Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH HUKUM LINGKUNGAN PENAMBANG EMAS TANPA IJIN DAN MERUSAK LINGKUNGAN

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Emas merupakan logam mulia yang bernilai tinggi, sehingga tidak heran apabila masyarakat mencarinya walaupun untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit seperti dengan melakukan penggalian atau eksplorasi alam. Sayangnya banyak usaha penambangan emas tidak memperhatikan permasalahan lingkungan hidup yang akan muncul akibat kegiatan tersebut perlu dipertanyakan apakah pertambangan rakyat ini merupakan hal yang baik atau tidak karena kegiatan tersebut dapat mendatangkan bencana dibalik pahala saat ini dan generasi kita dimasa datang apabila tidak ditangani dengan serius. Di Kota Palangka Raya penambangan emas dilakukan di Sungai Takaras yang dimulai sejak tahun 2002 merupakan penambangan emas berskala kecil yang dilakukan tanpa seijin Pemerintah Kota Palangka Raya. Hal ini yang perlu ditangani secara terpadu karena Penambangan emas ini dilakukan oleh masyarakat dengan teknologi yang tidak ramah dengan lingkungan yaitu menggunakan mesin sedot atau mesin semprot dan menggunakan air raksa (merkuri) yang limbahnya langsung dibuang ke sungai sehingga dapat menimbulkan bencana bagi kita sekarang maupun bagi anak cucu kita dimasa yang akan datang. Dampak dari penambangan liar tersebut menyebabkan erosi seluas 4.320 m2/hr, jumlah sedimentasi sedalam 12.960 m3/hr. Musnahnya pepohonan/hutan dipinggir sungai Takaras dalam radius 100 m. Dalam waktu 2 tahun kemungkinan sungai tersebut tidak bisa dilewati sarana transportasi air. Begitu juga dampak merkuri yang sudah mencemari sungai-sungai di Palangkara Raya dapat meracuni manusia lewat air minum, bahan makanan, pernafasan dan lewat pori-pori tubuh. Dewasa ini Pencemaran Lingkungan di wilayah Kalimantan Tengah sangat memprihatinkan, hal ini dapat dilihat dari semua fakta yang ada. SEPULUH tahun ke depan, Suku Dayak akan terancam punah jika masalah pencemaran lingkungan tidak segera diantisipasi sejak dini, Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan mendasar.

Sejak dulu air 11 sungai yang membelah provinsi seluas 153. Air dari kawasan Ampalit mengalir ke Daerah Alur Sungai (DAS) Mentaya dan Katingan. penambang di sungai umumnya membuang air raksa bekas peleburan langsung ke sungai. dan mereka membuang limbah air raksa ke sungai-sungai itu. sudah pada titik yang dapat mengancam jiwa manusia dan makhluk hidup lainnya. menurut Badan Litbang Departemen Kesehatan RI. air raksa hanya mengancam para penambang. tetapi sesungguhnya pencemaran air raksa sudah mengancam kehidupan 1. Lebih mengkhawatirkan lagi. Penambang itu beroperasi di alur 11 sungai besar di Kalimantan Tengah. Apalagi kegiatan penambang tidak hanya di daratan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menginformasikan. Meski pihak PDAM Palangka Raya menjamin kualitas air yang disuplai ke konsumen bebas dari pencemaran .Kekhawatiran ini berdasarkan fakta setiap tahun paling sedikit 10 ton air raksa dibuang secara semrawut. SEPINTAS.8 juta jiwa penduduk Kalteng. Sulit membayangkan . Bahkan. baik di sungai maupun di daratan sebagai akibat dari tak terkendalinya penggunaan air raksa dalam penambangan emas oleh rakyat. Selama ini Bappeda dan pemerhati lingkungan di Kalteng selalu mengingatkan bahwa tingkat pencemaran air raksa sudah pada titik ambang batas toleransi kesehatan.560 km2 itu masih merupakan sumber air utama penduduk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mengambil bahan baku dari air sungai yang ada. sejak tahun 1973 diketahui 632 kasus keracunan akut dengan angka kematian 0-100 persen.tetapi jaminan itu tetap tidak melegakan masyarakat. Artinya. Ratusan ribu penambang lainnya kini masih beroperasi di alur 11 sungai besar di Kalteng Lebih parah lagi. enam orang setiap menit mengalami keracunan.

korban sebelumnya terlihat sehat dan tanpa ada keluhan kesehatan. Berbagai produk dan aplikasi itu tidak tertutup kemungkinan mencemari lingkungan. Ciri-ciri peristiwa pencemaran air raksa di Jepang yang terkenal dengan kasus Minamata. Seperti kasus meninggalnya secara mendadak seorang penambang ketika sedang tidur. sudah dikelilingi racun. juga baterai. pemakaian maupun pembuangannya. MERKURI yang telah dikenal zaman Mesir Kuno dan Romawi sejak awal memang digunakan sebagai bahan pemisah emas dari batuan lain dalam proses pengolahan tambang. Demikian juga cat dan obat gangguan ginjal. Semua ada merkurinya. (Alfridel Jinu). .dalam kehidupan sehari-hari saja. Dalam perkembangannya kemudian. Sekarang muncul ancaman baru bahaya dari pencemaran air raksa. sepertinya sudah ada tanda-tandanya akan terjadi di Kalteng. Karena itu. Padahal menurut keluarganya. Melainkan akan melibatkan seluruh makhluk hidup dipulau tersebut. Mayat korban tampak membiru dan kehitaman. bahan penambal gigi. baik dalam proses pembuatan. persoalan pencemaran air raksa tidak hanya mengancam etnis yang menghuni Pulau Kalimantan itu. Tetapi. namun beberapa kasus penyakit sudah menimpa masyarakat yang bermukim di tepian Sungai Kahayan. merkuri digunakan untuk termometer. SEJAK mulai digunakan di pertambangan emas. Sekali lagi. sesungguhnya. Meski tanpa melalui penelitian secara medis. pemasaran dan penggunaan air raksa secara semrawut harus segera dihentikan. Ancaman kematian akibat bahan beracun itu bahkan kian meluas karena penggunaannya yang kini beragam. Kalteng daerah yang paling rentan mengulang peristiwa besar Minamata. air raksa yang sejak dulu kala dinamai merkuri terus mengancam kehidupan di muka Bumi ini. Jika tidak. kekhawatiran bahwa Suku Dayak akan punah akibat pencemaran lingkungan oleh air raksa lebih meyakinkan. Di antara berbagai kemungkinan itu.

. Bagaimana Cara Antisipasi agar pencemaran lingkungan. B. Tujuan penulisan Karya ilmiah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Hukum Lingkungan serta agar ingin lebih megkaji. BAB II PEMBAHASAN A. Rumusan Masalah 1. Bagaimana Cara Antisipasi agar pencemaran lingkungan. tentu saja sangat berpengaruh bagi masyarakat Kalimantan Tengah yang banyak tinggal di pinggiran sungai dan memanfaatkan air sungai sebagai kebutuhan untuk memasak dan minum. yakni sebagai sumbangan pemikiran dalam memperkaya khasanah ilmu pengetahuan khususnya hukum lingkungan. Pencemaran merkuri akibat praktik pertambangan emas yang tidak terkontrol terjadi di berbagai wilayah di Tanah Air. khususnya Sungai agar pencemarannya terhadap air Raksa dapat segera di tindak lanjuti Tercemarnya air sungai. khususnya yang berada di Kalimantan Tengah. dan mengetahui bagaimana cara antisipasinya.yang paling mengancam kesehatan dan kehidupan masyarakat memang limbah dari pertambangan emas. 2. Disampaing itu penulisan ini diharapkan dapat memberikan kegunaan. memahami tentang Penambangan Emas yang berdampak buruk terhadap Masyarakat Khususnya Kalimantan Tengah. khususnya Sungai agar pencemarannya terhadap air Raksa dapat segera di tindak lanjuti. Bagaimana Sosialisasi kepada para penambang agar mereka tahu betapa bahayanya air raksa (Merkuri) terhadap diri mereka bahkan seluruh masyarakat. C.

masyarakat dewasa ini sedang dijajah oleh ekonomi. namun realita di lapangan menunjukkan uang adalah panglimanya. Demi uang. Di samping itu. tetap saja merkuri selalu tersedia bagi penambang emas. dan akses informasi sumberdaya alam dan lingkungan memang harus segera dilaksanakan. meski Negara ini sebagai negara hukum. distributor air raksa hanya boleh menjual merkuri kepada perusahaan swasta terdaftar. dan instansi pemerintah. yang dipakai untuk mendulang emas. melakukan perlindungan dan konservasi sumberdaya alam. kualitas lingkungan hidup di Kalteng semakin menurun seiring meningkatnya Penambangan liar (penambang emas) yang dilakukan tanpa prosedur sehingga berpengaruh buruk terhadap lingkungan. Isinya. koperasi. Dalam cara mengantisipasi pencemaran linkungan ini perlu ada upaya penegakan hukum di bidang lingkungan hidup.Tidak ada keuntungan yang bisa diperoleh. orang rela melakukan kerusakan lingkungan tanpa peduli apa dampak dari yang mereka perbuat. sebagai dampak pengawasan perizinan dan peraturan perundang-undangan yang masih lemah. peningkatan kualitas. . Akibatnya. masalah lingkungan hidup merupakan masalah bersama. Kejadian ini sebagai dampak masih lemahnya penataan dan penegakan hukum lingkungan. Namun Perda tak berhasil memutus rantai perdagangan merkuri. sejak 2003. Meski masuk kategori Barang Berbahaya yang dilarang beredar. Transaksinya pun harus tercatat jelas. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng mengaku susah mengawasi peredaran merkuri. Untuk mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Mekanisme dalam pemberian izin harus dilakukan secara selektif. Peraturan Daerah soal pelarangan merkuri sudah diberlakukan di wilayah Borneo ini. juga perlu ada pembuatan analisis dampak lingkungan (Amdal) yang lebih akurat dan valid serta didukung pengawasan intensif terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Tapi bagaimana kalau resikonya adalah kematian? Para penambang emas tradisional di Kalimantan Tengah tak tahu kalau mereka tengah bermain dengan kematian dengan mengakrabi merkuri.

barulah manusia kena. Dari 35 toko emas yang ada di Kalteng. setiap tahun 1500 kilogram merkuri dibakar dan dilepaskan ke atmosfir. Setelah itu. namun prosesnya lebih cepat Merkuri dipakai dalam proses pendulangan emas untuk merekatkan butiran-butiran emas yang ukurannya teramat kecil. ada . merkuri akan dibakar dan menguap. Dari catatan Yayasan Tambuhak Shinta. dimakan ikan. jika yang di sungai itu agak panjang alurnya. Meskipun harganya mahal. masuk rantai makanan. Celakanya merkuri jika sudah masuk ke dalam tubuh. Yang paling bahaya adalah uapnya. Karena itu. tak bisa keluar. penumpukan. tidak hanya penambang yang membakar merkuri. Hasil penelitian beberapa orang terindikasi keracunan merkuri. tapi juga toko emas. Asapnya menyebar ke seantero kota. Ketika merkuri masuk sungai. Sampai sel tadak mampu mentolerir lalu terganggu sel kita. lalu dimakan planton. namun warga lainnya juga turut menghirup air raksa. Makanya yang palin cepat ini yang lewat uap Penelitian yang dilakukan Laboratorium Dinas Kesehatan dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kalteng terhadap rambut dan darah para pekerja tambang di 11 daerah aliran sungai (DAS) menunjukkan sudah tercemar merkurium.B. "Jadi. Sebagai gantinya digunakan merkuri. saat ini kondisi air di Kalteng sangat memprihatinkan. Dikhawatirkan masyarakat yang hidup di bantaran sungai akan terkena penyakit Minamata seperti yang terjadi di Jepang Merkuri tak hanya mengancam para penambang. tak mungkin terlihat secara kasat mata. Proses ini juga berbahaya. di daerah yang banyak terdapat penambangan emas rakyat. Bagaimana Sosialisasi kepada para penambang agar mereka tahu betapa bahayanya air raksa (Merkuri) terhadap diri mereka bahkan seluruh masyarakat. yang bisa langsung masuk ke dalam tubuh. sehingga tersisa emasnya saja. Dia akan tinggal dan terjadi penumpukan. mencemari apa pun yang berada di radius 2 kilometer Jumlah emisi yang lepas ke udara mengkhawatirkan. karena membakar merkuri dalam jumlah yang besar dalam jarak dekat. khususnya yang berada di Kalimantan Tengah Mendulang dan mencuci secara tradisional untuk mendapatkan emas memang lama dan melelahkan serta butuh keahlian. pencucian emas dengan teknik tradisional itu telah ditinggalkan. penumpukan. Karena uap dari hasil pembakaran merkuri akan terbang bebas di udara. karena uap merkuri akan masuk ke dalam tubuh.

Ini harusnya jadi pelajaran. Jadi efeknya akut. Bahwa peran pemerintah dalam menangani masalah pencemaran lingkungan ini masih belum maksimal. yaitu dengan pendekatan yang dilakukan oleh instansi pemerintah yang menangani permasalahan ini dan juga para pemerhati Lingkungan. cacat fisik pada bayi baru lahir. terbukti dari masih banyaknya penambang-penambang liar yang beroperasi dengan leluasa. Intinya yang diserang adalah sistem saraf. lalu bila berdekatan dengan merkuri pusing-pusing. gemetar. karena dia menganggu kerja sel.yang tremor. Kesimpulan Dari hasil pemaparan yang telah ada dengan berdasarkan pada permasalahan yang ada dapat disimpulkan bahwa : 1. maka seluruh tubuh akan terganggu juga. merkuri tak boleh dibiarkan beredar bebas tanpa kendali. Yang bakal terkena bahaya pun tak hanya penambang. juga penyakit pada ginjal dan hati. BAB III PENUTUP A. jadi sel terganggu. Merkuri itu menyerang sistem motorik. ada yang melahirkan kondisi anaknya tak sehat. racun merkuri menyebabkan rusaknya sistem saraf. lalu bayi yang akan lahir akan mengalami kelainan. Kanker juga bisa. Dengan pendekatan yang dilakukan ini diharapkan kesadaran dari setiap individu tentang sangat berbahayanya merkuri. tapi puluhan ribu masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sungai yang membelah Kalimantan Tengah. Hal ini yang seharusnya segera di sosialisasikan kepada para penambang dan Masyarakat tentang sangat berbahayanya merkuri. dan kesadaran itu menuntun masyarakat untuk tidak lagi sembarangan menggunakan Zat kimia berbahaya ini. Tragedi Minamata di Jepang harusnya jadi pelajaran. .

Saran Adapun saran-saran yang dapat penulis berikan adalah : 1. 3. sehingga semua bias berjalan dengan baik dan teratur. Juga diperlukan peran masyarakat dalam hal ini yaitu adanya kerjasama dengan pemerintah untuk menagani dan menjaga kelestarian lingkungan. . sudah pada titik yang dapat mengancam jiwa manusia dan makhluk hidup lainnya. Pencemaran Lingkungan di KalimantanTengah (Kalteng) air raksa sudah pada titik ambang batas toleransi kesehatan. Perlu adanya peran aktif pemerintah dan pemerhati lingkungan dalam menangani permasalahan/pencemaran lingkungan ini dengan lebih inten mengontrol ke Lapangan 2. Artinya. B. Pelunya Prosedur yang jelas dalam penyelesaian mesalah ini.2.