Anda di halaman 1dari 22

A.

Bentuk dan Sumber Energi


Energi adalah sesuatu yang dibutuhkan
oleh benda agar benda dapat melakukan
usaha.

Lima bentuk utama energi yaitu :
1. energi mekanik,
2. energi kalor,
3. energi kimia,
4. energi elektromagnetik (listrik, magnet, dan
cahaya),
5. dan energi nuklir.
Peristiwa perubahan energi
disebut konversi energi.
Alat pelaku konversi energi
disebut konverter energi.
Misalnya pada bola lampu
listrik, energi listrik diubah
menjadi energi cahaya dan
energi kalor.
Sumber energi :
1. energi matahari,
2. energi fosil,
3. energi angin,
4. energi air,
5. energi gelombang,
6. energi panas bumi, dan
7. energi nuklir.
Sumber energi dibagi lagi
atas dua :
1. sumber energi tak
terbaharui
seperti energi fosil
dan energi nuklir fisi.
2. sumber energi terbaharui
seperti energi matahari,
energi angin, energi air,
dan energi gelombang.
B. ENERGI KINETIK
1. Pengertian
Secara kualitatif, energi kinetik adalah
energi yang dimiliki benda karena geraknya
(atau kecepatannya).Anak panah yang
lepas dari busurnya memiliki energi kinetik
sehingga anak panah dapat melakukan
usaha, yaitu menancap pada target. Nama
energi kinetik diperkenalkan pertama kali
oleh Lord Kelvin, fisikawan Inggris.Kata
kinetic berasal dari kata Yunani yang
berarti gerak.
2. Rumus Energi Kinetik
Energi kinetik bergantung pada massa
dan kelajuan benda.Mari kita turunkan
rumus energi kinetik secara kuantitatif.
Perhatikan sebuah benda bermassa m yang
diam pada permukaan licin (tanpa
gesekan).Ketika gaya konstan F diberikan
selama benda menempuh jarak x (lihat
Gambar 1), benda akan bergerak dengan
percepatan tetap a sampai mencapai
kecepatan akhir v. Usaha yang dilakukan
pada benda W = F x seluruhnya diubah
menjadi energi kinetik benda pada keadaan
akhir.Jadi, EK = W atau EK = F x
POSISI AWAL
POSISI AKHIR
F
V
X
V0 = 0
Gambar 1 Sebuah benda yang
bergerak dengan kecepatan (v)
tertentu
Gunakan persamaan kecepatan dari
GLBB :
v = v0 + at
v = 0 + at sebab v0 = 0
at = v (*)
Gunakan persamaan perpindahan dari
GLBB :
x = v0 t + at
2

x = 0 + (at)t
x = vt (**)

Energi kinetik EK dapat ditulis
dengan
EK = F x
EK = (ma)(1/2 vt)
EK = mv (at)
EK = m v v
EK = mv
2
Persamaan
5
Jadi, energi kinetik (EK)
sebanding dengan massa benda
m dan kuadrat kecepatannya
(v
2
).Jika massa diduakalikan,
maka energi kinetik meningkat 2
kali lipat.Akan tetapi, jika
kecepatan diduakalikan, maka
energi kinetik meningkat 4 kali
lipat.
3. Teorema Usaha- Energi Kinetik
Mari kita tinjau sebuah benda
bermassa m yang sedang
bergerak pada suatu garis lurus
mendatar dengan kelajuan awal
.Sebuah gaya konstan F yang
searah dengan arah gerak benda
dikerjakan pada benda.Benda
berpindah sejauh x dan
kelajuannya menjadi (lihat
Gambar 2)
1 V
2 V
POSISI AWAL POSISI AKHIR
F
V2
X
V1
Gambar 2 Sebuah benda bermassa m yang sedang
bergerak pada lintasan lurus mendatar dengan kelajuan
awal v1 menerima gaya konstan F yang searah dengan
arah gerak benda menyebabkan benda berpindah
sejauh x dengan kelajuan v2.
Gaya konstan F akan mempercepat
benda sesuai dengan Hukum II
Newton, F = ma.Jika kita kalikan kedua
ruas persamaan ini dengan
perpindahan x maka ruas kiri akan
tampil usaha yang dilakukan gaya pada
benda.
Fx = m (ax) Persamaan
6
Hasil kali berkaitan dengan kecepatan awal v1 dan kecepatan akhir v2
sesuai persamaan GLBB
v
2
= v0
2
+ 2a x
v
2
v0
2
= 2a x sebab v0 = v1 dan v= v2
v2
2
v1
2
= 2a x









x
v v
A =
|
|
.
|

\
|

a
2
2
1
2
2
Persamaan 6 dapat kita tulis sebagai
|
|
.
|

\
|

= A
2
2
1
2
2
v v
m x F
v v
m m x
2
1
2
2
2
1
2
1
= A F
Kita telah mendefinisikan kuantitas
mv
2
sebagai energi kinetik benda (EK),
sehingga persamaan di atas dapat kita
tulis sebagai
F x = EK2 - EK1
F x = Wres (usaha total oleh gaya
resultan)
EK2 = EKak (energi kinetik pada posisi
akhir); dan
EK1= EKaw (energi kinetik pada posisi
awal)
Sehingga persamaan di atas dapat kita
tulis
Wres = EK = EKak Ekaw

Persamaan 7
Persamaan 7 dapat kita nyatakan
dengan pernyataan berikut : Usaha
yang dilakukan oleh gaya resultan
yang bekerja pada suatu benda
sama dengan perubahan energi
kinetik yang dialami benda itu, yaitu
energi kinetik akhir dikurang energi
kinetik awal.Pernyataan di atas
dikenal dengan sebutan teorema
usaha-energi kinetik.
Perhatikan, F dalam Persamaan
6 adalah gaya resultan yang
bekerja pada benda.Jadi,
persamaan itu hanya berlaku
jika Wres adalah usaha total
yang dilakukan oleh setiap gaya
yang bekerja pada benda
(termasuk gaya berat).

Persamaan 7 menyatakan bahwa jika
usaha positif Wres bekerja pada suatu
benda, energi kinetik bertambah
sejumlah Wres.Sebaliknya, jika usaha
negatif, yaitu benda melakukan usaha
W, energi kinetik benda berkurang
sejumlah Wres.
Gaya dorong yang searah
perpindahan menghasilkan usaha
positif, sehingga energi kinetik benda
akan bertambah sebesar usaha yang
dilakukan oleh gaya
dorong.Sebaliknya, gaya pengereman
yang berlawanan arah dengan
perpindahan menghasilkan usaha
negatif, sehingga energi kinetik benda
berkurang sebesar usaha yang
dilakukan oleh gaya pengereman ini.