Anda di halaman 1dari 10

PRAKTIKUM KOMUNIKASI BISNIS

Persepsi Dalam Komunikasi Antar Manusia

Oleh Farisman Hidayah A4111176

Teknik Produksi Benih Jurusan Produksi Pertanian

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN POLITEKNIK NEGERI JEMBER

BAB 1. LATAR BELAKANG

1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan interaksi secara timbal balik maupun tidak timbal balik oleh mahluk hidup dengan mahluk hidup lainnya dan objek lain dengan metode verbal maupun nonverbal. Komunikasi adalah salah satu proses esensial pada setiap individu yang senantiasa dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Manusia tidak dapat untuk tidak melakukan komunikasi. Kebutuhan komunikasi tersebut telah nampak nyata dalam kehidupan personal, sosial, politik, dan hampir dalam kesemua dimensi kehidupan. Komunikasi merupakan cara yang sangat penting yang harus dilakukan manusia dalam kehidupannya. Dalam komunikasi akan menimbulkan penilaian meliputi decoding dan encoding terhadap objek lawan komunikasi. Proses encoding dan decoding merupakan proses perencanaan dan penangkapan pesan yang ditangkap indera oleh otak untuk selajutnya diteruskan dalam proses komunikasi yang menimbulkan persepsi. 1.2 Tujuan Tujuan dari praktikum persepsi ini adalah : 1. Mahasiswa dapat mengidentifikasi tata urutan proses dalam proses komunikasi interpersonal. 2. Mahasiswa mampu memberikan penilaian terhadap persepsi-persepsi yang dimiliki diri sendiri . 1.3 Manfaat 1. Mengetahui tentang konsep komunikasi interpersonal dalam kehidupan sehari-hari 2. Mempelajari perbedaan dan persamaan persepsi individu dan orang lain terhadap objek tertentu.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Dasar Teori Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu suatu stimulus yang diterima oleh individu melalui alat reseptor yaitu indera. Alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Persepsi merupakan stimulus yang diindera oleh individu, diorganisasikan kemudian diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera. Dengan kata lain persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia. Persepsi merupakan keadaan integrated dari individu terhadap stimulus yang diterimanya. Apa yang ada dalam diri individu, pikiran, perasaan, pengalaman-pengalaman individu akan ikut aktif berpengaruh dalam proses persepsi. Gibson, dkk (1989) dalam buku Organisasi Dan Manajemen Perilaku, Struktur; memberikan definisi persepsi adalah proses kognitif yang dipergunakan oleh individu untuk menafsirkan dan memahami dunia sekitarnya (terhadap obyek). Gibson juga menjelaskan bahwa persepsi merupakan proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu. Oleh karena itu, setiap individu memberikan arti kepada stimulus secara berbeda meskipun objeknya sama. Cara individu melihat situasi seringkali lebih penting daripada situasi itu sendiri. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian persepsi merupakan suatu proses penginderaan, stimulus yang diterima oleh individu melalui alat indera yang kemudian diinterpretasikan sehingga individu dapat memahami dan mengerti tentang stimulus yang diterimanya tersebut. Proses menginterpretasikan stimulus ini biasanya dipengaruhi pula oleh pengalaman dan proses belajar individu. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu Faktor Internal dan Faktor Eksternal. 1. Faktor Internal yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain :

Fisiologis. Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbedabeda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda. Perhatian. Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek. Minat. Persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual

vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat dikatakan sebagai minat. Kebutuhan yang searah. Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya. Pengalaman dan ingatan. Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas. Suasana hati. Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.

2. Faktor Eksternal yang mempengaruhi persepsi, Merupakan karakteristik dari linkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya. Elemenelemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseoarang merasakannya atau menerimanya. Sementara itu faktorfaktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah :

Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besrnya hubungan suatu obyek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi. Warna dari obyek-obyek. Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan yang sedikit. Keunikan dan kekontrasan stimulus. Stimulus luar yang penampilannya dengan latarbelakang dan sekelilingnya yang sama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian. Intensitas dan kekuatan dari stimulus. Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi. Motion atau gerakan. Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.

BAB 3. DATA PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


3.1 Penilaian Diri Sendiri Namaku Farisman Hidayah. Umur 19 tahun. Tinggi badan sekitar 177 cm dengan berat badan sekitar 60 kg. Aku berkulit sawo matang tetapi agak gelap. Rambut lurus jika panjangnya kurang dari 2 cm, lebih dari itu rambutku akan menjadi ikal. Aku tergolong pribadi yang mencintai olahraga agar badan tetap berstamina. Sempat melakukan fitness pada umur 17 tahun yang seharusnya tidak diperbolehkan sebelum berumur diatas 20 tahun. Aku tipikal orang yang lembut, tidak suka dengan kekerasan. Aku adalah orang yang humoris, sangat suka bercanda hingga terkadang dipandang berlebihan. Aku suka meluapkan sakit hati dengan berjalan-jalan sendiri menghirup udara bebas daripada dengan emosi atau kegiatan lainnya. Terkadang hanya duduk mengagumi keindahan ciptaan Tuhan. Bahkan sesuatu yang dianggap orang itu biasa bagiku adalah hal yang menarik, seperti contohnya hamparan rumput dilapangan yang hanya aku perhatikan tiap alur gerakannya. Aku selalu berfikir betapa detailnya Tuhan menciptakan segala apa yang ada dibumi walaupun itu hanyalah sehelai daun rumput teki. Aku tidak suka berada dibawah tekanan orang-orang yang tidak mempunyai kontribusi padaku, apalagi pada orang yang memiliki wawasan terbatas namun merasa hebat. Aku adalah orang yang tergolong ceroboh dalam mengambil keputusan. Aku adalah orang yang sangat sukar menabung. Namun dapat melakukan penghematan yang extreme jika finansial defisit. Aku orang yang sangat perduli pada kesehatan tubuh. Namun hal itu dapat aku abaikan jika aku menerima ajakan sahabat-sahabatku atau teman-temanku, terlebih jika menghadapi tugas kuliah yang menumpuk. Aku tergolong orang yang suka diperhatikan, bahkan dalam hal yang sepele sekalipun. Seperti ide-ide yang aku kemukakan. Sebenarnya aku memiliki banyak minat selain basket tentunya, namun entah kenapa aku belum menemukan jalan untuk menyalurkan minatku itu. Aku merasa bahwa aku memiliki kemampuan berbahasa dan berkomunikasi yang baik, aku senang dengan seni rupa, tarik suara, dan seni grafis. Namun permasalahanya adalah aku tidak begitu suka dengan aturan atau metode-metode dalam berseni. Aku memiliki kemampuan berorganisasi yang rendah. Merasa ragu untuk menjadi pemimpin, namun selalu didorong dengan keinginan untuk menjadi pengarah sesuatu yang menyimpang dari jalur yang seharusnya seperti persepsi, tindakan, atau yang lainnya. Sampai saat ini aku masih merasa bagian dari orang-orang yang selalu merasa kesedihan dalam percintaan. Aku bisa saja hanya diam dan berubah menjadi seseorang yang bukan diriku ketika aku sakit hati. Namun ketika aku merasakan keindahan kasih sayang, aku bisa saja bercerita pada siapa saja sekalipun pada akhirnya berakhir dengan sakit hati.

3.2 Penilaian Orang Lain Subjek penilaian : Ricky Permadi, Program Studi Teknik Produksi Benih Politeknik Negeri Jember. Ricky Permadi atau lebih sering aku panggil Ricky adalah teman seangkatanku di program studi teknologi produksi benih Politeknik negeri Jember. Tinggi badannya mungkin semataku namun aku tak tahu pasti berapa tingginya. Dia tergolong orang yang berparas tampan, dengan tertawa yang aneh. Menurutku Ricky memiliki wajah seperti anak kecil. Terdapat sedikit kumis diwajahnya yang putih. Ricky merupakan orang yang senantiasa berpenampilan keren menurutku. Barang-barangnya pun bermerek semua. Kemana-kemana selalu membawa motor vega birunya. Ricky merupakan orang yang tergolong baik hati kepadaku. Dia lah Ricky yang tidak punya gaya ketika berpose didepan kamera, yang selalu membentuk genggaman tangan ketika berfoto. Ricky memiliki ciri khas ketika berbicara, yaitu selalu membentuki mimik wajah yang begitu nampak. Dialah Ricky yang aliran lagunya sedikit keras, yang didengarkan lagu-lagu yang tidak dimengerti oleh mahasiswa lain seperti lagu milik Burger Kill, Superman Is Dead, dll. Namun Ricky sangat menyukai tingkah pola girlband seperti cherrybelle. Tapi itu karena kecantikan mereka dan aku anggap Ricky masih normal. Ricky dulu seorang yang pemalas. Pada waktu itu awal awal perkuliahan. Dia sering tidak masuk kelas perkuliahan. Orang yang suka titip absen kepada teman yang lain. Entah mungkin terjadi sebuah tragedi didalam hidupnya atau sebuah pencerahan yang dia terima, pada semester 2 dia menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Kini dia sangat rajin mengikuti perkuliahan walaupun yang terakhir ini dia telat melakukan registerasi ulang. Bahkan perubahan itu sangat nampak sekali akhir akhir ini. Apalagi ketika dia bertanya waktu padaku, ternyata dia sudah tiba dikelas lebih awal padahal masih tidak ada anak-anak sama sekali disana. Menurutku Ricky tergolong orang yang menyimpan masalahnya sendiri. Karna sempat sekali aku melihatnya begitu gelisah dan khawatir namun tidak mau menceritakan masalahnya. Namun dalam kurun waktu setahun berkuliah bersamanya, belum pernah aku memiliki masalah dengannya. Aku yakin dan percaya bahwa dia sebenarnya orang yang sangat berpotensi namun hanya saja dia tidak mau menyalurkan potensinya itu. 3.3 Penilaian Pribadi Terhadap Objek Gambar Pada gambar terdapat empat anak perempuan yang berias dengan dandanan ala dayang dalam perkawinan. Dua orang dari mereka memakai pakaian berwarna merah, dua orang lainnya memakai pakaian berwarna oranye. Salah satu dari mereka memegang rangkaian bunga berwarna putih. Masalah : tidak ada Solusi : tidak ada

3.4 Penilaian Orang Lain Terhadap Objek Gambar Subjek : Ricky Permadi Pada gambar tersebut menggambarkan pada tempat pernikahan, dan ada satu buah kursi bewarna merah, kursi tersebut di duduki 4 wanita anak kecil yang memakai busana kebaya, 4 wanita kecil itu menduduki kursi itu secara berdesak - desakkan dan ada pula salah satu wanita memegang 1 bunga bewarna putih, dan ada juga ada satu wanita kecil tidak fokus menunduk ke arah bawah. Masalah : Ada, kursi yang terlalu sempit dan seorang anak yang tidak fokus, serta bunga yang hanya satu buah Solusi : Kursi dibuat lebih besar, anak yang tidak fokus ditegur terlebih dahulu, dan mereka semua diberikan bunga.

3.5 Pembahasan 3.5.1 Persamaan dan perbedaan pada deskripsi pribadi : Ricky berpendapat bahwa Farisman orang yang sangat menyukai tokoh jepang yaitu Doraemon. Sedangkan Farisman berpendapat bahwa dirinya hanya sekedar suka. Ricky dan Farisman memiliki pendapat yang sama bahwa Farisman orang yang cukup pintar. 3.5.2 Persamaan dan perbedaan pada deskripsi orang lain, objek : Ricky Permadi Ricky berpendapat dirinya memiliki bibir yang seksi seperti bibir Julia Perez, sedangkan Farisman tidak berpendapat seperti itu. Ricky dan Farisman memiliki pendapat yang sama bahwa Ricky Permadi merupakan orang yang humoris. 3.5.3 Persamaan dan perbedaan pada deskripsi gambar: Farisman dan Ricky berpersepsi bahwa pada gambar terdapat empat anak perempuan dalam acara pernikahan. Farisman berpersepsi bahwa tidak terdapat permasalahan dalam gambar tersebut, sedangkan Ricky berpendapat bahwa terdapat masalah dalam gambar tersebut. 3.5.4 Besar Persamaan dan Perbedaan Persepsi Besar persamaan dan perbedaan yang terjadi pada kedua persepsi adalah 80 : 20 3.5.4 Penyebab Terjadinya Persamaan dan Perbedaan Persepsi Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu suatu stimulus yang diterima oleh individu melalui alat reseptor yaitu indera. Alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Persepsi merupakan stimulus yang diindera oleh individu, diorganisasikan kemudian diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera. Setiap oranag memiliki penginderaan dan penilaian yang berbeda-beda terhadapa apa yang dilihatnya. Penilaian terhadap sikap, perilaku, dan watak orang lain pun akan menimbulkan perbedaan persepsi. Hal ini dapat disebabkan karena proses encoding manusia yang beragam terhadap objek lainnya.

BAB 4. KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan persepsi dalam komunikasi interpersonal maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu : 1. Persepsi merupakan proses yang terjadi di dalam diri individu yang dimulai dengan diterimanya rangsang, sampai rangsang itu disadari dan dimengerti oleh individu sehingga individu dapat mengenali dirinya sendiri dan keadaan di sekitarnya. 2. Setiap persepsi manusia memiliki perbedaan dan persamaan akibat dari proses decoding manusia yang berbeda-beda.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.duniapsikologi.com/persepsi-pengertian-definisi-dan-faktor-yangmempengaruhi/ http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/1837978-definisipersepsi/#ixzz28V0DwHTv