Anda di halaman 1dari 3

PEMANTULAN PADA CERMIN CEMBUNG Sinar-sinar istimewa untuk permukaan sferis cembung, meliputi: 1.

Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah-olah datangnya dari fokus (F)

2.

Sinar datang menuju titik fokus (F) akan dipantulkan sejajar sumbu utama

3.

Sinar yang menuju titik pusat kelengkungan P akan dipantulkan kembali seolah-olah bersumber dari P

Pembentukan Bayangan pada Cermin Cembung Untuk melukis pembentukan bayangan pada cermin cembung, dapat dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut: 1. Lukis dua buah sinar istimewa (menggunakan sinar datang sejajar dengan sumbu utama yang akan dipantulkan seolah-olah datangnya dari fokus (F) dan sinar yang menuju titik pusat

kelengkungan P yang akan dipantulkan kembali seolah-olah bersumber dari P). Secara umum setiap sinar datang yang mengenai cermin cembung menggunakan aturan Hukum Snellius dengan menunjukkan setiap titik pantulnya sesuai dengan garis normalnya. 2. Sinar datang dari depan cermin dan dipantulkan kembali ke depan, perpanjangan sinar-sinar di belakang cermin dilukis sebagai garis putus-putus. Lukisan garis putus-putus menyatakan bahwa sinar seolah-olah berasal dari titik tertentu yang akan menggambarkan bayangan semu. 3. Perpotongan kedua buah sinar pantul yang dilukis pada langkah 1 merupakan titik bayangan, karena titik perpotongan sinar tersebut yang akan menunjukkan bahwa bayangan akan terbentuk. Jika perpotongan didapat dari sinar pantul terjadi bayangan nyata (sejati), karena titik perpotongan yang terbentuk terletak di daerah bayangan nyata di depan cermin. Akan tetapi jika perpotongan didapat dari perpanjangan sinar pantul, bayangan yang dihasilkan adalah maya (semu), karena titip perpotongan terletak di daerah bayangan semu di belakang cermin. Hendrajaya, et al. (1983) mendefinisikan pengertian benda/bayangan nyata dan maya sebagai berikut: Benda nyata Benda maya Bayangan nyata Bayangan maya : Jika sinar datang divergen pada permukaan pembias (s > 0). : Jika sinar datang konvergen pada permukaan (s < 0) : Jika sinar datang konvergen dari permukaan pembias (s > 0) berpotongan. Jika sinar datang divergen dari permukaan pembias seakan-akan datang dari : sebuah titik di pihak lain dari permukaan (s < 0).

Pada prinsipnya untuk melukiskan pembentukan bayangan pada cermin cembung sama dengan pembentukan bayangan pada cermin Cekung, cukup digunakan dua buah sinar istimewa saja.

Gambar Pembentukan bayangan pada cermin cembung Tabel 1. Sifat-sifat Bayangan pada Pencerminan Permukaan Sferis S S

Cermin Cembung

RI R II R III R IV

R IV R III R II RI

Sejati, tegak, diperbesar Maya, terbalik, diperbesar Maya, terbalik, diperkecil Maya, tegak, diperkecil

Hubungan antara jarak benda (s), jarak bayangan s' dan fokus

atau catatan :

R dan f bertanda positif untuk cermin cekung R dan f bertanda negatif untuk cermin cembung

Perbesaran bayangan pada pemantulan ini berlaku:

Catatan: Bila perbesaran M bertanda negatif (-), maka bayangan adalah nyata dan terbalik terhadap bendanya. Bila perbesaran M bertanda positif (+), maka bayangan adalah maya dan tegak terhadap bendanya. ................................................................... (Kanginan, Mulia, & Adjis, 1994) Dasar dari semua kaidah dalam catatan di atas yaitu tidak lain adalah penggambaran pembentukan bayangan yang mengikuti kaidah Hukum Snellius.