Anda di halaman 1dari 5

ETIKA KEILMUAN oleh Herman RN I.

PENDAHULUAN Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab , yang juga diambil dari bahasa Yunani ; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata tersebut merupakan kata majemuk yang diambil dari kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = “kebijaksanaan”). Dapat diartikan secara harafiah orang sedang berfilsafat adalah orang “pencinta kebijaksanaan”. Dia disebut pula dengan filsuf. Sebagai orang yang berpikir (filsafat) sudah tentu ia memiliki pemikiran bagaikan dua sisi mata uang, baik dan buruk sehingga dalam ilmu filsafat dikenal nama etika, yakni aturan untuk membedakan baik dan buruk. Kecuali itu, filsafat juga mengacu kepada hal yang indah sehingga ia dapat dipertanggungjawabkan dan diperdebatkan. Karenanya, definisi filsafat pun dapat pula menimbulkan beragam falsafi.Namun demikian, para ahli sepakat bahwa filsafat adalah sebuah studi yang mengkaji seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia serta segala hal yang terjadi di semesta. Oleh karena itu, filsafat dapat dijadikan sebagai disiplin ilmu rasio dan logika. Sebagai sebuah disiplin ilmu dan keilmuwan, dalam filsafat tekandung nilai-nilai seperti etika, moral, norma, dan kesusilaan. Demikian pula pada aplikasinya, seorang ilmuwan dalam kehidupan sehari-hari seakan dituntut untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya, baik saat berpikir maupun bertindak. Kendati tinggi ilmu seseorang, apabila tidak memiliki nilai-nilai yang sudah menjadi semacam aturan tertuntut dalam kehidupannya, orang tersebut tidak akan dipandang tinggi. Dalam sebuah riwayat dikatakan “Al adabu fauqal „ilmi” (Adab itu lebih tinggi daripada ilmu). II. PENJELASAN 2.1 Etika Keilmuwan Istilah etika keilmuwan mengantarkan kita pada kontemplasi mendalam, baik mengenai hakekat, proses pembentukan, lembaga yang memproduksi ilmu lingkungan yang kondusif dalam pengembangan ilmu, maupun moralitas dalam memperoleh dan mendayagunakan ilmu tersebut. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. 2.1.1 Etika Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edis ketiga (2005:309), etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk serta tentang hak dan kewajiban moral. Moral yang dimaksudkan di sini adalah akhlak, yakni budi pekerti atau kelakuan makhluk hidup. Sementara itu, dalam wikipedia.com disebutkan bahwa etika itu membahas tentang perilaku menuju kehidupan yang baik, yang di dalamnya ada aspek kebenaran, tanggung jawab, peran, dan sebagainya.

yakni mengenai keindahan dan implementasinya dalam kehidupan.2 Problematika Keilmuwan Cabang ilmu yang mencakup pengetahun tentang baik-buruk dan pengetahuan tentang indah-jelek merupakan kombinasi antara dua kategori pengetahuan.1. 2005:787). Berbicara keilmuwan berarti bicara mengenai orang dan lembaga tentang disiplin ilmu tertentu. yang berlaku. Norma juga dapat disebutkan sebagai ukuran atau kaedah yang menjadi tolok ukur untuk menilai atau memperbandingkan sesuatu (KBBI. setiap masyarakat harus menaati …. ethos. Jika kembali kepada kata muasalnya. 2. melainkan adab. sesungguhnya moral telah membuat posisi manusia berbeda (terhormat) dengan makhluk Tuhan lainnya. yang berpangkal pada isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan (KBBI. dipakai sebagai panduan. 2005: 787 dan 1110). 2. yaitu didasarkan kepada pengertian mengenai baik-buruk. berdisiplin. sebagai ajaran tentang baik-buruk yang diterima akibat perbuatan. dan sebagainya oleh manusia. Karena itu. tatanan. yaitu ilmu yang berbasis pada logika dan etika atau moralitas yang mempersoalkan baik dan buruk. Kedua. 2005:6-7). Kesusilaan dapat pula menjadi bagian dari adab dan sopan santun (KBBI.4 Kesusilaan Kesusilaan atau susila merupakan bagian kecil dari norma sehingga kita mengenal nama norma susila. seperti pergaulan antara pria dan wanita. Pertama.2 Moral Kata moral diidentikkan pada suatu tindakan manusia yang bercorak khusus. Berbicara tentang moral seseorang sama dengan membicarakan tentang kepribadian seseorang dimaksud.1. Di samping empat hal di atas. etika berasal dari bahasa Yunani.3 Norma Norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok di masyarakat. Lembaga itu secara umum dapat dilihat pada perguruan tinggi dan lembaga-lembaga riset lainnya. bergairah.1. kondisi mental yang mebuat orang tetap berani. dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan berterima. yaitu aturan yang menata tindakan manusia dalam pergaulan sosial sehari-hari. sikap. kewajiban. tetapi bukan adat. . tinjauan filsafat juga mesti memiliki estetika. 2. KBBI membuat dua pandangan tentang pengertian moral. Misalnya. 2.Dapat diketahui bahwa persoalan etika tidak terlepas dari pengetahuan tentang manusia sebagai makhluk hidup yang sempurna. dan sebagainya. yang artinya kebiasaan (perbuatan). Dari estetika lahirlah berbagai macam teori mengenai kesenian atau aspek seni dari berbagai macam hasil budaya.

dan perilaku seseorang akan menjadi tolok ukur tentang kepribadian seseorang tersebut. sendiri berfirman untuk memberikan kebebasan bagi hamba-Nya menjelajahi seluruh jagat raya. . Pengalaman di pelbagai negara yang pernah mengalami pemerintahan otoriter membuktikan pula bahwa perkembangan ilmu dan keilmuwan tidak mungkin bisa terbentuk dan tumbuh dengan baik manakala kehidupan politik tidak kondusif. seorang yang memiliki ilmu dan sikap yang baik cenderung dikaitkan dengan padi atau kepada seseorang yang memiliki ilmu akan diminta untuk memiliki “ilmu padi” semakin merunduk semakin berisi. sikap. dan/atau kultur akademik yang mendambakan kebenaran terancam (Muladi. seorang ilmuwan mesti memiliki sikap ilmiah yang mencerminkan dirinya sebagai ilmuwan. Setiap tingkah. Sikap dimaksud bisa berupa rendah diri. Allah swt. yaitu elemen-elemen nilai-nilai dasar (core values) atau indeks demokrasi (indices of democracy). bagaimana mengetahui tentang teknologi. dan selalu menghargai orang lain. ia terikat oleh suatu aturan atau sistem. 2. 2.” (KBBI. Akan tetapi. jika kita mengacu kepada pengertian yang ditulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2005:423) Dengan pengertian yang diberikan oleh KBBI tercermin bahwa sebuah ilmu mesti memiliki sistemik dan sistematis sehingga terkesan ada hal yang mengingkatnya sebagai suatu nilai.3 Ilmu: Bebas Nilai dan Tidak Bebas Nilai Ilmu pengetahuan yang dikatakan bebas nilai adalah pada pandangan bahwa ilmu itu berkembang tanpa merujuk pada suatu hukum atau sistem tertentu. makalah kuliah perdana pascasarjana Universitas Diponegoro). pada proses dan prediksi setelah era revormasi menyadarkan kita bahwa masalah keilmuwan dengan segala kompleksitasnya akan bersentuhan secara langsung dan tidak langsung dengan bangunan yang besar. Oleh karena itu. Namun. di bumi dan di langit. dalam perjalanan waktu diketahui bahwa kompleksitas ilmu dan keilmuwan tidak hanya bersentuhan dengan lembaga-lembaga pendidikan tinggi (institute of higher educations). tak diikat oleh undang-undang apa pun. yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di dalam bidang (pengetahuan) tersebut. tidak sombong atau angkuh. kebebasan akademik (academic freedom) ditekan. Beda dengan teknologi. Sebelumnya. Karena teknologi lahir atas dasar penciptaan manusia. yang dikatakan ilmu adalah: “Pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu.Sejak lama disadari bahwa keberadaan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga riset menempati kedudukan yang strategis untuk bertindak sebagai produsen ilmu. terikat juga dengan selera pasar dan perundangundangan. Akan tetapi. Karenanya.4 Sikap Ilmiah yang Harus Dimiliki Ilmuwan Sikap dan perilaku sangat penting dalam kehidupan. yang semua itu hanya bisa dilakukan dengan ilmu.

disebutkan pula bagi setiap ilmuwan (alim—orang berilmu) mesti memiliki iman. Filsafat Pendidikan Islam. norma. 2008. Al-Mujadalah: 11. Etika dalam Islam.” (Suryanto. Jika sikap-sikap di atas tidak dimiliki. Filsafat Pendidikan Islam.S. Amsal. dalam Al-Qran. yakni etika. Jakarta: Bumi Aksara Amri. ia tidak dapat teguh pendirian. dalam agama lainnya dikatakan bahwa yang paling penting dimiliki oleh seorang insan (termasuk ilmuwan) adalah kesusilaan. edisi revisi.” (Sabda Suci : VIII : 2). norma.H. Dalam kearifan ureueng Aceh. akan menjadikan orang berlaku kasar. Dalam Islam. www. Mudlor. Selanjutnya. 2005:425). KESIMPULAN Ada beberapa sikap yang mesti dimiliki seorang ilmuwan. surat Al-Mujadalah:11.com/2007/12/30/10/ . S.com: diakses 22 Oktober 2008. kendati seseorang itu memiliki ilmu yang sangat tinggi. dalam Kitab Sabda Suci XX:3:2. “Kém meuhah-hah saleuk iblih/ Kém meuhih-hih saleuk guda/ Kém teuseunyoemseunyoem saleuk bak teungku/ Kém sigeutue saleuk ulama//. Indatu juga berpesan melalui sebuah naritmaja. Berani tanpa tertib kesusilaan.Sc.google.blogspot. akan menjadikan orang suka mengacau. Hal ini senada dengan friman Allah swt. Hal ini senada dengan firman Allah swt dalam Q. Banda Aceh: Yayasan PeNA http://udhiexz. Sikap-sikap ini akan mencerminkan kepribadian seorang ilmuwan. Elifas Tomix. setiap ilmuwan diharapkan memiliki sikap ilmiah dalam ia mengaplikasikan setiap ilmu yang dimiliknya. Studi Filsafat Pendidikan. kesusilaan. 2003.com) Terlepas dari pandangan berbagai agama di atas. moral.Sikap ilmiah diharapkan dimiliki oleh seorang ilmuwan sebab sesuai dengan pengertiannya bahwa ilmuwan adalah orang yang ahli atau banyak pengetahuannya mengenai suatu ilmu. Surabaya: Al-Ikhlas Arifin. http://kutikukata. Kaitannya dalam pembahasan ini. 24 November 2008 Maspaitella. . akan menjadikan orang serba takut.” III. “derajatnya” akan dipandang rendah oleh masyarakat.” Sementara itu. dan estetika. Ilmuwan dapat pula dikatakan kepada orang yang berkecimpung dalam bidang ilmu pengetahuan (KBBI. moral. yang artinya “Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang berilmu pengetahuan bertingkat-tingkat. “Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang berilmu pengetahuan bertingkat-tingkat. Dan jujur tanpa tertib kesusilaan. sikap ilmiah dimaksudkan bagi seorang ilmuwan adalah memiliki dan memahami etika. dikatakan bahwa “yang tidak mengenal kesusilaan.diakses.wordpress. dan kesusialaan. Muzaiyin. “Berhati-hati tanpa tertib kesusilaan.” DAFTAR RUJUKAN Achmad.. B. Manusia dalam Diskursus Filsafat.

com: Filasafat. Suharsaputra. dan Demokrasi. Pengantar Filsafat Islam. http://uharsputra. Daud.L. HAM.google. Islam dan Ilmu.wikipedia. Umar dan S. Uhar. 2005. Etika Keilmuwan.com: diakses pada 25 Oktober 2008 Tritarahardja. Makalah kuliah perdana Pascasarjana Universitas Diponegoro Remantan.wordpress. M. Kesusilaan=LI. Diakses pada 21 Oktober 2008 . Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi IAIN Ar-Raniry 1982/1983. 1984. Jakarta: Rineka Cipta www.com : diakses 25 Oktober 2008 Suryanto. Pengantar Pendidikan.Muladi. www. La Sulo.