Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH ALAT UKUR

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metrologi Industri

Disusun oleh:

Nama NIM

: Mario Eggy S. : 5201411072

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG SEMARANG 2011

0

B. Mahasiswa. LATAR BELAKANG Dalam Fisika dikenal berbagai macam besaran. C. Besaran tersebut dikelompokkan dalam 2 kategori yakni besaran pokok/dasar dan besaran turunan. sehingga hasil pengukuran sesuai dengan keadaan sesungguhnya. RUMUSAN MASALAH 1. Timbangan tersebut harus memiliki ketepatan pengukuran yang baik. juga memiliki bahasa komunikasi teknik yaitu melalui Sistem Internasional pada proses pengukuran. Semua besaran fisik dapat dinyatakan dalam beberapa satuan pokok. Dalam makalah ini. Sebagai contoh untuk mengukur massa suatu benda yang diperkirakan sebesar 50 kg. penggunaan alat ukur dan perawatan alat ukur. sehingga dapat digunakan sesuai dengan prosedur serta untuk memenuhi tugas mata kuliah metrologi industri. sebagai satu bagian dari masyarakat ilmiah. Pemilihan satuan standar untuk besaran pokok menghasilkan suatu sistem satuan. Sistem satuan yang digunakan secara universal dalam masyarakat ilmiah adalah Sistem Internasional (SI). mengetahui cara penggunaannya dan mengetahui cara perawatannya.BAB I PENDAHULUAN A. Apa saja jenis pengukuran? 2. Bagaimana pengelompokan macam alat ukur sesuai dengan jenis pengukurannya? 3. dalam hal ini mahasiswa teknik. batas ukur dan ketelitian alat ukurnya. Oleh sebab itu. maka alat yang harus digunakan haruslah timbangan dengan batas ukur minimal senilai massa benda itu. Apa fungsi macam-macam alat ukur tersebut? 1 . Pada setiap pengukuran sangat ditentukan oleh macam kegunaan. termuat informasi tentang macam alat ukur. TUJUAN Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu untuk mengetahui macam alat ukur. ilmu yang mempelajari pengukuran (metrology) menjadi penting untuk dipelajari.

2 . bagian diam dan bagian bergerak. Permukaan dan bagian sisi rata mistar baja terdapat guratan-guratan sebagai sisi ukur. Selain mistar baja. 1/16”. Gambar 1. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Mistar baja juga bisa dipakai menggantikan straight edge untuk memeriksa kerataan. umumnya tingkat ketelitian adalah 0.BAB II PEMBAHASAN A. Mistar baja 2. sedangkanpada ukuran inchi/ dim. misalnya kerataan kepala silindermotor/mobil. Jangka sorong Jangka sorong adalah alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter. Terdiri dari dua bagian. menyudut. lebar atau tebal suatu benda. 1/32”.01 untuk yang di atas 30cm. Untuk ukuran metrik : 1 cm dibagi dalam 10 bagian atau 20 bagian yang sama. cekung dan benda-benda yang panjang dan tak bisa diukur dengan mistar baja.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0. Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan display digital. 1 inchi dibagi menjadi 16 atau 32 bagian sehingga berjarak 1/8”. di bengkel juga sering digunakan mistar gulung untuk mengukur bagian yang cembung. Pada versi analog. ALAT UKUR 1. Mistar Baja Mistar baja digunakan di bengkel untuk panjang.

Mikrometer Mikrometer adalah alat ukur yang dapat melihat dan mengukur benda dengan satuan ukur yang memiliki ketelitian 0.a. untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa.01 mm 3 . Bagian pengukur tidak terlihat pada gambar karena berada di sisi pemegang. maupun lainnya) dengan cara diulur. Kegunaan Kegunaan jangka sorong adalah:    untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit. Jenis  Jangka sorong digital  Jangka sorong manual 3. untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara "menancapkan/menusukkan" bagian pengukur. b.

lapisan-lapisan. orang bisa menggunakan keuntungan mekanis sekrup untuk menekan material.Satu mikrometer adalah secara luas digunakan alat di dalam teknik mesin electro untuk mengukur ketebalan secara tepat dari blok-blok. Mikrometer dalam Mikrometer dalam digunakan untuk mengukur garis tengah dari lubang suatu benda Mikrometer kedalaman Mikrometer kedalaman digunakan untuk mengukur kerendahan dari langkah-langkah dan slot-slot. Pada bab ini akan membahas tentang : 1 Jenis 2 Membaca satu mikrometer sistem inci 3 Membaca satu mikrometer metrik 4 Membaca satu mikrometer vernier 5. Dengan cara memasang satu tangkai yang roda bergigi searah keinginan pada satu tenaga putaran 4 . Secara normal. Satu mikrometer ditetapkan dengan menggunakan satu mekanisme sekrup titik nada. memberi satu pengukuran yang tidak akurat. Satu fitur yang menarik tambahan dari mikrometer-mikrometer adalah pemasukan satu tangkai menjadi bengkok yang terisi. luar dan garis tengah dari kerendahan dan batang-batang slot. Mikrometer ini banyak dipakai dalam metrology. blok-blok dan batang-batang. Acuan Mikrometer memiliki 3 jenis umum pengelompokan yang didasarkan pada aplikasi berikut :    Mikrometer Luar Mikrometer luar digunakan untuk ukuran memasang kawat. studi dari pengukuran.

Pada model lain. tetapi tidak terdapat skala ukuran pada permukaannya serta lebih tebal. masukkan feeler gauge ukuran tertentu di antara permukaan plat dan straight edge . Height gauge Height gauge adalah sebuah alat pengukuran yang berfungsi mengukur tinggi benda terhadap suatu bidang acuan atau bisa juga untuk memberikan tanda goresan secara berulang terhadap benda kerja sebagai acuan dalam proses permesinan. height gauge sering dipasangkan dengan dual probe dial indicator. 6. height gauge mampu mengukur diameter luar dan dalam dari sebuah lubang dalam posisi horisontal. straight edge digunakan misalnya untuk mengukur kerataan permukaan blok silinder dan kepala silinder sepeda motor atau mobil. Kunci momen model deflecting beam. Straight Edge Straight edge merupakan alat ukur untuk mengukur kerataan atau kebengkokan permukaan dari suatu komponen. Batang oenunjuk akan bergerak dan menunjuk pada skala tertentu seiring dengan besarnya momen pengencangan yang dilakukan. Jenis kunci momen yang ada terdiri atas model deflecting beam (batang jarum).4. menunjukkan besar ukuran momen kekencangan oleh sebuah batang penunjuk. dan model setting micrometer. Kunci Momen Kunci momen (torgue wrench) digunakan untuk mengukur gaya punter pada baut dan mur agar mencapai momen kekencangan tertentu. Selain itu dengan penambahan probe dua arah. Bentuk straight edge tampak seperti mistar baja. model dial indicator. Untuk mengetahui kerataan dan keausan dari plat penekan. Dalam bidang otomotif. Untuk meningkatkan keakuratan pengukuran dengan mengurangi defleksi pada benda kerja. 5. Height gauge memiliki dua buah kolom berulir dimana kepala pengukur bergerak naik turun akibat putaran ulir kasar dan halus yang digerakkan oleh pengukur. momen kekencangan yang diinginkan dapat diatur dengan cara menyetel ukuran 5 .

pada tahap awal pengerasan sebuah baut atau mur gunakanlah kunci biasa seperti kunci ring.kekencangan (setting micrometer) pada tangkai kunci momen. Untuk ukuran kekencangan baut atau mur yang lebih besar. Kunci momen hanya dipakai pada pengerasan akhir serta mengetahui besarnya momen kekencangan yang diharapkan sesuai spesifikasi kekencangan baut atau mur. Agar penggunaannya sesuai dengan fungsinya dan supaya alat ini tetap awet. Setiap kunci momemn memiliki momen maksimum (maximum torque). yang merupakan batas tertinggi kekencangan yang dapat diukur oleh kunci momen. gunakan kunci momen dengan ukuran kekencangan di bawah batas maksimum momen kekencangannya. Kunci momen Agar kunci momen dapat digunakan sesuai fungsinya. pas atau shock. 6 . Contoh penggunaan kunci momen misalnya pada penyetelan baut kepala silinder dan baut-baut pada unit differensial (pada mobil). Kunci shock dengan ukuran tertentu mengencangkan baut atau mur. Gambar 3. mekanik dapat menggunakan kunci momen lain dengan momen maksimum lebih besar. Penyetelan momen kekencangan baut/mur yang baik dilakukan secara bertahap sampai diperoleh momen kekencangan yang sesuai. Cara menggunakan kunci momen adalah kepala kunci momen ditahan agar kunci shock tetap pada posisi yang benar sambil menarik gagang kunci momen searah jarum jam.

Cylinder Bore Gauge Cylinder bore gauge termasuk dalam jenis alat ukur yang menggunakan jam ukur (dial gauge). Cylinder bore gauge Seperti terlihat pada gambar di atas konstruksi alat ini terdiri dari sebuah jam ukur dan pada ujung lain terdapar runcing pengukur (measuring point). kejelian dalam memilih spesifikasi ukuran kedua komponen ini sangat membantu dan mempermudah kita dalam melakukan pengukuran itu sendiri. Dalam pengukuran komponenkomponen otomotif. alat ini biasanya digunakan untuk mengukur diameter silinder dan komponen lain secara teliti. Oleh karana itu. Contoh penggunaan cylinder bore gauge adalah dalam pengukuran diameter silinder. Gambar 19. Adapun komponen lain adalah cincin pengganti (replacement washer) dan batang pengganti (replacement rod). Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengukur diameter silinder dengan jangka sorong (vernier caliper) untuk 7 . Diameter daerah pengukuran yang dapat dijangkau oleh cylinder bore gauge berkisar antara 50 mm sampai dengan 300 mm. Kedua kompenen ini baik cincin pengganti maupun batang pengganti tealah memiliki spesifikasi ukuran tertentu.7.

Gambar 20.5 mm. Selanjutnya. cylinder bore gauge dimasukkan ke dalam silinder yang hendak di ukur. sedangkan cincin pengganti adalah 3 mm. Misalnya setelah dilakukan pengukuran hasil akhir pengukurannya diketahui diameter silinder adalah 52. Tetapi.mengetahui ukuran dari silinder dan untuk pemilihan spesifikasi cincin pengganti dan batang pengganti.86 mm.22 mm maka alternative pilihan batang pengganti adalah ukuran 50 mm dan cincin pengganti 2 mm. Tempatkan batang pengganti dan runcing pengukur ke dalam micrometer luar tersebut dan dial gauge alat ini diset pada nol ke jarum penunjukannya.86 mm. gerakkan cylinder bore gauge secara perlahan-lahan sampai diperoleh hasil angka 8 . maka langkah selanjutnya adalah kalibrasi cylinder bore gauge dengan menggunakan micrometer luar (outside micrometer). Penggunaan Cylinder bore gauge pada silinder Seperti terlihat pada gambar di atas. Caranya adalah micrometer luar diset pada ukuran 52. Bila hasil pengukuran dengan jangka sorong dalam pengukuran ini adalah 52. lihat angka di belakang koma jangka sorong apakah lebih besar atau lebih kecil dari 0. maka pilihan untuk batang pengganti adalah spesifikasi 50 mm. bila setelah pemilihan hasil pengukuran pertama dari cincin pengganti 3 mm dan batang pengganti 50 mm.

Feeler Gauge Feeler gauge atau lidah ukur sering dipakai untuk mengukur celah yang sulit dijangkau oleh alat ukur lainnya. Umumnya thicknes gauge memiliki ketebalan antara 0. Tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam penggunaan busur bilah adalah: 9 .03 lebih kecil dari 52.86 – 0. Feeler Gauge Cara menggunaka feeler gauge sangat mudah. celah bantalan. misalnya celah katup.01 mm. Dengan demikian. dsb.pengukuran terkecil.00 mm.03 mm sampai 1.03 mm).86 mm. celah samping ring piston. hasil pengukuran adalah 52. Bila feeler gauge terasa mudah masuk dan keluar. yaitu dengan menyisipkan bilah atau lembar feeler gauge ukuran tertentu di antara dua komponen yang akan diukur. Alat ini terdiri dari beberapa lembaran baja tipis yang memiliki presisi ukuran sampai 0.83 mm (52. Feeler gauge sering juga disebut dengan thicknes gauge.03 mm. hal tersebut menunjukkan bahwa ukuran celah tersebut masih belum sesuai. hal ini berarti diameter silinder yang diukur tersebut 0. Gantilah ukuran feeler gauge dengan lembaran yang berbeda hingga dirasakan ukuran adanya hambatan berupa gesekan antara lembar feeler gauge dengan sisi komponen yang diukur saat ditarik keluar. 8. Ukuran tebal feeler gauge sama dengan besar celah di antara dua komponen tersebut. Misalnya diperoleh angka pengukuran terkecil 0. Gambar 21.

Aturlah kedudukan dari bilah utama dengan memakai kunci bilah. Dikunci kemudian kita baca hasilnya. 2. Sisi kerja dari pelat dasar dan salah satu sisi dari bilah utama harus betul-betul berimpit dengan permukaan benda ukur. Bidang dari busur bilah harus berimpit atau sejajar dengan bidang dari sudut yang diukur (bidang normal). maka harga sudut yang dibaca pada busur bilah mungkin lebih kecil dari sudut benda ukur.1. (Diktat Kuliah Alat Bantu dan Alat Ukur Univ. Permukaan benda ukur dan permukaan kerja dari busur bilah harus bersih.2005) 10 . Darma Persada Jakarta. Apabila kondisi ini tidak dipenuhi . 3. Adanya debu atau geram dapat menyebabkan kesalahan pengukuran ataupun dapat merusakkan busur bilah. tidak boleh ada celah.

Hal ini dikarenakan perlunya kesadaran mahasiswa untuk lebih mendalami ilmu pengukuran. lebih baik mahasiswa mempelajarinya dengan proses. 11 . Perlu adanya kesadaran bagi mahasiswa untuk mempelajari ilmu pengukuran secara otodidak. dapat menghubungi teman sebaya yang lebih tahu atau bisa juga kepada dosen pengampu mata kuliah metrology industry. Dan banyak sekali alat ukur yang belum dilihat secara langsung oleh para mahasiswa (terutama yang berasal dari SMA) sehingga makalah yang menjelaskan tentang banyaknya jenis alat ukur ini dipandang mampu memberikan informasi untuk mereka. kemudian merambat ke bab yang lebih khusus atau lebih luas. 2. penuyusun dapat menarik garis besar bahwa alat ukur sangat beragam. 3. KESIMPULAN Berasal dari penjelasan diatas. Perkembangan komponen industri dalam bidang permesinan pada era industrialisasi saat ini berkembang dengan pesat. B. Dalam artian mahasiswa mempelajari dari bab yang sederhana. Pengukuran sebagai modal awal pendukung kemampuan atau keahlian. SARAN 1. kemudian saat menemui kesulitan. Dalam mempelajari ilmu metrologi. menjadikan mahasiswa harus juga mempersiapkan masadepannya agar tidak terjebak pada kesalahan kecil tentang pengukuran.BAB III PENUTUP A. Dan dengan terselesaikannya makalah ini. dapat dimanfaatkan untuk khalayak banyak agar mereka mengetahui dan lebih memahami tentang berbagai macam alat ukur yang kedepan tidak akan ada kekeliruan dalam melakukan praktikum pengukuran. Sehingga menuntut manusia (terlebih lagi mahasiswa) untuk dapat berpikir cekatan dengan pola pikir yang futuratif atau berorientasi ke depan.

7. diakses pada 21 Desember 2011.scribd.com. Penggunaa dan Pemeliharaan Alat Ukur. diakses pada 21 Desember 2011. 2.” online.BAB IV DAFTAR PUSTAKA 1. 3. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.scribd. Yogyakarta: Depdiknas. Alat Ukur dan Ketelitian.com. (2004).com. “Bab II.” online. www. diakses pada 21 Desember 2011. www. 6. “I. Peralatan Kerja Bengkel. 4. www.com.scribd. Alat Ukur dan Ketelitian. “Bab V. Pengukuran Conecting Rod. Alat Ukur dan Teknik Pengukuran.” online. diakses pada 21 Desember 2011.” online. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. 12 . Yogyakarta: Depdiknas. “Bab II. diakses pada 21 Desember 2011.scribd. (2003).” online. www. 5. Alat Ukur.scribd.com. “Bab II. www.