Anda di halaman 1dari 11

penderita tidak diabetes.SOAL Ditempat anda berperaktek umum datang seorang bapak usia 60 tahun tinggi 150 cm BB 70 kg mengeluh kepala bagian belakang sering sakit. nadi 90x/menit. apabila melakukan aktivitas naik tangga di rumahnya sering mengeluh nyeri dada pada pemeriksaan awal tekanan darah ditemukan tensi 160/100 mmHg. jantung DBN: Apa keluhan penderita ? Apa tujuan anda mengobati pasien ini? Bagaimana P treatment yang anda lakukan ? Bagaimana anda memilih P drugs untuk keluhan-keluhan tersebut? Bagaimana anda menulis resep ? • • • • • .

JAWAB: • Keluhan utama : Sakit kepala bagian belakang • Keluhan penyerta : Nyeri dada saat beraktifitas sedang • Diagnosa : Hipertensi grade II + angina pectoris stabil .

menurunkan volume darah.Tujuan pengobatan : • Menurunkan tekana darah (menurunkan tahanan perifer pembuluh darah. menurunkan kontraktilitas jantung )tanpa memperberat penyakit pendrita • Menghilangkan rasa sakit yang timbul akibat peningkatan tekanan darah • Modifikasi life style • Meningkatkan suplai oksigen atau menurunkan kebutuhan oksigen • Menurunkan beban jantung dengan mengurangi aliran darah balik ke jantung .

P-treatment Nonmedikamentosa : • Menurunkan berat badan yang berlebihan • Latihan fisik • Menurunkan asupan garam .

terutaman jenis thiazid atau aldosterone antagonist – beta bloker (BB) – Calcium Channel Blocker atau Calcium Antagonist – Angiotensin Converting Enzym Inhibitor (ACE Inhibitor) – Angiotensin II Receptor Blocker atau AT1 receptor antagonist/blocker (ARB) .• Medikamentosa : – diuretika.

konstipasi. pusing. hiponatremia.8l/kg. gagal ginjal borderline. harga obat murah. Antagonis NSAID Non Selektif Beta Bloker (Propranolol) Farmakokinetik Absorpsi : diabsorbsi baik di gastrointestinal Distribusi : ikatan protein 93%. aritmia dan infark .vertigo.P – Group Diuretik Gol. kembung. ↑resiko stroke. ikatan protein 64% Ekskresi : hampir sempurnadieliminasi di ginjal tanpa diubah. Kecocokan Kontraindikasi Penderita sirosis hepatis. reaksi alergi.agitasi.henti jantung. diare.bioavailibility 65 % -70%.laringospasme.kadar puncak setelah 4 jam. efek muncul setelah 2 jam peroral. Keamanan Efek samping Alkalosis metabolik hipokalemia dan hiperurisemia. bronkuspas me SSP: konfusi. toleransi gangguan karbohidrat. dan gagal jantung kongestif. Tiazid (Hidrochlor Tiazid) Kemanjuran Farmakokinetik Absorpsi : cepat diGastrointestinal. jarang menyebabkan hipotensi ortostatik.xerostomia Karvas:palpitasi.cerna: mualmuntah. bradikard. Efektif untuk pasien dengan kadar renin rendah (usia lanjut). T ½ 5-15 jam Farmakodinamik Tiazid menghambat reabsorpsi NaCl dari bagian luminal sel epitel tubulus kontottus ginjal sehingga ekskrei NaCl meningkat. melewati plasenta dan ke ASI.durasi 6-12 jam Distribusi: ikatan keeritrosit. Tidak efektif pada creatininclearence < 30ml/menit. hiperlipidemia. sinkop Penghentian medadak  rebound hipertensi dan takikardia. blok jantung AV.↓pelepasan rennin. T ½ 3-5 jam Farmakodinamik Memblok reseptor β1 dan β. angina.Bronkokontriksimelalli antagonis reseptor β2 Efek samping Sal.didistribusi luas Metabolisme : di hepar Ekskresi: terutamamelalui urine.hipotensi Pernafasan:dispnea. ↓frekuensi jantung dan curah jantung. volume distribusi 0.

iritasi gastrointestinal. stenosis aorta. proteinuria. demam. peningkatan ureum.takik ardia. hipotensi Kontraindikasi Hipersensitif .hipotensi. creatinin. peningkatanureum. hamil.takikardia. Degradasi bradikinin dihambat Efek samping Sakit kepala. Efek samping Edema perifer. ruam. demam. Kontraindikasi Angioderma. Efek samping Batuk kering. Gangguan hepar . mual. laktasi. T ½ < 3 jam Farmakodinamik Gol ACE inhibitor yang menekan sistem angiotensi aldosterol dan menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II. hamil. laktasi.Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (kaptopril) Farmakokinetik Absorpsi : cepatdiabsorbsi di gastrointestinal Distribusi : protein binding 25-30% Metabolisme : di hepar Ekskresi : melalui urine. stenosis aorta. creatinin.flushing.angioedema. meningkatkan aktivitas renin dan menurunkan sekresi aldosteron. T ½ 12 jam Farmakodinamik Gol ACE inhibitor yang menekan sistem angiotensialdosteron dan menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II Menurunkan kadar angiotensin II. sakit kepala. ruam. angioedema. anemia. postural hipotensi. hipersensitivitas Kalsium Kanal Bloker (dihidropiridin) Farmakikinetik Absorpsi : lambat diabsorbsi di gastrointestinal Distribusi : protein binding 93% Metabolisme : di hepar Ekskresi : melalui urine T ½ 30-50 jam Farmakodinamik Agen kalsium Chanell blocker Vaskuloselektif yang menghambat influks kalsium pada sel otot polos pembuluh darah dan miokard. Menurunkan kadar angiotensin II.stomatitis. proteinuria. bradikardia.Menurunkan tahanan perifer. iritasi GI. Unstable anginaIMA. hipersensitivitas Inhibitor ACE I (Lisinopril) Farmakokinetik Absorpsi : tidak sempurna dari gastrointestinal Distribusi : proteinbinding 25% Ekskresi : melalui urine dalam bentuk utuh. anemia. pruritus. pruritus.meningkatkan aktivitas renin dan menurunkan sekresi aldosteron. Stenosis aorta. porphyria Kontraindikasi Angioderma. Hipotensi berat. palpitasi.

Kombinasi ini dipilih karena efek retensi kalium oleh captopril yang menyebabkan hiperkalemi dapat dikompensasi oleh efek HCT sebagai diuretik yang dapat menyebabkan hipokalemi serta bedasarkan penelitian kombinasi antara HCT dan captopril telah berhasil dalam menurunkan tekanan darah dengan baik. sehingga pilihan terapinya adalah kombinasi diuretik dengan ACE inhibitor.• Berdasarkan JNC VII. pasien ini termasuk penderita hipertensi stage II. Obat anti hipertensi yang diberikan adalah kombinasi antara HCT dan captopril. .

. Selanjutnya cGMP menyebabkan defosforilasi myosin sehingga terjadi relaksasi otot polos. Nitrat diberikan untuk menurunkan konsumsi oksigen jantung yang akan mengurangi iskemia dan mengurangi nyeri angina. Dilatasi pembuluh darah pasca kapiler termasuk vena besar menyebabkan penumpukan darah di perifer sehingga menurunkan aliran balik vena ke jantung. Relaksasi arteriolar menyebabkan penurunan resistensi vaskular sistemik dan tekanan arteri (afterload). Dengan mekanisme tersebut maka kebutuhan oksigen miokard menurun. pasien ini juga mengalami angina pectoris stable sehingga pasien diberikan obat antiangina golongan Nitrat. hal ini mengakibatkan turunya tekanan akhir diastolik ventrikel kiri (preload). Senyawa nitrat masih merupakan obat utama untuk menangani angina pektoris.• Selain mengobati hipertensi. Nitrat organik melalui pembentukan radikal bebas (NO) menstimulasi guanilat siklase sehingga kadar cGMP dalam sel otot polos meningkat. sehingga tercapai keseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.

. Dari segi cost obat tersebut sangat terjangkau untuk pasien.Obat spesifik untuk pasien ini: • Dipilih kombinasi captopril dan hct untuk hipertensi serta ISDN untuk angina pektoris karena dari segi efficacy mampu menurunkan keluhan penderita ( hipertensi grade 2 dan angina stable). dari segi safety obat tersebut memiliki efek samping yang lebih kecil di banding dengan obat yang lain. dari segi suitability obat tersebut cocok untuk pasien ini.