Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH KELENGKAPAN FASILITAS BELAJAR DAN KREATIVITAS GURU DALAM MENGELOLAH PEMBELAJARAN EKONOMI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X DI SMA NEGERI 1 SUBOH TAHUN PELAJARAN 2012/ 2013. 1. Latar Belakang Dalam era globalisasi dan informasi dituntut kemampuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang memadai. Untuk menuju pada kemajuan tehnologi yang diharapkan, harus memanfaatkan sumber daya yang tersedia, salah satu sumber daya tersebut adalah sumber daya manusia (SDM) yang memegang peranan penting dalam pembangunan. Dengan demikian, unsur pendidikan juga berperan untuk meningkatkan kemampuan masingmasing individu. Keberhasilan pembangunan nasional ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia baik yang menjadi pengambilan keputusan, menentukan kebijakan pemikir dan perencanaan maupun yang menjadi pelaksana di sektor terdepan dan para pelaku fungsi kontrol atau pengamat pembangunan. Hal ini menunjukkan bahwa unsur manusialah yang menggerakkan roda pembangunan tersebut. Oleh karena itu, harus menjaga kestabilan dan keseimbangan proses pembangunan dan meningkatkan dinamika agar target dan tujuannya tercapai. Sarana paling strategis bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah pendidikan. Posisi pendidikan yang strategis ini hanya mengandung makna dan dapat mencapai tujuan dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia apabila pendidikan tersebut memiliki sistem yang releva dengan pembangunan dan kualitas yang tinggi baik dari segi proses dan hasilnya. Mengingat pentingnya pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah berusaha mengadakan perbaikan dalam bidang pendidikan. Perbaikan yang telah dilakukan oleh pemerintah tersebut antara lain: perubahan dibidang kurikulum sekolah, penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang lebih memadai, peningkatan mutu tenaga pendidik dengan adanya penyetaraan tersebut. Semua usaha pemerintah tersebut ditujukan untuk memperlancar proses belajar mengajar sehingga tujuan pendidikan tercapai.

Tercapainya tujuan pendidikan nasional di atas dapat dilihat dari prestasi belajar yang didapat oleh peserta didik. Menurut pendapat Tirtonegoro (2001:43) prestasi belajar adalah hasil dari pengukuran serta penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu. Sedangkan menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2003:101) prestasi belajar adalah realisasi atau pemekaran dari kecakapan - kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Dari pengertian ini dapat kita ketahui, bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi- informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi, yang dinyatakan dalam bentuk nilai. Dari situ dapat dilihat tinggi rendahnya prestasi belajar siswa pada setiap bidang studi. Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari dalam diri peserta didik (faktor intern) yang berupa kecerdasan/intelegensi, bakat, minat, kemandirian dan motivasi, maupun faktor dari luar peserta didik (faktor ekstern) yang berupa lingkungan keluarga (orang tua), sekolah dan masyarakat. Selain itu perkembangan zaman juga berpengaruh terhadap pendidikan, sehingga mengakibatkan iklim pendidikan juga akan berubah kompleksitas masalah pendidikan menjadi semakin terasa, jika dipandang dari sudut kualitas harus disediakan gedung sekolah, biaya pendidikan dan tenaga guru dalam jumlah yang memadai. Dari sudut kualitas yang saat ini menjadi perhatian umum adalah masalah mutu pendidikan. Permasalahan pendidikan yang merupakan salah satu yang harus dihadapi bangsa Indonesia, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas guru, serta dengan pengadaan bukubuku dan alat pengajaran dan lebih memperhatikan sistem pengelolaan kelas yang baik.

Upaya peningkatan mutu pendidikan menjadi bagian terpadu dari upaya peningkatan kualitas manusia, baik aspek kemampuan, kepribadian maupun tanggung jawab sebagai warga masyarakat. Dalam usaha pencapaian mutu pendidikan diperlukan suatu pengelolaan kelas secara optimal. Pengelolaan kelas di SMA Negeri 1 Suboh merupakan bagian dari kegiatan pendidikan pada umumnya, yang menciptakan pola aktivitas yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi kelas. Guru-guru akan menciptakan kondisi kelas dan mempertahankannya sehingga individu-individu dapat memanfaatkan rasionalnya, bakat kreatifnya terhadap tugas-tugas pendidikan yang menantang. Hal ini merupakan organisasi kelas yang efektif, yang mencakup seleksi metode yang sesuai dengan situasi. Misalnya tersediaanya kelas yang bersih, fasilitas kelas yang memadai, dll. Akan tetapi realita yang ada di SMA Negeri 1 Suboh, masih terdapat kondisi pengelolaan kelas yang kurang optimal, sehingga ada kemungkinan dalam mencapai tujuan kurang maksimal. SMA Negeri 1 Suboh adalah salah satu sekolah yang telah ada yang juga mengusahakan pengelolaan kelas yang menekankan pada aspek pengaturan (management) lingkungan pembelajaran yaitu berkaitan dengan pengaturan orang (siswa) dan barang/fasilitas. Kegiatan guru tersebut dapat berupa pengaturan kondisi dan fasilitas yang berada di dalam kelas yang diperlukan dalam proses pembelajaran diantaranya tempat duduk, perlengkapan dan bahan ajar, lingkungan kelas (cahaya, temperatur udara, ventilasi) dll. Berdasarkan latar belakang diatas,maka penulis memilih judul : Pengaruh Kelengkapan Fasilitas Belajar Dan Kreativitas Guru Dalam Mengelolah Pembelajaran Ekonomi Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X Di Sma Negeri 1 Suboh Tahun Pelajaran 2012/ 2013.

2. Rumusan masalah Rumusan permasalahan yang dapat diambil dari latar belakang diatas adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana pengaruh iklim sekolah terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Suboh Tahun Pelajaran 2012/2013?
2. Bagaimana pengaruh kreativitas guru dalam mengelolah pembelajaran terhadap

prestasi belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Suboh Tahun Pelajaran 2012/2013?
3. Seberapa besar pengaruh fasilitas belajar dan Kreativitas guru dalam mengelolah

kelas terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Suboh Tahun Pelajaran 2012/2013? 3. Tujuan Penelitian Dalam melakukan penelitian ini, penulis bermaksud untuk memperoleh data dan informasi perilaku kewirausahaan dan tingkat keberhasilan usaha yang dapat dijadikan bahan analisis. Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh kelengkapan fasilitas belajar terhadap prestasi belajar

siswa kelas X di SMA Negeri 1 Suboh Tahun Pelajaran 2012/2013?


2. Untuk mengetahui pengaruh kreativitas guru dalam mengelolah pembelajaran

terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Suboh Tahun Pelajaran 2012/2013?
3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fasilitas belajar dan Kreativitas guru

dalam mengelolah pembelajaran terhadap prestasi belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Suboh Tahun Pelajaran 2012/2013?

4. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat dalam pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Bagi penulis sebagai, wahana dalam memperoleh pengalaman dan pengetahuan dari lapangan dan usaha untuk mengembangkan kemampuan dalam membuat karya ilmiah. b. Bagi perguruan tinggi, hasil dari penelitian ini akan menjadi tambahan referensi dan merupakan salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi. c. Bagi sekolah, peneliti ini dapat memberikan sumbangan pemikiran guna meningkatkan kualitas guru, serta untuk meningkatkan kualitas guru untuk meningkatkan mutu pendidikan. d. Bagi peneliti lain, sebagai acuan, referensi, dan perbandingan untuk penelitian sejenis. 5. Variabel yang diteliti Variabel bebas a. Fasilitas Belajar Fasilitas belajar merupakan segala sesuatu yamg bersifat fisik maupun material yang dapat memudahkan terselenggaranya dalam proses belajar mengajar misalnya tempat perlengkapan belajar dikelas, alat peraga pembelajaran, buku pelajaran, perpustakaan, segala perlengkapan praktikum yang dapat menunjang proses belajar mengajar.
b. Kreativitas Guru dalam pengelolahan pembelajaran

Kreativitas guru dalam penglolahan dapat di artikan sebagai pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pencapaian suatu tujuan. Dalam variabel ini keadaan dimana guru dapat kreatif dalam mengelolah pembelajaran sehingga dapat menunjang keberhasilan dalam proses belajar.

Variabel Terikat a. Prestasi Belajar Dalam penelitian ini yang dimaksud prestasi belajar yaitu hasil yang yang dicapai seorang siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Indikator prestasi belajar siswa dapat tercapai apabila meliputi 3 ranah yaitu kognitif, afektif, phisikomotor. Prestasi siswa dibuktikan dan ditunjukkan melalui nilai atau angka dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh seorang guru terhadap tugas siswa dan ulangan, atau ujian yang ditempuhnya. 6. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear dengan menggunakan aplikasi SPSS. Dengan metode ini dapat dikutahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara fasilitas belajar dan kreativitas guru dalam pegelolahan kelas terhadap prestasi belajar siswa. 7. Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan metode sebagai berikut:
1. Penelitian Lapangan (Field Research) a. Metode Pengamatan atau Observasi b. Metode Wawancara atau Interview

c. Metode Kuesioner d. dokomentasi 8. Analisis Data Analisis data merupakan metode yang di gunakan untuk mengolah data-data yang telah diperoleh selama penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Kesimpulan jawaban yang berupa jawaban atau memecahkan masalah penelitian, dibuat berdasarkan hasil proses pengujian data yang meliputi : pemilihan, pengumpulan dan analisis data.

Ada dua konsep untuk mengukur kualitas data yaitu validitas dan reabilitas, artinya suatu penelitian akan menghasilkan kesimpulan yang bisa jika datannya kurang relibel dan kurang valid. Sedangkan kualitas data penelitian ditentukan oleh kualitas instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. 9. Daftar Pustaka Suyadi. 2010. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Jogjakarta: DIVA Press Kamdi et al. 2007. Model- model Pembelajaran Inovatif. Malang: Universitas Negeri Malang Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta Djamarah. 2006. Strategi Belajar Mengajar di Sekolah. Yogyakarta: Rineka Cipta