Anda di halaman 1dari 1

Mekanisme Kerja Beta blocker dan Calcium-channel blocker serta Pengaruhnya terhadap Fungsi Jantung dan Pembuluh Darah.

Beta blocker Mekanisme Beta Bloker : menurunkan tekanan darah terutama mengurangi isi sekuncup jantung sehingga menyebabkan penurunan curah jantung menurunkan Volume Darah. Beta bloker juga menurunkan aliran simpatik darin SSP dan menghambat pelepasan rennin sehingga dapat menurunkan pembentuksn Angiostensin II, sekresi aldosteron dan menurunkan retensi air, natrium menurunkan Volume Darah. Calcium-channel blocker Yang terpenting disini adalah CCBs selektif untuk menghambat aliran udara ke dalam ion kalisum ketika chanel kalisum permeabel terbuka. Sebelumnya disebut dengan slow chanel tetapi disadari bahwa aliran perjalanan kalsium terjadi sangat cepat dan ada 2 tipe pada chanel kalsium yaitu tipe L dan T. Pembukaan chanel kalsium konvensional yang tahan lama disebut tipe L, dimana menghambat dengan CCB dan meningkatkan aktifitas dari katekolamin. Fungsi dari tipe L adalah untuk memasukkan jumlah substansi dari ion kalsium yang diperlukan untuk inisiasi kontraksi melalui rilis kalsium kalisum-induced dari sercoplasmic reticulum. Pada tipe T chanel terbuka pada potensial lebih negative daripada tipe L dan probabilitasnya adalah suatu bagian yang penting pada inisiasi depolarisasi dari sinus dan atrioventrikular(AV) jaringan nodal. Ini relative diregulasi pada gagal jantung. Suatu bloker spesifik untuk tipe T kalsium chanel adalah mibefradil timbul ketika dalam keparahan interaksi efek hepatic yang serius terdeteksi. Mekanisme kerja Ca Chanel Blocker : Hambatan aliran masuk kalsium ke dalam sel-sel otot polos arteri. Antagonis saluran Ca2+ memiliki aksi memblok saluran ion kalsium sehingga menyebabkan inhibisi influk Ca2+ ke dalam sel dan terjadi efek vasodilatasi