Anda di halaman 1dari 19

B. Laboratorium Minyak Nabati Dan Rempah-Rempah B.

1 Pengujian Cassia Indonesia


Cassia Indonesia atau yang disebut juga dengan kayu manis, cassia Indonesia adalah bagian kulit, batang dahan, dan kulit ranting tanaman cinnamonum Burmanni BL yang telah diolah lebih lanjut. Kegunaan dari kayu manis atau yang disebut juga dengan Cassia Indonesia antara lain : Untuk Kesehatan dapat mengatasi : Kerontokan rambut infeksi kandung kemih sakit gigi kolestrol pilek mandul sakit perut kembung bau nafas sakit kepala akibat sinus kelelahan kanker kelebihan berat badan influenza jerawat infeksi kulit mencegah penuaan radang sendi/encok (arthritis) penyakit jantung

B.1.1 Jenis Mutu Cassia Indonesia


Cassia Indonesia digolongkan menjadi 10 jenis mutu, antara lain: 1. Indonesia Cassia AA Sticks 2. indonesia Cassia AA Cut and Washed 3. Indonesia Cassia AA Cut Unwashed 4. Indonesia Cassia AA Cuttings 5. Indonesia Cassia A Sticks 6. Indonesia Cassia A Cut Unwashed 7. Indonesia Cassia B Sticks 8. Indonesia Cassia C Brokens 9. Indonesia Cassia A Brokens 10. Indonesia Cassia B Brokens Syarat mutu dari Cassia Indonesia terdiri dari pengikisannya, warna, rasa, serangga, kotoran mamalia, kotoran mamalia lain, kadar jamur/kapang, cemaran serangga, bahan asing, kadar air, kadar abu, kadar pasir, dan kadar minyak atsiri yang ada pada kayu manis tersebut.

B.1.2 Syarat Mutu


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Spesifikasi Pengikisan *) Warna Rasa Serangga utuh mati Kotoran mamalia Kotoran Binatang lain Kadar jamur / kapang(bobot/bobot) Cemaran serangga (bobot/bobot) Bahan asing Kadar air (bobot/bobot) Kadar abu (bobot/boobot) dry basis Kadar Pasir ( bobot/bobot)dry basis Satuan Ekor mg/lb Mg/lb % % % % % % Persyaratan Dikikis bersih Kuning, kuning tua, kuning kecoklatan Pedas pedas manis khas cassia Indonesia Maksimum 2 dari total sub contoh Maksimum 1.0 Maksimum 1.0 Maksimum 5.0 Maksimum 2.5 Maksimum 0.50 Masimum 14.0 Maksimum 5.0 Maksimum 1.0

*) untuk indonesia cassia B stick B brokens dikikis sebagian untuk Indonesia cassia C brokens,pengikisan tidak di persyaratkan

B.1.3 Syarat Khusus Tabel Spesipikasi Persyaratan Khusus


No Jenis Mutu Satuan Persyaratan Kadar Minyak Atsirih ( v/b dry basis ) min 1,75 1,75 1,75 1,75 1,75 1,75 1,75 1,50 1,50 1,25

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Indonesia cassia AA Sticks Indonesia cassia AA cut and Washed Indonesia cassia AA Unwashed Indonesia cassia AA Cuttings Indonesia cassia A Stick Indonesia cassia A Cut unwashed Indonesia cassia A Brokens Indonesia cassia B Sticks Indonesia cassia B Brokens Indonesia cassia C Brokens

% % % % % % % % % %

Keterangan ; 1. Cassia Indonesia dapat disajikan dalam bentuk gulungan maupun bentuk brokens (pecahan ). 2. Bentuk gulungan adalah cara penyajian cassia melalui proses pengikisan untuk menghilangkan kulit luar, pembersihan dan pengeringan sehingga berbentuk gulungan tunggal atau gansa, selanjutnya di sebut : 2.2 AA bila diameter gulungan berkisar antara 5-15 mm dan tidak mempunyai mata kayu. 2.3 Sticks bila ukuran panjangnya bervariasi antara 10-80 cm 2.4 Cut and Washed bila melalui proses pencucian sebelum di keringkan. Ukuran panjangnya seragam. 2.5 Cut unwashed bila ukuran panjangnya seragam 2.6 Cutting bila berupa sisa potongan , ukuran panjangnya bervariasi, kurang dari 10 cm. 3. Brokens adalah cara penyajian Cassia Melalui proses pengikisan untuk menghilangkan kulit luar,Pembersihan,Pengeringan dan penghancuran sehingga kepingan. 4. Pengikisan adalah proses pengikisan kulit luar dengan jalan mengikis dengan penjelasan sebagai berikut: Pengikisan cassia di nyatakan bersih apabila kulit luar nya terkikis bersih sehingga memperlihatkan seluruh warna kulit bagian dalam nya yang berwarna kuning tua atau kuning kecoklatan. Pengikisan cassia sebagian,apabila sebagian memperlihatkan warna kulit bagian dalamnya.

5. Kebersihan adalah suatu persyaratan yang harus dipenuhi oleh cassia yang meliputi pembatasan terhadap cemaran oleh: Kotoran mamalia Kotoran binatang Serangga utuh Jamur Cemaran serangga Bahan asing 6. Kotoran mamalia adalah kotoran dari binatang menyusui seperti tikus,kucing dll. 7. Kotoran binatang adalah kotoran yang berasal dari binatang selain mamalia 8. Jamur adalah bagian cassia yang terserang jamur baik bagian luar maupun bagian dalam.untuk menghindari serangan jamur ini,maka cassia harus segera di keringkan(dijemur)sampai batas kadar air yang aman (kadar air14%). 9. Bahan asing adalah bagian yang berasal dari tanaman cassia(daun,ranting)dan bahan asing lain seperti batu,kotoran,potongan kayu,biji asing,kawat,benang dan tali.

B. Laboratorium Minyak Nabati Dan Rempah-Rempah


4.1.1 PENENTUAN KADAR AIR CASSIA INDONESIA Peralatan ;
- Labu Destilasi 500 ml - Penggiling Kayu Manis - Neraca Analitik - Beaker Glass - Pendingin Tegak - Heating Mantel - Pipet Volume - Trap - Batang Pengaduk - Alu dan Lumpang - Corong

Bahan ;
- Cassia Indonesia - Toluol 100 ml - Aquadest 1 ml

Cara Kerja ;
Giling sampel Timbang 40 gr dalam beaker glass dengan neraca analitik Masukkan dalam labu destilasi ukuran 500 ml Dirangkai didalam Heating Mantel Rakit dengan alat pendingin ditambah trap tanpa value Tambahkan aquadest sebanyak 1 ml didalam trap Masukkan toluol sebanyak 100 ml ke dalam trap Rangkaikan alat kemudian hidupkan pemanas dan setting pada skala 5 Hidupkan air kran Tunggu sampai larutan mendidih dan mengeluarkan tetesan pertama Lalu tunggu selama 2 jam Matikan alat baca volume air dalam trap

Rumus Perhitungan :

Kadar Air : Volume air yang di baca (ml) Berat cuplikan

x 100 %

Hasil Perhitungan :
Kadar Air : Volume air yang di baca (ml) Berat cuplikan : 5 40 : 12.5 % x 100 % x 100 %

( Untuk Hasil Perhitungan Selanjutnya Lihat Di Lampiran )

4.1.2 PENENTUAN KADAR MINYAK ATSIRI CASSIA INDONESIA Peralatan :


- Labu Destilasi 1000 ml - Penggiling Kayu Manis - Neraca Analitik - Beaker Glass - Pendingin Tegak - Heating Mantel - Pipet Volume - Trap - Value - Batang Pengaduk - Alu dan Lumpang - Corong

Bahan :
-Cassia Indonesia -Garam 10% 500 ml -Xylol Zur Analyse

Cara Kerja :
Giling sampel Timbang sampel 35 gram dalam beaker glass 500 ml Rangkai ke dalam heating mantel Rakit dengan alat pendingin ditambah trap dengan valuae Masukkan larutan garam 10% kedalam labu destilasi sebanyak 500 ml Masukkan xylol Zur Analyse 2 ml kedalam trap Hidupkan mantel dan aliran air Tunggu larutan mendidih sampai tetesan pertama Lalu Tunggu sampai 6 jam Set heating mantel dengan skala 5

Rumus Perhitungan :

Kadar Minyak Atsiri

: volume minyak yang di baca (ml) Berat cuplikan

x 100 %

Hasil Perhitungan :

Kadar Minyak Atsiri

: volume minyak yang di baca (ml) Berat cuplikan : 0.9 35 : 2.57 % x 100 %

x 100 %

( Untuk Hasil Perhitungan Selanjutnya Lihat Di Lampiran )

4.1.3 PENETAPAN KADAR AIR TEPUNG TERIGU


Prinsip menggunakan metode oven

Peralatan :
- botol timbang - neraca analitik - desikator - oven - spatula

Bahan :
- tepung terigu

Cara kerja :
Panaskan botol timbang beserta tutupnya dalam oven pada suhu 130oC 3oC selama 1 jam, dinginkan dalam desikator selama 30 menit, timbang Timbang 2 gr contoh kedalam botol timbang (W) Panaskan botol timbang dalam keadaan terbuka dalam oven pada suhu 130o 3oC selama 1 jam setelah suhu oven 130C Tutup botol timbang ketika masih di dalam oven, kemudian pindahkan kedalam desikator dinginkan selama 30 menit dan timbang(W1) Lakukan duplo Hitung kadar air dalam contoh.

Rumus Perhitungan :

Kadar air tepung terigu :

W1 X 100% W

Dimana : W1 : Adalah kehilangan berat/ berat yang menguap (gram) W : Adalah berat contoh (gram)

( Untuk Hasil Perhitungan Lihat Di Lampiran )

4.1.4 PENETAPAN KADAR AIR GARAM Prinsip menggunakan metode oven Peralatan :
- botol timbang - neraca analitik - desikator - oven - spatu

Bahan

: - Garam

Cara kerja :
Panaskan botol timbang beserta tutupnya dalam oven selama 1 jam, dinginkan dalam desikator selama 30 menit Timbang 2 gr contoh kedalam botol timbang (W) Panaskan botol timbang dalam keadaan terbuka dalam oven pada suhu 105o selama 3 jam setelah suhu oven 105C Tutup botol timbang ketika masih di dalam oven, kemudian pindahkan kedalam desikator dinginkan selama 30 menit dan timbang(W1) Lakukan duplo Hitung kadar air dalam contoh.

Rumus Perhitungan :

Kadar air garam :

W1 X 100% W

Dimana : W1 : Adalah kehilangan berat/ berat yang menguap (gram) W : Adalah berat contoh (gram)

( Untuk Hasil Perhitungan Lihat Di Lampiran )

4.1.5 PENETAPAN KADAR AIR MINYAK GORENG Prinsip menggunakan metode oven Peralatan :
- botol timbang - neraca analitik - desikator - oven - spatula

Bahan : - Minyak Goreng

Cara kerja :
Panaskan botol timbang beserta tutupnya dalam oven selama 1 jam, dinginkan dalam desikator selama 30 menit yang sudah diketahui bobotnya Timbang 5 gr contoh kedalam botol timbang (W) Panaskan botol timbang dalam keadaan terbuka dalam oven pada suhu 105o selama 1 jam setelah suhu oven 105C Tutup botol timbang ketika masih di dalam oven, kemudian pindahkan kedalam desikator dinginkan selama 30 menit dan timbang(W1) Lakukan duplo Hitung kadar air dalam contoh.

Rumus Perhitungan :
Kadar air minyak goreng :
W1 X 100% W

Dimana : W1 : Adalah kehilangan berat/ berat yang menguap (gram) W : Adalah berat contoh (gram) ( Untuk Hasil Perhitungan Lihat Di Lampiran )

4.1.6 PENENTUAN FORMALIN

Peralatan :
-Beaker glass -Hot plate -Kertas saring -Tabung reaksi -Pipet volume

Bahan :
-Sample yang diujikan -H3PO4 -Aquadest -Chromatophat

Cara Kerja :
-Panaskan air didalam beaker glass -Ambil sample yang telah disaring, kemudian pindahkan kedalam tabung reaksi -Masukkan 5 ml larutan H3PO4 dan chromatophat ke dalam tabung reaksi -Setelah itu masukkan kedalam air yang telah dipanaskan -Tunggu sampai 15 menit, kemudian lihat hasilnya

4.1.7 PENENTUAN BORAX Peralatan :


Alu dan lumpang Pipet tetes Cawan

Bahan :
H2SO4 Ethanol

Cara kerja :
Masukkan sample kedalam cawan Kemudian, masukkan kedalam ruang asam sampai terlihat kering Tambahkan larutan H2SO4 dan ethanol sampai 1 ml Kemudian dibakar dengan menggunakan bantuan kayu dan catat hasilnya

( Untuk Hasil Datanya Dapat Lihat Di Lampiran )

KADAR AIR CASSIA INDONESIA

Kel.

Nama

Volume air yang di baca ( ml )

Berat Cuplikan (gr)

Hasil (%)

Irma juwita 5,0 Siti halijah 4,9 Syafriani 4,9 40,0 12,25 40,0 12,25 40,0 12,5

Ulfa dianti 5,4 40,0 13,5

KADAR MINYAK ATSIRI CASSIA INDONESIA

Kel.

Nama

Volume minyak yang di baca ( ml )

Berat Cuplikan (gr)

Hasil (%)

Irma juwita 0,9 Siti halijah ,syafriani 1,1 Ulfa dianti 0,5 35,0 1,42 35,0 3,14 35,0 2,57

Tabel 1 Kadar air tepung terigu pada suhu 125C

no 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

tanggal 8/25/2011 8/25/2011 8/25/2011 8/25/2011 8/25/2011 8/25/2011 8/25/2011 8/25/2011 8/25/2011 8/25/2011

kode 1A 1 2 3A 3 5 6 7 8 9

w1(gr) 31.8276 29.7097 31.9822 29.8959 30.6068 31.3898 31.5049 30.7139 30.1485 29.8618 MEAN SD

w2(gr) 33.8294 31.7116 33.9838 31.897 32.6096 33.3914 33.5062 32.7153 32.1498 31.8632

w3(gr) 33.5687 31.4548 33.7241 31.6378 32.3457 33.1317 33.2459 32.447 31.8877 31.6053

kadar air (%) 13.02 12.83 12.97 12.95 13.18 12.97 13.01 13.41 13.10 12.89 13.03 0.16

Tabel 2 Kadar air tepung terigu pada suhu 130C

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

tanggal 8/23/2011 8/23/2011 8/23/2011 8/23/2011 8/23/2011 8/23/2011 8/23/2011 8/23/2011 8/23/2011 8/23/2011

kode 6 9 1 3 5 2 1A 7 3A 8

w1(gr) 31.504 29.8615 29.7092 30.6062 31.3898 31.9821 31.8269 30.7127 29.8952 30.1477 MEAN SD

w2(gr) 33.5036 31.864 31.7182 32.612 33.3918 33.9806 33.8291 32.7168 31.8968 32.1498

w3(gr) 33.2461 31.6053 31.4521 32.3536 33.1318 33.7196 33.5724 32.4555 31.6399 31.8897

kadar air (%) 12.88 12.92 13.25 12.88 12.99 13.06 12.82 13.04 12.83 12.99 12.97 0.13

Tabel 3 Kadar air tepung terigu pada suhu 135C


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 tanggal 8/26/2011 8/26/2011 8/26/2011 8/26/2011 8/26/2011 8/26/2011 8/26/2011 8/26/2011 8/26/2011 8/26/2011 kode 1 2 3 5 6 7 8 9 1A 3A w1(gr) 29.71 31.9825 30.8408 31.3893 31.5051 30.479 30.1487 29.8624 31.8285 29.8964 MEAN SD w2(gr) 31.7118 33.984 32.842 33.3912 33.5068 32.4802 32.1501 31.8638 33.8298 31.8978 w3(gr) 31.4458 33.7165 32.5773 33.1273 33.2423 32.2171 31.8833 31.5957 33.5597 31.6246 kadar air (%) 13.29 13.36 13.23 13.18 13.21 13.15 13.33 13.40 13.50 13.65 13.33 0.16

Tabel 4 kadar air tepung terigu pada suhu 130C

No 1

tanggal 9/6/2011

kode 7

w1(gr) 30.7139

w2(gr) 32.7151

w3(gr) 32.4518

kadar air (%) 13.16

Tabel 1 Kadar air garam pada suhu 105C


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 tanggal 9/8/2011 9/8/2011 9/8/2011 9/8/2011 9/8/2011 9/8/2011 9/8/2011 9/8/2011 9/8/2011 9/8/2011 kode 8 1 7 3 6 9 3A 2 4 5 w1(gr) 29,8144 29,7105 30,7141 30,6078 31,5056 30,8312 29,2648 31,9827 31,3796 31,3901 MEAN SD w2(gr) 31,8172 31,7357 32,7304 32,6809 33,5054 32,8432 31,2680 33,9953 33,3888 33,3975 W3(gr) 31,7247 31,6344 32,6278 32,5784 33,4076 32,7442 31,1766 33,8928 33,2862 33,3011 kadar air (%) 4,61 5,02 5,08 4,94 4,89 4,92 4,56 5,09 5,10 4,80 4,90 0,19

Tabel 2 Kadar air garam pada suhu 100C


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 tanggal 12/8/2011 12/8/2011 12/8/2011 12/8/2011 12/8/2011 12/8/2011 12/8/2011 12/8/2011 12/8/2011 kode 2 5 1 6 3 4 9 8 7 w1(gr) 31,9824 31,3896 29,7101 31,5045 30,6064 31,3785 29,8620 29,8129 30,7135 w2(gr) 33,9824 33,3933 31,7102 33,5060 32,6082 33,3781 31,8632 31,8196 32,7216 w3(gr) 33,8947 33,3028 31,6263 33,4134 32,5149 33,2859 31,7627 31,7212 32,6266 kadar air (%) 4,38 4,51 4,19 4,62 4,66 4,61 5,02 4,90 4,73

10

12/8/2011

3A

30,2320 MEAN SD

32,2372

32,1426

4,71 4,63 0,24

Tabel 3 Kadar air garam pada suhu 110C

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

tanggal 16/8/2011 16/8/2011 16/8/2011 16/8/2011 16/8/2011 16/8/2011 16/8/2011 16/8/2011 16/8/2011 16/8/2011

kode 3 9 6 1 7 8 1A 2 3A 5

w1(gr) 30,6066 29,8619 31,5049 29,7101 30,7136 30,1483 31,8281 31,9821 29,8962 31,3923 MEAN SD

w2(gr) 32,6070 31,0621 33,5054 31,7174 32,7141 32,1564 33,8924 33,9891 31,8969 33,3932

w3(gr) 32,5062 31,7676 33,4087 31,6193 32,6046 32,0429 33,7226 33,8904 32,7988 33,2958

kadar air (%) 5,04 4,72 4,83 4,89 5,47 5,67 5,34 4,92 4,90 4,86 5,06 0,32

Tabel 4 kadar air garam pada suhu 105C


No 1 tanggal 19/08/2011 kode 8 w1(gr) 30,1483 w2(gr) 32,1490 w3(gr) 32,0526 kadar air (%) 4,82

Tabel 1 Kadar air minyak goreng pada suhu 100C


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 tanggal 14 / 9 / 2011 14 / 9 / 2011 14 / 9 / 2011 14 / 9 / 2011 14 / 9 / 2011 14 / 9 / 2011 14 / 9 / 2011 14 / 9 / 2011 14 / 9 / 2011 14 / 9 / 2011 kode 7 1A 2 5 6 9 3A 3 8 1 w1(gr) w2(gr) 30,7138 35,7145 31,8283 36,8290 31,9816 36,9853 31,3905 36,3995 31,5052 36,5150 29,8625 34,8689 29,8975 34,8979 30,6093 35,6094 30,1506 35,1524 29,7145 34,7166 MEAN SD w3(gr) 35,7092 36,8215 36,9783 36,3916 36,5082 34,8620 34,8908 35,6029 35,1470 34,7095 kadar air (%) 0,11 0,15 0,14 0,15 0,13 0,14 0,14 0,13 0,11 0,14 0.13 0.02

Tabel 2 Kadar air minyak goreng pada suhu 105C

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

tanggal 13/9/2011 13/9/2011 13/9/2011 13/9/2011 13/9/2011 13/9/2011 13/9/2011 13/9/2011 13/9/2011 13/9/2011

kode 1A 9 1 7 3 6 8 5 3A 2

w1(gr) 31,8271 29,8622 29,7095 30,7139 30,6066 31,5076 30,1704 31,3928 29,8964 31,9825 MEAN SD

w2(gr) 36,8301 34,8793 34,7099 35,7145 35,6091 36,5103 35,1720 36,3953 34,8991 36,9878

w3(gr) 36,8237 34,8717 34,7027 35,7069 35,6021 36,5051 35,1649 36,3889 34,8915 36,9809

kadar air (%) 0,13 0.15 0,14 0,15 0,14 0,1 0,14 0,13 0,15 0,13 0.14 0.01

Tabel 3 Kadar air minyak goreng pada suhu 110C


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 tanggal 16/9/2011 16/9/2011 16/9/2011 16/9/2011 16/9/2011 16/9/2011 16/9/2011 16/9/2011 16/9/2011 16/9/2011 Kode w1(gr) 8 30,1485 3 30,6074 1A 31,8274 9 29,8613 7 30,7127 1 29,7101 2 31,9824 6 31,5249 5 31,4030 3A 29,9085 MEAN SD w2(gr) 35,1503 35,6100 36,8384 34,8620 35,7215 34,7156 36,9830 36,5256 36,4075 34,9126 w3(gr) 35,1449 35,6051 36,8307 34,8551 35,7140 34,7094 36,9769 36,5190 36,4010 34,9065 kadar air (%) 0,11 0,1 0,15 0,14 0,15 0,12 0,12 0,13 0,13 0,12 0.13 0.02

Tabel 4 kadar air minyak goreng pada suhu 105C


kadar air (%) 0,14

No 1

tanggal 20/9/2011

Kode 8

w1(gr) 30,1477

w2(gr) 35,1495

w3(gr) 35,1425

Hasil Pengujian Formalin dan Borax

Formalin No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
13 14

Borax + V V

Nama sample Terasi udang Abon sapi Nata de coco Bumbu pecal Dodol pandan Minuman sari kacang hijau Happy jus Minyak wijen Es kiko Cappucini Selai nenas Snack vegetable
Vita jelly drink Snack udang

V V V V V V V V V V

V
V