Anda di halaman 1dari 7

PROFIL WILAYAH PERBATASAN NEGARA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Kondisi Geografis dan Administrasi

rovinsi Kalimantan Barat merupakan provinsi yang berbatasan dengan negara bagian Serawak Malaysia, dengan panjang garis perbatasan di darat adalah 966 kilometer.Provinsi Kalimantan Barat juga menjadi lokasi penempatan titik dasar yang menjadi acuan bagi penarikan garis batas laut teritorial, yaitu TD. 035 di Tanjung Datu, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.

Geografis dan Administratif. Perbatasan darat di Kalimantan Barat melintasi 116 desa dalam 15 kecamatan dan di 5 kabupaten, yaitu : 1. Kabupaten Sambas, memiliki 2 kecamatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yaitu : (1) Paloh; dan (2) Sajingan Besar 2. Kabupaten Bengkayang, memiliki 2 kecamatan yang berbatasan langsung, yaitu : (1) Jagoi Babang; dan (2) Siding 3. Kabupaten Sanggau, memiliki 2 kecamatan yang berbatasan langsung, yaitu : (1) Entikong; dan (2) Sekayam 4. Kabupaten Sintang, memiliki 2 kecamatan yang berbatasan langsung, yaitu : (1) Ketungau Hulu; dan (2) Ketuingau Tengah 5. Kabupaten Kapuas Hulu, memiliki 7 kecamatan yang berbatasan langsung, yaitu : (1) Putussibau; (2) Kedamin; (3) Puring Kencana; (4) Empanang; (5) Badau; (6) Batang Lupar; dan (7) Embaloh Hulu Wilayah perbatasan di Kalimantan Barat, jika dihitung berdasarkan luas kecamatan-kecamatan yang berbatasan langsung dengan wilayah negara tetangga di darat adalah sekitar 25.168,Km2 atau 16,4 persen dari total luas wilayah Provinsi. Kabupaten Kapuas Hulu memiliki luasan terbesar kecamatan perbatasan, sedangkan terkecil adalah Kabupaten Bengkayang

Tabel: Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Diwilayah Perbatasan Kabupaten.
Kabupaten (Kecamatan Perbatasan) Sambas Bengkayang Sanggau Sintang Wilayah Perbatasan Luas (Km2) 2.553,2 1.176,8 1.347,9 4.320,6 % Luas Kabupaten 39,92 21,81 10,48 33,60 Penduduk Jumlah Jiwa) 31.150 12.111 39.702 44.647 Kepadatan (jiwa/Km2) 12,2 10,3 29,5 10,3

PROFIL WILAYAH PERBATASAN NEGARA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT


Kapuas Hulu Total 15.770 25.168,5 52,84 37,37 53.744 181.354,0 3,6 7,2

Kawasan perbatasan Kalimantan Barat sebagian besar terdiri atas Barat (Berdasarkan Luas Kecamatan) dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 200 meter di atas Sambas; Bengkay ang; permukaan laut (dpl), kecuali Kapuas Hulu; 1.176,8 2.553,2 sebagian kecil dataran tinggi di 14.808,0 Sanggau; sekitar gunung Niut di 1.347,9 Bengkayang dan gunung Lawit di Kapuas Hulu. Kondisi geografis Sintang; tersebut, berpengaruh terhadap 4.320,6 persebaran penduduk yang sebagian besar berada di daerah dataran rendah. Misalnya wilayah Kapuas Hulu yang memiliki daerah dataran tinggi lebih banyak memiliki kepadatan penduduk rendah.
Luas Wilayah Perbatasan di Provinsi Kalimantan

.
Lintas Batas. terdapat 16 desa di Kalimantan Barat dan 10 kampung di Sarawak yang disepakati sebagai titik lintas batas antara pemerintah Indonesia dan Malaysia pada tanggal 12 Januari 2006 di Bukit Tinggi. Penduduk setempat hanya dengan menggunakan pas lintas batas dapat saling mengunjungi untuk keperluan sehari-hari dengan jumlah pengeluaran belanja maksimum sebesar 600 ringgit per orang per bulan. Dari lima kabupaten di wilayah perbatasan Kalimantan Barat, hingga tahun 2007 baru terdapat satu pintu perbatasan resmi, yaitu di Kabupaten Sanggau (Entikong) dengan fasilitas Custom, Immigration, Quarantine, and Security (CIQS) yang sudah cukup baik. Sedangkan wilayah perbatasan lainnya seperti di Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sintang, Sambas, dan Kapuas Hulu masih belum memiliki pos lintas batas yang resmi. Sesuai dengan kesepakatan dengan pihak Malaysia dalam forum Sosek Malindo, sebenarnya telah disepakati pembukaan beberapa pintu perbatasan secara bertahap di beberapa kawasan, yaitu Nanga Badau (Kapuas Hulu) Lubuk antu (Sri Aman) yang disepakati pada tahun 1998, dan Aruk (Sambas)-Biawak yang disepakati pada tahun 2005. Sedangkan kawasan lain di Kabupaten Sintang dan Bengkayang masih terus diusulkan dalam pembahasan forum Sosek Malindo. Tabel : Exit-Entry Point Kalimantan Barat-Sarawak
Kalimantan Barat Titik Lintas Batas 1. Temajuk 2. Liku 1. Sajingan 2. Aruk Siding Jagoi Babang Saparan Entikong 1. Segumon 2. Bantan 1. Jasa 2. Nanga Bayan Semarah Wilayah Akses Limit to Paloh/Liku Only Limit to Sajingan Besar Only Limit to Seluas Only Limit to Seluas Only Limit to 5 km radius of Saparan Only Limit to 5 km radius of Entikong Only Limit to 5 km radius of Segumon and Bantan Only Limit to Senaning Only Limit to 5 km radius of Semareh Only Titik Lintas Batas Sematan Biawak Stass Serikin Padawan Tebedu Bunan Gega Kranggas Gayau Sarawak Wilayah Akses Limit to Sematan Bazaar Only Limit to 5 km radius of Biawak Bazaar Only Limit to 5 km radius of Kg Staas Only Limit to Serikin Only Limit to Simpang Empat Only Limit to 5 km radius of Tebedu Only Limit to 5 km radius of Bunan Gega Only Limit to Kranggas Gayau Only

PROFIL WILAYAH PERBATASAN NEGARA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT


1. Merakai Panjang 2. Langau Nangau Badau Limit to Batu Lintang Bazaar Only Limit to Lubok Antus Long House Only

Limit to Puring Kencana Only Limit to Badau Only

Batu Lintang Lubok Antu

R ib u Jiw a

Kondisi Kependudukan dan Sosial Ekonomi

Penduduk. Berdasarkan data Jumlah Penduduk Kabupaten tahun 2005, Jumlah penduduk di Wilayah Perbatasan/ Non Perbatasan Provinsi Kalimantan Barat berjumlah 3,9 juta jiwa, 500 463,5 dengan persebaran penduduk 334,3 400 296,5 yang tidak merata. Wilayah 300 193,8 162,8 perbatasan yang meliputi 5 200 kabupaten memiliki jumlah 53,7 44,6 39,7 100 31,2 12,1 penduduk sebesar 1,632,200 jiwa atau sekitar 41,85 persen dari total penduduk Kalimantan Barat. Jumlah penduduk terbesar berada di Jumlah Penduduk di Kec. Perbatasan Kabupaten Sambas sebanyak Jumlah Penduduk di Kec. Non Perbatasan 494.613 jiwa dan terendah di Kabupaten Kapuas Hulu sebanyak 216,542 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk yang berdomisili di kecamatan-kecamatan yang berbatasan langsung sebanyak 181,354 jiwa atau 4,65 persen dari total penduduk Kabupaten, dengan jumlah terbesar berada di Kabupaten Kapuas Hulu dan terkecil di Kabupaten Bengkayang.
s g ba g ga an m ka y ng nt Sa Sa Si

Pendidikan. Kondisi pendidikan berdasarkan indikator Angka Melek Huruf (AMH), angka terendah diwilayah kabupaten perbatasan berada di Kabupaten Bengkayang (85,9%) dan Kabupaten Sintang (86,2%).
Angka Melek Huruf Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat, Tahun 3005
89,5 85,9 89,1 86,2 90,2 87,0 91,0 84,9 86,7 89,2 89,4 88,4

Kota Pontianak

Be

ng

Bengkayang

Kapuas Hulu

Pontianak

Sekadau

Sambas

Sintang

Landak

Ka

p.

KABUPATEN PERBATASAN

KABUPATEN NON PERBATASAN

Kesehatan. Kondisi kesehatan berdasarkan indikator Angka Haran Hidup (AHH), angka terendah diwilayah kabupaten perbatasan berada di Kabupaten Sambas (60,1 tahun).

Kota Singkawang

Ketapang

Sanggau

Melawai

Hu

an

lu

PROFIL WILAYAH PERBATASAN NEGARA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT


Angka Haran Hidup Kabupaten/ Kota
68,0 60,1 67,0

Di Provinsi Kalimantan Barat, Tahun 2005


67,4 65,9 67,0 67,2 66,1 66,4 64,0 66,6 66,5

Kota Pontianak

Bengkayang

Kapuas Hulu

Pontianak

Sekadau

Sambas

Sanggau

Sintang

Landak

KABUPATEN PERBATASAN

KABUPATEN NON PERBATASAN

Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan indikator IPM, nilai indeks terendah di wilayah kabupaten perbatasan berada di Kabupaten Sambas (61,9).
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat, Tahun 2005
64,6 61,9 66,2 68,2 65,1 64,5 63,8 69,5 64,7 64,2 66,9 65,2

Kota Pontianak

Kota Singkawang

Bengkayang

Kapuas Hulu

Pontianak

Sekadau

Sambas

Landak

KABUPATEN PERBATASAN

KABUPATEN NON PERBATASAN

Penduduk Miskin. Berdasarkan indikator persentase penduduk miskin, persentase penduduk miskin tertinggi di wilayah perbatasan berada di Kabupaten Sintang sebanyak 16,61%.
Persentase Penduduk Miskin Kabupaten/ Kota Provinsi Kalimantan Barat, Tahun 2004
24,68 14,46 15,18 10,93 16,61 16,06 16,61 10,93 6,47 Kota Pontianak Kapuas Hulu Bengkayang Pontianak Sekadau Sambas Sanggau Sintang Landak Ketapang 9,78 11,45 18,35

Melawai

KABUPATEN PERBATASAN

KABUPATEN NON PERBATASAN

Kondisi Perekonomian Daerah

Perekonomian daerah, diwilayah kabupaten perbatasan dapat digambarkan berdasarkan indikator PDRB dan kondisi keuangan daerah (APBD). Berdasarkan PDRB perkapita di kabupaten wilayah perbatasan, nilai terendah terdapat di Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu.

Kota Singkawang

Kota Singkawang

Ketapang

Sanggau

Sintang

Melawai

Ketapang

Melawai

PROFIL WILAYAH PERBATASAN NEGARA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

PDRB Perkapita (Harga Berlaku) Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat, Tahun 2005
(Ribu Rp.) 14.068 6.794 6.194 7.633 3.588 4.590 Kapuas Hulu 3.922 3.532 8.274 8.877

5.578

6.150

Kota Pontianak

Bengkayang

Pontianak

Sekadau

Sambas

Sanggau

Sintang

Landak

KABUPATEN PERBATASAN

KABUPATEN NON PERBATASAN

Berdasarkan kontribusi per sektor terhadap PDRB, hampir seluruh Kabupaten di perbatasan didominasi oleh sektor pertanian, disusul oleh sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Satu-satunya kabupaten perbatasan yang kontribusi sektor industri pengolahannya relatif besar adalah Kabupaten Sanggau.

Kontribusi PDRB per sektor terhadap PDRB Total Tahun 2005


60 Persen 40 20 0
Sambas Pertanian Jasa-Jasa Industri Pengolahan Pengangkutan dan Komunikasi Listrik, Gas, dan Air Minum Bengkayang Sanggau Sintang Kap. Hulu Perdagangan, Hotel, dan Restoran Kabupaten Bangunan Keuangan, Persew aan, dan Jasa Perusahaan Pertambangan dan Penggalian

Kondisi Infrastruktur

Infrastruktur. Terbatasnya infrastruktur seperti sarana dan prasarana dasar permukiman, jaringan air bersih, dan sarana prasarana transportasi menyebab kan wilayah ini memiliki aksesibilitas yang rendah dan terisolasi dari wilayah sekitamya. Bila dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia, maka kesenjangan infrastrukturnya cukup besar. Transportasi darat. Transportasi darat memegang peranan penting di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Jalan yang menghubungkan daerah-daerah di perbatasan terdapat lebih kurang sepanjang 4.641,55 kilometer yang meliputi jalan aspal, kerikil maupun tanah. Berdasarkan data pada tahun 2001, Jalan dengan kondisi baik terpanjang dimiliki Kabupaten Sanggau dan terpendek dimiliki Kabupaten Sintang. Sedangkan jalan rusak berat terpanjang dimiliki Kabupaten Sintang dan Sambas sedangkan terpendek dimiliki Kabupaten Sanggau. Jika dilihat keseluruhan, jalan rusak dan rusak berat masih mendominasi seluruh kabupaten di perbatasan Kalimantan Barat. Sedangkan jika dilihat dari jenisnya, Jalan aspal terpanjang dimiliki Kabupaten Sintang dan terpendek dimiliki Kabupaten Kapuas Hulu. Jalan Kerikil terpanjang dimiliki Kabupaten Sanggau dan terpendek dimiliki Kabupaten

Kota Singkawang

Ketapang

Melawai

PROFIL WILAYAH PERBATASAN NEGARA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT


Sambas. Sedangkan jalan tanah terpanjang dimiliki Kabupaten Sintang dan terpendek dimiliki Kabupaten Kapuas Hulu. Secara keseluruhan, seluruh Kabupaten masih didominasi oleh jalan tanah daripada jalan aspal, kecuali di Kabupaten Kapuas Hulu.
Jenis Perm ukaan Jalan di Kabupaten Perbatasan Tahun 2001 800 700 600 500 400 300 200 100 0

Km

Sa ng ga u

Sa m

Be ng ka y

Si nt an g

Aspal

Kerikil

Tanah

Kondisi Jalan di Kabupaten Perbatasan 700 600 500 Km 400 300 200 100 0
Be ng ka ya ng Sa m ba s Sa ng ga u Si nt an g Ka p. H ul u

Baik

Sedang

Rusak

Rusak Berat

Listrik dan Air Bersih. Untuk fasilitas kelistrikan baru sekitar 50 persen penduduk di perbatasan yang mendapatkan pelayanan listrik. Hal ini menunjukkan besarnya perbedaan kesejahteraan masyarakat perbatasan di Kalimantan Barat dengan masyarakat perbatasan di Serawak, yang hampir seluruhnya telah mendapatkan pelayanan listrik. Kondisi tersebut ternyata terjadi pula pada fasilitas air bersih yang hanya mampu melayani 50 persen penduduk di wilayah perbatasan Kalimantan Barat, sedangkan penduduk perbatasan di Sarawak telah terpenuhi 100 persen fasilitas air bersihnya.

Arah Pengembangan

Sesuai dengan konsep RTR Kawasan Perbatasan Kalimantan-Serawak-Sabah (KASABA), telah ditetapkan 5 (lima) Pusat Kawasan Strategis Nasional di Kalimantan Barat, yaitu Temajuk-Aruk (Sambas), Jagoi Babang (Bengkayang), Entikong (Sanggau), Jasa (Sintang),d an Nanga Badau (Kapuas Hulu). Pemerintah Daerah Kalimantan Barat menggunakan istilah Border Development Center bagi ke-5 PKSN tersebut sekaligus diarahkan menjadi pintu gerbang angar negara yang dilengkapi dengan Pos Pemeriksaan Lintas Batas dan Tempat pemeriksaan Imigrasi.

Ka p.

H ul u

an g

ba s

PROFIL WILAYAH PERBATASAN NEGARA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT


Kabupaten
Sambas Bengkayang Sanggau PKSN Temajok-Aruk Jagoi Babang Entikong

Fungsi Kota
PKW Sambas Bengkayang Sanggau, Ngabang Sintang PKL Liku, Sekura, Sajingan, saparan, Tanah Hitam, Sejangkung, Kaliau Jagoi Babang, Sekuas, Siding, Sanggau Ledo, Ledo Bantan, Balai Karangan, Serimbu, Beduai, Kembanyan, Noyan, Bonti, Sekadau Nanga Bayan, Merakai Panjang, Semareh, Sungai Buaya, Sei Kelik, Nanga Merakai, Senaning, Nanga Ketungai Semitau, Nanga Kantuk, Nanga Silat, Puring Kencana, Banua Martinus, Langau, Lanjak

Kota di Sarawak/Sabah
Sematan, Biawak, Teluk Melano Serikin Padawan, Sitas, Gobang Tebedu, Bunan Gega

Sintang

Jasa

Kranggas Gayau, Balai Ringin

Kapuas Hulu

Nanga Badau

Putussibau

Lubok antu, Batu Lintang