Anda di halaman 1dari 10

2.3.3 Perencanaan a.

Praoperatif N o 1 DiagnosaKeperawatan Perencanaan Intervensi

Tujuan

Rasional

1. Gangguan rasa Setelah dilakukan ...x nyaman berhubungan dengan tumor nyeri pertemuan, nyeri berkurang adanya Dengan kriteria hasil: nyeri berkurang 2. Skala nyeri berkurang 2 (0-5) 3. Klien tidak meringis 4. TD: 120/80 mmHg N: 80x/mnt S: 37o C R: 20 x/mnt 3. 2.

1. Kaji karakteristik nyeri, skala Untuk mengetahui sejauhmana nyeri, sifat nyeri, lokasi dan perkembangan rasa nyeri yang penyebaran. dirasakan oleh klien sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk intervensi selanjutnya. Beri posisi yang nyaman Dapat mempengaruhi kemampuan klien untuk rileks/istirahat secara efektif dan dapat mengurangi nyeri. Anjurkan teknik relaksasi Relaksasi napas dalam dapat mengurangi rasa nyeri dan memperlancar sirkulasi O2 ke seluruh jaringan 4. Ukur tanda-tanda vital Peningkatan tanda-tanda vital dapat menjadi acuan adanya napas dalam

penekanan massa 1. Klien mengatakan

Dorong pemeriksaan diri 3. Memberikan pengetahuan penyakit. memahami tentang proses penyakitnya dan pengobatannya. dasar. 2. Klien dapat 2. Klien tidak 1. 3. dan dapat berpartisipasi dalam program terapi. Diskusikan perlunya 2. dimana pasien dapat membuat pilihan berdasarkan informasi. Kolaborasi pemberian analgetik Analgetik dapat memblok rangsangan nyeri sehingga dapat nyeri tidak dipersepsikan 2 Kurangnya pengetahuan tentang kondisi. Memberikan nutrisi yang keseimbangan kesehatan. Mengidentifikasi perubahan . prognosis. nutrisi. optimal dan mempertahankan volume sirkulasi untuk meningkatkan regenerasi jaringan atau proses penyembuhan. prosedur pembedahan dan harapan yang akan datang. Jelaskan tentang proses 1. klien mengerti tentang penyakitnya Dengan Kriteria Hasil : 1.peningkatan nyeri 5... dan serta pengobatan penyakitnya berhubungan dengan kurangnya informasi.x pertemuan. menanyakan tentang penyakitnya. Setelah dilakukan . makanan dan pemasukan cairan yang adekuat.

Anjurkan untuk Mammografi. 2. 3. dan kebutuhan akan kebutuhan khusus. Waktu dan privasi diperlukan keterbukaan. Setelah dilakukan . dan terapi yang akan datang. Komunikasi terapeutik. Perhatikan adanya penolakan atau ansietas eksterm. prosedur dan apa yang terjadi meningkatkan perasaan control dan mengurangi ansietas 3. penerimaan dan juga privasi untuk pasien atau orang terdekat. Jelaskan tujuan dan persiapan 1. diskusi perasaan tentang antisipasi kehilangan dan masalah lain. harapan intervensi pembedahan. kecemasan berkurang Dengan kriteria hasil: 5. Berikan lingkungan perhatian.. pengetahuan perawat untuk menguatkan kebutuhan informasi dan membantu mengidentifikasi pasien dengan ansietas tinggi.sendiri secara teratur pada payudara yang masih ada. Memberikan dasar tentang prognosis. Pemahaman jelasakan untuk tes diagnostik.. Yakinkan informasi pasien jaringan payudara yang mengindikasikan terjadinya berulangnya tumor baru. Anjurkan bahwa orang terdekat ada kapanpun diinginkan.x pertemuan. pertanyaan terbuka. Mengakui dan mendiskusikan masala 6. . untuk memberikan dukungan. 1. Menunjukkan rentang perasaan yang tepat Melaporkan takut dan ansietas menurun sampai tingkat dapat ditangani 2. 3 Ansietas berhubungan dengan ancaman yang dirasakan pada diri sendiri karena diagnosis kanker payudara dan prognosis atau pengobatan yang tidak pasti.

6. 6. 4. Beritahu pasien bahwa stress sehubungan dengan kanker payudara dapat menetap selama beberapa bulan dan perlu mencari bantuan atau dukungan. harapan untuk sembuh atau masa depan normal. Dorong pertanyaan dan berikan waktu untuk mengekspresikan takut. Memberikan kesempatan untuk mengidentifikasikan dan memperjelas kesalahan konsep dan menawarkan dukungan emosi. Kelompok sebaya yang mengalami pengalaman serupa bertindak sebagai model peran dan memberikan keyakinan terhdap pernyataan. Menjadi sumber yang 4. pasien. 5. Berikan sumber informasi tentang sumber komunitas bilaada. Kaji tersedianya dukungan pada 5. dan sebagainya. Diskusikan atau jelaskan peran rehabilitasi setelah pembedahan. Rehabilitasi adalah komponen terapi penting untuk memenuhi . memudahkan proses ini.mendengarkan. membantu bila pasien siap. Dorong atau berikan kunjungan seorangwanita yang telah sembuh dari masektomi.

Ajarkan tekhnik 3.x jaringan tindakan nyeri berkurang atau teradaptasi. Pascaoperatif N DiagnosaKeperawatan Perencanaan Intervensi 1. Akan menurunkan oksigen normal 1.d inkontinuitas Setelah dilakukan. Dengan kriteria: 1. TTV dalam batas Rasional Skala nyeri klien tergantung pada persepsi fisiologis dan psikologis individu 2. Tujuan o 1 Nyeri b. Dapat menurunkan stimulus . Istirahatkan klien 2. Kaji skala nyeri 1.. 2. social.kebutuhan fisik. Nyeri pada skala 1 (0- klien yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan basal klien 3. Ajarkan teknik distraksi 4. 5) Meningkatkan kebutuhan relaksasi nafas dalam oksigen klien sehingga menurunkan nyeri iskemia spina 4. emosional dan vokasional sehingga pasien dapat mencapai tingkat fisik dan fungsi emosi sebaik mungkin..

2. Anjurkan keluarga klien untuk mendampingi klien selalu klien dapat merasa masih ada orang yang memperhatikannya. Berikan dukungan emosi klien. 3. Pengetahuan membantu mengurangi nyeri dan mengembangkan kepatuhan pasien terhadap perawatan 6. 2 Gangguan body image berhubungan dengan kecacatan tubuh Setelah dilakukan. Analgetik dapat memblok lintasan nyeri.internal 5. Diskusikan dengan klien membantu dalam memastikan masalah atau orang terdekat respon untuk memulai proses pemecahan klien penyakitnya.. terhadap masalah . Klien bisa bersosialisasi dengan orang-orang 1. Berikan informasi tentang penyebab nyeri dan beritahu berapa lama nyeri akan berlangsung 6. Dengan kriteria: 1.. Klien tidak mengeluh malu 2.x tindakan gangguan body image tidak terjadi. klien bisa menerima keadaan dirinya. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgetik 5.

Lakukan pencucian 2. Kaji adanya tanda – tanda infeksi.d Dalam waktu 3x24 jam motilitas fungsi peristaltic menjadi normal. 2. Lakukan prosedur invasif secara aseptik dan antiseptik. 1. Menghambat perkembangan dokter untuk pemberian 4 Konstipasi penurunan lambung dan usus b. Tidak ada tanda – tanda infeksi. 1. 3.3 Resiko infeksi b. Menghindari resiko penyebaran tangan sebelum dan sesudah prosedur tindakan. antibiotik. Observasi bising usus yang merupakan parameter untuk melihat fungsi intestinal. Untuk menghindari kontaminasi dengan kuman penyebab infeksi. Kaji kemampuan peristaltik setiap 4-8 jam 2. Kolaborasi dengan kuman penyeba binfeksi. 1. Luka dapat sembuh dengan sempurna 1. Untuk mengetahui secara dini adanya tanda – tanda infeksi sehingga dapat segera diberikan tindakan yang tepat. kerentanan invasi bakteri terhadap Dengan kriteria Hasil : 2. 4.d Infeksi tidak terjadi 1. 4. 3. TTV dalam batas kuman sehingga tidak terjadi proses infeksi. Dengan kriteria: 1. Berikan asupan nutrisi dan tingkatkan secara 2. Kebutuhan nutrisi klien terpenuhi normal .

Tinjau ulang efek masalah untuk memulai proses pemecahan masalah 2. Pertahankan asupan cairan yang adekuat 3. 2. Apabila terjadi konstipasi berikan obat supositoria untuk mengeluarkan feces yang mengeras 1. Bimbingan antisipasi dapat dengan keadaan dirinya.Klien jarang bicara Klien dapat menerima keadaan dirinya. Klien tidak malu 1. 2. Peristaltic usus normal 3. Diskusikan dengan klien atau orang terdekat respon klien terhadap penyakitnya. Membantu dalam memastikan 5 Gangguan harga diri berhubungan dengan kecacatan tubuh. . Klien dapat menerima pembedahan membantu pasien memulai proses adaptasi efek pembedahan 3.Klien mengatakan malu dengan keadaan dirinya DO : . Lakukan ambulasi dan latihan secara bertahap 4. Pasien mampu BAB bertahap 3. Klien bias menerima keadaan klien dirinya. Ditandai dengan: DS : . Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat supositoria 5. Dengan kriteria Hasil : 1. Aktivitas fisik dapat merangsang kembalinya peristaltik 4. Cairan menjaga feces agar tetap lembut sehingga mudah dikeluarkan 5.2. Berikan dukungan emosi 3.

kecemasan klien perubahan dalam gaya Dengan kriteria: dan perubahan 1. damping pasien dan lakukan tindakan bila menunjukkan perilaku merusak yang memperhatikannya. 1. Orientasi dapat menurunkan sensasi pasien 4. Tingkatkan kontrol tekhnik pelatihan dan memberikan respon positif 4. . 6 Kecemasan kemungkinan hidup. Wajah tampak rileks 2. Pasien menyatakan kecemasan berkurang 2. dapat mengidentifikasi penyebab atau factor yang mempengaruhinya 3. 4. b. Anjurkan keluarga klien 4.d Dalam 1x24 jam tingkat berkurang atau hilang. 2. Membantu latihan relaksasi dan 3. menurunkan kerjasama. kaji tanda verbal dan non verbal kecemasan. dan memperlambat penyembuhan 3. Klien dapat merasa masih ada orang untuk selalu mendampingi klien 1. Orientasikan pasien kecemasan terhadap prosedur rutin dan aktivitas yang diharapkan . hindari konfrontasi rasa marah. marah dan gelisah yang mempengaruhi posisi pasien pada tempat tidur sehingga mempunyai resiko jatuh. Konfrontasi dapat meningkatkan konsepdiri mengenali perasaannya. reaksi verbal/ non verbal dapat diagnosis pascaoperatif. Pasien mampu menunjukkan rasa agitasi.dengan pasien lain .Klien nampak murung.