Anda di halaman 1dari 2

Aqliyah dan Naqliyah Dalil naqli/naqliyah ialah dalil yang bersumber dari kitabullah yakni Alquran wa Sunnah (Alquran

dan Hadits), Sedangkan dalil Aqli/Aqliyah ialah dalil yang bersumber dari akal Manusia. Adapun dalil aqli (akal) yang benar adalah yang sesuai dengan dalil naqali/nash yang shahih. Ijma secara lughowiyah(bahasa) berarti berupaya (tekad) terhadap sesuatu, bersepakat atas sesuatu. Adapun Ijmak yang dapat diterima ialah ijma para Sahabat Nabi, yang tak diketahui ada perselisihan tentang itu. Inilah Ijma' yang dipakai Imam Syafii sebagai landasan hukum. yaitu ijma' para sahabat, dan bukan kesepakatan seluruh mujtahid pada masa tertentu terhadap suatu hukum. (Wahbah al-Zuhaili, Ushul Fiqh al-Islami, hal 468.) ========================================================== Qiyas menurut ulama ushul adalah menerangkan sesuatu yang tidak ada nashnya dalam Al Quran dan hadits dengan cara mempersesuaikan dengan sesuatu yang ditetapkan hukumnya yang berdasarkan nash Alquran dan Hadits. (penerapan hukum analogi yang serupa karena prinsip persamaan illat syariyah) illat syariyah, yakni illat yang termaktub di dalam dalil. Semisal : Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (Qs.5:90) Haramnya meminum khamr berdasar illat hukumnya adalah memabukan. Maka setiap minuman yang terdapat di dalamnya illat sama dengan khamar dalam hukumnya maka minuman tersebut adalah haram. (Prof. Muhammad Abu Zahrah, Ushul Fiqh, Jakarta, Pustaka Firdaus. 1995. Hal 336) ========================================================== Kita sebagai manusia yang berakal tentunya kita mendengarkan apa apa yang dikatakan oleh Alquran dan Hadits (Kitabullah Wa Sunnah) sebagaimana (AzZumar: 17-18) .......Sebab itu sampaikanlah berita (gembira) itu kepada hamba-

hamba-Ku yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. . Dan bukan bertaqlid buta (bersandar tanpa ilmu) sebagaimana (Al-Baqarah: 170) Dan apabila dikatakan kepada mereka: Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah, mereka menjawab: Tidak! Tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami. (Apakah mereka akan mengikutinya juga) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?. Semoga kita dapat menggunakan akal kita sebaik-baiknya dengan mengedepankan perkataan Allah dan Rasulnya yang mulia. Barakhallahufikum...terimakasih.