Anda di halaman 1dari 2

Setitik Tinta Cinta Pagi hari yang cerah membuat semangat di kehidupanku.

Hari ini aku akan pergi mengunjungi sebuah pantai. Aku ingin menenangkan pikiranku dan membuang semua masalah yang terjadi dalam hidupku selama ini. Suasana di pantai membuat aku sedikit lega dengan memandangi langit biru dan ombak yang menhanyutkan hatiku. Hari itu aku bersama dengan Zhia dan Kyra. Aku berkumpul bersama dengan sahabat lama ku untuk berbagi cerita selama mengikuti perkuliahan. Tak terasa kami terbawa dengan suasana hingga kami terbaring di kursi santai sambil melepaskan semua beban yang ada di hidup ini. Tiba-tiba Zhia menepuk bahuku sambil berkata,Lihatlah cowok yang diseberang jauh disana. Aku pun langsung menoleh dan melihat sosok cowok yang tidak asing lagi bagiku. Kyra tidak henti menatap cowok itu hingga dia terjatuh dari kursi. Makanya lihat cowok jangan berlebihan gitu,ujarku sambil membantunya. Setelah kami tidak menatap cowok itu,Zhia terkejut melihat cowok itu sudah berada disebelah kanannya sambil member salam,Hai,boleh kenalan gak? aku pun langsung berdiri dan menghadap dirinya,gak perlu,makasih.Ga usah ganggu orang lain ya. Kyra langsung marah terhadap diriku dan Zhia ikut membela Kyra untuk dekat dengan cowok tersebut. Sapaan yang diberikan dengan ramah Zhia membalasnya,Hi,boleh lha,gak ada yang melarang untuk saling mengenal sesame manusia,sambil tersenyum menatap mata cowok tersebut. Tidak terasa mereka yang akrab dan berbagi cerita dengan bahagia tanpa memperdulikan diriku yang sudah bosan dengan kedekatan mereka. Cowok yang sedang berdekatan dengan sahabat saya itu namanya Richie,teman lama saya di kampus. Dia cowok yang menyebalkan dan sikap cuek dia yang membuat saya tidak nyaman berada dekat dengan dia. Tetapi tanpa ku sadari,cowok itu selalu melirik diriku. Aku tak tahu harus berkata apa karena dia dulu adalah cowok yang menyebalkan bagiku. Kami sudah lama kenal di kampus dan tidak pernah akur sampai sekarang ini. Dia selalu berusaha meminta maaf dan ingin berteman baik dengan saya. Sahabat saya memberikan penjelasan dengan lebar panjang sehingga dapat meluluhkan hati saya. Saya sangat terpaksa memaafkan dia karena tidak ingin mengecewakan sahabat saya. Saya lakukan semua ini demi sahabat saya sehingga mereka tetap dekat dengan cowok tersebut. Setelah beberapa jam kami melakukan percakapan dan dia memberikan penjelasan kepadaku,tiba-tiba suasana menjadi hening sampai hanya terdengar hembusan angin dan ombak yang berada di pantai tersebut. Saya tidak mengetahui tiba-tiba sahabat saya hilang

dan tidak menampakkan diri mereka. Saya kebingungan mencari mereka,sedangkan Richie dengan santainya duduk dekat dengan saya. Kamu ga melihat dimana sahabat saya?,ujarku dengan ketus. Tetapi dia membalas dengan ramah,sahabat mu pergi untuk keliling pantai dan saya yang disuruh menjaga kamu. Saya merasa aneh dengan semua ini. Saya bertanya-tanya dalam hati sambil memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Suasana hampa beberapa menit telah berlalu,Richie mulai berbicara kepadaku dengan lembut,Ada yang ingin ku sampaikan kepadamu dan semoga kamu tidak marah akan semua ini. Saya merasa heran dengan perkataan dia dan menjawab,Katakana pa yang ingin kamu sampaikan,kenapa aku mesti marah kepada kamu?. Dia mulai menyampaikan bahwa selama ini sudah memberikan perhatian dari jauh dan melihat aku dari kejauhan. Dia sangat mengagumi saya sejak kami bertemu di koridor kampus dengan keadaan yang tidak disengaja. Pada waktu dia sedang berjalan,dia menumpahkan air ke bajuku sehingga aku dalam keadaan basah,tetapi aku tidak menanggapi dirinya dan langsung berlari kencang ke kamar mandi. Setelah itu,setiap pertemuan kami dia ingin selalu menyapa aku,tetapi aku selalu menghiraukan dirinya. Akhirnya dia tidak tahan sama sikapku,dia berteriak dari jauh,Jadi cewek jangan terlalu dingin,ntar sakit. Saya langsung membalasnya,kamu tidak perlu mencampuri urusan pribadi orang lain dan urusin pribadimu sendiri. Itulah yang kami lakukan bila bertemu,selalu bertengkar dengan tidak jelas. Sebenarnya,aku sudah tidak ingin mempermasalahkan lagi,tetapi dia selalu mengingat kejadian itu. Akhirnya,saya memaafkan dirinya dengan tulus hati karena dia ingin menjadi sosok yang special dalam hidupku. Tetapi aku tidak ingin terlalu cepat menerima semua ini,aku pun berkata,Biarlah kita menjalaninya sesuai apa adanya dan waktu yang berlalu akan memberikan jawaban terhadap hubungan kita. Dia dengan tegas mengatakan,Aku akan selalu menunggu dan membuktikan kepadamu untuk jadi yang terbaik. Waktu berjalan begitu cepat. Tiga tahun sudah berlalu. Kebaikan-kebaikan Richie mampu membuat aku merasa butuh dan suka akan keberadaannya di sampingku. Rasa itu pelan-pelan tumbuh tanpa kusadari dalam hatiku. Aku jatuh hati padanya setelah melalui banyak peristiwa. Cinta datang, dalam dan dengan kebersamaan. Apalagi dengan sikap dan perbuatan yang ditunjukannya. Membuat aku merasa, tak akan ada cinta laki-laki lain yang sedalam cinta Richie. Sekarang Richie bukan hanya kekasih yang paling aku cintai tapi juga seorang sahabat sejati dalam hidupku. Cinta tidak dapat kita paksakan dan biarlah berjalan sesuai dengan rencana indah yang sudah Tuhan berikan.