Anda di halaman 1dari 50
KONSEP PENCEHAGAN PENYAKIT DALAM PELAYANAN KESEHATAN Materi Kuliah : Blok 1 ( Ilmu Kesehatan Masyarakat )
KONSEP PENCEHAGAN PENYAKIT
DALAM PELAYANAN KESEHATAN
Materi Kuliah :
Blok 1 ( Ilmu Kesehatan Masyarakat )
Oleh :
Dr. Azwar Djauhari MSc
Program Studi Pendidikan Dokter
UNIVERSITAS JAMBI
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD

PERTEMUAN KE

WAKTU PERTEMUAN

: ..

: 2 X 50 MENIT

  • A. Tujuan Instruksional

    • 1. Umum :

Setelah selesai mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa semester 1

PSPD Unja dapat menjelaskan tentang Konsep Epidemiologi dan

Pelayanan Kesehatan .

  • 2. Khusus :

Setelah mengikuti kuliah materi ini sampai akhir semester , mahasiswa semester 1 PSPD Unja mampu menjelaskan tentang

Konsep Pencegahan Penyakit dalam Pelayanan Kesehatan.

  • B. Pokok Bahasan : Konsep Pencegahan Penyakit dalam Pelayanan Kesehatan .

  • C. Sub Pokok Bahasan :

    • a. Konsep Sehat, Sakit dan Masalah Kesehatan .

    • b. Pengantar Epidemiologi

    • c. Proses terjadinya Penyakit dan Riwayat Alamiah Penyakit.

1/16/2013
1/16/2013
d. Tingkat dan bentuk Pencegahan Penyakit. Blok_1_2009_AZD
d.
Tingkat dan bentuk Pencegahan Penyakit.
Blok_1_2009_AZD
BAHAN KEPUSTAKAAN
BAHAN KEPUSTAKAAN
  • 1. Bustan, M.N. ,2006 : Pengantar Epidemiologi , Edisi Revisi , Jakarta, PT Rineka Cipta.

  • 2. Notoatmodjo, S , 2007 : Kesehatan Masyarakat, Ilmu dan Seni, Jakarta , Penerbit Rineka Cipta.

  • 3. Budiarto, E.,Anggraeni,D., 2003 : Pengantar Epidemiologi, Edisi 2, Jakarta, EGC.

  • 4. Murti,B.,1995 :Pengantar dan Metode Riset Epidemiologi,

Yogyakarta, Gajah Mada University Press.

  • 5. Lapau,B., 2007 : Prinsip dan Metode Epidemiologi , Jakarta, Uhamka Press.

  • 6. Mausner, J.S. and Kramer, S. 1985 : Epidemiology, An Introductory Text, Philadelphia, W.B. Saunders

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
KONSEP SEHAT DAN SAKIT MASALAH KESEHATAN 1/16/2013 Blok_1_2009_AZD
KONSEP SEHAT DAN SAKIT
MASALAH KESEHATAN
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
KONSEP SEHAT DAN SAKIT
KONSEP SEHAT DAN SAKIT

Sehat dan sakit adalah suatu kejadian yang merupakan rangkaian proses yang berjalan

terus menerus dalam kehidupan masyarakat.

Konsep sehat dan sakit dianggap bergerak dari satu titik sehat ke titik sakit atau sebaliknya

melalui suatu garis horizontal atau sebagai

variabel kontinum.

KONSEP SEHAT DAN SAKIT • Sehat dan sakit adalah suatu kejadian yang merupakan rangkaian proses yang
KONSEP SEHAT DAN SAKIT • Sehat dan sakit adalah suatu kejadian yang merupakan rangkaian proses yang
KONSEP SEHAT DAN SAKIT • Sehat dan sakit adalah suatu kejadian yang merupakan rangkaian proses yang

>>>>>

SEHAT

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD

SAKIT

KONSEP SEHAT DAN SAKIT
KONSEP SEHAT DAN SAKIT

Konsep sehat dipandang dari sudut fisik dan individu ialah seseorang dikatakan sehat bila semua organ tubuh berfungsi dalam batas normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin.

Normal sulit dibakukan .

Konsep sehat dipandang dari sudut ekologi berarti proses penyesuaian antara individu dan

lingkungannya. Proses penyesuaian ini berjalan terus menerus dan berubah-ubah sesuai dengan perubahan lingkungan.

Untuk mempertahankan kesehatannya orang dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

. 1/16/2013
.
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
KONSEP SEHAT DAN SAKIT
KONSEP SEHAT DAN SAKIT

Konstitusi WHO ( 1948 ) berbunyi :

“ Health is stage of complete physical, mental

and social wellbeing and not merely the absence

of disease or infirmity “

UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan, berbunyi :

“ Sehat adalah : Keadaan sempurna baik fisik,

mental dan sosial dan tidak hanya bebas dari penyakit dan kecacatan , serta produktif secara

ekonomi dan sosial.”

• Konsep sehat tersebut sangat ideal. . 1/16/2013 Blok_1_2009_AZD
• Konsep sehat tersebut sangat ideal.
.
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
KONSEP SEHAT DAN SAKIT
KONSEP SEHAT DAN SAKIT

A dengan gambar EKG menunjukkan kelainan, tetapi seumur hidup tidak ada keluhan dan tidak membutuhkan pengobatan tanpa ada pembatasan aktivitas sehari-hari, sebaliknya B dengan gambar EKG yang sama dengan A. tetapi menimbulkan gejala serta membutuhkan pengobatan

Dua orang mendapat infeksi yang sama , seorang dapat menjadi sakit dan menimbulkan gejala serta membutuhkan pengobatan, tetapi

yang seorang lagi tidak menjadi sakit.

1/16/2013
1/16/2013
??????? Blok_1_2009_AZD
???????
Blok_1_2009_AZD
MASALAH KESEHATAN
MASALAH KESEHATAN

Sesuai dengan definisi sehat yang meliputi :

fisik, mental, sosial dan ekonomi maka

masalah kesehatan meliputi :

6 D 1.Death ( Kematian ) 2.Disease ( Kesakitan ) 3.Disability ( Kecacatan ) 4.Discomfort ( Kekurang nyamanan ) 5.Dissatisfaction ( Kekurang puasan ) 6.Destitution ( Kemelaratan )

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
Penyakit sebagai salah satu masalah kesehatan
Penyakit sebagai salah satu masalah
kesehatan

Penyakit = kegagalan dari mekanisme adaptasi

suatu organisme utk bereaksi scr tepat thdp

rangsangan/tekanan sehingga timbul gangguan pd fungsi/struktur dari bagian, organ atau dari tubuh (Gold Medical Dictionary)

Faktor yg mempengaruhi : host, agent & environment

Interaksi antara pejamu (host), penyebab penyakit (agent), dan lingkungan (environment)

harus seimbang, bila terjadi gangguan keseimbangan maka timbul penyakit

Penyakit sebagai salah satu masalah kesehatan • Penyakit = kegagalan dari mekanisme adaptasi suatu organisme utk
Penyakit sebagai salah satu masalah kesehatan • Penyakit = kegagalan dari mekanisme adaptasi suatu organisme utk
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
1/16/2013
1/16/2013
PENGANTAR EPIDEMIOLOGI 1. Pengertian / Batasan 2. Kharakteristik 3. Peran dan Manfaat 4. Tujuan dan Jangkauan
PENGANTAR EPIDEMIOLOGI
1. Pengertian / Batasan
2. Kharakteristik
3. Peran dan Manfaat
4. Tujuan dan Jangkauan
5. Trias Epidemiologi
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
1.PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI
1.PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI

EPIDEMIOLOGI : EPI + DEMOS + LOGOS ( bahasa Yunani )

EPI

: atas

DEMOS : penduduk

LOGOS : ilmu

Ilmu yang mempelajari tentang penduduk apanya penduduk PENYAKIT itu dulu Sekarang ???

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
BATASAN
BATASAN
  • 1. Ilmu yg mempelajari tentang penyakit dan segala macam kejadian yg mengenai sekelompok penduduk. ( Green Wood ,1934 )

  • 2. Ilmu yang mempelajari distribusi penyakit dan determinan yang mempengaruhi frekwensi penyakit pada populasi manusia. ( Mac Mahon.B , Pugh,T.F., 1970 )

  • 3. Pengetahuan tentang fenomena masal penyakit infeksi atau sebagai riwayat alamiah penyakit menular ( Wade Hampton Prost (1972)

  • 4. Studi tentang faktor yang menentukan frekwensi dan distribusi penyakit pada populasi manusia. (Lowe,C.R.,Koestrzewski,J., 1973 )

BATASAN 1. Ilmu yg mempelajari tentang penyakit dan segala macam kejadian yg mengenai sekelompok penduduk. (
BATASAN 1. Ilmu yg mempelajari tentang penyakit dan segala macam kejadian yg mengenai sekelompok penduduk. (
BATASAN 1. Ilmu yg mempelajari tentang penyakit dan segala macam kejadian yg mengenai sekelompok penduduk. (
BATASAN 1. Ilmu yg mempelajari tentang penyakit dan segala macam kejadian yg mengenai sekelompok penduduk. (
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
BATASAN
BATASAN
  • 5. Studi tentang penyakit yg menimpa suatu populasi manusia. ( Garry D.Freidman , 1974 )

  • 6. Ilmu yang mempelajari distribusi dan determinan penyakit dan ruda paksa pada populasi manusia. ( Mausner,J. , Bahn, 1974 )

  • 7. Ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang menimpa penduduk ( Omran, Abdel.R. , 1979 )

  • 8. Ilmu yang mempelajari distribusi penyakit atau keadaan fisiologis pada penduduk dan determinan yang mempengaruhi distribusi tersebut. ( Lilienfeld,A.M., Lilienfeld, D.E. , 1980 )

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
BATASAN
BATASAN
  • 7. Suatu studi tentang distribusi dan determinan penyakit pada populasi manusia. ( Barker, D.J.P., 1982 )

  • 8. Studi tentang distribusi dan determinan penyakit dan kecelakaan pada populasi manusia ( Mausner & Kramer 1985 )

  • 9. Studi tentang distribusi dan determinan tentang keadaan atau kejadian yg berkaitan dg kesehatan pd populasi tertentu dan aplikasinya utk menanggulangi masalah kesehatan.( Last 1988 )

    • 10. Ilmu yg mempelajari distribusi, frekuensi dan determinant

dari suatu peristiwa kesehatan dan peristiwa lain yg

berhubungan dg kes yg menimpa sekelompok masyarakat, dan menerapkan ilmu ini utk mencari penanggulangannya. ( WHO , 1989)

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD

Epidemiologi is the study of the distribution and determinance of health related status and events a population and the application of such

study to solve health problem

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari distribusi dan determinan dari peristiwa kesehatan dan yang berkaitan dengan kesehatan yang menimpa masyarakat, serta menerapkan ilmu tersebut untuk memecahkan masalah kesehatan

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
2. KHARAKTERISTIK EPIDEMIOLOGI
2. KHARAKTERISTIK EPIDEMIOLOGI
  • 1. Epidemiologi mempelajari bukan individu tetapi kelompok individu. ( beda dengan ilmu kedokteran individu )

  • 2. Epidemiologi membandingkan antara kelompok yang satu dengan kelompok lain ( beda dengan antropologi dan sosiologi yang lebih kualitatif, sedangkan epidemiologi lebih kuantitatif )

  • 3. Epidemiologi menyangkut pertanyaan apakah mereka dengan kondisi tertentu lebih sering mempunyai karakteristik atau faktor tertentu dari pada mereka yang tak punya faktor itu ( High risk group )

2. KHARAKTERISTIK EPIDEMIOLOGI 1. Epidemiologi mempelajari bukan individu tetapi kelompok individu. ( beda dengan ilmu kedokteran
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
1/16/2013
1/16/2013
Kata kunci Epidemiologi : 1. Distribusi : - Kelompok mana - Usia berapa - Daerah mana
Kata kunci Epidemiologi :
1.
Distribusi :
-
Kelompok mana
-
Usia berapa
-
Daerah mana
2.
Frekuensi :
-
Seberapa besar
3.
Determinant :
-
Apa faktor penyebab atau pencetusnya
4.
Populasi :
-
Kelompok masyarakat mana
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD

3.PERANAN EPIDEMIOLOGI DALAM BIDANG KEDOKTERAN DAN

1.

KESEHATAN
KESEHATAN

Identifikasi masalah kesehatan yang sedang dihadapi

masyarakat.

2.

Mengetahui faktor2 yang berperan dalam terjadinya masalah kesehatan atau penyakit di masyarakat.

3.

Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan

kesehatan dan pengambilan keputusan.

4.

5.

Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan.

Mengembangkan metodelogi untuk menganalisis

keadaan suatu penyakit dlm upaya utk mengatasinya.

6.

Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu diatasi.

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
3.MANFAAT EPIDEMIOLOGI
3.MANFAAT EPIDEMIOLOGI
  • 1. Diagnosis masalah kesehatan masyarakat .

  • 2. Memantau kegiatan atau pelaksanaan program

  • 3. Menilai keberhasilan program atau pelayanan kesehatan

  • 4. Menyusun rencana program / pelayanan kesehatan masyarakat.

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
Petugas Kesehatan perlu pengetahuan epidemiologi karena : 1. Pendekatan epidemiologis merupakan cara yg paling efektif dan
Petugas Kesehatan perlu
pengetahuan epidemiologi karena :
1.
Pendekatan epidemiologis merupakan cara yg paling
efektif dan efisien untuk mengungkap faktor penyebab,
faktor resiko penyakit.
2.
Semua percobaan di lab, harus diuji coba di masyarakat
3.
Frekuensi dan distribusi penyakit yg ditemukan di
yankes, harus disesuaikan keadaannya dengan di
masyarakat
4.
Semua kejadian penyakit harus diinformasikan ke
masyarakat dan fihak lain yg memerlukannya
5.
Upaya pencegahan dan skreening sangat diperlukan
dalam upaya penanggulangan penyakit
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
4.TUJUAN DAN JANGKAUAN EPIDEMIOLOGI 1. Tujuan mempelajari epidemiologi adalah : memperoleh data frekuensi distribusi dan determinan

4.TUJUAN DAN JANGKAUAN EPIDEMIOLOGI

4.TUJUAN DAN JANGKAUAN EPIDEMIOLOGI 1. Tujuan mempelajari epidemiologi adalah : memperoleh data frekuensi distribusi dan determinan
  • 1. Tujuan mempelajari epidemiologi adalah :

memperoleh data frekuensi distribusi dan

determinan penyakit atau fenomena lain yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

  • 2. Jangkauan epidemiologi : Penyakit yang menimbulkan wabah Penyakit infeksi non wabah Penyakit-penyakit non infeksi bukan penyakit ( fertilitas, kecelakaan dll )

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
5.TRIAS EPIDEMIOLOGI
5.TRIAS EPIDEMIOLOGI

Disebut juga Segitiga Epidemiologi

gambaran tentang hubungan antara tiga faktor

Konsep dasar epidemiologi yang memberikan

utama yang berperan dalam terjadinya penyakit dan masalah kesehatan lainnya.

Interaksi tiga faktor :

1. Host ( Pejamu )

2. Agent ( penyebab ) 3. Environment ( Lingkungan )

Merupakan kesatuan yang dinamis, yang berada dalam keseimbangan. ganggunan keseimbangan akan menimbulkan status sakit

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
1. FAKTOR PEJAMU = HOST
1. FAKTOR PEJAMU = HOST

Host : adalah manusia atau mahluk hidup lainnya , yang menjadi tempat terjadi proses

alamiah perkembangan penyakit

Faktor host yang berkaitan dg penyakit :

  • 1. Genetik : Sickle cell disease

  • 2. Umur, jenis kelamin, etnik, status perkawinan

  • 3. Status fisiologis : kelemahan, kehamilan, pubertas, stress, status gizi

  • 4. Pengalaman imunologi sebelumnya : hipersensitivity, infeksi terdahulu, imunisasi,

antibodi

  • 5. Perilaku : hygiene individu, penjamah makanan, diet, kontak antar personal, pekerjaan, rekreasi, pemanfaatan sumber daya kesehatan

1. FAKTOR PEJAMU = HOST • Host : adalah manusia atau mahluk hidup lainnya , yang
1. FAKTOR PEJAMU = HOST • Host : adalah manusia atau mahluk hidup lainnya , yang
1. FAKTOR PEJAMU = HOST • Host : adalah manusia atau mahluk hidup lainnya , yang
1/16/2013 Blok_1_2009_AZD
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
1. FAKTOR PEJAMU = HOST • Host : adalah manusia atau mahluk hidup lainnya , yang
2. FAKTOR PENYEBAB = AGENT
2. FAKTOR PENYEBAB = AGENT

Agen adalah unsur , organisme hidup atau kuman infektif yang dapat menyebabkan tejadinya suatu penyakit.

Faktor agen yang berkaitan dg penyakit :

  • 1. Biologis : bakteri, virus, parasit, jamur, ricketsia

  • 2. Kimia : makanan tercemar pestisida, food additive, obat-obatan, limbah industri

  • 3. Nutrisi : kolesterol berlebihan, defisiensi vitamin, protein

  • 4. Fisik : panas, sinar, radiasi, suara, getaran obyek yg bergerak, mekanik (patah tulang)

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
3. FAKTOR LINGKUNGAN = ENVIRONMENT
3. FAKTOR LINGKUNGAN = ENVIRONMENT

Lingkungan adalah semua faktor luar dari

suatu individu yang dapat berupa lingkungan fisik, biologik dan sosial. Faktor Lingkungan yg berkaitan dg penyakit :

  • 1. Lingkungan fisik: kondisi udara, kondisi pemukiman, geology

  • 2. Lingkungan biologi: kepadatan penduduk, hewan atau tumbuhan (sebagai agent, reservoir, vektor)

  • 3. Lingkungan sosial ekonomi: terpapar pada agent kimia, kepadatan di daerah urban, ketegangan dan tekanan, perang, bencana alam, kemiskinan

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
PROSES TERJADINYA PENYAKIT DAN RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT 1/16/2013 Blok_1_2009_AZD
PROSES TERJADINYA PENYAKIT
DAN
RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
PROSES TERJADINYA PENYAKIT
PROSES TERJADINYA PENYAKIT

Ketiga faktor ( Host, Agen dan Lingkungan )

terus menerus dalam keadaan berinteraksi

satu sama lain.Bila interaksi seimbang terciptalah keadaan sehat, bila terjadi gangguan kesimbangan , muncul penyakit.

Gangguan keseimbangan yang menyebabajan

kesakitan tergantung karakteristik dari ketiga faktor tersebut dan interaksi antara ketiganya

1. Karakteristik Pejamu ( Host )

  • 2. Karakteristik Penyebab ( Agent )

  • 3. Karakteristik Lingkungan ( Environment )

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
1. KARAKTERISTIK PEJAMU ( HOST )
1. KARAKTERISTIK PEJAMU ( HOST )

Manusia mempunyai karakteristik tersendiri

dalam menghadapi ancaman penyakit, berupa :

  • 1. Resistensi : kemampuan untuk bertahan terhadap suatu infeksi.

  • 2. Imunitas :kemampuan host untuk mengembangkan respon imunologis, baik secara alamiah maupun perolehan sehingga tubuh kebal terhadap suatu penyakit.

  • 3. Infektifnes ( Infectiousness ): potensi pejamu yang

terinfeksi untuk menularkan penyakit kepada orang lain.

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
2. KARAKTERISTIK PENYEBAB (AGENT )
2. KARAKTERISTIK PENYEBAB (AGENT )
  • 1. Infektivitas : kesanggupan agen untuk beradaptasi terhadap lingkungan pejamu untuk mampu dan berkembang biak dalam jaringan pejamu.

  • 2. Patogenisitas : kesanggupan agen untuk

menimbulkan reaksi klinik khusus yang patologis setelah terjadi infeksi pada host. Dengan kata lain :

Jumlah kasus penyakit/ penderita dibagi dengan jumlah

orang yang terinfeksi.

  • 3. Virulensi : kesanggupan agen untuk menghasilkan reaksi patologis yang berat yang selanjutnya mungkin menyebabkan kematian. Dengan kata lain : jumlah

kasus yang berat dan fatal dibagi jumlah semua kasus

penyakit tertentu.

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
2. KARAKTERISTIK PENYEBAB (AGENT )
2. KARAKTERISTIK PENYEBAB (AGENT )
  • 4. Toksisitas : kesanggupan agen untuk memproduksi reaksi kimia yang toksis dari substansi kimia yang dibuatnya .

  • 5. Invasitas : kemampuan agen untuk melakukan penetrasi dan menyebar

setelah memasuki jaringan.

  • 6. Antigenisitas : kesanggupan agen untuk merangsang reaksi imunologis dalam pejamu.

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
3. KARAKTERISTIK LINGKUNGAN
3. KARAKTERISTIK LINGKUNGAN
  • 1. Topografi : situasi lokasi tertentu , baik natural atau buatan manusia yang

mungkin mempengaruhi terjadinya dan penyebaran suatu penyakit tertentu.

  • 2. Geografis : keadaan yang berhubungan dengan struktur geologi dan bumi yang berhubungan dengan kejadian penyakit.

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD

1.

Masa Tunas ( Masa Inkubasi ) : selang waktu

antara terjadinya permulaan kontak dengan agen sampai timbulnya gejala penyakit yang dicurigai.

  • 2. Reservoir : tempat dimana agen dapat tumbuh

dan berkembang biak untuk dapat menularkan penyakit ( manusia, hewan , arthropoda , dll )

  • 3. Transmisi agen : segala cara atau mekanisme dimana agen menular menyebar dari sumber atau reservoir ke manusia ( Direct Transmission dan Indirect Transmission )

  • 4. Indirect Trasnmission : Vechicle borne , Vector borne, Airborne

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
  • 5. Carrier = Karier : Manusia atau hewan tempat berdiamnya agen menular spesifik yang secara klinis tidak telihat nyata / gejala-gejala tidak ada, dan merupakan sumber penularan yang potensial.

Macam-macam karier :

  • 1. Pada masa tunas

  • 2. Pada penyakit tanpa gejala

  • 3. Pada masa pemulihan

  • 4. Pada penyakit khronis.

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT
RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

Untuk membuat diagnosis salah satu hal yang perlu diketahui adalah riwayat alamiah penyakit. ( Natural History of Disease )

Riwayat alamiah penyakit adalah perkembangan penyakit itu tanpa campur tangan medis atau bentuk intervensi

lainnya sehingga suatu penyakit

berlangsung secara alamiah.

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT
RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

Melalui tahap tahap sebagai berikut :

  • 1. Tahap prepatogenesis.

  • 2. Tahap patogenesis, yang terdiri dari : tahap inkubasi, tahap dini, tahap lanjut dan tahap akhir.

  • 3. Tahap pasca patogenesis , yang dapat menjadi

beberapa kemungkinan :

Sembuh sempurna

Sembuh dengan cacat

Karier

Kronik ( Menahun )

Mati .

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
TINGKATAN DAN BENTUK UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT 1/16/2013 Blok_1_2009_AZD
TINGKATAN
DAN
BENTUK UPAYA PENCEGAHAN
PENYAKIT
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD

KONSEP PENCEGAHAN

Leavel and Clark dalam bukunya “ Preventive Medicine for

the Doctor in his Community “, menyatakan ada 3 fase

dalam proses pencegahan penyakit :

Fase sebelum sakit = prae patogenesis phase yaitu :

PRIMARY PREVENTION

Fase selama proses sakit patogenesis phase yaitu :

SECONDARY PREVENTION dan TERTIARY PREVENTION

Masing-masing tingkat pencegahan dapat dilakukan kegiatan pokok serta kegiatan kegiatanya.

PRAE PATOGENISIS FASE PATHOGENESIS FASE PRIMARY PREVENTION SECONDARY PREVENTION TERTIARY PREVENTION HEALTH PROMOTION GENERAL AND EARLY
PRAE PATOGENISIS FASE
PATHOGENESIS FASE
PRIMARY PREVENTION
SECONDARY PREVENTION
TERTIARY PREVENTION
HEALTH PROMOTION
GENERAL AND
EARLY DIAGNOSIS
DISABILITY
REHABILITATION
SPECIFIC PROTECTION
PROMPT TREATMENT
LIMITATION
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD

KONSEP PENCEGAHAN

PRAE PATOGENISIS FASE

PATHOGENESIS FASE

PRIMARY PREVENTION

PROMPT TREATMENT SPECIFIC PROTECTION EARLY DIAGNOSIS GENERAL AND
PROMPT TREATMENT
SPECIFIC PROTECTION
EARLY DIAGNOSIS
GENERAL AND

DISABILITY

REHABILITATION

LIMITATION

HEALTH PROMOTION

TERTIARY PREVENTION

SECONDARY PREVENTION

PRIMARY PREVENTION PROMPT TREATMENT SPECIFIC PROTECTION EARLY DIAGNOSIS GENERAL AND DISABILITY REHABILITATION LIMITATION HEALTH PROMOTION TERTIARY
 

PRAE PATOGENESIS

 

PATOGENESIS

PRIMORDIAL

PRIMARY PREVENTION

SECONDARY PREVENTION

TERTIARY

 

PREVENTION

PREVENTION

     

EARLY

DISABILITY

 

UNDERLYING

CONDITION

HEALTH

PROMOTION

SPECIFIC

PROTECTION

DIAGNOSIS AND PROMPT TREATMENT

LIMITATIO

N

REHABILITATIO

N

Sumber : Beoglehole , WHO 1993

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD

TINGKAT PENCEGAHAN
TINGKAT PENCEGAHAN

Manfaat riwayat alamiah penyakit yaitu dapat dipakai dalam merumuskan dan melakukan

upaya pencegahan.

Upaya pencegahan dapat dilakukan sesuai dengan perkembangan patologis penyakit atau dengan kata lain sesuai dengan riwayat

alamiah penyakit tersebut.

Ada 4 tingkat utama pencegahan :

  • 1. Pencegahan tingkat awal ( Primordial Prevention )

  • 2. Pencegahan tingkat pertama ( Primary Prevention )

  • 3. Pencegahan tingkat kedua ( Secondary Prevention )

  • 4. Pencegahan tingkat ketiga ( Tertiary Prevention )

1 dan 2 pada fase prepatogenesis, 3 dan 4

pada fase patogenesis 1/16/2013 Blok_1_2009_AZD
pada fase patogenesis
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
BENTUK BENTUK UPAYA PENCEGAHAN
BENTUK BENTUK UPAYA PENCEGAHAN

Pencegahan tingkat Awal :

i.

Pemantapan status kesehatan ( Underlying Condition )

Pencegahan Tingkat Pertama :

ii.

Promosi Kesehatan ( Health Promotion )

iii.

Pencegahan khusus ( Spesific Protection )

Pencegahan Tingkat Kedua :

iv.

Diagnosis Awal dan Pengobatan tepat ( Early Diagnosis and Prompt Treatment )

v.

Pembatasan Kecacatan ( Disability Limitation )

Pencegahan Tingkat Ketiga :

vi.

Rehabilitasi ( Rehabilitation )

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
PENCEGAHAN TINGKAT AWAL
PENCEGAHAN TINGKAT AWAL

Tujuannya adalah untuk menghindari

terbentuknya pola hidup sosial ekonomi dan

kultural yang mendorong peningkatan resiko penyakit.

Diarahkan untuk mempertahankan kondisi dasar atau status kesehatan masyarakat yang bersifat positif yang dapat mengurangi kemungkinan suatu penyakit atau faktor resiko gaya hidup

Merupakan upaya mempertahankan kondisi

yang positif yang dapat melindungi masyarakat

dari gangguan kondisi kesehatannya yang sudah baik.

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
PENCEGAHAN TINGKAT PERTAMA
PENCEGAHAN TINGKAT PERTAMA

Dilakukan dengan 2 cara :

  • 1. Menjauhkan agen untuk dapat kontak atau

memapar pejamu.

  • 2. Menurunkan kepekaan pejamu ( host

susceptibilty )

Intervensi dilakukan sebelum perubahan patologis terjadi ( fase prepatogenesis )

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
PENCEGAHAN TINGKAT KEDUA
PENCEGAHAN TINGKAT KEDUA

Dilakukan dalam fase patogenesis dengan

cara mengetahui perubahan klinik atau

fisiologis yang terjadi dalam awal penyakit (

early symptom ) atau masih dalam

presymptomatic.

Tujuannya untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sehingga diharapkan menghambat progresivitas penyakit, mencegah komplkasi dan membatasi kemungkinan kecacatan

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
PRIMARY PREVENTION
PRIMARY PREVENTION

Penyuluhan kesehatan yang intensif

Perbaikan gizi dan penyusunan pola menu yang adekuat.

Pembinaan dan pengawasan tumbuh kembang balita, anak- anak dan remaja.

Perbaiakan perumahan sehat.

pendidikan seks yang

Pengembangan kesehatan

mental maupun sosial. Nasehat perkawinan dan

bertanggung jawab

Pengendalian terhadap faktor lingkungan .

1/16/2013
1/16/2013
PRIMARY PREVENTION • Penyuluhan kesehatan yang intensif • Perbaikan gizi dan penyusunan pola menu yang adekuat.
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
PRIMARY PREVENTION
PRIMARY PREVENTION
PRIMARY PREVENTION 1/16/2013 • Memberikan pengebalan pada golongan rentan . • Peningkatan higiene perorangan dan perlindungan
1/16/2013
1/16/2013

Memberikan pengebalan pada golongan rentan .

Peningkatan higiene perorangan dan perlindungan terhadap

lingkungan yang tidak

menguntungkan

Perlindungan terhadap kemungkinan kecelakaan ( pengembangan aspek security )

Perlindungan kerja ( dalam rangka

Occupational Health )

Perlindungan terhadap bahan-bahan karsinogenik, racun maupun allergen

Pengendalian sumber-sumber

pencemaran Blok_1_2009_AZD
pencemaran
Blok_1_2009_AZD
SECONDARY PREVENTION
SECONDARY PREVENTION

Mencari kasus sedini mungkin ( early case detection / finding )

Melakukan general check up secara rutin ( baik individual maupun mass screening )

Survey selektif seperti : school survey atau contact survey.

Meningkatkan keteraturan

pengobatan pada penderita (

case holding ) Pemberian pengobatan yang

tepat pada setiap permulaan

kasus ( adequate treatment )

1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
TERTIARY PREVENTION
TERTIARY PREVENTION
1/16/2013
1/16/2013

Penyempurnaan dan intensifikasi pengobatan lanjutan agar tidak terjadi komplikasi.

Pencegahan terhadap komplikasi maupun cacat setelah sembuh.

Perbaikan fasilitas kesehatan sebagai penunjang untuk pengobatan dan perawatan yang lebih intensif.

Mengusahakan pengurangan beban beban non medis ( sosial ) pada penderita untuk memungkinkan meneruskan pengobatan dan perawatannya.

Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
TERTIARY PREVENTION
TERTIARY PREVENTION
1/16/2013
1/16/2013

Penyuluhan dan usaha usaha kelanjutan yang harus tetap dilakukan seseorang setelah ia sembuh.

Peningkatan terapi kerja untuk memungkinkan pengrmbangan

kehidupan sosial setelah ia sembuh.

Mengusahakan suatu perkampungan rehabilitasi sosial.

Penyadaran masyarakat untuk menerima mereka dalam fase rehabilitasi.

Mengembangkan lembaga-lembaga rehabilitasi.

Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD
1/16/2013
1/16/2013
Blok_1_2009_AZD
Blok_1_2009_AZD