Anda di halaman 1dari 21

MODUL 1 LIMBAH

STANDAR KOMPETENSI : 2. Memahami polusi dan dampaknya manusia dan lingkungannya KOMPETENSI DASAR : 2.1. Mengidentifikasi jenis limbah INDIKATOR : 1. Menjelaskan pengertian limbah. 2. Mengidentifikasi jenis-jenis limbah. pada

Ringkasan Materi
Limbah dan Jenisnya 1. Pengertian Limbah Limbah/Sampah/Polutan adalah semua bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber-sumber aktivitas manusia maupun proses alam yang belum/tidak memiliki nilai ekonomis. 2. Identifikasi Limbah Sampah berdasarkan materinya dibedakan atas : a. Unsur kimia : polutan yang berupa unsur-unsur kimia. Contohnya : air raksa (Hg), timbah (Pb), arsen (As). b. Senyawa kimia : polutan yang berupa senyawa kimia. Contohnya : karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), asam sulfide (H2S). c. Materi/gabungan bahan : polutan kompleks yang berupa gabungan dari berbagai senyawa dan materi. Contohnya : sampah rumah tangga, limbah pabrik. Berdasarkan wujudnya sampah dibagi atas : a. Sampah padat : sampah yang berwujud padat. Contoh : plastik, kaca, sisa logam. b. Sampah cair : sampah yang berwujud cair. Contoh : pestisida, tumpahan minyak, air raksa. c. Sampah gas : sampah yang berwujud gas. Contoh : gas metana (CH4), gas dinitrogen monoksida (N2O). Polutan kompleks seperti sampah rumah tangga atau industri biasa dibedakan atas materi penyusunnya : a. Sampah organik : sampah yang tersusun dan berasal dari bahan organik seperti tumbuhan dan hewan. Contoh : dedaunan, sisa makanan. b. Sampah anorganik : sampah yang tersusun dan berasal daril bahan anorganik biasanya diambil dari sumber daya alam tidak terbarui atau proses industri. Contoh : sampah logam, kaca. c. Sampah khusus : sampah yang disusun oleh bahan beracun dan berbahaya (B3) atau radioaktif sehingga memerlukan penanganan khusus untuk

menghindari bahaya yang ditimbulkan. Contoh : sisa obat-obatan, sampah nuklir, sisa batu baterai. Sumber-sumber sampah : a. Pemukiman (rumah tangga) adalah sampah yang kompleks baik dari wujudnya, penyusunnya maupun penanganannya. Contoh : sisa-sisa makanan (sampah organik), plastik dan kaleng (sampah anorganik), deterjen, sisa obat. b. Pertanian/perkebunan adalah sampah yang berasal dari pertanian atau perkebunan. Contoh : jerami, sisa daun-daunan, pupuk, pestisida. c. Bangunan/konstruksi, contoh : kayu, sisa kaca, sisa bahan bangunan, sisa cat. d. Perkantoran/sarana pendidikan, contoh : kertas, kardus, tinta. e. Industri, contoh : sisa pelarut, potongan bahan, emisi mesin. Berdasarkan dapat-tidaknya dimanfaatkan, sampah/limbah dapat dikelompokkan sebagai berikut : a. Sampah organik : sampah yang tersusun dan berasal dari bahan organik seperti tumbuhan dan hewan. Contoh : dedaunan, sisa makanan. b. Sampah anorganik : sampah yang tersusun dan berasal daril bahan anorganik biasanya diambil dari sumber daya alam tidak terbarui atau proses industri. Contoh : sampah logam, kaca. c. Sampah khusus : sampah yang disusun oleh bahan beracun dan berbahaya (B3) atau radioaktif sehingga memerlukan penanganan khusus untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan. Contoh : sisa obat-obatan, sampah nuklir, sisa batu baterai.

LEMBAR KERJA SISWA


Judul Tujuan Petunjuk : Pengelompokkan Limbah : Siswa dapat mengelompokkan limbah berdasarkan jenis senyawa dan wujudnya. : Lengkapilah tabel pengelompokkan limbah berikut dengan memberi tanda cek () pada yang sesuai.
Materi No.
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

Wujud
Gabungan Padat Cair Gas Organik

Jenis
An Organik B3

Limbah
Daun Timbal Kertas Merkuri Asam sulfat Plastik Pestisida Sisa makanan Eter/pelarut Jerami Tinta Oli bekas Kaleng Nitrogen dioksida Botol Metana Amonia Baterai Sisa obat Sianida

Unsur

Senyawa

LEMBAR KERJA SISWA


Judul Tujuan Petunjuk
Nama Limbah Plastik Onderdil Kaca Jerami Serbuk gergaji

: Pengelompokkan Pengelolaan Limbah : Siswa dapat mengelompokkan limbah yang dapat dimanfaatkan tanpa daur ulang dan dengan daur ulang. : Lengkapilah tabel pengelompokkan sampah berikut.
Jenis Limbah Produk barang hasil daur ulang

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Terurai

Tidak Terurai

Dimanfaatka n kembali

Diambil elemennya

Daur ulang

Pertanyaan : 1. Sebutkan contoh sampah rumah tangga yang berupa unsur kimia ! 2. Sebutkan contoh limbah khusus yang dihasilkan dari rumah tangga ! 3. Mengapa limbah akki termasuk limbah khusus ! 4. Sebutkan limbah yang berasal dari kendaraan bermotor ! 5. Dapatkah alam menghasilkan limbah ? Jelaskan dan berikan contoh ! 6. Adakah hubungan pertumbuhan jumlah penduduk dengan limbah ! Jelaskan ! 7. Bagaimana cara mengatasi sisa obat-obatan di rumuah ! 8. Sebutkan jenis polutan yang dihasilkan oleh lingkungan sekolahmu ! 9. Di manakah dapat ditemukan limbah berupa CO2, CO dan asap ! 10. Di manakah dapat ditemukan limbah khusus !

MODUL II PENCEMARAN AIR, UDARA DAN TANAH STANDAR KOMPETENSI : 2. Memahami polusi dan dampaknya pada manusia dan lingkungannya KOMPETENSI DASAR : 2.2. Mengidentifikasi jenis polusi pada lingkungan kerja INDIKATOR : 1. Menjelaskan pengertian pencemaran atau polusi. 2. Mengidentifikasi jenis-jenis pencemaran atau polusi. 3. Menjelaskan macam-macam polutan. RINGKASAN MATERI 1. Pencemaran Air Pencemaran air : masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan/atau komponen lain ke dalam air dan/atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Syarat-syarat air yang layak digunakan : a. Syarat fisis, air yang berkualitas baik harus memenuhi persyaratan fisis sebagai berikut : - Jernih atau tidak keruh Air yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari bahan tanah liat. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh. Derajat kekeruhan dinyatakan dengan satuan unit. - Tidak berwarna Air untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan. - Rasanya tawar Secara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah. Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukkan bahwa kualitas air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garaman tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik. - Tidak berbau Air yang baik memiliki cirri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan-bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme. - Temperaturnya normal Air yang baik harus memiliki temperature sama dengan temperatur udara (20 -260C). Air yang secara mencolok mempunyai temperatur di atas atau di bawah temperatur udara berarti mengandung zat-zat tertentu (misalnya fenol yang terlarut di dalam air cukup banyak) atau sedang terjadi proses tertentu (proses dekomposisi bahan organik oleh

mikroorganisme yang menghasilkan energi) yang mengeluarkan atau menyerap energi dalam air. - Tidak mengandung zat padatan Air minum yang baik tidak boleh mengandung zat padatan yang terapung di dalam air. Walaupun jernih, tetapi bila air mengandung padatan yang terapung maka tidak baik digunakan sebagai air minum. Apabila air dididihkan maka zat padat tersebut dapat larut sehingga menurunkan kualiltas air minum. b. Syarat kimia, air yang berkualitas baik harus memenuhi persyaratan kimia sebagai berikut : - pH netral pH adalah derajat keasaman . Derajat keasaman air minum harus netral, tidak boleh bersifat asam maupun basa. Air yang mempunyai pH rendah akan terasa asam. Contoh air alam yang terasa asam adalah air gambut. Skala pH diukur dengan pH meter atau lakmus. Air murni mempunyai pH 7. Apabila di bawah 7 berarti air bersifat asam, sedangkan bila di atas 7 berarti bersifat basa (rasanya pahit). pH air dipengaruhi oleh CO 2 terlarut. Jika CO2 terlarut banyak maka pH semakin rendah (semakin asam). - DO (Dissolved Oxygen) DO adalah oksigen yang terlarut dari udara dan oksigen dari tumbuhan. Harga DO berkisar antara 6-9 ppm (part per million). Harga DO dipengaruhi oleh salinitas dan suhu. Harga DO air tawar dingin lebih tinggi daripada harga DO air asin hangat. - BOD (Biochemical Oxygen Demand) BOD adalah banyaknya oksigen terlarut yang digunakan tumbuhan dan hewan untuk proses oksidasi kimia karbon (metabolisme). Harga BOD berkisar 1-2 ppm. Semakin rendah BOD kualitas air semakin bagus. - Kandungan garam (salinitas) Adalah jumlah keseluruhan kandungan garam dalam air. Air laut terbuka salinitasnya berkisar 33-36 ppm. Salinitas air segar adalah nol. - Nutrien Nutrien esensial dalam rantai makanan adalah fosfor dan nitrogen. c. Syarat biologi, air yang berkualitas baik harus memenuhi persyaratan biologi sebagai berikut : - Tidak mengandng bakteri patogen, misalnya bakteri golongan coli, salmonellatyphi, vibrio chlotera dan lain-lain. Kuman-kuman ini mudah tersebar melalui air (transmitted by water). - Tidak mengandung bakteri nonpatogen, seperti actinomycetes, phytoplankton coliform, cladocera dan lain-lain. Sumber-sumber pencemaran air antara lain : a. Limbah rumah tangga, dapat berupa padatan maupun cairan seperti air cucian dan minyak goring.

b. Transportasi, biasanya berupa sampah dari oli bekas, minyak tanah dan tumpahan bahan bakar. c. Limbah pertaniah, biasanya disebabkan oleh penggunaan pestisida dan herbisida yang menyebabkan kematian organisorganisme yang menguntungkan. d. Limbah industri, digolongkan menjadi : - Garam organik, contoh magnesium sulfat (MgSO4) - Asam anorganik, contoh : asam sulfat (H2SO4) - Senyawa organic, contoh : pelarut dan zat warna - Logam berat, contoh : air raksa. e. Kegiatan penebangan hutan Jenis polutan pencemaran air : a. Panas/Limbah Termal Limbah termal biasanya didapaat dari penambahan air panas dari limbah pabrik atau pembangkit tenaga listrik. Perubahan suhu mengakibatkan matinya hewan air karena rendahnya oksigen terlarut (DO rendah). b. Zat Padat Tersuspensi Zat padat tersuspensi meliputi pasir, lumpur, bakteri dan ganggang. Zat padat tersuspensi berasal dari lahan terbuka yang tererosi bersama air. Adanya zat padat tersuspensi akan mempengaruhi penetrasi sinar matahaari sehingga mengganggu fotosintesis tumbuhan air, mengubah pH dan menurunkan kadar oksigen terlarut. c. Bahan Kimia Terlarut - Ion logam berat - Unsur dan senyawa kimia d. Pencemaran secara Biologi Pencemaran biologi berupa bakteri dan ganggang.

LEMBAR KERJA SISWA


Judul Tujuan Petunjuk
No. 1.

: Syarat-syarat Air yang Layak Digunakan : Siswa dapat memahami syarat-syarat air yang layak digunakan. : Isilah titik-titik pada tabel sesuai dengan jawabannnya.
Syarat-syarat Air Parameter yang Digunakan ..

Syarat Fisis

2.

Syarat kimia

3.

Syarat Biologi

LEMBAR KERJA SISWA


Judul Tujuan Petunjuk : Sumber-sumber Pencemaran air : Siswa dapat mengetahui sumber-sumber pencemaran air. : Isilah titik-titik pada tabel sesuai dengan jawabannya dan lengkapilah tabel dengan memberi tanda cek () pada jawaban yang sesuai.
Sumber Limbah Wujud Limbah Nama Limbah Padat Cair Gas Jenis Limbah An Organik Organik

No.

B3

1.

Limbah rumah tangga

2.

Transportasi

3.

Limbah pertanian

4.

Limbah industri

5.

Kegiatan penebangan hutan

.. .. .. .. .. .. . . . . . . .. . . . . . .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. ..

2. Pencemaran Udara Pencemaran udara : masuknya atau dimasukkannya zat, energi dan atau komponen lain ke dalam udara ambient oleh kegiatan manusia sehingga mutu udara ambient turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya. Komposisi Udara No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Komponen Nitrogen (N2) Oksigen (O2) Karbondioksida (CO2) Helium (He) Neon (Ne) Xenon (Xe) Kripton (Kr) Metana (CH4), Karbon monoksida (CO), Amoniak (NH3), N2O, H2S % volume 78 21 0,03 0,01 0,01 0,01 0,01 Sedikit sekali

Jenis polutan pencemaran udara yang berfase gas : a. Karbondioksida (CO2) CO2 berasal dari hasil pembakaran sempurna bahan bakar fosil dengan reaksi : CxHy + O2 CO2 + H2O + Energi CO2 berupa gas tidak berwarna dan tidak beracun, tetapi CO2 dapat menyerap panas sehingga berakibat menaikkan suhu bumi. Fenomena ini disebut pemanasan global dari efek rumah kaca. b. Karbon monoksida (CO) Karbon monoksida (CO) berasal dari hasil pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil. 2 C + O2 2 CO CO disebut gas lemas, hal ini disebabkan karena cara meracuni tubuh CO menggantikan fungsi O2 di dalam darah secara perlahan. CO akan terikat lebih cepat dan kuat oleh hemoglobin daripada O2. c. Oksida Nitrogen Senyawa oksida nitrogen meliputi : N2O (dinitrogen oksida), NO (nitrogen oksida), NO2 (nitrogen dioksida) dan HNO3 (asam nitrat). Oksida nitrogen berasal dari pembakaran pada suhu tinggi dan pembuatan pupuk. d. Oksida Belerang Senyawa oksida belerang meliputi SO2 (belerang dioksida), SO3 (belerang trioksida), H2S (asam belerang). Senyawa belerang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yanga mengandung sulfida dan pengolahan biji logan non fero, kilang minyak dan letusan gunung.

e. Hidrokarbon Senyawa hidrokarbon berasal dari pembakaran tidak sempurna dan penguapan bahan bakar fosil. Senyawa hidrokarbon mengandung unsurunsur C dan H. Misalnya alkana, propane, isopropana, etena dan asetilena. Senyawa hidrokarbon beroksigen misalnya alcohol, aseton, eter dan asam organik. f. Hidrogen Fluorida (HF) Gas HF merupakan gas yang dapat menyebabkan kerusakan pada tumbuhan dan biasanya dihasilkan dari pabrik pembuatan aluminium. Jenis polutan pencemaran udara yang berbentuk partikulat : a. Partikulat padat Sumber partikulat padat adalah asap, debu, uap, abu, karbon, asbes dan timbal. Polutan yang berbentuk partikulat padat dapat mengganggu masuknya sinar matahari ke bumi. b. Partikulat cair Sumber partikulat cair adalah kabut, buih, minyak dan lemak.

3. Pencemaran Tanah Pencemaran tanah adalah masuknya zat atau komponen lain ke dalam suatu areal tanah yang menyebabkan terganggunya kehidupan di atasnya. Jenis polutan pencemaran tanah : a. Pestisida Pestisida merupakan bahan yang digunakan untuk memberantas penggangguatau perusak tanaman. Pestisida yang biasa digunakan antara lain : insektisida, herbisida, fungisida, nematisida, redontisida dan disinfektan. b. Pupuk Pupuk digunakan untuk memenuhi unsur-unsur yang diperlukan oleh tumbuhan. Penanaman yang berungkali menyebabkan unsur yang diperlukan tumbuhan menipis sehingga tidak subur. Berdasarkan asal pembentukannya pupuk dibedakan atas : - Pupuk organik : pupuk yang berasal dari sisa tumbuhan dan hewan yang dalam proses pelapukannya telah menjadi tanah. - Pupuk buatan : pupuk yang dibuat pabrik dengan kandungan unsur yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Pupuk buatan dibedakan atas : pupuk tunggal dan pupuk majemuk. c. Detergen Detergen terbuat dari ABS (Alkyl Benzene Sulfonat) dan SLS (Sodium Lauryl Sulfat) yang berasal dari minyak bumi sehingga sulit diuraikan oleh mikroorganisme. Detergen juga mengandung senyawa phosporus sebagai penyebab pertumbuhan ganggang. d. Pengemas modern Pengemas modern sangat beragam mulai dari kertas, plastic dan stirofoam (busa). Jertas ada yang mengandung Pb apalagi hasil dari daur ulang. Sedang plastik dan stirofoam merupakan bahan yang mengandung zat karsinogenik (penyebab kanker). e. Sampah nuklir Sampah nuklir biasanya hanya ditimbun dalam wadah khusus dan menunggu sampai unsur tersebut tidak lagi bersifat radioaktif hingga ribuan tahun. Bila tempah penimbunan tersebut bocor maka sinar radioaktifnya akan mencemari tanah dan air.

MODUL III DAMPAK POLUSI TERHADAP MANUSIA DAN LINGKUNGAN STANDAR KOMPETENSI : 2. Memahami polusi dan dampaknya pada manusia dan lingkungannya KOMPETENSI DASAR : 2.3. Mendeskripsikan dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan INDIKATOR : 1. Menjelaskan dampak polusi terhadap penurunan kualitas hidup manusia. 2. Menjelaskan dampak polusi terhadap lingkungan. RINGKASAN MATERI 1. Dampak Pencemaran Terhadap Kesehatan Manusia a. Dampak pencemaran udara terhadap kesehatan manusia Pencemaran udara berdasarkan pengaruhnya terhadap gangguan kesehatan dibedakan menjadi tiga jenis yaitu : Iritansia Polutan jenis iritansia bersifat korosif. Polutan itu merangsang proses peradangan hanya pada saluran pernapasan bagian atas atau dikenal juga dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) yaitu saluran pernapasan mulai dari hidung sampai tenggorokan. Contoh polutan yang menyebabkan iritansia yaitu sulfur dioksida, sulfur trioksida, amonia dan debu. Asfiksia Asfiksia disebabkan oleh berkurangnya kemampuan tubuh dalam menangkap atau mengakibatkan kadar O2 menjadi berkurang. Asfiksia terjadi karena keracunan gas karbon monoksida (CO), CO akan mengikat hemoglobin membentuk karboksihemoglobin (COHb) sehingga kemampuan hemoglobin mengikat O2 berkurang. Gas lain yang dapat menyebabkan asfiksia yaitu nitrogen oksida, metana, hidrogen dan helium. Anestesia Anestesia bersifat menekan susunan syaraf pusat sehingga kehilangan kesadaran. Bahan yang dapat menyebabkan anestesia, misalnya eter, etilena, propana dan alkohol alifatis. Dampak pencemaran air terhadap kesehatan manusia Pencemaran air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar, seperti limbah industri, sisa agrokimia, pembuangan limbah domestik, sampah organik dan tumpahan minyak. Hal ini mengurangi kualitasl air dan berdampak pada kesehatan manusia. Berikut ini beberapa data tentang dampak pencemaran air terhadap kesehatan manusia : 1. Di Jakarta sebuah industri elektroplating telah melakukanl penimbunan B3 berupa sludge yang mengandung nikel dan kromium. Dari hasil penelitian pada slumur penduduk yang terdekat dengan lokasi penimbunan, ditemukan konsentrasi kromium sangan tinggi dibandingkan standar air baku air minum, yaitu mencapai 10,467 mg/L. Kromium dapat

b.

bersifat karsinogenik yaitu dapat menimbulkan kanker sehingga dapat mengancam kesehatan manusia. 2. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Bapedal dalam proyek JUDP III tahun 1994, bahwa zat pencemar yang banyak terdapat di perairan Jabotabek adalah fenol. Dampak yang diakibatkan oleh fenol bagi kesehatan manusia adalah timbulnya penyakit lever. Dari studi JUDP III tersebut, juga mengindikasikan bahwa terdapat tiga jenis penyakit utama di Jakarta yang disebabkan pemaparan limbah yaitu hipertensi, liver necrosis dan ginjal. 3. Keracunan merkuri yang menelan korban cukup banyak dan terjadi sampai tahun 1968. Keracunan-keracunan tersebut terutama disebabkan mengkonsumsi ikan hidup di perairan yang tercemar merkuri atau konsumsi biji-bijian yang diberi perlakuan dengan merkuri. c. Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan manusia Dampak polusi tanah terhadap manusia dirasakan secara tidak langsung dan berlangsung dalam jangka waktu yang agak lama. Contohnya polusi tanah yang disebabkan penggunaan bahan agrokimia dalam bidang pertanian. Penggunaan pupuk dan pestisida dalam jumlah yang tidak tepat dapat mencemari tanah dengan kadar racun yang beraneka ragam. Terjadinya degradasi tanah pertanian semakin parah karena terakumulasinya bahan agrokimia tersebut. Pencemaran tanah pada akhirnya akan berpengaruh terhadap manusia dalam bentuk makanan dan minuman yang tercemar. Bahan tersebut akan masuk ke tanaman dan akan dikonsumsi oleh manusia. Secara tidak langsung, bahan tersebut akan terakumulasi dalam tubuh manusia dan akan menimbulkan dampak pada kesehatan. Menurut WHO (Sumber : Denpost), paling tidak 20.000 orang pertahun meningga akibat keracunan pestisida dan 5.000-10.000 orang per tahun mengalami dampak yang sangat fatal seperti kanker, cacat tubuh, kemandulan dan penyakit lever. 2. Dampak Pencemaran terhadap Lingkungan (Biotik dan Abiotik) a. Dampak pencemaran udara terhadap lingkungan Dampak pencemaran udara terhadap lingkungan antara lain : 1. Dampak terhadap tanaman Tanaman yang tumbuh di daerah yang tingkat polusi udaranya tinggi dapat mengganggu pertumbuhan tanaman tersebut. Selain itu tanaman rawan akan penyakit seperti klorosis, nekrosis dan bintik hitam. Partikulat yang menutupi permukaan daun akan menghambat proses fotosintesis. Dampak SO2 terhadap tanaman dapat menimbulkan pemucatan pada bagian antara tulang atau tepi daun. Emisi fluorin (F), sulfur dioksida (SO2) dan ozon (O3) mengakibatkan proses asimilasi pada tumbuhan. 2. Hujan Asam Penyebab utama hujan asam yaitu gas SO2 dan NO2 yang merupakan polutan di udara. Gas SO2 dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur terutama batubara. NO2 terjadi saat panas pembakaran menyebabkan bersatunya oksigen dan nitrogen yang terdapat

di udara. Gas-gas tersebut bereaksi dengan air, oksigen dan berbagai zat kimia lain di atmosfer. Hasil reaksi tersebut menghasilkan asam yaitu asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3). Reaksinya sebagai berikut : SO2 + H2O H2SO3 SO3 + H2O H2SO4 2NO2 + H2O HNO2 + HNO3 Asam-asam tersebut larut dalam air hujan dan turun ke bumi. pH normal air hujan adalah 5,6. Pencemar udara SO2 dan NO2 yang menghasilkan asam dapat menyebabkan pH air hujan kurang dari 5,6 dan menyebabkan air hujan asam. Dampak hujan asam terhadap lingkungan sebagai berikut: - Hujan asam akan merusak tanaman. Tanaman akan tumbuh tidak normal, bahkan kering dan mati karena tingkat keasaman tanah dan air menjadi tinggi. - Hujan asam mempengaruhi kualitas air permukaan. Air permukaan menjadi asam, hewan dan tumbuhan air yang atidak tahan terhadap kadar asam yang tinggi akan mengalami gangguan dan bahkan mati. - Hujan asam dapat melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan. Hujan asam dapat menyebabkan endapan logam beracun seperti oksida merkuri (HgO) dan aluminium oksida (Al2O3) yang larut dalam air sehingga hewan dan tumbuhan air dapat teracuni. - Hujan asam bersifat korosif sehingga dapat merusak material dan bangunan. 3. Efek rumah kaca Efek rumah kaca terjadi karena di atmosfer bumi ada gas yang mampu menyerap sinar inframerah, yaitu sinar panas. Sinar panas ini dipancarkan ke bumi. Gas yang mampu memberikan efek rumah kaca tersebut dikenal dengan gas rumah kaca (GRK). Gas rumah kaca terdiri atas CO 2, nitrogen oksida, uap air, metana, ozon maupun CFC. Bila gas-gas itu bergabung akan membentuk awan. Awan akan memiliki sifat seperti kaca yaitu sinar inframerah. Dampak dari efek rumah kaca adalah terjadinya pemanasan global yang mengakibatkan hal-hal sebagai berikut : - Terjadinya pencairan es di kutub sehingga permukaan air laut menjadi tinggi. - Terjadinya perubahan iklim regional dan global. - Terjadinya perubahan siklus hidup flora dan fauna. 4. Penipisan lapisan ozon Lapisan ozon merupakan selimut atmosfer bumi. Lapisan ini mencegah radiasi sinar ultravioler cahaya matahari. Akibat pencemaran udara oleh CFC, banyak partikel ozon terikat oleh radikal klor dari CFC. Selanjutnya terjadilah penipisan lapisan ozon atau kemungkinan terjadinya lubang lapisan ozon. Penipisan lapisan ozon dan terbentuknya lubang lapisan ozon menyebabkan intensitas sinar ultraviolet yang sampai ke permukaan

bumi meningkat. Sinar ultraviolet langsung dipancarkan ke bumi sehingga dapat menyebabkan kanker kulit dan berbagai penyakit pada tanaman. b. Dampak pencemaran air terhadap Lingkungan Dampak polusi air terhadap terhadap lingkungan : 1. Dampak pencemaran air karena buangan industri Salah satu contoh dampak polusi air karena buangan industri adalah limbah merkuri (Hg). Merkuri biasanya digunakan dalam proses penambangan emas. Sisa penambangan yang dibuang ke perairan menyebabkan air tercemar merkuri. Merkuri masuk ke dalam rantai makanan organisme air. Merkuri akan terakumulasi dalam organisme air dan akan berdampak pada kesehatan manusia. 2. Dampak pencemaran air karena pembusukan sampah organik Sampah organik mengalami proses pembusukan karena adanya bakteri pengurai. Penguraian akan menyebabkan kadar oksigen dalam air akan berkurang dan menyebabkan gangguan terhadap kehidupan organisme air. 3. Dampak pencemaran air karena pemakaian bahan agrokimia Pemakaian pupuk dan pestisida dapat menyebabkan pencemaran air. Selain itu fosfat dan nitrogen hasil samping pemakaian pupuk akan menyebabkan eutrofikasi (penimbunan mineral) yang menyebabkan pertumbuhan alga dengan cepat (blooming alga). Alga yang menutupi perairan dapat menyebabkan berkurangnya penetrasi cahaya matahari ke dalam air. Akibatnya mengganggu kelangsungan hidup organisme air seperti terhambatnya fotosintesis. 4. Dampak pencemaran air karena tumpahan minyak di perairan Kecelakaan kapal tanker menyebabkan tumpahan minyak di perairan. Tumpahan minyak tersebut akan menyebabkan keracunan dan kematian organisme akuatik dan mengganggu ekosistem perairan secara ekologis. 5. Dampak pencemaran air terhadap terumbu karang Indonesi memiliki terumbu karang terkaya di dunia. Terumbu karang bermanfaat sebagai penahan ombak. Jika terumbu karang rusak mengakibatkan semakin rawannya masyarakat pantai terhadap bencana alam jika permukaan air naik. Terumbu karang terancam karena penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan dan mencemarkan. Dampak racun sianida dan peledakan di terumbu karang meliputi kerusakan fisik dan matinya karang dan organisme nontarget lainnya secara luas dan kerusakan ekosistem koral. Polusi yang bersumber dari darat termasuk limbah industri, limbah cair dan sisa bahan kimia pertanian juga mengancam terumbu karang. c. Dampak pencemaran tanah terhadap lingkungan Penyebab pencemaran tanah adalah bahan-bahan yang sukar hancur dan bahan agrokimia. Pencemar berupa bahan yang sukar hancur akan berdampak mengurangi estetika tanah dan lingkungan seperti lingkungan yang kumuh. Pemanfaatan bahan agrokimia yang berlebihan untuk meningkatkan hasil pertanian, justru akan merusak lingkungan dan hilangnya lapisan tanah yang mengandung nutrisi.

MODUL IV PENGELOLAAN LIMBAH STANDAR KOMPETENSI : 2. Memahami polusi dan dampaknya pada manusia dan lingkungannya KOMPETENSI DASAR : 2.4. Mendeskripsikan cara-cara menangani limbah INDIKATOR : 1. Menjelaskan metode penanganan limbah sesuai dengan sifat dan wujud limbahnya. 2. Melakukan pengolahan limbah. RINGKASAN MATERI Cara-cara Penanganan Limbah Pengelolaan limbah didasarkan pada : - jenis limbah (organik, anorganik, khusus) - keadaan limbah (campuran dengan limbah lain atau tidak) dan - wujud limbah (cair, gas, padat). 1. Sampah Organik Sampah organik relaltif lebih mudah, karena terurai oleh mikroorganisme, tetapi karena waktu yang diperlukan mikroorganisme dengan jumlah sampah tidak imbang maka sampah ini perlu dikelola. Sampah organik dikelola dengan cara : a. Sampah yang masih segar seperti : sisa sayuran, daun-daunan dapat digunakan untuk pakan ternak. b. Pembuatan kompos Pengomposan pada dasarnya menguranagi atau mendegradasi bahan organik menjadi bahan anorganik secara terkontrl dengan bantuan mikroorganisme. Mikroorganisme yang berperan dalam pengolahan ini antara lain bakteri, jamur, insekta dan cacing. Mikroorganisme pengurai harus dikondisikan dengan mengatur suhu, kelembaban udara, kandungan oksigen dan perbandingan campuran. Keuntungan pengomposan : - Jenis pupuk yang didapat adalah pupuk yang ramah lingkungan - Bahan yang dibutuhkan ada di sekitar kita - Masyarakat dapat membuat sendiri - unsur hara yang terkandung dalam kompos lebihll bertahan lama dlibanding pupuk buatan. c. Pembuatan biogas Biogas adalah gas-gas yang dapat dipergunakan untuk bahan bakar. Gas ini berasal dari pembusukan bahan organik dengan cara anaerob (tanpa oksigen), dibantu oleh mikroorganisme. Sampah organik (kotoran hewan, sisa tumbuhan) dicampur dan dimasukkkan ke dalam tempai kedap udara, dibiarkan kira-kira 2 minggu. Secara garis besar reaksinya sebagai berikut: - Selulosa diubah menjadi glukosa (C6H12O6)n n (C6H12O6)

- Peruraian glukosa n (C6H12O6) 2n CH3CH2OH + 2n CO2 + E - Pembentukan asam oleh alkohol (etanol) dengan bantuan bakteri bakteri 2n CH3COOH + 2n CH4 2n CH3CH2OH + 2n CO2
pembentukasan asam

- Pembentukan metana oleh asam dengan bantuan bakteri bakteri 2n CH4 + 2n CO 2n CH3COOH metana 2 (metana) d. Pirolisis Pengolahan limbah dengan proses dekomposisi kimia. Reaksinya : 3 C6H10O5 8H2O + 2CO + 2CO2 + CH4 + H2 + C6H8O + 7C Dengan cara tertentu pada tekanan yang tinggi dibantu katalisator terbentuk CO + H2O CO2 + H2 CO2 dan H2 merupakan bahan pembentuk gas metana dibantu oleh katalisator : CO2 + H2 CH4 + H2O

e. Limbah organik dapat diubah menjadi bahan bangungan seperti di Jepang dan di Jerman. f. Digunakan sebagi penyubur kolam ikan. 2. Sampah Anorganik Pengelolaan sampah anorganik dibedakan atas : sampah yang masih bisa dipakai lagi tanpa pengolahan, sampah yang bisa didaur ulang atau sampah yang tidak bisa digunakan lagi. Sampah-sampah yang bisa didaur ulang biasanya adalah sampah yang berasal dari plastik, logam, kerts dan kaca. Hasil dari daur ulang bisa berupa prodeuk yang sama atau produk yang berbeda. Karena produk daur ulang mengandung radikal bebas maka disarankan agar tidak menggunakan hasil daur ulang untuk kepentingan yang langsung dengan kita. Contoh daur ulang plastik untuk pot bunga atau gayung saja, bukan untuk piring, gelas dan tlempat/bungkus makanan. Apabila pemilihan dan pemilahan sampah sedini mungkin maka kualitas ldaur uang akan semakin bagus, minimal produk daur ulangl masih bisa diberi warna, sebab warna seperti semulal sudah tidak mungkin. Jika terlalu kotor sampah yang akan didaur ulang maka hasil akhirnya adalah hitam. Untuk sampah yang tidak bisa didaur ulang atau digunakan lagi biasanya ditempuh dengan cara antara lain : a. Penimbunan Penimbunan dengan maksud untuk menutupi rawa, jurang atau lekukan tanah di permukaan tanah atau di laut. Kekurangan dari sistem penimbunan : - sejumlah lahan tertimbun oleh sampah dan tidak produktif lagi - cairan hasil pembusukan bisa mencemari sumber air - sungai dan pipa-pipa air mungkin tercemar oleh polutan sampah - penyumbaatan badan air - tempat yang menarik bagi hewan (tikus, anjing, kucing dll) - sumber dan tempat perkembangbiakan penyakit

- gas yang dihasilkan bisa meledak, misal gas CH4 dari peruraian anaerob - menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan sosial di masyarakat. b. Pengisian tanah kesehatan (sanitary landfill) Sampah ditumbun di suatu daerah, kemudian dipadatkan dengan traktor selanjutnya ditutupi tanah. Pada bagian bawah dilengkapi oleh saluran yang menyalurkan air sisa pembusukan yang harus diolah dulu sebelum dibuanag ke sungai. Di bagian atas dibuat saluran untuk menyalurkan gas. Hal yang perlu diperhaatikan pada sanitary landfill adalah : - sanitary landfill adalah warisan bagi generasi mendatang - memerlukan lahan luas - pemilihan lahan agar tidak mencemari lingkungan - pemantauan yang terus menerus - drainase dan pembuangan gas harus dipersiapkan. c. Pembakaran Sampah padat dibakar dalam insinerator. Hasil pembakaran berupa gas dan residu pembakaran. Penurunan volume sampah padat mencapai 70%. Kelebihan pembakaran : - lahan yang digunakan relatif sedikit - dapat dibangun di lokasi industri - hasil pembakaran bersifat stabil dan anorganik - gas hasil pembakaran sebagai alternatif energi. Kekurangannya : - membutuhkan tenaga terampil - membutuhkan dana/biaya yang besar untuk pemeliharaan dan perbaikan. 3. Limbah Cair Pengelolaan limbah cair antara lain : a. Penyaringan Penyaringan bertujuan agar jangan ada sampah padat yang terbuang ke dalam air. b. Pengelolaan limbah cair secara terorganisir - proses persiapan meliputi pemisahan limbah cair dengan limbah padat - proses pengolahan meliputi dekomposisi bahan dengan melibatkan udara dan sinar matahari untuk menurunkan bakteri patogen dan meningkatkan DO. Menghilanglkan komponen seperti fosfor, zat tersuspensi, warna dan bau melalui adsorbsi, elektrodialisis dan osmosis. c. Normalisasi keadaan umum limbah cair Sebelum dibuang ke badan air, sebaiknya dinormalkan dulu suhu dan komposisinya. Sebagai penguji adalah kolam ikan. Jika kondisi ikan di kolam ikan bagus berarti air siap dibuang di badan air. d. Memanfaatkan bakteri pengurai untuk pengikatan dan penguraian secara enzimatik.

e. Reboisasi untuk menyelamatkan sumber mata air dan air tanah, menghambat erosi, mencegah terjadinya banjir. f. Memberikan lahan peresapan. Peresapan bisa dilakukan oleh bidang tanah dan tanaman, bisa pula melalui bantuan hewan. g. Program kali bersih. h. Pembuatan dan dan drainase untuk mengatur jumlah debit air yang mengalir melalui sungai. 4. Limbah B3 Cara-cara menangani limbah B3 agar tidak berbahaya bagi kesehatan manusia dan pencemaran lingkungan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. Proses mengubah karakteristik dan komposisi limbah B3, tujuannya agar limbah tersebut menjadi tidak berbahaya dan atau beracun. Proses tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi yang sesuai, seperti stabilisasi, solidifikasi, insinerasi atau netralisasi, pertukaran ion dan membran sel serta teknologi lain yang sesuai dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi. b. Pengenceran dengan menambahkan cairan atau zat lainnya pada limbah B3 sehingga konsentrasi zat racun dan/atau tingkat bahanyanya turun. Akan tetapi caranya sebaiknya jangan dilakukan dan dilarang karena bahan pencemarannya masih tetap sama dengan sebelum dilakukan pengenceran. c. Pengolahan limbah radioaktif dilakukan oleh Badan Tenaga Atom Nasional (BATAB) yang merupakan instansi yang bertanggung jawab di bidang pengelolaan limbah radioaktif.

NAMA SEKOLAH MATA PELAJARAN KELAS

: SMK NEGERI 6 PALEMBANG : ILMU PENGETAHUAN ALAM : XI