Anda di halaman 1dari 8

Step 1: 1. Spirometri 2.

Obstruksi : pengukuran kapasitas paru :penyumbatan

3. Asma : ganguan saluran pernafasan yang ditandai dgn sesak nafas dimna inspirasi Lebih murah dibanding dengan ekpirasi. 4. Bersin yang : bentuk hemeostatisnyang dilakukan oleh tubuh ketika ada Menggangu saluran nafas yang berupa benda asing/pembersihan rongga

hidung

Step 2 : 1. Apa penyebab dan faktor2 yang menyebabkan terjadinya obstruksi saluran nafas ? 2. Mekanisme bersin 3. Bagaiman pencegahan obstruksi saluran nafas 4. Apa salh yang terjadi saat penggunaan spirometri 5. Patofisiologi saluran nafas

Step 3 : 1. 1.edema 2.trauma 3alergi 4.infeksi 5.antigen

2 udara keluar hidung karna respon dari ringga hidung/membran hidung terhadap bakteri debu dll secara otomatis maka tertutup karena saraf hidung dan mata saling berikatan karena u menghindari ,melindungi saluran maka dan bakteri rongga hidung

3. Pencegahan tergantung jenis obstruksi contoh tonsil membesar pencegahan dgn terapi

4.

1.siapkan alat

2.hidupkan 3.masukan data data 4.masukan mount piece kedalam mulut dan tutup hidung dgn penjepit hidung 5.sebelum pernafasan maksimal pasien diperintahkan untuk mempersiapkan 6.star tunggu alat2 dari alat untuk ekprsi maksimal 7. pengukuran di ulang inspirasi dalam ekpirasi maksimal 8.baca hasil

5.

Atresia choanea : sulit nafas , keluar sekret terus menerus : suara parau : sesak nafas hebat

Sternosis Trauma trakea

Carcinoma tyroid: suara parau ganguan nafas Tonsilitis : gangguan saluran nafas, nyeri trenggorokan

Step 4 :

Saluran nafas

Fisilogi batuk , bersin

patofisilogi

obstruksi

penataklaksanaan pemeriksaan klinis kelainan

defenisi

gejala

penyebab

step 5 :

1. Fisiologi ; mekanisme batuk ,bersin 2. obtsruksi a) defenisi b) gejala c) kelainan d) penatalaksana e) stadium obtruksi beserta tindakan yang harus di lakukan

3. Apa yang terjadi pada rina ?

1. fisiologi

a) Refleksi batuk Mekanisme : Udara masuk(inspirasi) epiglottis dan pita suara tertutup untuk menjebak udara didalamnya.ada zat asing saluran pernafasan.terjadi kontraksi otot perut dan diagpragma dan otot respirasi lain menyebabkan tekanan udara dalam paru-paru meningkat, pita suara dan epiglottis terbuka mengakibatkan keuar udara di paru-parunya dan membawa benda asing

b) Refleksi Bersin Mekanisme : bersin terjadi karena ada iritasi pada dinding nad cavih akibat ada partikel yang dianggap toksik glottis tertutup ketika paru-paru dipenuhi oleh udara otot perut dan otot internal intercostal berkontraksi mendadak akibat menciptakan tekanan yang mendukung udara keluar saluran pernafasan. Ketika glottis terbuka , udara yang keluar membawa mucus dan partikel asing keluar melalui hidung.

2. Obstrkusi saluran Nafas a) Definisi : Penyumbatan yang terjadi pada saluran nafas dapat disebabkan oleh beberapa factor.
b) Gejala2 umum obstruksi saluran pernafasan

1. Serak (disfoni) sampai foni 2. Sesak Nafas (dipnea) 3. Stridor (nafas berbunyi) yang terdengar waktu inspirasi. 4. Cekungan yang terdapat pada waktu inspirasi di suprasternal epigastrium, supra clavicula dari interavista cekungan ini terjadi sebagai upaya dari otot pernafasan untuk mendapatkan oksigen. 5. Gelisah, karena pasien haus akan udara. 6. Warna wajah pucat dan terakhir menjadi sianosis.

c) Kelainan pada saluran nafas 1. Kelainan congenital hidung atau laring

Atresia Choanae Stenosis supraglotis, glottis dan infraglotis Kista diktus tiroglossus Kista brankiogen yang besar. Voinig laringokel yang besar

2. Trauma Ingesti kaustik Patah tulang wajah. Cidera Laringotrakeal Intubasi lama Paralisis nervus Laringeus rekuren bilateral.

3. Tumor Laringotrakeitis Epiglotitis Hipertropiatonsiler Limfoma Papiloma Laring rekurren Tumor ganas tiroid

4. Infeksi Akut Laringotrakeitis Epiglotitis Angina Ludwig

5. Paralisis satu atau kedua plica vocalis 6. Pangkal lidah jatuh ke belakang pada pasien tidak sadar.

d) PENATALAKSANAAN

Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk mengetahui letak sumbatan, diantaranya adalah : Laringoskop. Dilakukan bila terdapat sumbatan pada laring. Laringoskopdapat dilakukan secara direk dan indirek. Nasoendoskopi X-ray. Dilakukan pada foto torak yang mencakup saluran nafas bagian atas.Apabila sumbatan berupa benda logam maka akan tampak gambaranradiolusen. Pada epiglotitis didapatkan gambaran thumb like. Foto polos sinus paranasal CT-Scan kepala dan leher Biopsi

CONTOH : Atresia Choanae. Dapat menyumbat total atau sebagian, di satu sisi atau dua sisi akibat kegagalan abrsorbsi membrane mukofaringeal. Gejalanya, sulit bernafasa dan keluar secret hidung terus menerus.

Diagnosis, timbulnya sianosis pada waktu diam yang menghiang waktu menangis dan melihat sumbatan di belakang rongga hidung, Terapi, dengan pembedahan

Stenosis Glotis Pita suara terbentuk dari membran horizontal premordial yang terbelah pada garis tengah.Kegagalan pemisahan menimbulkan kelainan. Timbulnya web sampai atresia total glottis. Gejala, berupa suara yang parau, pada bayi berupa suara serak dan menangis tidak keras.

Terapi, Operatis atau businasi.

Angina Ludwig Selulitif didasar mulut dan leher akut yang invasive menyebabkan udem hebat di leher atas dan menyebabkan sumbatan saluran nafas. Kuman penyebab biasanya streptokokus dan stapilokokus.Infeksi berasal dari karsinoma rongga mulut. Diagnosis, berdasarkan gejala klinis dibantu dengan biakan dan uji kepekaan kuman dari nanah. Terapi, dengan antibiotic dan operatif untuk dekompresi.

Trauma Trakea Trauma tumpul dapat menyebabkan kelainan hebat berupa sesak nafas akibat penekanan jalan nafas atau aspirasi darah dan empisema kutis bias trakea robek. Diagnosis, Dengan toto rontgen dapat melihat benda asing atau trauma penyerta yang ada. Terapi, - Jarang memerlukan tindakan bedah. - Jika trakea robek trakea di jahit kembali pada robekan. e) Stadium Obstruksi Saluran Napas Jackson membagi sumbatan laring yang progresif dalam 4 stadium: Stadium I: Adanya retraksi di suprasternal dan stridor. Pasien tampak tenang Stadium II: Retraksi pada waktu inspirasi di daerah suprasternal makin dalam,ditambah lagi dengan timbulnya retraksi di daerah epigastrium. Pasien sudahmulai gelisah. Stadium III: Retraksi selain di daerah suprastrenal, epigastrium jugaterdapat di infraklavikula dan di sela-sela iga, pasien sangat gelisah dan dispnea. Stadium IV: Retraksi bertambah jelas, pasien sangat gelisah, tampak sangat ketakutan dan sianosis, jika keadaan ini berlangsung terus maka penderitaakan kehabisan tenaga, pusat pernapasan paralitik karena hiperkapnea. Padakeadaan ini penderita tampaknya tenang dan tertidur, akhirnya penderitameninggal karena asfiksia.

Tindakan pada Obstruksi Saluran Napas Pada prinsipnya penanggulangan pada obstruksi atau obstruksi salurannapas atas diusahakan supaya jalan napas lancar kembali. 1) Tindakan konservatif: Pemberian antiinflamasi, antialergi, antibiotika serta pemberian oksigen intermiten, yang dilakukan padaobstruksi laring stadium I yang disebabkan oleh peradangan. 2) Tindakan operatif/resusitasi: Memasukkan pipa endotrakeal melalui mulut (intubasiorotrakea) atau melalui hidung (intubasi nasotrakea),membuat trakeostoma yang dilakukan pada obstruksilaring stadium II dan III, atau melakukankrikotirotomi yang dilakukan pada obstruksi laringstadium IV.

3. Keadaan yang terjadi pada rani


Dia menderita asma, karena dia sudah mengalami sesak nafas dan bersin2 pada pagi &

malam hari, selain itu ayahnya juga penderita asma, karena asma merupakan penyakit generatif.