Anda di halaman 1dari 20

.

JOB SHEET DISTRIBUTOR

1. GAMBAR DISTRIBUTOR 2. SPESIFIKASI BAHAN A. NAMA : B. TYPE : 3. SPESIFIKASI ALAT - Avometer : - Long Nuse : - Screw driver : - Timing Light : - Cam angle meter : - Spring scale : - Dial gauge : - Mistar ukur : - Alat-alat tangan : 4. URUTAN PEMBONGKARAN Membongkar 1. lepaskan tutup distributor. 2. lepaskan rotor dan pencegah debu. 3. bukalah sekrup penahan pemaju vakum dan sekrup beserta cincin penahan pengikat terminal pemaju. 4. bukalah tutup penyetel dan keluarkanlah pemaju vakum. 5. lepaskan terminal kondensor dan bukalah kondensor. 6. bukalah kedua sekrup penaham lengan pemutus distributor dan lepaskan terminal titik kontak. 7. bukalah pegas-pegas tutup distributor. 8. keluarkan pelat pemutus dan pelat static. 9. bukalah sekrup di ujung poros governor dan pelat, dan keluarkanlah bubungan distributor. 10. lepaskan pegas-pegas governor dan pemberat governor. 11. doronglah keluar pin penahan gigi spiral dan keluarkan gigi spiral. Catatan : karena kedua ujung sebelumnya sudah ditakik, kikir atau gerindalah dulu bagian yang ditakik tersebut pada salah satu ujungnya dan keluarkanlah pin. 12. cabutlah poros governor dan pelat Catatan : ketika menarik keluar poros governor, perhatikanlah kelima buah cincin pelat pada poros yang dipasngkan menghadap rumah distributor.

5.

PEMERIKSAAN KEADAAN PEMERIKSAAN DAN PERBAIKAN

TUTUP Periksa kemungkinan terdapat keretakan, sisa-sisa karbon, terbakar atau terminal berkarat. Juga periksa tempat persingungan bagian tengah kemungkinan aus. ROTOR Periksa kemungkinan retak, terdapat sisa-sisa karbon, terbakar atau terminal berkarat. BREAKER PLATE Periksa breaker plate apakah berputar dengan halus. PEMBERAT GOVERNOR DAN PEN Periksa bagian fitting dari pemberat governor beserta pen kemungkinan bengkok. MEMBRAN VACUUM ADVANCER Membran harus bergerak apabila dihisap melalui lubang kecil CAM DAN POROS Periksa kam (nok) kemungkinan aus, cacat serta periksa keadaan hubungan antara kam dan poros. POROS GOVERNOR DAN RUMAH 1. Periksalah celah aksial poros : celah aksial :0,15 0,50 mm 2. Lepaskan roda gigi dan pen Gerinda ujung pen dan keluarkan pen dan roda gigi. 3. Periksa poros governor kemungkinan aus atau cacat 4. Periksa bos rumah dan ring kemungkinan aus, berubah bentuk atau cacat. 5. Masukkan waser ke dalam poros governor dan plat menurut urutan sebagai berikut. : (1) 2 mm (2) 0,2 mm (3) waser bakelit (4) 0,2 mm (5) 0,2 mm Setel celah hingga harga standar dengan memberi variasi jumlah waser 2,4 dan 5 di atas. Rakitlah washernya seperti terlihat pada gambar. Rakitlah bantalan antara pen dan pemberat (weight) 6. Rakit waser dan roda gigi menurut urutan seperti pada gambar dan periksa celah aksial (thrust clereance) 7. Kelinglah ujung-ujung pen dengan catok. PEMERIKSAAN DAN PENGGANTIAN DISTRIBUTOR 1. PERIKSA BREAKER PLATE Putar breaker plate dan perhatikan bahwa harus ada sedikit tahanan. Bila terasa tahanannya kuat atau macet, gantilah breaker plate 2. PERIKSA POROS GOVERNOR DAN HOUSING

Periksa terhadap keausan, macet atau rusak 3. PERIKSA BREAKER POINT Periksa breaker point terhadap keausan atau kerusakan. Bila ditemukan problem, ganti breaker point. 4. PERIKSA CAM Pasangkan cam pada poros governor untuk sementara dan periksa bahwa dapat terpasang dengan baik. Bila perlu, ganti cam atau housing. Pemeriksaan. Tutup distributor 1. periksalah tutup distributor dan rotor dari kemungkinan retak, rusak, berkarat, dan korosi. 2. periksalah ujung kontak tutup distributor dari kemungkinan aus. Limit keausan :7mm. standard : 8 mm Poros Governor. 1. periksalah poros governor terhadap kemungkinan aus dan kesesuaiannya dengan rumah distributor. 2. periksalah kesesuaian poros, dang anti bila ternyata bengkok melibihi 0,005 mm. 3. periksalah kesesuaian antara pemberat governor dengan pin penumpu, dan periksa permukaan gantunagn pegas governor dari kemungkinan aus. 4. masukan poros pada rumah distributor rakitlah cincin-cincin pelat dan gigi, lalu ukurlah celah samping Celah samping : 0,15 - 0,50 mm bila celah melebihi 0,5 mm, masukanlah cincin pelat baja. Pelat pemutus dan pelat statis. 1. ukurlah celah antara pelat pemutus denagn pelat stasioner dengan pengukur celah. Bila ternyata melebihi limit, perbaiki atau ganti Limit : 0.2 mm 2. bila tahanan luncur pelat pemutus melebihi limit, perbaiki atau ganti Limit tahanan luncur : 500 gram Pemeriksaan dan penyetelan 1. celah titik kontak (Platina). Putarkan poros distributor sampai tumit lengan pemutus tepat pada bagian tartinggi puncak bubungan dan celah titik bubungan dan celah titik kontak pada pembukaan terbesar, lalu periksalah celah titik kontak dengan pengukur celah. Celah titik kontak : 0,4 0,5 mm. 2. Sudut menutup bubungan (cam closing angel). Dengan menggunakan penegtes distributor, ukurlah sudut menutup bubungan. Sudut penyetelan : 50 54 tepatkan dengan menyetel celah titik kontak sudut menutup bubungan Kalau terlalu besar Kalau terlalu kecil celah titik kontak lebarkan celah rapatkan celah

3. Kapasitas kondensor. Ukurlah denagn pengetes distributor, dang anti bila di luar harga spesifikasi. Kapasitas Standar : 0,20 0,24 f Catatan : Kapasitas kurang atau lebih, akan mengakibatkan tegangan sekunder berkurang

atau titik kontak terbakar oleh bunga api yang besar. Penimbunan akan terjadi pada lengan (+) apabila kapasitas kurang, dan pada lengan (-) apabila kapasitas berlebihan. 6. URUTAN PERAKITAN/PEMASANGAN

PERAKITAN DISTRIBUTOR 1. LUMASI POROS GOVERNOR DENGAN SEDIKIT GEMUK 2. PASANG CAM PADA POROS DISTRIBUTOR 3. PERIKSA GOVERNOR ADVANCER Putarkan rotor berlawanan dengan jarum jam, kemudian lepaskan dan perhatikan bahwa rotor kembali dengan cepat searah dengan jarum jam. 4. PASANG DAN SETEL BREAKER POINT (a) Berikan sedikit gemuk suhu tinggi pada rubbing block (b) Dengan menggunakan feeler gauge, setel celah rubbing block dan keraskan kedua baut pengikatnya. Celah rubbing block : 0,45 mm (0,018 In) PEMASANGAN DISTRIBUTOR 1. SETEL SILINDER NO. 1 PADA TMA/KOMPRESI Silinder No.1 pada TMA dilakukan sebagai berikut : (a) Lepaskan busi No.1 (b) Tutupkan jari anda pada lubang busi no.1 dan putar poros engkol searah jarum jam sampai TMA. Bila terasa ada tekanan pada jari anda, maka ini berarti TMA/kompresi silinder no.1. Bila tidak, ulangi proses tersebut. 2. PASANGKAN DISTRIBUTOR (a) Lumasi O-ring yang baru dengan minyak mesin (b) Luruskan tonjolan yang ada housing dengan alur distributor shaft coupling. (c) Masukkan distributor, dengan meluruskan tonjolan flange dengan mur tutup kepala silinder. Keraskan sedikit baut pengikatnya. 3. HUBUNGKAN KABEL TEGANGAN TINGGI Urutan pengapian : 1 - 3 - 4 - 2 4. SETEL DWELL ANGLE DAN SAAT PENGAPIAN Merakit 1. rakitlah poros governor (Gbr 7-118) 1) Masukkan cincin pelat (2) ke poros governor dengan pelat (1) dengan urutan sebagai berikut : 1. Tebal 2 mm 4. Tebal 02 mm 2.Tebal 0,2 mm 5. Tebal 0,2 mm 3.Cincin pelat berkelit 2) Setelah pada celah standar dengan merubah jumlah dari cincin-cincin pelat 2,4, dan 5 pada daftar diatas. Celah standar : 0,15- 0,50 mm 3) Tempatkan selalu cincin pelat tebal 0,2 mm di atas dan di bawah cincin pelat berkelit. 4) Rakitlah poros governor dengan pelat (1) ke rumah distributor (3). 5) Masukkan gigi spiral (4) ke poros governor dan pelat (1) dari bagian

bawah rumah distributor, masukkan pin (5) dan tariklah kedua ujung pin tersebut. 2. Rakitlah pemberat-pemberat governor 1) Rakitlah pemberat-pemberat governor (1) dan (2) dan pegas-pegas governor (3) dan (4) ke rumah distributor. 2) Rakitlah ujung pengait yang lebih kecil dari pegas ke pembaratpemberat governor. Berilah oli mesin pada lubang pin pembarat governor. 3) Rakitkan bubungan (6) dan jaminlah dengan sekrup (7). 4) Berilah gemuk pada permukaan dudukan pada poros dan pada bagian dalam bubungan. 3. Rakitlah pelat bubungan (Gbr 7-120) 1) Rakitlah satuan pelat pemutus (1) ke rumah distributor (2) dan sekrup bersama-sama dengan pegas tutup distributor (3). 2) Pasangkan penyekat terminal dan baut (4) bersama-sama terminal kondensor (5) dan kencangkan sedikit murnya. 3) Rakitkan titik kontak distributor dan lengan pemutus (6). 4) Berilah sedikit gemuk pada bagian tumit lengan pemutus. 4. Pasangkan pemaju (Gbr 7 121) 1) Rakitkan pemaju vakum (1) ke rumah distributor (2) kencangkan sedikit sekrup (3) 2) Pasangkan cincin pengunci pengunci kabel terminal (4) dan pasangkan tutup penyetel (5). 7. PENGUJIAN

JOB SHEET BATERAI .a Job Sheet 1 Judul : Memeriksa Elektrolit Baterai Tujuan : Setelah melaksanakan lembar kerja ini siswa harus dapat: 1. 2. 20C 3. Alat dan Bahan 1. 2. 3. 4. (kacamata kerja dan sarung tangan) Keselamatan Kerja 1. mengangkat yang benar 2. baju maka baju dapat rusak 3. 4. 5. sarung tangan karet. Langkah Kerja 1. diperlukan 2. 3. tempatkan dalam wadah agar tidak tercecer 4. lubang baterai Masukkan thermometer pada Lepas terminal baterai negatif Lepas sumbat baterai dan Siapkan alat dan bahan yang Saat memeriksa elektrolit maka ujung selang hydrometer Bila bagian badan terkena elektrolit dapat menyebabkan Gunakan alat keselamatan kerja seperti kacamata dan tidak perlu diangkat dari lubang baterai. iritasi, maka cuci dengan air, bila mengenai mata cuci dengan air dan secepatnya ke dokter. Elektrolit bersifat asam, korosif sehingga bila mengenai Baterai cukup berat, sehingga perhatikan metode Baterai Lembar kerja Hidrometer Kelengkapan keselamatan kerja Menentukan kapasits baterai Memeriksa elektrolit baterai dengan alat dan metode yang benar. Mengkonversi hasil pemeriksaan berat jenis pada temperature

6. 7. 8.

Masukkan ujung hydrometer ke dalam lubang baterai Pompa hidromenter sampai elektrolit masuk ke Tanpa mengangkat hydrometer baca berat jenis

dalam hydrometer dan pemberat terangkat elektrolit baterai dan baca temperatur elektrolit baterai

Gambar 14: 8. Catat hasil pembacaan, lakukan hal yang sama untuk sel baterai yang lain Sel Baterai 1 2 3 4 5 6 Rumus untuk mengkonversi berat jenis S 20 C= St + 0,0007 x (t - 20) S 20 C : St : Nilai pengukuran berat jenis T : Temperatur elektrolit saat pengukuran Bersihkan tempat kerja dan Kembalikan alat dan bahan ke tempat semula .b Job Sheet 2 berat jenis pada temperature 20 C Temperatur Saat Pengisian Berat Jenis Temperatur 20C Berat Jenis

Judul : Menguji Baterai Dengan Beban (Battery Load Test)

Tujuan : Setelah melaksanakan lembar kerja ini siswa harus dapat: 1. prosedur yang benar 2. Alat dan Bahan 1. 2. 3. 4. tangan) Keselamatan Kerja 1. dan motor sterter terbakar. 2. tidak boleh terbalik 3. secepatnya ke dokter. 4. kacamata dan sarung tangan karet. Langkah Kerja 1. 2. 3. 4. 5. detik 6. 7. 8. Tunggu kurang lebih 5 menit untuk melakukan pembebanan Lakukan starter mesin lagi selama 15 detik. Catat tegangan dan arus yang mengalir waktu starter pada 15 lagi, waktu ini diperlukan untuk proses pendinginan unit motor starter. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan Pasang Volt Amper meter, dengan cara kabel merah Baterai, kabel Ampermeter induksi dapat kabel negatiip atau Lakukan starter mesin selama 15 detik. Catat tegangan dan arus yang mengalir waktu starter pada 15 Gunakan alat keselamatan kerja seperti Bila bagian badan terkena elektrolit dapat menyebabkan iritasi, maka cuci dengan air, bila mengenai mata cuci dengan air dan Hati-hati memasang terminal baterai Saat melakukan starter tidak boleh melebihi 15 detik, bila terlalu lama, potensi menyebabkan rangkaian sistem strter terbakar Unit mobil/ engine stand Baterai Volt meter & Amper meter 20V, 500A Kelengkapan keselamatan kerja (kacamata kerja dan sarung Menentukan baterai masih baik atau sudah rusak Menguji baterai dengan beban dengan

dihubungkan positip baterai, kabel hitam dengan negatip kabel positip, perhatikan tanda aliran arus listriknya.

detik Merk Data Hasil Pengujian Pengujian Ke 1 2 Keterangan: a. kondisi terisi penuh b. Interprestasi hasil : Tegangan baterai lebih dari 9,6 V berarti baterai masih baik, bila tegangan baterai 6,5V 9,6 V baterai perlu diisi beberapa saat, bila tegangan kurang dari 6,5 V ganti baterai karena kemungkinan ada sel baterai yang sudah rusak. 9. ketempat semula. Bersihkan tempat kerja, kembalikan alat yang saudara gunakan Baterai yang diuji harus dalam Kode Baterai Arus CCA Tegangan

Gambar 14. Pemutusan terminal ground baterai a. Ingatlah baterai mudah menimbulkan arus energi listrik pada tenggang tinggi, sehingga jam tangan logam perhiasan dan gelang sebaiknya tidak dikenakan pada saat anda bekerja dengan baterai. b. b) Gas yang keluar dari bagian atas sel baterai selama proses pengisisan bersifat mudah meledak, jangan menyalakan korek positif dan pengosongan c.

atau merokok dekat lokasi pengisian baterai. Sebelum menghubungkan pengisian baterai, kedua terminal baterai dan negatif harus dilepaskan dari sistem rangkaian elektronik.

d. e.

Pada saat melakukan pengisian baterai, anda membutuhkan udara yang bersih Apabila baterai anda memiliki lubang ventilasi pengaman jangan buka tutup penyumbatnya agar gas hidrogen

dan ventilasi udara yang bebas dari bunga api atau kemungkinan terjadi kebakaran. tutup penyumbatnya ketika melakukan proses pengisian, bila baterai anda tidak memiliki lubang pengaman, bukalah f. g. yang dihasilkan pada saat proses pengisian dapat keluar. Jangan melepas atau menghubungkan terminal baterai saat alat pengisian bekerja. ini akan menyebabkan munculnya bunga api dan

menyalakan/membakar gas hidrogen yang ada dalam baterai.

h. i.

Jangan meniup baterai dengan aliran udara, compresor udara dapat Untuk mencegah yang aman, jangan salah memasang posisi terminal baterai,

membuka tutup sel dan menyebarkan larutan elektrolit ke tubuh anda. ini akan membalik polarisasi dan mengakibatkan rusaknya alternator dan sistem elektronik yang mempergunakan semikonduktor. j. Untuk pencegahan, jangan salah memasang posisi terminal baterai, ini sistem akan membalik polarisasi arus yang akan merusak alternator dan kelistrikan yang menggunakan semi konduktor. .c Job Shet 3

Judul : Mengisi Baterai Tujuan : Setelah melaksanakan lembar kerja ini siswa harus dapat: 1. 2. 3. Melakukan pengisian baterai dengan prosedur yang benar Menentukan besar arus, tegangan dan waktu pengisian Menjelaskan factor-faktor yang perlu dipertimbangkan saat mengisi baterai

Alat dan Bahan 1. Baterai

2. Hidrometer 3. Termometer 4. Battery Charge 5. Kelengkapan keselamatan kerja (kacamata kerja dan sarung tangan) Keselamatan Kerja 1. Merokok dan kesalahan pemasangan kabel battery charging potensi menimbulkan ledakan pada baterai

2. Pasang papan peringatan pada daerah yang digunakan untuk pengisian 3. Ventilasi pada ruang pengisian harus cukup, untuk menghidarai meningkatnya kosestrasi kebakaran. Langkah Kerja 1. Buka sumbat bateri tempatkan sumbat pada wadah kusus agar tidak tercecer. 2. Hubungkan kabel positip baterai dengan klem positip battery charger dan terminal negatip dengen klem negatip. Hati-hati jangan sampai terbalik, bila terbalik akan timbul percikan api, bila dipaksa baterai akan rusak, pada battery charger model tertentu dilengkapi dengan indicator, dimana bila pemasangan terbalik muncul bunyi peringatan. hydrogen pada ruangan, sehingga potensi menimbulkan ledakan atau

3. Hubungkan battery charger dengan sumber listrik 220 V 4. Pilih selector tegangan sesuai dengan tegangan baterai, misal baterai 12 V maka selector digerakan kearah 12 V. 5. Hidupkan battery charger, dan setel besar arus sesuai dengan kapasitas baterai7. 6. Setel waktu yang diperlukan untuk pengisian sesuai dengan hasil pengukuran berat jenis elektrolit baterai, ( untuk battery charging yang dilengkapi timer), bila tidak dilengkapi maka catat waktu mulai proses pengisian. 7. Bila pengisian sudah selasai, maka mematikan battery charger 8. Lepas klep battery charger pada terminal baterai, lakukan terminal negatip dahulu, klem jangan dilepas saat battery charge masi hidup, sebab akan terjadi percikan api pada terminal sat dilepas dan menimbulkan ledakan pada baterai akibat uap baterai terbakar. Uap baterai adalah gas hydrogen yang mudah terbakar dan mudah meledak. 9. .d Bersihkan tempat kerja dan kembalikan alat pada tempat semula Job Shet 4

Judul : Mengisi 2 Baterai Secara Paralel Tujuan : Setelah melaksanakan lembar kerja ini siswa harus dapat: 1. Melakukan pengisian baterai secara paralel dengan prosedur yang benar 2. Menentukan besar arus, tegangan dan waktu pengisian 3. Menjelaskan factor-faktor yang perlu dipertimbangkan saat mengisi baterai 1. 2 bua baterai 2. Hidrometer 3. Termometer 4. Kabel penghubung 5. Battery Charge 6. Kelengkapan keselamatan kerja (kacamata kerja dan sarung tangan) Alat dan Bahan

Keselamatan Kerja 1. Merokok dan kesalahan pemasangan kabel battery charging potensi menimbulkan ledakan pada baterai

2. Pasang papan peringatan pada daerah yang digunakan untuk pengisian 3. Ventilasi pada ruang pengisian harus cukup, untuk menghidarai meningkatnya kosentrasi kebakaran. Langkah Kerja 1. 2. Buka sumbat bateri tempatkan sumbat pada wadah kusus agar tidak tercecer. Hubungkan kabel positip baterai negatip. 1 dengan terminal positip baterai 2 Demikian pula untuk kemudian termianal hubungkan dengan klem positip battery charger. hydrogen pada ruangan, sehingga potensi menimbulkan ledakan atau

Hati-hati jangan sampai terbalik, bila terbalik akan timbul percikan api, bila

dipaksa baterai akan rusak, pada battery charger model tertentu dilengkapi dengan indicator, dimana bila pemasangan terbalik akan muncul bunyi peringatan.

3. 4.

Hubungkan battery charger dengan sumber listrik 220 V Pilih selector tegangan sesuai dengan tegangan baterai, misal baterai 12 V maka selector digerakan kearah 12 V.

5. 6.

Hidupkan battery charger, dan setel besar arus sesuai dengan kapasitas baterai Besar arus merupakan jumlah arus yang dibutuhkan untuk baterai 1 dan baterai 2. misalnya untuk mengisi dua baterai 50 AH dibutuhkan arus pengisian sebesar 10% x(2 x50)) = 10 A., mengisi baterai 50 AH dan 40 AH maka diperlukan arus sebesar 10 % x (40+50) = 9 A.

7.

Setel waktu yang diperlukan untuk pengisian sesuai hasil pengukuran elektrolit baterai (untuk battery charging yang dilengkapi timer), bila tidak dilengkapi maka catat waktu mulai proses pengisian. Waktu yang diperlukan sesuai hasil pengukuran berat jenis elektrolit masing-masing baterai.

8. 9.

Bila pengisian sudah selasai, maka mematikan battery charger, Lepas klep battery charger pada terminal baterai, lakukan terminal negatip dahulu, klem jangan dilepas saat battery charge masi hidup, sebab akan terjadi percikan api pada terminal sat dilepas dan menimbulkan ledakan pada baterai akibat uap baterai terbakar. Uap baterai adalah gas hydrogen yang mudah terbakar dan mudah meledak.

JOBSHEET BUSI DAN COIL

BUSI PEMERIKSAAN SECARA VISUAL Periksa busi kemungkinan terdapat hal- hal berikut : 1. Rusak atau kerusakan lain pada ulir dan isolator. 2. keausan elektroda. 3. Gasket rusak atau berubah bentuk. 4. Elektroda terbakar atau terdapat kotoran yang berlebihan.

BERSIHKAN BUSI 1. Jangan menggunakan alat pembersih busi lebih lama dari yang diperlukan. 2. Hembuskan kompoun dan karbon pembersih dengan udara bertekanan. 3. Bersihkan ulir dan permukaan luar isolator.

STEL CELAH BUSI Periksa setiap celah busi menggunakan alat pengukur celah busi. Jika perlu, stellah dengan membengkokan bagian yang menonjol dari elektroda. Mesin 5k : 0,7 1,0 mm Selain 5k : 0,8 mm Hasil Praktikum : Sebelum Penyetelan :

Setelah Penyetelan

KABEL TEGANGAN TINGGI PERIKSA TAHANAN KABEL Catatan Pada waktu menerik kabel busi, tariklah dengan memegang bagian ujung kebelnya, jangan menarik pada bagian tengah kabel. Periksa tahanan kabel Tahanan kabel : dari 25 k per kabel. Hasil Praktikum : Spesifikasi Hasil : :

KOIL Resistor Periksa tahanan dari resistor dengan ohmmeter. Tahanan ( External Resistor ) : 1,1 1,3

Hasil Praktikum : Spesifikasi Hasil Kesimpulan : : :

Tahanan ( Internal Resistor ) : 0,9 1,2 Hasil Praktikum : Spesifikasi Hasil Kesimpulan : : :

Koil Pengapian Periksa tahanan koil pengapian dengan ohmmeter. Tahanan primary coil antara terminal positif (+) dan negative (-) Tahanan ( Tanpa Internal Resistor ) : 1,3 1,6 Hasil Praktikum : Spesifikasi Hasil Kesimpulan : : :

Tahanan ( Dengan Internal Resistor ) : 1,5 1,9 Hasil Praktikum : Spesifikasi Hasil Kesimpulan : : :

Tahanan secondary coil antara terminal positif (+) dan terminal tegangan tinggi. Tahanan ( Tanpa Internal Resistor ) : 10,7 14,5 k Hasil Praktikum : Spesifikasi Hasil Kesimpulan : : :

Tahanan ( Dengan Internal Resistor ) : 13,7 18,5 k Hasil Praktikum : Spesifikasi Hasil Kesimpulan : : :