Anda di halaman 1dari 26

GENERATOR & EXCITER

1. GENERATOR 1.1. Prinsip Kerja Komponen Utama Generator.


Generator adalah mesin pembangkit listrik yang prinsipnya merubah energi mekanik menjadi energi listrik. Komponen utama pada generator adalah terdiri dari stator dan rotor. Pada umumnya stator terdiri dari penghantar / kumparan tempat terbentuknya GGL Induksi sedang kan rotor merupakan kutub magnit.

1.2. Prinsip GGL Induksi


Sesuai hukum Faraday bahwa apabila suatu penghantar digerak-gerakkan dalam medan magnit maka penghantar tersebut timbul GGL (Gaya Gerak Listrik) induksi atau dapat menghasilkan listrik, yang besarnya GGL induksi tersebut adalah : d e=- N dt

Volt

N = Jumlah Penghantar = Fluxi /medan magnet t = Persatuan waktu

Gambar 1.1. Prinsip GGL Induksi

Dari prinsip tersebut pada gambar diatas digunakan sebagai dasar generator pembangkit listrik. Sehingga syarat terjadinya GGL induksi adalah harus adanya : Medan magnit. Penghantar. Gerakan Relatif

maka besar kecilnya GGL tergantung ketiga unsur diatas. Adapun prinsip pada mesin listrik / generator yang dapat membangkitkan listrik, seperti gambar berikut :

Gambar 1.2 Prinsip Arus Bolak-balik yang dibangkitkan Pada Gambar diatas menunjukkan sebuah gulungan penghantar diputar didalam media medan magnit pada satu putaran (360), menghasilkan GGL induksi arus bolak-balik satu periode. Gelombang arus bolak-balik tersebut biasa disebut gelombang Sinusoida. Sehingga apabila penghantar tersebut diputar oleh turbin dengan putaran 3000 rpm atau sama dengan putaran tiap detik 50 putaran, maka gelombang arus bolak-balik yang dihasilkan adalah juga sebanyak 50 periode atau dikatakan dengan frekwensi 50 Hz.

1.3.

Generator 1 (satu) Pasang Kutub.

V
+

DC

1 (satu) Putaran Rotor ! (satu) gelombang sinusuida 1 Hz. Jika frekuensi 50 Hz. 50 putaran / detik 3000 putaran / menit. (RPM).

1.4. Generator 2 (dua) Pasang Kutub.

- DC

1 (satu) Putaran Rotor 2 (dua) gelombang sinusuida 2 Hz. Jika frekuensi 50 Hz. 25 putaran / detik 1500 putaran / menit (RPM).

Jika dibuat percobaan di atas dengan jumlah kutub yang lain, maka : 3 pasang kutub : 4 pasang kutub : 5 pasang kutub : 6 pasang kutub : Dan seterusnya. frekuensi 50 Hz frekuensi 50 Hz frekuensi 50 Hz frekuensi 50 Hz 1000 RPM. 750 RPM. 600 RPM 500 RPM. RPM x P 60 P = Jumlah pasang F = kutub.

Pada umumnya mesin pembangkit listrik diputar adalah kemagnitan atau rotor sebagai magnit dan kumparan penghantar ditempatkan di bagian stator. Adapun konstruksi secara prinsip sebagai berikut :

N S

N S

N S

Gambar 1.3. Kontruksi Prinsip Alternator

1.5. Stator

Gambar 1.4. Kontruksi Stator

Stator pada alternator merupakan gulungan kawat penghantar yang disusun sedemikian rupa dan ditempatkan pada alur-alur inti besi. Pada penghantar tersebut adalah tempat terbentuknya GGL induksi yang diakibatkan dari medan magnit putar dari rotor yang memotong kumparan penghantar stator. Kumparan yang ditempatkan pada alur-alur tersebut dibagi menjadi 3 (tiga) grup, sehingga menjadi keluaran 3 phasa, dan biasanya disambung sistem bintang (Y). Inti besi stator terdiri dari laminasi-laminasi plat besi yang satu dan lainnya terisolasi dengan vernis atau kertas isolasi (implegnated paper). Tujuan dari laminasi-laminasi tersebut adalah untuk mengurangi besarnya arus pusar (Eddy Current), karena arus pusar ini dapat menimbulkan panas pada inti stator dan akhirnya dapat merusak isolasi kumparan penghantar. Kumparan penghantar yang bertegangan tersebut harus terisolasi dengan baik. Bahan isolasi tersebut biasanya dari fibreglass atau pita mica.

Disela-sela penghantar dan pada inti stator terdapat lubang-lubang (rongga) untuk sirkulasi bahan pendingin, atau seperti pada gambar potongan berikut :

Gambar 1.5. Konstruksi Potongan Stator dengan Sistem Sirkulasi Pendingin

1.3. Rotor

Rotor pada generator merupakan bagian untuk menempatkan kumparan medan magnit excitasi. Kumparan medan magnit disusun pada alur-alur inti besi rotor, sehingga apabila pada kumparan tersebut dialirkan arus searah (DC) maka akan membentuk kutub-kutub magnit Utara dan Selatan.

Gambar 2.6. Kontruksi Rotor Generator Untuk mesin-mesin pembangkit listrik yang biasa untuk putaran tinggi seperti pembangkit termal, kutub magnitnya berbentuk silindris atau seperti pada gambar diatas. Adapun jumlah kutub magnitnya untuk mesin dengan putaran tinggi biasanya sebanyak 2 (dua) buah kutub magnit atau 4 (empat) buah kutub magnit. Seperti kita ketahui bahwa untuk membuat kutub magnit pada rotor tersebut adalah dengan sistem elektromagnit, yaitu dengan mengalirkan arus searah pada kumparan. Untuk memberikan arus listrik tersebut atau dengan istilah eksitasi ke rotor dapat melalui media Slip Ring atau langsung lewat poros dari mesin eksitasi dengan sistem penyearah.

Akibat dari arus eksitasi atau penguatan medan magnit tersebut pada rotor dapat menimbulkan adanya arus pusar (eddy current), maka rotor tersebut perlu didinginkan. Untuk mendinginkan rotor generator cukup dengan mengalirkan udara dingin atau media hitrogen melewati saluran atau rongga-rongga pada sisi kumparan dan intinya secara bersama-sama dengan pendinginan pada bagian stator.

Agar sirkulasi media pendingin ke rongga-rongga rotor dan stator dapat bersikulasi, maka pada rotor generator dipasang baling-baling sebagai blower, atau seperti pada gambar berikut :

Gambar 1.7. Kontruksi Rotor Komplet Dengan Blower

2. EXCITER

2.1. Prinsip Dasar Exciter.

AVR

EXCITER GENERATOR
Pada Generator dengan kapasitas besar, diperlukan arus yang besar untuk kumparan Statornya, sehingga diperlukan AVR dengan kapasitas suplai Arus yang besar pula. Padahal AVR terdiri dari komponen electronik yang kemampuan arusnya kecil. Karenanya dibuat sebuah generator kecil agar suplai arus AVR yang kecil menghasilkan arus yang besar pada generator kecil tersebut. Generator kecil tersebut beserta Diode Putar untuk menyearahkan arusnya agar menjadi DC disebut dengan Exciter. Exciter mempunyai prinsip kerja seperti generator, tetapi konstruksinya berbeda. Pada AVR Rotornya adalah kumparan yang menghasilkan GGL, sedangkan Statornya adalah berupa batangan besi yang diberi lilitan, agar menjadi magnet bila diberi arus DC. Penguatan medan atau disebut eksitasi adalah pemberian arus listrik untuk membuat kutub magnit pada generator. Dengan mengatur besar kecil arus listrik tersebut, kita dapat mengatur besar tegangan out put generator atau dapat juga mengatur besar daya reaktif yang diinginkan pada generator yang sedang paralel dengan sistem jaringan besar (infinite bus). Ada beberapa jenis sistem yaitu : Sistem Excitasi Statik. Sistem Excitasi Dinamik

2.2. Excitasi Statik.


Sistem Eksitasi Statik adalah sistem eksitasi generator tersebut disuplai dari eksiter yang bukan mesin bergerak, yaitu dari sistem penyearah yang sumbernya disuplai dari output generator itu sendiri atau sumber lain dengan melalui transformator. Secara prinsip dapat digambarkan sebagai berikut :

10

Gambar 1.8. Diagram Prinsip Sistem Excitasi Statik Seperti pada gambar diatas dapat kita lihat bahwa suplai daya listrik untuk excitasi mengambil dari output generator melalui excitation transformer, kemudian disearahkan melalui power rectifier dan disalurkan ke rotor generator untuk excitasi atau penguat medan dengan melalui sikat arang. Untuk pengaturan besaran tegangan output generator diatur melalui DC regulator dan AC regulator, sehingga besarnya arus excitasi dapat diatur sesuai kebutuhan. Kemudian apabila generator tersebut pada waktu start awal belum mengeluarkan tegangan, maka untuk suplai arus excitasi biasanya diambil dari baterai. Adapun yang dimaksud dengan Sistem Excitasi Dinamik adalah sistem excitasi yang sumber suplai arus excitasi diambil dari mesin yang bergerak, dan mesin yang bergerak tersebut disebut Exciter. Biasanya exciter tersebut sebagai tenaga penggeraknya dipasang satu poros dengan generator.

11

Seperti kita ketahui bahwa untuk arus excitasi adalah arus searah, maka sebagai exciternya adalah mesin arus searah (generator DC) atau dapat juga dengan mesin arus bolak-balik (generator AC) kemudian disearahkan dengan rectifier. Prinsip sistem excitasi dengan menggunakan exciter generator arus searah adalah digambarkan sebagai berikut :

Gambar 1.9. Diagram Prinsip Sistem Excitasi Dinamik dengan Exciter Generator DC Seperti pada gambar diatas, bahwa sistem excitasi dengan menggunakan exciter generator DC untuk menyalurkan arus excitasi generator utama dengan media sikat arang dan slip ring.serta output arus searah dari generator exciter melalui sikat arang.Ditinjau dari segi pemeliharaan sistem ini kurang efektif, sehingga mulai dikembangkan dengan sistem excitasi tanpa sikat atau disebut Brushless Excitation

12

2.3. Brushless Excitation.


Brushless Excitation adalah sistem excitasi tanpa sikat, yang maksudnya adalah pada sistem tersebut untuk menyalurkan arus eksitasi ke rotor generator utama, maupun untuk eksitasi eksiter tanpa melalui media sikat arang. Adapun diagram prinsip kerjanya adalah sebagai berikut :

Gambar 1.10a

Gambar 1.10b

Gambar 1.10c Gambar 1.10. Diagram Sistem Eksitasi Tanpa Sikat (Brushless Excitation) Pada gambar 1.10 a,b, dan c diatas dapat kita lihat bahwa untuk excitasi generator disuplai dari generator AC exciter dengan melalui penyearah (rectifier wheel) yang terpasang pada poros, sehingga arus excitasi langsung terhubung dengan rotor generator. Kemudian untuk excitasi exciter disuplai dari Pilot Exciter dengan kemagnitan tetap atau biasa disebut PMG (Permanent Magnet Generator). Output dari pilot exciter tersebut adalah arus bolak balik 3 phasa, kemudian dengan melalui penyearah pada regulator arus eksitasi eksiter diatur besar kecilnya, sehingga dengan mengatur excitasi exciter, maka tegangan output generator utama akan mengalami perubahan secara langsung.

13

POLA OPERASI GENERATOR

If

R adj

Ra

Xs

Vdc

Field Coil

Ea

3. 3. OPERASIAN GENERATOR

3.1. Karakteristik Beban Nol.

Ea

If

If

14

Ea = V = Ra = Xs = If = =

Tegangan Induksi yang dibangkitkan Tegangan terminal Tahanan dalam Jangkar / Angker Reaktansi Sinkron ( Xa + X ) Arus Eksitasi Fluksi (Medan Magnit)

3.2. Karakteristik Beban R,L dan C.

Dalam keadaan Generator berbeban akan mengalir Arus jangkar (Ia) dan tegangan Ea tidak sama dengan V kondisi ini depengaruhi oleh jenis beban yang mempunyai power faktor berbeda dan besar Arus jangkar (Ia)

If

R adj

Ra

Xs

Ia

Field Coil

Ea

V BEBAN

15

PERUBAHAN TEGANGAN AKIBAT PEMBEBANAN YANG BERBEDA POWER FAKTOR AKAN MENGAKIBATKAN TEGANGAN GENERATOR BERUBAH, MAKA KARAKTERISTIK TEGANGAN V TERHADAP ARUS JANGKAR I , DIGAMBARKAN SBB :

FAKTOR KERJA MENDAHULUI (LEADING)

FAKTOR KERJA = 1

FAKTOR KERJA TERTINGGAL (LAGGING)

Ia

f KARAKTERISTIK GENERATOR TERHADAP BEBAN DAYA AKTIF DAN DAYA REAKTIF Beban daya aktif (P)
f1

n1

P 1

P ( MW )

P 1

16

Beban daya reaktif (Q)


Vt

V1

Q
KAPASITIF

Q1

Q (MVAR)
INDUKTIF

3.3. Karakteristik Beban R,L dan C.


Amp.

Rated Current

If Amp.

Apabila If dinaikkan, maka Arus generator akan naik. Semakin besar Arus If semakin besar pula Arus Generator. Pada harga tertantu, kenaikan Arus If dan Arus Generator tidak linier lagi. Pada harga maksimum, Arus generator tidak mau naik lagi walaupun Arus If terus dinaikkan.

3.4. Operasi Paralel Generator.

17

Persyaratan Paralel Generator :


Tegangan sama antara running dan incoming. Frekwensi sama. Sudut phase gelombang arus bolak-balik sama

Urutan phase sama.

Seperti kita ketahui bahwa generator sinkron (alternator) bila dibebani akan memberikan sifat yang berbeda, tergantung jenis beban, misalnya beban resistif, induktif dan kapasitif atau kombinasi dari jenis-jenis beban tersebut. Tetapi apabila generator kita hubungkan dengan sistem jaringan yang kapasitasnya sangat besar (Infinite Bus), maka dengan mengatur putaran (n) dan arus eksitasi ( If ) tidak mempengaruhi kondisi tegangan atau frekuensi jaringan sistem tersebut. Pada kondisi tersebut pengaturan putaran adalah hanya mengatur pembebanan daya aktif dan pengaturan arus eksitasi hanyalah mengatur aliran daya reaktif atau faktor daya generator tersebut. Pada kondisi tersebut bila tegangan output (V) generator kita ubah-ubah dengan perubahan penguatan, maka tegangan tidak berubah atau tidak terpengaruh. Jika generator dengan arus eksitasi diperkuat (over-excited), maka berarti mencatu arus tertinggal ke sistem (lagging), yang berarti mesin dapat dipandang sebagai menarik arus mendahului dari sistem atau istilah lain mengirim MVAR ke sistem. Demikian pula jika arus eksitasi diperlemah atau dikurangi maka generator dipandang mencatu arus mendahului sistem atau dipandang sebagai menarik arus tertinggal dari sistem. Generator yang diperlemah arus eksitasinya berarti menarik daya reaktif (MVAR) dari sistem. Untuk memperlihatkan gambaran hubungan besaran arus jangkar ( I ) dan arus

18

eksitasi ( If ) pada suatu beban ( P ) tertentu adalah merupakan kurva yang berbentuk huruf V, maka biasa dikatakan V curve .

Pada kurva tersebut memperlihatkan bila arus eksitasi ( If ) diperkuat maka berada pada daerah lagging dan power faktor semakin rendah dan arus jangkar ( I ) semakin besar. Demikian sebaliknya bila arus eksitasi diperlemah maka berada pada daerah leading dan power faktor semakin rendah serta arus jangkar semakin besar. Dalam pengoperasian generator, kita tidak dapat sembarangan mengatur arus eksitasi dan daya pada generator, namun harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan dengan batasan-batasan tertentu oleh pabrik pembuat mesin tersebut. Batasan-batasan pengoperasian generator digambarkan dalam bentuk kurva, yaitu biasa dikatakan Kurva Kapabilitas (Capability Curve). Kurva kapabilitas secara umum dapat digambarkan sebagai berikut :

19

Kurva kapabilitas (Capability Curve)

Garis batas tengah menggambarkan daerah operasi daya aktif ( P/ MW ) pada eksitasi normal dan power faktor (cos = 1). Kemudian garis vertikal sebelah kiri menggambarkan daerah batasan generator beroperasi dengan daya reaktif (MVAR) tertentu.

Demikian sebaliknya bila arus eksitasi dikurangi (diperlemah) maka akan timbul daya reaktif pada posisi leading dan berada pada daerah under excitation. Daerah batas antara AB - BC - CD merupakan daerah batas operasi generator sesuai petunjuk yang disyaratkan dari pabrik, dari kurva tersebut dibagi dalam 3 bagian batasan yaitu : 1. A - B limited). 2. B - C limited). adalah daerah dengan pembatasan panas rotor (rotor heating adalah daerah dengan pembatasan panas stator (stator heating

3. C - D adalah daerah dengan pembatasan panas ujung inti (core end heating limited).

20

4. PEMELIHARAAN GENERATOR. 4.1. Tujuan Pemeliharaan.


Tujuan pemeliharaan adalah untuk mencegah terjadinya gangguan pada saat unit beroperasi, sehingga tidak mengakibatkan kerusakan yang lebih besar / fatal dan peralatan tersebut mempunyai masa pakai yang lebih lama, menghasilkan unjuk kerja yang lebih baik serta tingkat keselamatan lebih terjamin. Kerusakan terbesar pada mesin listrik berputar terutama pada mesin induksi disebabkan oleh kerusakan isolasi winding stator.

Kerusakan Isolasi winding biasanya disebabkan oleh :

Environmental Stresses Thermal Stresses

Thermal Stresses Mechanical Stresses

Overheating yang terjadi pada winding dan berlangsung lama, menyebabkan stress pada winding & isolasi kawat menjadi rapuh, dan lama kelamaan isolasi akan retak. Jika gejala ini disertai dengan timbulnya PD (Partial discharge), maka proses penuaan isolasi akan semakin cepat

21

Mechanical Stresses: Winding yang tidak divarnish dengan baik, connection point, blocking coil, adalah merupakan titik paling lemah terhadap pengaruh luar, seperti mechanical vibration dan magnetic vibration. Environmental Stresses: Kontaminasi : udara lembab, debu, karbon, minyak atau bahan kimia lain, yang terkumpul dipermukaan isolasi, adalah merupakan partikel konduktive yang dapat menghantar listrik. Karena adanya beda potensial antara winding dengan ground, maka partikel tsb, akan berfungsi sebagai media hantaran untuk menghantar arus listrik dari winding ke ground, karena sifat kotoran yang demikian maka pada tempat2 penumpukan kotoran akan terbentuk jalur hantaran listrik (electrical tracking).

Seperti kita ketahui bahwa pelaksanaan pemeliharaan terdapat beberapa klasifikasi, diantaranya pemeliharaan yang biasa dilakukan secara rutin adalah pemeliharaan jenis preventif. Pada umumnya pemeliharaan komponen generator di unit pembangkit termal dilakukan dalam 2 katagori, yaitu : Pemeliharaan yang bersifat Rutin. Pemeliharaan yang bersifat Periodik.

4.2. Pemeliharaan Rutin.


Pemeriksaan yang bersifat rutin ialah pemeliharaan yang dilakukan secara berulang dengan periode waktu harian, mingguan dan bulanan dengan kondisi sedang beroperasi, yaitu meliputi : Pemeriksaan temperatur belitan stator, bearing, air pendingin, dan sebagainya dilakukan setiap hari.

22

Pemeriksaan kebocoran pendingin minyak (khusus generator dengan pendingin hidrogen) dalam sekali sebulan. Pemeriksaan vibrasi sekali sebulan. Pemeriksaan tekanan hidrogen, seal oil pump. Pemeriksaan fuse rotating rectifier (Brushless excitation) atau pemeriksaan sikat arang (Static Excitation / DC Dinamic Excitation).

Pada dasamya penggantian sikat arang dapat dilakukan pada keadaan mesin beroperasi, karena pada mesin-mesin yang besar biasanya sikat arang dipasang tidak hanya satu tetapi ada beberapa pasan; dengan cara paralel. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penggantian pada kondisi beroperasi, yaitu : Terjadinya sengatan tistrik atau terbakar. Terjadi kontak dengan peralatan yang berputar. Lokasi tempat kerja harus bersih, penerangan yang cukup dan diberi batas. Petugas pelaksana harus berpakaian rapi tidak sobek dan pakaian lengan pendek. Semua piranti kerja harus terisolasi dan tidak dapat jatuh pada saat kerja. Beri catatan (tagging) pada panel kontrol bahwa sedang dilaksanakan pekerjaan penggantian sikat arang. Sebelum sikat arang lepas dari rumah sikat arang periksa dan yakinkan bahwa sikat arang yang lain mengontak dengan baik terhadap komutator slip ring. Cek tekanan sikat arang, tidak boleh terlalu lemah atau terlalu keras.

Bila tekanan kurang baik akan mengakibatkan : Kontak kurang baik. Bergetar. Timbul bunga api. Sikat arang cepat aus.

4.3. Pemeliharaan Periodik.


Pemeriksaan yang bersifat periodik ialah pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan lama operasi dari generator, yang diklasifikasikan : Pemeriksaan sederhana, setiap 8.000 jam. Pemeriksaan sedang, setiap 16.000 jam. Pemeriksaan serius, setiap 32. 000 jam.

23

Pemeriksaan periodik kegiatan yang dilakukan meliputi pembongkaran (disassembly), pemeriksaan (inspection) dan pengujian (testing). Kegiatan pemeriksaan tersebut tidak harus semua komponen dilakukan sama, melainkan tergantung dari klasifikasi pemeriksaan periodiknya. Pemeriksaan sederhana dan sedang, komponen yang diperiksa tidak seluruhnya melainkan sebagian saja. Tetapi pemeriksaan serius, kegiatan-kegiatan seperti tersebut diatas dilakukan secara menyeluruh terhadap generator dan alat bantunya. Adapun jenis-jenis kegiatan yang dilakukan dalam Pemeriksaan Serius, meliputi : - Pembukaan Penutup (Housing Cover) - Pelepasan LP Turbin dan Generator - Pelepasan Generator dan Eksiter - Pembukaan Bracket Atas dan Bantalan - Pembukaan Gland Seal dan Seal Ring - Pembukaan Daun Blower - Penurunan Bracket Bawah - Pengeluaran Rotor - Pemeriksaan Rotor - Pemeriksaan Coil Stator, Pasak dan Inti - Pencucian Semua Komponen - Pemasukan Rotor dan Perakitan Bracket Bawah - Perakitan Gland Seal - Perakitan Daun Blower - Pemeriksaan Lead Box - Pengujian Kebocoran Pendingin Gas - Perakitan Bracket Atas - Pemeriksaan dan Perakitan Eksiter - Pelurusan LP Turbin dan Eksiter - Pelurusan dan Swing Check : Generator dan Exciter - Pengaliran Minyak Bantalan - Pengaliran Minyak Perapat - Pemeriksaan Terakhir - Uji Kebocoran Total Generator - Perakitan Bantalan Atas - Penyelesaian Semua Perakitan - Pengecekan dan Penyetelan Sistem Pengaturan Minyak Perapat - Pengecekan dan Penyetelan Sistem Pengaturan Gas H2 - Pengecekan dan Penyetelan Sistem Cadangan (Back-up System) Hal-hal yang perlu diperiksa bagian Rotor Generator, meliputi : Periksa kebersihan dan perubahan bentuk kumparan serta kerusakan dan penggeseran dari blok isolasinya. Periksa kekendoran beban penyeimbang (balance weight). Cek ujung komponen dibawah cincin penahan. Periksa kelonggaran rakitan penghantar radial.

24

Periksa komponen-komponen rotor, seperti cincin penahan, pasok blower, dan journal poros (komponen tersebut disarankan diperiksa dengan ultra sonic test atau dye penetrant test untuk mengetahui keretakkan material-material tersebut). Teliti kelonggaran dari tiap-tiap baut dan plat alas. Kerusakkan dan keausan dari journal rotor dan kopling, diteliti, pasak-pasak rotor dan beban penyeimbangan diperiksa kelonggarannya. Perapat penekan dan cincin perapat harus diperiksa celahnya, kerusakan perubahan bentuk. Cincin perapat harus diperiksa kelancaran geraknya. Tiap labyrinth harus diperiksa kerusakkannya dan keadaan celahnya. Periksa keausan bahan bantalan. Ukur tahanan isolasi kumparan.

Pemeriksaan Stator Generator, meliputi : Belitan stator diperiksa tentang kemungkinan terjadinya kontaminasi, kerusakan, retak, pemanasan lebih dan keausan. Pasak stator diperiksa kemungkinan terjadinya pergeseran (kedudukan) dari ujung pasak dan pengganjal dibawah pasak, serta kelonggaran dari pasak-pasak kumparan stator. Penyangga ujung kumparan diperiksa, khususnya kelonggaran dari baut pengikatnya. Penjarak isolasi (insulation spacer) diperiksa kemungkinan merapatnya jarak isolasi, kelonggaran dan keausan dari kain polyster, segmen penyangga kumparan, tali pengikat dan panahan ujung kumparan. Cincin phasa, diperiksa kerusakan / perubahan bentuknya. Gulungan di dalam alur (slot) diteliti kelonggarannya dari terminal. Ujung penghantar utama (main lead), diperiksa kerusakan dari porselin bushing dan permukaan sambungan serta kondisi bagian dalam kotak saluran dan netralnya. Pemeriksaan keadaan inti, yang meliputi kerapatan dan laminasi-laminasi, tandatanda kerusakan mekanis, tanda-tanda pemanasan setempat dan keadaan susunan pengikat inti. Periksa permukaan kumparan, pemukaan inti besi, benda-benda asing serta kebocoran minyak dan air. Cek pendeteksi temperatur inti stator (RTD), bila perlu ditest. Periksa klem kawat pentanahan dan bagian-bagiannya.

4.4. Pemeliharaan Exciter.


Kegiatan-kegiatan dalam pemeriksaan exciter tergantung pada jenis sistem excitasi yang digunakan untuk penguatan generator. Jenis-jenis excitasi generator :

25

Excitasi Tanpa Sikat (Brushless Excitation). Excitasi dengan Generator DC Excitasi Statik.

4.4.1. Sistem Excitasi Tanpa Sikat (Brushless Excitation). Komponen-komponen yang perlu diperiksa pada sistem Eksitasi Tanpa Sikat (Brushless excitartion), meliputi : Periksa dioda penyearah putar (rotating diode rectifier), dari kotoran atau bekas terjadi pemanasan lebih dan kerusakan. Periksa zekering, diganti bila ada yang putus. Cek baut-baut terminal. Lakukan pengukuran tahanan isolasi. Periksa penghantar fleksibel dioda dari kerusakan dan kelonggaran. Bersihkan seluruh kumparan-kumparan dari kotoran.

4.4.2. Sistem Excitasi dengan Generator DC. Komponen-komponen yang perlu diperiksa pada sistem Eksitasi dengan Generator DC, meliputi : - Periksa keadaan komutator, apakah ada yang cacat atau permukaan tidak rata. - Periksa keadaan sikat arang dan tekanannya. - Cek baut-baut pengikat. - Ukur tahanan isolasi kumparan rotor dan stator generator DC. - Tes pendeteksi temperatur (RTD). - Cek sikat arang dan slipring pada sambungan ke eksitasi. 4.4.3. Sistem Excitasi Statik. Komponen-komponen yang perlu diperiksa pada Sistem Eksitasi Statik, meliputi : - Periksa sikat arang dan tekanannya. - Periksa baut-baut terminal dari sikat arang. - Periksa kekotoran pada dudukan sikat arang. - Periksa slipring, apakah ada permukaan yang cacat dan cek kebersihhan permukaannya. - Periksa sistem penyearah (Rectifier). - Ukur tahanan isolasi transformator dari rectifier. - Periksa baut-baut terminal apakah ada bekas pemanasan lebih.

26