Anda di halaman 1dari 29

RISIKO INVESTASI DAN

TEORI PORTOFOLIO

ELOK HENIWATI

Pendahuluan
Keputusan manajer
keuangan
Investasi

Semakin besar
Pembelanjaan
penyimpangan
tingkat keuntungan,
semakin besar
tingkat risiko

Kebijakan
dividen

Risiko (probabilitas)
Tingkat keuntungan (expected return)
5-2

Pendahuluan
Asumsi dasar terkait dengan risiko
dengan tingkat keuntungan:
Setiap individu adalah rasional dan
tidak menyukai risiko (risk averter)
Dalam hubungannya dengan asumsi
dasar tersebut, preferensi individu
terhadap risiko dapat dikelompokkan
dalam 3 kelompok

Pendahuluan
Preferensi Investor Terhadap Risiko:
Risk seeker

Investor yang menyukai risiko atau pencari


risiko

Risk neutral

Investor yang netral terhadap risiko

Risk averter

Investor yang tidak menyukai risiko atau


menghindari risiko

Preferensi Investor Terhadap risiko


Tingkat pengembalian
Risk averter
C2

Risk neutral
B2
C1
B1
A2
A1

Risk seeker

Risiko

DISTRIBUSI PROBABILITAS
Risiko mengacu pada probabilitas bahwa
sesuatu yang diharapkan akan terjadi
Probabilitas dinyatakan dlm persentase
kemungkinan suatu even akan muncul
Misal: probabilitas suatu even adalah 80%,
artinya 8 dari setiap 10 even akan muncul

5-6

Contoh kasus:
Tingkat Keuntungan Investasi setiap Kondisi Ekonomi
Probabilitas
Kondisi ekonomi
Obligasi Obligasi
(Pj)
Proyek A Proyek B
Pemerintah Perusahaan
1 Sangat Buruk
0.05
8.0%
12.0%
-3.0%
-2.0%
2 Buruk
0.20
8.0%
10.0%
6.0%
9.0%
3 Sedang
0.50
8.0%
9.0%
11.0%
12.0%
4 Cukup Baik
0.20
8.0%
8.5%
14.0%
15.0%
5 Amat Baik
0.05
8.0%
8.0%
19.0%
26.0%
Tingkat keuntungan
8.0%
9.5%
9.4%
12.0%
yang diharapkan
5-7

Penyelesaian:
Berapa tingkat
keuntungan proyek B?

E(R)=(Rj.Pj)
j=1

E(R)=R1(P1)+R2(P2)+R3(P3)+R4(P4)+R5(P5)
=-2.0%(0.05)+9.0%(0.20)+12.0%(0.50)+
15.0%(0.20)+26.0%(0.05)
=12.0%
Keterangan:
Pj=Probabilitas setiap kondisi kejadian
Rj=Tingkat keuntungan yang akan diperoleh untuk setiap kejadian
5-8

Penyelesaian: Var(R)=Pj[Rj-E(R)]2
j=1

Berapa penyimpangan
tingkat keuntungan proyek B?

Var(R)=2=(-2.0-12.0)2(0.05)+
2(0.20)+(12.0-12.0)
Semakin besar
standar deviasi sebuah 2(0.50)+
(9.0-12.0)
investasi, semakin besar
2(0.20)+(26.0-12.0)2(0.05)
(15.0-12.0)
tingkat
risiko.
2=(-14.0)2(0.05)+ (-3.0)2(0.20)+
(0.0)2(0.50)+ (3.0)2(0.20)+ (14.0)2(0.05)
2=23.20%
= 23.20 = 4.82%
5-9

Contoh:

(1)

Tingkat Keuntungan Hipotesis


Rates of Return
Lima Alternatif
Probabilitas
PT Barito PT Astra
Kondisi ekonomi
(Pj)
(Rj)
(Rj)
1 Sangat Buruk
10%
10%
8%
2 Buruk
20%
12%
10%
3 Sedang
30%
16%
18%
4 Cukup Baik
20%
20%
19%
5 Amat Baik
20%
24%
25%
5-10

(2)
Tingkat Keuntungan yang Diharapkan
Saham PT Barito
Saham PT Astra
Rj

Pj

10%
12%
16%
20%
24%

10%
20%
30%
20%
20%

Expected Return

(Rj)(Pj)
1.00%
2.40%
4.80%
4.00%
4.80%

17.00%

Rj

Pj

8%
10%
18%
19%
25%

10%
20%
30%
20%
20%

Expected Return

(Rj)(Pj)
0.80%
2.00%
5.40%
3.80%
5.00%

17.00%

5-11

(3)
Kondisi ekonomi
`(1)
1 Sangat Buruk
2 Buruk
3 Sedang
4 Cukup Baik
5 Amat Baik

(Pj)
`(2)
10%
20%
30%
20%
20%

Standar Deviasi Saham PT Barito


(Rj)
E(R)
Rj-R
`(3)
`(4)
`(5)
10%
17%
-7%
12%
17%
-5%
16%
17%
-1%
20%
17%
3%
24%
17%
7%

(Rj-R)
`(6)
0.49%
0.25%
0.01%
0.09%
0.49%

(Rj-R)Pj
`(7)
0.00049
0.00050
0.00003
0.00018
0.00098

[Rj - E(R)]Pj = 0.00218


j=1

= 0.00218

= 4.67%

5-12

(4)
Kondisi ekonomi
`(1)
1 Sangat Buruk
2 Buruk
3 Sedang
4 Cukup Baik
5 Amat Baik

(Pj)
`(2)
10%
20%
30%
20%
20%

Standar Deviasi Saham PT Astra


(Rj)
E(R)
Rj-R
`(3)
`(4)
`(5)
8%
17%
-9%
10%
17%
-7%
18%
17%
1%
19%
17%
2%
25%
17%
8%

(Rj-R)
`(6)
0.81%
0.49%
0.01%
0.04%
0.64%

(Rj-R)Pj
`(7)
0.00081
0.00098
0.00003
0.00008
0.00128

[Rj - E(R)]Pj = 0.00318


j=1

= 0.00318

= 5.64%

5-13

ANALISIS RISIKO PORTOFOLIO


Portofolio adalah sekumpulan investasi
baik berupa aset riil maupun aset
keuangan (saham, obligasi)
Rj = rata-rata tertimbang tingkat
keuntungan dari berbagai aset
keuangan dalam portofolio
Pj = besar kecilnya penyimpangan dari
tingkat keuntungan yang diharapkan

Risiko portofolio dipengaruhi oleh:


1.

2.

3.

4.

Risiko masing-masing aset keuangan


(sekuritas)
Proporsi investasi setiap aset dalam
portofolio
Kovarian atau korelasi antar keuntungan
investasi aset keuangan
Jumlah aset keuangan yang membentuk
portofolio
5-15

Tingkat keuntungan yang diharapkan


dari portofolio [E(Rp)]
PT Unilever: R1=25%, =15%, =40%
PT BAT: R2=15%, =8%, =60%

Penyelesaian:
Rp= R1 + (1-)R2
E(Rp)=E(R1)+(1-)E(R2)
=40%(25%)+60%(15%)
=19%
5-16

Varian dan standar deviasi


portofolio
Contoh kasus:
Berdasarkkan slide no.5-11, jika dana
yang diinvestasikan pada PT Barito
adalah 40% dan PT Astra sebesar 60%,
berapa standar deviasi tingkat
keuntungan portofolio dua saham
tersebut.

5-17

Penyelesaian:
Kovarians Dua Saham
Kondisi ekonomi

(P1)

R1%

R2%

E(R)

R1-E(R)

R2-E(R)

pi[R1-E(R1)][R2-E(R2)]

`(1)

`(2)

`(3)

`(4)

`(5)

`(6)

`(7)

`(8)=(2)(6)(7)

10%
20%
30%
20%
20%

10%
12%
16%
20%
24%

8%
10%
18%
19%
25%

17%
17%
17%
17%
17%

-7%
-5%
-1%
3%
7%

-9%
-7%
1%
2%
8%

0.063%
0.070%
-0.003%
0.012%
0.112%

1
2
3
4
5

Sangat Buruk
Buruk
Sedang
Cukup Baik
Amat Baik

COV(R1,R2)=0.260%

5-18

Penyelesaian:
=(0.40)2(0.00218)+2(0.40)(0.60)(0.0026)
+(0.60)2(0.00318)
=0.0003488+0.001248+0.0011448
=0.0027416
=0.0027416 = 5.20%
5-19

KOEFISIEN KORELASI DAN KOVARIAN


Contoh kasus:
PT United: E(RU)=75%; E(RU)=5%; (U)=4%
PT Bata: E(RB)=25%; E(RB)=8%; (B)=10%
Hitung standar deviasi kedua saham tsb jika:
Berkorelasi positif sempurna rUB=1.0;
berkorelasi negatif sempurna rUB=-1.0;
korelasi kedua saham rUB=0.80 dan jika tidak
berkorelasi, rUB=0
5-20

Penyelesaian:

=(0.75)(0.05)+(0.25)(0.08)
=5.75%

5-21

Jika berkorelasi positif sempurna


(rUB=1.0)

=[(0.75)2(0.04)2+2(0.75)(0.25)(1.0)(0.04
)(0.10)+(0.25)2(0.10)2]1/2
=[(0.5625)(0.0016)+2(0.1875)(0.004)+(
0.0625)(0.01)]1/2
=(0.003025)1/2 = 5.50%

5-22

Jika berkorelasi negatif sempurna


(rUB=-1.0)

=[(0.75)2(0.04)2+2(0.75)(0.25)(1.0)(0.04)(0.10)+(0.25)2(0.10)2]1/2
=[(0.5625)(0.0016)2(0.1875)(0.004)+(0.0625)(0.01)]1/2
=(0.000025)1/2 = 0.005%

5-23

Jika berkorelasi positif (rUB=0.80)

=[(0.75)2(0.04)2+2(0.75)(0.25)(0.80)(0.0
4)(0.10)+(0.25)2(0.10)2]1/2
=[(0.5625)(0.0016)+2(0.0006)+(0.0625)
(0.01)]1/2
=(0.002725)1/2 = 5.22%

5-24

Jika tidak berkorelasi (rUB=0)

=[(0.75)2(0.04)2+2(0.75)(0.25)(0.00)(0.0
4)(0.10)+(0.25)2(0.10)2]1/2
=[(0.5625)(0.0016)+2(0.00)+(0.0625)(0.
01)]1/2
=(0.001525)1/2 = 3.90%

5-25

Kesimpulan
Semakin besar koefisien korelasi positif antar
tingkat keuntungan dua saham, semakin
besar standar deviasi tingkat keuntungan
yang diharapkan dari portofolio
Semakin besar koefisien korelasi negatif antar
tingkat keuntungan dua saham, semakin kecil
standar deviasi tingkat keuntungan yang
diharapkan dari portofolio

5-26

Implementasi pada aset riil


Investasi X
Kondisi ekonomi
1 Sangat Buruk
2 Buruk
3 Sedang
4 Cukup Baik
5 Amat Baik

Investasi Y

Probabilitas Aliran Kas Probabilitas Aliran Kas


0.10
0.20
0.30
0.30
0.10

Rp50.000
Rp40.000
Rp50.000
Rp45.000
Rp50.000

0.10%
0.25%
0.30%
0.25%
0.10%

Rp40.000
Rp45.000
Rp50.000
Rp49.000
Rp40.000
5-27

Aliran kas yang diharapkan E(CF)

E(CFX)=(0.10)(50.000)+(0.20)(40.000)+(0.30)
(50.000)+(0.30)(45.000)+(0.10)(50.000)
=Rp46.500
E(CFY)=(0.10)(40.000)+(0.25)(45.000)+(0.30)
(50.000)+(0.25)(49.000)+(0.10)(40.000)
=Rp46.500
5-28

Standar deviasi dari aliran kas

(CFX)=(50.000-46.500)2(0.10)+ (40.00046.500)2(0.20)+ (50.000-46.500)2(0.30)+ (45.00046.500)2(0.30)+ (50.000-46.500)2(0.10)


=Rp3.905
(CFY)=(40.000-46.500)2(0.10)+ (45.00046.500)2(0.25)+ (50.000-46.500)2(0.30)+ (49.00046.500)2(0.25)+ (40.000-46.500)2(0.10)
=Rp3.775
5-29