Anda di halaman 1dari 7

PENDAHULUAN Pada masa yang lalu diklasifikasikan sebagai pneumonia tipika yang disebabkan oleh Str.

pneumoniae dan atipikal yang disebabkan kuman atipikal seperti halnya M.pneumoniae. kemudian ternyata manifestasi dari pathogen lain seperti H.influenzae,S.aureus, dan bakteri gram negative memberikan sindrom klinik yang identik dengan pneumonia oleh Str.Pneumoiae, dan bakteri lain dan virus dapat menimbulkan gambaran yang sama dengan pneumonia oleh M.pneumoniae yang bervriasi luas. Karena itu istilah tersebut tidak lagi dipergunakan. Pada perkembangannya pengelola pneumonia telah dikelompokkan pneumonia yang terjadi dirumah sakit pneumonia nosokomial (PN) kepada kelompok pneumonia yang berhubungan dengan pemakaian ventilator (PBV) dan yang didapat dipusat perawatan kesehatan (PPK). Dengan demikian pneumonia saat ini dikenal 2 kelompok utama yaitu pneumonia di rumah perawatan (PN) dan pneumonia komunitas (PK) (2001) yang didapat dimasyarakat. Disamping kedua bentuk utama ini terdapat pula pneumonia bentuk khusus yang masih sering dijumpai.

DEFINISI
Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, dan alveoli, serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan gangungan pertukaran gas setempat. 1

ETIOLOGI
Umunya adalah bakteri, yaitu streptococcus pneumonia dan haemophillus influenza. Pada bayi dan anak kecil ditemukan staphylococcus aureus sebagai penyebab pneumonia yang berat, serius dan sangat progresif dengan mortalitas tinggi. Etiologi pneumonia berbeda beda pada berbagai tipe dari pneumonia, dan hal ini berdampak pada obat yang akan diberikan.

Pneumonia komunitas Diketahui berbagai pathogen yang cenderung dijumpai pada factor resiko tertentu misalnya H. Influenzapada pasien perokok, pathogen atipikal pada lansia, gram negative pada pasien dari rumah jompo, dengan adanya PPOK, penyakit penyerta kardiopulmonal/jamak, atau pasca terapi antibiotika spekrum luas. Ps. Aeruginosa pada pasien dengan bronkiektasis, terapi steroid ( > 10 mg/hr ), malnutrisi dan imunosupresi dengan disertai lekopeni.

Pneumonia nosokomial Etiologi tergantung pada 3 faktor yaitu : tinggkat berat sakit, adanya resiko untuk jenis pathogen tertentu, dan masa menjelang timbul onset pneumonia. Hal ini dapat dilihat pada table 3. 1 2

Pathogen Staphylococcus aureus

Factor resiko Koma, cedera kepala, influenza, pemakaian obatIV, DM, gagal ginjal.

Ps. Aeruginosa

Pernah dapat antibiotic, ventilator > 2 hari, lama di rawat di ICU, terapi steroid/anitbiotika.

Anaerob Achinobachter spp

Aspirasi, selesai operasi abdomen. Antibiotic sebelum onset pneumonia dan ventilasi mekanik.

Secara garis besar klasifikasi yang banyak di pakai adalah : a. Pneumonia komuniti ( community aquried pneumonia ) Pneumonia yang di dapat di masyarakat ( di luar rumah sakit ) yang terjadi akibat infeksi di luar rumah sakit. Infeksi pneumonia komuniti sering disebabkan oleh bakteri Streptococcus Adenovirus. 1 3 pneumonia, Mycoplasma pneumonia, H. influenza, Legionella

pneumophila, Chalmydia pneumonia, anaerob oral ( aspirasi ), Influenza tipe A dan B,

b. Pneumonia nasokomial ( hospitality acquired pneumonia ) Pneumonia nasokomial hospitality acquired pneumonia ( HAP ) adalah pneumonia yang terjadi > 48 jam atau lebih setelah dirawat di RS, baik di ruang rawat umum ataupun ICU tetapi tidak sedang memakai ventilator. Infeski nosokomial lebih sering disebabkan oleh bakteri basil usus gram negative ( misal, Escherichia coli, Klebsiella pneumonia ), Peudomonas aeruginosa, Staphylococus aureus, Anaerob oral ( aspirasi ), jarang oleh pneumococus atau mycoplasma. 1 3

MANIFESTASI KLINIK
Gejala gejala yang biasa ditemukan adalah : 1. Batuk berdahak ( dahak seperti lender, kehijauan atau seperti nanah ) 2. Nyeri dada ( bisa tajam atau tumpul dan bertambah hebat jika penderita menarik nafas dalam atau terbatuk ) 3. Sakit kepala 4. Demam 5. Mudah terasa lelah 6. Sesak nafas 7. Nafsu makan berkurang 8. Mual dan muntah 9. Merasa tidak enak badan 10. Menggigil 2 4 5

DIAGNOSIS
Anamnesis : Ditujukan untuk mengetahui kemungkinan kuman penyebab yang berhubungan dengan factor infeksi : Demam, menggigil, suhu tubuh meningkat >> 40 C Kejang / tidak sadar ( aspirasi gram negative, anaerob ) Batuk disertai dahak ( M. pneumonia ) Sesak nafas

Pemeriksaan fisik : Kelainan yang ditemukan tergantung pada luasnya penyakit : 1. Inspeksi : bagian yang sakit tertinggal dalam pernafasan
4

2. Palpasi : fremitus meningkat 3. Perkusi : redup pekak, ronki nyaring 4. Auskultasi : suara pernafasan bronchial

Pemeriksaan penunjang : 1. Laboraturium : Leukositosis umumnya menandai adanya infeksi bakteri; leukosit normal / rendah dapat disebabkan oleh infeksi virus / mikoplasma atau pada infeksi yang berat sehingga tidak terjadi respon leukosit. Leucopenia menunjukkan depresi imunitas, misalnya neutropenia pada infeksi kuman gram negative atau S. aureus pada pasien dengan gangguan kekebalan. 2. Radiologi : Pola radiologis dapat berupa pneumonia alveolar dengan gambaran air bronkhogram. Distribusi infiltrate pada segmen apical lobus bawah atau inferior lobus atas sugestif untuk kuman aspirasi. Bentuk lesi berupa kavitas dengan air fluid. 1

DIAGNOSIS BANDING
1. Infak paru 2. Pleuritis eksudativa karena TB 3. Kanker paru.

PENATALAKSANAAN
Oksigen 1 2 L / menit IVFD dekstrose 10% : NaCl 0,9% = 3 : 1, + KCl 10 mEq / 500 ml cairan. Jumlah cairan sesuai berat badan, kenaikan suhu, dan status hidrasi. Jika sesak tidak terlalu hebat, dapat dimulai makanan enternal bertahap melalui selang nasogastrik dengan feeding drip. Jika sekresi lender berlebihan dapat diberikan inhalasi dengan salin normal dan beta agonis untuk memperbaiki transport mukosilier. Koreksi gangguang keseimbangan asam basa dan elektrolit. Antibiotic sesuai hasil biakan atau berikan : Untuk kasus pneumonia community base : - Ampisilin 100 mg / kg BB / hari dalam 4 kali pemberian - Kloramfenikol 75 mg / kg BB / hari dalam 4 kali pemberian Untuk kasus pneumonia hospital base : Sefataksim 100 mg / kg BB / hari dalam 2 kali pemberian Amikasin 10 15 mg / kg BB / hari dalam 2 kali pemberian 2 5

KOMPLIKASI
a. Perikarditis b. Arthritis c. Endokarditis d. Abses kulit e. Peritonitis f. Empiema 1 2

PROGNOSIS
Pneumonia Komunitas Kejadian PK di USA adalah 3,4 4 juta kasus pertahun, dan 20% diantaranya perlu dirawat di RS. Secara umum angka kematian pneumonia oleh pneumococus adalah sebesar 5%, namun dapat meningkat pada orang tua dengan kondisi yang buruk.

Pneumonia Nosokomial Angka mortalitas PN dapat mencapai 33 50%, yang bisa mencapai 70% bila termasuk yang meninggal akibat penyakit dasar yang dideritanya. Penyebab kematian biasanya adalah akibat bakteriemi terutama oleh Ps. Aeruginosa atau Acinobacter spp. 1

KESIMPULAN
1. Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru paru ( alveoli ). 2. Pneumonia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang paling banyak menyebabkan kematian pada balita 3. Secara epidemiologi, pada umumnya banyak disebabkan oleh pneumococus, di Indonesia sering terjadi pada saat musim hujan, dan rentan terhadap kondisi lingkungan yang padat 4. Klasifikasi pneumonia dibedakan menjadi 2 macam yaitu pneumonia komunitas, dan pneumonia nosokomial 5. Gejala gejala yang biasa ditemukan adalah batuk berdahak, nyeri dada, sesak nafas, dll 6. Factor resiko pneumonia dapat dilihat dari factor anak, ibu, lingkungan, serta kondisi ekonomi.