Anda di halaman 1dari 56

Dr.H.Aswad Muhammad, Sp.

S PPD UNMUL / SMF SARAF RSUD AW SJAHRANIE

PENDAHULUAN

Aktifitas listrik abnormal pada otak gangguan fungsi Bila berulang EPILEPSI Insiden : 50 120 per 100.000 / tahun Prevalensi : 5 10 kasus per 1000 orang Jumlah penyandang dunia : 50 60 juta Insiden usia : - Anak-anak < 15 tahun - Orang tua > 60 tahun Problem medik dan sosial

KUALITAS HIDUP PENYANDANG

DEFINISI
EPILEPSI : - ad/ keadaan serangan klinis akibat cetusan potensial abnormal berlebihan dari sekelom pok neuron korteks / subkortek . - cenderung berulang - diluar serangan normal. SEIZURE : - ad / bentuk serangan cetusan potensial abnormal berlebihan dari sekelompok neuron kortek / subkortek.

FOKUS EPILEKTOGENIK ; - ad / suatu tempat / fokus di kortek/subkortek dimana sekelompok neuron menjadi mudah terangsang ( hyperexcitable )

AURA

: - ad / gejal at/ tanda2 yg mendahului serangan Seizure Epilepsi, biasanya berupa Halusinasi pendengaran, pembauan, pengecapan,visual, biasanya jenis Epilepsi Parsial / Fokal . - Sering juga disebut UNCINATE FIT

Fase ICTAL - ad / fase saat serangan Seizure Epilepsi masih berlangsung, biasanya EEG selalu abnormal. Fase POST ICTAL - ad / fase sesudah serangan Seizure Epilepsi sdh berhenti, biasanya tertidur terlihat lemah

KLASIFIKASI EPILEPSI INTERNASIONAL


I. EPILEPSI UMUM/GENERAL : - Kesadaran - Seizure seluruh tubuh - Fokus ARAS a. Absence : 1. Typical ( Petil Mal ) Tanpa kejang 2. Atypical b. Tonik dan atau klonik : Dengan kejang 1. Tonik klonik ( Grand Mal ) 2. Tonik 3. Klonik 4. Atonik 5. Akinetik c. Mioklonik : Dengan kejang 1. Infantil Spasme 2. Juvenile Myoklonic

II. EPILEPSI PARSIAL ( FOKAL ) :


- Kesadaran Normal - Seizure Sbgn tubuh - Fokus di kortek a. Partial Sederhana ( Simple ) 1. Parsial Motor ( Jackson Motor ) area 4 2. Parsial Sensoris ( Jackson Sensoris ) area 12357 3. Parsial Autonomik ( Jackson Autonom ) Cinguli 4. Parsial Psikis Frontal b. Partial Komplek / Psikomotor 1. Psiko-Motor ( Automatisme ) 2. Psiko-Sensoris 3. Fenomena Psikis ( Cognitif / affectif ) c. Epilepsi Umum Sekunder

III. EPILEPSI TIDAK TERKLASIFIKASIKAN

EPILEPSI PARSIAL SEDERHANA

Kejang dengan onset pada satu bgn tubuh Tanpa gangguan kesadaran Dapat berupa :

- gejala mototrik - gejala sensoris - gejala autonomik - gejala psikis

EPILEPSI PARSIAL SIMPLE ( SEDERHANA ) Fokus : satu cortex Umur : semua umur Klinis : - Tergantung lesi keorteks - Tetap sadar I. Motoris : Jackson Motor - Kejang Tonic/Clonic, Satu Kelompok Otot II. Sensoris = Jackson Sensoris - Serangan Nyeri, Parestesi, Hipestesi - Skotoma Tinitus Vertigo - Mencium bau-bauan mengecap III. Otonom : - Mual-mual - Hiper Hidrosis lokal - Nyeri Perut Serangan bisa meluas ke sekitar = Jackson March Dpt > Separoh anggota tubuh Dpt . Tubuh = Sekunder General + Tidak Sadar

EPILEPSI PARSIAL KOMPLEKS


( PSIKOMOTOR/LOB.TEMPORAL ) Umur : Anak = Dewasa Aura : - Automatism - Bengong + Komat kamit + Menelan ludah Ictal : - Hallusinasi pendenganran, pembauan * Illusi = Dreamy State - Deja ( pernah ) + - Vu : Melihat - Jamais ( belum pernah ) + - Etendu : Mendengar - Vecu : Mengalami * Rasa curiga marah / waham * Automatisme : - Gerakan berulang - Tak disadari - Seolah-olah bertujuan GEJALA KOMPLEK : - Aneh-aneh EEG : - Spike di Lobus Temporalis

BANGKITAN PARSIAL YG BERKEMBANG MENJADI KEJANG UMUM

Cetusan abnormal dimulai dari area terbatas meluas melibatkan kedua hemisfer otak Dimuali bangkitan parsial ( aura ) kejang Umum Tonik Klonik, Tonik atau Klonik

EPILEPSI UMUM (GENERALIZED SEIZURE )

Kesadaran : selalu hilang saat onset Mengenai kedua hemisfer otak

1. TYPICAL ABSENCE SEIZURE ( PETIT MAL SEIZURE )


Hilangnya kesadaran mendadak ( Absans ), berhentinya aktifitas motorik, tonus normal, penderita tidak jatuh bengong dan unaware Dimulai dan diakhiri tiba-tiba, seperti tidak terjadi apa-apa, lama 10 detik, berulang kadang-kadang dikuti kedipan mata dan gerakan motorik Usia : 4 14 th, 75 % penderita anak, fisik dan intelegensianya normal Gambaran EEG : Spike-Wave Paroxysm dalam frekwensi 3 Hz, simetris dan sinkron

GEJALA EPILEPSI UMUM KECIL = PETIT MAL / ABSENCE Typical


Umur 3 10 th Mendadak aktivitas berhenti Tdk bergerak, apa yg dipegang terjatuh Tdh jatuh Mata memandang lurus, seperti melamun, bengong,dipanggil diam. Lama 5 20 detik 20 50 x / hari Sesudah sadar, tdk tahu yg terjadi & beraktivitas lagi Tdk kejang , tdk ngompol Hilang sesudah berumur > 20 th Kadang Jadi kejang umum EEG : 3 Hz. Spike + Wave Khas

2. ATYPICAL ABSENCE SEIZURE Berbeda dgn tipikal absans : gambaran klinik kehilanagn tonus sangat jelas , EEG iktal lebih heterogen gel. Paku-ombak ireguler, gelombang cepat atu aktivitas paroksismal lain Kelainan terlihat bilateral tetapi sering terlihat tdk simetris dan ireguler

3. MYOCLONIC SEIZURE

Kontraksi singkat sekelompok / beberapa kelompok otot, kedua sisi tubuh Kontraksi tunggal / berulang , ringan / berat Recovery cepat dan segera sadar Diinduksi : gerakan, suara, kejutan, stimulasi fotik, ketukan Juvenil Myoclonoc epilepsy, Lennox-Gastaut syndrome

4. CLONIC SEIZURE

Berupa gerakan jerking ritmik, tanpa konfus/ kelelahan setelah serangan Neonatus, bayi dan anak selalu simptomatik

5. TONIK SEIZURE

Kontraksi otot tonik (kaku), mendadak kesadaran turun, lama 20-60 detik, sering saat tidur Dimulai ekstensi leher, kontraksi otot wajah, dan pernafasan serta otot ekstremitas ( abduksi bahu dan elevasi lengan ) Jeritan dan apneu Kerusakan otot difuse

6. EPILEPSI GENERAL TONIC-CLONIC = GRAND MAL


Umur : Semua umur,< 20 Th Rata 7 Th Klinis : Fase Ictal - Dimana saja - Didahului teriakan/jeritan aura - Tiba-tiba tdk sadar jatuh luka - Kejang tonik seluruh tubuh < 1 menit - Apnoe Cyanosis - Inkontinensia urine / alvi - Lidah tergigit - Kejang klonik seluruh tubuh 2-5 menit - Respon cepat, dalam , kacau - Tachy cardi, tensi - Pupil lebar, mata merah - berkeringat

Fase Post Ictal : - Kesadaran pelan-pelan - Lemah - Bingung, lupa kejadian - Sakit kepala - Ngantuk tertidur EEG : - Spike wave - Sharp wave - 15 % Normal Diluar serangan : Normal

7. ATONIC SEIZURE
Kehilangan kekuatan Classic drop attack ( astatic Seizure ) Penderita kolaps / jatuh Kedua kelopak mata turun, kepala terangguk, badan terkulai Drop ke tanah injuri Lama 15 detik, segera recovery Kerusakan otakdifus, Learning Disability, Epilepsi Simptomatik berat

Indikasi Pemberian OAE

Pertimbangkan risiko pengobatan dan terjadinya gangguan medis / psikososial akibat seizure yang timbul. Untuk kejang epilepsi berulang dan u/cegah seizure berikut. Terutama ditujukan seizure ok kelainan serebral primer dan bukan seizure akibat sumber non serebral Tidak menjamin tak terjadinya recurrence seizure (bebas seizure) tapi mengurangi kemungkinan terjadinya recurrence seizure.

Memulai pengobatan

Dimulai bila seizure 2x dlm waktu yg tdk lama (max 1 tahun) Single seizure tak perlu OAE, kecuali kemungkinan recurrence tinggi. Sensory/psychic simple partial seizure, tak perlu OAE, kec. Mengganggu OAE dpt mengurangi sekitar 50% rekuren seizure dan tak ada jaminan free seizure.

PEMILIHAN OBAT ANTI EPILEPSI Pemilihan obat didasarkan atas :


Jenis seizure Sindroma epilepsi Efek samping Interaksi antara OAE Efek OAE pada kadar darah terhadap OAE yang lain Harga obat.

Pengobatan dengan OAE

Dimulai dengan OAE garis pertama. Dosis ditingkatkan hasil optimal dan plasma konsentrasi maksimal. Kombinasi dua atau lebih OAE dapat dianjurkan (OAE garis kedua) bila hasil tak memuaskan

MENGHENTIKAN TERAPI OAE ?


Dipertahankan 2 tahun at/ lebih walaupun bebas kejang. Setelah 2 tahun bebas kejang stop OAE bertahap Mengurangi dosis 25% tiap dua atau empat minggu.selama 3-6 bulan. Risiko meneruskan th/ adalah: - efek samping - interaksi obat - teratogenik - biaya pengobatan.

Risiko kejang kambuh saat program penghentian obat:


Tanpa faktor risiko : 25% Dengan faktor risiko : 50% 4 bulan : 80% Tahun pertama : 90%

Intractable Epilepsy

Bila tak tercapai kontrol kejang setiap AOE baik sendiri maupun kombinasi pada dosis/level dimana timbul efek samping yang tak dapat diterima /ditolerir oleh tubuh penderita.

Bedah harus memenuhi persyaratan sbb:


Intractable seizure MRI : struktur abnormal memungkinkan untuk operasi Seizure berasal dari lesi yang nyata / visible 20% dari seizure berasal dari lobus temporal kontralateral pada seizure lobus temporalis IQ > 70% Tak ada kelainan psikiatri Tak ada kontraindikasi secara medis Umur < 45 tahun

RIWAYAT SERANGAN EPILEPSI


I. PENDERITA - Pencetus : sinar, suara, tidur, mens dsb. - Prodroma : Penglihatan, suara - Gambaran Kejang : sadar / tidak sadar - Frekwensi - sesudah Kejang II. KELUARGA - Gejala sebelum kejang - Gejala selama kejang - Kesadaran - Permulaan kejang : Tangan / kaki Mata kanan/kiri Kepala - Lama tak sadar - Sesudah kejang

III. RIWAYAT LAMA

Prenatal, natal, post natal Trauma kepala Radang otak Keluarga

PENANGANAN SAAT SERANGAN


1. 2. Hindarkan dati tempat berbahaya Hindarkan tindakan yang salah : - Beri minuman saat tak sadar - Manahan kejang disiram air Tidurkan, baju & Sabuk kendorkan Cegah orang-orang menonton Pasien Cari identitas Px / keluarga Tanyakan riwayat serangan Cepat Dokter / Puskesmas

3. 4. 5. 6. 7.

KOMPLIKASI
A. MEDIK I. Cacat Fisik : - Otak Rusak - Luka-luka - Lidah tergigit - Gangguan Pernafasan - Akibat dari Pasien - Akibat dari keluarga - Akibat dari lingkungan B. SOSIAL - Penolakan / Isolasi - Problem sekolah - Problem Pekerjaan

II. Cacat Mental :