Anda di halaman 1dari 42

I.

CARA MERUJUK DAN MENULIS DAFTAR RUJUKAN

Matakuliah Bahasa Indonesia

a. Cara Merujuk
Dilakukan dengan menggunakan nama akhir dan tahun di antara tanda kurung, misalnya Diah Ayu Puspita menjadi Puspita, Diah Ayu. Jika ada dua penulis, perujukan dilakukan dengan cara menyebut nama akhir kedua penulis. Jika penulisnya lebih dari dua orang, disebutkan penulis pertama dan diikuti dengan dkk, misalnya Rais, Mohammad Amin, dkk. Jika nama penulis tidak disebutkan, yang dicantumkan adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan atau nama koran Untuk karya terjemahan, dicantumkan nama penulis aslinya Rujukan dari dua sumber atau lebih yang ditulis oleh penulis yang berbeda dicantumkan dalam satu tanda kurung dengan titik koma sebagai tanda pemisahnya

Sosialisasi KTSP

Kutipan Kurang dari 40 Kata: Kutipan berada dalam tanda kutip

contoh:
Soebronto (1990:123) menyimpulkan ada hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar. Kutipan 40 Kata atau Lebih: Kutipan ditulis dengan baris yang berbeda dari uraian, menjorok ke dalam, jarak satu spasi. contoh: Taufik (1990:276) menarik kesimpulan sebagai berikut.
Sosialisasi KTSP

b. Cara Merujuk Kutipan Langsung


Gerak manipulatif adalah ketrampilan yang memerlukan koordinasi anatara mata, tangan, atau bagian tubuh lain. Yang termasuk gerak manipulatif antara lain menangkap bola, menendang bola, dan melempar bola. Kutipan yang Sebagian Dihilangkan contoh: semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru. (Manan, 1995:278).

Sosialisasi KTSP

c. Cara Merujuk Kutipan Tidak Langsung


Nama penulis disebut terpadu dalam teks, kutipan tidak berada dalam tanda kutip. Nama penulis disebutkan bagian belakang saja jika namanya terdiri atas dua kata atau lebih. contoh: Salimin (2007:13) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat. Nama penulis disebut dalam kurung bnersama tahun penerbitannya.

Contoh:
Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik daripada tahun keempat (Salimin, 1990:13). Nama Salimin berasal dari Ahmad Salimin.
Sosialisasi KTSP

d. Pengertian Daftar Rujukan


Daftar Rujukan merupakan daftar yang berisi buku, makalah, artikel, atau bahan lainnya yang dikutip baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan-bahan yang dibaca akan tetapi tidak dikutip tidak dicantumkan dalam daftar rujukan sedangkan semua bahan yang dikutip secara langsung ataupun tidak langsung dalam teks harus dicantumkan dalam daftar rujuka

Sosialisasi KTSP

e. Cara Menulis Daftar Rujukan


1.
2. 3. 4. 5.

Nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar. Tahun penerbitan. Judul, termasuk anak judul (subjudul) dicetak miring. Kota tempat penerbitan Nama penerbit.

Catatan: Nama penulis yang terdiri dari dua bagian ditulis dengan urutan: nama akhir diikuti koma, nama awal (disingkat atau tidak disingkat tetapi harus konsisten dalam satu karya ilmiah), dan diakhiri dengan tanda titik.

Sosialisasi KTSP

f. Rujukan dari Buku


Seorang penulis dengan satu buku

Contoh: Hardjana, A. 1991. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. Jakarta: PT. GRAMEDIA.
Seorang penulis dengan banyak buku

Contoh: Cornet, L. & Weeks, K. 1985a. Career Ladder Plans: Trends and Emerging Issues -1985. Atlanta, GA: Career Ladder Clearinghouse.
Cornet, L. & Weeks, K. 1985b. Planning Career Ladders: Lessons from the state. Atlanta, GA: Career Ladder Clearinghous.

Sosialisasi KTSP

g. Rujukan dari Buku yang Berisi Kumpulan Artikel (Ada Editornya)


Letheridge, S. & Cannon, C.R. (Eds.). 1980. Billingual Education: Teaching English as a Second Language. New York: Praeger. Aminuddin (Ed.). 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam bidang Bahasa dan Sastra. Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3. Eds= Editornya lebih dari satu Ed= Editornya hanya satu orang

Sosialisasi KTSP

h. Rujukan dari Artikel dalam buku Kumpulan Artikel (ada Editornya)


Seperti menulis rujukan pada buku ditambah tulisan (Ed.) Jika ada satu editor dan (Eds.) jika Editor lebih dari satu, diantara nama pengarang dan tahun terbitan.

Hartley, J.T., Harker, J.O. & Walsh, D.A. 1980. Contemporary Issues and New Directions in Adult Development of Learning and Memory. Dalam L.W. Poon (Eds.), Aging in the 1980s: Physchological Issues (hlm. 239-252). Washington, D.C.: American Psychological Association.
Hasan, M.Z. 1990. Karakteristik Penelitian Kualitatif. Dalam Aminudin (Ed.), Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra (hlm. 12-25). Malang: HISKI Komisariat Malang dan YA3.
Sosialisasi KTSP

i. Rujukan dari Artikel dalam Jurnal


Judul: Huruf Tegak Nama Jurnal: Huruf Miring Tahun ke berapa, Nomor berapa (dalam kurung), Nomor Halaman dari artikel tersebut.

Contoh:
Hanafi, A. 1989. Partisipasi dalam Siaran Pedesaan dan pengadopsian Inovasi Forum penelitian, 1(1): 33-47.

Sosialisasi KTSP

j. Rujukan dari Makalah


Makalah biasanya disajikan dalam Seminar, Lokakarya dll. Nama Penulis ditulis paling depan, tahun. Judul makalah ditulis dengan cetak miring, kemudian diikuti pernyataan Makalah disajikan dalam.., nama pertemuan, lembaga penyelenggara, tempat penyelenggaraan, tanggal, bulan. Contoh: Huda, N. 1991. Penulisan Laporan Penelitian untuk Jurnal. Makalah disajikan dalam Lokakarya Penelitian Tingkat Dasar bagi Dosen PTN dan PTS di Malang Angkatan XIV, Pusat Penelitian IKIP Malang, Malang, 12 Juli.
Karim, Z. 1987. Tatakota di Negara-negara Berkembang. Makalah disajikan dalam Seminar Tatakota, BAPPEDA Jawa Timur, Surabaya, 1-2 September.
Sosialisasi KTSP

k. Rujukan dari Artikel dalam Jurnal dari CD-ROM


Penulisannya di daftar rujukan sama dengan rujukan dari artikel dalam jurnal cetak ditambah dengan penyebutan CD-ROMnya dalam kurung. Contoh: Krashen, S., Longh, M., & Scracella, R. 1979. Age, Rate and Eventual Attainment in Second Language Acquistion.TESOL Quaterly, 13:537-82 (CD-ROM:TESOL Quarterly, Digital, 1997).

Sosialisasi KTSP

l. Rujukan dari Artikel dalam Majalah atau Koran


Nama penulis ditulis paling depan, diikuti oleh tanggal, bulan, dan tahun (jika ada). Judul artikel ditulis dengan cetak biasa, dan huruf besar pada setiap huruf awal kata, kecuali kata hubung. Nama majalah ditulis dengan huruf kecil kecuali huruf pertama setiap kata, dan dicetak miring. Nomor halaman disebut pada bagian akhir. Contoh: Gardener, H. 1981. Do Babies Sing Universal Song? Psychology Today, hlm. 7076. Suryadarma, S.V.C. 1990. Prosesir dan interface: Komunikasi Data. Info Komputer, IV (4):4648.

Sosialisasi KTSP

m. Rujukan dari Koran Tanpa Penulis


Nama koran ditulis di bagian awal. Tanggal, bulan, dan tahun ditulis setelah nama koran, kemudian judul ditulis huruf besarkecil dicetak miring dan diikuti dengan nomor halaman. Contoh: Jawa Pos. 22 April, 1955. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm. 3.

Sosialisasi KTSP

n. Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh Suatu PenerbitTanpa Penulis dan Tanpa Lembaga
Diterbitkan oleh Suatu Penerbit Tanpa Pengarang dan Tanpa Lembaga. Judul atau nama dokumen ditulis di bagian awal dengan cetak miring, diikuti tahun penerbitan dokumen, kota penerbit dan nama penerbit. Contoh:

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990. Jakarta: PT
Armas Duta Jaya.

Sosialisasi KTSP

o. Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah yang Diterbitkan oleh Suatu Penerbit atas Nama Lembaga Tersebut
Nama Lembaga penanggung jawab langsung ditulis paling depan, diikuti dengan tahun, judul karangan, nam tempat penerbitan, dan nama lembaga tertinggi yang bertanggung jawab atas penerbitan karangan tersebut. Contoh: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Departmen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sosialisasi KTSP

p. Rujukan Berupa Karya Terjemahan


Nama penulis asli ditulis paling depan, diikuti tahun penerbitan karya asli, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, nama tempat penerbitan dan nama penerbit terjemahan. Apabila tahun penerbitan buku asli tidak dicantumkan, ditulis dengan kataTanpa Tahun. Contoh: Ary, D., Jacobs, L.C., & Razavieh, A. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemahan oleh Arief Furchan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.

Sosialisasi KTSP

q. Rujukan Berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi


Nama penyusun ditulis paling depan, diikuti tahun yang tercantum pada sampul judul skripsi, tesis atau disertasi ditulis dengan garis bawah diikuti dengan pernyataan skripsi, tesis atau disertasi tidak diterbitkan, nama kota tempat perguruan tinggi, dan nam fakultas serta nama perguruan tinggi. Contoh: Pangaribuan, T. 1992. Perkembangan Kompetensi Kewacanaan Pembelajaran Bahasa Inggris di LPTK. Skripsi tidak di terbitkan. Malang: Program Pasca Sarjana IKIP MALANG.

Sosialisasi KTSP

r. Rujukan dari Internet Berupa Artikel dan Jurnal


Nama penulis, diikuti secara berturut-turut tahun, judul artikel, nama jurnal (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (online volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung. Contoh: Griffith, A.I. 1995. Coordinating Family and School: Mothering for Schooling. Education Policy Analysis Archives, (Online), Vol. 3, No. 1, (http://olam.ed.asu.edu/epaa/, diakses 12 Februari 1997). Hitchock, S., L. & Hall, W . 1996. A Survey Df STM Online Journals, 1990-1995: The Calm be fore the storm,(Online), (http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey.html, diakses pada 12 Juni 1996).

Sosialisasi KTSP

s. Rujukan dari Internet Berupa Bahan Diskusi


Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti secara berturut-turut dengan tanggal, bulan, tahun, topik bahan diskusi, nama bahan diskusi (dicetak miring) dengan diberi keterangan dalam kurung (online), dan diakhiri dengan alamat e-mail sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung. Contoh: Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citing Internet cites. NETTRAIN Discussion List, (Online), (NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu, diakses 22 Nopember 1995).

Sosialisasi KTSP

t. Rujukan dari Internet berupa E-mail Pribadi


Nama Pengirim (jika ada) dan disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti secara berturut-turut oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirim). Contoh: Davis, A.(a.davis@uwts.edu.au). 10 Juni 1996. Learning to Use Web Authoring Tools. E-mail kepada Alison Hunter (huntera@usq.edu.au).

Sosialisasi KTSP

II.

KUTIPAN

Matakuliah Bahasa Indonesia

a. Pengertian Kutipan
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis, baik yang terdapat dalam buku, majalah, koran, dan sumber lainnya, ataupun berasal dari ucapan seorang tokoh. Kutipan digunakan untuk mendukung argumentasi penulis. Kutipan juga bisa diambil dari pernyataan lisan dalam sebuah wawancara, ceramah, ataupun pidato. Namun, kutipan dari pernyataan lisan ini harus dikonfirmasikan dulu kepada narasumbernya sebelum dicantumkan dalam tulisan.

Sosialisasi KTSP

a.Kutipan langsung, apabila penulis mengambil pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat, sesuai teks asli, tidak mengadakan perubahan sama sekali. b.Kutipan tidak langsung, apabila penulis mengambil pendapat orang lain dengan menguraikan inti sari pendapat tersebut, susunan kalimat sesuai dengan gaya bahasa penulis sendiri.

Sosialisasi KTSP

c.Sumber Kutipan
Salah satu karakter utama tulisan ilmiah adalah referensial, menunjukkan bahwa argumen-argumen yang diajukan dilandasi oleh teori atau konsep tertentu, sekaligus menunjukkan kejujuran intelektual dengan mencantumkan sumber kutipan (referensi) yang digunakan. Dalam praktik penulisan, setiap kali penulis mengutip pendapat orang lain, baik dari buku, majalah, ataupun wawancara, setelah kutipan itu harus dicantumkan sumber kutipan (buku, majalah, atau koran) yang digunakan. Secara mendasar, pencantuman sumber kutipan ini mempunyai fungsi sebagai: Menyusun pembuktian (etika kejujuran dan keterbukaan ilmiah). Menyatakan penghargaan kepada penulis yang dikutip (etika hak cipta intelektual).

Sosialisasi KTSP

III.

CATATAN KAKI

Matakuliah Bahasa Indonesia

a. Pengertian Catatan Kaki


Catatan kaki (footnote), dilakukan apabila penulis mencantumkan nomor indeks di akhir sebuah kutipan, lalu di bagian bawah halaman tersebut (bagian kaki halaman) terdapat keterangan nomor indeks yang menjelaskan sumber kutipan tersebut. Sebuah tulisan ilmiah harus menggunakan salah satu jenis penulisan referensi tersebut, serta harus konsisten dengan jenis tersebut. Artinya, ketika sebuah tulisan menggunakan bodynote, maka seluruh referensi dari awal hingga akhir tulisan harus menggunakan bodynote. Atau, jika seorang penulis menggunakan catatan kaki, sejak awal hingga akhir tulisan, penulis harus menggunakan catatan kaki untuk menuliskan referensinya.

Sosialisasi KTSP

b.Teknik Menggunakan Catatan Kaki


Catatan kaki mempunyai kelebihan dibandingkan dengan catatan tubuh, yaitu: Catatan kaki mampu menunjukkan sumber referensi dengan lebih lengkap. Dalam cacatan tubuh, yang ditampilkan hanya nama pengarang, tahun terbit buku, serta halaman buku yang dikutip. Dalam catatan kaki, nama pengarang, judul buku, tahun terbit, nama penerbit, dan halaman dapat dicantumkan semua. Hal ini tentu mempermudah penelusuran bagi pembaca. Selain sebagai penunjukan referensi, catatan kaki dapat berfungsi untuk memberikan catatan penjelas yang diperlukan. Hal ini tentu tidak dapat dilakukan dengan catatan tubuh. Catatan kaki dapat digunakan untuk merujuk bagian lain dari sebuah tulisan. Berdasarkan kelebihannya tersebut, catatan kaki bisa berisi: a)Penunjukan sumber kutipan (referensi). b)Catatan penjelas. c)Penunjukan sumber kutipan sekaligus catatan penjelas.

Sosialisasi KTSP

c. Prinsip-prinsip dalam Menuliskan Catatan Kaki


1. Catatan kaki dicantumkan di bagian bawah halaman, dipisahkan dengan naskah skripsi oleh sebuah garis. Pemisahan ini akan otomatis dilakukan oleh program Microsoft Word dengan cara mengklik insert, kemudian reference, kemudian footnote. 2. Nomor cacatan kaki ditulis secara urut pada tiap bab, mulai dari nomor satu. Artinya, cacatan kaki pertama di tiap awal bab menggunakan nomor satu, begitu seterusnya. 3. Catatan kaki ditulis dengan satu spasi. 4. Pilihan huruf dalam catatan kaki harus sama dengan pilihan huruf dalam naskah skripsi, hanya ukurannya lebih kecil, yaitu: Times New Roman (size 10) Arial (size 9) Tahoma (size 9)

Sosialisasi KTSP

5. Baris pertama catatan kaki menjorok ke dalam sebanyak tujuh karakter. 6. Judul buku dalam catatan kaki ditulis miring (italic). 7. Nama pengarang dalam catatan kaki ditulis lengkap dan tidak dibalik. 8. Catatan kaki bisa berisi keterangan tambahan. Pertimbangan utama memberikan keterangan tambahan adalah: jika keterangan tersebut ditempatkan dalam naskah (menyatu dengan naskah) akan merusak alur tulisan atau naskah tersebut. Tidak ada batasan seberapa panjang keterangan tambahan, asalkan proporsional.

Sosialisasi KTSP

PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

Sosialisasi KTSP

Smith (1990:276) menarik kesimpulan berikut The placebo effect,which had been vertivied in provious studies in this manner.Futhermore,the behaviour were never exhibited again,even were real drugs were administered.Earlier studies were clearly premature in attributing the results a placebo effect.

Sosialisasi KTSP

Penulisan Daftar Pustaka


Daftar pustaka/bibliografi adalah daftar yang berisi buku, artikel, dokumen, dan segenap kepustakaan lainnya yang digunakan dalam menyusun sebuah tulisan ilmiah, ditempatkan di bagian terakhir (halaman terpisah/tersendiri) dari tulisan ilmiah tersebut. Daftar pustaka atau bibliografi mutlak ada dalam sebuah karya ilmiah, menunjukkan sifat referensial atas karya tersebut. Bibliografi disusun secara alfabetis (Lampiran VI.3). Unsur-unsur dalam sebuah daftar pustaka: Nama pengarang (ditulis secara terbalik). Judul buku (termasuk judul tambahannya). Data publikasi (tempat terbit, nama penerbit, tahun terbit). Nama pengarang artikel dan judul artikel (untuk artikel). Data publikasi media, untuk artikel di media (nama media, tanggal terbit). Alamat lengkap internet dan waktu akses (untuk bahan dari internet). Cara penyusunan daftar pustaka:
Sosialisasi KTSP

a.Satu Pengarang
Hazairi,Prof.Dr.S.H.Demokrasi Pancasila.Jakarta:Tintamas,1970. Chomsky,Noam.Aspects of Theory of Syntax.Cambridge.Mass:MIT Press,1965. Catatan a)Urutan nama pengarang disusun dari belakang kedepan mengikuti Urutan dalam buku dalam buku kecuali nama Tionghoa. b)Jika Penulis adalah suatu badan atau instansi,yayasan,departemen,komite,organisasi,dan pusat,maka nama badan-badan tersebut menggantikan tempat nama pengarang/penulis. c)Jika tidak ada nama pengarang atau penulis,maka dimulai dengan nama buku. d)Nama buku dicetak miring.Dalam tulisan tangan atau ketikan nama buku mendapat garis bawah masing-masing. e)Urutan dan tanda baca seperti diatas itulah dikehendaki. f)Jika ada lebih dari satu nama kota,maka diambil nama pertama. g)Jika tidak ada angka tahun,berilah angka tahun terakhir.Angka tahun biasanya terdapat pada sampul dalam buku.Jika tidak ada juga,berilah singkatan t.th.(tanpa tahun) Departemen Penerangan RI.Undang-undang no.1-2 tahun 1977.Jakarta:Departemen Penerangan RI,1971.

Sosialisasi KTSP

b.Dua Pengarang Shimbing,L.Herman,dan Mahjudin Sale.Hukum Adat Minagkabau Dalam Pengadilan Sumatra Barat.Bandung:Alumini,1975. McKay,Saudara,dan Risa Rosenthal.Writting for Spesific Purpose.New York:Prentice hall,Inc.,1980. Allen,Edward David,dan Rebecca M.Vallette,Classroom Techniques:Foreight Lenguage and English as a second Lenguage.New York:Harcourt Brance Javanovich,Inc.,1977. c.Tiga Pengarang Dulay,Heidi,Marina Burt,and Stephen Krashen.Language Two.New York:oxford University Press,1982. Dulay,Heidi,et.al.Language Two.New York:Oxford University Press,1982.

Sosialisasi KTSP

d.Cetakan ke... dan Jilid KreneBrug,R. Dan B.Sabrodein.Ilmu Negara Umum.Catatan III.Jakarta:Pradnya Paramita,1975. Diponolo,G.S.Ilmu Negara.2 Jilid.Jakarta :balai Pstaka,1975. Diponolo,G.S.Ilmu Negera.Jilid Kedua.jakarta:Balai Pustaka,1975. Gautama,S.Prof.Mr.Dr.Hukum Perdata Internasional Indonesia.Jilid Pertama.Cetakan kedua Jakarta:Penerbit P.T.Kinta,1966. e.Editor atau Penyunting Halim,Amran (Ed),Politik Bahasa Nasional 1.Jakarta:Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa,1976. f.Antologi,Kumpulan,Bunga Rampai,Himpunan Nazarudin.Kumpulan Peraturanperaturan Perundang-undangan Mengenai Pers,Radio,Televisi,dan Film.Jakarta:Erlangga,1974. Kumpulan Peraturan-peraturan Agraria.Pengantar oleh Komaro Danamatja.Jakarta:Jasaguna,1973.
Sosialisasi KTSP

g.Terjemahan Fokker,A.A.Prof.Dr.Pengantar Sintaksi Bahasa Indonesia.Diindonesiakan oleh Djonhar.Jakarta:Pradnya Paramita,1970. Van Peursen,C.A.Prof.Dr.Orientasi Di alam Filsafat.a.b.Dick Hartoko.Jakarta:PT Gramedia,1980. Van Horne,James.Dasar-dasar manajemen Keuangan.a.b.Juniw Tirok MBA.Jakarta:Penerbit Erlangga,1983. catatan (a)Dalam terjemahan mana penulis/pengarang asli buku ditempatkan dalam bibliografi.Sesudah itu,baru diketik/dicetak judul tejermahan dan nama penerjemah (b)Jika tidak ada nama pengarang asli dalam terjemahan,judul buku tejermahan ditulis di tempat nama pengarang.

Sosialisasi KTSP

h.Artikel dalam Jurnal,dan Majalah Atmatja,Soerja P.Arifin.Beberapa Aspek Yudiris Suatu Perjanjian.Hukum dan Pembangunan.VII (September 1977),344-347. Anaka,Natsumi.Developing Paragraph Organization Skills at the Collage level.English Teaching Forum.22 (july 1962). a)Judul artikel dalam tanda petik anada. b)Koma diberikan sebelum tanda petik ganda terakhir. c)Angka Romawi menyatakan volume atau tahun.... dan angka Arab menunjukan halaman. d)Petunjuk yang sama ini berlaku pula bagi pengutipan artikel dari sebuah ensiklopedia,bunga rampai,atau bab buku. e)Nama buku,Jurnal majalah,dan ensiklopedia mendapat garis bawah atau cetak miring.

Sosialisasi KTSP

i.Tajuk Rencana,Artikel tanpa Nama. Kompas.Tajuk Rencana,22 Maret 1980. Mengangkat Martabat Seniman,tajuk rencana. Kompas,22 Maret,1980,hlm.IV kolom 1. a)cara (1) dibiasakan dengan syarat dalam catatan kaki judul tajuk rencana lengkap disebutkan. b)cara (1) dan (2) bersifat mana suka. Lagi,Soal Barang Bukti,Kompas,22 Maret,1980.hlm.,3. j.Wawancara / Interview Radio dan TV Smaherg,Grorge,Senator.Television interview on the role of Indonesia in Southeast Asia.WDC-TV.Washington,D.C.,June 16,1965. Pearson Wilis.The Outlock for Vietnam,Radio Talk. WQXR,New York,October 15,1965.

Sosialisasi KTSP

k.Disertasi Diterbitkan Keraf,Gregorius.Morfologi Dialek Lamalera.Disertasi UI,1978.Ende/Flores:P.Arnoldolus,1978. Simatupang,M.D.S.Reduplikasi Morfeis Bahasa Indonesia.Disertasi UI,1979.Jakarta:Penerbit Djembatan,1983. l.Disertasi Tidak Diterbitkan Karibin,Maryono Akhadiah Sabarti.Pengaruh Menteri Pengajar Bahasa Indonesia,Lokasi sekolah dan jenis kelamin tehadap kemampuan penalaran siswa SMP.Disertasi IKIP Jakarta,1983. Catatan: 1)Disertasi,tesis,dan skripsi yang diterbitkan diberi notasi sebagai buku.Akan tetapi keterangan tentang disertasi,tesis,atau skripsi harus diberikan nama perguruan tinggi dan tahun ujian disertasi. 2)Disertasi yang tidak diterbitkan ditulis dalam tanda petik ganda.Harus dituliskan pula disertasimtesis,atau skripsi,nama perguruan tinggi,dan tahun.
Sosialisasi KTSP

Terima kasih

Selesai
Sosialisasi KTSP