Anda di halaman 1dari 50

KONSEP PENCEHAGAN PENYAKIT DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Materi Kuliah : Blok 1 ( Ilmu Kesehatan Masyarakat )


Oleh : Dr. Azwar Djauhari MSc

Program Studi Pendidikan Dokter UNIVERSITAS JAMBI


1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 1

PERTEMUAN KE : .. WAKTU PERTEMUAN : 2 X 50 MENIT A. Tujuan Instruksional 1. Umum : Setelah selesai mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa semester 1 PSPD Unja dapat menjelaskan tentang Konsep Epidemiologi dan Pelayanan Kesehatan . 2. Khusus : Setelah mengikuti kuliah materi ini sampai akhir semester , mahasiswa semester 1 PSPD Unja mampu menjelaskan tentang Konsep Pencegahan Penyakit dalam Pelayanan Kesehatan. B. Pokok Bahasan : Konsep Pencegahan Penyakit dalam Pelayanan Kesehatan . C. Sub Pokok Bahasan : a. Konsep Sehat, Sakit dan Masalah Kesehatan . b. Pengantar Epidemiologi c. Proses terjadinya Penyakit dan Riwayat Alamiah Penyakit. d. Tingkat dan bentuk Pencegahan Penyakit.
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 2

BAHAN KEPUSTAKAAN
1. Bustan, M.N. ,2006 : Pengantar Epidemiologi , Edisi Revisi , Jakarta, PT Rineka Cipta. Notoatmodjo, S , 2007 : Kesehatan Masyarakat, Ilmu dan Seni, Jakarta , Penerbit Rineka Cipta. Budiarto, E.,Anggraeni,D., 2003 : Pengantar Epidemiologi, Edisi 2, Jakarta, EGC. Murti,B.,1995 :Pengantar dan Metode Riset Epidemiologi, Yogyakarta, Gajah Mada University Press. Lapau,B., 2007 : Prinsip dan Metode Epidemiologi , Jakarta, Uhamka Press. Mausner, J.S. and Kramer, S. 1985 : Epidemiology, An Introductory Text, Philadelphia, W.B. Saunders

2.
3.

4.
5.

6.

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

KONSEP SEHAT DAN SAKIT MASALAH KESEHATAN

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

KONSEP SEHAT DAN SAKIT


Sehat dan sakit adalah suatu kejadian yang merupakan rangkaian proses yang berjalan terus menerus dalam kehidupan masyarakat. Konsep sehat dan sakit dianggap bergerak dari satu titik sehat ke titik sakit atau sebaliknya melalui suatu garis horizontal atau sebagai variabel kontinum.
>>>>>

SEHAT
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD

SAKIT
5

KONSEP SEHAT DAN SAKIT


Konsep sehat dipandang dari sudut fisik dan individu ialah seseorang dikatakan sehat bila semua organ tubuh berfungsi dalam batas normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin. Normal sulit dibakukan . Konsep sehat dipandang dari sudut ekologi berarti proses penyesuaian antara individu dan lingkungannya. Proses penyesuaian ini berjalan terus menerus dan berubah-ubah sesuai dengan perubahan lingkungan. Untuk mempertahankan kesehatannya orang dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. .
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 6

KONSEP SEHAT DAN SAKIT


Konstitusi WHO ( 1948 ) berbunyi : Health is stage of complete physical, mental and social wellbeing and not merely the absence of disease or infirmity UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan, berbunyi : Sehat adalah : Keadaan sempurna baik fisik, mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan kecacatan , serta produktif secara ekonomi dan sosial. Konsep sehat tersebut sangat ideal. .
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 7

KONSEP SEHAT DAN SAKIT


A dengan gambar EKG menunjukkan kelainan, tetapi seumur hidup tidak ada keluhan dan tidak membutuhkan pengobatan tanpa ada pembatasan aktivitas sehari-hari, sebaliknya B dengan gambar EKG yang sama dengan A. tetapi menimbulkan gejala serta membutuhkan pengobatan Dua orang mendapat infeksi yang sama , seorang dapat menjadi sakit dan menimbulkan gejala serta membutuhkan pengobatan, tetapi yang seorang lagi tidak menjadi sakit.

???????
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 8

MASALAH KESEHATAN
Sesuai dengan definisi sehat yang meliputi : fisik, mental, sosial dan ekonomi maka masalah kesehatan meliputi : 6D 1.Death ( Kematian ) 2.Disease ( Kesakitan ) 3.Disability ( Kecacatan ) 4.Discomfort ( Kekurang nyamanan ) 5.Dissatisfaction ( Kekurang puasan ) 6.Destitution ( Kemelaratan )
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 9

Penyakit sebagai salah satu masalah kesehatan


Penyakit = kegagalan dari mekanisme adaptasi suatu organisme utk bereaksi scr tepat thdp rangsangan/tekanan sehingga timbul gangguan pd fungsi/struktur dari bagian, organ atau dari tubuh (Gold Medical Dictionary) Faktor yg mempengaruhi : host, agent & environment Interaksi antara pejamu (host), penyebab penyakit (agent), dan lingkungan (environment) harus seimbang, bila terjadi gangguan keseimbangan maka timbul penyakit
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 10

PENGANTAR EPIDEMIOLOGI 1. Pengertian / Batasan


2. Kharakteristik 3. Peran dan Manfaat 4. Tujuan dan Jangkauan 5. Trias Epidemiologi

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

11

1.PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI
EPIDEMIOLOGI : EPI + DEMOS + LOGOS ( bahasa Yunani ) EPI : atas DEMOS : penduduk LOGOS : ilmu Ilmu yang mempelajari tentang penduduk apanya penduduk PENYAKIT itu dulu Sekarang ???
Blok_1_2009_AZD 12

1/16/2013

BATASAN
1. Ilmu yg mempelajari tentang penyakit dan segala macam kejadian yg mengenai sekelompok penduduk. ( Green Wood ,1934 ) Ilmu yang mempelajari distribusi penyakit dan determinan yang mempengaruhi frekwensi penyakit pada populasi manusia. ( Mac Mahon.B , Pugh,T.F., 1970 ) Pengetahuan tentang fenomena masal penyakit infeksi atau sebagai riwayat alamiah penyakit menular ( Wade Hampton Prost (1972) Studi tentang faktor yang menentukan frekwensi dan distribusi penyakit pada populasi manusia. (Lowe,C.R.,Koestrzewski,J., 1973 )
Blok_1_2009_AZD 13

2.

3.

4.

1/16/2013

BATASAN
5. Studi tentang penyakit yg menimpa suatu populasi manusia. ( Garry D.Freidman , 1974 ) 6. Ilmu yang mempelajari distribusi dan determinan penyakit dan ruda paksa pada populasi manusia. ( Mausner,J. , Bahn, 1974 ) 7. Ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang menimpa penduduk ( Omran, Abdel.R. , 1979 ) 8. Ilmu yang mempelajari distribusi penyakit atau keadaan fisiologis pada penduduk dan determinan yang mempengaruhi distribusi tersebut. ( Lilienfeld,A.M., Lilienfeld, D.E. , 1980 )
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 14

BATASAN
7. Suatu studi tentang distribusi dan determinan penyakit pada populasi manusia. ( Barker, D.J.P., 1982 )

8.
9.

Studi tentang distribusi dan determinan penyakit dan kecelakaan pada populasi manusia ( Mausner & Kramer 1985 ) Studi tentang distribusi dan determinan tentang keadaan atau kejadian yg berkaitan dg kesehatan pd populasi tertentu dan aplikasinya utk menanggulangi masalah kesehatan.( Last 1988 )

10. Ilmu yg mempelajari distribusi, frekuensi dan determinant dari suatu peristiwa kesehatan dan peristiwa lain yg berhubungan dg kes yg menimpa sekelompok masyarakat, dan menerapkan ilmu ini utk mencari penanggulangannya. ( WHO , 1989)
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 15

Epidemiologi is the study of the distribution and determinance of health related status and events a population and the application of such study to solve health problem Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari distribusi dan determinan dari peristiwa kesehatan dan yang berkaitan dengan kesehatan yang menimpa masyarakat, serta menerapkan ilmu tersebut untuk memecahkan masalah kesehatan

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

16

2. KHARAKTERISTIK EPIDEMIOLOGI
1. Epidemiologi mempelajari bukan individu tetapi kelompok individu. ( beda dengan ilmu kedokteran individu ) 2. Epidemiologi membandingkan antara kelompok yang satu dengan kelompok lain ( beda dengan antropologi dan sosiologi yang lebih kualitatif, sedangkan epidemiologi lebih kuantitatif ) 3. Epidemiologi menyangkut pertanyaan apakah mereka dengan kondisi tertentu lebih sering mempunyai karakteristik atau faktor tertentu dari pada mereka yang tak punya faktor itu ( High risk group )
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 17

Kata kunci Epidemiologi :


1. Distribusi : - Kelompok mana - Usia berapa - Daerah mana Frekuensi : - Seberapa besar Determinant : - Apa faktor penyebab atau pencetusnya Populasi : - Kelompok masyarakat mana

2. 3. 4.

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

18

3.PERANAN EPIDEMIOLOGI DALAM BIDANG KEDOKTERAN DAN KESEHATAN


1. 2. 3. 4. 5. 6. Identifikasi masalah kesehatan yang sedang dihadapi masyarakat. Mengetahui faktor2 yang berperan dalam terjadinya masalah kesehatan atau penyakit di masyarakat. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan pengambilan keputusan. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan. Mengembangkan metodelogi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dlm upaya utk mengatasinya. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu diatasi.
Blok_1_2009_AZD 19

1/16/2013

3.MANFAAT EPIDEMIOLOGI
1. Diagnosis masalah kesehatan masyarakat . 2. Memantau kegiatan atau pelaksanaan program 3. Menilai keberhasilan program atau pelayanan kesehatan 4. Menyusun rencana program / pelayanan kesehatan masyarakat.

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

20

Petugas Kesehatan perlu pengetahuan epidemiologi karena :


1. 2. 3. Pendekatan epidemiologis merupakan cara yg paling efektif dan efisien untuk mengungkap faktor penyebab, faktor resiko penyakit. Semua percobaan di lab, harus diuji coba di masyarakat Frekuensi dan distribusi penyakit yg ditemukan di yankes, harus disesuaikan keadaannya dengan di masyarakat Semua kejadian penyakit harus diinformasikan ke masyarakat dan fihak lain yg memerlukannya Upaya pencegahan dan skreening sangat diperlukan dalam upaya penanggulangan penyakit
Blok_1_2009_AZD 21

4. 5.

1/16/2013

4.TUJUAN DAN JANGKAUAN EPIDEMIOLOGI


1. Tujuan mempelajari epidemiologi adalah : memperoleh data frekuensi distribusi dan determinan penyakit atau fenomena lain yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. 2. Jangkauan epidemiologi : Penyakit yang menimbulkan wabah Penyakit infeksi non wabah Penyakit-penyakit non infeksi bukan penyakit ( fertilitas, kecelakaan dll )
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 22

5.TRIAS EPIDEMIOLOGI
Disebut juga Segitiga Epidemiologi Konsep dasar epidemiologi yang memberikan gambaran tentang hubungan antara tiga faktor utama yang berperan dalam terjadinya penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Interaksi tiga faktor : 1. Host ( Pejamu ) 2. Agent ( penyebab ) 3. Environment ( Lingkungan ) Merupakan kesatuan yang dinamis, yang berada dalam keseimbangan. ganggunan keseimbangan akan menimbulkan status sakit
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 23

1. FAKTOR PEJAMU = HOST


Host : adalah manusia atau mahluk hidup lainnya , yang menjadi tempat terjadi proses alamiah perkembangan penyakit Faktor host yang berkaitan dg penyakit :
1. Genetik : Sickle cell disease 2. Umur, jenis kelamin, etnik, status perkawinan 3. Status fisiologis : kelemahan, kehamilan, pubertas, stress, status gizi 4. Pengalaman imunologi sebelumnya : hipersensitivity, infeksi terdahulu, imunisasi, antibodi 5. Perilaku : hygiene individu, penjamah makanan, diet, kontak antar personal, pekerjaan, rekreasi, pemanfaatan sumber daya kesehatan
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 24

2. FAKTOR PENYEBAB = AGENT


Agen adalah unsur , organisme hidup atau kuman infektif yang dapat menyebabkan tejadinya suatu penyakit. Faktor agen yang berkaitan dg penyakit :
1. Biologis : bakteri, virus, parasit, jamur, ricketsia 2. Kimia : makanan tercemar pestisida, food additive, obat-obatan, limbah industri 3. Nutrisi : kolesterol berlebihan, defisiensi vitamin, protein 4. Fisik : panas, sinar, radiasi, suara, getaran obyek yg bergerak, mekanik (patah tulang)
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 25

3. FAKTOR LINGKUNGAN = ENVIRONMENT Lingkungan adalah semua faktor luar dari suatu individu yang dapat berupa lingkungan fisik, biologik dan sosial. Faktor Lingkungan yg berkaitan dg penyakit :
1. Lingkungan fisik: kondisi udara, kondisi pemukiman, geology 2. Lingkungan biologi: kepadatan penduduk, hewan atau tumbuhan (sebagai agent, reservoir, vektor) 3. Lingkungan sosial ekonomi: terpapar pada agent kimia, kepadatan di daerah urban, ketegangan dan tekanan, perang, bencana alam, kemiskinan
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 26

PROSES TERJADINYA PENYAKIT DAN RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

27

PROSES TERJADINYA PENYAKIT


Ketiga faktor ( Host, Agen dan Lingkungan ) terus menerus dalam keadaan berinteraksi satu sama lain.Bila interaksi seimbang terciptalah keadaan sehat, bila terjadi gangguan kesimbangan , muncul penyakit. Gangguan keseimbangan yang menyebabajan kesakitan tergantung karakteristik dari ketiga faktor tersebut dan interaksi antara ketiganya
1. Karakteristik Pejamu ( Host ) 2. Karakteristik Penyebab ( Agent ) 3. Karakteristik Lingkungan ( Environment )
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 28

1. KARAKTERISTIK PEJAMU ( HOST )


Manusia mempunyai karakteristik tersendiri dalam menghadapi ancaman penyakit, berupa :
1. Resistensi : kemampuan untuk bertahan terhadap suatu infeksi. 2. Imunitas :kemampuan host untuk mengembangkan respon imunologis, baik secara alamiah maupun perolehan sehingga tubuh kebal terhadap suatu penyakit. 3. Infektifnes ( Infectiousness ): potensi pejamu yang terinfeksi untuk menularkan penyakit kepada orang lain.
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 29

2. KARAKTERISTIK PENYEBAB (AGENT )


1. Infektivitas : kesanggupan agen untuk beradaptasi 2.
terhadap lingkungan pejamu untuk mampu dan berkembang biak dalam jaringan pejamu. Patogenisitas : kesanggupan agen untuk menimbulkan reaksi klinik khusus yang patologis setelah terjadi infeksi pada host. Dengan kata lain : Jumlah kasus penyakit/ penderita dibagi dengan jumlah orang yang terinfeksi. Virulensi : kesanggupan agen untuk menghasilkan reaksi patologis yang berat yang selanjutnya mungkin menyebabkan kematian. Dengan kata lain : jumlah kasus yang berat dan fatal dibagi jumlah semua kasus penyakit tertentu.

3.

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

30

2. KARAKTERISTIK PENYEBAB (AGENT )

4. Toksisitas : kesanggupan agen untuk


memproduksi reaksi kimia yang toksis dari substansi kimia yang dibuatnya . 5. Invasitas : kemampuan agen untuk melakukan penetrasi dan menyebar setelah memasuki jaringan. 6. Antigenisitas : kesanggupan agen untuk merangsang reaksi imunologis dalam pejamu.
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 31

3. KARAKTERISTIK LINGKUNGAN
1. Topografi : situasi lokasi tertentu , baik natural atau buatan manusia yang mungkin mempengaruhi terjadinya dan penyebaran suatu penyakit tertentu. 2. Geografis : keadaan yang berhubungan dengan struktur geologi dan bumi yang berhubungan dengan kejadian penyakit.

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

32

1. Masa Tunas ( Masa Inkubasi ) : selang waktu antara terjadinya permulaan kontak dengan agen sampai timbulnya gejala penyakit yang dicurigai. 2. Reservoir : tempat dimana agen dapat tumbuh dan berkembang biak untuk dapat menularkan penyakit ( manusia, hewan , arthropoda , dll ) 3. Transmisi agen : segala cara atau mekanisme dimana agen menular menyebar dari sumber atau reservoir ke manusia ( Direct Transmission dan Indirect Transmission ) 4. Indirect Trasnmission : Vechicle borne , Vector borne, Airborne
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 33

5. Carrier = Karier : Manusia atau hewan tempat berdiamnya agen menular spesifik yang secara klinis tidak telihat nyata / gejala-gejala tidak ada, dan merupakan sumber penularan yang potensial. Macam-macam karier :
1. 2. 3. 4. Pada masa tunas Pada penyakit tanpa gejala Pada masa pemulihan Pada penyakit khronis.

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

34

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT Untuk membuat diagnosis salah satu hal yang perlu diketahui adalah riwayat alamiah penyakit. ( Natural History of Disease ) Riwayat alamiah penyakit adalah perkembangan penyakit itu tanpa campur tangan medis atau bentuk intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara alamiah.
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 35

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT


Melalui tahap tahap sebagai berikut : 1. Tahap prepatogenesis. 2. Tahap patogenesis, yang terdiri dari : tahap inkubasi, tahap dini, tahap lanjut dan tahap akhir. 3. Tahap pasca patogenesis , yang dapat menjadi beberapa kemungkinan :
Sembuh sempurna Sembuh dengan cacat Karier Kronik ( Menahun ) Mati .

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

36

TINGKATAN DAN BENTUK UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

37

KONSEP PENCEGAHAN

Leavel and Clark dalam bukunya Preventive Medicine for the Doctor in his Community , menyatakan ada 3 fase dalam proses pencegahan penyakit : Fase sebelum sakit = prae patogenesis phase yaitu : PRIMARY PREVENTION

Fase selama proses sakit patogenesis phase yaitu : SECONDARY PREVENTION dan TERTIARY PREVENTION
Masing-masing tingkat pencegahan dapat dilakukan kegiatan pokok serta kegiatan kegiatanya.
PRAE PATOGENISIS FASE PRIMARY PREVENTION PATHOGENESIS FASE SECONDARY PREVENTION TERTIARY PREVENTION

HEALTH PROMOTION

GENERAL AND SPECIFIC PROTECTION

EARLY DIAGNOSIS PROMPT TREATMENT

DISABILITY LIMITATION

REHABILITATION

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

38

KONSEP PENCEGAHAN

PRAE PATOGENISIS FASE PRIMARY PREVENTION

PATHOGENESIS FASE SECONDARY PREVENTION TERTIARY PREVENTION

HEALTH PROMOTION

GENERAL AND SPECIFIC PROTECTION

EARLY DIAGNOSIS PROMPT TREATMENT

DISABILITY LIMITATION

REHABILITATION

PRAE PATOGENESIS PRIMORDIAL PREVENTION UNDERLYING CONDITION

PATOGENESIS

PRIMARY PREVENTION
HEALTH PROMOTION SPECIFIC PROTECTION

SECONDARY PREVENTION
EARLY DIAGNOSIS AND PROMPT TREATMENT DISABILITY LIMITATIO N

TERTIARY PREVENTION REHABILITATIO N

Sumber : Beoglehole , WHO 1993

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

39

TINGKAT PENCEGAHAN
Manfaat riwayat alamiah penyakit yaitu dapat dipakai dalam merumuskan dan melakukan upaya pencegahan. Upaya pencegahan dapat dilakukan sesuai dengan perkembangan patologis penyakit atau dengan kata lain sesuai dengan riwayat alamiah penyakit tersebut. Ada 4 tingkat utama pencegahan :
1. 2. 3. 4. Pencegahan tingkat awal ( Primordial Prevention ) Pencegahan tingkat pertama ( Primary Prevention ) Pencegahan tingkat kedua ( Secondary Prevention ) Pencegahan tingkat ketiga ( Tertiary Prevention )

1 dan 2 pada fase prepatogenesis, 3 dan 4 pada fase patogenesis


Blok_1_2009_AZD 40

1/16/2013

BENTUK BENTUK UPAYA PENCEGAHAN


Pencegahan tingkat Awal :
i. Pemantapan status kesehatan ( Underlying Condition ) Promosi Kesehatan ( Health Promotion ) Pencegahan khusus ( Spesific Protection )

Pencegahan Tingkat Pertama :


ii. iii.

Pencegahan Tingkat Kedua :


iv. Diagnosis Awal dan Pengobatan tepat ( Early Diagnosis and Prompt Treatment ) v. Pembatasan Kecacatan ( Disability Limitation )

Pencegahan Tingkat Ketiga :


vi. Rehabilitasi ( Rehabilitation )
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 41

PENCEGAHAN TINGKAT AWAL


Tujuannya adalah untuk menghindari terbentuknya pola hidup sosial ekonomi dan kultural yang mendorong peningkatan resiko penyakit. Diarahkan untuk mempertahankan kondisi dasar atau status kesehatan masyarakat yang bersifat positif yang dapat mengurangi kemungkinan suatu penyakit atau faktor resiko gaya hidup Merupakan upaya mempertahankan kondisi yang positif yang dapat melindungi masyarakat dari gangguan kondisi kesehatannya yang sudah baik.
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD 42

PENCEGAHAN TINGKAT PERTAMA


Dilakukan dengan 2 cara :
1. Menjauhkan agen untuk dapat kontak atau memapar pejamu. 2. Menurunkan kepekaan pejamu ( host susceptibilty )

Intervensi dilakukan sebelum perubahan patologis terjadi ( fase prepatogenesis )

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

43

PENCEGAHAN TINGKAT KEDUA


Dilakukan dalam fase patogenesis dengan cara mengetahui perubahan klinik atau fisiologis yang terjadi dalam awal penyakit ( early symptom ) atau masih dalam presymptomatic. Tujuannya untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga diharapkan menghambat progresivitas penyakit, mencegah komplkasi dan membatasi kemungkinan kecacatan
Blok_1_2009_AZD 44

1/16/2013

PRIMARY PREVENTION

1/16/2013

Penyuluhan kesehatan yang intensif Perbaikan gizi dan penyusunan pola menu yang adekuat. Pembinaan dan pengawasan tumbuh kembang balita, anakanak dan remaja. Perbaiakan perumahan sehat. Pengembangan kesehatan mental maupun sosial. Nasehat perkawinan dan pendidikan seks yang bertanggung jawab Pengendalian terhadap faktor lingkungan .
45

Blok_1_2009_AZD

PRIMARY PREVENTION

Memberikan pengebalan pada golongan rentan . Peningkatan higiene perorangan dan perlindungan terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan Perlindungan terhadap kemungkinan kecelakaan ( pengembangan aspek security ) Perlindungan kerja ( dalam rangka Occupational Health ) Perlindungan terhadap bahan-bahan karsinogenik, racun maupun allergen Pengendalian sumber-sumber pencemaran
46

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

SECONDARY PREVENTION

Mencari kasus sedini mungkin ( early case detection / finding ) Melakukan general check up secara rutin ( baik individual maupun mass screening ) Survey selektif seperti : school survey atau contact survey. Meningkatkan keteraturan pengobatan pada penderita ( case holding ) Pemberian pengobatan yang tepat pada setiap permulaan kasus ( adequate treatment )
47

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

TERTIARY PREVENTION

Penyempurnaan dan intensifikasi pengobatan lanjutan agar tidak terjadi komplikasi. Pencegahan terhadap komplikasi maupun cacat setelah sembuh. Perbaikan fasilitas kesehatan sebagai penunjang untuk pengobatan dan perawatan yang lebih intensif. Mengusahakan pengurangan beban beban non medis ( sosial ) pada penderita untuk memungkinkan meneruskan pengobatan dan perawatannya.

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

48

TERTIARY PREVENTION


1/16/2013

Penyuluhan dan usaha usaha kelanjutan yang harus tetap dilakukan seseorang setelah ia sembuh. Peningkatan terapi kerja untuk memungkinkan pengrmbangan kehidupan sosial setelah ia sembuh. Mengusahakan suatu perkampungan rehabilitasi sosial. Penyadaran masyarakat untuk menerima mereka dalam fase rehabilitasi. Mengembangkan lembaga-lembaga rehabilitasi.
49

Blok_1_2009_AZD

1/16/2013

Blok_1_2009_AZD

50