Anda di halaman 1dari 6

PENGARUH REBUSAN RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zeodoria Rhizoma) SEBAGAI DAYA ANTI INFLAMASI PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

Karya Tulis Ilmiah

Diajukan untuk memperoleh gelar Ahli Madya Kesehatan pada Program Studi D3 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi “YAYASAN PHARMASI” Semarang

Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi “YAYASAN PHARMASI” Semarang Akstanul Riani 0307003 PROGRAM STUDI D3 FARMASI SEKOLAH

Akstanul Riani

0307003

PROGRAM STUDI D3 FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI “ YAYASAN PHARMASI ” SEMARANG

2010

i

HALAMAN PENGESAHAN

PENGARUH REBUSAN RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zeodoria Rhizoma) SEBAGAI DAYA ANTI INFLAMASI PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

Oleh :

Akstanul Riani

0307003

Program Studi D3 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi ”YAYASAN PHARMASI” Pada tanggal : 16 Juni 2010

Pembimbing

Djatmika, S.Si, Apt.

Penguji :

1. Dra. Sri Haryanti, M.Si., Apt

2. I. Kadek Bagiana, S.Si., Apt

3. Djatmika, S.Si., Apt.

Mengetahui Program Studi D3 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi “ YAYASAN PHARMASI “ Ketua

Dra. Siti Munisih, Apt.

ii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

( Ingatlah ) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun, sedang Rasul yang berada diantara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Q.S ( Ali ’imran 153 )

Karya tulis ilmiah ini aku persembahkan untuk ayah , ibu dan nenekku sebagai ungkapan rasa bakti, hormat, dan cinta kasihku Adik-adikku sebagai ungkapan kasih sayangku Sahabat-sahabatku yang selalu memberi semangat, Seseorang yang selalu menjadi inspirasiku yang memberi dorongan terbesar untukku Teman-teman almamaterku sebagai ungkapan rasa bangga dan terima kasihku Dan yang terakhir mas Wahyu Hadi S.farm

Trimakasih atas bantuanya he

iii

he

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT, karena atas rahmat

dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah dengan judul “

Pengaruh rebusan rimpang temu putih (Curcuma zeodoria Rhizoma) sebagai daya

anti inflamasi pada tikus putih jantan galur Wistar“ ini tepat pada waktunya.

Karya tulis Ilmiah ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan

pendidikan Diploma Tiga (D3) pada Program Diploma Tiga Farmasi Sekolah Tinggi

Ilmu Farmasi “ Yayasan Pharmasi “ Semarang.

Penulis menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini tidak dapat tersusun dengan

baik tanpa adanya bantuan serta kerja sama berbagai pihak untuk itu pada kesempatan

ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu Dra. Sri Haryanti M.Si., Apt. selaku dosen wali yang telah memberikan

nasehat, saran serta motivasi.

2. Ibu Dra. Siti Munisih, Apt., selaku ketua Program D3 Farmasi “Yayasan

Pharmasi ” Semarang

3. Bapak Djatmika, S.Si, Apt selaku dosen pembimbing yang telah banyak

memberikan arahan dan bimbingan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.

4. Ibu

Dra. Sri Haryanti

M.Si

.,

Apt

selaku

dosen

penguji

I yang telah

memberikan pertanyaan, nasehat, bimbingan serta kritik dan saran.

5. Bapak I. Kadek Bagiana S.Si , Apt selaku dosen penguji II yang telah

memberikan pertanyaan, nasehat, bimbingan serta kritik dan saran.

iv

v

6. Seluruh dosen serta staf Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi “Yayasan Pharmasi”

Semarang.

7. Bapak, Ibu, adik serta sahabat yang telah memberikan doa serta dukungannya.

8. Sahabat-sahabatku yang telah membantu, memberi semangat dan memberi

motivasi

9. Teman-teman angakatan 2007 yang telah memberikan motivasi, bantuan dan

kerja samanya

10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah

memberikan bantuan atas tersusunnya Karya Tulis Ilmiah ini.

Penulis menyadari keterbatasan yang dimiliki penulis, sehingga penyususnan

Karya Tulis Ilmiah ini masih belum sempurna, untuk itu penulis mengharapkan

segala kritik dan saran dari berbagai pihak yang dapat membangun penulis di masa

yang akan datang.

Semoga

Karya

Tulis

Ilmiah

ini

dapat

bermanfaat

bagi

pembaca

serta

pengembangan pendidikan pada Program D3 Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

“Yayasan Pharmasi” Semarang

Semarang, Juni 2010

v

Penulis

SARI

Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan tubuh terhadap jejas. Keadaan ini bukanlah suatu penyakit namun merupakan manifestasi adanya penyakit. Reaksi ini merupakan upaya pertahanan tubuh baik untuk menghilangkan penyebab jejas maupun akibat jejas. Masyarakat beralih menggunakan obat-obatan tradisional untuk mengobati penyakit radangnya, karena semakin lama harga obat-obat kimia semakin mahal khususnya untuk obat-obat anti inflamasi. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai anti radang adalah rimpang temu putih. Masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh rebusan rimpang temu putih terhadap persentase daya anti inflamasi pada tikus putih jantan. Adakah hubungan dosis atau efek yang dapat menurunkan inflamasi dari rebusan rimpang temu putih Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak (random sampling), setiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus putih jantan galur wistar. Kelompok I merupakan kelompok pemberian suspensi CMC Na 1%, kelompok II merupakan kelompok pemberian suspensi Na Diklofenak dengan dosis 3,15mg/kg BB tikus, kelompok III merupakan kelompok rebusan rimpang temu putih dengan dosis 0,63g/kg BB tikus, kelompok IV merupakan kelompok rebusan rimpang temu putih dengan dosis 1,26 g/kg BB tikus, kelompok V merupakan kelompok rebusan rimpang temu putih dengan dosis 1,89 g/kg BB tikus. Setelah perlakuan oral tiap-tiap kelompok hewan uji diinjeksikan dengan lautan karagenin 1% sebanyak 0,05ml sebagai penginduksi udema pada kaki kanan belakang tikus secara sublantar. Pengukuran volume kaki udem pada kaki tikus dilakukan dengan alat pletismometer. Hasil penelitian yang diperoleh dianalisa dengan analisa varian 1 jalan. Hasil analisa tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar semua kelompok. Tetapi dari perhitungan prosentase DAI rebusan rimpang temu putih mampu menurunkan inflamasi pada kaki kanan belakang tikus. Dan dosis 1,89g/kg BB tikus merupakan dosis terbaik yang menghasilkan efek anti inflamasi pada tikus putih jantan galur wistar, karena memiliki nilai DAI terbesar yaitu 35,89%, sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan dosis pada rebusan rimpang temu putih maka efek inflamasi yang dihasilkan akan semakin besar.

Kata kunci :

inflamasi, rebusan rimpang temu putih, tikus putih jantan.

vi