Anda di halaman 1dari 19

WELCOME MUNAKAHAT

MATERI
Arti Dasar Hukum Rukun dan Syarat Mahram

Arti
Etimologis Definitif
bersenang-senang memasukkan sesuatu ke dalam sesuatu


Aqad yang menjamin shahnya hubungan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dengan menggunakan kata NIKAH atau KAWIN, atau kata lain yang searti dengan kedua kata tersebut.

UU No. 1 / 1974 Ttg Perkawinan (Psl 2)


Perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dan seorang wanita untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah untuk selama-lamanya berdasarkan ketuhanan yang maha esa.

Dasar
Al Quran
12:03 ,23:42 ,3:4

: Dari Hadits

1.
2. 3. 4.

Wajib, yaitu bagi orang yang telah mempunyai bekal

Hukum

5.

hidup untuk memberi nafkah dan adanya kekhawatiran terjerumus dlam perbuatan maksiat atau zina bila tidak segera menikah. Sunah, yaitu bagi orang yang telah mempunyai keinginan untuk nikah dan mempunyai bekal hidup untuk membiayai orang yang menjadi tanggungannnya. Jaiz/Mubah, artinya diperbolehkan dan inilah yang menjadi dasar hukum pernikahan Makruh, yaitu bagi orang yang mempunyai keinginan untuk nikah tapi belum mempunyai bekal hidup untuk membiayai (nafkah) bagi orang yang menjadi tanggungannya. Haram, yaitu bagi orang yang akan melangsungkan pernikahan itu mempunyai niat buruk, seperti niat buruk untuk menyakiti pasangan yang akan dinikahinya.

menu

pernikahan

wajib

mampu lahir batin

beresiko zina

sunnah
HUKUM NIKAH

mampu lahir batin

tidak beresiko zina

mubah makruh

tidak mampu lahir/batin tidak mampu lahir batin tidak mampu lahir batin

istri rela

istri tidak rela

haram

istri disakiti

Rukun dan Syarat


Mempelai Laki-laki

Mempelai Perempuan
Wali Saksi Shigat ( Aqad )

Mempelai Laki-laki
1. Bukan mahram dari mempelai wanita 2. Tidak karena terpaksa / atas kemauan sendiri 3. Tertentu orangnya / Jelas orangnya 4. Tidak sedang melaksanakan Ihram Haji

Mempelai Perempuan
1. Tidak ada halangan Syariy
Bukan Mahram Tdk sedang bersuami Tdk sedang dalam masa iddah

2. Tertentu orangnya / Jelas Orangnya 3. Tidak sedang melaksanakan Ihram Haji

Wali
1. 2. 3. 4. 5. 6. Laki-laki Baligh Berakal Tidak Terpaksa Adil Tdk sdg melaksanakan Ihram Haji

Susunan dan urutan menjadi wali adalah


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Ayah kandung Kakek, yaitu bapak dari bapak mempelai perempuan Saudara laki-laki sekandung Saudara laki-lai sebapak Anak laki-laki dari saudara laki-laki sekandung Anak laki-laki dari saudara laki-laki sebapak Paman (saudara laki-laki bapak) Anak laki-laki paman Hakim, wali hakim berlaku apabila yang tersebut pada nomor 1 sampai dengan 8 semuanya tidak ada atau sedang berhalangan, tetapi menyerahkan kepada hakim.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Laki-laki Baligh Berakal Tidak Terpaksa Adil Tdk sdg melaksanakan Ihram Haji Dapat mendengar dan Melihat Memahami bahasa yang dipergunakan untuk Ijab dan Qabul.

Saksi

Shigat

1. Dengan bahasa yang difahami / dimengerti 2. Dalam satu Majlis


( Mempelai laki-laki, wali dan saksi )

Mahram
1. Muabadan
a. Hub. Darah b. Hub. Semenda c. Hub. Sesusuan

2. Ghairu Muabadan
a. Hub. Pernikahan

Sebab nasab (keturunan),


a) ibu, nenek, dan seterusnya sampai keatas, bapak kakek dan seterusnya b) anak, cucu dan seterusnya ke bawah c) saudara seibu dan sebapak, sebapak dan seibu saja d) saudara dari bapak e) saudara dari ibu f) anak dari saudara laki-laki dan seterusnya g) anak dari saudara perempuan dan seterusnya

Sebab menyusu,
a) ibu yang menyusui b) saudara sesusuan

Dari sebab perkawinan


a) ibu dari istri atau bapak dari istri (mertua) b) anak tiri apabila orang tuanya sudah dicampuri (digauli) c) istri/suami dari anak (menantu) d) orang tua tiri e) mengumpulkan bersama-sama antara dua orang yang bersaudara dalam satu waktu.

Sekian
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai