05 RW 03 Ketintang itu mampu membuat batik celup minimal 4 - 5 dalam sehari.
Sugiyanto dan istri mengakui kalau pemesan lebih menyukai motif dengan warna terang seperti biru muda, orange, merah, kuning, dan cokelat muda. Biasanya, ia menjual per potongnya dengan harga antara Rp 65.000 hingga Rp. 100.000. Usaha batik jumput atau celup ikat dijalani Sugiyanto dan Isterinya usai mengikuti pelatihan batik pada bulan Juli 2011. Awalnya, ia banyak mendapat ejekan dari para warga. Sebab, pelatihan membatik itu kebanyakan pesertanya adalah ibu-ibu, namun Yanto tak begitu peduli. Dengan keyakinan penuh, ia pun ikut pelatihan membatik. Sugiyanto yang memang memiliki hobi seni sejak masih sekolah itu kemudian mampu mengembangkan sendiri seusai pelatihan. Awalnya, ia hanya coba-coba membuat satu dua batik celup ikat. Namun, di luar dugaan, batik celup ikat yang dijemur di depan rumahnya itu memikat pelanggan, yang kebanyakan masih warga sekitar. Satu per satu, Sugiyanto mulai mendapatkan pesanan. Mulanya, pesanan-pesanan itu ia kerjakan sendiri bersama isterinya. Namun, lantaran semakin banyak pesanan, Sugiyanto pun merekrut dua orang, warga sekitar untuk membantunya. Menurut Sugiyanto, ratarata pelanggan banyak tertarik karena motifnya yang khas. Ciri khas batik celup ikat punya kita itu ada pada gradasi warnanya, ada biasbias warna di sepanjang motifnya, terang Yanto. (o)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 53

Beberapa motif Batik Ketintang yang siap dikirim dan dipasarkan

ejalan dengan program pemerintah dalam pengembangan ekonomi kreatif, PT PJB menjadikan Kelurahan Ketintang yang tengah serius mengembangkan sentra kerajinan batik khas Surabaya, sebagai salah satu wilayah binaan dalam program Pelatihan dan Ketrampilan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Anang, yang merupakan penggerak gagasan bersama kampung Batik ini menuturkan
edisi 75, Maret 2012

latar belakang gagasan tersebut. Awalnya, pihaknya ingin agar kelurahan Ketintang ini memiliki brand image melalui program pemberdayaan masyarakat. Lalu, tercetuslah ide untuk membuat batik sebagai salah satu sentra kerajinan yang bisa dibanggakan. Dipilihnya batik sebagai salah satu sentra kerajinan cukup beralasan. Menurut Anang, kerajinan batik syarat akan manfaat, Selain melibatkan banyak orang, batik

juga memiliki prospek yang bagus setelah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia. Untuk mewujudkan gagasan itu, pihaknya kemudian mencari tutor untuk melatih warga sehingga memiliki keterampilan membatik. Anang bersyukur ternyata gagasan tersebut mendapat respon dari berbagai pihak. Salah satunya, PT PJB yang memberikan bantuan dana bagi kader PKK untuk mengikuti

Meski pelatihan membatik yang didapat sangat singkat, Sugiyanto mampu membuat karya batik jumputan yang memikat pelanggan. Sudah ratusan pelanggan dilayani. Bahkan, banyak warga yang justru belajar membuat batik jumputan ke rumah Sugiyanto.

eretan hasil karya batik jumputan dengan beberapa motif bulatan nampak berjejer di meja kecil berukuran 2 x 1 meter. Beberapa di antaranya diiletakkan atau nyampir di sebuah balok kayu. Itulah buah karya Sugiyanto, pengrajin batik Ketintang yang terkenal ulet dan gigih.

52

Info PJB

Keluarga tempat kerja dapat memberikan kesempatan memerah ASI selama waktu kerja serta menyediakan dana untuk mendukung ketersediaan fasilitas ruangan dan merangsang rahim atau involusi rahim. Pada ibu yang mengalami pendarahan, tahap tersebut terbukti cukup mampu mengurangi risiko pendarahan yang terjadi. tidak memiliki daya tahan tubuh sekuat seperti halnya bayi dengan ASI. Sehingga bayi dengan susu formula memiliki risiko lebih tinggi mudah terkena penyakit. Selanjutnya, bagi ibu bekerja, bayi dengan ASI tentunya akan memberikan banyak ketenangan karena tidak mudah sakit, sehingga ibu bisa meniti karier dengan baik. Sementara dalam jangka panjang, program laktasi bagi ibu mampu mengurangi risiko terkena kanker payudara. Ketakutan ibu bahwa pemberian ASI membuat bentuk payudara berubah, tidak beralasan. Karena sebenarnya bentuk payudara mulai berubah saat dalam proses kehamilan, bukan karena menyusui. Sebaliknya, dengan tidak menyusui, maka ibu memiliki risiko terkena kanker payudara. Proses laktasi juga dapat menjarangkan kelahiran. Dengan kata lain, menyusui bisa menjadi cara KB alami. Hisapan bayi efektif akan meningkatkan hormon oksitosin yang berfungsi selain untuk menekan keluarnya ASI, juga untuk kontraksi uterus atau rahim. Selain itu, bagi ibu yang anti gemuk, laktasi mampu memberikan solusi. Karena dengan menyusui, ibu menjadi cepat langsing tanpa harus menerapkan pola diet. Pasalnya, dalam satu liter ASI yang dikeluarkan sama dengan 700 kkal yang keluar dari tubuh. Hal tersebut sama dengan ibu melakukan joging dua jam. Di sisi lain, tentunya laktasi atau pemberian ASI banyak memberikan kelebihan pada bayi itu sendiri atau bagi ibu dan bayi. Salah satunya yakni mempererat ikatan kasih sayang atau bonding antara ibu dan bayi. ASI juga dapat dicerna bayi dengan lebih baik. ASI sendiri telah dirancang secara alamiah untuk sistem pencernaan bayi yang pada tahap usia pertumbuhan manusia, masih peka dan berkembang. ASI juga memiliki risiko alergi yang lebih rendah dan aman bagi bayi, mengandung lebih sedikit sodium dan protein maka akan lebih sedikit beban kerja pada ginjal bayi yang masih muda, lebih banyak penyerapan kalsium yang disebabkan oleh rendahnya kadar fosforus dalam ASI.(*/berbagai sumber)

Keluarga

POJOK LAKTASI PJB: Kepedulian Terhadap Keluarga


Sosialisasi Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kian dibudidayakan hingga merambah dunia kerja. Sejumlah perkantoran, termasuk PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) kini menyediakan pojok laktasi, sebagai tempat bagi karyawan perempuan untuk menyusui bayinya. Sehingga, karyawati yang memiliki bayi tetap mempunyai kesempatan memberikan ASI berkualitas bagi putra-putrinya.

Pojok Laktasi PT PJB Kantor Pusat

danya inisiatif untuk pendirian ruang laktasi didasari oleh Peraturan Bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Kesehatan Nomor 48/MEN. PP/XII/2008, Nomor PER 27/ MEN/XII/2008, dan Nomor 1177/MENKES/PB/XII/ 2008 yang berbunyi Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini melalui Surat Edaran Nomor: 444/571/436.6.3/2012 tentang Penyediaan Pojok Laktasi di Tempat Bekerja

dan Fasilitas Umum, minta supaya instansi pemerintah maupun swasta dan pengelola fasilitas umum menyediakan Ruang Laktasi dengan luas minimal 3 x 4 meter persegi. Secara medis, bayi direkomendasikan hanya mengkonsumsi ASI eksklusif tanpa makanan dan minuman lain sejak lahir hingga mencapai usia 6 bulan. Sekarang ini, karena kesibukan berkerja dan berbagai alasan lain, semakin banyak bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Hal itu menyebabkan tingginya angka gizi buruk dan kematian bayi. Menurut data di

Dinas Kesehatan Kota Surabaya, jumlah Balita yang mengalami gizi buruk di Kota Surabaya selama tahun 2011 adalah 1.027 Balita. Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Akademi Gizi Surabaya berupaya menumbuhkan kesadaran perusahaan/ pengelola tempat kerja akan pentingnya ASI bagi bayi, yang salah satu bentuknya adalah pemberian kesempatan bagi pekerja perempuan untuk menyusui. Caranya antara lain dengan mengizinkan ibu pulang ke rumah atau menyediakan tempat untuk menyusui bayi. Bila tidak memungkinkan, pengelola

Salah satu fasilitas yang ada di Pojok Laktasi peralatan yang dibutuhkan seperti kulkas atau lemari pendingin. Sehingga ASI yang sudah diperah bisa disimpan di kulkas kantor, dan ketika pulang, para ibu yang bekerja bisa memberikan ASI itu kepada anaknya. Dengan demikian, bayi tetap bisa memperoleh ASI eksklusif, meskipun ibunya bekerja di luar rumah. Manfaat Laktasi bagi Ibu dan Anak Pada dasarnya, proses laktasi atau menyusui adalah memberikan kebutuhan dasar bayi. Akan tetapi, proses laktasi tidak hanya memberikan peran besar pada bayi namun juga memberikan banyak manfaat bagi ibu. Pada saat ibu melahirkan dan langsung diteruskan dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), terdapat tahap penting di mana salah satunya yaitu bayi bergerakgerak di atas badan ibu. Gerakangerakan bayi tersebut dilakukan dengan tujuan merangsang perut ibunya. Gerakan bayi yang seperti menendang-nendang atau merontaronta di atas perut ibu tersebut Kemudian pada saat yang sama yaitu IMD, ibu yang kebanyakan harus diberikan jahitan secara otomatis akan teralih perhatiannya dari jarum jahit ke bayi yang menyusu. Pada kesempatan tersebut, perasaan bahagia sangat mungkin mengalihkan rasa sakit atau nyeri yang ditimbulkan karena proses menjahit akibat proses melahirkan. Selain itu, dalam jangka pendek, proses laktasi memberikan keuntungan dari segi ekonomi juga bagi ibu. Pemberian ASI tidak perlu mengeluarkan biaya apapun dibandingkan dengan memberikan bayi susu formula. Dalam hal ini, biaya yang dikeluarkan meliputi biaya perlengkapan dan penyimpanan susu formula, di samping membelikan susu formula yang kita ketahui memiliki harga mahal. Bukan hanya itu. Dengan memberikan ASI pada bayi selama enam bulan eksklusif dilanjutkan dua tahun, ibu juga menghemat biaya pengobatan yang dikeluarkan. Pasalnya, bayi dengan susu formula

54

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

55

DClass

DClass

Mencetak Pemimpin
Ada dua unsur manusia dalam suatu organisasi (baca : korporasi, salah satu bentuk organisasi). Pertama adalah sumber daya manusia. Kedua adalah pemimpin. Kedua unsur ini menjadi penentu utama keberlanjutan (sustainability) dan sukses suatu organisasi. Unsur yang pertama telah kita bahas didalam dclass sebelumnya. Pembeda organisasi ekselen dari organisasi lainnya terletak pada seberapa banyak prosentase KSATRIA didalam korporasi itu. Sekadar mengingatkan kembali, didalam organisasi ekselen jumlah ksatria adalah lebih dari 90 persen, sedangkan di organisasi berkinerja rata-rata hanya 65 persen. Setelah mengulas unsur pertama, kali ini kita akan bahas unsur yang kedua.
Oleh: Hartanto Wibowo

alah satu hal menarik dalam praktek manajemen dewasa ini adalah benchmarking. Secara sederhana benchmarking adalah belajar dari yang lebih baik (kalau bisa yang terbaik) untuk menjadi lebih baik. Benchmarking paling murah adalah membaca praktekpraktek terbaik (best practices) dari buku, jurnal, atau tulisan lain. Dalam soal kepemimpinan (leadership), berdasarkan benchmarking yang saya lakukan, dapat ditarik satu kesimpulan bahwa dibalik kisah sukses suatu organisasi -- dimanapun dan kapanpun -- , selalu ditandai dengan hadirnya pemimpinpemimpin yang hebat. Saya ingin mengingatkan bahwa kata yang digarisbawahi adalah pemimpinpemimpin (kata jamak), bukan pemimpin (kata tunggal). Mengapa ? Pakar kepemimpinan, John Maxwell mengatakan one is too small to achieve greatness! Tidak cukup hanya seorang untuk meraih sesuatu yang luar biasa. Didalam organisasi yang ekselen, tidak hanya ditandai dengan hadirnya seorang pemimpin yang hebat, tetapi juga ditandai dengan hadirnya sekelompok pemimpin (collective leaders) yang ada di setiap level organisasi tersebut. Saya jadi teringat kisah inspiring di Bank Mandiri yang merupakan penggabungan dari 4 bank Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).
56 Info PJB
n

Restrukturisasi bank tersebut sukses karena ada collective leaders. Robby Djohan di posisi CEO pada awal pendirian bank tersebut ditopang penuh oleh anak buahnya yang hadir sebagai pemimpin pada level dan bidang tugasnya masing-masing. Ada Agus Martowardoyo, Edwin Gerungan, Peter B. Stok, dan Sigit Pramono. Belakangan kita mengenali bahwa para pemimpin dibawah CEO tersebut, kemudian menjadi pemimpin tertinggi di tempat lain. Tugas organisasi untuk memproduksi pemimpin Best practices dalam soal kepemimpinan menunjukkan bahwa untuk menjadi ekselen organisasi harus mampu memproduksi calon-calon pemimpin sehingga selalu tersedia stok pemimpin. Produk terpenting organisasi bagi internal organisasi adalah mencetak pemimpin! Tidaklah mengherankan kalau kemudian perusahaan-perusahaan kelas dunia mempunyai program pengembangan pemimpin (leader development program). Sebagian organisasi memilih program pengembangan itu dengan mengirimkan calon-calon pemimpin ke lembaga pendidikan atau business school. Sebagian organisasi lain memilih yang taylor made melalui pengembangan corporate university. General Electric memilih corporate university dengan membangun GE Campus di Crottonville, USA. Disinilah calon

pemimpin GE dari seluruh dunia digembleng untuk menjadi pemimpin agar mampu menggerakkan roda bisnis GE. Seperti dikatakan oleh Jack Welch, GE Campus adalah salah satu elemen terpenting bagi kegemilangan prestasi bisnis GE. Di dalam negeri, kita mengenal model corporate university itu dikembangkan oleh ASTRA dengan kampus bernama Astra Management Development Institute (AMDI). Tugas pemimpin untuk menyiapkan kader Berbarengan dengan tugas organisasi untuk mencetak pemimpin melalui proses yang ter-sistem, maka tugas pemimpin adalah menjadikan anak-anak buahnya sebagai kader pemimpin (penerus) yang mumpuni untuk menjaga keberlanjutan (sustainability) dan sukses organisasi. Benchmarking ke Jack Welch, pemimpin harus mempunyai 4 (empat) elemen : v ENERGy : pemimpin harus mempunyai energi, kemauan, semangat atau pun kekuatan untuk maju dan mencapai sukses. v ENERGIZE : pemimpin harus mempunyai semangat untuk memberikan motivasi atau mendorong kepada bawahan atau pun tim untuk menjadi sukses. v EDGE : pemimpin harus mempunyai ketajaman, keberanian, dan ketegasan

mengambil keputusan. v EXECUTION : pemimpin harus mau dan mampu take action. Setelah 4 (empat) elemen itu, Jack Welch menambahkan 1 (satu) elemen terakhir : PASSION. Wrap four E in one P!. 4 Eleman harus dilakukan dengan sebuah passion (melakukan semuanya dengan kecintaan, kesenangan serta semangat), apapun yang dilakukan menjadi sesuatu yang dapat dinikmati dan bukan merupakan sebuah tugas atau beban yang memberatkan. 4 E dan 1 P di atas akan sangat dahsyat bila dipadukan dengan dengan ajaran kepemimpinan Ki Hajar Dewantoro : Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani. The best example of leadership is leadership by example. Contoh terbaik dari kepemimpinan adalah memimpin dengan memberi contoh.

Penutup PJB telah mempunyai embrio sebuah corporate university dalam bentuk Power Plant Academy. Saya yakin embrio itu akan dikelola dengan lebih serius sehingga Power Plant Academy itu menjadi elemen penting dalam menuju visi PJB menjadi kelas dunia. Hanya butuh sedikit saja bumbu yang perlu ditambahkan dalam akademi PJB itu. Tambahan bumbu pertama adalah kurikulum Power Plant Academy perlu diperkaya dengan pengembangan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan perilaku (attitude) dalam konteks pertumbuhan bisnis PJB (5G), disamping peningkatan produktivitas aset eksisting (5P). Persis seperti misi PJB : mencetak SDM yang technically competence, managerially skillful, dan commerically soundmind. Power Plant Academy semestinya bukan hanya etalase

jualan PJB dalam asset management. Tambahan bumbu kedua adalah konsistensi dan komitmen untuk menjadikan Power Plant Academy sebagai corporate university PJB. Kalau untuk menjadi SARJANA saja seseorang harus menyelesaikan seluruh kurikulum yang telah disusun dari semester kesatu sampai kedelapan, maka saya tidak membayangkan kalau pemimpinpemimpin di suatu organisasi tidak diciptakan dari suatu sistem pengembangan pemimpin. Maka mungkin seorang yang diangkat menjadi Supervisor adalah orang yang belajar menjadi Supervisor, mungkin juga seorang yang diangkat menjadi Manajer adalah orang yang baru belajar jadi Manajer, dan mungkin pula seorang yang diangkat dalam jabatan lain adalah orang yang baru belajar dalam jabatan itu. Tanpa sistem pengembangan pemimpin, maka sebuah organisasi akan mengalami keterbatasan atau bahkan kelangkaan stok pemimpin. Saya yakin, PJB mampu merampungkan tugas organisasi dan pemimpin PJB mampu memerankan tugas pemimpin, sehingga PJB akan menjadi organisasi yang mampu memproduksi pemimpin secara masif di setiap level kepemimpinan melalui proses pengembangan pemimpin (leader development), dan proses seleksi calon pemimpin (leaders selection). Semoga bermanfaat.
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 57

edisi 75, Maret 2012

Motivasi

Kesehatan Motivasi

SUKSES
di Tempat Kerja Baru
Mengatasi Gangguan
Banyak hal yang bisa menyebabkan nafas dan jantung berhenti mendadak. Bisa karena penyakit maupun kecelakaan. Gangguan henti nafas dan henti jantung bisa berakibat fatal kalau kita tidak tahu cara menolongnya. Diperlukan tindakan pertolongan pertama yang efesien dan efektif agar nyawa seseorang bisa terselamatkan.
indakan pertolongan pertama yang dilakukan untuk memulihkan kembali seseorang yang mengalami henti napas dan henti jantung itu disebut Bantuan Hidup Dasar (BHD). Dalam istilah Inggris disebut BacisLife Support. Bantuan Hidup Dasar inilah yang perlu dikuasai masyarakat awam karena bisa dilakukan sebelum korban sampai di rumah sakit. Paparan inilah yang disampaikan dr. Gresisce Manegeng ad.MT dan Wiyono ad.EMT dalam Media Klub Pustaka bertema Pertolongan Hidup Dasar Pada Korban Tidak Sadar (Dugaan Henti Nafas dan Henti Jantung) beberapa waktu lalu di lantai 6 kantor pusat PT PJB. Tema yang disampaikan dokter dari RS Siloam Hospital Internasional Surabaya ini tentu sangat relevan dengan resiko kerja yang dialami oleh karyawan PT PJB sebagai perusahan pembangkitan dengan load kerja yang cukup tinggi. Dr.Gresisce Manegeng mengatakan, henti nafas merupakan keadaan yang tidak dapat menghirup udara lagi, tidak dapat menghembuskan udara dan tidak terjadi pertukaran gas oksigen. Henti nafas sendiri dapat disebabkan atau terjadi karena: tenggelam, stroke, obstruksi jalan nafas, epiglositis, overdosis karena obat, tersengat listrik, infark miokard, tersambar petir, dan koma akibat berbagai macam kasus Sedangkan henti jantung merupakan keadaan tidak ada denyut jantung, tidak ada denyut nadi baik nadi leher maupun nadi lengan dan tidak ada aliran darah ke otak. Penyebab henti henti jantung sangat banyak antara lain: Penyakit paru-paru seperti radang paru, TBC, asma, dan bronchitis, Penyakit jantung seperti jantung koroner, jantung bawaan, dan penyakit jantung lainnya, Kecelakaan lalu lintas yang mengenai rongga dada. Penyakitpenyakit yang mengenai susunan saraf, serta Sumbatan jalan napas oleh benda asing misalnya tersedak. Dr. Gresisce Manegeng menambahkan bahwa ciri korban masih hidup itu ada dua yaitu ada nafas dan ada denyut nadi. Sedangkan tanda dan gejala pasien meninggal itu diam, tak bernafas, tidak ada denyut jantung, nadi tidak teraba, tangan dan kaki dingin, pucat serta kulit ada ke-biru-an. Pertolongan Pertama Menentukan Waktu sangat penting dalam melakukan bantuan hidup dasar pada korban yang mengalami henti nafas dan henti jantung. Otak dan jantung bila tidak mendapat oksigen lebih dari 8-10 menit akan mengalami kematian, sehingga korban tersebut dapat mati. Lantas apa yang harus

Rotasi atau promosi, merupakan suatu pertanda adanya dinamika organisasi, atau sebagai motivasi penguatan satuan kerja. Rotasi pekerjaan itu sejatinya merupakan bagian dari pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk meningkatkan kompetensi, motivasi, pengetahuan, pengalaman kerja dan produktivitas. Karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka rotasi mutlak harus dilakukan oleh sebuah organisasi atau perusahaan.
otasi dalam suatu organisasi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja. Prinsip rotasi adalah memindahkan karyawan kepada posisi yang tepat dan pekerjaan yang sesuai, agar semangat dan produktivitas kerjanya meningkat. Rotasi setidaknya memiliki tiga peranan penting dalam sistem penyelenggaraan kepegawaian yaitu kepentingan dinas, kepentingan pejabat yang bersangkutan, dan kepentingan konsumen. Bagi kedinasan, rotasi dapat dijadikan sebagai alat membina pegawai. Bagi pegawai, rotasi bermanfaat memperluas pengalaman dan kemampuan. Sementara bagi konsumen, rotasi akan mempercepat layanan. Manfaat lain dari mutasi diantaranya: R MENGATASI KEJENUHAN. Rutinitas kerja yang sama pada lokasi, posisi dan lingkungan kerja sama, acapkali menjadi penyebab timbulnya kejenuhan, sehingga bila tidak diatasi bisa menjadikan antiklimaks pada kinerja. Salah satu cara untuk menghilangkan rasa jenuh ini adalah dengan melakukan rotasi. Sehingga karyawan tergerak kembali untuk mengembalikan energi yang lama padam untuk mengerjakan hal-hal yang baru. R MENAMBAH WAWASAN & PENGALAMAN. Rotasi akan menambah wawasan, pengalaman dab keahlian karyawan. Mereka akan mendapatkan hal-hal baru dan penguasaan skill yang baru pula. Karyawan akan menjadi orang yang serba bisa dan mendapatkan pengalaman yang lebih banyak lagi. R MENINGKATKAN KERJASAMA. Karyawan sering hanya memikirkan divisinya, dan cenderung saling menyalahkan jika terjadi kekeliruan. Kerja sama antardivisi kadang sulit diterapkan. Dengan adanya rotasi, kesenjangan tersebut bisa diatasi. Antar divisi saling mempererat dan kerja samanya pun lebih mudah ditingkatkan. Dengan demikian kinerja individu dan perusahaan akan meningkat. R MELANCARKAN OPERASIONAL PERUSAHAAN. Jika terdapat suatu bidang pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh satu orang, sehingga ketidakhadirannya bisa mengganggu kinerja bidang lain yang terkait, Jika hal ini terus-terusan terjadi dan tidak ada solusi yang dilakukan perusahaan, tentu berpengaruh pada perkembangan perusahaan. Melalui program rotasi, hal itu bisa diatasi karena karyawan bisa menguasai pekerjaan yang bervariatif di setiap divisi. R MENGHINDARI STATUSQUO. Seorang karyawan yang telah duduk sangat lama disuatu posisi, maka akan muncul kecenderungan untuk mempertahankan statusquo karena merasa paling hebat di posisinya tersebut, Karena itu, rotasi menjadi solusi untuk mencegah munculnya statusquo pada suatu posisi tertentu. R MENGEMBANGAN POTENSI & PENINGKATAN KINERJA. Melalui rotasi, pimpinan unit kerja akan tahu keunggulan dan kelemahan kinerja pejabatnya. Dari evaluasi/penilaian atas keunggulan dan kelemahan ini, maka pimpinan dapat menempatkan stafnya dalam jabatan yang tepat. Dengan
58 Info PJB
n

Henti Nafas & Henti Jantung

demikian, produktivitas kerja yang bersangkutan akan maksimal pada jabatan barunya, dan pada gilirannya perusahaan akan mendapatkan manfaat berupa meningkatnya produksi. Meski menjadi suatu hal yang lazim terjadi di setiap organisasi perusahaan, namun masih banyak yang memahami rotasi dengan cara pandang yang negatif. Mereka merasa khawatir, cemas bahkan depresi manakala rotasi dilakukan. Padahal sikap yang demikian ini tidak hanya merugikan karyawan namun juga akan berdampak negatif bagi perusahaan. Nah, agar enjoy dalam menghadapi rotasi berikut beberapa tips yang dikutip dari www.tipsanda.com yang bisa dipakai untuk menuai sukses di pekerjaan baru. v GALI INFORMASI. Menghadapi pekerjaan baru, tentu membutuhkan penyesuaian. Karena itu, ada baiknya sebelum masuk ke tempat baru, cari informasi selengkap-lengkapnya tentang pekerjaan baru itu, mulai dari peraturan, kebiasaan, teman kerja, jam kerja, atasan, job description dan sebagainya sehingga cepat untuk beradaptasi. v BERSIKAP POSITIF. Sikapi rotasi dengan berpikir dan bersikap positif bahwa rotasi dilakukan tujuannya adalah untuk mengoptimalkan kinerja di perusahaan. Karena itu, ikuti seperti air mengalir sambil terus belajar untuk menjadi lebih baik. v BERSIKAP RENDAH HATI. Perhatikan setiap kemajuan kecil yang telah anda raih di tempat yang baru dengan sikap rendah diri. Jadikan kemajuan-kemajuan itu sebagai penyemangat untuk semakin maju dari pada menunggu sebuah lompatan yang besar tapi tidak pernah terlaksana. v ENJOy DENGAN TEMAN BARU. Sebaiknya jangan percaya pada gosip yang beredar di lingkungan baru. Biasakan diri untuk menjadi pribadi yang netral, tidak memihak pada salah satu kubu di lingkungan Anda. Hal ini memudahkan Anda untuk cepat diterima di lingkungan baru. v JADIKAN PRIBADI HANDAL. Bekerjalah sesuai aturan dan schedule yang telah ditetapkan. Tunjukkan keseriusan dan keterampilan anda semaksimal mungkin. v PEMBUKTIAN DIRI. Dimanapun kita bekerja akan selalu ada perputaran jabatan atau tanggung jawab di dalamnya. Rotasi yang diterapkan oleh perusahaan tujuan sejatinya adalah untuk meningkatkan produktifitas tiap karyawan. Diharapkan dengan adanya mutasi akan mampu me-refresh kembali semangat dalam bekerja. Karena biasanya apabila karyawan ditempatkan di bagian yang sama terus menerus maka akan timbul kejenuhan. Pada intinya rotasi adalah perubahan berkelanjutan. Anda tidak mungkin menjadi pribadi yang lebih baik bila hanya betah di zona aman. Bergerak dan melangkah dengan semangat untuk maju dan bertindak positif. (o/dari berbagai sumber)

dilakukan jika mendapati korban tidak sadar dan mengalami gangguan hentu nafas dan jantung? Dr. Gresisce Manegeng memberikan tips berikut ini: v Pastikan lingkungan aman: Lingkungan harus aman baik bagi penolong maupun bagi korban itu sendiri. v Pastikan kesadaran korban: Untuk memastikan kesadaran korban dapat dilakukan dengan menyentuh atau menggoyangkan bahu korban dengan lembut dan mantap, sambil memanggil namanya atau panggilan pak, buk, mas, mbak, dll. v Minta pertolongan: Bila diyakini korban tidak sadar atau tidak ada respon segera minta pertolongan dengan cara berteriak tolong, beritahu posisi dimana, pergunakan alat komunikasi yang ada, atau aktifkan bel/sistem emergency yang ada. v Cek Denyut Nadi: Cek denyut nadi korban melalui denyut nadi tangan dan nadi leher di sebelah kanan dan kiri leher korban. v Lakukan bantuan nafas: Ada dua macam pernapasan buatan yaitu pernapasan buatan dari mulut ke mulut dan pernapasan buatan dari mulut ke hidung v Pemijatan jantung. Jantung dapat dibuat seolah-olah berdenyut dengan menekan dada dari luar. Tindakan ini membuat tekanan dalam rongga dada menjadi sangat tinggi. Saat melepaskan tekanan pada dinding dada, rongga dada akan kembali ke bentuk semula karena elastis, dan terjadi penurunan tekanan dalam rongga dada. Untuk lebih memadukan paparan materi tersebut, Dr. Gresisce Manegeng ad.EMT dan Wiyono ad.EMT mengajak karyawan dan karyawati PT PJB yang hadir dalam acara Media Klub Pustaka, untuk mencoba mempraktekkan Pertolongan Pertama Bantuan Hidup Dasar dengan media sebuah patung di akhir acara.(o)
Menuju Perusahaan Kelas Dunia 59

edisi 75, Maret 2012

Info
NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. NAMA Bulan Januari 2012 Iwan Agung Firstantara Ompang Reski Hasibuan Agus Nurwahyudi Miftahul Jannah Rudy Hendra Prastowo Nurhadi Beton Karo Sekali Moh Anis Bambang Iswanto 6994984JA 6593044Z 6691012Z 6692065Z 6494991JA 6392920Z 6492031Z 6593043Z 6794990JA 6292004Z 7101001JA 5677135K3 6183011JA 5681095K3 5780037K3 5879025K3 5980039K3 5980009K3 6080036K3 6181047K3 6384314K3 7292129K3 7703004JA 7703006JA 7603019JA 6182030JA 6893179Z 5781010K3 6283068JA 5777083J 5983009JA GM Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur GM Unit Pembangkitan Brantas Manajer Pemeliharaan UBJOM Paiton GM Unit Pembangkitan Muara Karang GM Unit Pembangkitan Paiton Manajer Pemeliharaan UP Paiton Senior Manajer Perbekalan Senior Manajer Bahan Bakar Senior Manajer Bidang Pengadaan Senior Officer I Engineering Estimate / Owner Estimate Manajer Pengembangan Akuntansi Senior Manajer Pelatihan & Pengembangan SDM Manajer SDM & Administrasi Supervisor Senior Technology Owner UP Muara Karang Supervisor Senior Rendal Operasi PLTGU Blok II UP Muara Karang Supervisor Senior Rendal Operasi PLTGU Blok I UP Muara Karang Supervisor Senior Produksi PLTU 45 A UP Muara Karang Supervisor Senior Bahan Bakar UP Muara Karang Supervisor Senior Pemeliharaan Kontrol & Instrumen PLTU 4-5 UP Muara Karang Supervisor Senior Pemeliharan Listrik PLTU 4-5 UP Muara Karang Supervisor Senior Rendal Operasi PLTU 4-5 UP Muara Karang Supervisor Senior Outage Management UP Muara Karang Manajer Kinerja Pembangkitan (Pjs) Manajer Pelatihan (Pjs) Manajer Pemeliharaan (Pjs) UBJOM Pacitan Senior Manajer Administrasi SDM (Pjs) Senior Manajer Bidang Humas & CSR (Pjs) GM UBJOM PLTU Indramayu (Pjs) Analyst Pengendalian & Perbekalan Subdit Perbekalan Analyst RDM dan Bidding Subdit ME Analyst Lingkungan Subdit LK3 NID JABATAN LAMA

Mutasi Jabatan
JABATAN BARU GM Unit Pembangkitan Gresik GM Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur GM Unit Pembangkitan Brantas Vice President Enjiniring GM Unit Pembangkitan Muara Karang GM Unit Pembangkitan Paiton GM Unit Pembangkitan Muara Tawar Senior Manajer Perbekalan Senior Manajer Bahan Bakar Senior Manajer Bidang Pengadaan Senior Manajer Akuntansi (Pjs) Senior Manajer Perencanaan SDM & Fasilitas Senior Manajer Pelatihan & Pengembangan SDM (Pjs) Senior Engineer II Pemeliharaan UP Muara Karang Senior Engineer II Operasi UP Muara Karang Senior Specialist II LK3 UP Muara Karang Senior Specialist II LK3 UP Muara Karang Senior Engineer II Operasi UP Muara Karang Senior Engineer II Pemeliharaan UP Muara Karang Senior Engineer II Pemeliharaan UP Muara Karang Senior Engineer II Operasi UP Muara Karang Senior Engineer II Pemeliharaan UP Muara Karang Manajer Kinerja Pembangkitan Manajer Pelatihan Manajer Pemeliharaan UBJOM Pacitan Senior Manajer Administrasi SDM Senior Manajer Bidang Humas & CSR GM UBJOM PLTU Indramayu Senior Specialist II Pengendalian & Perbekalan Subdit Perbekalan Senior Specialist II RDM dan Bidding Subdit ME Tugas Karya PT PJB Services

10. Gede Yudharma 11. Efin Febriantoro R. 12. Mudjiono 13. Mariyadi 14. Eduard Tampubolon 15. B. Suhartono T 16. Sariyatno 17. Nursal 18. Poniman 19. Kasmiran 20. Bakti Prapdanu 21. Amiruddin 22. Riyu Rindani Riandini 23. Barid Anna Sophia 24. Rudi Jauhar Musyafa 25. Junaidi Abdi 26. Ustria Pamudji 27. Muhammad Munir 28. Bambang Suyoto Bulan Pebruari 2012 1. 2. 3. Tejo Sunaryo Sis Purwantoro Supriyono Bin Karsa

Karyawan Purna tugas


NO. Bulan Januari 2012 1. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Rista Bintarawita Megasari Saptono Sri Hastuti Budiono IDG Sudirawan Triyono Aminullah Assagaf Ragil Kusaeri Sri Wigunadi Haryanto Widodo Samsu Sugiarto Hari Santjojo Lukisan Budiono Bambang Tjahjono Parlan Muri Agus Biyantoro Bambang Sutrisno 8408115JA 5681415K3 5675095K3 5674090K3 5676118K3 5682205JA 5678003F 5679122K3 5677241K3 5684006JA 5682115JA 5678159JA 5682188JA 5679027K3 5682134JA 5677059J 5679084K3 5682052JA Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur Unit Pembangkitan Cirata Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Barat Unit Pembangkitan Cirata Unit Pembangkitan Muara Karang Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur Kantor Pusat Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Barat Kantor Pusat Kantor Pusat Unit Pembangkitan Brantas Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur Unit Pembangkitan Brantas Unit Pembangkitan Muara Karang Unit Pembangkitan Brantas Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Timur Unit Pelayanan Pemeliharaan Wilayah Barat Unit Pembangkitan Gresik Bulan Pebruari 2012 NAMA NID UNIT KERJA

Bulan Maret 2012

60

Info PJB

edisi 75, Maret 2012

Menuju Perusahaan Kelas Dunia

61