Anda di halaman 1dari 4

Pendukung Gov Instr umen-Instr umen Pendukung Good Local Go v e r nance

D.4

PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN DI KOTA MATARAM


Kegiatan

Setelah program ini berjalan, tampak perubahan pada kebersihan kota dan lingkungan. Pengelolaan sampah menjadi ramah lingkungan dan tumbuh kesadaran masyarakat bagi perlunya kebersihan dan keindahan. Tidak tampak lagi tumpukan sampah kota di jalanan.

Pembangunan kelembagaan dalam pengelolaan sampah.

Relevan dengan Penerapan Prinsip


Efisiensi & Efektivitas, Profesionalisme, Partisipasi, Daya Tanggap.

Lokasi Kegiatan
Kota Mataram

Aktor Kunci
Masyarakat dan Pemerintah Kota

KEADAAN AWAL

engelolaan sampah di Kota Mataram ditangani oleh Pemerintah

Daerah, yaitu Dinas Kebersihan dan Dinas Pertamanan. Namun pengelolaan sampah ini tidak terkontrol dengan baik. Lalu lintas transportasi sampah dari kota ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak teratur dan tidak efisien, sehingga menyebabkan banyak sampah menumpuk lebih dari satu hari. Lokasi TPA sendiri belum ada, sarana dan prasarana pengelolaan sampah di Kota sangat minim, dan terbatasnya dukungan SDM dan sumber pendanaannya. Hal ini diperparah dengan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan yang masih

RAGAM PELAKSANAAN KAMPANYE a BERSAMA APEKSI, APKASI, ADEKSI, & ADKASI didukung oleh DEPDAGRI, UNDP, & UN-Habitat

D-19

GOOD LOCAL GOVERNANCE

D. 4 PENGELOLAAN SAMPAH B E R K E L A N J U TA N DI MATARAM

Pendukung Gov Instr umen-Instr umen Pendukung Good Local Go v e r nance

kurang. Keadaan yang buruk ini mendorong pemerintah untuk mencoba melakukan pengelolaan sampah yang efektif dan efisien. Pemerintah meningkatkan profesionalitas staf Dinas Kebersihan dalam pengelolaan sampah. Masyarakat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi mengelola sampah, khususnya pengangkutan sampah sampai ke TPS.

STRATEGI & KEGIATAN


Setiap RT diberikan karung untuk diisi sampah yang akan diangkut oleh gerobak sampah sekali seminggu ke TPS. Selanjutnya truk Dinas Kebersihan mengangkutnya ke TPA.

roses kegiatan pengelolaan sampah dimulai dengan memilih salah satu

kelurahan sebagai model pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat. Kelurahan yang terpilih adalah Kelurahan Pejeruk. Untuk pengelolaannya kemudian dipilih kelompok masyarakat yang peduli lingkungan di Kelurahan tersebut. Pemerintah melalui Dinas Kebersihan menjadi penanggung jawab kegiatan. Dinas Kebersihan bersama dengan masyarakat melakukan pendataan RT untuk menentukan jumlah yang akan diberikan kantung/karung, pengadaan kantung sampah, pengadaan TPS, penyiapan truk pengangkut sampah, dan penentuan jadwal pengangkutan sampah yang dilakukan sekali seminggu. Setiap RT diberikan karung untuk diisi sampah yang akan diangkut oleh gerobak sampah sekali seminggu ke TPS. Selanjutnya truk Dinas Kebersihan mengangkutnya ke TPA. Staf Dinas Kebersihan melakukan studi banding dan dilatih untuk meningkatkan kemampuannya. Pemda membangun TPA dengan menerapkan teknologi landfill sanitary. Lokasi tempat pembuangan TPA ditentukan di Kabupaten Lombok Barat, jadi ada kemitraan dengan Kabupaten Lombok Barat. Sosialisasi kegiatan dan membangun kesadaran masyarakat dilakukan dengan memfasilitasi remaja dan Karang Taruna untuk membentuk kelompok sadar lingkungan. Mereka dilatih untuk proses daur ulang sampah menjadi handy craft dan composting.

D. 4 PENGELOLAAN SAMPAH B E R K E L A N J U TA N DI MATARAM

RAGAM PELAKSANAAN

D-20

GOOD LOCAL GOVERNANCE KAMPANYE a BERSAMA APEKSI, APKASI, ADEKSI, & ADKASI didukung oleh DEPDAGRI, UNDP, & UN-Habitat

Pendukung Gov Instr umen-Instr umen Pendukung Good Local Go v e r nance

HASIL, MANFAAT, & KEBERLANJUTAN

etelah program ini berjalan, tampak perubahan pada kebersihan kota

dan lingkungan. Pengelolaan sampah menjadi ramah lingkungan dan tumbuh kesadaran masyarakat bagi perlunya kebersihan dan keindahan. Tidak tampak lagi tumpukan sampah kota di jalanan. Bahkan, menurut Profesor Dr. Soeryani, terdapat TPA yang meru pakan salah satu TPA terbaik dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Sejak adanya program ini, sumber daya manusia yang mampu mengelola sampah menjadi keterampilan usaha meningkat. Makin banyak munculnya kelompok-kelompok sadar lingkungan yang peduli lingkungan, dan LSM yang peduli dan berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. Setelah pendekatan baru dalam pengelolaan sampah ini berjalan beberapa waktu, truk pengangkut sampah sudah habis melewati masa pakai. Meskipun demikian truk masih bisa dimanfaatkan untuk pengangkutan, hanya saja biayanya tidak sebanding dengan masa pakainya. TPS yang ada akan diganti dengan kontainer yang kapasitasnya lebih besar, tapi biayanya cukup tinggi. Kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sudah cukup lumayan, hal ini diindikasikan oleh meningkatnya target retribusi rata-rata tahun ini. Kelompok sadar lingkungan yang semula ada di Kelurahan Pejeruk bertambah dengan terdapatnya kelompok serupa di Kelurahan Selagalas. Di lingkungan masingmasing, masyarakat mengisi kantong sampah dan diangkut oleh orang yang digaji khusus untuk mengantarnya ke TPS. Pemerintah juga menyiapkan kereta dorong sehingga mempercepat proses pengangkutan. Ada kesadaran masyarakat tentang perlunya kota yang bersih dan indah, didukung oleh penganggaran untuk urusan kebersihan. Kesiapan staf dan expert setempat tentu menjamin keberlanjutan pengelolaan sampah di kota Mataram.

Di lingkungan masingmasing, masyarakat mengisi kantong sampah dan diangkut oleh orang yang digaji khusus untuk mengantarnya ke TPS.

RAGAM PELAKSANAAN KAMPANYE a BERSAMA APEKSI, APKASI, ADEKSI, & ADKASI didukung oleh DEPDAGRI, UNDP, & UN-Habitat

D-21

GOOD LOCAL GOVERNANCE

D. 4 PENGELOLAAN SAMPAH B E R K E L A N J U TA N DI MATARAM

Pendukung Gov Instr umen-Instr umen Pendukung Good Local Go v e r nance

PEMBELAJARAN

Sarana dan prasarana yang canggih tidak akan berarti tanpa komitmen dan kepedulian dari para pengelola dan masyarakat kota yang sadar lingkungan.

cakap, sehingga harus dipilih staf Pemda yang unggul di Dinas Kebersihan. Jika remaja dan pemuda dilibatkan dalam kampanye kebersihan akan sangat efektif, terutama dengan adanya peran guru di sekolah. Sarana dan prasarana yang canggih tidak akan berarti tanpa komitmen dan kepedulian dari para pengelola dan masyarakat kota yang sadar lingkungan. Proses pengelolaan sampah tidak hanya dengan mengolah sampahnya saja, tapi juga bagaimana agar sampah dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat. Model pengelolaan sampah yang melibatkan partisipati masyarakat dapat menjaga keberlanjutan terutama jika ada dukungan kemitraan dengan LSM Peduli Lingkungan dan Ahli Lingkungan yang dimilikinya. Sosialisasi dan banyaknya kelompok sadar lingkungan akan sangat baik dalam membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.

engelolaan sampah kota membutuhkan sumber daya manusia yang

ALAMAT KONTAK
H. Lalu Cawit, Expert Pengelolaan Sampah Kota Drs. H. Tamsir, Kepala Dinas Kebersihan Dinas Kebersihan Kota Mataram, Jl. Sandubaya Sweta Cakranegara, Mataram Telp. 0370-672232

D. 4 PENGELOLAAN SAMPAH B E R K E L A N J U TA N DI KOTA MATARAM

RAGAM PELAKSANAAN

D-22

GOOD LOCAL GOVERNANCE KAMPANYE a BERSAMA APEKSI, APKASI, ADEKSI, & ADKASI didukung oleh DEPDAGRI, UNDP, & UN-Habitat