Anda di halaman 1dari 14

PERUBAHAN YANG TERJADI PADA LANSIA

Disusun Oleh : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Niken Aini Rohmah Akhmad Giandini Lukitaning Dyah Agus Nurul Risky Dwi Ivan Baidowi Semester 5B

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN “INSAN CENDEKIA MEDIKA“ JOMBANG 2011

1. Hereditas/ genetic Faktor herediter atau genetic sangat mempengaruhi proses menua pada seseorang karena manusia akan mengalami suatu degenerasi yang sangat cepat maupun lambat tergantung dari individu dan masing-masing orang yang akan mengalami berbagai perubahan dalam kehidupannya baik fisik maupun mental 3. 3.1.4. proses menua akan terjadi lebih lambat ketika lingkungan disekitar kita bersih rapi dan uadaranya sangat segar.1.1.1. jadi bila seseorang kesehatannya sudah terganggu pembentukan sel-sel baru akan lebih lama ketimbang dengan oarng normal atau sehat. Faktor Yang Mempengarui Penuaan 3. Pengalaman hidup Pengalaman hidup juga mempengaruhi proses penuaan dari individu karena semakin banyak pengalaman tentang kehidupan maka seseorang akan bisa memperlambat proses penuaan yang terjadi pada dirinya sendiri. bila pola makan dari orang tersebut sudah salah maka proses menua akan terjadi lebih cepat dari apa yang sedang dia bayangkan. Maka dari itu kesehatan fisik maupun mental sangat mempengaruhi proses penuaan. 3.1. maka sebaliknya bila lingkungan sudah kotor dan polusi udara semakin meningkan\t maka memungkinkan radikal bebas akan lebih terserap kedalam tubuh kita dan proses penuaan yang terjadi akan lebih cepat . Nutrisi/ makanan Makanan sangat mempengaruhi proses menua pada seseorang karena setiap tubuh dari masing-masing orang sangat membutuhkan berbagai asupan nutrisi yang dibutuhkan dalam sel setiap orang.1. Lingkungan Lingkungan yang bersih merupakan asset terbesar dari suatu kehidupan karena bisa menyeimbangkan kehidupan di alam semesta.3.5.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3. tergantung kesehatan dari masing-masing individu 3.2. Status kesehatan Setiap orang pasti menginginkan kesehatan yang lebih mapan baik dari segi fisik maupun mental.

Stress bisa kita minimalkan dengan berbagai metode sehingga yang terjadi tidak akan lebih parah. Proses penuaan yang terjadi lebih cepat juga tergantung dari individu dalam menangani suatu kondisi stress itu sendiri.1954) yakni: 1. Penyakit Yang Sering Dijumpai Pada Lansia 3.2.2. dan ketidakseimbangan tiroid 3.misalnya diabetes militus.dan lain-lain 2.3. Gangguan pada koksa atau sendi panggul f.6.2. penyakit atau gangguan umun pada usia lanjut ada 12 macam yakni: a.2. Gangguan sirkulasi darah. Gangguan pada persendian.misalnya hipertensi. Ganggaun pada tungkai atau sifat berjalan e. klimakterium. 3. Menurut survey/ riset terbaru Menurut the national old people welfare council di Inggris. ataupun penyakit kolagen lainnya 4.1.kelainan pembuuh darah. misalnya osteoarthritis. Dimensia h.1. Ansietas atau kecemasan .gangguan pembuluh darah otak atau koroner. Anemia g. gout arthritis. Depresi mental b. Bronchitis kronis d. Gangguan metabolisme hormonal. Stres Stres merupakan keluhan utama dari masing-masing individu setiap orang pasti memiliki stres tergantung dari tingkatan stress itu sendiri. Berbagai macam neoplasma 3. Menurut seorang pakar Ada empat penyakit yang sangat erat hubunganya dengan proses menua (Stieglitz. Gangguan pendengaran c.ginjal. Gangguan pengluihatan i.

ginjal. Gannguan defekasi 3. Perubahan sistem kulit & Jaringan ikat. Perubahan Akibat Proses Menua 1. darah.2. rendahnya akitfitas otot. Diabetes militus. c. dan hati menurun Jumlah sel otak menurun Mekanisme perbaikan sel terganggu Otak menjadi atrofi. • • • • kelabu. otot. Sel • • • • • • • • Jumlah sel menurun atau lebih sedikit Ukuran sel lebih besar jumlah cairan tubuh dan cairan intraseluler berkurang Proporsi protein di otak. Temperatut Tubuh Temperatur tubuh menurun akibat kecepatan metabolisme yang menurun. dan hipotiroidisme l. Perubahan Fisik a. beratnya berkurang 5-10% Lekukan otak akan menjadi lebih dangkal dan melebar b. .3.j. osteomalasia. • • • dan menurunnya sel sel yang meproduksi pigmen. Keterbatasan reflek menggigil dan tidak dapat memproduksi panas yang banyak • • adiposa • tahan terhadap panas dengan temperatur yang tinggi. Dekompensasicodis k. rambut menipis dan botak serta warna rambut Pada wanita > 60 tahun rambut wajah meningkat kadang kadang menurun. Pertumbuhan rambut berhenti. luka kurang baik. sehingga tidak begitu Kulit pucat dan terdapat bintik bintik hitam akibat menurunnya aliran darah Menurunnya aliran darah dalam kulit juga menyebabkan penyembuhan luka Kuku pada jari tangan dan kaki menjadi tebal dan rapuh. Kulit kering & kurang elastis karena menurunnya cairan dan hilangnya jaringan Kelenjar kelenjar keringat mulai tak bekerja dengan baik. Kulit keriput akibat kehilangan jaringan lemak.

Sistem muskuloskeletal. Pada diskus intervertebralis menipis dan menjadi pendek ( tinggi badan Gerakan volunter Ù gerakan berlawanan. f. • • • • rangsangan pada lobus. Pinggang. Pada wanita lansia > resiko fraktur. . Resiko terjadi fraktur. fungsi tubulus berkurang akibatnya kurangnya kemampuan mengkonsentrasi urin. berat jenis urin menurun proteinuria 20 tahun. Mengecil dan nephron menjadi atropi. • Ginjal.d. Hal ini menyebabkan menurunnya kontraksi dan volumenya. Kemampuan jantung memompa darah menurun 1 % pertahun sesudah berumur Kehilangan elastisitas pembuluh darah. penyaringan diglomerulo menurun sampai 50 %. suatu perangsangan terhadap lobus efektifitas dan ketangkasan otot volunter. Kurangnya efektifitasnya pembuluh darah perifer untuk oksigenasi. • • • • • Tulang kehilangan densikusnya Ù rapuh. perubahan posisi dari tidur keduduk ( duduk ke berdiri ) bisa menyebabkan tekanan darah menurun menjadi 65 mmHg ( mengakibatkan pusing mendadak). • • berkurang ). aliran darah ke ginjal menurun sampai 50 %. Persendian besar & menjadi kaku. tidak sebagai reaksi terhadap Gerakan sekutu Ù Gerakan otot lurik yang ikut bangkit untuk menjamin e. Kyphosis. lutut & jari pergelangan tangan terbatas. • Tekanan darah meningkat akibat meningkatnya resistensi pembuluh darah perifer (normal ± 170/95 mmHg ). Perubahan cardiovaskuler pada usia lanjut. • • • Katub jantung menebal dan menjadi kaku. Gerakan reflektonik Ù Gerakan diluar kemauan sebagai reaksi terhadap Gerakan involunter Ù Gerakan diluar kemauan. Sistem genito urinaria.

reaksi sifatnya lebih alkali terhadap perubahan Daya sexual. dari saluran nafas berkurang sehingga potensial terjadinya obstruksi. • • • Otot pernafasan kaku dan kehilangan kekuatan. • • Kehilangan gigi. sehingga O2 tidak terangkut semua kejaringan. potensial terjadi penumpukan sekret. Selaput menjadi kering. Vagina. kapasitasnya menurun sampai 200 ml atau menyebabkan frekwensi BAK meningkat. • • • warna. Ù menyebabkan terganggunya prose difusi. vesika urinaria susah dikosongkan pada pria lanjut usia sehingga meningkatnya retensi urin. sehingga pernafasan cepat dan dangkal.( biasanya + 1 ) . • Vesika urinaria / kandung kemih. Sistem pernafasan pada lansia. sekresi menjadi berkurang. setelah umur 30 tahun. Otot otot menjadi lemah. • • • • untuk melakukan dan menikmati berjalan terus. dari hemoglobin. BUN meningkat sampai 21 mg % . 50m²). Alveoli semakin melebar dan jumlahnya berkurang ( luas permukaan normal Penurunan oksigen (O2) Arteri menjadi 75 mmHg menggangu prose oksigenasi CO2 pada arteri tidak berganti sehingga komposisi O2 dalam arteri juga Kemampuan batuk berkurang. sehingga volume udara Penurunan aktivitas silia menyebabkan penurunan reaksi batuk sehingga Penurunan aktivitas paru ( mengembang & mengempisnya ) sehingga jumlah inspirasi berkurang. menurun yang lama kelamaan menjadi racun pada tubuh sendiri. • Pembesaran prostat ± 75 % dimulai oleh pria usia diatas 65 tahun. Penyebab utama adanya periodontal disease yang biasa terjadi Esofagus melebar. Perubahan sistem pencernaan pada usia lanjut. sehingga pengeluaran sekret & corpus alium h. elastisotas jaringan menurun juga permukaan menjadi halus. . penyebab lain meliputi kesehatan gigi yang buruk dan gizi yang buruk. Frekwensi sexsual intercouse cendrung menurun tapi kapasitas g. nilai ambang ginjal terhadap glukosa meningkat. kalau pada pernafasan yang tenang kira kira 500 ml. udara pernafasan yang masuk keparu mengalami penurunan. Atropi vulva.

Menurunnya daya membedakan warna biru atau warna hijau pada skala. terutama terhadap bunyi suara. 50 % terjadi pada usia diatas umur 65 tahun. asam lambung Peristaltik lemah & biasanya timbul konstipasi. Berkurangnya penglihatan.Sistem persyarafan. l. susah melihat dalam cahaya gelap. Lensa lebih suram (kekeruhan pada lensa). Fungsi absorbsi melemah ( daya absorbsi terganggu ).• • • • Lambung. Penglihatan menurun. Mengecilnya syaraf panca indera. j. Menurunnya lapang pandang & berkurangnya luas pandang. Sfingter pupil timbul sklerosis dan hilangnya respon terhadap sinar. waktu mengosongkan menurun. dapat mengeras karena meningkatnya k. mengecilnya syaraf pencium & perasa lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap dingin. . rasa lapar menurun (sensitivitas lapar menurun ). Presbiakusis (gangguan pada pendengaran) : Hilangnya kemampuan (daya) pendengaran pada telinga dalam. • • • • • lebih lambat. Sistem endokrin / metabolik pada lansia. Liver ( hati ). • • • kreatin. Lambat dalam merespon dan waktu untuk berfikir. Membran timpani menjadi atropi menyebabkan otosklerosis. sulit mengerti kata kata. Pendengaran. Makin mengecil & menurunnya tempat penyimpanan. Terjadinya pengumpulan serumen. • • Kornea lebih berbentuk skeris. • • • • Cepatnya menurunkan hubungan persyarafan. antara lain nada nada yang tinggi. hilangnya pendengaran. i. berkurangnya aliran darah. Meningkatnya ambang pengamatan sinar : daya adaptasi terhadap kegelapan Hilangnya daya akomodasi. suara yang tidak jelas.

Secara sosial Ù kedekatan dengan suatu keadaan intim dengan orang lain yang merupakan suatu alat yang apling diharapkan dalammenjalani sexualitas. Secara jasmani sikap sexual akan berfungsi secara biologis melalui organ kelamin yang berhubungan dengan proses reproduksi. msih banyak cara lain unutk dapat bermesraan dengan berangsur. asal kondisi kesehatan baik. • . testosteron. Secara rohani Ù tertuju pada orang lain sebagai manusia. Sexualitas pada lansia sebenarnya tergantung dari caranya. membuat pihak lain mengetahui bahwa ia sangat berarti untuk anda. Defisiensi hormonall dapat menyebabkan hipotirodism. dengan tujuan utama bukan untuk kebutuhan kepuasan sexualitas melalui pola pola yang baku seperti binatang dan 3) sosial. Perubahan sistem reproduksi dan kegiatan sexual.• • • • zat. estrogen. Pertumbuhan hormon ada tetapi lebih rendah dan hanya ada di Menurunnya aktivitas tiriod Ù BMR turun dan menurunnya daya pertukaran Menurunnya produksi aldosteron. TSH. tulang serta kurang mampu dalam mengatasi tekanan jiwa (stess). 2 Kegiatan sexual. • • • Produksi hampir semua hormon menurun. Pituitary. 1 Perubahan sistem reprduksi. 2) rohani. depresi dari sumsum m. Selaput lendir vagina menurun/kering. Juga sebagai pihak yang lebih tua tampa harus berhubungan badan. FSH dan LH. Atropi payudara. Menurunnya sekresi hormon bonads : progesteron. Testis masih dapat memproduksi meskipun adanya penurunan secara berangsur Dorongan sex menetap sampai usia diatas 70 tahun. Fungsi paratiroid dan sekesinya tak berubah. yaitu dengan cara yang lain dari sebelumnya. disini kita bisa membedakan dalam tiga sisi : 1) fisik. Menciutnya ovarium dan uterus. • • • • pembuluh darah dan berkurangnya produksi dari ACTH. Sexualitas adalah kebutuhan dasar manusia dalam manifestasi kehidupan yang berhubungan dengan alat reproduksi. Setiap orang mempunyai kebutuhan sexual.

asin. Pengecap • • Menurunnya kemampuan pengecap. khususnya organ perasa. Gangguan konsep diri akibat kehilangan jabatan h. • • Kemunduran dalam merasakan sakit.pasangan anda. Gangguan saraf panca indra. 2. Indera pengecap menurun. hilangnya sensitivitas dari syaraf pengecap dilidah terutama rasa manis. panas dan dingin. asam & pahit. Pernyataan pernyataan lain yang menyatakan rasa tertarik dan cinta lebih banyak mengambil alih fungsi hubungan sexualitas dalam pengalaman sex.Pengecap dan penghidung 1. Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik. 2. Ttingkat pendidikan d. Rangkaian dari kehilangan yaitu kehilangan hubungan dengan teman dan famili i. Lingkungan f. Kemunduran dalam merasakan tekanan. perubahan terhadap gambaran diri dan perubahan konsep diri . Keturunan (herediter) e. atropi indera pengecap (± 80 %). timbul kebutaan dan ketulian g. kesehatan umum c. Adanya iritasi yang kronis dari selaput lendir. n. Perubahan-perubahan mental/ psikologis Menurunnya kemampuan penghidu sehingga mengakibatkan selera makan Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental adalah : a. Peraba. Pertama-tama perubahan fisik. b. • berkurang.

Perubahan psikososial Proses penuaan yang terjadi pada lansia akan mengalami suatu perubahan psikososial. penglihatan. 1) kenangan jangka panjang.Perubahan kepribadian yang drastis keadaan ini jarang terjadi lebih sering berupa ungkapan yang tulus dari perasaan seseorang. pendengaran mengakibatkan kurangnya percaya diri pada fungsi mereka. Lebih mengambil jarak dalam berinteraksi.persepsi dan keterampilan psikomotorterjadi perubahan pada daya membayangkan. Mundurnya daya ingat. 3. karena tekanan-tekanan dari faktro waktu. sosial mengakibatkan timbulnya penurunan fungsi. lansia akan merasa malu dan tidak berdaya ketika akan melakukan sosialisasi terhadap lingan disekitarnya dibandingakn dengan yang dulu yang terjadi masih muda 4. 5. 2. 2) berkurangnya penampilan. 1) tidakberubah dengan informasi matematika dan perkataan verbal. perubahan fisik. 3. 2) Kenangan jangka pendek atau seketika (0-10 menit). 1. Intelegentia Quation. 4. Gangguan halusinasi. Perubahan kognitif Perubahan pada fungsi kognitif diantaranya adalah: . kenangan buruk. Pengaruh proses penuaan pada fungsi psikososial. seperti kemampuan berfikir dan gambaran diri. berjam-jam sampai berharihari yang lalu. Fungsi psikososial. mencakup beberapa perubahan. kemunduran orientasi. Kenangan (memory) ada dua. kekakuan mungkin oleh karena faktor lain seperti penyakit-penyakit. penurunan degenerasi sel sel otak.

1970). Masalah kesehatan utama Peningkatan kesehatan utama dalam memperoleh kesehatan lansia sangat minim dan masalah utama dari kesehatan tersebut adalah perhatian dari berbagai pihak yang sangat minim 3. maupun gizi pada lansia belum sepenuhnya tercapai.a.4. Kemampuan verbal dalam bidang vocabolar ( kosakata) akan menetap bila tidak ada penyakit. Kemunduran umumnya terjadi pada tugas-tugas yang membutuhkan kecepatan dan tugas yang memerlukan memori jangka pendek b. Kemampuan intelektual tidak mengalami kemunduran c. Permasalahan Yang Terjadi Pada Lansia 1. 5. 2. Permasalahan berkaitan pencapaian kesejahteraan lansia Di Indonesia ini masih banyak permasalahan yang terjadi pada lansia terutama dalam kesejahteraan lansia yang masih banyak dan belum teratasi.2. hal ini terlihat dalam berpikir dan bertindak dalam sehari-hari. Berbagai masalah yang sedang dihadapi yakni factor ekonomi kesehatan. berbagai masalah yang dihadapi dan kondisi yang sangat berbeda dari yang sebelumnya pernah terjadi pada individu tersebut sangat berbeda. Peningkatan stressor Peningkatan stressor pada lansia sangatlah berat. Respon obat Respon obat terhadap lansia sangat lambat karena lansia telah mengalami degenerasi perubahan sel-sel tubuh terhadap dirinya. Perubahan Spiritual Agama atau kepercayaan makin terintegarsi dalam kehidupannya (Maslow. (Murray dan Zentner. 4.1970) 3. Lansia makin matur dalam kehidupan keagamaannya. Permasalahan yang berkaitan .

dan lainnya pada orang yang bersangkutan. Gizi lansia Keadaan gizi yang prima dicapai dengan memakan –makanan yang beranekaragam jenisnya dalam kualitasdan kuantitas yang tepat bagi tubuh. hasil karya tersebut bisa dibagikan ke berbagai individu yang senag terhadap kertas lipat tersebut. karena pengalaman dari lansia kemunkinan besar lebih banyak dari pada seseorang yang sedang mengalami suatu perkembangan 2. Apabila asupan zat gizi . Kedudukan yang relatit memberikan kekuasaan dan kepuasan c. depresi. Perubahan distribusi obat Hal ini disebabkan oleh : menurunnya serum albumin yang mengikat obat dan tersimpannya obat pada jaringan lemak c.5. Usaha Yang Dapat Dilakukan pada Lansia 1.2. Proses kehilangan kedudukan yang relative cepat d. Menurunnya eskresi obat Terjadi akibat menurunnya aliran darah ke ginjal. Ada empat factor yang perlu diperhatikan: a. menurunnya kecepatan filtrasi glomerurus dan menurunnya beberapa fungsi tubulus ginjal 5. Perkembangan kepribadian yang kurang dewasa b. 3. d.dengan respon obat pada lanjut usia banyak factor yang mempengarui diantanya adalah: a. Post power syndrome Post power syndro adalah suatu keadaan mal adjustment dari seseorang yang mempunyai kedudukan “dari ada menjadi tidak ada” dan menunjukkan gejala-gejala diantaranya frustasi. Perubahan metabolisme obat Akibat menurunya aktifitas enzim hati. sebagai contoh lansia yang memiliki hoby membuat kertas lipat. Menurunnya absorbsi obat Hal ini disebabkan oleh : menurunnya HCL asam lambung dan perubahan pergerakan gastrointestinal. b. Lingkungan yang mungkin memberikan suasana terhadap timbulnya post power syndrome. Produktivitas individu lansia Lansia masih bisa melakukan kegiatan yang juga bisa bermanfaat bagi orang lain.

salah dan tidak mampu memanfaatkannyaakan timbul masalah gizi. Jumlah banyanknya berbeda hal ini bergantung pada : usia. c. bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang dibutuhkan menyebabkan berat badan kurang dari normal. Kebutuhan zat-zat gizi yang dikonsumsi haruslah seimbang 2. Gizi Kurang Gizi kurang sering disebabkan oleh masalah sosial ekonomi dan juga karena gangguan penyakit. jenis kelamin. Kebiasaan makan tersebut sulit diubah walupun didasari pentingnya untuk mengurangi makan. b. lingkungan atau penyakit kronis 3. Apabila hal ini disertai dengan kekurangan protein menyebabkan kerusakan-kerusakan sel yang tidak dapat diperbaiki. Bentuk masalh gizi yang banyak ditemui pada usia lanjut adalah sebagai berikut: Gizi Berlebih Gizi berlebih pada usia lnjut erat kaitannya dengan kebiasaan makan pada usia muda. Kebiasaan makan pada usia muda menyebabkan berat badan yang berlebihan. ukuran tubuh. kegiatan fisik. Ketentuan akan gizi lansia ditentukan oleh tiga faktor : a. apalagi pada lansia penggunaan kalori yang berkurang karena aktifitas fisik juga berkurang. Menurunnya fungsi fisiologi Meningkatnya frekuensi sakit Menurunnya nafsu makan olehb karena adanya peningkatan usia . akibatnya rambut rontok dan daya tahan menurun Kebutuhan gizi pada lansi yaitu : 1.

H. 2009. 4. Ferry dan Makhfludli. Jakarta : Salemba Medika 2. Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika . dan Noorkasiani. Efendi. 5. Mubarak. dkk. R. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik edisi 3 3. 2008.DAFTAR PUSTAKA 1. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Tamher. Keperawatan Kesehatan Komunitas : Teori dan Praktik dalam Keperawatan. 2008. Jakarta : Salemba Medika. 2009. W Iqbal. Maryam. 2009. Ilmu Keperawatan Komunitas : Konsep Dan Aplikasi. wahjudi. S. Jakarta : Salemba Medika. siti. Nugroho. dkk.