Anda di halaman 1dari 28

PEMASANGAN WSD

MUHAMMAD AZRI AZMI YAHAYA 030.08.283

IDENTITAS
Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan Suku Agama : Tn. B : 36 tahun : Laki-laki : Jl. Permata :: Jawa : Islam

ANAMNESIS
ANAMNESIS Anamnesis tidak dapat dilakukan karena pasien dipasang ET

PEMERIKSAAN FISIK
KU TD Nadi RR Suhu Kepala ) Leher : Tampak sakit berat, CM : 115/100 mmHg : 114 kali per menit : 30 kali per menit : 36,7C : konj. Anemis (+/+), sklera ikterik (-/: kelenjar tiroid ttb

PEMERIKSAAN FISIK
Thorax : Inspeksi : pengembangan paru simetris, ketinggalan gerak (/-), retraksi (+) Palpasi : pengembangan paru simetris, taktil fremitus kanan menurun Perkusi : sonor (-/+) Auskultasi : suara dasar vesikular (+/+) normal, ronchi (+/+), wheezing (-/-) Jantung
Inspeksi : ictus cordis tidak tampak Palpasi : ictus cordis Perkusi : cardiomegali (-) Auskultasi : S1- S2 normal dan reguler, bising (-), gallop (-)

PEMERIKSAAN FISIK
Abdomen
Inspeksi : lesi kulit (-), caput medusa (-) Auskultasi : bunyi usus (+) normal Perkusi : timpani (+), Palpasi : supel, NT epigastrik (+), tidak teraba massa, hepar tidak teraba, lien tidak teraba

Ekstrimitas bawah :

Dextra : terdapat luka sebesar 4x3 cm di bagian media pergelangan kaki dan luka sebesar 5x3 cm pada genu.
Sinistra : tidak ada kelainan.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan pH PCO2 PO2 HCO3 Hasil 7.425 45.8 127.7 30.1 Nilai Normal 7.38-7.44 35-45mmHg 95-100mHg 21-28meq/L

BE
O2 saturasi Na K Cl SGOT SGPT Kreatinin Ureum

5.8
98.6 137 3.92 101 72 70 0.5 17

-2.5-2.5meq/L
94-100% 135-147mmol/L 3.5-5.0mmol/L 96-108mmol/L 10-35U/L 9-43U/L 0.7-1.5mg/Dl 20-40mg/dL

FOTO THORAX

DIAGNOSIS
Tetanus

PENATALAKSANAAN
Pemasangan WSD Neurofem Morfen Rantin Meropenem

TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI WSD merupakan tindakan invasive yang dilakukan untuk mengeluarkan udara, cairan (darah, pus) dari rongga pleura dengan menggunakan pipa penghubung untuk mempertahankan tekanan negatif rongga tersebut. Dalam keadaan normal rongga pleura memiliki tekanan negatif dan hanya terisi sedikit cairan pleura / lubrican.

TUJUAN

Mengalirkan/drainage udara atau cairan dari rongga pleura untuk mempertahankan tekanan negatif rongga tersebut. Mengembangkan kembali paru yang kolaps Memasukkan obat ke dalam rongga pleura.

INDIKASI
Pneumothoraks : o Spontan > 20% oleh karena rupture bleb o Luka tusuk tembus o Klem dada yang terlalu lama o Kerusakan selang dada pada sistem drainase Hemothoraks : Robekan pleura Kelebihan antikoagulan Pasca bedah thoraks Hemopneumothorak

INDIKASI
Thorakotomy : Lobektomy Pneumoktomy Efusi pleura : Post operasi jantung

Emfiema : Penyakit paru serius Kondisi indflamsi


Profilaksis pada pasien trauma dada yang akan dirujuk Flail Chest yang membutuhkan pemasangan ventilator

KONTRA INDIKASI
Hematothoraks masif yang belum mendapat penggantian cairan/darah Gangguan pembekuan darah yang tidak terkontrol

Perlekatan pleura yang luas.

TEMPAT PEMASANGAN
Bagian Apex paru Yaitu pada anterolateral intercosta 1-2 yang berfungsi untuk mengeluarkan udara dari rongga pleura. Bagian Basal Yaitu pada posterolateral intercosta ke 8-9 yang berfungsi untuk mengeluarkan cairan(darah, pus) dari rongga pleura.

KOMPLIKASI
Laserasi, mencederai organ (hepar, lien) Perdarahan Empisema Subkutis Tube terlepas Infeksi Tube tersumbat

PROSEDUR
Posisi pasien dengan sisi yang sakit menghadap ke arah dokter dengan disandarkan pada kemiringan 30o-60o, tangan sisi paru yang sakit diangkat ke atas kepala Lakukan tindakan antiseptic menggunakan bethadin 10% dilanjutkan dengan menggunakan alkohol 70% dengan gerakan berputar ke arah luar, pasang duk steril dengan lubang tempat di mana akan dilakukan insersi kateter Lakukan anestesi lokal lapis demi lapis dari kulit hingga pleura parietalais menggunakan lidocain solusio injeksi, jangan lupa melakukan aspirasi sebelum mengeluarkan obat pada setiap lapisan. Anestesi dilakukan pada daerah yang akan di pasang WSD atau pada intercostalis 4-5 anterior dari mid axillary line Langsung lakukan pungsi percobaan menggunakan spuit anestesi tersebut

PROSEDUR
Lakukan sayatan pada kulit memanjang sejajar intercostalis lebih kurang 1 cm lalu buka secara tumpul sampai ke pleura Disiapkan jahitan matras mengelilingi kateter Satu tangan mendorong trokar dan tangan lainnya memfiksir trokar untuk membatasi masuknya alat ke dalam rongga pleura. Setelah trokar masuk ke dalam rongga pleura, stilet dicabut dan lubang trokar di tutup dengan ibu jari. Kateter yang sudah diklem pada ujung distalnya di insersi secara cepat melelui trokar ke dalam rongga pleura. Kateter diarahkan ke anteroapikal pada pneumothoraks dan posterobasal pada cairan pleura/empiema. Trokar dilepas pada dinding dada. Kateter bagian distal dilepas dan trokar dikeluarkan

PROSEDUR
Setelah trokar ditarik, hubungkan kateter dengan selang dan masukkan ujung selang ke dalam botol WSD yang telah diberi larutan bethadin yang telah diencerkan dengan NaCl 0,9% dan pastikan ujung selang terendam sepanjang dua cm

Perhatikan adanya undulasi pada selang penghubung dan terdapat cairan, darah dan pus yang dialirkan atau gelembung udara pada botol WSD. Fiksasi kateter dengan jahitan tabbac sac, lalu tutup dengan kasa steril yang telah di beri bethadin dan fiksasi ke dinding dada dengan plester.

PENCABUTAN WSD
Kriteria pencabutan :
Sekret serous, tidak hemoraged Dewasa : jumlah kurang dari 100cc/24jam Anak anak : jumlah kurang 25-50cc/24jam Paru mengembang dengan tanda :
Auskultasi suara napas vesikuler kiri dan kanan Perkusi bunyi sonor kiri dan kanan Fibrasi simetris kiri dan kanan Foto toraks paru yang sakit sudah mengembang

PENCABUTAN WSD
Kondisi : Pada trauma Hemato/pneumothorak yang sudah memenuhi kedua kriteria, langsung dicabut dengan cara air-tight (kedap udara). Pada thoracotomi Infeksi : klem dahulu 24 jam untuk mencegah resufflasi, bila baik cabut Post operatif : bila memenuhi kedua kriteria, langsug di cabut (air-tight) Post pneumonektomi : hari ketiga bila mediastinum stabil (tak perlu air-tight).

PENCABUTAN WSD
Alternatif
Paru tetap kolaps, hisap sampai 25 cmH20 Bila kedua krieria dipenuhi, klem dahulu 24 jam, tetap baik lakukan pencabutan. Bila tidak berhasil, tunggu sampai dua minggu, lakukan dekortikasi Sekret lebih dari 200cc/24jam : curiga adanya Chylo toraks (pastikan dengan pemeriksaan laboratorium), pertahankan sampai dengan empat minggu, bila tidak berhasil dilakukan toracotomi Bila sekret kurang dari 100cc/24jam, klem, kemudian dicabut.

PERAWATAN WSD
Mencegah infeksi di bagian masuknya slang. Mendeteksi di bagian dimana masuknya slang, dan pengganti verband 2 hari sekali, dan perlu diperhatikan agar kain kassa yang menutup bagian masuknya slang dan tube tidak boleh dikotori waktu menyeka tubuh pasien. Mengurangi rasa sakit dibagian masuknya slang. Untuk rasa sakit yang hebat akan diberi analgetik oleh dokter.

PERAWATAN WSD
Dalam perawatan yang harus diperhatikan :
Penetapan slang. Slang diatur senyaman mungkin, sehingga slang yang dimasukkan tidak terganggu dengan bergeraknya pasien, sehingga rasa sakit di bagian masuknya slang dapat dikurangi.
Pergantian posisi badan.

Usahakan agar pasien dapat merasa enak dengan memasang bantal kecil dibelakang, atau memberi tahanan pada slang, melakukan pernapasan perut, merubah posisi tubuh sambil mengangkat badan, atau menaruh bantal di bawah lengan atas yang cedera.

DAFTAR PUSTAKA
1.

2.
3.

4.
5. 6. 7.

Smeltzer, S.C. & Bare. B.G., 2002. Brunner & Suddarths Textbook of Medical Surgical Nursing 8thEdition Volume I, Jakarta: ECG. Koentjahja, Abiyoso, Agung S, Muktyati S. Pneumotoraks dan Penatalaksanaannya. Kumpulan Makalah Simposium Dokter Umum Gawat Darurat Paru, Surakarta, 3 Juli 1993; 39-45. Carpenito, Lynda Juall. 2001. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Anonymous. 2008. Askep Pemasangan WSD.www.scribd.com, Diakses 20 Desember 2010 Jam 08.00 WIB www.akper-insada.ac.id/sistem-pernapasan/water-seal-drainagewsd nuzulul-fkp09.web.unair.ac.id/artikel_detail-35532.html www.fkumyecase.net/.../index.php?...Water+Sealed+Drainage