Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

DASAR-DASAR PENDIDIKAN

LANDASAN EKONOMI PENDIDIKAN

SEPTIAN JATI TARANDONO (095514066) JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2010
1

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan Kehadirat Allah SWT, atas berkat dan rahmat-Nya makalah dengan judul LANDASAN EKONOMI

PENDIDIKAN bisa kami selesaikan. Dalam pembuatan makalah ini kami telah mendapat banyak bantuan dari berbagai pihak. Maka penulis pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Penulis menyadari bahwa karya ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu krtik dan saran yang bersifat membangun sangat kami perlukan. Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita.

Surabaya, April 2010

Penulis,

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................ i KATA PENGANTAR .............................................................................. ii DAFTAR ISI .............................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1 A. Latar Belakang ........................................................................ 1 B. Rumusan Masalah .................................................................... 1 C. Tujuan ..................................................................................... 2 D. Manfaat ................................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN . ...................................................................... 3 A. Peran Ekonomi dalam Pendidikan .......................................... 3 B. Fungsi Produksi dalam Pendidikan ........................................ 4 C. Ekonomi Pendidikan .............................................................. 6 D. Efisiensi dan Efektivitas Dana Pendidikan ........................... 8 E. Implikasi Konsep Pendidikan ................................................ 9 BAB III SIMPULAN DAN SARAN .................................................... 11 A. Simpulan ............................................................................... 11 B. Saran ...................................................................................... 11 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 12

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Saat ini kita ada dalam era globalisasi. Era di mana tidak ada batas informasi di seluruh dunia. Dan dengan kemajuan teknologi, kehidupan kita dimanjakan dengan segala fasilitas yang membuat hidup lebih nyaman. Tetapi semua kenyamanan tersebut tentunya memerlukan biaya yang besar. Oleh karena itu dalam kehidupan modern seperti sekarang, manusia cenderung menjujung motif ekonomi dalam setiap tindakannya. Manusia cenderung mengutamakan pemenuhan kebutuhan materi. Kondisi tersebut di atas tentu berpengaruh juga terhadap dunia pendidikan. Walaupun bukan memegang peran utama, peran ekonomi dalam dunia pendidikan cukup menentukan terutama untuk penyediaan sarana dan prasarana, kebutuhan operasional, sampai gaji guru dan personalia bidang pendidikan. Sebagai suatu lembaga, dalam dunia pendidikan tetap diperlukan idealisme karena dunia pendidikan adalah lembaga yang berkewajiban mengembangkan individu agar menemukan jati diri dan dapat mengembangkan potensinya seoptimal mungkin. \ B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana peran ekonomi dalam Pendidikan? 2. Bagaimana fungsi produksi dalam pendidikan? 3. Bagaimana ekonomi pedidikan? 4. Bagaimana efisiensi dan efektivitas dana pendidikan? 5. Bagaimana implikasi konsep pendidikan?

C. Tujuan 1. Untuk mrngetahui peran ekonomi dalam pendidikan. 2. Untuk mengetahui fungsi produksi dalam pendidikan. 3. Untuk mengetahui tentang ekonomi pendidikan. 4. Untuk mengetahui tentang efisiensi dan efektivitas dana pendidikan. 5. Untuk mengetahui tentang implikasi konsep pendidikan. D. Manfaat 1. Sebagai bahan informasi tentang landasan ekonomi pendidikan. 2. Sebagai bahan kajian mengenai peran ekonomi dalam pendidikan, faktor produksi, efisiensi dan efektivitas dana pendidikan serta implikasi konsep pendidikan.

BAB II PEMBAHASAN
A. Peran Ekonomi dalam Pendidikan Era globalisasi ekonomi yang melanda dunia mempengaruhi semua aspek bidang termasuk pendidikan. Perhatian terhadap pendidikan juga bertambah, terlihat dari semakin banyaknya orang tua asuh, terlepas dari himbauan pemerintah atau kemauan sendiri. Perkembangan lain yang menggembirakan di bidang pendidikan adalah terlaksananya sistem ganda pendidikan. Sistem ini terjadi karena adanya kerja sama antara sekolah dan pihak usahawan dalam proses belajar mengajar para siswa. Para pengusaha sudah mulai sadar dan mempunyai kewajiban untuk memberi di samping menerima dari dunia pendidikan. Sebagai pemakai lulusan, mereka patut menyumbang pada dunia pendidikan. Sumbangan yang berarti adalah ikut serta dalam menangani proses pendidikan sesuai dengan batas-batas kemampuan masing-masing. Implikasi yang timbul adalah munculnya sejumlah sekolah unggul. Sekolah-sekolah ini didirikan oleh orang-orang kaya. Sekolah seperti ini lebih unggul dalam sarana dan prasarana pendidikan. Program belajarnya lebih beragam dan mungkin proses belajarnya lebih baik dari pada sekolah-sekolah pada umumnya. Sekolah-sekolah unggul tetap diterima oleh negara maupun masyarakat, selama mengikuti dan tunduk pada undang-undang atau aturan pemerintah tentang pendidikan dan tidak menanamkan kebudayaan asing yang tidak cocok dengan kebudayaan Indonesia. Dan yang paling penting adalah mampu mencetak lulusan yang bermutu dan tidak menyimpang dari tujuan pendidikan nasional. Inti dari tujuan pendidikan adalah membentuk mental yang positif atau cinta terhandap prestasi, cara kerja dana hasil kerja yang sempurna. Tidak

menolak pekerjaan kasar, menyadari akan kehidupan yang kurang beruntung dan mampu hidup dalam keadaan apa pun. B. Fungsi Produksi dalam Pendidikan Fungsi Pendidikan yang bersumber dari buku Thomas, yang membagi fungsi produksi menjadi tiga macam, yaitu: 1. Fungsi produksi administrator, 2. Fungsi produksi psikologi, 3. Fungsi produksi ekonomi. Sedangkan yang pengertian fungsi produksi adalah hubungan antara input dengan output. Jadi, suatu organisasi pendidikan dikatakan produktif jika memiliki keseimbangan antara input dengan output. Pada fungsi produksi administrator yang menjadi input adalah segala sesuatu yang menjadi wahana dan proses pendidikan. Input yang dimaksud adalah: 1. Sarana dan Prasarana belajar, termasuk ruangan kelas, 2. Perlengkapan belajar, media, dan alat peraga baik dalam kelas maupun laboratorium, 3. Buku-buku dan bentuk material lainnya seperti film, disket, dan sebagainya. 4. Barang-barang habis pakai seperti zat-zat kimia di laboratorium, kapur, kertas, alat tulis, dan sebagainya. 5. Waktu guru bekerja dan personalia lainnya yang dipakai dalam memproses peserta didik. Sementara itu yang dimaksud dengan output dalam fungsi produksi ini adalah berbagai layanan dalam memproses perseta didik. Semua dapat dihitung dalam bentuk uang. Fungsi yang kedua adalah fungsi produksi psikologi. Input pada fungsi produksi ini sama dengan input fungsi produksi administrator. Namun memiliki output yang berbeda. Output fungsi produksi pdikologi adalah semua hasil belajar siswa yang mencakup: 1. Peningkatan kepribadian,
7

2. Pengarahan dan pembentukan sikap, 3. Penguatan kemauan, 4. Peningkatan estetika, 5. Penambahan pengetahuan, ilmu, dan teknologi, 6. Penajaman pikiran, 7. Peningkatan Keterampilan. Untuk menghitung harga output pada fungsi produksi psikologi tidaklah mudah. Sebab tidak mudah mengkuantitatifkan dan menguangkan aspek-aspek psikologi. Harga itu dapat dicari melalui kegunaannya di masyarakat serta kecocokannya dengan norma dan kondisi masyarakat. Fungsi produksi yang terakhir adalah fungsi produksi ekonomi. Input fungsi produksi ini adalah sebagai berikut: 1. Semua biaya pendidikan seperti pada input fungsi produksi administrator, 2. Semua uang yang dikeluarkan secara pribadi untuk keperluan pendidikan seperti uang saku, transportasi, membeli buku, alat tulis, dan sebagainya selama masa belajar atau kuliah, 3. Uang yang mungkin diperoleh lewat bekerja selama belajar atau kuliah. Sementara itu yang menjadi output-nya adalah tambahan penghasilan peserta didik jika sudah tamat dan bekerja, saat seseorang sudah bekerja sebelum belajar atau kuliah. Dan apabila ia belum pernah bekerja yang menjadi output-nya adalah gaji yang diterima setelah tamat dan bekerja. Fungsi produksi ekonomi bertalian erat dengan marketing di dunia pendidikan. Sebab pada masa sekarang, sebagian besar masyarakat dan para remaja belajar terdorong oleh keinginan bekerja dan atau meningkatkan penghasilan mereka. Tujuan belajar atau studi untuk mencari uang atau meningkatkan penghasilan. Melihat gejala-gejala masyarakat seperti ini, maka banyak lembaga pendidikan melaksanakan prisnsip marketing. Marketing adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengawasan untuk memberikan perubahan nilai, dengan target pasar, sebagai tujuan lembaga pendidikan. Cakupan marketing antara lain: 1. Mendesain penawaran,
8

2. Menentukan kebutuhan pasar, dalam hal ini calon peserta didik. 3. Menentukan harga efektif, mengadakan komunikasi, distribusi, dan meningkatkan motivasi serta layanan. Keuntungan marketing adalah: 1. Misi pendidikan terselenggara lebih sukses, sebab diisi dengan program menarik, 2. Kepuasan masyarakat meningkat, 3. Meningkatkan daya tarik terhadap petugas, peserta didik, dana , donatur, dan sebagainya, 4. Meningkatkan afisiensi kegiatan pemasaran. Sedangkan kelemahannya adalah kecenderungan lembaga pendidikan menjadi usaha dagang untuk mendapatkan keuntungan dan idealisme pendidikan cenderung diabaikan. C. Ekonomi Pendidikan Dunia pendidikan adalah lembaga yang berkewajiban mengembangkan individu manusia. Kemana tujuan hidup seseorang dan hidup yang diinginkan banyak dipengaruhi oleh pendidikan yang diterima di sekolah dan perguruan tinggi. Sebagai tempat pembinaan, pendidikan tidak memandang ekonomi sebagai pemeran utama seperti halnya di dunia bisnis. Ekonomi hanya sebagai pemegang peran yang cukup menentukan. Ekonomi mempunyai fungsi untuk menunjang kelancaran proses pendidikan. Peran ekonomi dalam pendidikan hanya terbatas dalam hal-hal sebagai berikut: 1. Untuk membeli keperluan pendidikan, seperti: a. Prasarana, b. Sarana, c. Media, d. Alat belajar/peraga, e. Barang habis pakai, f. materi pelajaran.
9

2. Membiayai segala perlengkapan gedung seperti air, listrik, telepon, televisi, dan radio. 3. Membayar jasa kegiatan pendidikan seperti pertemuan-pertemuan, perayaan-perayaan, darmawisata, pertemuan ilmiah, dan sebagainya. 4. Untuk materi pelajaran pendidikan ekonomi sederhana, agar mengembangkan individu yang: a. Hidup hemat, b. Bersikap efisien, c. Memiliki keterampilan produktif, d. Memiliki etos kerja, e. Mengerti prinsip-prinsip ekonomi. 5. Untuk memenuhi kebutuhan dasar dan keamanan para personalia. 6. Meningkatkan motivasi kerja. Karena sumber dana pemerintah yang terbatas, maka suatu lembaga pendidikan mempunyai kewajiban untuk memperbanyak sumber-sumber dana yan mungkin bisa digali, misalnya: 1. Dari pemerintah dalam bentuk proyek-proyek pembangunan, penelitianpenelitian bersaing, pertandingan karya ilmiah anak-anak, dan perlombaan lainnnya. 2. Dari kerja sama dengan instansi lain, baik pemerintah, swasta maupun dunia usaha. Kerja sama ini bisa dalam bentuk proyek penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, dan proyek pengembangan bersama. 3. Membentuk pajak pendidikan, dapat dimulau dari satu desa yang sudah mapan, satu daerah kecil, dan sebagainya. 4. Usaha-usaha lain: a. Mengadakan seni pentas keliling atau dipentaskan dimasyarakat, b. Menjual hasil karya nyata anak-anak, c. Membuat bazar, d. Mendirikan kafetaria, e. Mendirikan toko keperluan personalia pendidikan dan anak-anak, f. Mencari donatur tetap,
10

g. Mengumpulkan sumbangan, h. Mengaktifkan komite sekolah khusus dalam meningkatkan dana pendidikan. Pengelolaan ekonomi pendidikan mencakup mencari sumber dana tambaham dan menerima dari pemerintah, menyimpan dana, merencanakan penggunaannya, memakai dana, mengawasi pemakaian sehingga mencapai tujuan secara efisien. Yang bertugas mengelola ekonomi pendidikan adalah administrator atau pemimpin lembaga pendidikan yang dibantu oleh badan perencana dan bendahara. Bagian pengelolaan yang paling penting adalah perencanaan dan pengawasan. Perencanaan yang tepat dan perlaksanaan dana yang diawasi dapat membuat pembiayaan pendidikan menjadi efisien. Ada tiga macam perencanaan biaya pendidikan, yaitu: 1. Perencanaan secara tradisional, yaitu dengan menetukan macam-macam kegiatan pendidikan, kemudian masing-masing kegiatan ditentukan biayanya. 2. SP4 (Sistem Perencanaan Penyusunan Program dan Penganggaran). Pengaturan jenis-jenis kegiatan dilakukan secara tersistem. Alokasi dana disusun atas dasar realita. 3. ZBB (Zero Base Budgeting). Hanya direncanakan untuk satu tahun anggaran. Tiap-tiap kegiatan ditentukan biaya minimum, beberapa kegiatan dapat diberikan tambahan biaya atas pertimbangan tertentu. Dengan cara ini pemakaian dana pendidikan benar-benar dapat diawasi secara ketat. Mekanisme seperti ini dapat memberikan umpan balik secara mendetail untuk perencanaan tahun berikutnya. D. Efisiensi dan Efektifitas Dana Pendidikan Pengertian efisiensi penggunaan dana pendidikan adalah penggunaan dana yang barganya sesuai atau lebih kecil daripada produksi dan layanan pendidikan yang telah direncanakan. Atau secara lebih luas biaya pendidikan lebih kecil daripada produksi pendidikan bila semuanya dapat diuangkan. Sedangkan pengguanaan dana pendidikan secara efektif adalah bila dengan
11

dana tersebut, tujuan pendidikan yang telah direncanakan bisa dicapai dengan relatif sempurna. Peningkatan efisiensi pendidikan adalah salah satu dari kebijakan pemerintah. Kebijakan yang lain adalah pemerataan dan perluasan kesempatan belajar, peningkatan relevansi pendidikan dengan pembangunan, dan peningkatan mutu pendidikan. Karena dana dari pemerintah yang sangat terbatas, maka pemanfaatan dana secara optimal sangat diperlukan efisiensi dalam penggunaannya.\ Ada tiga hal yang dilihat dalam menentukan efisiensi bidang pendidikan: 1. Pemakaian dana yang diberikan, 2. Proses penelitian, 3. Hasil penelitian atau laporan. Suatu pekerjaan disebut efektif apabila pekerjaan tersebut dikerjakan dengan tepat waktu dan mencapai tujuan yang diinginkan, biaya pendidikan digunakan secara efektif berarti biaya itu diarahkan hanya untuk mencapai tujuan pendidikan yang tenyata sudah selesai dikerjakan, tujuan yang direncanakan semula benar-benar tercapai. E. Implikasi Konsep Pendidikan Konsep-konsep pendidikan yang mungkin dikembangkan dari pembebasan mengenai landasan ekonomi berhubungan dengan hal-hal berikut: 1. Dalam dunia pendidikan, faktor ekonomi bukan sebagai pemegang peran yang utama, melainkan sebagai pemeran yang cukup menentukan keberhasilan pendidikan. Dengan ekonomi yang memadai: a. Prasarana, sarana, meid, alat belajar, dan sebagainya dapat dipenuhi, b. Proses belajar mengajar bisa dilaksanakan secara lebih intensif, c. Motivasi dan kegairahan kerja personalia pendidikan meningkat. 2. Faktor yang paling menentukan kehidupan dan kemajuan pendidikan adalah dedikasi, keahlian, dan keterampilan pengelola dan guru-guru atau dosen lembaga pendidikan. 3. Fungsi ekonomi pendidikan adalah:
12

a. Untuk menunjang kelancaran proses pendidikan, b. Sebagai bahan pelajaran untuk membentuk manusia ekonomi. 4. Manusia ekonomi yang dimaksud adalah manusia yang dalam kehidupan sehari-hari memiliki kemampuan dan kebiasaan sebagai berikut: a. Memiliki etos kerja, b. Biasa bekerja sempurna dan tidak setengah-setengah, c. Bersifat produktif, d. Biasa hidup hemat, e. Biasa hidup efisien. 5. Dalam upaya mebentuk SDM yang produktif maka: a. Sistem pendidika, struktur, kurikulum, dan jumlah serta jenis pendidikan diatur kembali, b. Biaya pendidikan ditingkatkan, c. Semua diorientasikan kepada kebutuhan pengembangan ekonomi yang didasarkan pada teknologi tinggi, fleksibilitas, dan mobilitas. 6. Tiap-tiap lembaga pendidikan diupayakan agar mampu menghidupi diri sendiri dengan cara mencari sumber-sumber dana tambahan sebanyak mungkin, disamping menerima dana tambahan dari pemerintah atau yayasan. 7. Dana pendidikan perlu dikelola secara profesional, pada umumnya direncanakan dengan SP4, pelaksanaannnya diawasi secara ketat, dan dipertanggungjawabkan dengan bukti-bukti yang sah. 8. Semua penggunaan dana pada setiap kegiatan perlu dilakukan secara efisien dan efektif. 9. Pengembangan konsep fungis produksi dalam pendidikan adalah untuk memudahkan menentukan efisiens pendidikan. 10. Faktor-faktor utama yang diperhatikan dalam menentukan tingkat efisiensi pendidikan adalah: a. Penggunaan dana, b. Proses kegiatan, c. Hasil kegiatan.
13

BAB III SIMPULAN DAN SARAN


A. Simpulan 1.`Dalam dunia pendidikan, ekonomi memiliki peran untuk menentukan keberhasilan pendidikan. 2. Faktor yang menentukan kemajuan pendidikan adalah dedikasi, keahlian, dan keahlian. 3. Fungsi ekonomi pendidikan adalah untuk menunjang kelancaran proses pendidikan dan membentuk manusia ekonomi. 4. Penggunaan dana yang efektif adalah penggunaan dana yang sesuai dengan tujuan pendidikan, sedangkan efisien adalah penggunaan dana lebih kecil daripada yang direncanakan. 5. Implikasi konsep pendidikan memiliki hubungan erat dengan landasan ekonomi pendidikan, faktor produksi, fungsi ekonomi pendidikan, dan efisien dan efektivitas penggunaan dana pendidikan. B. Saran 1. Kepada para pengusaha, agar lebih ikut serta dalam menyumbang dalam bidang pendidikan. 2. Kepada masyarakat, agar ikut serta dalam mengelola suatu lembaga pendidikan. 3. Kepada lembaga pendidikan, agar lebih efektif dan efisian dalam mengelola dana pendidikan. 4. Kepada pemerintah, agar meningkatkan anggaran pendidikan.

14

DAFTAR PUSTAKA
Pirdata, Prof. Dr. Made. 2007. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

15