Anda di halaman 1dari 16

KOMUNIKASI, HAK PASIEN dan DUKUNGAN EMOSIONAL

KOMUNIKASI
Keserasian hubungan pasien-penolong Rasa saling percaya Tingkat kesabaran yang tinggi Hak pasien untuk memperoleh informasi yang

obyektif Tahapan komunikasi :


Sebelum pengobatan dilakukan Selama prosedur klinik Setelah tindakan atau pengobatan

HAK-HAK PEREMPUAN (IBU)


Setiap perempuan/ ibu penerima asuhan mempunyai hak

mendapatkan keterangan mengenai kesehatannya Setiap perempuan/ ibu mempunyai hak mendiskusikan keprihatinannya di dalam lingkungan dimana ia merasa percaya Setiap perempuan/ ibu harus mengetahui sebelumnya jenis prosedur yang akan dilakukan Prosedur harus dilaksanakan di dalam suatu lingkungan (misalnya kamar bersalin) supaya hak ibu untuk mendapatkan privasi dihormati Setiap perempuan/ibu harus dibuat senyaman mungkin ketika menerima layanan Setiap perempuan/ ibu mempunyai hak untuk mengutarakan pandangan dan pilihannya mengenai layanan yang diterimanya

PETUNJUK BERKOMUNIKASI
TEKNIK KOMUNIKASI DASAR Beri salam dan perkenalkan diri anda Panggil nama pasien atau keluarganya Lakukan kontak mata Jaga harkat dan martabat pasien Budayakan perilaku positif Gunakan tehnik mendengar aktif, jangan menyela atau memotong pembicaraan

TEKNIK KOMUNIKASI DASARcont


Beri kesan bahwa anda sedang mendengar

dan mencoba mengerti apa yang telah dikatakan oleh pasien Jawablah pertanyaan pasien sesuai dengan apa yang ingin diketahuinya Beri penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan ringkas Jangan gunakan bahasa medis atau istilahyang sulit dipahami Tunjukkan perhatian dengan isyarat, mendekat, atau komunikasi nonverbal lainnya

PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI DAN DUKUNGAN EMOSIONAL


SAAT TERJADI Dengarkanlah keluhan-keluhan mereka Jangan ubah topik pembicaraan dan tunjukkan empati Berikan informasi secara obyektif Jujur Jangan mengalihkan masalah ke perawat atau dokter junior Pastikan bahwa ibu mempunyai pendamping yang ia sukai Anjurkan pendamping untuk berperan aktif dalam asuhan Jaga privasi ibu dan keluarga

SETELAH TERJADI
Sediakan bantuan praktis, dukungan

informasi dan emosional Hargai kepercayaan dan adat kebiasaan Konseling untuk ibu dan keluarga Jelaskan masalah yang ada Dengar dan tunjukkan pengertian serta simpati Ulangi informasi beberapa kali/tertulis Tunjukkan bahwa emosi bukanlah kelemahan Jaga perasaan staf lain

MORTALITAS DAN MORBIDITAS MATERNAL


Mortalitas maternal Saat terjadi : Dukungan psikologis Jika kematian tidak dapat dihindarkan, beri dukungan dari sudut perasaan dan spiritualnya Berikan pengobatan dengan tetap selalu menjaga martabat dan kehormatan ibu

SETELAH TERJADI
Biarkan suami atau keluarga menuggu di dekat

jenazah Bantu untuk persiapan pemakaman Jelaskan mengenai apa yang terjadi

MORBIDITAS MATERNAL YANG BERAT


SAAT TERJADI Jika memungkinkan libatkan juga keluarga ibu Jika memungkinkan pastikan bahwa staf lainmemperhatikan perasaan dan informasi yang dibutuhkan

SETELAH TERJADI
Jelaskan mengenai kondisi dan pengobatannya

Siapkan pengobatan atau rujukan


Atur kunjungan berikutnya

KEMATIAN INTRAUTERIN / LAHIR MATI


Riwayat obstetri sebelumnya dan riwayat hidup

ibu Keinginan akan kehadiran bayi Kejadian sekitar proses kelahiran dan penyebab kematian Pengalaman kematian sebelumnya

SAAT TERJADI
Hindari penggunaan sedatif

Biarkan pasien melihat usaha yang dilakukan

oleh tenaga medis dalam menolong si bayi Biarkan ibu/suami memeluk bayinya Jangan pisahkan ibu dan bayinya terlalu cepat

SETELAH TERJADI
Biarkan ibu/keluarga bersama bayinya

Tawarkan pada ibu/keluarga barang-barang

kenangan dari bayi Anjurkan orang tua untuk menamai bayinya Anjurkan cara pemakaman sesuai adat kebiasaan Atur diskusi dengan ibu dan suaminya untuk membicarakan kejadian ini dan pencegahan yang perlu dilakukan untuk masa datang

MORBIDITAS PSIKOLOGIS
Sangat bervariasi, mulai dari gangguan perasaan sendu yang ringan samapi depresi post partum atau psikosis

Tq