Anda di halaman 1dari 38

HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS

PRESENTASI KASUS Oleh : Novita Anggun Permata Sari Pembimbing : dr. Ariadi Humardhani, Sp.PD

IDENTITAS PASIEN
• NAMA PASIEN • UMUR • ALAMAT • • • • : Ny. M : 48 tahun : Pasar Rebo, Jakarta Timur JENIS KELAMIN : Perempuan AGAMA : Islam RUANG : Melati Tgl Masuk RS : 12 juli 2012

ANAMNESIS

Keluhan utama : • Lemas 3 jam SMRS Keluhan tambahan: • Pusing, Mual, dan Muntah

Riwayat penyakit sekarang : • OS datang ke IGD RSUD Pasar Rebo diantar keluarganya dalam keadaan sadar. Os mengaku bahwa telah mengalami diare dan demam sudah sejak 4 minggu SMRS/ Disertai dengan penurunan BB . muntah dan demam yang hilang timbul. Os mengeluhkan badannya lemas disertai dengan pusing. batuk. mual.

batuk. Disertai dengan penurunan BB . Os mengeluhkan badannya lemas disertai dengan pusing. muntah dan demam yang hilang timbul. mual. Os mengaku bahwa telah mengalami diare dan demam sudah sejak 4 minggu SMRS.Riwayat penyakit sekarang : • OS datang ke IGD RSUD Pasar Rebo diantar keluarganya dalam keadaan sadar.

DM (-) Asma (-) Alergi obat (-) Riwayat keluarga : • Mengaku tidak ada (disangkal) HT (-).Riwayat penyakit dahulu : • Mengaku tidak ada (disangkal) HT (-). DM (-) Asma (-) Keluarga yang megalami gejala yang sama (+) .

BB: 38 kg .9°C : 20x/menit : Kurang TB: 150cm.STATUS GENERALIS • • • • • • • Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Suhu Pernapasan Gizi : Tampak sakit sedang : Compos mentis : 100/70 mmHg (posisi berbaring) : 100x/menit : 38.

PEMERIKSAAN FISIK KULIT • Warna : kuning langsat • Jaringan parut : Tidak ada • Pertumbuhan rambut : Normal • Suhu Raba : Hangat • Keringat : umum • Kelembaban : Kering • Turgor : Lambat • Ikterus : Tidak ada • Edema : Tidak ada • .

KEPALA • Bentuk • Posisi • Penonjolan MATA • Exophthalmus • Enoptashalmus • Edema kelopak • Konjungtiva anemis • Skelera ikterik : Normocephal : Simetris : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada .

TELINGA • Pendengaran • Membran timpani • Darah • Cairan : Baik : Intak : Tidak ada : Tidak ada Hidung dan Sinus Paranasal • Nafas cuping hidung :• Deformitas :• Rinore :• Nyeri tekan :- .

tidak ada deviasi :Tidak membesar :Tidak membesar.MULUT • Trismus • Faring • Lidah • Uvula LEHER • Trakea • Kelenjar Tiroid • Kelenjar lymphonodi : Tidak ada : Hiperemis : Stomatitis : Ditengah :Ditengah. nyeri (-) .

Wheezing(-/-).PARU-PARU • Inspeksi • • Palpasi • Perkusi • Auskultasi : Simetris s/d. Ketinggalan gerak tidak ada. Rh (-/-). Fremitus vocal simetris kanan dan kiri : Kanan : Sonor Kiri : Sonor : vesikuler (+/+). : Fremitus taktil simetris kanan dan kiri. Retraksi tidak ada. .

batas pinggang jantung ICS 2 linea parasternalis sinistra • -batas paru kanan jantung ICS 5 linea sternalis dextra • -batas paru kiri jantung ICS 6 linea mid clavicula sinistra • Auskultasi : BJ I/II normal reguler. Murmur (-) .JANTUNG • Inspeksi : Iktus cordis terlihat • Palpasi : Iktus cordis teraba • Perkusi : • . gallop (-).

gerak peristaltik usus tidak terlihat • Palpasi : NTE (+) Hepar lobus kana teraba membesar 1 jari dibawah Archus Costae. datar. Hepar lobus kiri 3 jari di bawah procesus Xyphoideus Lien tidak teraba membesar • Auskutasi : BU (+) normal • Perkusi : Timpani .ABDOMEN • Inspeksi : Supel.

EKSTREMITAS Tungkai dan Kaki Tonus otot Massa otot Kanan Kiri - Sendi Gerakan Kekuatan Edema Tidak ada Tidak ada Luka Varises - - .

KELENJAR GETAH BENING • Submandibula : tidak menbesar • Subklavikula : tidak membesar • Ketiak : tidak membesar .

PEMERIKSAAN ANJURAN • Darah lengkap • Kimia darah • Widal • Fungsi Hati • Glukosa darah • Ro Thoraks • EKG • Anti HIV dan CD4 .

06 mmol/L .000 ul KIMIA DARAH • SGPT / ALAT : 10 U/L • SGOT / ASAT : 21 U/L • GDS : 95 mg/dl • UREUM : 30.8 mg/dl • KREATININ : 1.560 ul • Trombosit : 288.HASIL EKG : dalam batas normal HEMATOLOGI (darah lengkap) • Hb : 9.2 g/dl • Ht : 29 % • Leukosit : 4.2 mg/dl • Elektrolit Na2+ : 128 mmol/L • Elektrolit k+ : 3.7 mmol/L • Elektrolit Ca : 1.

serat otot -. Darah samar : • Mikro :Amuba -.08 18 Juli : Anti HIV ELISA Reaktif 25. Darah :-. PUS : -. Lemak -. serat tumbuhan -.11 16 Juli 2012 : Feses dan Elektrolit • Makro : Warna : Hijau Tua. Lendir : +. amilum -. Ca = 1. Konsistensi : Lunak. eritrosit 2-3.1 . Ca = 1.42 (N : non reaktif <=0.25) . K = 4. jamur : hifa pendek berspora • Elektrolit Na = 135. leukosit3-5. K = 3.14 Juli 2012 : Elektrolit Na = 128.9 .

Sebelum kejadian ini OS mengeluh demam dan selama 30 hari SMRS OS mengeluh mengalami diare dan batuk disertai keringat dingin malam hari yang tak kunjung sembuh. . Dan OS mengeluhkan mual serta muntah sebanyak tujuh kali saat dirumah SMRS.RESUME OS datang ke IGD RSUD Pasar Rebo dalam keadaan sadar. OS mengeluhkan badannya sangat lemas ±3 jam SMRS. Muntahan berisi makanan yang dimakan dan tidak terdapat darah. disertai dengan penurunan BB sebanyak 7 kg.

560 ul.Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum OS Lemah tampak sakit sedang. frekuensi nafas sebanyak 20x/menit. pada pemeriksaan hematologi didapatkan adanya penurunan Hb 9. . Ht 29% leukosit 4. Dalam kimia darah didapatkan penurunan kadar elektrolit Na : 128 m/mol.2 g/dl.000 ul. suhu badan 38.9ºC. dan trombosit 288.

DIAGNOSIS • Gastro Enteritis Disease • Suspek TB DIFERENSIAL DIAGNOSIS • Suspek HIV .

bibir kering. kulit keriput (turgor melambat) Rencana pemantauan : • Tanda – tanda vital • Elektrolit darah Rencana terapi : • IVFD Loading RL 500 CC • IVFD RL 20 • Diatab 3 x 2 tab .PENGKAJIAN MASALAHAN Gatro Enteritis Disease Kronik dengan dehidrasi sedang Atas dasar : • Diare selama 4 minggu dengan frekuensi 5-7 kali perhari • Mata cekung. kehausan.

Tuberculosis paru Atas dasar : • Batuk lebih dari 4 minggu • Penurunan berat badan • Keringat dingin malam hari Rencana pemantauan : • Ro Thoraks • BTA • Darah lengkap Rencana terapi : • OAT .

HIV stadium 3 Atas dasar : • Diare kronik • Penurunan berat badan >10% • Demam > 1 bulan • Tuberculosis Paru • Kandisiasis Rencana pemantauan : • Anti HIV ELISA • CD4 Rencana terapi • Anti retro viral • Obati infeksi opurtunstik .

Tindakan di IGD ► • IVFD Loading RL 500 CC • IVFD RL 20 • Diatab 3 x 2 tab • Injeksi Ranitidin 2 x 1 • Injeksi ondancentron 3 x 1 Konsultasi spesialis penyakit dalam ► • IV FD K3B/8 Jam • Paracetamol 3 x 1 • Imodium 3 x 1 • Bicurive 3 x 1 Konsultasi spesialis paru ► • Rifampisin 300 mg Isoniazid 300 mg • Pirazinamid 750 mg Etambutol 750 mg .

PROGNOSIS • Ad vitam • Ad functionam • Ad sanationam : dubia ad malam : dubia ad malam : dubia ad malam .

adalah virus yang menyerang system kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS( Acquired Immunodeficiency Syndrome). .AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV. • AIDS dapat diartikan sebagai kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi HIV.HIV • HIV atau Human Immunodeficiency Virus.

Sampai sekarang baru dikenal dua serotype HIV yaitu HIV-1 dan HIV-2 .Etiologi • Virus penyebab defisiensi imun yang dengan nama Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah suatu virus RNA dari famili Retrovirus dan subfamili Lentiviridae.

Perjalanan alamiah infeksi HIV dapat dibagi dalam tahapan sebagai berikut : • Infeksi virus (2-3 minggu) • Sindrom retroviral akut (2-3 minggu) • Gejala menghilang + serokonversi • Infeksi kronis HIV-asimtomatik (rata-rata 8 tahun) • Infeksi HIV/AIDS simtomatik (rata-rata 1.3 tahun) • Kematian .

Lahir dari ibu pasangan resiko tinggi atau terinfeksi HIV • 3. Kebiasaan seksual yang keliru. Lahir dari ibu resiko tinggi atau terinfeksi HIV • 2. Penerima transfusi darah atau komponennya dan tanpa uji tapis HIV • 4. homoseksual atau biseksual • 6. Penggunaan obat parenteral atau intravena secara keliru (biasanya pecandu narkotika) • 5.Penularan HIV • 1. Penggunaan jarum suntik secara bergantian .

Diagnosis • ELISA • Aglutinasi • Dot blot .

.Penatalaksanaan Terapi Anti Retroviral (ARV) • Terapi saat ini tidak dapat mengeradikasi virus namun hanya untuk mensupres virus untuk memperpanjang waktu dan perubahan perjalanan penyakit ke arah yang kronis.

Lamivudine (3TC). Obat dalam golongan ini termasuk Zidovudine (AZT). Abacavir (ABC).Saat ini ada 3 (tiga) golongan ART yang tersedia di Indonesia: • 1. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTIs): Obat ini dikenal sebagai analog nukleosida yang menghambat proses perubahan RNA virus menjadi DNA. Didanosine (ddl). Zalcitabin (ddC). . Proses ini diperlukan agar virus dapat bereplikasi. Stavudine (d4T).

dan Delavirdine (DLV). Efavirenz (EFV). Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NNRTI): obat ini berbeda dengan NRTI walaupun juga menghambat proses perubahan RNA menjadi DNA.• 2. . Obat dalam golongan ini termasuk nevirapine (NVP).

Amprenavir (APV). Ritonavir (RTV).• 3. Protease Inhibitor (PI): Obat ini bekerja menghambat enzim protease yang memotong rantai panjang asam amino menjadi protein yang lebih kecil. . Nelfinavir (NFV). Obat dalam golongan ini termasuk Indinavir (IDV). dan Lopinavir/ritonavir (LPV/r). Saquinavir (SQV).

PROGNOSIS Viremia plasma dan hitung limfosit CD4 sesuai usia dapat menentukan resiko perjalanan penyakit dan komplikasi HIV Dengan terapi yang optimal angka mortalitas dan morbiditas menjadi rendah. .

   THANK YOU   .