Anda di halaman 1dari 30

PRESENTASI KASUS BAGIAN PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN RSUD CILEGON

HIPERPIGMENTASI PASCA INFLAMASI


Disusun oleh : Fita Fitrianti 1102007122 Pembimbing : dr. Rudianto Sutarman,SpKK

STATUS PASIEN I.IDENTITAS


Nama : Ny. SM Usia : 32 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Lembang II Rt03 Rw03 No.10, Cilegon

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Suku Bangsa : Sunda

Tanggal Pemeriksaan : 23 Oktober 2012

II. Anamnesis

Dilakukan autoanamnessis pada tanggal 23 Oktober 2012 pukul 10.30 WIB

Keluhan Utama : Bercak coklat pada wajah sejak 3 bulan yang


lalu

Keluhan Tambahan : (-)

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Pasien datang dengan keluhan muncul bercak coklat pada wajah sejak 3 bulan yang lalu. Awalnya keluhan muncul dalam bentuk titik-titik kemerahan disertai rasa gatal dan kemudian berubah menjadi bercak kecoklatan yang makin membesar dan warnanya semakin gelap. Bercak tersebar di daerah wajah, mulai dari kedua pelipis, pipi, dagu hingga leher. Pasien mengaku 5 bulan sebelumnya sempat menggunakan krim dan sabun perawatan untuk pemutih wajah. Pasien menggunakan produk perawatan tersebut selama 2 bulan hingga muncul keluhan. Pasien mengaku baru pertama kali menggunakan produk perawatan tersebut. Setelah muncul keluhan, pasien kemudian menghentikan penggunaan produk perawatan tersebut dan memutuskan berobat ke dokter spesialis kulit. Pasien diberikan krim racikan, namun karena dirasakan kurang ada perbaikan pasien memutuskan untuk berobat ke poliklinik kulit RSUD Cilegon.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Pasien belum pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya. Pasien mengaku memiliki alergi terhadap makanan, yaitu tongkol Riwayat Atopi :
Asma

: (-) Rhinitis Alergika : (-) Eczema : (-)

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Tidak ada anggota keluarga yang memiliki keluhan yang serupa dengan pasien. Riwayat atopi : (-)

RIWAYAT PENGOBATAN

Pasien sempat berobat ke dokter spesialis kulit 3 bulan sebelumnya dan diberikan krim racikan.

PEMERIKSAAN FISIK

A.STATUS GENERALISATA

Keadaan Umum : Baik Kesadaran : Compos Mentis Tekanan Darah : Tidak Dilakukan Nadi : 84x/menit reguler isi cukup Respirasi : 20 x/menit teratur Suhu : afebris

Kepala : Normocephali Mata : Konjungtiva Anemis (-), Sklera Ikterik (-) KGB : Tidak ada pembesaran KGB THT : Dalam batas normal Thoraks : - Cor : BJ I/II reguler, Murmur (-) Gallop (-) - Pulmo : SN Vesikuler di kedua lapang paru, ronkhi (-/-), wheezing (-/-) Abdomen : supel, datar, bising usus (+) normal Ekstremitas : akral hangat, tidak ada edema dan sianosis di keempat ekstremitas

B. STATUS DERMATOLOGIS Distribusi : Regional Ad Regio : zigomatikum, mandibularis dan leher Efloresensi: Pada regio zigomatikum, mandibularis, serta leher tampak makula berwarna coklat tua dengan batas tidak tegas dan tepi tidak teratur.

DIAGNOSIS BANDING

HIPERPIGMENTASI POST INFLAMASI (HPI) MELASMA

LENTIGO

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Saran pemeriksaan: Pemeriksaan dengan sinar Wood

DIAGNOSIS KERJA

Hiperpigmentasi post inflamasi (HPI)

PENATALAKSANAAN
Non Medikamentosa Menghentikan pemakaian obat atau bahan-bahan penyebab iritasi Menghindari pajanan langsung terhadap sinar matahari Pemakaian tabir surya 30 menit sebelum terpajan sinar matahari Menggunakan alat pelindung saat keluar rumah Medikamentosa Refaquin Cream 1x ue pada malam hari Sunblock dengan SPF 30

PROGNOSIS

Ad vitam : ad bonam Ad functionam : ad bonam Ad sanationam : ad bonam

TINJAUAN PUSTAKA HIPERPIGMENTASI POST INFLAMASI (HPI)

DEFINISI
Hiperpigmentasi post inflamasi atau post inflammatory hiperpigmentation (PIH) adalah suatu kelainan pigmen yang menyebabkan perubahan warna kulit menjadi lebih gelap yang terkait dengan beragam proses yang berpengaruh pada kulit seperti infeksi, reaksi alergi, luka mekanik, reaksi pengobatan, reaksi fototoksik, trauma (terbakar), dan penyakit-penyakit inflamasi.

EPIDEMIOLOGI

Lebih sering pada orang yang berkulit gelap (Fitzpatrick Skin Phototype III-IV) Dapat mengenai semua umur Insiden pada laki-laki dan perempuan adalah sama

ETIOLOGI

Proses kulit yang melibatkan : reaksi alergi infeksi trauma erupsi fototoksik

Penyakit inflamasi acne excorie lichen planus (SLE) dermatitis kronis cutaneous T-cell lymphoma,terutama varian erythrodermic

Faktor lain : Terpapar sinar UV bahan kimia tindakan medikasi (tetracycline, bleomycin, doxorubicin, 5fluorouracil, dll)

PATOFISIOLOGI

DIAGNOSIS
Anamnesis: Diagnosis hiperpigmentasi post inflamasi sebaiknya dipertimbangkan jika ada riwayat proses patologis atau luka pada daerah yang mengalami hiperpigmentasi. Pemeriksaan fisik: Penyebaran lesi bergantung pada daerah yang mengalami inflamasi sebelumnya Warna lesi berkisar antara coklat terang-hitam. Gambaran coklat terang jika pigmennya terjadi di epidermis dan gambaran hitam jika lesi mengandung melanin dermis.

DIAGNOSIS BANDING

Melasma
Hipermelanosis didapat yang umumnya simetris berupa makula yang tidak merata berwarna coklat muda sampai coklat tua, mengenai area yang terpajan sinar ultra violet dengan tempat predileksi pada pipi, dahi, daerah atas bibir, hidung, dagu. Melasma cenderung berupa makula, intensitas seragam, dan tepi berbatas tegas. HPI : mengikuti bentuk dan distribusi dari inflamasi yang mendahuluinya, intensitas pigmentasi irregular, dan berbatas tidak tegas.

Lentigo

ditemukan di area yang terpajan sinar matahari, biasanya pada wajah, punggung lengan, dan tangan.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan histopatologik Pemeriksaan dengan sinar wood

PENATALAKSANAAN
Topikal

Agen-agen tersebut adalah hydroquinone, tretinoin cream, kortikosteroid, glycolic acid (GA), dan azelaic acid.
Steroid topikal : hidrokortison 1%atau desonide lotion 0.05% pada wajah, fluocinonide acetonide 0.05%, atau betamethasone atau triamcinolone acetonide 0.1% pada bagian tubuh lain 2xsehari. Topical lightening agents:hydroquinone 2-4%cream dikombinasi dengan steroid topikal dapat memutihkan hiperpigmentasi coklat Tretinoin 0.5-1% cream dapat pula ditambahkan pd kombinasi diatas 1xsehari Terapi membutuhkan waktu sekurang-kurangnya 3-4bulan, meskipun pigmen terkadang menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan

Prinsip Dasar Penanganan HPI Atasi atau kontrol kondisi kulit pencetus inflamasi Hentikan pemakaian bahan yang potensial menimbulkan iritasi seperti parfum, kosmetik, sediaan herbal, toner, astringents, dan alkohol Tabir surya dan proteksi terhadap sinar matahari untuk semua pasien; dianjurkan untuk memakai tabir surya dengan bahan dasar zink atau titanium untuk menghindari iritasi Kesabaran, kesabaran, dan kesabaran

PROGNOSIS

Baik pada hampir seluruh kasus Perbaikan tergantung pengobatan menghindari pencetus inflamasi

dan

DAFTAR PUSTAKA

Kabulrachman. Kelainan Pigmen. Dalam: Ilmu Penyakit Kulit. Harahap M. (Ed.). Hipokrates Jakarta. 2000;12;148-9. Siregar R.S. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Edisi 2. EGC. Jakarta. 2005: 250-1. Soepardiman L. Kelainan Pigmen. Dalam: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Djuanda A. dkk. (Ed.). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.2005: 289-292. Textbook of Dermatology. Ed Rook A, Wilkinson DS, Ebling FJB, Champion RH, Burton JL. Fourth edition. Blackwell Scientific Publications. Wolff K., Johnson R.A., Suurmond D., Fitzpatrick's Color Atlas & Synopsis of Clinical Dermatology. 6th Edition. The McGraw-Hill Companies. USA. 2009. Hiperpigmentasi Post Inflamasi. Avalaible at http://perdestijakarta.org/?q=node/34 .Diakses pada tanggal 23 Oktober 2012 .