Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH FASILITAS DAN LINGKUNGAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 SUBOH TAHUN AJARAN

2012/2013
1. Latar Belakang Masalah

Istilah pendidikan merupakan suatu hal yang tidak asing lagi bagi semua orang, terlebih lagi diera globalisasi yang dikenal dengan zaman kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IP TEK) seperti sekarang ini. Berkembangnya IPTEK diikuti dengan berkembangnya pola pemikiran masyarakat. Pada perkembangan pemikiran masyarakat seperti sekarang ini, pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Sebab, persaingan untuk mempertahankan hidup semakin ketat dengan sulitnya lapangan pekerjaan sebagai modal untuk mempertahankan hidup dan melanjutkan keturunan. Jika dulu pada zaman kakek nenek kita, pendidikan dianggap kurang penting karena juga tidak terlepas dengan kesulitan hidup, maka pada saat ini sesulit apapun hidup yang dihadapi, pendidikan tetap menjadi prioritas yang utama bagi semua orang begitu khususnya bagi masyarakat Indonesia. Pendidikan dianggap

penting karena sejak lahir manusia tidak bisa berbuat sesuatu untuk kepentingan dirinya sendiri, mempertahankan hidup maupun merawat dirinya sendiri sehingga harus bergantung pada orang lain yang dalam hal ini adalah orang tua. Orang tua sendiri juga secara kodrati mempunyai kewajiban menidik anak agar anak dapat hidup mandiri dan lebih baik dari orang tua mereka sesuai dengan yang mereka harapkan.

Pendidikan dianggap sangat penting menurut Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang berbunyi : Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan, membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sehubungan dengan adanya tujuan tersebut, maka segenap masyarakat bersama dengan pemerintah berusaha keras untuk mewujudkan tujuan tersebut. Usaha yang dilakukan adalah dengan mendirikan lembaga pendidikan Indonesia, baik lembaga formal maupun lembaga non formal sehingga semua lembaga berkewajiban untuk mewujudkan tujuan tersebut. Sekolah merupakan lembaga formal yang memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). belajar Sekolah juga mengajar merupakan tempat berlangsungnya kegiatan (KBM). Sebagai tempat

berlangsungnya KBM, maka di sekolah terjadi proses belajar. Baharuddin dan Esa mengmukakan Proses belajar adalah serangkaian aktivitas yang terjadi pada pusat saraf individu yang belajar. Proses belajar dan

hasilnya hanya dapat diamati dari perubahan tingkah laku yang berbeda dari yang sebelumnya pada diri seseorang baik dalam hal pengetauhan, afektif maupun psikomotor. Secara garis besar, proses belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal Faktor- faktor internal meliputi faktor fisiologis, yaitu jasmani siswa dan faktor psikologis, yaitu kecerdasan atau intelegensi siswa, motivasi, minat, sikap, bakat. Faktor- faktor eksternal meliputi lingkungan alamiah da n lingkungan sosial budaya, sedangkan lingkungan non sosial instrumental, yaitu kurikulum, program, fasilitas belajar, guru. atau

Dengan demikian, terpenuhinya fasilitas belajar seperti sarana prasarana dalam belajar dan adanya kondisi lingkungan belajar yang baik dapat mendukung proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung secara efektif dan efisien. Pembelajaran yang efektif dan efisien dapat meningkata n prestasi belajar siswa. Terlebih lagi dewasa ini semakin dirasakan betapa pentingnya peranan fasilitas dan lingkungan yang baik dalam pembelajaran agar tercapai tujuan keberadaan fasilitas pendidikan yang diharapkan. Namun, pentingnya

dan lingkungan yang baik, seringkali terabaikan. Hal ini, terbukti dengan seringnya pemberitaan baik di media cetak maupun media elektronik mengenai potret buram pendidikan di tanah air. Dalam pemberitaan tersebut sering kali mengeluhkan adanya bangunan sekolah yang roboh ata u rusak dan ironisnya yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah baik pemerintah setempat maupun pemerintah pusat. Hal tersebut tentunya akan sangat menghambat proses belajar karena proses belajar tidak dapat berlangsung dengan baik dan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Jika proses belajar tidak dapat berlangsung dengan baik dan lancar, maka tujuan dari pembelajaran juga tidak akan dapat tercapai dengan baik. Hal ini juga akan berdampak pada prestasi siswa yang nantinya merujuk pada kualitas lembaga sekolah dan pada akhirnya pemerintah. Fasilitas dan lingkungan belajar merupakan faktor yang sama-sama berasal dari luar diri siswa yang biasanya berpengaruh secara tidak langsung terhadap peningkatan prestasi siswa. Akan tetapi, tidak tersedianya fasilitas dan lingkungan belajar yang baik dapat menjadi masalah belajar dan penghambat baik proses belajar dan pencapaian prestasi yang oleh karena terabaikan

ketersediaannya.

Pencapaian prestasi belajar yang baik menunjukkan keberhasilan dalam proses pembelajaran, begitu juga sebaliknya tidak tercapainya prestasi belajar yang baik menunjukkan kurang berhasilnya dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pemenuhan dan pengelolaan fasilitas dan lingkungan belajar yang baik untuk kelancaran proses belajar perlu diperhatikan oleh setiap sekolah. Sebab, terpenuhinya fasilitas dan lingkungan yang baik, dapat meminimalisir kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik. Tingkat kesulitan belajar yang rendah, menciptakan kelancaran proses belajar sehingga terjadi peningkatan prestasi belajar siswa. Demikian halnya dengan SMA Negeri 1 Suboh yang senatiasa mendorong siswanya untuk selalu berprestasi dengan menyediakan berbagai fasilitas belajar yang memadai dengan pengelolaan yang baik guna menunjang KBM. Selain menyediakan fasilitas belajar yang memadai, SMA Negeri 1 Suboh juga sangat memperhatikan lingkungan sekitar tempat belajar bagi para siswanya sehingga KBM dapat berlangsung dengan lancar dan meningkatkan prestasi belajar siswanya. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam dengan mengambil judul Pengaruh Fasilitas dan Lingkungan terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Suboh Tahun Ajaran 2012/2013

2. Rumusan Masalah

Adapun perumusan masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah ada pengaruh positif antara fasilitas belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Suboh? 2. Apakah ada pengaruh positif antara lingkungan belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Suboh? 3. Apakah ada pengaruh positif antara fasilitas belajar dan lingkungan terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Suboh? 3. Tujuan Penelitian Dalam melakukan penelitian ini, penulis bermaksud untuk memperoleh data dan informasi perilaku kewirausahaan dan tingkat keberhasilan usaha yang dapat dijadikan bahan analisis. Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1.

Untuk mengetahui pengaruh positif antara fasilitas belajar terhadap prestasi Untuk mengetahui pengaruh positif antara lingkungan belajar terhadap

belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Suboh?


2.

prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Suboh?


3.

Untuk mengetahui pengaruh positif antara fasilitas belajar dan lingkungan

terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Suboh?

4. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat dalam pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Bagi penulis sebagai, wahana dalam memperoleh pengalaman dan pengetahuan dari lapangan dan usaha untuk mengembangkan kemampuan dalam membuat karya ilmiah. b. Bagi perguruan tinggi, hasil dari penelitian ini akan menjadi tambahan referensi dan merupakan salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi. c. Bagi sekolah, peneliti ini dapat memberikan sumbangan pemikiran guna meningkatkan kualitas guru, serta untuk meningkatkan kualitas guru untuk meningkatkan mutu pendidikan. d. Bagi peneliti lain, sebagai acuan, referensi, dan perbandingan untuk penelitian sejenis. 5. Variabel yang diteliti Variabel bebas a. Fasilitas Belajar Fasilitas belajar merupakan segala sesuatu yamg bersifat fisik maupun material yang dapat memudahkan terselenggaranya dalam proses belajar mengajar misalnya tempat perlengkapan belajar dikelas, alat peraga pembelajaran, buku pelajaran, perpustakaan, segala perlengkapan praktikum yang dapat menunjang proses belajar mengajar. b. Lingkungan Belajar lingkungan belajar adalah segala sesuatu yang meliputi dan berasal dari luar dan dari dalam diri peserta didik yang dapat menunjang kegiatan belajar. Jadi lingkunan belajar yang baik dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.

Variabel Terikat a. Prestasi Belajar Dalam penelitian ini yang dimaksud prestasi belajar yaitu hasil yang yang dicapai seorang siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Indikator prestasi belajar siswa dapat tercapai apabila meliputi 3 ranah yaitu kognitif, afektif, phisikomotor. Prestasi siswa dibuktikan dan ditunjukkan melalui nilai atau angka dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh seorang guru terhadap tugas siswa dan ulangan, atau ujian yang ditempuhnya. 6. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear dengan menggunakan aplikasi SPSS. Dengan metode ini dapat dikutahui apakah ada pengaruh positif antara fasilitas belajar dan lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa. 7. Metode Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan metode sebagai berikut:
1. Penelitian Lapangan (Field Research) a. Metode Pengamatan atau Observasi b. Metode Wawancara atau Interview

c. Metode Kuesioner d. dokomentasi 8. Analisis Data Analisis data merupakan metode yang di gunakan untuk mengolah datadata yang telah diperoleh selama penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Kesimpulan jawaban yang berupa jawaban atau memecahkan masalah penelitian, dibuat berdasrkan hasil proses pengujian data yang meliputi : pemilihan, pengumpulan dan analisis data.

Ada dua konsep untuk mengukur kualitas data yaitu validitas dan reabilitas, artinya suatu penelitian akan menghasilkan kesimpulan yang bisa jika datannya kurang relibel dan kurang valid. Sedangkan kualitas data penelitian ditentukan oleh kualitas instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. 9. Daftar Pustaka Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta Djamarah. 2006. Strategi Belajar Mengajar di Sekolah. Yogyakarta: Rineka Cipta Suyadi. 2010. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Jogjakarta: DIVA Press Kamdi et al. 2007. Model- model Pembelajaran Inovatif. Malang: Universitas Negeri Malang