P. 1
Rpp Kimia Klas x Semester Gentos Nomor Na

Rpp Kimia Klas x Semester Gentos Nomor Na

4.67

|Views: 11,286|Likes:
Dipublikasikan oleh Denok sisilia

More info:

Published by: Denok sisilia on Feb 11, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN KELAS/PROGRAM SEMESTER ALOKASI WAKTU PERTEMUAN KE : KIMIA

: SMAN 23 BANDUNG : X :1 : 2 x 45 :6 ikatan kimia

I. Standar Kompetensi : 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan

II. Kompetensi Dasar : 1.1. Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron III. Indikator 1. 2. : Mengklasifikasikan unsur ke dalam logam, non logam dan metaloid. Menentukan sifat fisik dan kimia unsur

IV. Materi Pokok :  Sifat fisik dan sifat kimia unsur  Pembagian unsur-unsur kedalam sifat logam, metaloid dan bukan logam.  Penentuan massa atom relatif V. Langkah-Langkah Pembelajaran a. Pendahuluan 1. Siswa menjelaskan kembali beberapa identitas dalam sistem periodik 2. Siswa mengkaji ruang lingkup sifat-sifat fisik suatu materi b. Kegiatan Inti Peretmuan 6 1. Siswa mengklasifikasikan unsur kedalam logam, bukan logam dan metalloid 2. siswa memaknai karakteristik logam dan bukan logam dalam kehidupan sehari-hari 3. Siswa menunjukkkan beberapa sifat fisik lain pada unsur dalam tabel periodik 4. Siswa diperkenalkan dengan unsure-unsur golongan IVA 5. Siswa mengetahui cara penentuan massa atom relatif berdasarkan grafik kelimpahan isotop di alam 6. Siswa mngetahui skelma sederhana mengenai alat penentu massa atom 7. Siswa menentukan massa atom relatif 8. Siswa menentukan massa molekul relatif c. Penutup Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan sifat-sifat fisik dan kimia unsur dan penentuan massa molekul relatif VI. Media dan Sumber Belajar Buku Paket Kimia (Erlangga) Tabel Periodik :

Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas VII. Penilaian dan Tindak Lanjut a. Penilaian : - Proses, 1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis. 2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur - Hasil: Tuntas dan tidak tuntas b. Tindak lanjut Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan.

Bandung, Mengetahui Kepala SMA Negeri 23 Bandung

Juli 2006

Guru Mata Pelajaran

Drs. Wardoyo, M.MPd Pembina Tk. I NIP 131275658

Acep Furqon, S. Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN KELAS/PROGRAM SEMESTER ALOKASI WAKTU PERTEMUAN KE : KIMIA : SMAN 23 BANDUNG : X :1 : 2 x 45 menit :7 ikatan kimia

IV. Standar Kompetensi : 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan

V. Kompetensi Dasar : 1.1. Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron

VI. Indikator
1.

: Menganalisis tabel, grafik untuk menentukan keteraturan jari-jari atom, energi ionisasi, affinitas elektron dan keelektronegatifan

2. IV. Materi Pokok : Sifat keperiodikan unsur, keteraturan sifat unsur dalam perioda dan golongan. • Jari-jari atom • Energi ionisasi • Affinitas elektron . • Kelektronegatifan. V. Langkah-Langkah Pembelajaran c. Pendahuluan 1. Tanya jawab dengan siswa mengenai konfigurasi electron suatu unsure 2. Memotivasi siswa dengan reward untuk siswa yang aktif d. Kegiatan Inti Pertemuan 7 Keperiodikan jari-jari atom 1. Siswa menuliskan konfigurasi elektron suatu unsur dalam satu golongan misal 1H, 3Li, 11Na dan 19K 2. Siswa menentukan keteraturan penambahan kulit 3. siswa menghubungkan pengaruh penambahan kulit terhadap ukuran / jari-jari atom 4. siswa menyimpulkan keperiodikan jari-jari atom dalam satu golongan 5. Siswa menuliskan konfigurasi suatu unsur dalam satu perioda misal 3Li, 4Be, 5B dan 6C 6. Siswa menganalisis konfigurasi unsur-unsur tersebut berdasarkan jumlah kulit dan elektron valensinya. 7. Siswa menunjukkan hubungan elektrostatik antara inti (proton) dengan elektron terkuar 8. Siswa menjelaskan pengaruh penambahan elektron pada kulit atau jarak yang sama terhadap kekuatan tarikan 9. Siswa menyimpulkan keperiodikan jari-jari atom dalam satu perioda Keperiodikan energi Ionisasi 10. Siswa menulis kembali konfigurasi unsur-unsur dalam satu golongan

11. Siswa menjelaskan keperiodikan jari-jari untuk unsur-unsur dalam satu golongan 12. Siswa menganalisis hubungan jari-jari atom dengan kestabilan keberadaan elektron pada kulit terluar 13. Siswa menghubungkan tingkat kemudahan pelepasan elektron dengan energi yang diperlukan 14. Siswa mengjkaji keteraturan energi ionisasi dalam satu golongan dan satu perioda berdasarkan jari-jari atom 15. Siswa mengetahui hakikat energi ionisasi serta penerapannya dalam persamaan reaksi 16. Siswa menuliskan persamaan reaksi untuk energi ionisasi tingkat pertama, kedua, dan selanjutnya 17. Siswa menyimpulkan keperiodikan energi ionisasi dalam satu golongan dan satu periuoda ( Keperiodikan afinitas elektron) 18. Siswa menuliskan kembali konfigurasi unsur-unsur dalam satu golonan 19. siswa menjelaskan keperiodikan jari-jari unsur-unsur tersebut 20. Siswa menganalisiis hubungan jari-jari atom dengan kemampuan inti menarik elektron terluar 21. Siswa menghubungkan tingkat kemudahan penarikan elektron dengan energi yang terlibat 22. Siswa mengetahui hakikat afinitas electron serta penerapannya dalam persamaaan reaksi. 23. Siswa mengkaji keteraturan afinitas elektron dalam satu golongan dan satu perioda berdasarkan jari=jari atom Keperiodikan kelektronegatifan 24. Siswamenuliskan kembali konfigurasi unsur-unsur dalam satu golonan 25. Siswa menjelaskan keperiodikan jari-jari unsur-unsur tersebut 26. Siswamenganalisiis hubungan jari-jari atom dengan kemmapuan inti menarik elektron terluar 27. Siswa mengkaji keteraturan keelektronegatifan dalam satu golongan dan satu perioda berdasarkan jari-jari atom 28. Siswa diperkenalkan dengan golongan VA dan VIA e. Penutup Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan keperiodikan jari-jariatom, energi ionisasi, afinitas elektron dan keelektronegatifan unsure-unsur seperioda dan segolongan. VIII. Media dan Sumber Belajar : Buku Paket Kimia (Erlangga) Tabel Periodik Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas IX. Penilaian dan Tindak Lanjut a. Penilaian : - Proses, 1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis. 2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur - Hasil: Tuntas dan tidak tuntas b. Tindak lanjut Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan.

Bandung, Mengetahui Kepala SMA Negeri 23 Bandung

Juli 2006

Guru Mata Pelajaran

Drs. Wardoyo, M.MPd Pembina Tk. I NIP 131275658

Acep Furqon, S. Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN KELAS/PROGRAM SEMESTER ALOKASI WAKTU PERTEMUAN KE : KIMIA : SMAN 23 BANDUNG : X :1 : 2 x 45 menit :8 ikatan kimia

VII. Standar Kompetensi : 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan

VIII. Kompetensi Dasar : 1.1. Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron IX. Indikator

1.

: Menjelaskan perkembangan teori atom untuk menunjukkan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atom berdasarkan fakta eksperimen :

IV. Materi Pokok • • • • • • Model atom Dalton Model atom Thomson Model atom Rutherford Model atom Niels Bohr Model atom Modern

Kelemahan dan kelebihan masing-masing model atom

V. Langkah-Langkah Pembelajaran c. Pendahuluan Tanya jawab mengenai struktur atom yang akhirnya mengarah kepada kesadaran berawal munculnya model atom d. Kegiatan Inti Pertemuan 8 1. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok masing-masing 5-6 siswa 2. siswa diberi permasalahan untuk mengetahui perkembanagan model atom Dalton hingga model atom modern berdasarkan literature 3. masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja tim dengan menggunakan transparansi, alat peraga atau power point. 4. Dalam presentasi kelompoknya siswa menjelaskan kelebihan dan kelemahan model atom yang dipresentasikan 5. Siswamenyimpulkan perkembangan model atom muali dari model atom Dalton hingga model atom modern. 6. Siswa diperkenalkan dengan unsure-unsur golongan VIIA dan VIIIA e. Penutup Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan perkembangan model atom berikut kelebihan dan kelemahan masing-masing model atom.

X. Media dan Sumber Belajar : Buku Paket Kimia (Erlangga) Tabel Periodik Komputer OHP Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas XI. Penilaian dan Tindak Lanjut a. Penilaian : - Proses, 1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan kelompok, laporan hasil kerja kelompok, kuis. 2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur - Hasil: Tuntas dan tidak tuntas b. Tindak lanjut Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan. Bandung, Mengetahui Kepala SMA Negeri 23 Bandung Juli 2006

Guru Mata Pelajaran

Drs. Wardoyo, M.MPd Pembina Tk. I NIP 131275658

Acep Furqon, S. Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN KELAS/PROGRAM SEMESTER ALOKASI WAKTU PERTEMUAN KE : KIMIA : SMAN 23 BANDUNG : X :1 : 6 x 45 menit : 9 sampai 11 ikatan kimia

X. Standar Kompetensi : 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan

XI. Kompetensi Dasar : 1.2. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk XII. Indikator 1. 2. 3. 4. 5. XIII. Materi Pokok : Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya. Menggambarkan susunan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia (struktur Lewis). Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion. Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga. Menggambarkan struktur Lewis suatu molekul sederhana :

Ikatan Kimia  Kestabilan unsur Kecenderungan suatu unsur untuk mencapai konfigurasi stabil dengan cara menangkap atau melepas sejumlah elektron pada kulit terluarnya.  Lambang Lewis Lambang Lewis adalah lambang atom disertai elektron valensinya.  Ikatan ion dan ikatan kovalen Ikatan ion  Atom yang kehilangan elektron berubah menjadi ion positif. Atom yang menangkap elektron berubah menjadi ion negatif.  Ikatan ion terjadi akibat gaya tarik-menarik antara ion yang berbeda muatan.  Ikatan ion terbentuk akibat serah terima elektron.  Ikatan ion terbentuk dari logam dan non logam.  Rumus kimia senyawa ion merupakan rumus empiris. • Ikatan kovalen  Ikatan kovalen terjadi akibat penggunaaan bersama pasanagn elektron.  Ikatan kovalen dapat terbentuk dari ikatan antara sesama nonlogam.  Senyawa yang berikatan hanya dengan ikatan kovalen merupakan senyawa molekul.

Ikatan kovalen dapat berupa: a. Ikatan kovalen tunggal, yaitu ikatan yang menggunakan sepasang elektron milik bersama. b. Ikatan kovalen rangkap dua, yaitu ikatan yang menggunakan dua pasang elektron milik bersama.

c.

Ikatan kovalen rangkap tiga, yaitu ikatan yang menggunakan tiga pasang elektron milik bersama..

 Struktur Lewis Penggambaran molekul dua dimensi yang menunjukkan kedudukan atom-atom dalam suatu ikatan melalui distribusi elektron valensi. Setiap atom yang berikatan cenderung memenuhi kaidah oktet untuk setiap jenis atom kecuali atom H (Duplet). • Penyimpangan aturan oktet a. Oktet tidak sempurna b. Jumlah elektron ganjil c. superoktet V. Langkah-Langkah Pembelajaran c. Pendahuluan 1. Siswa menyebutkan unsur-unsur go;ongan gas mulia 2. Siswa menjelaskan kestabilan gas mulia di alam 3. Siswa menuliskan konfigurasi beberapa unsure gas mulia 4. Berdasarkan konfigurasi elektron siswa menjelaskan kestabilan unsur gas mulia 5. Siswa menyimpulkan kondisi konfigurasi elektron yang stabil d. Kegiatan Inti Pertemuan 9 1. siswa menuliskan konfigurasi beberapa unsur selain gas mulia 2. Siswa menentuikan unsur yang dapat melepaskan atau menerima elektron untuk mencapai kestabilan iakatan yang terbentuk (menggambar lambang Lewis) 3. Siswa menentukan Konfigurasi elekton unsur-unsur dari nomor atom 1 sampai nomoratom 10 4. Siswa menentukan elektron valensi masing-masing unsur tersebut 5. Siswa menggambarkan susunan elektron valensi Lewis Pertemuan 10 ( Ikatan Ion) 1. Siswa menuliskan konfigurasi elektron atom Na, menentukan elektron valensi dan menggambar lambing Lewisnya. 2. Siswa menentukan kecenderungan atom tersebut untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil 3. Siswa menuliskan konfigurasi elektron atom Cl, menentukan elektron valensi dan menggambar lambang Lewisnya. 4. Siswa menentukan kecenderungan atom tersebut untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil 5. Siswa menjelaskan proses serah terima elektron 6. Siswa menentukan rumus kimia dari senyawa yang terbentuk 7. Siswa mengetahui ikatan yang terbentuk merupakan ikatan ion / elektrovalen 8. Siswa menyimpulkan proses terbentuknya ikatan ion. 9. Siswa menetukan rumus senyawa kiimia untuk berbagai unsur lain yang akan berikatan ( Ikatan kovalen) 1. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok masing-masing 5-6 siswa 2. Masing-masing kelompok diberi 1 set mollimod 3. Siswa menuliskan lambing :Lewis 2 atom Hidrogen terpisah 4. Siswa mengetahui proses terbentuknya ikatan melalui pemakaian pasangan electron secara bersama-sama 5. dengan menggunakan mollimod siswa menentukan molekul yang terbentuk dari 2 atom H tersebut

6. Siswa menentukan rumus kimia dari molekul yang terbentuk 7. Kegiatan di atas diulangi dengan menggunakan 2 atom Oksigen dan 2 atom Nitrogen 8. Siswa mengetahui jenis ikatan yang terbentuk merupakan ikatan kovalen 9. Dari struktur molekul (dengan mollimod) yang terbentuk siswa menentukan jenis ikatan kovalen tunggal, rangkap 2 dan rangkap 3. 10. Siswa mendeskripsikan proses terbentuknya ikatan kovalen dengan atom-atom yang bertikatan berbeda jenis 11. Siswa menuliskan rumus struktur dan rumus molekul dari senyawa yang terbentuk 12. Untuk menentukan jenis ikatan ion atau kovalen siswa mengetahui alternatif lain untuk menentukan jenis ikatan dari rumus senyawa kiumia yang diberikan. Pertemuan 11 1. Siswa menggambarkan struktur Lewis untuk senyawa sederhana misalnya CH4 dengan cara-cara sebagai berikut: a. Menggambar kerangka molekul b. Menentukan elektron valensi masing-masing atom yang berikatan c. Memberikan sepasang elektron untuk masing-masing atom yang berikatan d. Menentukan selisih elektron valensi dengan elektron ikatan e. Memasangkan selisih elektron tersebut pada atom terminal f. Mengoktetkan atom pusat 2. Menggamnbarkan struktur Lewis SO3,CO2, H2O, CO32-,dan NH4+ 3. Menggambar struktur Lewis untuk molekul atau ion lain yang menyimpang dari kaidah octet e. Penutup Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan proses terbentuknya ikatan ion dan ikatan kovalen dari molekul atau senyawa yang terbentuk. Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan cara menggambarkan struktur Lewis molekul sederhana.

XII. Media dan Sumber Belajar : Buku Paket Kimia (Erlangga) Tabel Periodik Mollimood Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas XIII. Penilaian dan Tindak Lanjut a. Penilaian : - Proses, 1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis. 2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur - Hasil: Tuntas dan tidak tuntas b. Tindak lanjut Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan. Bandung, Mengetahui Kepala SMA Negeri 23 Bandung Juli 2006

Guru Mata Pelajaran

Drs. Wardoyo, M.MPd Pembina Tk. I NIP 131275658

Acep Furqon, S. Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN KELAS/PROGRAM SEMESTER ALOKASI WAKTU PERTEMUAN KE : KIMIA : SMAN 23 BANDUNG : X :1 : 1 x 45 menit : 12 ikatan kimia

XIV. Standar Kompetensi : 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan

XV. Kompetensi Dasar : 1.2. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk XVI. Indikator 1. : Menjelaskan proses terbentuknya ikatan koordinasi pada beberapa senyawa.

IV. Materi Pokok :  Ikatan kovalen koordinat Adalah ikatan kovalen dimana pasangan elektron yang digunakan bersama bertasal dari satu atom saja. Ikatan kovalen koordinat dinamakan juga ikatan dativ atau ikatan semipolar. V. Langkah-Langkah Pembelajaran c. Pendahuluan 1. Siswa menjelaskan kembali poses terbentuknya ikatan kovalen. 2. Memotivasi siswa dengan memberikan reward untuk siswa yang aktif. d. Kegiatan Inti Pertemuan 12 1. Siswa mengganbar struktur Lewis BF3 dan NH3 2. Siswa menjelaskan proses terbentuknya ikatan NH3BF3 3. Siswa membedakan jenis ikatan kovalen dengan ikatan kovalen koordinasi / ikatan dativ pada molekul NH3BF3 4. Siswa menuliskan rumus struktur molekul NH3BF3 5. Siswa menentukan ikatan kovalen koordinasi pada molekul lain.Misal pada molekul CO, HNO3 dan NH4+ e. Penutup Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi. XIV. Media dan Sumber Belajar : Buku Paket Kimia (Erlangga) Tabel Periodik Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas XV. Penilaian dan Tindak Lanjut a. Penilaian : - Proses, 1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis. 2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur - Hasil:

Tuntas dan tidak tuntas Bandung, Mengetahui Kepala SMA Negeri 23 Bandung Juli 2006

Guru Mata Pelajaran

Drs. Wardoyo, M.MPd Pembina Tk. I NIP 131275658

Acep Furqon, S. Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN KELAS/PROGRAM SEMESTER ALOKASI WAKTU PERTEMUAN KE : KIMIA : SMAN 23 BANDUNG : X :1 : 3 x 45 menit.. : 13 dan 14 ikatan kimia

XVII. Standar Kompetensi : 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan

XVIII. Kompetensi Dasar : 1.2. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk XIX. Indikator : Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan melalui percobaan.

1.

IV. Materi Pokok :  Senyawa kovalen polar dan nonpolar. Ikatan kovalen polar, Kedua atom yang saling mengikat memiliki harga keelektronegatifan yang berbeda. Ikatan kovalen nonpolar, Kedua keelektronegatifan yang sama. • Senyawa polar dan non polar Ciri molekul polar: atom yang saling mengikat memiliki harga

a. Memiliki bentuk geometri yang tidak simetris. b. Atom pusat memiliki Pasangan Elektron Bebas (PEB) Kebalikan dari ciri-ciri diatas dimiliki oleh molekul nonpolar. V. Langkah-Langkah Pembelajaran b. Pendahuluan 1. Siswa menjelaskan kembali keperiodikan keelektronegatifan segolongan dan seperiode dalam tabel periodik 2. memotivasi siswa dengan penilaain khusus untuk aspek psikomotor (praktikum) c. Kegiatan Inti Pertemuan 13 1. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok masing-masing 5 – 6 siswa 2. Siswa menyelidiki kepolaran beberapa senyawa melalui praktikum 3. Berdasarkan hasil percobaan siswa mengelompokkan senyawa ke dalam senyawa polar dan nonpolar 4. Siswa mempresentasikan hasil percobaan Pertemuan 14 1. Siswa menganalisis letak pasangan elektron pada sebuah ikatan molekul diatomik 2. Siawa menganalisis letak pasangan elektron untuk molekul biner dan menghubungkannya dengan harga keelektronegatifan unsur-unsur yang berikatan

3. Siswa menentukan muatan parsial untuk masing-masing unsur 4. Siswa mengistilahkan ikatan kovalen nonpolar untuk kegiatan pertama dan ikatan kovalen polar untuk kegiatan kedua 5. Siswa menentukan kepolaran senyawa berdasarkan bentuk geometi molekul (dengan menggunakan mollimood) 6. Siswa mengelompokkan senyawa-senyawa kedalam molekul polar dan molekul nonpolar d. Penutup Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan pebedaaan senyawa kovalen polar dan nonpolar berdasarkan harga keelktronegatifan dan bentuk geometri molekul. XVI. Media dan Sumber Belajar : Buku Paket Kimia (Erlangga) Tabel Periodik Alat dan Bahan Mollimood Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas XVII. Penilaian dan Tindak Lanjut a. Penilaian : - Proses, 1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan kelompok, laporan hasil kerja kelompok, kuis. 2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur - Hasil: Tuntasdan tidak tuntas b. Tindak lanjut Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan Bandung, Juli 2006 Mengetahui Kepala SMA Negeri 23 Bandung Guru Mata Pelajaran

Drs. Wardoyo, M.MPd Pembina Tk. I NIP 131275658

Acep Furqon, S. Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN KELAS/PROGRAM SEMESTER ALOKASI WAKTU PERTEMUAN KE : KIMIA : SMAN 23 BANDUNG : X :1 : 2 x 45 menit : 15 ikatan kimia

XX. Standar Kompetensi : 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan

XXI. Kompetensi Dasar : 1.2. Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk XXII. Indikator 1. 2. : Mendeskripsikan proses pembentukan ikatan logam hubungannya dengan sifat fisik logam. Menghubungkan sifat fisis materi dengan jenis ikatannya

dan

IV. Materi Pokok :  Ikatan logam Adalah ikatan yang terbentuk dari atom-atom logam dengan cara menyumbangkan elektron valensinya yang dapat bergerak bebas membentuk lautan elektron. Ikatan logasm menyebabkan: 1. Logam bersifat konduktor 2. Logam dapat ditempa 3. Logam mempunyai titik leleh yang tinggi V. Langkah-Langkah Pembelajaran c. Pendahuluan 1. Siswa memberi contoh bahan konduktor dalam kehidupan sehari-hari 2. Berdasarkan prakonsepsi, siswa menjelaskan fenomena konduktivitas logam d. Kegiatan Inti Pertemuan 15 1. Siswa mengetahui hakikat ikatan logam 2. siswa menjelaskan pengaruh ikatan logam terhadap sifat logam 3. Siswa memberi contoh materi dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menghantarkan listrik dan yang tidak, bahan yang mempunyai titik leleh yang tinggi dan rendah, bahan yang mudah menguap dan yang sulit menguap. 4. Berdasarkan ciri-ciri fisik tersebut siswa mengelompokkan contoh materi yang diutarakan kedalam senyawa ion dan senyawa kovalen e. Penutup Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan hakikat ikatan logam dan hubungannya dengan sifat fisik logam serta membedakan ikatan kovalen dan ikatan ionik berdasarkan sifat-sifat fisik. XVIII. Media dan Sumber Belajar : Buku Paket Kimia (Erlangga) Tabel Periodik Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas XIX. Penilaian dan Tindak Lanjut

a. Penilaian : - Proses, 1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis. 2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur - Hasil: Tuntas dan tidak tuntas b. Tindak lanjut Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan. Bandung, Mengetahui Kepala SMA Negeri 23 Bandung Juli 2006

Guru Mata Pelajaran

Drs. Wardoyo, M.MPd Pembina Tk. I NIP 131275658

Acep Furqon, S. Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN KELAS/PROGRAM SEMESTER ALOKASI WAKTU PERTEMUAN KE : KIMIA : SMAN 23 BANDUNG : X :1 : 3 x 45 menit : 16 dan 17

XXIII. Standar Kompetensi : 2. memahami hukum-hukum Dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) XXIV. Kompetensi Dasar : 2.1 Mendeskripsikan tatanama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. XXV. Indikator 1. 2. : Menuliskan nama senyawa biner Menuliskan nama senyawa poliatomik Menuliskan nama senyawa organik sederhana

3.

IV. Materi Pokok :  Tata nama senyawa • Nama senyawa biner dan poliatomik penulisan dan tatanama senyawa biner dari logam dan nonlogam Penulisan rumus kimia • Unsur logam ditulis paling kiri diikuti unsur nonlogam. Contoh: KBr bukan BrK • Rumus senyawa ion ditentukan oleh perbandingan muatan kation atau anion yang saling menetralkan . Muatan Kation ditentukan dari golongannya. • Na karena golongan IA maka Na+ • Ca karena golongan IIA maka Ca2+ • Al karena golongan IIIA maka Al 3+ NH4+= amonium Muatan Anion • Muatan -1= NO3-, NO2-, F-, Cl-, Br-, I-, OH• Muatan -2 = CO32-, SO42-, SO32-, S2-, O2• Muatan -3 = PO43-, PO32COO- = formiat CH3COO- = asetat Penamaan awali dengan nama logam diikuti oleh nama anion a. Jika anion tidak mengandung oksigen maka nama anion diakhiri dengan ida. Contoh: • NaCl Natrium klorida • CaS Kalsium sulfida. b. Jika oksigen berdiri sendiri maka diakhiri dengan ida juga. Contoh

CaO kalsium oksida

c. Jika anion mengandung oksigen maka akhiri dengan at untuk yang mengandung oksigen lebih bnyak dan akhiran it untuk yang lebih sedikait kandungan oksigennya. Contoh: CaSO3 kalsium sulfit CaSO4 kalsium sulfat d. Indeks tidak disebutkan Contoh CaCl2 = kalsium klorida bukan kalsium diklorida Mg3(PO4)2 = magnesiumfosfat bukan trimagnesium difosfat e. Jika unsur logam memiliki lebih dari 1 muatan (bilanagn oksidasi) maka setelah nama logam diberi tanda kurung dengan angka Romawi sesuai dengan muatannya (biloknya) Contoh FeCl2 = besi(II) klorida FeCl3 = Besi(III) klorida Tatanama senyawa biner dari dua jenis nonlogam  Merangkaikan kedua nama dimulai dari unsur yang paling kiri kemudian diikuti oleh unsur yang ada di sebelah kanannya dan diberi akhiran “ ida” Contoh: HCl = hidrogen klorida H2S = Hidrogen sulfida. Jika kedua unsur dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa maka untuk membedakannya indeks diberi awalan bahasa yunani: 1= mono 2= di 3=tri 4=tetra 5=penta 6=heksa 7=hepta 8=okta 9=nona 10=deka Catatan: jika indeks unsur paling kiri hanya 1 buah maka tidak perlu memakai awalan mono. Contoh: CO= Karbon monoksida (awalan mono untuk C tidak perlu) CO2 = karbon dioksida NO=Nitrogen monoksida NO2 = nitrogen dioksida N2O = dinitrogen monoksida N2O3 = dinitrogen trioksida N2O4 = dinitrogen tetraoksida N2O5 = dinitrogen pentaoksioda • Senyawa yang sudah umum dikenal tidak perlu mengikuti aturan di atas. Contoh: H2O= air NH3 = ammonia. V. Langkah-Langkah Pembelajaran c. Pendahuluan 1. Apersepsi tentang pentingnya pemberian nama suatu senyawa 2. Motivasi belajar

d. Kegiatan Inti Pertemuan 16 (tatanama senayawa) 1. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok masing-masing 5-6 siswa 2. Siswa berdiskusi tentang cara pemberian nama senyawa biner dan poliatomik dari senyawa organik dan anorganik Dalam diskusi ditekankan: a. Cara penulisan rumus kimia b. Penentuan rumus senyawa ion yang ditentukan oleh perbandingan muatan kation dan anion yang saling menetralkan c. Cara penamaan senyawa biner yang terbentuk dari logam dan nonlogam ( kation dan anioan) d. Pemberian nama beberapa gugus kation dan gugus anion e. Pemberian nama untuk logam yangdapat membentuk labebih dari satu jenis muatan positif. f. Pemberian nama senyawa biner yang terbentuk dari dua jenis nonlogam g. Nama senyawa yang sudah umum dikenal yangtidak perlu mengikuti aturan 3. Siswa mensimulasikan anion dan kation untuk membentuk senyawa Pertemuan 17 Presentasi hasil kerja kelompok e. Penutup Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan cara pemberian nama untuk senyawa biner dan poliatomik serta perumusan senyawa yang terbentuk. XX. Media dan Sumber Belajar : Buku Paket Kimia (Erlangga) Tabel Periodik Kartu Kation dan anion Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas XXI. Penilaian dan Tindak Lanjut a. Penilaian : - Proses, 1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan kelompok, laporan hasil kerja kelompok, kuis. 2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur - Hasil: Tuntas dan tidak tuntas b. Tindak lanjut Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan. Bandung, Mengetahui Kepala SMA Negeri 23 Bandung Juli 2006

Guru Mata Pelajaran

Drs. Wardoyo, M.MPd Pembina Tk. I NIP 131275658

Acep Furqon, S. Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN KELAS/PROGRAM SEMESTER ALOKASI WAKTU PERTEMUAN KE : KIMIA : SMAN 23 BANDUNG : X :1 : 4 x 45 menit : 18 sampai 20

XXVI. Standar Kompetensi : 2. memahami hukum-hukum Dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) XXVII. Kompetensi Dasar : 2.1 Mendeskripsikan tatanama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya. XXVIII. Indikator 1. 2. : Menentukan komponen-komponen dalam suatu persamaan reaksi Menyetarakan reaksi sederhana dengan diberikan nama-nama zat yang terlibat dalam reaksi atau sebaliknya

IV. Materi Pokok :  Persamaan reaksi sederhana Persamaan kimia menyatakan kesetraaan jumlah zat-zat yang bereaksi dan jumlah zat-zat hasil reaksi. Pada penulisan persamaan kimia, rumus perekasi diletakkan di ruas kiri dan hasil reaksi diletakkan di ruas kanan . antara kedua ruas tersebut dihubungkan oleh tanda panah ( ), menyatakan arah reaksi V. Langkah-Langkah Pembelajaran c. Pendahuluan 1. Melalui tanya jawab siswa memberi contoh reaksi kimia sederhana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari 2. Motivasi dan pemberian reward untuk siswa yang aktif d. Kegiatan Inti Pertemuan 18 ( metode ceramah bermakna) 1. Siswa menuliskan rumus kimia dari zat yang terlibat dalam reaksi 2. Siswa menuliskan persamaan reaksi kimia 3. Siswa menentukan pereaksi dan hasil reaksi dalam suatu persamaan reaksi 4. Siswa mengetahui cara penulisan jenis fasa zat. 5. Siswa menyetarakan persamaan reaksi sederhana 6. Siswa berlatih menuliskan sekaligus menyetarakan persamaan reaksi kimia yang lain Pertemuan 19 dan 20 Latihan penyetaraan persamaan reaksi e. Penutup Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan cara penulisan persamaan reaksi dan penyetaraan persamaan reaksi. XXII. Media dan Sumber Belajar : Buku Paket Kimia (Erlangga) Tabel Periodik

Kartu Unsur Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas XXIII. Penilaian dan Tindak Lanjut a. Penilaian : - Proses, 1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis. 2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur - Hasil: Tuntas dan tidak tuntas b. Tindak lanjut Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan. Bandung, Mengetahui Kepala SMA Negeri 23 Bandung Juli 2006

Guru Mata Pelajaran

Drs. Wardoyo, M.MPd Pembina Tk. I NIP 131275658

Acep Furqon, S. Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN KELAS/PROGRAM SEMESTER ALOKASI WAKTU PERTEMUAN KE : KIMIA : SMAN 23 BANDUNG : X :1 : 3 x 45 menit : 21 dan 22

XXIX. Standar Kompetensi : 2. Memahami hukum-hukum Dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) XXX. Kompetensi Dasar : 2.2. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. XXXI. Indikator 1. 2. IV. Materi Pokok : Membuktikan Hukum Lavoisier melalui percobaan Membuktikan hukum Proust melalui percobaan :

Hukum dasar kimia  Hukum Lavoisier Lavoisier menyimpulkan bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama. Pernyataan tersebut dikenal dengan hukum kekekalan massa. Sebagai gambaran dari hukum kekekalan massa dalam reaksi kimia adalah sebagai berikut: 1, 00 gram Natrium + 1,54 gram klorin 2, 54 gram Natrium klorida 2, 00 gram Natrium + 3,08 gram klorin 3, 00 gram Natrium + 4,62 gram klorin 5,08 gram Natrium klorida 7,62 gram Natrium klorida

 Hukum Proust Proust menyimpulkan bahwa perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap. V. Langkah-Langkah Pembelajaran c. Pendahuluan Apersepsi memalaui tanya jawab mengenai hakikat persamaan reaksi kimia d. Kegiatan Inti Pertemuan 21 (Hukum Lavoisier) 6. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok yang terdiri atas 5-6 siswa 7. Siswa merancang dan melakukan percobaan untuk membuktikan hukum Lavoisier ( hukum kekekalan massa) 8. Siswa menafsirkan data berdasarkan hasil percobaan untuk membuktikan hukum Lavoisier 9. Siswa mempresentasikan hasil percobaan 10. Siswa diberi permasalahan lain yang berkaitan dengan hukum lavoisier Pertemuan 22 ( Hukum Proust) 1. Siswa menafsirkan data percobaan untuk membuktikan hukum Proust (hukum perbandingan tetap) 2. Siswa berlatih untuk membuktikan hukum Proust dari data hasil suatu percobaan

e. Penutup Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan hukum Lavoisier dan humum Proust. XXIV. Media dan Sumber Belajar : Buku Paket Kimia (Erlangga) Tabel Periodik Alat dan bahan LK Praktikum Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas XXV. Penilaian dan Tindak Lanjut a. Penilaian : - Proses, 1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan kelompok, laporan hasil kerja kelompok, kuis. 2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur - Hasil: Tuntas dan tidak tuntas b. Tindak lanjut Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan. Bandung, Mengetahui Kepala SMA Negeri 23 Bandung Drs. Wardoyo, M.MPd Pembina Tk. I NIP 131275658 Juli 2006

Guru Mata Pelajaran Acep Furqon, S. Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN KELAS/PROGRAM SEMESTER ALOKASI WAKTU PERTEMUAN KE : KIMIA : SMAN 23 BANDUNG : X :1 : 4 x 45 menit : 23 sampai 25

XXXII. Standar Kompetensi : 2. Memahami hukum-hukum Dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) XXXIII. Kompetensi Dasar : 2.2. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. XXXIV. Indikator 1. 2. 3. 4. : Menganalisis senyawa untuk membuktikan berlakunya hukum kelipatan perbandingan (hukum Dalton) Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volum (hukum Gay Lussac). Menghitung volume gas pereaksi atau hasil reaksi berdasarkan hukum gay Lussac Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum Avogadro.

IV. Materi Pokok :  Hukum Dalton Disebut juga hukum perbandingan berganda. hukum ini berbunyi “ jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa maka massa salah satu unsur yang bergabung dengan massa unsur lain di buat tetap, berbanding sebagai kelipatan bilangan bulat dan sederhana.”  Hukum Gay Lussac Berdasarkan data perbandingan volum, Gay Lussac sampai pada kesimpulan bahwa “ pada suhu dan tekanan tetap, volum gas-gas yang bereaksi dan volum gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana” . Pernyataan ini dikenal dengan Hukum Perbandingan Volum.  Hukum Avogadro Pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas yang bervolume sama mengandung jumlah molekul yang sama V. Langkah-Langkah Pembelajaran c. Pendahuluan Apersepsi melalui Tanya jawab mengenai jenis rumus kimia yang yang dibentuk oleh unsur-unsur yang sama dengan jumlah komponen tiap unsur yang berbeda d. Kegiatan Inti Pertemuan 23 1. Siswa menafsirkan data percobaan untuk membuktikan hukum Dalton ( hukum perbandingan berganda)

2. Siswa menafsirkan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volume Pertemuan 24 3. Siswa menentukan volume gas yang bereaksi dan volume gas hasil reaksi berdasarkan hukum Gay Lussac Pertemuan 25 4. Siswa menghubungkan antara volume gas dan jumlah partikelnya pada keadaan yang sama (hukum Avogadro) a. Penutup Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan hukum Dalton, Hukum Gay Lussac dan hukum Avogadro serta penerapannya.. 5. Media dan Sumber Belajar : Buku Paket Kimia (Erlangga) Tabel Periodik Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas 6. Penilaian dan Tindak Lanjut a. Penilaian : - Proses, 1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis. 2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur - Hasil: Tuntas dan tidak tuntas b. Tindak lanjut Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan. Bandung, Mengetahui Kepala SMA Negeri 23 Bandung Juli 2006

Guru Mata Pelajaran

Drs. Wardoyo, M.MPd Pembina Tk. I NIP 131275658

Acep Furqon, S. Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN KELAS/PROGRAM SEMESTER ALOKASI WAKTU PERTEMUAN KE : KIMIA : SMAN 23 BANDUNG : X :1 : 4 x 45 menit. : 26 sampai 28

XXXV. Standar Kompetensi : 2. Memahami hukum-hukum Dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) XXXVI. Kompetensi Dasar : 2.2. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. XXXVII. Indikator 1. 2. : Menjelaskan pengertian mol sebagai satuan jumlah zat Mengkonversikan jumlah mol dengan jumlah partikel, massa, dan volum zat.

IV. Materi Pokok :  Perhitungan kimia - Konsep mol Konsep mol menghubungkan massa zat dengan jumlah partikel yang terkandung di dalamnya. Satu mol zat adalah sekian gram zat itu yang mengandung jumlah partikel sebanyak atom yang terdapat dalam 12 gram C-12. Hubungan jumlah mol dengan jumlah partikel adalah: X= n x 6,02 . 1023 partikel Hubungan antara jumlah mol dengan massa zat adalah: M= n x mm Hubungan jumlah mol dengan volume molar. V= n x Vm - pada keadaan standar Vm= 22,4 Liter - Pada keadaan kamar Vm = 24 Liter - Pada keadaan tertentu PV=nRT V=nRT/P - Keadaan yang mengacu pada keadaan gas lain V1/V2 = n1/n2 Hubungan numlah mol dengan kemolaran M=n/V

V. Langkah-Langkah Pembelajaran e. Pendahuluan 1. Siswa menyebutkan satuan berat atau jumlah yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari 2. Siswa menyadari pentingnya satuan jumlah untuk skala partikel f. Kegiatan Inti

Pertemuan 26 1. Siswa mendeskripsikan pengertian mol sebagai satuan jjumlah zat 2. Siswa menghitung mol dengan jumlah partikel 3. siswa menghitung mol dengan massa zat Pertemuan 27 4. Siswa menghitung mol dengan volume zat pada keadaan STP 5. Siswa menghitung mol dengan volume bukan keadaan STP 6. Siswa menggambarkan skema hubungan antara mol dengan jumllah partikel, massa zat, dan volume Pertemuan 28 1. Siswa menentukan jumlah zat yang bereaksi dan hasil reaksi dalam suatu persamaan reaksi g. Penutup Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan konsep mol serta penerapannya dalam menyelrsaikan perhitungan kimia. XXVI. Media dan Sumber Belajar : Buku Paket Kimia (Erlangga) Tabel Periodik Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas XXVII. Penilaian dan Tindak Lanjut a. Penilaian : - Proses, 1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis. 2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur - Hasil: Tuntas dan tidak tuntas b. Tindak lanjut Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan. Bandung, Mengetahui Kepala SMA Negeri 23 Bandung Juli 2006

Guru Mata Pelajaran

Drs. Wardoyo, M.MPd Pembina Tk. I NIP 131275658

Acep Furqon, S. Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN SATUAN PENDIDIKAN KELAS/PROGRAM SEMESTER ALOKASI WAKTU PERTEMUAN KE : KIMIA : SMAN 23 BANDUNG : X :1 : 4 x 45 menit : 39 sampai 31

XXXVIII. Standar Kompetensi : 2. Memahami hukum-hukum Dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) XXXIX. Kompetensi Dasar : 2.2. Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia. XL. Indikator 1. 2. 3. : Menentukan rumus empiris dan rumus molekul Menentukan rumus air kristal Menentukan kadar zat dalam suatu senyawa.

IV. Materi Pokok : • Rumus Empiris, rumus Molekul dan air kristal Rumus empiris suatu senyawa diturunkan dari nilai perbandingan mol unsur pembentuk senyawa itu. Rumus molekul suatu senyawa dapat ditetapkan berdasarkan pada rumus empiriik senyawa itu. • Pereaksi pembatas Jika suatu zat-zat pereaksi dicampurkan tidak dalam jumlah yang ekivalen, artinya tidak sesuai dengan perbandingan koefisien reaksinya. Maka salah satu pereaksi akan habis

lebih dulu, sementara pereaksi yang lainnya berlebih. Jumlah hasil reaksi akan bergantung pada jumlah pereaksi yang habis lebih dulu V. Langkah-Langkah Pembelajaran c. Pendahuluan 1. Apersepsi melalui tanya jawab mengenai rumus kimia dan penentuan kadar zat dalam suatu sample 2. Motivasi dan pemberian reward untuk siswa yang aktif d. Kegiatan Inti Pertemuan 39 1. siswa menentukan rumus empiris dan rumus molekul dari suatu data percobaan 2. Siswa menentukan jumlah air kristal dalam suatu senyawa berdasarkan data percobaan 3. siswa meenntukan kadar zat dalam suatu sample Pertemuan 30 1. Siswa menuliskan persamaan reaksi dan menentukan jumlah mol zat yang bereaksi dan mol produk yang dihasilkan pada suatu reaksi kimia yang habis bereaksi 2. Siswa menuliskan persamaan reaksi dan menentukan pereaksi pembatas berdasarkan jumlah zat yang bereaksi Pertemuan 31 Ulangan blok e. Penutup Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan penentuan rum,us empiris, rumus molekul, air kristal dan kadar zat dalam suatu senyawa serta penentuan oereaksi pembatas. XXVIII. Media dan Sumber Belajar : Buku Paket Kimia (Erlangga) Tabel Periodik Media informasi lain yang relevan dengan materi yang dibahas XXIX. Penilaian dan Tindak Lanjut a. Penilaian : - Proses, 1. Jenis tagihan : Ulangan, penugasan individu, kuis. 2. Bentuk tagihan:, laporan, pilihan berganda, uraian terstruktur - Hasil: Tuntasdan tidak tuntas b. Tindak lanjut Siswa yang tidak tuntas dilakukan remedial dan penugasan.

Bandung, Mengetahui Kepala SMA Negeri 23 Bandung

Juli 2006

Guru Mata Pelajaran

Drs. Wardoyo, M.MPd Pembina Tk. I NIP 131275658

Acep Furqon, S. Pd

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->