Anda di halaman 1dari 35

AMINA

YULIANA PURWANINGSIH, M.Si.

Amina
HO HO norepinafrina (stimulan) OH C CH2NH2 H HO HO epinafrina (adrenalina) OH C CH2NH2CH3 H

CH3 H C C NHCH3 H CH3 efedrina (dekongestan)

Klasifikasi amina
Amina primer
H3C NH2
metil amina

R N H H

Contoh :

Amina sekunder

R N H R

Contoh :

N CH3 H
N-metilanilina

H H3C N CH3
dimetilamina

Amina tersier

R N R R

Contoh :

CH3 N CH3
N,N-dimetilanilina

Amina kuartener
Dalam bentuk garam amonium kuartener
R

R R

N
R

X-

CH3

Contoh :
H3C

N
CH3

Cl-

trimetilamonium klorida

Tata nama amina


Amina sederhana biasanya diberi nama berdasarkan sistem gugus fungsional. Gugus alkil atau aril disebut lebih dulu, kemudian ditambah akhiran amina

H3C C C NH2 H2 H2 propilamina

NH2
sikloheksilamina

H3C C N C CH3 H2 H H2
dietilamina

Diamina diberi nama dari alkana induknya, diikuti akhiran -diamina

H2N C C C NH2 H2 H2 H2 1,3-propanadiamina

Jika lebih dari satu tipe gugus alkil terikat pada N, gugus alkil terbesar dianggap sebagai induk. Gugus alkil tambahan dinyatakan dengan awalan N-alkilcabang cabang H2 C CH3

cabang H3C N H3C cabang N,N-dimetilpropilamina H2 C H2 C CH3


H3C N

induk

induk

N-etil-N-metilsikloheksilamina

CH3 H3C C N CH3 H H N-metil-2-propilamina

CH3 H3C C N CH3 H CH3 N,N-dimetil-2-propilamina

Jika terdapat kefungsionalan yang memiliki prioritas tata nama yang lebih tinggi maka digunakan nama awalan amino
H2N C C OH H2 H2 2-aminoetanol
NHCH3 H3C C COOH H asam-2-(N-metilamino) propanoat
O
O H2N H2 C H2 C C CH3

C OH NH2

4-amino-2-butanon

NH2 asam 2,4-diaminobenzoat

Amina heterosiklik
4 3 2

N
1

N H pirola

piridina

5 6

4 3 2

5
6 7

7 8 Quinolin N
1

N indol H

Sifat fisis amina


Amina primer dan sekunder dapat membentuk ikatan hidrogen R R' ikatan hidrogen
ikatan hidrogen H N R R' R N H N R' H

Amina primer, sekunder maupun tersier berbobot molekul rendah larut dalam air karena mampu membentuk ikatan ikatan hidrogen hidrogen dengan air
R "R N R' amina H O air H

Sifat fisis amina


Amina atsiri mempunyai bau yang khas dan biasanya merangsang/tajam Aril amina seperti anilina bersifat racun dan berbahaya karena dapat menembus kulit Beberapa seperti betanaftilamina bersifat karsinogenik Garam amina dan garam amonium kuartener bersifat seperti garam anorganik yaitu larut dalam air dan tidak berbau

Kebasaan amina
Amina lebih bersifat basa daripada air dan kurang basa dibandingkan dengan ion hidroksida.

RNH2 + H3O+ RNH3+ + H2O


basa kuat basa lemah

RNH3+ + OH- RNH2 + H2O


basa kuat basa lemah

NH3

CH3NH2

CH3NHCH3

Bertambahnya kebasaan pada umumnya, gugus pemberi elektron menaikkan kebasaan amina, dan gugus penarik elektron menurunkan kebasaannya

Amina aromatik merupakan basa yang lebih lemah dibandingkan amin alifatik atau amonia, hal ini disebabkan delokalisasi resonansi dari pasangan elektron bebas pada amina aromatik, yang tidak terdapat pada amina alifatik Contoh :
NH2
NH2

Ka = 4,2 x 10-10

Ka = 5,5 x 10-4

Kebasaan amina jauh lebih besar dibandingkan kebasaan amida, karena adanya delokalisasi elektron pada amida. larutan amida bersifat netral dalam air.

Pembuatan amina
a. Substitusi nukleofilik
RX + NH3
alkil halida

SN2

RNH3+ X -

OH

RNH2
amina

Contoh :

CH3 NH3 :
+ +

CH3 Br H3N CH2 Br -

C H2

pengolahan dengan basa : CH3 H3N


+

CH3
+ - OH

CH2 Br -

H2N

CH2

H2O

Br -

b. Reduksi senyawa nitro


O2N H3C NO2 (1) Fe, HCl (2) OH2,4-dinitrotoluena 2,4-toluenadiamina H3N H3C NH3

c. Aminasi reduktif
O CH
benzaldehida

NH3 - H2O
imina

NH CH

H2, Ni 60
o,

90 atm

CH2NH2
benzilamina (85 %)

Mekanisme reaksi pembentukan amina dari aldehida


O C H : NH3 (1) benzaldehida NH -H2O (2) suatu imina C H H2/Ni (3) benzilamina karbolamina OH C NH2 H

NH2 C H H

Keterangan : 1) Amonia menyerang gugus karbonil melalui reaksi adisi nukleofilik menghasilkan Karbolamina sebagai intermediate 2) Intermediate melepaskan air (H2O) dan menghasilkan imina 3) imina direduksi menghasilkan produk amina

d. Penataan ulang amida


O R CNH2
amida

X2, OH-

RNH2
amina

CH3CH2

CH3 O C CNH2 H

Br2, OH-

CH3CH2

CH3 C NH2 H

2-metil-2-butanamida

2-butilamina

Reaksi-reaksi amina
a. Pembentukan garam Reaksi amina dengan suatu asam mineral dapat membentuk garam Garam diberi nama: garam amonium tersubstitusi atau sebagai kompleks amina asam
CH3 H3C N CH3 trimetilamina + HCl H3C CH3 N CH3 trimetilamonium klorida atau trimetilamina hidroklorida H Cl-

H2 H3C NH2 C etilamina

+ CH3COOH asam asetat

H3C

H2 C

NH3 O2CCH3

etilamonium asetat atau etilamina asetat

karena kemampuannya membentuk garam, amina yang tak larut dalam air dapat dilarutkan dengan mengolahnya dengan asam encer
(CH3CH2)2NCH2CH2 O O C HCl NH2 O + (CH3CH2)2NCH2CH2 O C novokaina hidroklorida larut alam air NH2

novokaina tak larut dalam air

Reaksi pembentukan garam amina juga dapat dimanfaatkan untuk Mengekstrak Senyawa-senyawa amin alam yang mempunyai aktivitas biologis

b. Pembentukan amida
R2NH + amina O R' CCl klorida asam O R2N CR' amida

Contoh :
CH3NH2 O + H C CCl 3 O H3C C NH2CH3
N-metilasetamida

Mekamisme pembentukan amida dari amina


O H 3C C Cl + CH3NH2 metilamina H 3C

O C HN H O -HCl H3 C C H N CH3 Cl CH3

klorida asam

N-etilasetamida (suatu amida)

Pembuatan obat-obatan sulfonamida dari amina


Sulfonamida : senyawa dimana nitrogen terikat pada gugus sulfonil Dibuat dengan mereaksikan arilsulfonil klorida dengan amonia atau amina primer/sekunder
O S O Cl O

R2NH amina

S O

NR 2

HCl

benzena sulfonil klorida

sulfonamida

Banyak paraamino sulfonamida digunakan sebagai zat bakteriostatik efektif, diantaranya adalah :
O H 2N S O NH 2
H 2N O S O N H

S N

sulfanilamida

sulfatiazol

Uji Hinsberg
Reaksi untuk membedakan amina primer, sekunder atau tersier Pereaksi yang digunakan adalah benzena sulfonil klorida amina 1o+ benzena sulfonil klorida endapan sulfonamida ` yang larut dalam basa tapi tidak dalam asam Amina 2o + benzena sulfonil klorida endapan sulfonamida yang tak larut dalam basa maupun asam Amina 3o + benzena sulfonil klorida tak ada reaksi

Uji Hinsberg pada amina primer


asam H OHRNH2 + Cl S R N S O amina primer O benzena sulfonil klorida O OHH2O H+ R N S O anion sulfonamida (larut dalam basa) R H N

O S O

suatu sulfonamida (tidak larut dalam asam)

c. Reaksi amina dengan asam nitrit


Amina primer : RNH2 + HONO ROH + H2O + N2
CH3 H3C C NH2 H isopropilamina (amina primer) -N2 -ClNaNO2 HCl 0o C H3C CH3 C H N N Cl-

isopropildiazonium klorida CH3 CH3 H2 O H3C C CH2 C OH + H3C H H 2-propanol propena

H3C

CH

Amina sekunder R2NH + HONO R2N-NO + H2O


N-nitrosoamina (minyak berwarna kuning)
gugus nitroso H N NaNO2 CH3 HCl CH3 N-metilanilina suatu N-nitrosoamina (93 %) N N O

Amina tersier R3N + HONO R3N+HONO


Trialkilamonium nitrit (larutan)

ELIMINASI HOFMANN
Garam amonium kuartener hidroksida (padat) akan terjadi reaksi eliminasi jika dipanaskan eliminasi Hofmann Reaksi E2 Produk eliminasi : alkena dengan gugus alkil yang lebih sedikit pada karbon ikatan pi

NR3 kalor R2C CH2 H OH

NR3 R2C CH

R3N: + R2C alkena + H2O OH CH2

garam amonium hidroksida

keadaan transisi E2

REAKSI ARIL AMINA


Substitusi elektrofilik aromatik Reaksi SandMeyer (garam diazonium) Reaksi coupling diazonium

Substitusi elektrofilik aromatik (aril amina)


Gugus amino (-NH2) adalah gugus pengarah orto-, dan paradalam reaksi substitusi elektrofilik aromatik. Contoh reaksi antara anilin dengan Br2
NH2 Br NH2 Br

Br2 H2O anilin


Br

2,3,5-tribromoanilin (100%)

Reaksi SandMeyer (garam diazonium)


Amin aromatik primer direaksikan dengan asam nitrit pada suhu 0C menghasilkan garam arildiazonium, reaksi ini disebut reaksi diazotasi
NH2 N N

Cl-

+ HONO + H Cl

0-5oC + 2H2O

anilin

benzenadiazonium klorida

Nitrogen pada ion diazonium dapat diganti dengan berbagai macam nukleofilik dalam reaksi substitusi

Reaksi substitusi ion benzenadiazonium

Cl

Br

CN

OH

Reaksi coupling diazonium


Ion arildiazonium bersifat elektrofil, dapat bereaksi dengan cincin aromatik yang diaktifkan (seperti fenol atau amina aromatik) menghasilkan senyawa-senyawa azo, Ar-N=N-Ar. Reaksi ini sering disebut reaksi penggabungan azo (coupling azo)
OH N N OH N N

ion benzena diazonium

fenol

senyawa azo (p-hidroksi azobenzena)

LATIHAN
1. Tuliskan struktur, beri nama, dan klasifikasikan (primer, sekunder, atau tersier) senyawa amina berikut : a. Sikloheksamina f. N-etil-N-fenil anilina b. N,N-dimetilpiperidium klorida g. 2- metilpropilamina c. Tetra metil amonium klorida h. 1,2-propanadiamina d. Asam 2-amino-3-fenilpropanoat i. N-metil sikloheksamina e. N-metil-1-sikloheksil-2-propilamina j. N,N-dietil benzilamina 2. Urutkan dan jelaskan kebasaan dari senyawa senyawa berikut : a. anilin, m-nitroanilin, p-nitroanilin dan o-nitroanilin b. trimetilamina dan tetrametilamonium hidroksida

3. Tunjukkan tipe ikatan hidrogen yang dapat terjadi dalam a. Dimetil amina murni b. dimetil amina dalam air 4. Bagaimanakah membuat senyawa-senyawa berikut dari suatu amida dan alkil halida? a. Benzilamina b. propilamina c. Sikloheksilamina 5. Bila n-butilamina diolah dengan larutan (berair) dingin HCl dan NaNO3, maka diperoleh produk-produk berikut : 1klorobutana, 1-butanol, 2-butanol, 1-butena, 2-butena dan gas nitrogen. Sarankan suatu (atau beberapa) mekanisme yang mencakup masing-masing produk ini!

5. Ramalkan produk organik utamanya bila senyawa di bawah ini dipanaskan :


CH3 H3C H2 C H2 C H2 C N CH3 H2 C CH3 OH-

6. Bagaimana memisahkan amina primer, sekunder, dan tersier?