Anda di halaman 1dari 33

Tak bisa di pungkiri bahwa dimanapun kita berada lingkungan sekitar akan memperhatikan kita.

Untuk itu menjaga sikap sangat di perlukan, termasuk di dalamnya cara duduk. Sikap duduk kita dapat mempengaruhi penilaian orang lain, selain itu juga sikap duduk yang benar akan berpengaruh besar terhadap kesehatan kita. terlintas di benak kita bagaimana cara duduk yang baik ? jika kita membawa tas sebaiknya diletakan dimana ? dan pertanyaan lainnya. Sikap duduk yang baik dalah duduk yang tegak tidak merosot di kursi, dalam posisi miring atau segaris dengan kedua kaki merapat di tengah atau disamping, cara ini sedikit menutupi kaki anda. (jangan pernah meletakan benda-benda di atas rok mini anda untuk menutupi kaki yang terbuka) letakan tas dimana? saat duduk letakan tas di samping kiri kursi atau dibelakang sandaran kursi. jika tas anda besar sebaiknya diletakan di kaki kursi. Jangan meletakan tas di atas meja. Sebaiknya tamu duduk disebelah mana? 1. jika anda penerima tamu, persilahkan tamu anda duduk disebelah kanan anda. artinya anda menghormatinya. 2. duduklah sejajar dengan tamu. Dont pada saat duduk : 1. duduk mengangkat atau menumpang kaki tdk dilarang asalkan kaki atau alas sepatu jgn sampai terlihat. 2. Berdirilah pada saat berjabat tangan. 3. duduklah dengan sikap tegak, rentang paha tidak melebihi lebar pinggul. selamat mencoba.

Postur tubuh yang benar saat menghadap komputer Duduk bisa mengurangi rasa penat, memang benar. Tetapi kalau dilakukan dalam jangka waktu lama dan posisi statis, justru bisa menimbulkan gangguan pada leher, bahu, punggung, dan lengan. Alias RSI itu tadi. Kenapa bisa begitu? Karena pada sikap kerja statis terjadi kontraksi otot yang kuat dan lama tanpa cukup kesempatan pemulihan, dan aliran darah ke otot terhambat. Akibatnya, timbul rasa lelah dan nyeri pada otot tubuh. Yang paling sering dialami adalah rasa sakit, pegal pada bagian belakang tubuh hingga leher, yang disebut juga varicose veins. Oleh

karena itu, perlu menerapkan duduk dinamis, yaitu sesering mungkin mengubah posisi pada saat duduk. Perlu selalu rileks Gejala RSI atau juga disebut Cumulative Trauma Disorder bisa terjadi gara-gara posisi tubuh kurang rileks. Ada tekanan terhadap urat dan saraf tangan, pergelangan tangan, lengan dan pundak, serta leher. Kurang selingan istirahat ketika mengetik misalnya, apalagi terlalu terforsir dijamin menimbulkan risiko kesehatan(Sekolah Kesehatan). Upaya pencegahannya, pertama-tama posisi tubuh saat duduk dan teknik mengetik (Kursus Mengetik) mesti benar. Begitu pula penataan (posisi) sarana kerja harus benar. Tak ada salahnya memang memilih sarana bekerja yang enak dipakai (ergonomis). Namun, tetap saja kebiasaan bekerja secara baik dan benar lebih penting sebagai pencegahan ketimbang harus menyediakan perlengkapan yang ergonomis. Baik sarana duduk (kursi), keyboard, atau penyangga pergelangan tangan. Untuk posisi monitor, disarankan lebih rendah dan agak jauh dari posisi mata. Kursi dan keyboard diatur sedemikian rupa hingga posisi paha dan lengan sejajar (boleh sedikit menggantung), pergelangan tangan lurus dan sejajar (tidak menekuk ke bawah atau terlalu jauh ke belakang). Bila memungkinkan, posisi keyboard 2,5 - 5 cm di atas paha. Jika posisi meja terlalu tinggi, sebaiknya keyboard ditaruh di atas pangkuan. Bagaimana tentang pengaruh monitor pada mata? Pengaruh monitor (video display unit/VDU) terhadap kesehatan mata, masih menjadi perdebatan. Pemakai VDU pada umumnya mengeluhkan tekanan pada mata, nyeri otot leher, sakit pundak dan pinggang. Tapi berdasarkan penelitian (Beasiswa Penelitian)di Inggris, tidak ada kerusakan permanen pada mata gara-gara VDU, kecuali nyeri sementara pada mata. Keluhan itu pun masih ditentukan oleh tipe pekerjaannya, monoton atau bervariasi, nonstop atau diselingi istirahat. Keluhan pun akan berkurang bila posisi duduk dan pencahayaan diperhatikan. Jumlah radiasi gelombang yang diterima pengguna VDU selama 8 jam/hari sebenarnya hanya 0,5% dari jumlah radiasi yang diterima dari sumber lain. Kalau masih merasa belum aman tak ada salahnya memasang kaca penahan radiasi sebagai perisai tambahan. Selain harus duduk pada posisi tegak, jangan pula meregang ke depan untuk mencapai keyboard atau membaca tulisan di layar monitor. Keadaan demikian justru akan menciptakan masalah. Begitu pun posisi tubuh "sempurna" dapat bermasalah bila dilakukan secara kaku dan terus menerus dalam jangka panjang. Karenanya disarankan untuk rileks, juga sering-seringlah bergerak dan mengubah posisi (duduk dinamis). Ini bukan cuma berlaku untuk tangan dan lengan, tapi juga pundak, punggung, dan leher. Begitu pula saat mengetik, pergelangan tangan hendaknya tidak ditekuk ke atas, ke bawah, atau ke samping. Sedikit memutar-mutar tangan bisa sebagai gantinya istirahat pergelangan tangan. Begitu ada kesempatan berhenti mengetik sejenak, istirahatkan

tangan di atas pangkuan atau di sisi samping anda ketimbang ditumpangkan di atas keyboard. Begitu pun ukuran font (huruf) sebaiknya tidak terlalu kecil supaya mudah terbaca. Sehingga tak perlu membungkukkan badan ke depan monitor setiap kali membaca teks. Juga melunakkan tekanan pada saraf dan pembuluh darah di leher dan pundak. Selain ukuran teks dokumen jelas, juga pergunakan warna yang teduh (abu-abu) dan mudah terbaca oleh mata. Lagi-lagi perbanyak istirahat dan rileks. Pertimbangkan posisi lampu dan AC Sesuai dengan namanya, fungsi lampu adalah untuk menerangi ruangan. Selain juga memberikan nuansa dekoratif. Untuk fungsi dekoratif, lantas perlu memilih lampu yang selaras dengan desain interior (Sekolah Desain Interior). Namun sebagai sarana penerang, lampu tentu saja harus terang. Apa pun bentuknya, pilihlah lampu yang cahayanya cukup terang untuk menerangi huruf-huruf tulisan. Selain itu juga tidak bikin mata silau dan pedih. Untuk ruang kerja, lazimnya digunakan lampu neon. Selain cahayanya terang, juga bisa mengirit anggaran. Tapi, omong-omong tentang cahaya, pernah ada laporan (tahun 1996), makin terang cahaya lampu ruangan, makin sering karyawan mengeluh lesu, lelah, dan sakit kepala. Untuk mengurangi ketajaman sinar yang memedihkan mata, perlu lampu tambahan. Manfaat lainnya, cahaya lampu utama bisa tersebar. Sementara penempatkan lampu tak langsung yang tidak terlalu terang akan mengurangi ketegangan mata. Selain kriteria terang, tata letak lampu mesti diperhatikan. Lampu penerang sebuah gedung perkantoran biasanya sudah terpasang permanen. Kalau demikian adanya, yang mesti dilakukan ya mengatur posisi meja kerja. Posisi meja kerja mestinya tidak berada persis di bawah titik lampu. Kenapa? Karena sinar lampu dari atas langit-langit tepat di atas meja kerja menimbulkan bayangan pada halaman buku, koran atau majalah yang tengah dibaca. Jadi posisi lampu demikian tidak tepat untuk membaca. Posisi lampu hendaknya di belakang agak ke samping, untuk menghindari timbul bayangan pada halaman buku yang dibaca. Lalu, bagaimana dengan posisi AC? Tata letak AC dalam ruang kantor umumnya sudah menetap. Kalau penghuni kantor ingin memilih posisi meja kerja yang tak langsung ter-sentor angin AC, ya mesti mengatur diri. Apalagi bagi yang tak tahan AC, salah-salah justru bisa bikin badan meriang. Desain interior dan tata ruang boleh menjadi urusan perancang interior. Tapi soal tata letak meja kerja ya mesti menjadi urusan diri sendiri, bagaimana baiknya supaya tetap sehat dan produktif!

Low Back Pain. .Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Masalah nyeri pinggang yang timbul akibat duduk lama menjadi fenomena yang sering terjadi pada mahasiswa saat ini. Desain penelitian yang dipakai adalah desain korelasi dengan jumlah sampel 35 orang. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Low back pain ( LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik (Maher.000 dengan nilai alpha 0. Hasil analisis data menggunakan uji chi-square didapatkan nilai P value sebesar 0. Peneliti menyarankan agar dilakukan penelitian yang sama tentang LBP pada keseluruhan mahasiswa FIKUI agar hasil yang didapatkan lebih menggambarkan fenomena LBP secara umum di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Lamanya jumlah jam kuliah yang harus diikuti mahasiswa mengakibatkan aktivitas mahasiswa lebih banyak dihabiskan dengan duduk dibangku kuliah saat mengikuti proses perkuliahan. LBP. Student.05. ABSTRACT Low Back Pain(LBP) one of musculoskeletal disorder due to unfavourable body activity. Design used in this research is correlative which amount of participants is 35. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara lama duduk terhadap kejadian low back pain pada mahasiswa ekstensi 2005 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Most of student activities spend by sitting in the classroom as consequent long duration of studying time that have to be Attended. Statistical analyses was perfomed with chi-square test and obtained P value 0. Mahasiswa. Low back pain is a current phenomenon that occur in student as effect of sitting in a long duration while lecturing. Key Word: Sitting. Researcher suggest another research need to performed about LBP in all student in Nursing Faculty University of Indonesia. This research aimed to identify the relationships between prolong sitting to incident of low back pain at non regular 2005 student in Nursing Faculty University of Indonesia .05 that describing there is significance relationships between prolong sitting to incident of low back pain at non regular 2005 student in Nursing Faculty University of Indonesia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lama duduk terhadap kejadian low back pain pada mahasiswa ekstensi 2005 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.000 and significance level 0. Kata Kunci : Duduk.

Dengan demikian usia bukan lagi faktor yang memperberat melainkan faktor pendukung. gangguan psikologis dan mobilisasi yang salah. akan menyebabkan penekanan pada bantalan saraf tulang belakang yang mengakibatkan hernia nukleus pulposus. ternyata. otot. Menurut Rakel (2002). Menurut Samara (2004). seperti sebuah penelitian yang dilakukan oleh Klooch (2006) pada murid sekolah menengah atas di Skandinavia yang usianya masih sangat muda menemukan bahwa 41.Salmond & Pellino. otot-otot punggung biasanya mulai letih setelah duduk selama 15-20 menit. Tetapi saat ini sering ditemukan orang berusia muda sudah terkena LBP. Duduk lama pada murid sekolah atau mahasiswa pada saat perkuliahan berlangsung juga dapat mengakibatkan terjadi nyeri punggung (Klooch. kemudian perkuliahan dilanjutkan kembali sampai dengan jam 3 bahkan sampai sore jika ada perubahan jadwal dari dosen pengajar. Sedangkan . sehingga mulai dirasakan LBP. Dengan demikian LBP adalah gangguan muskuloskeletal yang pada daerah punggung bawah yang disebabkan oleh berbagai penyakit dan aktivitas tubuh yang kurang baik. kehamilan. 60 % orang dewasa mengalami nyeri pinggang bawah karena masalah duduk yang terjadi pada mereka yang bekerja atau yang aktivitasnya lebih banyak dilakukan dengan duduk. jadwal kuliah mahasiswa FIK-UI rata-rata 6-8 jam. LBP akut terjadi dalam waktu kurang dari 12 minggu. termasuk pada mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI). Bila keadaan ini berlanjut. Usia merupakan faktor yang mendukung terjadinya LBP. Menurut buku panduan akademik program pendidikan ners FIK-UI (2005: hal 175). Jadwal kuliah mahasiswa reguler secara umum dimulai dari jam 8 pagi sampai dengan jam 3 sore. LBP diklasifikasikan kedalam 2 kelompok yaitu kronik dan akut. Sedangkan LBP kronik terjadi dalam waktu 3 bulan (Rogers. Demikian juga jadwal kuliah mahasiswa ekstensi rata-rata dimulai dari jam 8 sampai dengan jam 3 sore. faktor psikologi dan beberapa aktivitas yang dilakukan dengan tidak benar seperti mengangkat barang yang berat dan duduk yang lama. 2006). saraf atau struktur lain pada daerah tersebut. Selama proses perkuliahan diberikan waktu istirahat selama 1 jam yaitu dari jam 12 sampai dengan jam 1 siang. Menurut Chang (2006). Duduk lama dengan posisi yang salah dapat menyebabkan otot-otot pinggang menjadi tegang dan dapat merusak jaringan lunak sekitarnya. 2002). Lamanya jumlah jam kuliah yang harus diikuti mahasiswa mengakibatkan aktivitas mahasiswa lebih banyak dihabiskan dengan duduk dibangku kuliah saat mengikuti proses perkuliahan. 2006). Masalah nyeri pinggang yang timbul akibat duduk lama menjadi fenomena yang sering terjadi saat ini. LBP adalah nyeri punggung bawah yang berasal dari tulang belakang. LBP dapat disebabkan oleh berbagai penyakit muskuloskletal. obesitas. Fenomena diatas sekarang ini juga terjadi pada mahasiswa. sehingga biasanya di derita oleh orang berusia lanjut karena penurunan fungsi-fungsi tubuhnya terutama tulangnya sehingga tidak lagi elastis seperti diwaktu muda. Faktor resiko terjadinya LBP karena tegangnya postur tubuh.6% murid sekolah menderita LBP selama duduk dikelas.

langkah strategi dalam mencegah terjadinya LBP yang diakibatkan oleh duduk lama pada saat perkuliahan melalui pengembangan kurikulum yang . Tujuan Khusus 1.Mengidentifikasi karakteristik responden (usia. Hal-hal yang harus dihindari selama duduk supaya tidak berakibat LBP antara lain duduk dengan posisi yang baik dan hindari duduk dengan posisi yang sama dalam waktu lebih dari 30 menit.Mengidentifikasi posisi duduk yang dilakukan pada saat perkuliahan 3. Menurut Samara (2004).Manfaat Penelitian 1. Mahasiswa FIK-UI mengikuti proses pembelajaran dengan duduk sekitar 6 jam.mahasiswa ekstensi sore perkuliahan dimulai dari jam 3 siang sampai dengan jam 9 malam dimana waktu istirahat jam 6 sampai dengan jam 7. diperberat oleh situasi tertentu misalnya posisi duduk yang tidak benar.Perumusan Masalah Samara (2004). Hal ini menjadi faktor risiko terjadinya LBP pada mahasiswa FIK-UI. dimana untuk 1 mata kuliah mahasiswa harus duduk selama 2 jam. 4.Mengidentifikasi pertama kali merasakan LBP D. Dari gambaran diatas jelas terlihat bahwa sebagian besar aktivitas mahasiswa FIK-UI dihabiskan dengan posisi duduk yang lama saat kuliah berlangsung.Mengidentifikasi setelah berapa lama duduk mulai dirasakan LBP. usia. jenis kelamin. Hasil observasi peneliti selama mengikuti kuliah di FIK-UI.Pendidikan Memberi masukan pada institusi pendidikan tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP pada mahasiswa sehingga informasi ini dapat digunakan untuk menyusun langkah. mengemukakan bahwa posisi duduk baik tegak maupun membungkuk dalam jangka waktu lebih dari 30 menit dapat mengakibatkan LBP.Mengidentifikasi tingkat LBP 5. postur tubuh. Oleh karena itu. Oleh karena itu dipandang perlu untuk mengetahui huhungan duduk lama pada saat perkuliahan dengan terjadinya LBP. Berat badan) 2. B. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara spesifik apakah ada hubungan duduk lama pada saat perkuliahan berlangsung dengan prevalensi LBP pada mahasiswa ekstensi FIK-UI. rata-rata mahasiswa duduk dengan posisi duduk tegak dan duduk membungkuk. C.Tujuan Penelitian Tujuan Umum Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan lama duduk saat perkuliahan berlangsung terhadap LBP pada mahasiswa ekstensi FIK-UI.

nyeri tertusuk. 2. saat mengikat tali sepatu. Selain itu berbagai penyakit juga dapat menyebabkan LBP seperti osteoarthritis. nyeri tajam. Salmond & Pellino. Kekakuan otot menyebabkan trauma punggung hingga menimbulkan nyeri. LBP atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik (Maher. Penyebab Menurut Rice (2002) Penyebab yang paling sering ditemukan yang dapat mengakibatkan LBP adalah kekakuan dan spasme otot punggung oleh karena aktivitas tubuh yang kurang baik serta tegangnya postur tubuh. Gejala yang dirasakan pada orang yang menderita LBP bermacam-macam seperti nyeri rasa terbakar. Kekakuan otot cenderung dapat sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu tertentu.Keilmuan Hasil penelitian dapat memperkuat informasi sistem muskuloskletal sehingga faktorfaktor yang paling berhubungan dengan terjadinya LBP dapat diminimalkan dengan metode yang efektif dan efisien. 2. Nyeri juga bisa menjalar ke daerah lain seperti punggung bagian atas dan pangkal paha (Rakel. bahkan saat batuk atau bersin dapat menyebabkan kekakuan dan spasme yang tiba-tiba pada otot punggung. 2002). Low Back Pain (LBP) LBP adalah nyeri didaerah punggung antara sudut bawah kosta (tulang rusuk) sampai lumbosakral (sekitar tulang ekor). 4.Peneliti Peneliti mendapat pengalaman dalam melakukan penelitian dan hasil penelitian dapat menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya. Kekakuan dan Spasme Otot Gerakan bagian punggung belakang yang kurang baik seperti pada saat mengangkat benda yang berat. Namun pada . 3. fibromyalgia. rematik. 2002). BAB II TINJAUAN TEORITIS 1. osteoporosis. scoliosis.Depdiknas/Dikti Memberi masukan kepada Depdiknas/Dikti agar informasi yang dihasilkan dalam penelitian ini dapat digunakan untuk menyusun kebijakan pendidikan dimasa yang akan datang.memperhatikan dampak pada kesehatan mahasiswa. hingga kelemahan pada tungkai.

posisi dan fungsi organ-organ vital. Yang tak kalah penting postur tubuh yang baik juga membuat penampilan menjadi memikat sehingga meningkatkan rasa percaya diri. Duduk dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan LBP.kasus-kasus yang berat memerlukan pertolongan medis agar tidak mengakibatkan gangguan yang lebih lanjut. Juga membuat daya tahan dan pergerakan tubuh jadi efektif. Sikap yang tidak baik juga memicu cepat lelah. tukang sayur. Selain itu juga terjadi penyempitan dari ruang antar tulang vetebra yang menyebabkan tulang belakang menjadi tidak fleksibel seperti waktu muda. Faktor Resiko Terjadinya LBP Sikap Tubuh Yang Salah Kebanyakan orang dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari sering melupakan masalah posisi tubuh. ruas. Kalau sikap tubuh tidak baik. Nyeri akan berkurang ketika penderita melakukan aktivitas. Scoliosis juga terjadi pada anak-anak dimana penyebabnya tidak diketahui. Bekerja dengan komputer. Banyak orang yang menderita sakit punggung ternyata bermula dari kebiasaan salah yang mereka lakukan. tukang jahit. khususnya pada daerah punggung dan leher. serta ligamen (jaringan pengikat sendi) pun akan tertarik lebih keras. otot-otot. selain tulang-tulang jadi tidak lurus. murid . bekerja di pabrik. dan akhirnya rasa sakit. Akibatnya. ketegangan otot. Nyeri akan lebih berat dirasakan apabila penderita tidak melakukan aktivitas apa-apa. Fibromyalgia Fibromyalgia adalah sindrom yang ditandai dengan nyeri kaku pada otot pada daerah ujung tendon. Osteoartritis Dengan bertambahnya usia seseorang maka kelentutan otot-ototnya menjadi berkurang sehingga sangat memudahkan terjadinya kekakuan pada otot atau sendi. sopir. Scoliosis Scoliosis merupakan kelainan bentuk tulang belakang yang dapat menyebabkan tekanan yang lebih besar pada saat seseorang duduk sehingga dapat mengakibatkan LBP. dirumah. 3. Tidak hanya itu postur yang baik ternyata juga pencegah terbaik agar postur tidak jadi buruk. Jika kekakuan terjadi pada daerah punggung maka nyeri akan menyebar yang pada akhirnya penderita mengalami LBP. dipasar. di samping itu menyumbang kesehatan secara menyeluruh. Scoliosis pada orang dewasa didapat dari riwayat scoliosis saat kecil yang tidak diobati. khususnya di daerah perut ikut terpengaruh. Sikap tubuh yang baik sangat penting karena akan membantu tubuh bekerja maksimal.Hal ini dapat menyebabkan nyeri pada tulang belakang hingga ke pinggang. Rematik Rematik merupakan gangguan akut dan kronik karena adanya inflamasi dan kekakuan pada sendi.

Duduk dapat dimanfaatkan untuk beristirahat jika dalam posisi dan jangka waktu yang tepat. Duduk adalah suatu posisi tubuh torso vertikal dengan beban badan bertumpu pada bokong (the free dictionary. Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa 41. dan 70 % yang duduk lebih dari satu jam menderita nyeri pinggang bawah. 2006). Dibanding dengan berdiri. Penelitian tersebut dilakukan dilakukan terhadap murid sekolah menengah atas di Skandinavia yang usianya masih sangat muda. duduk memberikan kenyamanan dan kestabilan.sekolah juga tidak terlepas aktivitasnya dilakukan dengan duduk yang lama. 1989). Grandjean dan Hunting (1977) mengemukakan alternatif posisi duduk yang lain disarankan dengan bantal duduk miring keatas dengan sudut 14o untuk mengurangi tekanan pada otot (lihat lampiran 3). Berbagai pendapat telah dikemukakan tentang posisi duduk yang ergonomis ketika duduk dikursi atau ditempat lain. design kursi yang terkadang menjadi problema tersendiri karena pada kenyataannya postur tubuh mahasiswa yang berbeda-beda sehingga sulit untuk di design kursi yang benar-benar mengakomodasi kebutuhan mahasiswa. Selain itu pada masa pertengahan kehamilan massa uterus menjadi lebih berat sehingga pusat gravitasi ibu hamil berubah mengakibatkan postur ibu berubah sehingga dapat mengakibatkan LBP. posisi ini telah dipertimbangkan sebagai postur yang baik pada saat duduk ((Hemmings & Hemming. mengemukakan bahwa posisi duduk baik tegak maupun membungkuk dalam jangka waktu lebih dari 30 menit dapat mengakibatkan LBP. Posisi duduk sangat dipengaruhi oleh design kursi. Penelitian yang dilakukan Klooch (2006) mengidentifikasi ada hubungan yang bermakna antara duduk lama saat proses pembelajaran dengan LBP. Kehamilan LBP pada saat hamil disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kelemahan otot-otot abdomen karena kehamilan. Obesitas Berat badan yang berlebihan akan menyebabkan tumpukan lemak yang lebih banyak sehingga tekanan pada tulang belakang menjadi lebih besar yang dapat meningkatkan resiko terjadinya LBP. Mandal (1981) mendukung posisi duduk yang disarankan Hemmings dan juga mengusulkan posisi yang lain yaitu duduk dengan posisi bantal duduk miring kebawah dengan sudut 45o dengan paha miring dan tungkai tegak lurus (lihat lampiran 2). lengan dan tungkai rileks serta dapat memberikan stabilitas yang baik. Samara (2004). Duduk dengan posisi yang baik adalah postur tubuh dengan kepala tegak. BAB III . Terdiri dari 30 % yang duduk selama satu jam. Duduk dengan sudut sederhana yaitu tungkai ditekuk dengan sudut 90o dengan kaki bertumpu pada lantai (lihat lampiran 1). Pada mahasiswa.6 % murid menderita nyeri pinggang bawah selama duduk di kelas. Idealnya kursi yang baik adalah yang dapat mendukung postur tubuh pada saat duduk.

0. P (1-P)/d 2 (N-1) + X2. Sampel diambil berdasarkan urutan nomor absen dari no 1 – 35.Responden tidak mengalami LBP sebelum kuliah di FIK-UI . ada 2 orang responden yaitu nomor absen 9 dan 23 yang tidak memenuhi kriteria karena responden tersebut memiliki LBP karena penyebab lain.5 (1 .METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN A. C. yang melakukan aktivitas duduk 3-6 jam sehari . Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa esktensi tahun 2005 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI) yang sedang mengikuti program akademik. oleh karena itu responden tersebut di ganti dengan nomor absen dibawahnya ( nomor 36 dan 37 ). B.9 atau 35 orang Jumlah sample pada penelitian ini adalah 35 orang. Pada . Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara duduk lama terhadap kejadian nyeri pinggang (LBP) pada mahasiswa ekstensi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia .05) P = proporsi sebagai dasar asumsi (0. Tehnik pengambilan sample adalah dengan cara non random.Tidak memiliki penyakit yang dapat menyebabkan LBP Jumlah sampel yang diperoleh dari perhitungan dengan menggunakan rumus: Isaac dan Michell yaitu: S= X2. D. N.5) N = jumlah populasi Perhitungan: S = 3.05)2 x (90-1) + 0. yaitu cara pemilihan elemen untuk menjadi anggota sampel namun setiap elemen tidak mendapat kesempatan yang sama. P (1-P) S = jumlah sample X2 = Nilai tabel pada df 1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Fakultas Ilmu keperawatan Universitas Indonesia Pengambilan data penelitian pada tangga 4 Desember 2006.5 (1-0. Tetapi saat pengambilan sampel berdasarkan nomor absen. Dengan kriteria sampel sebagai berikut: .Mahasiswa ekstensi pagi 2005 .84 x 90 x 0. Etika Penelitian Sebelum pengambilan data peneliti sudah mendapatkan ijin dari pihak Fakultas. CI 95% d = derajat ketepatan yang direfleksikan oleh kesalahan yang dapat ditoleransi (0.5)/(0.5) = 34.

tidak ada paksaan kepada responden. Pengolahan dan Analisis Data 1. Tanda dan gejala yang berkaitan dengan kejadian LBP. sehingga peneliti membuat instrumen baru yang digunakan untuk mengumpulkan data. Kuesioner yang telah diisi diserahkan kembali kepada peneliti setelah diperiksa kelengkapannya. selanjutnya dilakukan pengolahan dan analisis data. Responden ditentukan berdasarkan nomor urut absen yaitu urut 1-35. meliputi. Sebelum pengisian kuisioner peneliti menginformasikan dan menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan pengisian kuisioner. 2). kemudian dilakukan pengolahan data dengan program SPPS dengan tahapan sebagi berikut: . inisial nama responden. Setelah αdilakukan uji validitas ternyata instrumen tidak valid dengan nilai 0. Kuesioner di bagi menjadi tiga bagian. usia. Alat Pengumpulan Data Alat penelitian yang dibuat pada proposal menggunakan kuesioner skala likert.( ΣXi2)][ n Σ Yi2 – ( Σ Yi)2] Dari hasil uji validitas instrumen didapat nilai r lebih besar dari nilai r table sehingga instrument dinyatakan valid. bagian 1 mengenai data demografi responden. Pengolahan data Setelah data terkumpul. yaitu: 1). Kuesioner terdiri dari dua bagian.999. dengan memberikan daftar pertanyaan atau kuesioner kepada responden yang sesuai dengan kriteria sampel. F.Yi – ΣXi ΣYi r = ----------------------------------------√[ nΣ Xi2 . kemudian memberikan penjelasan kepada klien tentang tujuan penelitian dan manfaat diadakannya penelitian ini. Uji coba instrument dilakukan pada mahasiswa ekstensi 2006 Fakultas Ilmu Keperawatan karena kedua sample mempunyai karakterisktik yang sama. berat badan dan jenis kelamin. Instrumen disusun melalui studi kepustakaan dengan mengkaji bahan pustaka. Daftar pertanyaan berbentuk kuesioner yang mengacu pada kerangka konsep berdasarkan studi literatur. bagian 2 mengenai lama duduk pertanyaan no 1-8.Kerahasian responden dijaga oleh peneliti dengan hanya menuliskan inisial responde. Prosedur Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuisioner kepada responden . E. peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri. Data demografi.pengumpulan data. Kemudian responden yang setuju menandatangani surat persetujuan (informed concent) untuk menjadi responden penelitian. Peneliti menggunakan pengukuran kuesioner dengan skala Gutman untuk memantau kejadian LBP dengan cara responden menjawab pertanyaan “ ya” atau “ tidak” dengan menggunakan tanda check (√) pada kolom pilihan. G. dan bagian 3 mengenai tingkatan nyeri pertanyaan no 9-23. Setelah terkumpul dan diperiksa kelengkapannya dilakukan uji validitas dengan uji statistik korelasi Pearson’s product moment : n Σ Xi.

Coding data Untuk jawaban “ya” di beri kode 2 dan untuk jawaban “tidak” di beri nilai 1 c. 2. karena penelitian memiliki 2 variabel maka digunakan uji Chi Square dengan tingkat 0. internet dan perpustakaan.Cleaning data Data yang telah dimasukan ke komputer diperiksa kebenaranya dengan melihat data missing atau data yang salah. Sarana Penelitian Pada penelitian ini sarana penelitian yang digunakan adalah lembar kuisioner.Editing data Data di periksa ulang kelengkapan atau kemungkinan dalam pengisian. didapatkan data-data sebagai berikut : A. alat tulis komputer. b. d. Data Demografi Responden 1.05αkemaknaan Rumus X2 = Σ (0-E)2 ------E Untuk menghitung derajat kebebasan Degree of Freedom digunakan rumus Df= (b-1) (k-1) Keterangan: b: jumlah baris k: jumlah kolom Dari hasil uji ini didapat diketahui tingkat kemaknaan hubungan antara variabel duduk dengan nyeri pinggang H. Usia Usia responden dikategorikan menjadi 5 kelompok dan didapatkan data responden . BAB IV HASIL PENELITIAN Hasil pengumpulan data dari 35 responden pada mahasiswa Extensi pagi 2005 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia pada tanggal 4 Desember 2006.Entry data Data yang didapat dimasuk kedalam komputer dengan menggunakan program SPSS untuk di analisis.a. semua kuesioner yang dibagikan dikembalikan dan telah disi secara lenagkap oleh responden. Analisa data Pengolahan data menggunakan analisis bivariat.

posisi duduk pada sebagian besar responden adalah bersandar sehingga diasumsikan sebagian besar mahasiswa extensi 2005 beresiko terkena Low Back Pain oleh karena sudut sandaran kursi mahasiswa yang tidak ergonomik 90 derajat.4% responden mengalami nyeri berat. Di asumsikan terjadi perbedaan persepsi diantara responden dalam menjawab pertanyaan tentang total waktu duduk sehingga ada perbedaan data lama duduk walaupun seluruh responden ada dikelas yang sama C. 31-35 tahun 13 orang. 26-30 tahun 3 orang. sedangkan sudut sandaran kursi yang ergonomik adalah 35-45 derajat (Tuttle. sedang dan berat.yang berusia 21-25 tahun sebanyak 2 orang.4% responden mengalami nyeri ringan. B. nyeri sedang 13 orang. 36-40 tahun 5 orang dan 41-45 tahun 12 orang. Jenis Kelamin Responden pada penelitian ini berjenis kelamin perempuan dan laki-laki. Berat Badan Setelah dikelompokkan didapat data responden dengan berat badan < 50 kg berjumlah 6 orang. Data yang didapatkan adalah responden yang mengalami nyeri ringan sebanyak 4 orang. > 70 kg 6 orang. Data tentang lama duduk dan nyeri diatas kemudian dilakukan pengolahan data . dapat dilihat bahwa semua responden pada penelitian ini mengalami nyeri pinggang akibat duduk lama pada saat perkuliahan dengan rincian 18 orang atau 51. 2.1% responden mengalami nyeri sedang dan 4 orang atau 11. duduk membungkuk 7 orang. Data Berkaitan Karakteristik Duduk Responden 1. 2. berat badan 60-69 kg 6 orang. 4. berat badan 50-59 kg 17 orang. Semester Semua responden pada penelitian ini berada pada semester III pendidikan akademik pada Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Posisi Duduk Data posisi duduk responden yang dominan dikelompokkan kedalam 4 kelompok dan didapatkan data responden yang duduk tegak sebanyak 8 orang. Data Yang Berkaitan Dengan Nyeri Data tentang tingkatan nyeri yang dirasakan oleh responden dikelompokkan kedalam nyeri ringan. 3. duduk bersandar 20 orang. nyeri berat 18 orang. Lama Duduk Data lama duduk dikelompokkan kedalam 2 bagian dan didapatkan hasil responden yang duduk 30 menit s/d 1 jam 3 orang dan responden yang duduk 1-3 jam 32 orang. 2000). 13 orang atau 37. Responden yang laki-laki berjumlah 9 orang dan responden perempuan berjumlah 26 orang. duduk miring tidak ada.

05. bahwa seseorang yang duduk dalam jangka waktu 30 menit saja dengan posisi duduk tegak/bersandar atau membungkuk dapat mengakibatkan LBP.6% murid menderita LBP selama duduk dikelas terdiri dari 30% yang duduk selama 1 jam dan 70% yang duduk lebih dari 1 jam. Tingkatan nyeri yang dirasakan mahasiswa sangat dipengaruhi oleh prilaku mahasiswa pada saat duduk. BAB V PEMBAHASAN A. Lama Duduk Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya LBP akibat lama duduk pada saat perkuliahan seperti duduk dalam jangka waktu lama. yang menemukan bahwa 41. Hal ini disesuaikan dengan variabel dalam penelitian ini yaitu lama duduk dan nyeri pinggang /LBP. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai P value sebesar 0. jika dilihat dari lama duduk rata-rata pada mahasiswa ekstensi 2005 FIK-UI dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden pada penelitian ini dapat mengalami LBP oleh karena lama duduk. Berdasarkan hasil pengolahan data pada bab V didapatkan data yang berhubungan dengan variabel duduk bahwa total lama duduk responden antara yang duduk 30 menit s/d 1 jam dengan yang duduk 1-3 jam yang jauh berbeda yaitu 32 orang responden duduk 1-3 jam dan 3 orang responden duduk 30 menit s/d 1 jam pada saat perkuliahan. dan penyakit yang komplikasinya menyebabkan LBP. Namun pada bab ini peneliti hanya akan membahas salah satu faktor saja yaitu lama duduk. Menurut Samara (2004). kehamilan. Pembahasan Hasil Penelitian 1. dengan posisi duduk yang dominan adalah bersandar yaitu 20 orang. maka tingkatan nyeri yang dirasakan akan semakin ringan.4 % atau 18 orang responden mengalami nyeri berat.1% atau 13 responden yang mengalami nyeri sedang dan sebanyak 51. 8 orang duduk tegak dan 7 orang duduk membungkuk. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lama duduk terhadap kejadian nyeri pinggang pada mahasiswa ekstensi 2005 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.0.4% responden mengalami nyeri ringan. karena perubahan posisi dapat merelaksasikan otot-otot punggung yang mengalami tekanan akibat duduk dalam jangka waktu lama.dengan menggunakan SPSS 10. obesitas. Semakin sering mahasiswa merubah posisi pada saat duduk.000 dengan nilai alpha = 0. . sedangkan 37. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Klooch (2006) terhadap murid sekolah menengah di Skandinavia. Dengan demikian. Nyeri Pinggang/LBP Pengolahan data penelitian kemudian dilakukan pada variabel nyeri. Dari 35 responden didapatkan data sebanyak 4 orang atau 11. 2. dengan demikian P value lebih kecil dari nilai alpha sehingga Ho ditolak dan menerima Ha.

dan ketika suatu saat terpapar dengan nyeri yang lebih ringan dari yang sering dia rasakan. maka seseorang tersebut akan terbiasa dengan nyeri yang dirasakannya. terdapat banyak kekurangan baik dalam metode maupun pembahasan hasil penelitian.4%.Disamping itu tingkatan nyeri juga dipengaruhi oleh persepsi nyeri dari masing-masing responden. Selain itu waktu yang dialokasikan untuk penelitian ini sangat singkat sehingga peneliti cenderung tergesa-gesa didalam proses penelitian. Keterbatasan disegi peneliti sendiri peneliti adalah peneliti pemula yang belum mempunyai pengalaman dalam meneliti serta pengetahuan biostatistik dan riset keperawatan masih sangat kurang sehingga sering mendapat kesulitan didalam melakukan analisa data. Dari 35 responden didapat hasil sebanyak 17 orang responden atau 48. Semakin sering seseorang terpapar dengan nyeri. B. nyeri sedang 13 orang atau 37. Keterbatasan instrumen penelitian. Karakteristik LBP yang dialami dari 35 orang responden yang terbanyak adalah nyeri berat sebanyak 18 responden atau 51.4% mengalami nyeri pinggang setelah duduk antara 3-6 jam saat perkuliahan. jika suatu saat terpapar dengan nyeri yang sangat ringan. hal itu tidak menjadi keluhan lagi buat dia.1% dan sebanyak 11. .4% atau 4 orang responden mengalami nyeri ringan. adanya pertanyaan dalam kuisioner yang kurang jelas sehingga persepsi responden untuk menjawab pertanyaan tersebut berbedaBAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Sebaliknya jika seseorang tidak pernah menerima stimulus nyeri. maka hal itu akan menjadi berat bagi dia. Disamping itu populasi dalam penelitian ini yang sedikit sehingga sampel yang diambil juga sedikit sehingga mungkin belum cukup mewakili fenomena tentang LBP di Fakultas Ilmu Keperawatan.6 %mengalami nyeri setelah duduk < 3 jam saat perkuliahan dan sebanyak 18 responden atau 51.Kesimpulan Ada hubungan antara lama duduk terhadap kejadian nyeri pinggang pada mahasiswa ekstensi 2005 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang erat antara lama duduk saat perkuliahan terhadap kejadian LBP pada mahasiswa ekstensi 2005 FIK-UI. Berdasarkan hasil penelitian ternyata ada hubungan yang bermakna antara lama duduk terhadap kejadian nyeri pinggang pada mahsiswa ekstensi 2005 FIK-UI. Oleh karena itu terdapat perbedaan tingkatan nyeri yang dirasakan oleh responden menurut persepsi masing-masing responden. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan.

D.Saran Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti memberikan saran sebagai berikut: 1. Lange Medical Book. Diambil pada tanggal 18 Oktober dari www.com/pqdauto .Fakultas Ilmu Keperawatan -Fakultas seharusnya memperhatikan kurikulum/jadwal perkuliahan yang mengkombinasikan antara aktivitas duduk dengan berdiri atau yang lainnya sehingga lamanya duduk waktu perkuliahan dapat diminimalkan. (2001).(2001). Delanaye. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang keergonomisan kursi yang digunakan untuk perkuliahan di FIK-UI agar dapat meminimalkan angka kejadian nyeri pinggang pada mahasiswa. Basic and Clinical Biostatistics. Fakultas Ilmu Keperawatan (2005).com/pqdauto. -Fakultas hendaknya memperhatikan apakah bentuk kursi perkuliahan yang di pakai di FIK-UI sudah ergonomis sesuai dengan standar kesehatan.Mahasiswa -Untuk mahasiswa agar dapat memperhatikan lamanya duduk saat perkuliahan berlangsung sehingga kelelahan atau ketegangan pada pungung dapat dikurangi dengan cara berdiri atau berjalan beberapa menit. Panduan Akademik Program Pendidikan Ners 2005/2006. Proquest. 2nd Edition..E.B. -Mahasiswa hendaknya memperhatikan cara duduk yang digunakan selama perkuliahan karena cara duduk yang salah memberikan kontribusi terhadap kejadian nyeri pinggang. at all. Daftar Pustaka Burns.(2004).P. Risk factors for The Development of Low Back Pain in Adolescence. (1993). American Jounal of Epidemology. Proquest. 2. Back Pain and Renal Failure. N & Grove. Lippincott.Dosen/ staf pengajar -Untuk dosen atau pengajar hendak nya memberikan waktu beberapa menit bagi mahasiswa untuk melemaskan ketegangan pinggang atau punggung belakang saat perkuliahan berlangsung seperti berdiri dan senam ditempat. at all. FIK-UI Feldman. 3. Nursing Research: Principles & Methods. Diambil pada tanggal 18 Oktober dari www.. Dawson & Trapp.

Body Support In the Office: Sitting. Hard Facts About Soft Machines: The Ergonomics of Seating.nlm.(2006). The Back Pain Revolution. C. Seat Position and Contours for High Scool Chairs. Understanding Nursing Research: Reading and Using Research in Practice. Terima kasih kepada redaksi situs PPNI atas dipublikasikannya hasil penelitian saya ini.com Waddell. Diambil pada tanggal 18 Oktober 2006 dari www. untuk informasi lebih lengkap rekan-rekan bisa mengunjungi blog saya : www.nih. Elsevier Health Sciences.Diambil pada tanggal 20 Oktober 2006 dari http://www. Proses dan Praktis. And Low Back Pain.com/pqdauto Strong et all.com . Back Pain . R. Back Pain-low. (1994).G. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep.blogspot. Back Pain-low. Seating.Diambil pada tanggal 20 Oktober 2006 dari www.(2005).com/sit Lueder & Lueder.jsp Rakel D. Churchill Livingstone Tuttle N A. Macnee. Diambil pada tanggal 31 Oktober 2006 dari http:/search. Health In Hints Journal .Free Dictionary. (2000).gov/medlineplus/ency/article/003108.(2004). Potter & Perry. (2002).clinicalevidence. Research-Based Rehabilitation of The Lower Back. Strength And Conditioning journal.com/ceweb/conditions/msd/1102/1102_background.epnet.(2006).com Polit & Hungler.Siting.Texas University Rogers. 6 th Edtion. Lange Medical Book. Francis. (2004). Mohon kritik dan masukan dari rekan-rekan perawat semua agar saya dapat lebih baik lagi dalam melakukan penelitian selanjutnya. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Miller H. Diambil pada tanggal 19 Oktober 2006 dari http:/search. Mudah-mudahan hasil penelitian saya ini dapat bermanfaat bagi profesi keperawatan kita.(2003). Proquest.htm Rice. (2003).zamnazlaf.epnet. Basic & Clinical Biostatistics. (1999). Rakel D. Lippincot. Pain: A Text Book For Therapists. Griffith University.thefreedictionary. Sit diambil pada tanggal 31 Oktober 2006 dari http://www. (2002).A (2002).

eski bukan tipe pemanja yang mudah mengeluh. tanpa disadari bisa terjadi akumulasi kerusakan pada badan secara keseluruhan. tapi juga kenyamanan dan kesehatan.itu kalau tidak lembur) hanya duduk. lengan dan bahu. Perlu dicatat. lengan dan siku terasa sakit seperti terbakar. Merasakan seluruh otot dan urat badan kaku dan mengencang. jangan anggap remeh. Ketika terjaga tengah malam. sakit pinggang jangan-jangan karena tempat duduknya tidak memberi kenyamanan tulang belakang. Atau. Sakit punggung. Tangan. juga keluhan bagian tubuh lainnya. Namun bisa jadi disebabkan sarana kerja (meja kursi. pergelangan tangan. Coba dengarkan keluhan punggung Anda. Sesungguhnya semua risiko yang dialami para pekerja kantoran bukan semata-mata faktor kecerobohan . barangkali anda terserang Repetitive Strain Injury (RSI). Apalagi tangan sambil mencengkeram dan menggeser-geser mouse. Karenanya sarana penunjang kerja perlu mendapat perhatian. ataupun kebas (kesemutan). Siapa tahu punggung Anda memang sedang mengalami masalah? Atau. jari. dingin. Kalau muncul gejala sakit seperti itu. . saat mengetik ambil posisi duduk tegak. Adakalanya tangan perih.Cara Sikap Duduk yang Benar di depan PC Bsnyak orang sering mengabaikan apa yang dinamakan cara duduk yang benar. Misalnya mengetik di depan komputer. mata pedih dan terus menerus mengeluarkan air mata. tidak saja dari segi keselamatan.misal kurang memperhatikan posisi duduk yang benar. lampu penerang ruangan) kurang mendukung kenyamanan dan kesehatan. misalnya. sementara indera penglihatan terus melototi layar komputer dan jari-jari tangan sibuk memencet tuts keyboard. Lambat laun.Padahal hal ini sangatlah penting sebagai dasar pola posisi ergonomis yang mana banyak aktivitas kerja dalam posisi duduk. komputer. Apalagi seharian (setidaknya delapan jam sehari . Sebutlah. dan lengan. penataan perangkat komputer yang kurang tepat. berapa ribu kali jari-jari tangan mengulang gerakan memukul tuts keyboard ketika sedang mengetik. Bisa dibayangkan. sakit atau merasa tidak nyaman. Ingin rasanya segera memijat tangan. badan satu sakit semua disertai pegal-pegal. sekali-sekali Anda tentu pernah merasakan tak enak badan. tidak bersikap loyo atau lesu. dan kehilangan kekuatan dan koordinasi. pergelangan. Kegiatan yang selalu melibatkan keyboard dan mouse ini dapat menimbulkan cedera urat tangan.

dan lengan. Kegiatan yang selalu melibatkan keyboard dan mouse ini dapat menimbulkan cedera urat tangan. jari. Tangan. bahu. Apalagi tangan sambil mencengkeram dan menggeser-geser mouse. lengan dan siku terasa sakit seperti terbakar. dan aliran darah ke otot terhambat. Apalagi seharian (setidaknya delapan jam sehari . komputer. Yang artinya ada faktor ergonomi berperan dalam sindrom itu. Sikap duduk yang benar dan model kursi yang tepat membantu mengatasi masalah ini. justru bisa menimbulkan gangguan pada leher. Sebutlah. Oleh karena itu. Alias RSI itu tadi. Ketika terjaga tengah malam. badan satu sakit semua disertai pegal-pegal. Namun bisa jadi disebabkan sarana kerja (meja kursi. lengan dan bahu. Lambat laun. perlu menerapkan duduk dinamis. lampu penerang ruangan) kurang mendukung kenyamanan dan kesehatan. Yang paling sering dialami adalah rasa sakit. sekarang sudah banyak dipasarkan model kursi ergonomis yang gampang disetel sandarannya sehingga menawarkan kenyamanan. mata pedih dan terus menerus mengeluarkan air mata. Sakit punggung. Atau.Untuk urusan ini. Kalau muncul gejala sakit seperti itu. juga keluhan bagian tubuh lainnya. punggung. Kenapa bisa begitu? Karena pada sikap kerja statis terjadi kontraksi otot yang kuat dan lama tanpa cukup kesempatan pemulihan. pergelangan tangan. Adakalanya tangan perih. Bisa dibayangkan. Bsnyak orang sering mengabaikan apa yang dinamakan cara duduk yang benar. berapa ribu kali jari-jari tangan mengulang gerakan memukul tuts keyboard ketika sedang mengetik. tanpa disadari bisa terjadi akumulasi kerusakan pada badan secara keseluruhan. sakit atau merasa tidak nyaman. Coba dengarkan keluhan punggung Anda. Duduk bisa mengurangi rasa penat. ataupun kebas (kesemutan). . dan kehilangan kekuatan dan koordinasi. memang benar. yang disebut juga varicose veins. sakit pinggang jangan-jangan karena tempat duduknya tidak memberi kenyamanan tulang belakang. penataan perangkat komputer yang kurang tepat. pegal pada bagian belakang tubuh hingga leher. barangkali anda terserang Repetitive Strain Injury (RSI). pergelangan. Merasakan seluruh otot dan urat badan kaku dan mengencang.misal kurang memperhatikan posisi duduk yang benar. jangan anggap remeh. eski bukan tipe pemanja yang mudah mengeluh. yaitu sesering mungkin mengubah posisi pada saat duduk. Tetapi kalau dilakukan dalam jangka waktu lama dan posisi statis. Siapa tahu punggung Anda memang sedang mengalami masalah? Atau. Soalnya keluhan pada punggung umumnya berkaitan dengan otot tulang belakang. Akibatnya. Ingin rasanya segera memijat tangan. timbul rasa lelah dan nyeri pada otot tubuh.itu kalau tidak lembur) hanya duduk. Misalnya mengetik di depan komputer. dingin. misalnya.Padahal hal ini sangatlah penting sebagai dasar pola posisi ergonomis yang mana banyak aktivitas kerja dalam posisi duduk. dan lengan. sekali-sekali Anda tentu pernah merasakan tak enak badan. Sesungguhnya semua risiko yang dialami para pekerja kantoran bukan semata-mata faktor kecerobohan .

tidak bersikap loyo atau lesu. baik mereka warga negara berkembang maupun penduduk negara maju. Yang paling sering dialami adalah rasa sakit. Bagi para pekerja kantoran. bahu. pegal pada bagian belakang tubuh hingga leher. Oleh karena itu. otot bagian perut. tapi juga kenyamanan dan kesehatan. yaitu pada leher. Tetapi kalau dilakukan dalam jangka waktu lama dan posisi statis. punggung. punggung bagian atas. Nyeri punggung mulai terasa saat terjadi cedera. perlu menerapkan duduk dinamis. dan otot kaki harus kuat agar mampu menyangga kurva punggung yang baik.sementara indera penglihatan terus melototi layar komputer dan jari-jari tangan sibuk memencet tuts keyboard.07 April 2008 13:39 Nyeri pada punggung menjadi fenomena umum yang dirasakan banyak orang. “Penyebab sakit nyeri itu biasanya karena posisi duduk yang salah. Karenanya sarana penunjang kerja perlu mendapat perhatian. atau setelah terjadinya peradangan. dan aliran darah ke otot terhambat. Akibatnya. justru bisa menimbulkan gangguan pada leher. dan punggung bagian bawah. Yang artinya ada faktor ergonomi berperan dalam sindrom itu.” ujar Barbara Dorsch. Posisi Duduk Tentukan Kesehatan Punggung Senin. Alias RSI itu tadi. otot paha. kerap menemukan keluhan sakit nyeri di bagian punggung. Sikap duduk yang benar dan model kursi yang tepat membantu mengatasi masalah ini. Bahkan. Perlu dicatat. saat mengetik ambil posisi duduk tegak. atau mengetik di komputer. yang disebut juga varicose veins. posisi duduk yang baik sangat menentukan kesehatan punggung. tidak saja dari segi keselamatan. pekan lalu. memang benar. Untuk urusan ini. di sela acara training lecturer para ahli media Siloam Hospitals di Siloam Hospitals Kebun Jeruk. Maka itu. yaitu sesering mungkin mengubah posisi pada saat duduk. sekarang sudah banyak dipasarkan model kursi ergonomis yang gampang disetel sandarannya sehingga menawarkan kenyamanan. Penyebab sakit nyeri punggung umumnya disebabkan peregangan otot atau ligmen karena postur tubuh ketika duduk dalam posisi tidak tepat. timbul rasa lelah dan nyeri pada otot tubuh. physiotheraphist/rehabilitation specialist dari Australia. Duduk bisa mengurangi rasa penat. Jakarta Barat. dan lengan. Punggung yang baik memiliki tiga kurva. di Amerika Serikat (AS). . Oleh karenanya. khususnya yang memiliki kebiasaan duduk berlama-lama mengerjakan tugas. sebuah hasil survei menunjukkan bahwa 85% penduduk Negeri Paman Sam tercatat pernah mengalami sakit punggung setidaknya sekali seumur hidup. Kenapa bisa begitu? Karena pada sikap kerja statis terjadi kontraksi otot yang kuat dan lama tanpa cukup kesempatan pemulihan. Soalnya keluhan pada punggung umumnya berkaitan dengan otot tulang belakang.

Lengkung paling atas adalah segmen servikal (leher). sehingga menyebabkan aliran darah yang mengangkut oksigen menjadi terhambat dan otot kekurangan oksigen. Kelemahan pada salah satu otot akan menambah ketegangan pada otot lain dan akhirnya menimbulkan masalah punggung. yang menyerupai huruf S. Selain itu. punggung tetap menjalankan fungsinya untuk menjaga postur tubuh. perut. Penatalaksanaan yang terbaik pada nyeri punggung pada umumnya berdasarkan penyebab gangguan itu sendiri. Akibatnya. Dalam keadaan tidur pun. teknik fisioterapi menitikberatkan tujuan untuk menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak atau fungsi tubuh yang terganggu yang kemudian diikuti dengan proses atau metode terapi gerak. Dalam keadaan lemah dan kaku.Punggung juga sangat sensitif terhadap ketegangan otot akibat stres sehari-hari. Punggung tersusun dari 24 buah tulang belakang (vertebrae). sehingga memungkinkan sendi-sendi untuk bergerak secara halus. pinggang dan tungkai yang kuat dan fleksibel. Mengenal Struktur Punggung Punggung adalah salah satu organ tubuh yang bekerja nonstop selama 24 jam. cedera dan ketegangan otot. Lengkung lumbar inilah yang bertugas untuk menopang berat seluruh tubuh dan pergerakan. Menurut Barbara. Penyebab lain biasanya akibat penggunaan alas sepatu hak tinggi yang banyak digunakan perempuan. Seluruh rangkaian tulang belakang ini membentuk tiga buah lengkung alamiah. dimana masing-masing vertebrae dipisahkan satu sama lain oleh bantalan tulang rawan atau diskus. Otot punggung ditunjang oleb punggung. dan segmen paling bawah yaitu lumbar (punggung bawah). kurang olahraga. otot punggung mengalami kejang. Setiap diskus memiliki bagian tengah seperti bunga karang yang berongga kecilkecil dan bagian luar yang keras dan mengandung serat saraf untuk rasa nyeri. penderita mengalami nyeri yang semakin menyakitkan apabila tidak segera mendapat penanganan dari dokter. “Fisioterapi adalah latihan untuk membuat kondisi pasien lebih baik dari sebelumnya. di samping kerap pula digunakan untuk rehabilitasi medik pasien penyakit stroke. serta proses penuaan (osteoarthritis) yang menyebabkan bantalan tulang (diskus) keluar dari tempat semestinya dan menghasilkan pertumbuhan tulang baru yang menimbulkan radang sendiri dengan disertai rasa nyeri. Sedangkan diskus atau bantalan tulang rawan berfungsi sebagai penahan guncangan ini terdapat di antara vertebrae. yang dilanjutkan dengan segmen toraks (punggung tengah). Fisioterapi merupakan salah satu cara terapi untuk mengatasi masalah nyeri pungggung.” ujar Barbara. Seluruh otot tersebut berfungsi untuk menahan agar tulang belakang dan diskus tetap dalam posisi normal. .

Duduk dalam posisi tegak 90 derajat. sekitar 32% populasi dunia menghabiskan waktu lebih dari 10 jam sehari untuk duduk di depan meja kerja.” papar Barbara. Posisi Duduk yang Baik Buruknya postur tubuh. dan penggumpalan darah di kaki serta mengurangi kelelahan di kaki. Posisi duduk dengan sudut kemiringan 135 derajat akan memperbaiki sirkulasi darah di bagian bawah tubuh. tulang belakang akan berada dalam posisi ideal. bahkan saat makan siang. posisi duduk santai dengan postur miring 135 derajat adalah posisi terbaik. selulit. kegemukan (obesitas) dan gerakan yang kurang tepat selama bertahun-tahun. dan lebih mudah untuk naik turun kursi. Separuh dari populasi tenrsebut tidak pernah meninggalkan meja kerja. Dalam posisi ini. dua pertiga populasi menambah porsi duduk tegak saat berada di rumah. sehingga mengurangi terjadinya ketegangan otot. Itulah yang menyebabkan kekakuan otot saat seseorang bangun dari tidur.juga terdapat cairan yang mengalir ke dalam dan keluar diskus. lanjut dia. bahu. Gerakan mendadak yang dilakukan ketika baru bangun tidur dapat mengakibatkan cedera punggung. (INVESTOR DAILY. Postur tubuh yang baik. Duduk dengan posisi kemiringan 135 derajat juga akan menghasilkan mobilitas yang lebih baik. Gangguan postur tubuh ideal di masa kecil diakibatkan karena anak terlalu banyak duduk kaku di depan komputer. Maka itu.” ungkap Barbara Dorsch. sehingga akan mudah kembali ke bentuk semula jika tertekan di antara kedua vertebrae. akan mengakibatkan kelainan pada otot dan diskus. “Tubuh akan terasa lebih rileks. ”Postur tubuh yang baik akan melindungi dari cedera sewaktu melakukan gerakan karena beban disebarkan merata keseluruh bagian tulang belakang. Sementara itu. akan dicapai jika telinga. sehingga dapat terhindar dari gangguan varises. sangat sedikit cairan yang keluar dari diskus. bahkan dapat berakibat nyeri punggung. pesawat televisi dan video games. Risiko lainnya. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas sehingga memungkinkan punggung bergerak bebas. kerap menyebabkan timbulnya pergerakan sendi belakang sehingga posisi tubuh tidak seimbang. di mana tulang belakang bagian bawah akan berbentuk seperti huruf S. Berdasarkan data British Chiropractic Association. dan pinggul berada dalam satu garis lurus ke bawah. Pada saat tidur. mudah bergerak di atas kursi. 5-6 April 2008/ humasristek) Sakit punggung bisa dicegah dengan postur ideal Health News Sat. melemahnya kemampuan konsentrasi dan . Diskus yang sehat bersifat elastis. 25 Jun 2005 09:46:00 WIB Postur tubuh ideal yang dapat mencegah masalah kesehatan di usia tua harus diusahakan dengan pola hidup ergonomis sejak dini.

dan 25% populasi menderita sakit punggung kronis. karena sesungguhnya itu adalah kebutuhan anak. "Hanya 15% dari kasus keluhan mengenai penyakit punggung yang disebabkan oleh penyakit tertentu. sisanya disebabkan oleh kurangnya gerak badan dan posisi duduk yang keliru dalam waktu lama. Oleh karena itu. maka ini berbahaya bagi pembentukan tulang tubuh mereka. 80% populasi mengalami masalah punggung sesuai dengan tingkatan usia. Tubuh manusia. pasokan oksigen dan nutrisi yang baik dan stabil." tuturnya. Gerakan badan sangat penting bagi proses ini. Jadi. Sedangkan 50% populasi mengalami masalah punggung yang terjadi minimal setahun sekali. itulah sebabnya mengapa postur tubuh yang diam tidak dapat bertahan . guna memperoleh hasil maksimal. Menurut ketua tim peneliti riset Federal Work Association for Posture and Movement. memerlukan aliran darah. jangan anggap itu suatu kenakalan. Dalam penelitiannya." katanya. dan memberi ruang gerak untuk berbagai aktivitas.ketidaklancaran pasokan oksigen ke otak pada kondisi statis tersebut. bila anak bergerak kesana-kemari. tata ruang kerja yang ergonomis bagi kanak-kanak sebaiknya disesuaikan dengan tinggi badan kanak-kanak. mengetahui keinginan bergerak kanak-kanak. lanjutnya. pesawat televisi dan video games. Untuk itu. kata dia. hal ini secara signifikan berpengaruh terhadap proses pembentukan tulang pada tubuh di masa yang akan datang. risiko melemahnya kemampuan konsentrasi juga terjadi dari ketidaklancaran pasokan oksigen ke otak pada kondisi statis tersebut. "Anak menghabiskan waktunya lebih lama di sekolah. rentan karena rata-rata melewatkan waktu 10 jam setiap harinya untuk duduk. terutama pada kanak-kanak yang mulai tumbuh. Dieter Breithecker proses kemerosotan fungsi tulang pada tubuh dan sistem pergerakan (locomotive system) saat ini telah menjadi masalah kesehatan yang serius di semua kelompok usia. Ini karena kebanyakan guru akan menegur bila mereka duduk dinamis. Selain gangguan yang ditimbulkan pada tubuh akibat anak terlalu banyak duduk kaku di depan komputer. Tidak dinamis. "Beban yang harus disangga oleh tulang belakang akan meningkat sejalan dengan berkurangnya gerakan badan dan meningkatnya waktu yang dihabiskan untuk posisi duduk. Anak-anak yang menginjak usia sekolah." ujarnya pada seminar Ergonomic Lifestyle: Prevent Postural Injury on Kids besutan ErgoWorld di Jakarta belum lama ini. Duduk kaku. statis. Jerman. "Bila anak-anak 'dipaksa' untuk membungkuk terus-menerus. bergerak-gerak." tegasnya.

kan?" tuturnya diselingi tawa. Solusi Lantas apa solusinya? Menurut dia. "Ketika duduk. furnitur yang didesain ergonomis bermanfaat dan signifikan bagi kesuksesan proses belajar anak. dapat menyebabkan masalah psikomotorik secara tidak langsung. Yang terbaik adalah tidak duduk diam. "Rentangkan tangan dengan posisi horisontal dan tahan selama 10 menit saja. Dieter meminta seluruh peserta untuk berdiri. ketidaknyamanan posisi duduk akan sangat mengganggu ketika seorang kanak-kanak harus bekerja pada sebuah bangku atau meja dengan permukaan datar. Oleh karena itu. Menurutnya. Ini sering disebut school headache. tubuh memerlukan meja dan tempat duduk dengan sistem yang memungkinkan si anak untuk bebas bergerak. Saat presentasinya pada seminar itu berlangsung. Belum 10 menit Anda sudah ingin menggerakkan lengan Anda.pada rentang waktu yang lama. Tidak percaya? Tengok saja demonstrasi singkat yang digelar Dieter. Posisi duduk yang statis dapat membuat mental dan fisik melemah. Terutama sekali di masa-masa pembentukan dan pematangan fungsi biologis tubuh dari masa kanak-kanak ke masa remaja." ujarnya. "Duduk yang produktif. Gerak. "Punggung anak-anak biasanya terlihat melengkung dan kepala tertekuk untuk mencapai jarak pandang yang pas antara mata dengan objek pekerjaan di tangannya. badan akan melawan gravitasi." ujarnya. tuturnya. disebabkan karena kurangnya pasokan oksigen. Ini adalah pelajaran ringkas dari ilmu fisiologi. "Posisi optimal untuk bekerja dapat dicapai bila meja tidak hanya dapat disetel . terutama pada tulang belakang. Bergerak lebih baik dari diam." Postur tubuh yang statis-pasif pada furnitur non ergonomis dan terutama pada furnitur dengan ukuran yang tidak tepat. "Itu suatu kekeliruan besar. Itu membuat badan dan pikiran sehat. ujarnya." tegasnya." tandasnya. paling tidak jemari Anda. "Kami telah meneliti kebiasaan duduk kanak-kanak dan kami telah mempelajari bahwa tidak ada posisi yang ideal untuk kondisi duduk yang terus-menerus. Dieter menambahkan banyak orang dewasa berpikir bahwa kanak-kanak memiliki tulang karet dan duduk membungkuk terus-menerus di sekolah tidak akan membahayakan mereka.

"Dalam hal kedalaman tempat duduk." Pergerakan pada simpul syaraf otak yang beragam merupakan dasar bagi kemampuan kognitif seseorang. "Pastikan bahwa permukaan meja bisa dimiringkan sehingga permukaan meja dapat lebih mendekat ke arah si anak saat ia bekerja. sandaran harus menopang di bawah tulang bahu." Pengaturan yang benar atas furnitur sekolah. "Termasuk di dalamnya. Dengan begitu." Kedua. "Menurut penelitian terakhir. tetapi juga kemiringan permukaannya sekitar 16-20 inchi. Posisi tubuh bagian atas dan kepala juga tegak. kedudukan sendi pinggul akan berada lebih tinggi dari sendi lutut. Kemudian angkat lengan hingga membentuk sudut 90? terhadap tubuh. Mula-mula si murid duduk di samping meja dengan lengan santai menggantung lurus ke bawah. sisi depan kursi jangan sampai menekan betis. memanjat. Jenis tugas yang berbeda membutuhkan kemiringan yang berbeda pula. "Gerakan tersebut akan merangsang pertumbuhan jaringan dalam tubuh [synapsidual] lebih lanjut seperti pembentukan jaringan syaraf dan metabolisme. "Pengembangan fungsi syaraf dan pembentukan memori serta kemampuan intelektual sangat terbantu dengan gerakan tubuh anak mulai dari masa pra-sekolah dan masa sekolah dasar." Hal itu tak lain untuk membebaskan gerakan yang dapat merangsang otak. Sudut antara paha dan badan sebaiknya sedikit lebih besar dari 90?. berjingkat.ketinggiannya. atau merentangkan tubuh di kursi." Sebaliknya pula. tujuan terpenting dari synaptic switching [pergerakan simpul syaraf otak dari simpul yang satu ke simpul yang lain] dan pembentukan faktor-faktor yang mengatur sel-sel syaraf adalah terjadinya gerakan tubuh. Bila si murid bersandaran. Telapak sepatu si murid harus menapak lantai." paparnya. ketinggian meja harus diatur sesuai dengan tempat duduk paduannya. tentunya tidak murah untuk beroleh furnitur yang ideal untuk investasi kesehatan anak hingga masa tuanya. Ujung siku berada sekitar dua atau tiga sentimeter di belakang sisi depan permukaan meja. hal ini dapat mengembangkan ingatan jangka pendek dan kemampuan belajar. menurut dia. Jadi. Sebuah kursi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak . Pertama. gerakan berjalan. kursi harus diatur dengan ketinggian sisi depan kursi sama dengan bagian bawah dari lutut si murid. permukaan area tulis dan baca akan menjadi pas dan nyaman. Hasilnya." Namun. dapat dilaksanakan dalam dua tahap. dari sisi neurotropik (pemeliharaan sel) adalah menjamin proses gerakan pada simpul syaraf otak tersebut dan menjaga struktur syaraf.

bila pasien duduk atau dalam keadaan fleksi maka kurva tersebut menghilang. otot dan jaringan fibrosa. Komponen penting dari deformitas itu adalah rotasi vertebra. Bentuk skoliosis yang paling sering dijumpai adalah deformitas tripanal dengan komponen lateral.6 juta per buah.tersebut. processus spinosus memutar kearah konkavitas kurva. mengandung arti kondisi patologik.Faktor genetik Dilaporkan bahwa faktor genetik mempunyai komponen pada perkembangan scoliosis. . Pada skoliosis struktural terapat deformitas yang tidak dapat diperbaiki pada segmen tulang belakang yang terkena.Perkembangan Spinal dan Teori Biomekanik . namun ada beberapa perbedaan teori yang menunjukkan penyebabnya seperti faktor genetik.anterior posterior dan rotasional. (03) Sumber: Majalah HealthToday skoliosis Skoliosis berasal dari kata Yunani yang berarti lengkungan. Kecepatan progresivitas skoliosis pada umumnya dilaporkan pada pasien dengan growth hormone. terjadi peningkatan insiden pada keluarga pasien dengan scoliosis idiopatik dibandingkan dengan pasien yang tidak mempunyai riwayat penyakit scoliosis. Skoliosis idiopatik dengan kurva lebih dari 10 derajat dilaporkan dengan prevalensi 0. abnormalitas pertumbuhan.torakal. dan skoliosis idiopatik. Pada skoliosis postural. . deformitas bersifat sekunder atau sebagai kompensasi terhadap beberapa keadaan diluar tulang belakang. misalnya dengan kaki yang pendek. neuromuskular. Prevalensi dilaporkan pada kurva lebih dari 30 derajat yaitu 1. di Ergoworld Mal Artha Gading dan Mal Pondok Indah dibandroli Rp5. namun dilaporkan paling banyak dijumpai di Eropa daripada Amerika Utara. dan lebih banyak laki-laki dari pada perempuan. INSIDEN Sekitar 80% skoliosis adalah idiopatik. hormonal. Skoliosis dapat dibagi atas dua yaitu skoliosis struktural dan non struktural (postural). dan lumbal membentuk kolumna vertikal dengan pusat vertebra berada pada garis tengah.Faktor hormonal. ETIOLOGI Walaupun penyebab skoliosis idiopatik tidak diketahui.Vertebra servikal. Skoliosis adalah deformitas tulang belakang yang menggambarkan deviasi vertebra kearah lateral dan rotasional. . Insiden yang terjadi pada skoliosis idiopatik infantil bervariasi. Sekresi melatonin pada malam hari menyebabkan penurunan progresivitas scoliosis dibandingkan dengan pasien tanpa progresivitas. gangguan biomekanik dan neuromuskular tulang.5-3 per 1000 penduduk. Hormon pertumbuhan juga diduga mempunyai peranan pada perkembangan skoliosis. Defisiensi melatonin diajukan sebgai penyebab scoliosis.5-3 per 100 anak dan remaja. atau kemiringan pelvis akibat kontraktur pinggul. Skoliosis structural dapat dibagi menjadi tiga kategori utama : kongenital.

. rib hump dan asimetri skapula. vertebra berotasi disekeliling sumbunya yang panjang. terdiri atas 7 ruas • Vertebra torakalis. di beberapa tempat membentuk beberapa lengkungan. Foramen vertebrae dari ruas-ruas tulang belakang bersama-sama membentuk suatu saluran yang disebut kanalis vertebralis yang berisikan medulla spinalis. Gambaran Klinis Gambaran yang terlihat pada skoliosis adalah manifestasi dari tiga deformitas. tampak punggung yang miring. yaitu : • Lordosis cervikalis. terdiri atas 5 ruas • Vertebra sacralis. terdiri atas 5 ruas dan membentuk os sacrum • Vertebra coccygeus. tulang. dimana dihubungkan dengan waktu kecepatan pertumbuhan pada remaja. Jika pasien dilihat dari belakang dapat memperlihatkan deviasi lateral processus spinosus dari garis tengah. Pada kurva yang lebih besar kadang-kadang disertai dengan keluhan nyeri dan sesak. melengkung ke dorsal didaerah torakal • Lordosis lumbalis. Pada kurva thorakal. terdiri atas 5 ruas dan membentuk os coccygeus Bentuk kolumna vertebralis tidak lurus. Ruas-ruas tulang belakang tersusun menjadi columna vertebralis yang terdiri atas • Vertebra cervikalis. Beberapa teori didasari atas observasi pada kondisi seperti syndrome Marfan (gangguan fibrillin).Abnormalitas Jaringan. . yang berada diantara corpus dan arcus vertebrae. Beberapa teori diajukan sebagai komponen struktural pada komponen tulang belakang (otot. duchenne muscular dystrophy (gangguan otot) dan displasia fibrosa pada tulang. Pada kurva lumbal tampak penonjolan asimetris salah satu pinggul. ANATOMI TULANG BELAKANG Pada umumnya vertebra terdiri dari corpus. ligamentum dan atau discus) sebagai penyebab skoliosis. melengkung kedaerah sacral DIAGNOSIS Anamnesis Perlu ditanyakan riwayat keluarga akan skoliosis atau suatu catatan mengenai beberapa kelainan selama kehamilan atau persalinan. Bila terjadi deviasi lateral vertebra. melengkung ke anterior daerah lumbal • Kyphosis sacralis. arcus processus spinosus dan processus transversus. kejadian penting dalam perkembangan harus dicatat. yang menyebabkan penonjolan iga (rib hump). Diantara corpus vertebrae yang lain terdapat discus intervertebralis. melengkung ke anterior didaerah cervical • Kyphosis torakalis. gambaran tersebut diakibatkan oleh kombinasi deviasi lateral korpus vertebra dan dinding dada.Abnormalitas dari mekanisme pertumbuhan spinal juga menunjukkan penyebab dari perkembangan dan progresivitas skoliosis. Lengkungan yang cembung kekanan memperlihatkan berbagai derajat rotasi. terdiri atas 12 ruas • Vertebra lumbalis. Ditengah setiap vertebra terdapat lubang yang disebut foramen vertebrae.

hal ini penting karena kurva sering bertambah selama periode pertumbuhan dan pematangan kerangka yang cepat. pada proyeksi posterior-anterior. Kurva structural akan memperlihatkan rotasi vertebra .13 . jika deviasi lateral vertebra meningkat. grade 1 menandakan penulangan mencapai 25%. tetapi hubungan ini tidak linear dan banyak lengkung minor memperlihatkan rotasi yang nyata sedangkan beberapa deformitas skoliotik sedang dan berat hanya memperlihatkan unsur rotasional yang lebih ringan. hal ini biasanya menunjukkan derajat kurvatura > 200 pada pengukuran cobb’s angle pada radiologi sehingga memerlukan evaluasi yang lanjut12. sebagai contoh kurva dibawah vertebra lumbal akan membutuhkan posisi membungkuk lebih jauh dibanding kurva pada thorakal. Derajat Risser adalah sebagai berikut : Grade 0 menandakan tidak ada ossifikasi. Perpotongan kedua garis ini membentuk suatu sudut yang diukur. pengukuran ini signifikan apabila hasil yang diperoleh lebih besar dari 5 derajat. begitu juga deformitas rotasinya. pertambahan skoliosis hanya minimal. kemudian atur posisi pasien karena posisi ini akan berubah-ubah tergantung pada lokasi kurvatura. dimana ossifikasi pada apofisis iliaka dimulai dari Spina iliaka anterior superior (SIAS) ke posteriormedial. Skoliometer Skoliometer adalah sebuah alat untuk mengukur sudut kurvaturai.Setelah pasien dilihat dari belang dalam posisi berdiri tegak. Pada screening. Pada posisi fleksi kedepan. dilakukan tes fleksi ke depan yang disebut Forward Bend Test. biarkan skoliometer tanpa ditekan. Cobb Angle diukur dengan menggambar garis tegak lurus dari batas superior dari vertebra paling atas pada lengkungan dan garis tegak lurus dari akhir inferior vertebra paling bawah. vertebra yang mengarah ke puncak prosessus spinosus menyimpang kegaris tengah. grade 4 mencapai 76% dan grade 5 menunjukkan fusi tulang yang komplit. deformitas rotasi dapat diamati paling mudah.Pemeriksaan Radiologis 1. Tepi iliaka dibagi kedalam 4 kuadran dan ditentukan kedalam grade 0 sampai 5. Apofisis iliaka mulai mengalami penulangan segera setelah pubertas. Menentukan maturitas skeletal melalui tanda Risser. ossifikasi meluas kemedial dan jika penulangan krista iliaka selesai. Skoliosis Idiopatik Lembaga Penelitian Skoliosis (The Scoliosis Research Society) merekomendasikan bahwa Skoliosis Idiopatik digolongkan berdasarkan umur pasien pada saat diagnosis . Cara pengukuran dengan skoliometer dilakukan pada pasien dengan posisi membungkuk. grade 2 mencapai 26-50%. Pada umumnya. kemudian baca angka derajat kurva. X-Ray Proyeksi Foto polos : Harus diambil dengan posterior dan lateral penuh terhadap tulang belakang dan krista iliaka dengan posisi tegak. dan penonjolan iga atau penonjolan paralumbal dapat dideteksi. untuk menilai derajat kurva dengan metode Cobb dan menilai maturitas skeletal dengan metode Risser. Maturitas kerangka dinilai dengan beberapa cara. grade 3 mencapai 51-75%. Kemudian letakkan skoliometer pada apeks kurva. Lengkung minor sering mudah dideteksi dengan komponen rotasinya. ujung atas dan bawah kurva diidentifikasi sewaktu tingkat simetri vertebra diperoleh kembali.

sudut yang dibentuk pada perpotongan kedua garis tersebut disebut RVA (Rib-Vertebra Angle). arthrodesis anterior dan posterior dapat dipertimbangkan. Skoliosis Idiopatik Juvenil Skoliosis Idiopatik Juvenil terjadi pada umur 4-10 tahun. Jika tekhnik memungkinkan. Berbagai bentuk dapat terjadi namun kurva torakal biasanya kekanan. Tanda adanya progresif pada radiologi jika terdapat perubahan paling sedikit 5-70 sehingga dibutuhkan Brace. Perkembangan metode Mehta dilakukan untuk membedakan kedua tipe kurva tersebut. Jika kurva tidak progresif maka observasi diteruskan sampai skelet matur. Pertama. Pada anakanak yang masih muda. dengan menggambar sebuah garis perpendikular ke end-plate pada apeks vertebra. Untuk kurva yang kurang dari 200 maka dilakukan observasi dengan pemeriksaan radiologi PA tegak setiap 4-6 bulan. Penatalaksanaan : Penatalaksanaan yang utama pada scoliosis infantile adalah non bedah. Pada scoliosis juvenile ini. Skoliosis Idiopatik Infantil Kelengkungan vertebra berkembang saat lahir sampai usia 3 tahun. pembedahan stabilisasi tetap dibutuhkan. Kedua menarik garis yang memotong caput dan collum pada costa. skoliosis juvenil ditangani sesuai pedoman yang sama terhadap skoliosis adolescent. James. Interval antara penggunaan gips ditentukan dengan pertumbuhan rata-rata anak tapi biasanya penggantian gips dibutuhkan selama 2-3 bulan. 1.ditegakkan. (2). pertama kali menggunakan istilah skoliosis idiopatik infantil. Gabungan antara arthrodesis anterior dan posterior perlu untuk mencegah “crankshaft phenomenon”. Walaupun banyak literatur yang menunjukkan pengobatan orthotik . pemberian gips secara bertahap dengan anestesi umum sampai cukup besar untuk ortoshis. Skoliosis Juvenil biasanya lebih progresif dari adolesent. batang subkutaneus dapat dipertimbangkan. . Kurva dengan RVAD > 200 dapat menunjukkan progresivitas. Lonstein menemukan bahwa 67% pasien dengan umur dibawah 10 tahun menunjukkan progresivitas kurva dan resiko progresivitas 100% pada pasien yang berumur < 10 tahun yang mempunyai kurva lebih dari 200. Penggunaan penyangga (brace) di pakai sampai terjadi stabilisasi kurva minimal 2 tahun. Jenis bentuk tipe kurva yang terlihat pada skoliosis juvenil adalah kurva thoracic > double thoracic > thorakolumbal > Lumbal. Jika kurva besar atau bertambah walaupun dengan orthosis. Penatalaksanaan: Walaupun cenderung progresif dan membutuhkan pembedahan. untuk pasien dengan resolving type yaitu dilakukan pemeriksaan fisis dan radiologi tiap 3-6 bulan. . dimana lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan dan sebagian besar torakal melengkung kiri. dengan cara pengukuran pada posisi AP radiologi. termasuk hanya struktural atau kurva primer. Jika pembedahan dibutuhkan. metode Mehta RVAD kurang digunakan dalam menentukan prognosis dibandingkan dengan skoliosis infantil. Penggunaan brace dapat dengan jenis Milwaukee Brace (Cervical-Thoracic-LumbarSacral-Orthosis) atau Boston Brace (Thoracic-Lumbar-Sacral-Orthosis). mencatat bahwa kurva terjadi sebelum umur 3 tahun. untuk progressive type maka penggunaan gips atau brace merupakan pilihan. Dua tipe kurva dilaporkan pada skoliosis infantil yaitu resolving type (85%) dan progressive type (15%).

or C) (3). King II. 5. . Skoliosis Idiopatik Adolescent Skoliosis Idiopatik adolescent terjadi pada umur 10 tahun atau lebih.Kurva thorakal ganda Klasifikasi Lenke Klasifikasi Lenke merupakan system yang dikembangkan dalam mengklasifikasikan scoliosis Idiopatik Adolescent (AIS). Untuk mendiagnosa sebagai scoliosis idiopatik. Double major thorakal curve11. scoliosis jenis ini paling sering terjadi pada remaja putri. Sagittal thoracal modifier (-.Kurva thorakal lebih besar daripada kurva lumbal 3. Apeks biasanya pada T3 dengan kurva memanjng dari C7 atau T1 sampai T4 atau T5.12 Klasifikasi King Sejak awal tahun 1983. Pembedahan dilakukan pada kurva >500. lumbal. Bagaimanapun. system King-Moe telah mengklasifikasikan scoliosis idiopatik adolescent (AIS) untuk terapi pembedahan kemudian semua pasien diterapi dengan menggunakan instrument batang Harrington untuk mengoreksi deformitas.N or +) . 6. Sistem Klasifikasi Lenke memadukan tiga komponen (1).King I. Bentuk Kurva Ada lima bentuk kurva scoliosis idiopatik adolescent yang pertama diklasifikasikan oleh Ponseti dan Friedman. dapat digunakan dengan subcutaneous rod. Single major thoracolumbar curve. sedangkan Moe mengklasifikasikan kedalam 6 bentuk 1. Milwaukee brace tetap diprioritaskan.pada scoliosis juvenile. Bentuk kurva ini umumnya melengkung kekanan. jika terdapat progresivitas maka program brace full-time dilanjutkan kembali. kini telah direkomendasikan dalam pengobatan spesifik dengan perbedaan metode pengobatan. . harus mempunyai derajat kurvatura minimal 100 dengan rotasional dan deviasi lateraral pada radiologi ( < 10 derajat dapat dikatakan normal). TLSO biasanya digunakan untuk kurva thorakal dengan apeks pada T8 atau dibawah. brace digunakan full-time (23 jam perhari) kemudian dikurangi secara berangsur-angsur. Single majorhigh thoracic curve. King IV-Kurva thorakal panjang dimana L4 miring kedalam kurva 5. Kurva lumbal mempunyai apeks antara discus L1-L2 dan L4. King tidak memasukkan thorakolumbal. 2. (3). Single major thoracic curve. Pada awalnya. multihook segmental system atau spinal fusion. 1. Spinal fusion dapat dilakukan dengan anterior dan posterior perlu untuk mencegah “crankshaft phenomenon”. 3. Lumbar spine modifier (A. . Tipe Kurva (1-6) (2). atau ganda atau tiga kurva mayor pada klasifikasinya. Apeks kurva thorakolumbal pada T12 atau L1.Kurva lumbal lebih besar dari kurva torakal 2. pasien harus tetap berhati-hati adanya tanda progresivitas. Combined thoracic and lumbar curves (double major kurves) 4. King III-kurva torakal dngan kurva lumbal tidak melewati garis tengah 4.B. Single major lumbar curve. King V.

dan jika perempuan belum mencapai periode menstruasi pertama. Pemilihan fusi posterior a.Masih bertumbuh dan memiliki derajat kelengkungan 20-290 yang semakin memburuk5. Pemasangan penyangga dapat digunakan seperti penyangga dari Milwaukee atau penyangga dari Boston. atau .8. pasien secara bertahap dilepaskan dari brace. operasi dilakukan apabila sudut lebih dari 400 atau terjadi progresifitas dari sudut sebelum usia penderita mencapai dewasa.8.10.10. Mencegah nyeri III.. Menjaga fungsi respirasi 3. Brace harus digunakan 16-23 jam sehari dan harus dipakai sampai ada maturitas skeletal. Tingkat/luas fusi . Indikasi operasi : a. Mencegah progresivitas kurva b. Patokan untuk melakukan operasi ini adalah dengan melakukan follow up secara teratur. Tujuan Pengobatan a. Apabila terdapat deformitas yang memberikan gangguan dan pengobatan c. Secara periodik.memilih waktu pertumbuhan kurang lebih 2 tahun lagi. Progresifitas kurva melebihi 500 pada orang dewasa II.8. Orthosis (Brace) Pasien disarankan untuk menggunakan brace untuk mencegah pertambahan kelengkungan ketika : . radiograf dilakukan untuk mengetahui manfaat terapi. kira-kira 15-20 % pasien yang diterapi akan memperlihatkan progresifitas lengkung yang nyata. .PENANGANAN Prinsip Penanganan 1. Meskipun memakai brace. Mengurangi Nyeri5. Pengobatan konservatif yang tidak berhasil d. b.11 Brace membantu mengurangi progresivitas kurva akan tetapi tidak mengurangi besarnya deformitas. Menjaga keseimbangan vertebra dan pelvis c. Pengobatan operatif I.11 Penanganan Non operatif a. selama terapi brace. Mencegah Progresifitas dan menjaga keseimbangan 2.11 b.10. yang biasanya terjadi pada usia 14 tahun pada wanita dan 16 tahun pada laki-laki.pasien masih bertumbuh dan derajat kelengkungan berkisar 25-300 . 2. derajat kelengkungan 20-290. Menjaga fungsi respirasi d. Pada saat skeletal matur.melakukan pemeriksaan 3 bulan setelah pertamakali knjungan dan setiap6-9 bulan untuk kurva yang kurang dari 200 dan tiap 4-6 bulan untuk kurva yang lebih dari 200. 5. Observasi Observasi diindikasikan pada derajat kurva yang kurang dari 250 pada pasien immatur dan kurang dari 500 pada pasien matur. Tergantung klasifikasi skoliosis ( King atau Lenke) b.

Jika lebih dari 50o dianggap tak normal.Harus termasuk dalam Harrington Stable Zone . tulang belakang melengkung menyamping. Jarang menyebabkan nyeri dan tak menimbulkan gangguan saat dewasa. utamanya pada King tipe II. lordosis Tulang belakang yang normal jika dilihat dari belakang akan tampak lurus. Kifosis (berasal dari bahasa Yunani. Pertama. fusi harus dihentikan satu level diatas Stable vertebra. overkoreksi pada kurva torakal harus dihindari. Secara umum dikenal tiga jenis kifosis. Scheuermann’s khyphosis (diambil dari nama radiolog Denmark yang pertama kali menandainya). .Jika mungikin. . dimana ditentukan dengan dua garis perpendicular dari pedikel sacral . Bisa mempengaruhi tulang punggung atas dan bawah (panggul). kelainan bawaan sejak di rahim ibu yang harus diatasi sedini mungkin. gangguan perkembangan paha. dan pemberian obat antiradang pereda nyeri.Untuk mencegah dekompensasi koronal post operative. latihan memperkuat tulang belakang. . gangguan perkembangan atau penyakit degeneratif. punggung nyeri. Distal Vertebra harus Neutral Stable dan horizontal sampai sacrum setelah instrumentasi. Baru disebut kifosis bila lengkungnya lebih dari 40o. Kifosis sering dihubungkan dengan skoliois. Lain halnya pada tulang belakang penderita lordosis. dan gangguan neuromuskuler..Untuk King Tipe I dan IV. hindari fusi dibawah L4 untuk menjaga gerakan segmen distal. Kifosis adalah suatu kelainan bentuk pada tulang belakang yang bisa terjadi akibat trauma. serta kaku yang awalnya dianggap wajar akibat kegiatan harian. Ketiga. deformitas dan maturitas skelertal. Banyak terjadi di usia belasan tahun terutama pada remaja pria yang terlalu kurus. kyphos yang berarti punuk). Kedua. Bisa diatasi dengan memakai brace (rompi penyangga batang tubuh). sebelum berusia 10 tahun. Mengatasinya dengan memperkuat otot perut dan lutut yang membuat tubuh lebih nyaman. dimana tidak ada rotasi vertebra .Harus termasuk Neutral Vertebra . Kifosis ringan mungkin belum disadari karena nyaris tak menimbulkan keluhan kecuali rasa lelah. kifosis Prognosis tergantung atas besarnya derajat kurva. Gerak tertentu bisa memicu nyeri dan akhirnya tak kuat duduk atau berdiri lama. Gejala lain bervariasi sesuai dengan gangguan lain yang menyertainya seperti distrofi muskuler. Gejala yang timbul akibat lordosis berbeda-beda untuk tiap orang. postural kyphosis yang paling banyak ditemui (pada remaja putri) dan biasa disebut “bungkuk udang”. Gejala lordosis yang paling sering adalah penonjolan bokong. Pada derajat kurva yang ringan dengan skeletal yang sudah matur umumnya tidak mengalami progresif. congenital kyphosis. akan tampak bengkok terutama di punggung bagian bawah .

Lordosis yang terjadi akibat gangguan paha harus diobati bersama dengan gangguan paha tersebut. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengukur dan menilai kebengkokan. serta sudutnya. atau dapat diakibatkan oleh infeksi atau cedera tulang belakang. dan perubahan pola buang air besar dan buang air kecil dapat terjadi pada lordosis. . gejala lordosis juga seringkali menyerupai gejala gangguan atau deformitas tulang belakang lainnya. Jika terjadi gejala ini. Latihan untuk memperbaiki sikap tubuh dapat dilakukan jika lordosis disebabkan oleh kelainan sikap tubuh.Nyeri pinggang. tetapi jarang. dibutuhkan pemeriksaan lanjut oleh dokter. nyeri yang menjalar ke tungkai. Untuk membedakannya dilakukan beberapa pemeriksaan seperti : • • • • Sinar X. Magnetic resonance imaging (MRI) Computed tomography scan (CT Scan) Pemeriksaan darah Tujuan pengobatan lordosis adalah menghentikan semakin membengkoknya tulang belakang dan mencegah deformitas (kelainan bentuk). Selain itu. Penatalaksanaan lordosis tergantung pada penyebab lordosis.