Anda di halaman 1dari 29

HIPERTENSI

Oleh: Wulan Anindya D. (1102008321) Pembimbing: Dr. Herawati Isnanijah Sp. JP

• Merupakan gangguan sistem peredarah darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah diatas normal; 140/90 (Riskesdas) • Disebut the silent killer • 1 dari 4 orang dewasaa menderita hipertensi (Amerika) • 600 juta pengidap hipertensi, 3 juta meninggal tiap tahunnya (WHO) • Merupakan penyebab kematian ke 3 setelah Stroke & TB (Indonesia) • Dihubungkan dengan gaya hidup faktor risiko (stress, obesitas, kurang olah raga, merokok, alkohol) • Dapat dicegah dengan gaya hidup sehat dan pengendalian faktor risiko

Pendahuluan

dan tunika intima (dalam) Struktur & Fungsi Pembuluh Darah .• Arteri Berfungsi membawa darah meninggalkan jantung Terdiri dari: tunika adventitia (luar). tunika media (tengah).

kuku. dan kornea .  Menghubungkan arteriol dengan venula  Seluruh jaringan memiliki kapiler keculai kartilago.• Kapiler  Berfungsi untuk pertukaran nutrien dan zat sisa antara darah dan jaringan. rambut.

dan dalam Venula bercabang menjadi vena yang lebih besar. sistemik. superfisial. Cava inferior . Cava superior & V. sampai yang terbesar adalah V.• Vena Berfungsi mengangkut darah dari berbagai organ tubuh ke jantung Dibagi 4: pulmonalis.

• Tekanan Darah  Adalah daya dorong ke segala arah pada seluruh permukaan yang tertutup. yaitu pada dindig bagian dalam jantung dan pembuluh darah  Pemompaan jantung  darah terdorong melewati pembuluh darah darah mengalir karena perbedaan tekanan ventrikel kiri-atrium kanan  Tekanan darah  aksi pemompaan jantung 9cardiac output) & resistensi perifer .

 BP = CO X PR  CO= SV X HR  Ket: BP : Blood pressure CO : Cardiac Output PR : Peripheral Resistance SV : Stroke Volume HR : Heart Rate .

• Definisi: Kenaikan tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan diastoliknya diatas 90 mmHg atau sedang dalam pengobatan anti hipertensi. Hipertensi .

• Berdasarkan penyebabnya: Etiologi Hipertensi .

and Treatment of The Blood Pressure (JNC VII): Kategori Normal TD Sistolik < 120 mmHg TD Diastolik (dan) <80 mmHg Pre hipertensi Stadium 1 Stadium 2 120-139 mmHg 140-159 mmHg > 160 mmHg (atau) 80-89 mmHg (atau) 90-99 mmHg (atau) > 100 mmHg Klasifikasi Hipertensi . Detection. Evaluation.• Klasifikasi berdasarkan The Joint National Committee of Prevention.

Mero kok Diabet es Mellit us Jenis kelamin Obesi tas Stress Keturu nan Usia Dislipi demia Asupan garam Faktor Risiko Hipertensi .

Patofisiologi Hipertensi .

.

Sebagian besar timbul setelah mengalami hipertensi bertahun-tahun dan berupa: • Nyeri kepala saat terjaga. kadang disertai mual muntah peningkatan tekanan darah intrakranial • Penglihatan kaburkerusakan retina karena hipertensi • Ayunan langkah tidak mantapkerusakan SSP • Nokturia peningkatan aliran darah ginjal & filtrasi glomerulus • Edema dependen & pembengkakanpeningkatan tekanan kapiler Manifestasi Klinis Hipertensi .

ukuran pembungkus lengan sesuai • Tensimeter air raksa masih dianggap sebagai alat pengukur terbaik Diagnosis Hipertensi .• Ditetapkan setelah 2 x atau lebih pengukuran pada kunjungan berbeda • Pengukuran TD dilakukan pada pasien dalam keadaan duduk. istirahat 5 menit.

• Anamnesis: • Lama menderita • Riwayat & gejala penyakit lain yang berkaitan: CHF. CAD. obat-obatan bebas • Hasil & efek samping terapi sebelumnya bila ada • Faktor psikososial . penyakit serebrovaskuler • Riwayat penyakit dalam keluarga • Gejala-gejala yang berkaitan dengan penyebab • Perubahan aktivitas/ kebiasaan • Konsumsi makanan.

kemudian dilakukan pemeriksaan ulang kontralateral. pembesaran vena. derap.• Pemeriksaan fisik: • Pengukuran TD 2 x atau lebih degan jarak 2 menit. bunyi jantung ke 3 &4 . • Dikaji perbandingan tinggi & berat badan pasien • Funduskopi untuk mengetahui adanya retinopati • Pemeriksaan leher bising carotid. pembesaran ukuran. kelenjar tiroid • Dicari tanda-tanda gangguan irama &denyut jantung.

Pemeriksaan penunjang rutin .

Tujuan Terapi: • Mengurangi CVD dan morbiditas renal • Mengurangi tekanan darah sampai < 140/90 mmHg atau 130/80 mmHg pada pasien dengan diabetes atau penyakit ginjal kronik • Mencapai target tekanan darah terutama pada pasien diatas 50 tahun Penatalaksanaan .

Modifikasi Penurunan TD Sistolik Modifikasi gaya hidup menurut JNC VII Penurunan berat badan 5-20 mmHg/ 10 kg weight loss Menerapkan DASH eating plan 8-14 mmHg Pengurangan sodium Aktivitas fisik Mengurangi alkohol 2-8 mmHg 4-9 mmHg 2-4 mmHg .

.

Pilihan Terapi Antihipertensi pada indikasi khusus .

• 5 Kelompok obat lini pertama: diuretik. penyekat reseptor beta adrenergik ( β bloker) penghambat Angiotensin Converting Enzyme ( ACE Inhibitor). penghambat reseptor angiotensin (Angiotensin receptor blocker(ARB)) dan antagonis kalsium Obat-obat Antihipertensi .

pasca MI Gagal ginjal. dsb. hiperkolesterole mia Diuretik (loop) Asam etakrinat. isolated systolic hypertension Kontraindi kasi Kehamilan Efek samping Hipokalemia. menghambat sekresi renin.Golongan Diuretik (thiazid) Mekanisme Bekerja di tubulus distal. atenolol. takiaritmia .Penyak it pemb. CHF Bronkospasme. intoleransi glukosa. lelah. mencegah reabsorpsi Na &Cl dan ekskresi urin Menghambat transpor Na & Cl di pars ascenden loop henle Memiliki efek antagonis terhadap aldosteron pada tubulus renalis dgn inhibisi kompetitif /diuresis frekuensi denyut jantung &kontraktilitas miokard. atlet)/ pasien aktif Takiaritmia. usia lanjut. furosemid Insufisiensi ginjal. metoprolol. Darah perifer. CHF Diuretik (anti aldosteron) Spironolakton CHF. hiperkalemia (mutlak). insomnia Penyekat β Propanolol. benzotiazid Indikasi CHF. Angina pektoris . Kehamilan. memperburuk gangguan pemb darah perifer. CHF. hipomnesimia. pengaruh Contoh obat Tiazid. pasca MI.

pasca MI. aterosklerosis karotis. mikroalbuminuri a. bradikinin Inhibitor kompetitif dari reseptor angiotensin II Kaptopril. edema perifer. edema. GGA Valsartan. irbesartan Nefropati DM II.ang ina pektoris. gangguan pengecapan. kehamilan Angina pektoris. bradiaritmia Verapamil. aterosklerosis.analap ril benazepril CHF. Vasodilatasi. rash. takikardi supraventrikular Kontraindika si Efek samping Penurunan TD terlalu besar dan cepat. DM I Batuk kering. amlodipin Indikasi Usia lanjut. disfungsi ventrikel kiri. diltiazem Menghambat pembentukan angiotensin II secara langsung. angina pektoris pada PJK. batuk karena ACEI . candesartan. proteinuria LVH.Golongan Antagonis kalsium (dihidropiri din) Antagonis kalsium (non dihidropiri din) Penghamba t ACE Angiotensi n Receptor Blocker Mekanism e Menghambat influks kalsium pada sel otot polos pembuluh darah Contoh obat Nifedipin. isolated systolic hypertension.

• Terapi kombinasi Direkomendasikan untuk penderita hipertensi tahap 2 atau penderita yang nilai tekanan darah sasarannya jauh dari tekanan darah awal (> 20 mmHg sistol dan > 10 mmHg diastol) .• Jenis pemberian obat pada Hipertensi • Terapi tunggal Bila nilai tekanan darah awal mendekati nilai tekanan darah sasaran (selisih < 20 mmHg sistol dan <10 mmHg diastol. Meliputi penderita hipertensi tahap I & setengah penderita hipertensi tahap 1-2.

Kombinasi obat yang sering digunakan: • ACEI.Kalsium antagonis • ACEI-Diuretik • ACEI/ARB-Beta blocker • Beta blocker-Diuretik • Beta Blocker-Kalsium Antagonis .

• • • • Retinopati hipertensi Penyakit jantung & pembuluh darah Penyakit hipertensi serebrovaskular Ensefalopati hipertensi Komplikasi Hipertensi .

.. .Terima kasih.