Anda di halaman 1dari 17

Dalam sejarah indonesia, sudah beberapa kali pemerintah melakukan amandemen pada UUD 1945.

Hal ini tentu saja dilakukan untuk menyesuaikan undang-undang dengan perkembangan zaman dan memperbaikinya sehingga dapat menjadi dasar hukum yang baik. Dalam proses tersebut, terdapat perbedaan antara sistem pemerintahan sebelum dilakukan amandemen dan setelah dilakukan amandemen. Perbedaan tersebut adalah: 1. MPR

SEBELUM AMANDEMEN

Sebelum dilakukan amandemen, MPR merupakan lembaga tertinggi negara sebagai pemegang dan pelaksana sepenuhnya kedaulatan rakyat. WEWENANG

   

 

membuat putusan-putusan yang tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara yang lain, termasuk penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara yang pelaksanaannya ditugaskan kepada Presiden/Mandataris. Memberikan penjelasan yang bersifat penafsiran terhadap putusan-putusan Majelis. Menyelesaikan pemilihan dan selanjutnya mengangkat Presiden Wakil Presiden. Meminta pertanggungjawaban dari Presiden/ Mandataris mengenai pelaksanaan GarisGaris Besar Haluan Negara dan menilai pertanggungjawaban tersebut. Mencabut mandat dan memberhentikan Presiden dan memberhentikan Presiden dalam masa jabatannya apabila Presiden/mandataris sungguh-sungguh melanggar Haluan Negara dan/atau Undang-Undang Dasar. Mengubah undang-Undang Dasar. Menetapkan Peraturan Tata Tertib Majelis.

SESUDAH AMANDEMEN Setelah amandemen. jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat. Meskipun demikian. DPR  SEBELUM AMANDEMEN Presiden tidak dapat membubarkan DPR yang anggota-anggotanya dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum secara berkala lima tahun sekali. MPR tidak lagi memiliki kewenangan untuk menetapkan GBHN 2. Memberikan persetujuan atas PERPU.   Menetapkan Pimpinan Majelis yang dipilih dari dan oleh anggota. DPR. WEWENANG       Memberikan persetujuan atas RUU yang diusulkan presiden. BPK. berhenti. Mengambil/memberi keputusan terhadap anggota yang melanggar sumpah/janji anggota. MPR berkedudukan sebagai lembaga tinggi negara yang setara dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Lembaga Kepresidenan. dan MK. Memberikan persetujuan atas Anggaran. SESUDAH AMANDEMEN . atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan. Tidak disebutkan bahwa DPR berwenang memilih anggota-anggota BPK dan tiga hakim pada Mahkamah Konstitusi. WEWENANG          Menghilangkan supremasi kewenangannya Menghilangkan kewenangannya menetapkan GBHN Menghilangkan kewenangannya mengangkat Presiden (karena presiden dipilih secara langsung melalui pemilu) Tetap berwenang menetapkan dan mengubah UUD. DPD. Meminta MPR untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban presiden. diberhentikan. Melantik presiden dan/atau wakil presiden Memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya Memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden Memilih Presiden dan Wakil Presiden dari dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam Pemilu sebelumnya sampai berakhir masa jabatannya. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. MA.

dan lain sebagainya. WEWENANG     Mengangkat dan memberhentikan anggota BPK. Presiden mempunyai hak prerogatif yang sangat besar.Setelah amandemen.  SETELAH AMANDEMEN Kedudukan presiden sebagai kepala negara. juga memegang kekuasaan legislative (legislative power) dan kekuasaan yudikatif (judicative power). serta kebijakan pemerintah 3. Masa jabatan presiden adalah lima tahun dan dapat dipilih kembali selama satu periode. persetujuan DPR atas beberapa kebijakan presiden. APBN. sehingga presiden bisa menjabat seumur hidup. Menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (dalam kegentingan yang memaksa) Menetapkan Peraturan Pemerintah Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri PEMILIHAN Presiden dan Wakil Presiden diangkat dan diberhentikan oleh MPR. Tidak ada aturan mengenai batasan periode seseorang dapat menjabat sebagai presiden serta mekanisme pemberhentian presiden dalam masa jabatannya. WEWENANG  Memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD . PRESIDEN  SEBELUM AMANDEMEN Presiden selain memegang kekuasaan eksekutif (executive power). WEWENANG      Membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama Membahas dan memberikan persetujuan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU. Kedudukan DPR diperkuat sebagai lembaga legislatif dan fungsi serta wewenangnya lebih diperjelas seperti adanya peran DPR dalam pemberhentian presiden. kepala pemerintahan dan berwenang membentuk Undang-Undang dengan persetujuan DPR.

dan memutus perselisihan tentang hasil Pemilihan Umum Wajib memberi putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD 1945. membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain dengan persetujuan DPR Membuat perjanjian internasional lainnya dengan persetujuan DPR Menyatakan keadaan bahaya PEMILIHAN Calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu sebelumnya. Jika tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Pasangan yang memperoleh suara terbanyak dalam Pilpres Putaran Kedua dinyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Terpilih. Menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (dalam kegentingan yang memaksa) Menetapkan Peraturan Pemerintah Mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri Menyatakan perang.         Presiden tidak lagi mengangkat BPK. maka pasangan yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam Pilpres mengikuti Pilpres Putaran Kedua. maka dinyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Angkatan Laut. KETUA . Pilpres pertama kali di Indonesia diselenggarakan pada tahun 2004. 4. tetapi diangkat oleh DPR dengan memperhatikan DPD lalu diresmikan oleh presiden. memutus pembubaran partai politik. MAHKAMAH KONSTITUSI  SEBELUM AMANDEMEN Mahkamah konstitusi berdiri setelah amandemen  SETELAH AMANDEMEN WEWENANG   Berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar. dan Angkatan Udara Mengajukan Rancangan Undang-Undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat. Presiden melakukan pembahasan dan pemberian persetujuan atas RUU bersama DPR serta mengesahkan RUU menjadi UU. memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945. Jika dalam Pilpres didapat suara >50% jumlah suara dalam pemilu dengan sedikitnya 20% di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari separuh jumlah provinsi Indonesia.

Jimly terpilih lagi sebagai ketua untuk masa bakti 2006-2009 pada 18 Agustus 2006 dan disumpah pada 22 Agustus 2006. 4. 6..H. kemudian mengundurkan diri dan digantikan oleh Harjono Maria Farida Indrati Maruarar Siahaan Abdul Mukthie Fajar Mohammad Mahfud MD Muhammad Alim Achmad Sodiki Arsyad Sanusi Akil Mochtar 5. Hakim Konstitusi periode 2003-2008 adalah: 1. Natabaya Harjono I Dewa Gede Palguna Maruarar Siahaan Soedarsono Hakim Konstitusi periode 2008-2013 adalah: 1. 9. MAHKAMAH AGUNG . Guru besar hukum tata negara Universitas Indonesia kelahiran 17 April 1956 ini terpilih pada rapat internal antar anggota hakim Mahkamah Konstitusi tanggal 19 Agustus 2003. Hakim Konstitusi diajukan masing-masing 3 orang oleh Mahkamah Agung.Ketua Mahkamah Konstitusi dipilih dari dan oleh Hakim Konstitusi untuk masa jabatan 3 tahun. Pada 19 Agustus 2008. dan dapat dipilih kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. 2. 3. Jimly Asshiddiqie. Ketua MK yang pertama adalah Prof. Dr. 5. HAKIM KONSTITUSI Mahkamah Konstitusi mempunyai 9 Hakim Konstitusi yang ditetapkan oleh Presiden. 7. Jimly Asshiddiqie. 2. S. 5. sehingga berarti untuk masa jabatan kedua Ketua MK dalam satu masa jabatan Hakim Konstitusi berakhir sebelum waktunya (hanya 2 tahun). 8. 3. 8. Masa jabatan Ketua MK selama 3 tahun yang diatur dalam UU 24/2003 ini sedikit aneh. 7. 4. 6. Masa jabatan Hakim Konstitusi adalah 5 tahun. dan 3 orang oleh Presiden. Hakim Konstitusi yang baru diangkat melakukan voting tertutup untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua MK masa bakti 2008-2011 dan menghasilkan Mohammad Mahfud MD sebagai ketua serta Abdul Mukthie Fadjar sebagai wakil ketua. 3 orang oleh Dewan Perwakilan Rakyat. karena masa jabatan Hakim Konstitusi sendiri adalah 5 tahun. 9. A. Jimly Asshiddiqie Mohammad Laica Marzuki Abdul Mukthie Fadjar Achmad Roestandi H. S.

Kekuasaan kehakiman hanya terdiri atas badan-badan pengadilan yang berpuncak pada Mahkamah Agung. WEWENANG     Fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-undang seperti Kejaksaan. . Kepolisian.  SETELAH AMANDEMEN Kedudukan: MA merupakan lembaga negara yang memegang kekuasaan kehakiman disamping itu sebuah mahkamah konstitusi diindonesia (pasal 24 (2) UUD 1945 hasil amandemen ). BPK  SEBELUM AMANDEMEN Untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan yang peraturannya ditetapkan dengan undangundang. peradilan agama. yaitu peradilan umum. Advokat/Pengacara dan lain-lain. WEWENANG Sebelum adanya amandemen. menguji peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang. Lembaga ini dalam tugasnya diakui bersifat mandiri dalam arti tidak boleh diintervensi atau dipengaruhi oleh cabang-cabang kekuasaan lainnya. dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh Undang-Undang Mengajukan 3 orang anggota Hakim Konstitusi Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden memberi grasi dan rehabilitasi 6. (2) Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Mahkamah Agung berwenang dalam kekuasaan kehakiman secara utuh karena lembaga ini merupakan lembaga kehakiman satu-satunya di Indonesia pada saat itu. MA membawahi Beberapa macam lingkungan peradilan. terutama eksekutif. Dalam melaksanakan kekusaan kehakiman . SEBELUM AMANDEMEN Kedudukan: : Kekuasan kehakiman menurut UUD 1945 sebelum amandemen dilakukan oleh Mahkamah Agung dan lain-lain badan kehakiman (Pasal 24 (1)). Hasil Pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat” PASAL 23  SESUDAH AMANDEMEN Pasal 23F (1) Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan oleh Presiden. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. dan peradilan tata usaha negara( Pasal 24 (2) UUD 1945 hasil amandemen). peradilan militer.

• Pemegang kekuasaan sebagai kepala Negara. • Berhak memberi gelaran. • Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas. • Terjadi personifikasi bahwa presiden dianggap Negara. Yaitu : • Indonesia adalah Negara yang berdasar atas hukum (rechtsstaat) • Sistem Konstitusional. kekuasaan presiden berdasar UUD 1945 adalah sebagai berikut : • Pemegang kekuasaan legislative. • Berhak mengangkat para menteri dan pejabat Negara. • Kebijakan yang dibuat cenderung menguntungkan orang – orang yang dekat presiden. • Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. tanda jasa. amnesty. membuat perdamaian. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa Orde Baru dibawah kepemimpinan Presiden Suharto. • Peran pengawasan & perwakilan DPR semakin lemah. abolisi. dan lain – lain tanda kehormatan. • Kekuasaan tertinggi di tangan MPR • Presiden adalah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi di bawah MPR. • Menciptakan perilaku KKN. sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. • Berhak memberi grasi. dan rehabilitasi. Pada saat sistem pemerintahan ini. • Pejabat – pejabat Negara yang diangkat cenderung dimanfaat untuk loyal dan mendukung kelangsungan kekuasaan presiden. . Berdasarkan tujuh kunci pokok tersebut. • Berhak mengangkat & melantik para anggota MPR dari utusan daerah atau golongan. • Panglima tertinggi dalam kemiliteran. • Berhak mengangkat duta dan menerima duta dari Negara lain. • Berhak menyatakan perang. Dampak negative yang terjadi dari sistem pemerintahan yang bersifat presidensial ini adalah sebagai berikut : • Terjadi pemusatan kekuasaan Negara pada satu lembaga. dan tidak bertanggung jawab terhadap DPR. dan perjanjian dengan Negara lain.Pasal 23G (1) BPK berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap propinsi (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai BPK di atur dengan undang-undang Sistem pemerintahan ini tertuang dalam penjelasan UUD 1945 tentang 7 kunci pokok sistem pemerintahan. Ciri dari sistem pemerintahan presidensial ini adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. • Menteri Negara adalah pembantu presiden. • Pemegang kekuasaan sebagai kepala pemerintahan. yaitu presiden.

• Konflik dan pertentangan antar pejabat Negara dapat dihindari. • Presiden adalah kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan. ada perubahan – perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indonesia. Yang bercirikan sebagai berikut : • Adanya pembatasan kekuasaan ekskutif. Wilayah Negara terbagi menjadi beberapa provinsi. • Sistem pemerintahan adalah presidensial. • Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang – undang dan hak budget (anggaran).Dampak positif yang terjadi dari sistem pemerintahan yang bersifat presidensial ini adalah sebagai berikut : • Presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini terbukti dengan presiden sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahan. Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasar UUD 1945 setelah Diamandemen. Presiden juga berada di luar pengawasan langsung DPR dan tidak bertanggung jawab terhadap parlemen.• Rakyat dibuat makin tidak berdaya. Pokok – pokok sistem pemerintahan ini adalah sebagai berikut : • Bentuk Negara kesatuan dengan prinsip otonomi yang luas. • Presiden dalam mengangkat pejabat Negara perlu pertimbangan dan/atau persetujuan DPR. • Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan dan/atau persetujuan DPR. Indonesia memasuki era reformasi. mekanisme check and balance. Dimana bangsa Indonesia ingin dan bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut : • Presiden sewaktu – waktu dapat diberhentikan MPR atas usul dan pertimbangan dari DPR. Oleh karena itu perlu disusun pemerintahan berdasarkan konstitusi (konstitusional). • Parlemen terdiri atas dua (bikameral). Dengan demikian. • Jaminan atas hak – hak asasi manusia dan warga Negara. sistem bicameral. dan tunduk pada presiden. tidak mudah jatuh atau berganti. Perubahan baru tersebut. • Presiden mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. • Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh mahkamah agung dan badan peradilan di bawahnya. antara lain adanya pemilihan presiden secara langsung. . Sistem pemerintahan ini pada dasarnya masih menganut sitem presidensial. • Sistem pemerintahan lebih stabil. yaitu DPR dan DPD. • Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. II. Hal itu diperuntukkan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. • Bentuk pemerintahan adalah Republik. dan pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran.

Negara adalah suatu organisasi yang meliputi wilayah. Sistem ketatanegaraan dipelajari di dalam ilmu politik. Pada kurun waktu tahun 1999-2002. Undang-Undang Dasar 1945 telah mengalami empat kali perubahan (amandemen). sejumlah rakyat. · Sebelum Amandenen UUD 1945 . Pengelolaan suatu negara inilah yang disebut dengan sistem ketatanegaraan. maka berubah pula susunan lembaga-lembaga negara yang ada. Peraturan Pemerintah. Gubernur. dan mempunyai kekuasaan berdaulat. Perubahan (amandemen) Undang-Undang Dasar 1945 ini. Undang-Undang atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang. Dengan berubahnya sistem ketatanegaraan Indonesia. Sedang kekuasaan adalah hak dan kewenangan serta tanggung jawab untuk mengelola tugas tertentu. Bupati/ Walikota. DPR. Menurut Miriam Budiardjo (1972). BPK. Dalam sistem demokrasi. MA. politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari negara itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut. telah membawa implikasi terhadap sistem ketatanegaraan Indonesia. Kekuasaan bahkan diidealkan penyelenggaraannya bersama-sama dengan rakyat. Lembaga-lembaga yang berkuasa ini berfungsi sebagai perwakilan dari suara dan tangan rakyat. pemilik kekuasaan tertinggi dalam negara adalah rakyat. Sedangkan kewenangan kekuasaan berada di tingkat nasional sampai kelompok masyarakat terendah yang meliputi MPR. Di Indonesia pengaturan sistem ketatanegaraan diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. Presiden dan Wakil Presiden. dan Peraturan Daerah. DPA. Peraturan Presiden. Setiap negara memiliki sistem politik (political system) yaitu pola mekanisme atau pelaksanaan kekuasaan. di suatu negara terdapat kebijakan-kebijakan umum (public polocies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi kekuasaan dan sumber-sumber yang ada. Menteri. MK. sampai tingkat RT. sebab Indonesia menganut sistem demokrasi. Untuk itu. Berikut ini akan dijelaskan sistem ketatanegaraan Indonesia sebelum dan sesudah Amandemen UUD 1945.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). serta hubungan antar lembaga-lembaga tersebut. kemudian kedaulatan rakyat diberikan seluruhnya kepada MPR (Lembaga Tertinggi).Sebelum diamandemen. Undang-Undang Dasar merupakan hukum tertinggi. UUD 1945 mengatur kedudukan lembaga tertinggi dan lembaga tinggi negara. berdaulat. bersatu. Presiden. adil dan makmur. MPR mendistribusikan kekuasaannya (distribution of power) kepada 5 Lembaga Tinggi yang sejajar kedudukannya. Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka. yaitu Mahkamah Agung (MA). Adapun kedudukan dan hubungan antar lembaga tertinggi dan lembaga-lembaga tinggi negara menurut UUD 1945 sebelum diamandemen. . dapat diuraikan sebagai berikut: · Pembukaan UUD 1945 Bahwa sesungguhnya Kemerdekaaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu. maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri-keadilan.

yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. · MA . perdamaian abadi dan keadilan sosial. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. maka secara otomatis tujuan dan dasar negara pun ikut berubah. · MPR Sebelum perubahan UUD 1945. Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. karena “kekuasaan ada di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR” dan MPR adalah “penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia” yang berwenang menetapkan UUD. Kemanusian yang adil dan beradab. MPR diberi kekuasaan tak terbatas (Super Power). Jika Pembukaan UUD 1945 ini dirubah. GBHN. maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia.Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. Pembukaan UUD 1945 tidak dapat dirubah karena di dalam Pembukaan UUD 1945 terdapat tujuan negara dan pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia. mengangkat presiden dan wakil presiden. kedudukan MPR berdasarkan UUD 1945 merupakan lembaga tertinggi negara dan sebagai pemegang dan pelaksana sepenuhnya kedaulatan rakyat. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. maka Rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

dan diresmikan oleh Presiden. BPK merupakan lembaga yang bebas dan mandiri. fungsi anggaran dan pengawasan. Memberikan persetujuan atas PERPU [pasal 22 (2)]. mengajukan rancangan UndangUndang [pasal 21 (1)].Mahkamah Agung (disingkat MA) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Konstitusi dan bebas dari pengaruh cabang-cabang kekuasaan lainnya. Pasal 23 ayat (5) UUD Tahun 1945 menetapkan bahwa untuk memeriksa tanggung jawab tentang Keuangan Negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan yang peraturannya ditetapkan dengan Undang-Undang. dan Memberikan persetujuan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara [pasal 23 (1)]. · DPR Tugas dan wewenang DPR sebelum amandemen UUD 1945 adalah memberikan persetujuan atas RUU [pasal 20 (1)]. Anggota BPK dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah. lingkungan peradilan militer. UUD 1945 tidak menyebutkan dengan jelas bahwa DPR memiliki fungsi legislasi. lingkungan peradilan agama. lingkungan peradilan tata usaha negara. Hasil pemeriksaan itu disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. · BPK Badan Pemeriksa Keuangan (disingkat BPK) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang memiliki wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. · Presiden . Mahkamah Agung membawahi badan peradilan dalam lingkungan peradilan umum. Menurut UUD 1945.

adanya pasalpasal yang terlalu “luwes” (sehingga dapat menimbulkan mulitafsir). UUD . tetap mempertahankan susunan kenegaraan (staat structuur) kesatuan atau selanjutnya lebih dikenal sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi. pembagian kekuasaan. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. ü Presiden mempunyai hak prerogatif yang sangat besar. serta mempertegas sistem pemerintahan presidensiil. kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat). meskipun kedudukannya tidak “neben” akan tetapi “untergeordnet”. ü Presiden selain memegang kekuasaan eksekutif (executive power). ü Tidak ada aturan mengenai batasan periode seseorang dapat menjabat sebagai presiden serta mekanisme pemberhentian presiden dalam masa jabatannya. dapat dijelaskan sebagai berikut: Undang-Undang Dasar merupakan hukum tertinggi dimana kedaulatan berada di tangan rakyat dan dijalankan sepenuhnya menurut UUD.ü Presiden memegang posisi sentral dan dominan sebagai mandataris MPR. juga memegang kekuasaan legislative (legislative power) dan kekuasaan yudikatif (judicative power). eksistensi negara demokrasi dan negara hukum. kekuasaan yang sangat besar pada Presiden. serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. kedaulatan rakyat. ü Presiden menjalankan kekuasaan pemerintahan negara tertinggi (consentration of power and responsiblity upon the president). Sistem ketatanegaraan Indonesia sesudah Amandemen UUD 1945. HAM. Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara. · Sesudah Amandemen UUD 1945 Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945.

DPR.memberikan pembagian kekuasaan (separation of power) kepada 6 lembaga negara dengan kedudukan yang sama dan sejajar. DPR . Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). MA. yaitu terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan angota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih secara langsung melalui pemilu. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). yaitu Presiden. Menghilangkan kewenangannya menetapkan GBHN. MPR Lembaga tinggi negara sejajar kedudukannya dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Presiden. a. dan Mahkamah Konstitusi (MK). Menghilangkan supremasi kewenangannya. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Menghilangkan kewenangannya mengangkat Presiden Tetap berwenang menetapkan dan mengubah UUD. BPK. Susunan keanggotaanya berubah. b. MK. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). DPD. Mahkamah Agung (MA).

DPD  Lembaga negara baru sebagai langkah akomodasi bagi keterwakilan kepentingan daerah dalam badan perwakilan tingkat nasional setelah ditiadakannya utusan daerah dan utusan golongan yang diangkat sebagai anggota MPR. sedangkan DPR hanya memberikan persetujuan saja) sementara pemerintah berhak mengajukan RUU.   Berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi. yaitu: fungsi legislasi. Proses dan mekanisme membentuk UU antara DPR dan Pemerintah. c. fungsi anggaran. hubungan pusat dan daerah. Presiden . Mempertegas fungsi DPR. RUU lain yang berkait dengan kepentingan daerah.    Keberadaanya dimaksudkan untuk memperkuat kesatuan Negara Republik Indonesia. d. Mengintegrasi peran BPKP sebagai instansi pengawas internal departemen yang bersangkutan ke dalam BPK. Dipilih secara langsung oleh masyarakat di daerah melalui pemilu. Mempunyai kekuasan membentuk UU (sebelumnya ada di tangan presiden. dan fungsi pengawasan sebagai mekanisme kontrol antar lembaga negara. BPK   Anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD.    Posisi dan kewenangannya diperkuat. Mempunyai kewenangan mengajukan dan ikut membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah. e. Berwenang mengawasi dan memeriksa pengelolaan keuangan negara (APBN) dan daerah (APBD) serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada DPR dan DPD dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

yaitu kekuasaan yang menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hukum dan keadilan [Pasal 24 ayat (1)]. Di bawahnya terdapat badan-badan peradilan dalam lingkungan Peradilan Umum. f. Membatasi beberapa kekuasaan presiden dengan memperbaiki tata cara pemilihan dan pemberhentian presiden dalam masa jabatannya serta memperkuat sistem pemerintahan presidensial.    Mahkamah Agung Lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman. memutus pembubaran partai politik. amnesti dan abolisi harus memperhatikan pertimbangan DPR. Kewenangan pengangkatan duta dan menerima duta harus memperhatikan pertimbangan DPR. Advokat/Pengacara dan lain-lain. Membatasi masa jabatan presiden maksimum menjadi dua periode saja. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. lingkungan Peradilan Agama.      Kekuasaan legislatif sepenuhnya diserahkan kepada DPR. g. Memperbaiki syarat dan mekanisme pengangkatan calon presiden dan wakil presiden menjadi dipilih secara langsung oleh rakyat melui pemilu. Mempunyai kewenangan: Menguji UU terhadap UUD. menguji peaturan perundang-undangan di bawah Undang-undang dan wewenang lain yang diberikan Undang-undang. memutus sengketa hasil pemilu dan . Memutus sengketa kewenangan antar lembaga negara. lingkungan Peradilan militer dan lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). juga mengenai pemberhentian jabatan presiden dalam masa jabatannya. Mahkamah Konstitusi   Keberadaanya dimaksudkan sebagai penjaga kemurnian konstitusi (the guardian of the constitution). Kepolisian. Kewenangan pemberian grasi.  Badan-badan lain yang yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam Undang-undang seperti : Kejaksaan.

DPD. dan Komisi Yudisial. dan eksekutif Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa : 1. Lembaga khusus yang bersifat independen misalnya KPU. MA. baik dalam struktur ketatanegaraan maupun perundang-undangan di Indonesia. dan Polri. Peraturan Presiden dan Perda. TNI.memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh presiden dan atau wakil presiden menurut UUD. dan lain-lain. . KPK. UU/ Perpu. Lembaga pemerintahan yang bersifat khusus meliputi BI. DPR. Setelah amandemen UUD 1945 banyak perubahan terjadi. legislatif. sehingga mencerminkan perwakilan dari 3 cabang kekuasaan negara yaitu yudikatif. Tata urutan perundang-undangan Indonesia adalah UUD 1945. Kejagung. 2.  Hakim Konstitusi terdiri dari 9 orang yang diajukan masing-masing oleh Mahkamah Agung. Lembaga-lembaga Negara menurut sistem ketatanegaraan Indonesia meliputi: MPR. MK. Presiden. DPR dan pemerintah dan ditetapkan oleh Presiden. BPK. 3. Komnas HAM. PP.