Anda di halaman 1dari 10

Dampak Negatif Pertambangan Dan Penggunaan Batubara

Dampak yang ditimbulkan dari proses penambangan dan pemanfaatan batubara secara umum, yang mencakup resiko dalam penambanganya dan dampak kesehatan serta dampak lingkungan.

Oleh : Zainal Arifin N (DBD 107 070) Andri Ertanto (DBD 107 000) Anton Dwei Gustian (DBD 107 000)

Debu Batubara Dan Dampak Terhadap Lingkungan Dan Kesehatan


Tidak dapat di pungkiri bahwa batubara adalah salah satu bahan tambang yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Indonesia adalah salah satu negara penghasil batubara terbesar no.2 setelah Australia (www.wikipedia.com) hingga tahun 2008. Total sumber daya batubara yang dimiliki Indonesia mencapai 104.940 Milyar Ton dengan total cadangan sebesar 21.13 Milyar Ton. Hal ini memberikan efek yang negatif maupun positif. Hal positifnya adalah bertambahnya devisa negara dari kegiatan penambanganya, sedangkan dampak negatifnya adalah kerusakan ligngkungan dan masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh proses penambangan dan penggunaannya.

Batubara dan produk buangannya, berupa abu ringan, abu berat, dan kerak sisa pembakaran, mengandung berbagai logam berat; seperti arsenik, timbal, merkuri, nikel, vanadium, berilium, kadmium, barium, cromium, tembaga, molibdenum, seng, selenium, dan radium, yang sangat berbahaya jika dibuang di lingkungan. Batubara juga mengandung uranium dalam konsentrasi rendah, torium, dan isotop radioaktif yang terbentuk secara alami yang jika dibuang akan mengakibatkan kontaminasi radioaktif. Meskipun senyawa-senyawa ini terkandung dalam konsentrasi rendah, namun akan memberi dampak signifikan jika dibung ke lingkungan dalam jumlah yang besar. Emisi merkuri ke lingkungan terkonsentrasi karena terus menerus berpindah melalui rantai makann dan dikonversi menjadi metilmerkuri, yang merupakan senyawa berbahaya dan membahayakan manusia. Terutama ketika mengkonsumsi ikan dari air yang terkontaminasi merkuri.
Kali ini kami akan mencoba mengupas mengenai dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan penambangan dan pemanfaatan dari batubara. Bila berbicara mengenai dampak negatif dari batubara pasti kita langsung mengacu pada gas yang di timbulkan oleh kegiatan penambangnya, tidak lama ini ledakan terjadi di tambang dalam sawah lunto, yang disebabkan oleh munculnya gas yang timbul dari proses penambangan. Namun dari semua hal itu masih banyak lagi tentang dampak negatif mengenai batubara. Dampak pada kesehatan manusia: November 1, 2010 1. Debu yang mengandung mineral dengan arsen, timah hitam, logam berat lainnya, senyawa organik,dsb. 2. Emisi gas pada pembakaran batubara (CO, CO2, SO2, NO2 dan senyawa organik, dsb.) 3. Air limbah yang bersangkutan dengan pertambangan dan air lindi (? leachates) pada penimbunan batubara.

Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Palangkaraya

Gas Batubara

gas batubara, gas campuran-terutama hidrogen, metana, dan karbon monoksida terbentuk dari penyulingan destruktif (yaitu, pemanas di tanpa udara) dari batubara bitumen dan digunakan sebagai bahan bakar. Kadang-kadang uap ditambahkan untuk bereaksi dengan kokas panas, sehingga meningkatkan hasil gas. Batubara tar dan kokas diperoleh sebagai produk sampingan.

November 1, 2010

atubara mayoritas tersusun dari karbon (C), dan komponen kecil lainnya seperti belerang (S), oksigen (O) dan hidrogen (H). Reaksi antara batubara dan udara akan menghasilkan karbon dioksida (merupakan komponen utama gas rumah kaca) dan air pada kondisi pembakaran sempurna, bersama dengan belerang, terutama belerang dioksida SO2 dan berbagai macam nitrogen oksida lainnya (NOx). Karena hidrogen dan nitrogen merupakan komponen penyusun udara, hidrida dan nitrida dari karbon dan belerang juga diproduksi selama pembakaran batubara. Ini juga termasuk hidrogen sianida (HCN), belerang nitrat (SNO3) and berbagai senyawa beracun lainnya.

Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Palangkaraya

Lebih jauh lagi, hujan asam dapat terjadi ketika belerang dioksida yang diproduksi dari pembakaran batubara, bereaksi dengan oksigen membentuk belerang trioksida (SO3). Senyawa ini kemudian bereaksi dengan molekul air (H2O) di atmosfer menjadi asam sulfat (H2SO4). Asam sulfat dikembalikan lagi ke tanah dalam bentuk hujan asam. Bentuk lain dari hujan asam juga terjadi akibat emisi karbon dioksida dari pembakaran batubara adalah asam karbonat (H2CO3). Ketika di atmosfer, molekul karbon dioksida bereaksi dengan molekul air untuk menghasilkan asam karbonat. Senyawa ini jatuh kembali ke tanah sebagai senyawa yang korosif. Salah satu permasalahan lain dari pembakaran batubara adalah sulitnya dicapai pembakaran sempurna. Pada pembakaran sempurna dapat diproduksi gas karbon monoksida (CO) yang sangat membahayakan kesehatan. Senyawa ini memiliki afinitas penyerapan dipara-paru lebih tinggi dibandingkan oksigen (O2) sehingga mengganggu pernafasan. Keracunan karbon monoksida diindikasikan oleh sakit kepala, vertigo, flu, dan pada tingkat yang lebih tinggi dapat meracuni sistem saraf pusat dan hati, bahkan menyebabkan kematian. Karbon monoksida juga sangat membahayakan janin jika dihirup oleh ibu hamil. Pada tingkat rendah sampai kronis bisa menyebabkan depresi, pusing dan kehilangan ingatan. Karbon monoksida mengakibatkan dampak lebih lanjut ketika berikatan dengan hemoglobin dalam darah dalam bentuk karbohemoglobin (HbCO). Senyawa ini mencegah pengikatan oksigen ke dalam darah, sehingga mengurangi kapasitas transport oksigen darah, yang selanjutnya menyebabkan hipoksia (kekurangan oksigen) yang mengganggu proses pencernaan dan penyerapan makanan di dalam tubuh. Karbohemoglobin bisa dihilangkan dari hemoglobin, namun memerlukan proses yang p sulit dan lama karena komplek-HbCO cukup stabil.
Sumber : http://www.sasak.org/univ-ks/79-lingkungan/1611-dampak-lingkungan-penggunaan-batubara-sebagaibahan-bakar-pengomprongan-tembakau-virginia.html

November 1, 2010

Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Palangkaraya

Debu Batubara

Debu batubara adalah material batubara yang terbentuk bubuk (powder),yang berasal dari hancuran batubara ketika terjadi pemrosesannya(breaking, blending, transporting, and weathering). Debu batubara yang dapat meledak adalah apabila debu itu terambangkan di udara sekitarnya. Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa debu batubara akan terbentuk dalam jumlah yang cukup banyak kalau operasi penambangan dilakukan dalam proses yang kering. Sebaliknya jika dilakukan penambangan dengan sistem penyiraman air yang cukup, debu yang terbentuk akan terendapkan pada lantai kerja.

November 1, 2010

Peristiwa ledakan debu batubara pada tambang batubara bawah tanah dapat terjadi jika ada tiga syarat berikut terpenuhi, yakni:
o o

Ada debu batubara yang beterbangan (awan debu batubara). Ada sambaran bunga api.

Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Palangkaraya

Ada oksigen.

Konsentrasi debu batubara yang dapat meledak tergantung:


o o o

Kandungan zat terbang (volatile matter). Ukuran partikel (particle size). Kandungan air (water content).

Debu batubara ukuran partikelnya antara 20 40 mesh, tidak dapat meledak dengan sendirinya, debu batubara dengan partikel sampai 200 mesh akan sangat mudah meledak. Sifat mekanik ledakan Ledakan debu batubara menimbulkan tekanan udara yang sangat tinggi disertai dengan nyala api. Setelah itu akan diikuti dengan kepulan asap yang berwarna hitam. Ledakan merambat pada lobang turbulensi udara akan semakin dahsyat dan dapat menimbulkan kerusakan yang fatal. Tekanan dan kecepatan ledakan Tekanan udara yang terjadi akan bervariasi tergantung pada karakteristik dan jumlah debu batubaranya. Tekanan itu biasanya ada antara 2 4 kg/cm2. Pada ledakan yang sangat kuat (high explosive), kecepatan ledakan dapat mencapai 1000 m/detik (jauh lebih tinggi dari kecepatan suara). Kecepatan rambatan sulutan (deflagration) Kecepatan rambatan sulutan api akan semakin tinggi menuju ke lobang udara keluar, dimana pada titik ini kandungan gas methan dan debu batubara sangat rendah. Temperatur ledakan Ledakan debu batubara akan menyebabkan naiknya temperatur pada area ledakan, antara 1500 19000C. Tetapi temperatur pada kasus ledakan sedang dan rendah hanya akan berkisar antara 1200 13000C. Pada temperature ini terjadi pembakaran tidak sempurna dan hilangnya panas oleh serapan daerah sekitar ledakan. November 1, 2010 Daerah sulutan Biasanya bila daerah yang dapat tersulut mencapai 6 mengandung gas methan atau debu batubara. Reaksi ledakan 7 kali luas daerah asalnya, selama daerah itu

Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Palangkaraya

Ledakan batubara akan menyebabkan udara di sekitarnya menjadi dingin dan kadar oksigennya berkurang drastis. Setelah itu udara akan kembali mengalir dan mengisi ruang rendah oksigen tadi (udara balik). Jika di sana masih tersisa awan debu batubara akan terjadi ledakan ulangan. Jalaran ledakan Bila akumulasi debu batubara yang tertahan dalam terowongan tambang bawah tanah mengalami suatu getaran hebat, yang diakibatkan oleh berbagai hal, seperti gerakan roda-roda mesin, tiupan angin dari kompresor dan sejenisnya, sehingga debu batubara itu terangkat ke udara (beterbangan) dan kemudian membentuk awan debu batubara dalam kondisi batas ledak (explosive limit) dan ketika itu ada sulutan api, maka akan terjadi ledakan yang diiringi oleh kebakaran. Jika pada proses pertama itu terjadi ledakan disertai kebakaran, sisa debu batubara yang masih tertambat di atas lantai atau pada langit-langit dan dinding terowongan akan tertiup dan terangkat pula ke udara, lalu debu itu pun akan meledak. Demikianlah seterusnya, bahwa dalam tambang itu akan terjadi ledakan beruntun sampai habis semua debu batubara terakar. Ledakan itu akan menyambar ke mana-mana, sehingga dapat menjalari seluruh lokasi dalam tambang itu dan menimbulkan kerusakan yang sangat dahsyat. Penyakit dari debu batubara Menurut ilmu kesehatan, penyakit yang akan ditimbulkan oleh debu batubara adalah Antrakosis. Antrakosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh debu batubara. Penyakit ini biasanya dijumpai pada pekerja-pekerja tambang batubara atau pada pekerja-pekerja yang banyak melibatkan penggunaan batubara, seperti pengumpa batubara pada tanur besi, lokomotif (stoker) dan juga pada kapal laut bertenaga batubara, serta pekerja boiler pada pusat Listrik Tenaga Uap berbahan bakar batubara.

November 1, 2010

Masa inkubasi penyakit ini antara 2 4 tahun. Seperti halnya penyakit silicosis* dan juga penyakitpenyakit pneumokonisosi* lainnya, penyakit antrakosis juga ditandai dengan adanya rasa sesak napas. Karena pada debu batubara terkadang juga terdapat debu silikat maka penyakit antrakosis juga sering disertai dengan penyakit silicosis. Bila hal ini terjadi maka penyakitnya disebut silikoantrakosis. Penyakit antrakosis ada tiga macam, yaitu penyakit antrakosis murni, penyakit silikoantraksosis dan penyakit tuberkolosilikoantrakosis.

Penyakit antrakosis murni disebabkan debu batubara. Penyakit ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjadi berat, dan relatif tidak begitu berbahaya. Penyakit antrakosis menjadi berat bila disertai dengan komplikasi atau emphysema yang memungkinkan terjadinya kematian. Kalau terjadi emphysema maka antrakosis murni lebih berat daripada silikoantraksosis yang relatif jarang diikuti oleh emphysema. Sebenarnya antara antrakosis murni dan silikoantraksosi sulit dibedakan, kecuali dari

Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Palangkaraya

sumber penyebabnya. Sedangkan paenyakit tuberkolosilikoantrakosis lebih mudah dibedakan dengan kedua penyakit antrakosis lainnya. Perbedaan ini mudah dilihat dari fototorak yang menunjukkan kelainan pada paru-paru akibat adanya debu batubara dan debu silikat, serta juga adanya baksil tuberculosis yang menyerang paru-paru. Maka berhati-hatilah kepada para pekerja pertambangan, untuk menguranginya anda bisa memakai masker yang sudah di desain dan di sesuaikan dengan keadaan.

Sumber:

http://teknikpertambangan.wordpress.com/2009/12/01/ledakan-debu-batubara/ http://indraagusrahman.blogspot.com/2009/05/black-swan.html

November 1, 2010

Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Palangkaraya

Air limbah Batubara

Air limbah Batubara di Muara Enim

Bahaya lain dari pertambangan batu bara adlaah air buangan tambang berupa luput dan tanah hasil pencucian yang diakibatkan dari proses pencucian batubara yang lebih popular disebut Sludge. Saat ini banyak analis pertambangn yang tidak mamu mengekspose secara detail tentang bahaya air cucuian batubara. Limbah cucian batu bara yang ditampung dalam bak penampung sangat berbahaya karena mengandung logam-logam beracun yang jauh lebih berbahaya disbanding proses pemurnian pertambangan emas yang mengunakan sianida (CN). Proses pencucian dilakukan untuk menjadi batubara lebih bersih dan murni sehingga memiliki nilai jual tinggi. Proses ini dilakukan karena pada saat dilakukan eksploitasi biasanya batubara bercampur tanah dan batuan. Agar lebih mudah dan murah, dibuatlah bak penampung untuk pencucian. Kolam penampung itu berisi air cucian yang bercampur lupur. LSM lingkungan JATAM menyebutnya dana beracun yang berisi miliaran gallon limbah cair batubara Sluge mengandung bahan kimia karsinogenik yang digunakan dalam pemrosessan batubara yang logam berat berancun yang terkandung di batubara seperti arsenic, merkuri, kromium, boron, selenium dan nikel. Dibandingkan tailing dari limbah luput pertambangan emas, unsure berancun dari logam berat yang ada limbah pertambangan batubara jauh lebih berbahaya. Sayangnya sampai sekarang tidak ada publikasi atau informasi dari perusahan pertambangan terhadap bahaya sluge kepada masyarakat di sekitar pertambangan. Unsur beranu menyebabkan penyakit kulit, gangguan pencernaan, paru dan penyakit kanker otak. Air sungai tempat buangan limbah digunakan masyarkat secara terus menerus. Gejala penyakit itu biasa akan tampka setelah bahan beracun terakumulasi dalam tubuh manusia. Beberapa perusahaan tambang di Kalimantan Timur ditengarai tridak melakukan pengelolaan water treatmen terhadap limbah buangan tambang dan juga tanpa penggunaan bahan penjernih

November 1, 2010

Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Palangkaraya

Aluminum Clorida, Tawar dan kapur. Akibatnya limbang buann tambang menyebabkan sungai sarana pembuagan limbah cair berwarna keruh. Alangkah bijaknya jika perusahaan pertambangan batubara tetap memperhatikankualitas limbah tambangnyha dengan membuat water treatment dan pengunaan bahan penjernih air hingga limbah buangan aman bagi masyarakat dan lingkungan.
Sumber :

http://psdk.wordpress.com/2009/04/06/bahaya-limbah-cair-pertambangan-batubara/

November 1, 2010

Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Palangkaraya