Anda di halaman 1dari 17

BAB II PENGUJIAN KOMODITI

A. Laboratorium Karet A.1. Pengujian Standar Indonesia Rubber ( SIR ) SNI 06-1903-2000 A.1.1. Ruang Lingkup
Standar ini meliputi ruang lingkup, definisi, penggolongan, bahan olah, syarat ukuran, syarat mutu, pengambilan contoh, cara uji, pengemasan, syarat penandaan dan catatan umum Standard Indonesian Rubber ( SIR ).

A.1.2. Definisi
Standard Indonesian Rubber adalah karet alam yang diperoleh dari pohon Hevea Brasiliensis secara mekanis dengan atau tanpa kimia, serta mutunya ditentukan secara spesifikasi teknis.

A.1.3. Penggolongan
SIR digolongkan dalam enam jenis mutu yaitu : SIR 3 CV ( Constanta Viscosity ) SIR 3 L ( Light ) SIR 3 WF ( Whole field ) SIR 5 SIR 10 SIR 20

A.1.4. Bahan Olah


SIR 3 CV, SIR 3 L, dan SIR 3 WF dari lateks SIR 5, SIR 10, dan SIR 20 dari koagulum lateks Untuk memilih bahan jenis olah yang sesuai dengan rencana produksi, produsen SIR dapat berpedoman pada SNI 06-2047 Revisi terakhir ( Standar Bahan Olah karet )

A.1.5. Syarat Ukuran


Standard Indonesia Rubber disajikan dalam bentuk bandela yang di kempa.

23

Dengan vat dan ukuran tertentu, ukuran bandela SIR yang diperdagangkan adalah panjangnya 675 + 25 mm lebar 355 + 10 mm, dapat mempunyai berat sebesar 33 1/3 kg sesuai permintaan pembeli.

SYARAT MUTU SIR


No Jenis Uji/Karekteristik Jenis Mutu SIR 3 CV Bahan Olah/Satuan SIR 3 L LATEKS PERSYARATAN SIR 3 WF SIR 5 SIR 10 SIR 20

1 2 3 4 5 6 7

Kadar kotoran (b/b) Kadar abu (b/b) Kadar zat menguap (b/b) PRI PQ Nitrogen Kemantapan viskositas / WASH (Skala Plastisitas Wallaces) Viskositas mooneyML (1+4) 100 C Warna skala lovibond Pemasakan ( CURE ) Warna lambang Warna plastik bandela Warna pita plastik

% % % % -

Maks 0,03 Maks 0,50 Maks 0,80 Min 60 Maks 0,60 Maks 8

Maks 0,03 Maks 0,50 Maks 0,80 Min 75 Min 30 Maks 0,60 -

Maks 0,03 Maks 0,50 Maks 0,80 Min 75 Min 30 Maks 0,60 -

Maks 0,05 Maks 0,50 Maks 0,80 Min 70 Min 30 Maks 0,60 -

Maks 0,10 Maks 0,75 Maks 0,80 Min 60 Min 30 Maks 0,60 -

Maks 0,20 Maks 1,00 Maks 0,80 Min 50 Min 30 Maks 0,60 -

8 9 10 11 12 13

*) **) Hijau Transparan Jingga

Maks 6 **) Hijau Transparan Transparan

Transparan Putih susu / transparan

Transparan Putih susu / transparan

Transparan Putih susu / transparan

Transparan Putih susu / transparan

BAB III CARA KERJA DAN HASIL PERHITUNGAN

A. Laboratorium Karet
3.1.1. Penyeragaman Contoh
Sebelum pegujian mutu SIR dilaksanakan, kedua belah potongan contoh karet disatukan dan digiling untuk penyeragaman. Selanjutnya contoh uji diambil dari contoh karet yg telah diseragamkan.

Peralatan :
gilingan laboratorium ukuran rol minimum dia meter 150 mm x 300 mm panjang perbandingan kecepatan putaran rol depan dan rol belakang 1 dengan gesekan 2 tanpa gesekan kecepatan berputar : 1 : 1,4 0,1 :1:1 : 30 1: pm

dilengakapi sistem pendingin dengan air mengalir. neraca : kapasitas mencapai 500 1 gr.

Cara Kerja
satukan kedua belah contoh karet tersebut pada butir 8.1 dan digiling 6 kali

melalui gilingan laboratorium dengan celah rol: 1,65 mm. Rol gilingan dijalankan dengan kecepatan 1 : 1,4 dan didinginkan aliran air pada suhu kamar.

setelah tiap kali pengilingan, lembaran karet digulung dan salah satu ujung gulungan dimsukan kembali kegilingan pada penggilingan berikutnya, letakan baki atau lembaran plastik yang bersih dibawah gilingan guna menampung kotoran karet yang jatuh selama penggilingan.

23

kotoran karet tersebut dikembalikan pada lembaran karet sebelum penggilingan berikutnya.

pada penggilingan yang ke 6 kali, lembaran yang digulung melainkan dilipat dua , lembaran karet yang telah di seragamkan tersebut menjadi contoh uji untuk:

Penetapan kadar kotoran Penetapan kadar abu Penetapan kadar zat menguap Penetapan PRI Penentuan warna (untuk SIR 3 L) Penetapan kadar nitrogen

: : : : : :

20-25 gram 10-15 gram 20-25 gram 15-25 gram 15-25 gram 5-10 gram

khususnya untuk penetapan kadar zat menguap contoh uji disimpan didalam kantong plastik/ wadah yang sesuai dan ditutup rapat segera setelah penyeragaman dan pengguntingan.

bila hal tersebut tidak segera dilaksanakan, maka kelembaban pada udara akan berada dalam keseimbangan sehingga pengujian yang dilakukan tidak akan

menunjukkan hasil yang sebenarnya. untuk penetapan uji tambahan bila dikehendaki: Penetapan ASHT SIR 3 CV Penetapan viskositas mooney SIR 3 CV : 1,5 25 gram : 100 150 gram.

3.1.2. PENETAPAN KADAR KOTORAN


Kotoran adalah benda asing yang tidak larut dan tidak dapat melalui saringan 325 mesh. Adanya kotoran di dalam karet yang relatif tinggi dapat mengurangi sifat dinamika yang unggul dari vulkanisat karet alam antara lain kalor timbul dan ketahanan retak lenturnya. Kotoran tersebut juga mengganggu pada pembuatan vulkanisat tipis. Potongan uji untuk penetapan kadar kotoran perlu di tipiskan lagi untuk memudahkan pelarutan. Potongan uji yang telah di giling ulang, dilarutkan di dalam pelarut yang mempunyai titik didih tinggi, disertai penambahan suatu zat untuk memudahkan larutnya karet (rubber peptiser). Larutan kotor yang tertinggal kemudian dituangkan melalui saringan 325 mesh, kotoran yang tertinggal pada saringan yang telah dikeringkan di dalam oven, kemudian ditimbang setelah didinginkan. Hasil pelaksanaan pengujian yang baik, dapat dilihat dari mudah bergeraknya kotoran kering di dalam saringan.

Peralatan dan Bahan


Neraca Analitis Thermometer Wadah Buret Otomatis Wadah Labu Erlenmeyer Desikator Pemanas Pemegang Saringan Gilingan Laboratorium Neraca Baki/Lembaran Plastik Gunting Penjepit Pemgang Labu Erlenmeyer Sarung Tangan Asbes Slide Proyector Pemegang Untuk Memeriksa Saringan Terpentin Mineral Peptiser Silica Gel Teepol Atau Pembersih

Cara Kerja
Giling contoh uji untuk penetapan kadar kotoran sebesar 20- 25 gram 2 kali melalui gilingan laboratorium (setelah penggilingan pertama,lembaran karet dilipat dua), kedua rol berputar dengan kecepatan yang sama (1:1),dan celah rol diatur 0,33 mm Timbang kira kira 10 gram lembaran contoh karet dengan ketelitian mendekati 0,1 mg Kemudian digunting kecil-kecil menjadi 12-15 potongan atau ditipiskan. Masukan kedalam labu erlenmeyer 500 ml yang telah berisi terpentin mineral 250 ml dan 1-2 ml peptiser Panaskan diatas pemanas selama 1,5-2,5 jam pada suhu 1200C 50C. Kocok sekali-sekali untuk mempercpat pelarutan. Jika karet telah larut sempurna saring dlam keadaan panas secara dekantasi melalui saringan bersih. Saringan yang akan digunakan,sebelum harus dikeringkan didalam oven selama 1 jam pada suhu 1000C dan setelah didinginkan didalam desikator sampai suhu kamar 30 menit,kemudian ditimbang Biarkan kotoran mengendap sebanyak mungkin di dasar labu erlenmeyer untuk pencucian selanjutnya. Cuci kotoran labu 2 kali masing-masing 30-50 ml terpentin panas. Tuangkan cucian kedalam saringan dengan memiringkan labusehingga mulut labu menghadap kebawah,semprotkan terpentin dingin kedalamny sengan

menggunakan botol semprot. Usahakan agar seluruh sisa kotoran terbawa kedalam saringan. Keringkan saringan berisi kotoran didalam oven pada suhu 90-1000C selama 1 jam dinginkan dalam desikator selama 30 menit,kemudian ditimbang dengan ketilitian mendekati 0,1 mg.

Rumus Perhitungan
AB kadar kotoran = C A = bobot saringan berikut contoh B = bobot saringan kosong C = bobot potongan uji X 100

Hasil Perhitungan
No. Contoh: 01 (Afradini Nasution) AB Kadar kotoran = -------------- 100% C 14,1979 14,1940 = ------------------------- 100% = 0,0389 % 10,0155

No. Contoh: 03 ( Imam Zulkarnaen ) AB Kadar kotoran = ---------------- 100% C 12,4771 12,4727 = ------------------------- 100% = 0,044 % 10,0119

No. Contoh: 02 ( Reka Mustika Sari ) AB Kadar kotoran = --------------- 100 % C 14,1633 14,1598 = -------------------------- 100 % = 0,0349 % 10,0062

( Untuk Hasil Perhitungan Selanjutnya Lihat Di Lampiran )

3.1.3 PENETAPAN KADAR ABU


Abu di dalam karet terjadi dari oksida, karbonat dan fosfat dari kalium, magnesium, kalsium, natrium dan beberapa unsur lain dalam jumlah yang berbeda beda. Abu dapat pula mengandung silicat yang berasal dari karet atau benda asing yang jumlah kandunganya bergantung pada pengolahan bahan mentah karet. Beberapa bahan mineral di dalam karet yang meninggalkan abu dapat

mengurangi sifat dinamika yang unggul seperti kalor timbul (heat build - up) dan ketahanan retak lentur (flex cracking resistance) dari vulkanisat karet alam.

Peralatan dan Bahan


Neraca Pembakar Listrik/Gas Tang Mufle Furnace Cawan Silica/Porselin Kertas Saring Bebas Abu Desikator Memakai Cerat Silicat Gel Lemari Asam

Cara Kerja
Potongan uji dipijarkan perlahan lahan diatas pembakar listrik/gas. Kemudian pemijaran dilanjutkan di dalam mufle furnace pada suhu 5500 C selama kira kira 2 jam Potong dan timbang 5 gram contoh uji untuk penetapan kadar abu dengan ketelitian 0,1 mg Gunting potongan uji tersebut menjadi kecil kecil Masukkan kedalam cawan yang sebelumnya telah dipijarkan dan telah diketahui bobotnya Cawan berisi karet kemudian dipijarkan diatas pembakar listrik/gas sampai tidak keluar asap selanjutnya pemijaran diteruskan di dalam mufle furnace pada suhu 550 200 C selama kira kira 2jam, yaitu sampai tidak mengandung jelaga lagi. Dinginkan cawan yang berisi abu di dalam desikator sampai suhu kamar ( 30 menit) Kemudian ditimbang dengan ketelitian 0,1 mg.

Rumus Perhitungan:
AB Kadar abu = C A = bobot cawan berikut abu B = bobot kosong C = bobot potongan uji Catatan: sebelum masuk muffle cawan harus kering. 100%

Hasil Perhitungan
No. Contoh: 01 ( Rapiah Siregar ) AB Kadar abu = ---------- 100 % C 35,6101 35,5874 = --------------------------- 100 % = 0,45% 5,0667

No. Contoh: 02 ( Darwanto ) AB Kadar abu = ------------ 100 % C 33,6255 33,6101 = ------------------------- 100 % = 0,30% 5,0761

No. Contoh : 03 ( Rahayu Maharani ) AB Kadar abu = ------------ 100 % C = 33,5437 33,5325 --------------------------- 100 % = 0,22% 5,0027

( Untuk Hasil Perhitungan Selanjutnya Lihat Di Lampiran )

3.1.4 PENETAPAN KADAR ZAT MENGUAP


Zat menguap didalam karet sebagian besar terdiri dari uap air dan sisanya adalah zat-zat lain seperti serum yang mudah menguap pada suhu 1000 C. Kadar zat menguap adalah bobot yang hilang dari potongan uji setelah pengeringan. Adanya zat yang mudah menguap didalam karet , selain dapat menyebabkan bau busuk, memudahkan tumbuhnya jamur yang dapat menimbulkan kesulitan pada waktu mencampurkan bahan-bahan kimia kedalam karet pada waktu pembuatan kompon tersebut terutama untuk pencampuran karbon black pada suhu rendah. Potongan uji untuk penetapan kadar zat menguap ditimbang lalu ditipiskan dan digunting menjadi potongan kecil- kecil untuk memperluas permukaan guna memudahkan pengeringan pada suhu 1000 C.

Peralatan dan Bahan


Neraca Cawan Porselin Tang Desikator Oven Silika Gel

Cara Kerja
Keluarkan contoh uji untuk penetapan kadar zat menguap. Potongan dan ditimbang 10 gram dengan ketelitian mendekati 0,1 mg. Tipiskan dengan gilingan laboratorium hingga tebalnya mencapai maksimum1,5 mm gunting lembaran ipis potongan uji tersebut menjadi potongan kecil berukuran 2,5 x 2,5 mm, selanjutnya dimasukkan kedalam cawan yang telah dipanaskan didalam oven pada suhu 100o C dan telah diketahui bobotnya. Cawan berikut karet kemudian dipanaskan didalam oven pada suhu 1003o C selama 2-3 ( sampai bobot tetap ). Dinginkan didalam desikator sampai suhu kamar ( 30 menit).

Rumus Perhitungan :
A B Kadar zat menguap 100% C A= bobot cawan berikut contoh sebelum dipanaskan B= bobot cawan berikut contoh setelah dipanaskan C= bobot potongan uji =

Hasil Perhitungan No. Contoh: 01 ( Qomariyah Munawwaroh )


AB Kadar zat menguap = ------------- 100 % C 36,2012 36,1679 = ----------------------------- 100 % = 0,33 % 10,0017

No. Contoh: 02 ( Nila Sari )


AB Kadar zat menguap = ------------- 100 % C 36,2051 36,1861 = ------------------------------ 100 % = 0,19 % 10,0068

No. Contoh: 03 ( Eben Ezer )


AB Kadar zat menguap = -------------------- 100 % C 48,0688 48,0452 = ----------------------------------- 100 % = 0,24 % 10,0068

( Untuk Hasil Perhitungan Selanjutnya Lihat Di Lampiran )

3.1.5. PENETAPAN PLASTICITY RENTENTION INDEX (PRI)


Penentuan plasticity rentention index ( PRI ) adalah cara pengujian yang sederhana dan cepat untuk mengukur ketahanan karet terhadap degradasi oleh oksidasi pada suhu tinggi. Pengujian ini meliputi pengujian plastisitas wallace dari potongan uji sebelum dan sesudah pengusangan didalam oven dengan suhu 140o C. Suhu dan waktu pengusangan diatur sedemikian rupa sehingga dapat memberikan perbedaan yang nyata dari berbagai jenis karet mentah Nilai PRI yang tinggi menunjukkan ketahanan yang tinggi terhadap degradasi oleh oksidasi.

Peralatan dan Bahan


Gilingan Laboratorium Pengukur Tebal Wallace Punch Wallce Rapid Plastimeter Alat Pengukur Waktu Oven Tatakan Contoh Kertas Sigaret

Cara Kerja
Giling contoh uji 15-25 gram. 3x Celah rol di atur hingga lembaran karet memiliki ketebalan 1,6-1,8 mm Kemudian dipotong uji di atas tatakan secara saling masukkan kedalam oven pada suhu 140oc0,2oc selama 30 menit Kemudian didinginkan Angka yang dicatat adalah angka yang ditunjuk oleh micrometer ( display ) pad waktu berhenti bergerak.

Rumus Perhitungan:
B Plasticity pentention index : Pa = --------------- 100% A Dimana, - A = PO (sebelum dipanaskan selama 30 menit) - B = P 30 (setelah dipanaskan 30 menit)

No. Contoh: 01 ( Lia Rahmadani Siregar )


B a) PRI = ------------- 100 % A 33 = ------------ 100 % = 80 % 41

No. Contoh: 02 ( Kiki Riski )


B a) PRI = ------------- 100 % A 30 = ------------ 100 % = 71 % 42

No. Contoh: 03 ( Arissa Fajar Kusuma ) B a) PRI = ------------- 100 % A 39 = ------------ 100 % = 88 % 44

( Untuk Hasil Perhitungan Selanjutnya Lihat Di Lampiran )

3.1.6. PENETAPAN TEBAL PLASTIK PEMBUNGKUS BANDELA Peralatan dan bahan


Thickness Gauge Gunting

Cara Kerja
Gunting contoh uji selebar 5x5 cm Plastik jarum Micrometer berada pada posisi 0 Tekan tombol yang ada pada alat kebawah Letakkan contoh diantara kedua lempeng Catat angka yang ditunjukkan oleh jarum Micrometer

( Hasil dari penetapan tebal plastik pembungkus bandela lihat pada lampiran )

3.1.7. PENETAPAN BANDELA Peralatan dan bahan


-

TITIK

LELEH

PLASTIK

PEMBUNGKUS

Melting Point Apparatur Thermometer Kapasitas 230 C Pipa kaca kapiler merk Gallenkamp Griffin MFB-210-538L : ME388 S31-348/080

Cara kerja
Gunting contoh uji selebar 1 mm Masukkan contoh ke dalam pipa kaca kapiler Letakkan pipa kapiler yang berisi contoh ke dalam lubang pada alat Tunggu sampai contoh mulai keriput ( meleleh) Catat temperatur yang ditunjukkan oleh Micrometer

( Hasil dari penetapan titik leleh plastik pembungkus bandela lihat pada lampiran )

Tabel Hasil Praktek Siswa/i SMKN 3 Medan di Laboratorium Karet UPTD BPSMB Medan
Kel Nama Qomariyah Munawaroh 1 Nila Sari Eben Ezer Bangun No. Contoh 01 02 03 PRI 93 % 86 % 88 % Kadar Abu 0,39 % 0,39 % 0,39 % Kadar Kotoran 0,105 % 0,012 % 0,018 % Kadar Menguap 0,33 % 0,19 % 0,24 % Zat

Darwanto 2 Rapiah Siregar Lia Rahmadani Siregar Kiki Rizky Afradini Nst. 4 Imam Zulkarnaen Reka Mustika Sari

02 01

76 % 78 %

0,30 % 0,45 %

0,08 % 0,07 %

0,24 % 0,18 %

03 02 01 03 02

80 % 71 % 66 % 75 % 71 %

0,41 % 0,36 % 0,59 % 0,52 % 0,52 %

0,02 % 0,08 % 0,0389 % 0,044 % 0,0349 %

0,48 % 0,78 % 0,24 % 0,41 % 0,24 %

Arissa Fajar Kusuma 5 Rahayu Maharani

01 03

88 % 70 %

0,22 % 0,22 %

0,033 % 0,04 %

0,39 % 0,68 %

UPTD. BPSMB MEDAN DINAS PERINDAGSU FORMAT Judul : Penetapan Plastik Pembungkus Bandela

Kode / - No. Halaman

: F / 072 : 1 dari 1

Terbitan/Tgl/Versi : 1 / 2-01-2007 / 2

File

: F / PPPB

LEMBAR KERJA
Tanggal Diterima Tanggal Pengujian Tanggal Selesai Pengujian : : :

No. Contoh
006 008 010 -

KARAKTERISTIK
Titik Leleh Ketebalan Warna Lambang Warna Plastik Pembungkus Bandela Warna Pita Plastik Titik Leleh Ketebalan Warna Lambang Warna Plastik Pembungkus Bandela Warna Pita Plastik Titik Leleh Ketebalan Warna Lambang Warna Plastik Pembungkus Bandela Warna Pita Plastik

HASIL PENGUJIAN
98 C 0,035 mm Hijau Bergaris Coklat Transparan Transparan 101 C 0,035 mm Coklat Transparan Transparan 100 C 0,035 mm Merah Transparan Transparan

ANALISIS