Anda di halaman 1dari 4

TUGAS RESPONSI NAMA : BAGUS GEDE KRISNA ASTAYOGI NIM : 092011101010

1. Klasifikasi katarak berdasarkan usia (Tjokronegoro, 2000): a. Katarak yang sudah terlihat di bawah 1 tahun: Katarak Kongenital b. Katarak yang terjadi sesudah usia 1 tahun: Katarak Juvenile c. Katarak setelah usia 50 tahun atau lebih: Katarak Senilis 2. Gejala Umum dari Diabetes Melitus - Banyak kencing (poliuri) - Haus dan banyak minum (polidipsi) - Lapar (polifagi) - Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya - Lemah badan, kesemutan, gatal, pandangan kabur - Gairah sex menurun - Luka sukar sembuh 3. Pemeriksaan Keadaan Umum Pemeriksaan ini untuk mengetahui keadaan umum kesehatan pasien. Jika pasien dalam keadaan normal maka akan ditemukan bahwa pasien kooperatif, gerakannya terarah, dan hanya merasa sedikit tegang atau cemas. Sebaliknya jika pasien kritis atau memburuk mungkin ditemukan kondisi yang tidak kooperatif, bingung, dengan gerakan yang tidak terarah, gemetarm dan merasa sangat cemas atau bahkan agitatif. Pada saat pemeriksaan ini akan didapatkan kesan umum mengenai keadaan pasien. Yang dinilai pada keadaan umum adalah: a. Kesan keadaan sakit Perhatikan keadaan pasien. Apakah pasien tampak sakit ringan, sedang, atau berat, sesuai dengan jenis penyakit atau stadium dari penyakit tersebut. b. Status Gizi Ditetapkan berdasarkan perbandingan tinggi dan berat badan. Hasilnya akan didapatkan pasien dengan status gizi cukup, kurang, atau berlebih. c. Tingkat Kesadaran Penurunan kesadaran dibagi dalam beberapa tingkatan, yaitu: - Komposmentis o Kesadaran normal o Menyadari seluruh asupan panca indera dan bereaksi secara optimal terhadap seluruh rangsang baik dari dalam maupun dari luar

atletikus (proporsional). Selanjutnya jika ditemukan efloresensi pada kulit temukan juga lokasi. Selain itu dapat juga terlihat sianosis atau ikterik. e. dan ukurannya. gerakannya lambat dan lutu gemetar . Habitus/postur tubuh.- - - - Somnolen o Mengantuk o Mata tampak cenderung menutup o Masih dapat dibangunkan dengan perintah o Masih dapat menjawab pertanyaan meskipun sedikit bingung o Gelisah o Orientasi terhadap sekitar menurun Stupor/Sopor o Mata tertutup o Dengan rangsang nyeri atau suara keras baru membuka mata o Bersuara satu dua kata o Refleks motorik menghindar terhadap nyeri Semikoma atau Soporokoma o Mata tetap tertutup setelah diberi rangsang nyeri yang kuat o Hanya bersuara mengerang tidak jelas o Refleks motorik berupa gerakan primitive Koma o Dengan rangsang apapun. f.Gait ataksik .Gait akibat kelemahan o Unsteadiness o Mengharapkan bantuan o Menyerupai ataksia. Postur tubuh seseorang dapat merupakan predisposisi timbulnya suatu penyakit. g. Pentafsiran umur pasien Lebih tua dari sebenarnya terdapat pada penyakit kronik Alzheimer. Secara umum postur seseorang dapat dibagi menjadi: astenikus (kurus). bentuk. Lebih muda dari sebenarnya terdapat pada skizofrenia herbrephrenic dan pada orang-orang yang kesehatan fisik maupun mentalnya sangat baik. dan piknikus (gemuk). tidak ada reaksi sama sekali d. Warna kulit dan efloresensi Dapat digunakan untuk menilai perfusi jaringan. Cara berjalan . Kulit dapat berwarna kemerahan atau pucat.

Refleks senilis 5. Diagnosis banding Leukokoria . dan pada gonioskopi ditemukan sudut bilik mata depan yang terbuka. - 4. 6.Ablatio retina . a.Katarak . langkah pendek. diseret. Terdapat suatu postur yang khas dengan deformitas tubuh. o Terdapat variasi gerakan seperti menari dan meloncat o Gait apraksia o Hilangnya kemampuan untuk menggunakan anggota gerak bawah secara semestinya saat berjalan. o Tubuh membungkuk. dan diseret. kaku (rigid). dengan langkah ireguler o Sering disertai hilangnya gerakan yang bersamaan.- - Gangguan dari rasa posisi dan gerak dari bagian tubuh (persendian.Obscura corpus vitreous .Retinoblastoma . Pada katarak terjadi kekeruhan pada lensa. Sedangkan pada refleks senilis hanya terjadi pengerasan pada lensa akibat proses degeneratif. dan tendon dari tungkai) dan hilangnya orientasi spasial. dan pergelangan tanganm namun jari-jari ekstensi pada persendian interfalangeal.Endoftalmitis . Gait Parkinsonism o Berjalan lambat. Pada glaucoma kronis mata tidak merah dan tidak nyeri. ekstremitas atas fleksi pada bahu. lutut flexi. Patofisiologi . Marche a e petit pas o Cara berjalan seperti pada parkinsonism o Gerakan lambat. dengan kepala dan leher ke depan. siku.Miopia tinggi . leukokoria terjadi akibat kekeruhan media lensa. Refleks senilis adalah refleksi bayangan berwarna abu-abu dari pupil orang lanjut usia akibat proses dari pengerasan kapsul lensa. pasien berjalan dengan langkah kecil-kecil seperti dibuatbuat. meskipun tidak dijumpai adanya gangguan sensorik atau kelemahan motorik. otot. Glaukoma Kronis Merupakan kelainan mata akibat peningkatan tekanan intra okuler yang sifatnya perlahan/kronis.Hiperplasti corpus vitreous .

terdapat skotoma parasentral superior.Terjadi hambatan menahun pada sistem pembuangan/outflow aquos humor sehingga pada akhirnya terjadi peningkatan TIO. Hambatan ini disebabkan oleh: o Kelainan pada meshwork/trabekulum sehingga terjadi penebalan sel endotel atau penyempitan rongga intratrabekuler o Kelainan pada kanal Schlem. konstriksi perifer atau skotoma luas. kadang-kadang tidak ada keluhan  Biasanya penderita datang dengan stadium yang sudah lanjut dengan keluhan kabur atau penyempitan lapangan pandang yang berat o Objektif:  Tunnel vision  Segmen anterior: dbn  Funduskopi: Ekskavasasio/ penggaungan papil saraf optic  TIO > 21 mmHg  Gonioskopi: sudut bilik mata depan terbuka  Gangguan lapangan pandang. tergantung derajat kerusakan papil saraf optik . sakit kepala minimal. atau terjadinya kolaps kanal akibat kelemahan otot silier o Kelemahan pada saluran intrasklera sehingga terjadi penyempitan Peningkatan TIO kronis/perlahan akan menyebabkan: o Mata tampak tenang dan tidak nyeri akibat tidak adanya gangguan pada segmen anterior mata o Terjadi ekskavasasio papil saraf optic dimulai dari temporal bawah b. Gambaran Klinis o Subjektif:  Kadang-kadang kabur.