Anda di halaman 1dari 11

ABSTRAK

Tulisan ini membahas tentang Stabilitas Daya Dukung Tanah Dasar Konstruksi Jalan Raya, pada Peningkatan Jalan Peureulak Lokop (STA. 17 + 420 STA. 19 + 920) yang terletak di antara Desa Tampah sampai Desa Beurandang Kecamatan Ranto Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Subgrade pada jalan raya biasanya selalu menjadi perhatian utama dalam merencanakan konstruksi jalan raya. Pada kenyataannya dilokasi penelitian jalan raya tidak berada pada tanah dasar yang baik, sehingga perlu dilaksanakan perbaikan perbaikan terlebih dahulu, sehingga tanah dasar tersebut memiliki daya dukung tanah yang baik untuk beban di atasnya. Pada Jalan tersebut tanah dasarnya berjenis lempung dan lumpur yang memiliki kadar air yang tinggi, permeabilitas rendah dan compressibility tinggi, sehingga untuk mempercepat konsolidasi harus dilakukan perbaikan, yaitu dengan penimbunan. Timbunan tanah dengan perbaikan pada subgrade tanah lempung akan menambah beban bagi subgrade sehingga akan mempercepat konsolidasi, tetapi waktu yang dibutuhkan cukup lama. Disini penurunan sangat menentukan dalam menentukan subgrade konstruksi jalan. Penurunan yang diakibatkan oleh proses konsolidasi akan menyebabkan terjadinya perubahan struktur tanah, dimana angka pori dan porositas akan mengecil sehingga kerapatan atau density akan meningkat. Dengan memadatnya tanah dasar tersebut maka kohesi dan gaya geser tanah akan menjadi naik dan pada akhirnya akan meningkatkan daya dukung tanah dasar. Dari perbaikan dengan metode pembebanan didapat besarnya penurunan (U90%) 105,291 cm dan waktu penurunan (U90%) 24,450 tahun sedangkan perbaikan dengan metode vertikal sand drain didapat besarnya penurunan (U90%) 105,291 cm dan waktu penurunan (U90%) 11,462 tahun. Berdasarkan perbaikan tanah dasar dengan Metode Pembebanan atau dengan Metode Vertikal Sand Drain dimaksud untuk meningkatkan daya dukung tanah dasar, tetapi dengan Metode Vertikal Sand Drain waktu penurunan lebih cepat dibandingkan dengan Metode Pembebanan, setelah terjadinya penurunan yang diakibatkan oleh proses konsolidasi yang menyebabkan terjadinya perubahan parameter tanah sehingga mengakibatkan meningkatnya daya dukung tanah dasar yang akhirnya tanah dasar tersebut dapat dipergunakan sebagai subgrade jalan.

iii

KATA PENGANTAR
Pertama tama penulis memanjatkan syukur atas rahmat dan karunia yang masih diberikan Allah SWT kepada kita semua terutama bagi penulis yang telah dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam menyelesaikan studi pada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil. Adapun judul Tugas Akhir ini adalah ANALISA STABILITAS DAYA DUKUNG TANAH DASAR KONSTRUKSI JALAN RAYA STUDI KASUS PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN PEUREULAK LOKOP (STA. 17+420 STA. 19+920) KABUPATEN ACEH TIMUR . Penulis menyadari sepenuhnya akan kekurangan dan keterbatasan dalam penulisan yang masih jauh dari sempurna. Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun sehingga dapat menambah wawasan dan jangkauan pemikiran dalam mengupas objek penulisan ini. Dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada : 1. Bapak Ir. Zulkifli, MM selaku, Dekan Fakultas Teknik UNSAM. 2. Bapak Ir. Indra Muchlizar, selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil UNSAM 3. Bapak Ir. Syamsul Bahri, selaku Kepala Tata Usaha pada Jurusan Teknik Sipil UNSAM. 4. Bapak Ir. Zulkifli, MM, selaku Dosen Pembimbing Pertama dalam penyusunan skripsi. 5. Bapak Ir. Indra Muchlizar, selaku Dosen Pembimbing Kedua dalam penyusunan skripsi. 6. Bapak dan Ibu, Dosen Pengajar pada Jurusan Teknik Sipil UNSAM. 7. Pegawai Fakultas Teknik dan rekan rekan mahasiswa yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan Skripsi ini. 8. Dan tak lupa penulis ucapkan ribuan terima kasih kepada kedua orang tua, serta seluruh keluarga dan istri serta anak yang saya cintai dan sayangi, telah banyak menyumbangkan baik tenaga maupun moril sehingga Skripsi ini dapat selesai.

Akhirnya dengan satu harapan semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis dan bagi perkembangan ilmiah di Fakultas Teknik UNSAM.

Langsa, 02 Mei 2008 Penulis

THAMRIN NIM. 99.5.07159

ii

DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR ABSTRAK .. DAFTAR ISI .. DAFTAR GAMBAR .. DAFTAR TABEL .. DAFTAR GRAFIK DAFTAR NOTASI . BAB I : PENDAHULUAN .. 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 BAB II Latar Belakang Maksud dan Tujuan . Masalah Pembatasan Masalah Metodologi ... i iii v vii viii ix x 1 1 2 2 3 3 4 4 8 10 13 16 18 18 20 24 24 24 24

: TELAAH KEPUSTAKAAN ... 2.1. Sifat Sifat Umum Tanah Lunak 2.1.1 2.2. 2.3. 2.4. Klasifikasi Tanah Berdasarkan Butiran 2.1.2 Klasifikasi Tanah Berdasarkan Pemakaian ... Konsolidasi dan Penurunan . Permeabilitas Tanah Perbaikan Tanah Dasar Lunak . 2.4.1. Metode Pembebanan 2.4.2. Metode Vertikal Sand Drain ..

BAB III

: METODE PENELITIAN .. 3.1. Syarat Syarat Subgrade . 3.1.1. Tanah Dasar Tanpa Kohesi 3.1.2. Tanah Dasar Berkohesi v ..

3.1.3. Tanah Dasar Dengan Sifat Mengembang Yang Besar Yang Merata 3.2. 3.3. BAB IV . .. 25 25 26 26 28 28 30 31 31 37 38 38 39 39 43 43 44 45 46 3.1.4. Mengusahakan Daya Dukung Tanah Dasar Pengumpulan Data .. Analisa Data .. .

: HASIL PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4.1. 4.2. 4.3. 4.4. 4.5. 4.6.

Tinjauan Umum ... Data Perhitungan . Dasar Perhitungan Perhitungan Besarnya Penurunan (Metode Pembebanan) . Waktu Penurunan Metode Vertikal Sand Drain 4.6.1. 4.6.2. 4.6.3. Dasar Perhitungan ..

Perhitungan Besarnya Penurunan .. Waktu Penurunan ..

BAB V

: KESIMPULAN DAN SARAN ... 5.1. 5.2. Kesimpulan Saran ..

DAFTAR PUSTAKA ... LAMPIRAN ....

DAFTAR GAMBAR

vi

Gambar 2.1. Gambar 2.2. Gambar 2.3. Gambar 2.4. Gambar 2.5. Gambar 2.6. Gambar 4.1. Gambar 4.2. Gambar 4.3.

: : : : : : : : :

Komposisi Tanah . Batas Batas Konsistensi ( Atterberg ) ... Hubungan Antara Penurunan dan Waktu Air Dalam Tanah . Metode Beban Pembebanan Drainase Vertikal . Komposisi Lapisan Lapisan Tanah ... Koefisien Tekanan Vertikal Dalam Bidang Semi Indefinite

4 7 14 17 19 21 29

Alternatif Timbunan . 31 Disebabkan Beban Yang Berbentuk Trapesium (Oesterberg) 35

DAFTAR TABEL

vii

Tabel 2.1. Tabel 2.2. Tabel 2.3. Tabel 2.4. Tabel 2.5. Tabel 2.6. Tabel 4.1. Tabel 4.2. Tabel 4.3. Tabel 4.4. Tabel 4.5. Tabel 4.6. Tabel 4.7.

: : : : : : : : : : : : :

Klasifikasi Tanah Berdasarkan Ukuran Butiran

Klasifikasi Tanah Berdasarkan AASHTO . 11 Klasifikasi Tanah Berdasarkan ASTM .. 12 Klasifikasi Simbol Distriptif .. 13 Nilai Poisson Ratio 15 Nilai Koefisien Permeabilitas 18 Data Untuk Perhitungan 30 Perhitungan Po (Tegangan Akibat Beban Awal) .. 32 Perhitungan P (Tegangan Akibat Beban Tambahan) . 33 Perhitungan P1 (Tegangan Akhir) 34 Besarnya Penurunan Untuk Alternatif Timbunan Dengan Pembebanan . Perhitungan Waktu Penurunan ( t ) . Perhitungan Waktu Penurunan Dengan Metode Vertikal Sand Drain 41 36 38

DAFTAR GRAFIK

viii

Grafik 2.1. Grafik 2.2.

: :

Hubungan Antara U dan Tv .. 20 Lengkung Konsolidasi Karena Adanya Aliran Pasir Oleh Takagi 23

DAFTAR NOTASI

ix

A As B Cc Ch d de

= = = = = = =

Luas Penampang Lunak Kohesi Luas Penampang Melintang Tiang Pasir Dimensi Daerah Pembebanan Indek Pemampatan (Compresion Index) Koefisien Konsolidasi Ruang Ruang Kolom Kolom Pasir Panjang Efektif, yaitu : => => Untuk Bujur Sangkar = 1,13 d Untuk Segitigas Sama Sisi = 1,05 d

(m2) (m2) (m) (m2/hari) (m) (m) (m) (Kg/cm2) (gr/cm2) (m)

E eo Gs H I i Iw k LI LL n P Po PI PL RC S Sr SL St Si

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Elastisitas Tanah Angka Pori Yang Dubebani Berat Jenis Butir Tebal Lapisan Tanah Yang Ditinjau Faktor Pengaruh Gradien Hidrolis (h/1) Parameter (Tergantung dari Bentuk Pondasi) Koefisien Air Rembesan Indeks Cair (Liquidity Index) Batas Cair (Liquit Limit) Porositas Tegangan Akibat Beban Tambahan dan Tegangan Akibat Beban Awal P = P + Po Tegangan Akibat Beban Awal (Berat Sendiri) Indeks Plastis (Plasticity Index) Batas Plastis (Plastis Limit) Konsistensi Relatif (Relative Consistency) Penurunan Tanah Dasar Derajat Kejenuhan Batas Susut (Shrinkage Limit) Penurunan Total Besar Penurunan x

(%) (%)

(t/m2) (t/m2) (%) (%) (%) (cm) (%) (%) (cm) (cm)

Sc Ss t th V Vs V Vv Va W Ws W d s P v s c c

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Penurunan Akibat Proses Konsolidasi Penurunan Setelah Sid an Sc Waktu Penurunan Faktor Waktu Konsolidasi Volume Total Volume Partikal Tanah Volume Air Pori Volume Pori Volume Udara Kadar Air Berat Total Tanah Berat Partikel Tanah Berat Air Dalam Pori Berat Isi Tanah Berat Isi Air Berat Isi Kering Berat Isi Butir Poison Ratio Tegangan Akibat Beban Tambahan Kecepatan Air Rembesan Tekanan Beban Yang Bekerja Tekanan Pada Bagian Tiang Pasir Tekanan Pada Tanah Lunak Kohesif Faktor Penurunan Tekanan

(cm) (cm) (detik) (m3) (m3) (m3) (m3) (m3) (%) ( gr ) ( gr ) ( gr ) (gr/m3) (gr/m3) (gr/m3) (gr/m3) (t/m2) (m/detik) (t/m2) (t/m2) (t/m2)

ABSTRACT

xi

This article study about Stability Energy Support of Construction Roadway Ground, at Improvement Street of Peureulak - Lokop ( STA. 17 + 420 - STA. 19 + 920) which located between Tampah countryside until Beurandang countryside district Ranto Peureulak Sub-Province East Aceh. Subgrade at roadway usually always become especial attention in planning roadway construction. Practically location research of roadway do not reside at good ground land, so that require to be executed by repair beforehand so that the ground land have energy support ground land which good to burden above him. At that road the ground land are clay land and mud owning high water rate, low permeability and high compressibility, so that to quickening consolidation must be done repair, that is with agglomerattion. Ground land hoard with repair at clay ground land subgrade will add burden to subgrade so that will quicken consolidation, but required time sufficiently long and is big. At this moment degradation very determining in determining roadway construction subgrade. resulted from degradation consolidation process will cause the happening of change of ground land structure, where pore number and porosity will minimize so that or closeness of density will mount. With the elementary ground land it drug hence style and cohesion shift ground land will become to go up and in the end will improve energy support elementary ground land. Of repair with encumbering method got the level of degradation ( U90% ) 105,291 degradation time and cm ( U90% ) 24,450 year while repair with vertical sand drain method got the level of degradation ( U90% ) 105,291 degradation time and cm ( U90% ) 11,462 year. Pursuant to repair of elementary ground land with Encumbering Method or with Vertical Sand Drain Method of such to increase energy support elementary ground land, but with Vertical Sand Drain Method of compared to quicker degradation time of Encumbering Method, after the happening of resulted from degradation consolidation process causing the happening of change of ground land parameter so that result the increasing of energy support elementary ground land which finally the elementary ground land can be utilized as road subgrade.

ivi