Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

REAKSI EKSOTERM DAN ENDOTERM &

KALORIMETRI SEDERHANA

Penyusun: Elmo Tanu Miharja XI IPA 4 / 11

SMA BUDI MULIA Jl. Mangga Besar Raya no. 135. Jakarta Pusat

I.

Judul: Reaksi Endoterm dan Eksoterm

II.

Tujuan:
Untuk mengetahui tentang reaksi endoterm dan eksoterm serta perbedaan dari reaksi tersebut.

III.

Dasar Teori:
R e a k s i e k s o s t e r m a d a l a h r e a k s i ya n g m e m b e b a s k a n k a l o r , s e d a n g k a n r e a k s i endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor. Artinya reaksi pada reaksi eksosterm kalor mengalir dari sistem ke lingkungan, sedangkan pada reaksi endoterm kalor mengalir darilingkungan ke sistem. Pada reaksi endoterm sistem menyerap energi. Oleh karena itu, entalpi sistemakan bertambah, artinya entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi (H R). Akibatnya, perubahan entalpi (H), yaitu selisih antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi (Hp HR ) bertanda positif.

Reaksi endoterm: H = Hp HR (Bertanda positif)

Sebaliknya, pada reaksi eksosterm, sistem membebaskan energi, sehingga entalpisistem akan berkurang, artinya entalpi produk lebijh kecil daripada entalpi pereaksi. Olehkarena itu, perubahan entalpinya bertanda negatif.

Reaksi eksosterm: H = Hp HR (Bertanda negatif)

IV.

Alat dan Bahan:


Alat: 1. Termometer ( -10 - 110 C ) 2. Tabung Reaksi 3. Spatula Bahan:

1. Air 1/4 Tabung Reaksi 2. NaOH Padat 1 Spatula 3. Urea Padat 1 Spatula

V.

Cara Kerja
1. Masukkan 1 spatula NaOH padat ke dalam tabung reaksi lalu tambahkan air sebanyak tabung reaksi. Amati perubahan suhu tabung reaksi. 2. Bersihkan tabung reaksi dari sisa reaksi sebelumnya dan buat termometer menunjukkan angka 0 C. 3. Masukkan Urea padat 1 spatula dan tambahkan air sebanyak tabung reaksi. Rasakan perubahan suhu tabung reaksi.

VI.

Hasil Pengamatan
Pencampuran NaOH padat dengan Air : Suhu awal 26C meningkat menjadi 42C Pencampuran Urea padat dengan Air : Suhu awal 26C menurun menjadi 17C

VII.

Analisis Data
1. Perubahan apakah yang menunjukkan telah terjadi reaksi kimia pada Percobaan pertama dan kedua? Percobaan 1 NaOH = Suhu awal 26C meningkat menjadi 42C Percobaan 2 UREA = Suhu awal 26C menurun menjadi 17C 2. Jika hasil reaksi dibiarkan beberapa jam, apa yang anda harapkan terjadi dengan suhu campuran pada Percobaan pertama dan kedua? Percobaan 1 : Suhu akan kembali menurun seperti semula. Percobaan 2 : Suhu akan kembali meningkat seperti semula. 3. Bagaimanakah jumlah entalpi zat-zat hasil reaksi (produk) dibandingksn dengan jumlah energi zat pereaksi (reaktan) pada Percobaan pertama dan kedua jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama? Percobaan 1 : Entalpi produk lebih kecil dari reaktan. Percobaan 2 : Entalpi produk lebih besar dari reaktan.

4. Gambarlah diagram tingkat energi untuk Percobaan pertama dan kedua.

5. Tentukan apakah reaksi-reaksi tersebut merupakan reaksi endoterm atau eksoterm. Percobaan 1 : Reaksi Eksoterm. Percobaan 2 : Reaksi Endoterm. 6. Reaksi yang memerlukan pemanasan mungkin saja merupakan reaksi endoterm atau eksoterm, Apakah perbedaannya? Reaksi Eksoterm : Perubahan yang melepaskan energi ke sekelilingnya maka suhu meningkat. Reaksi Endoterm : Perubahan yang menyerap energi dari sekelilingnya maka suhu menurun.

VIII.

Kesimpulan
Setiap perubahan yang dapat melepaskan energi ke sekelilingnya adalah reaksi eksoterm sedangkan reaksi yang dapat menyerap energi dan perubahannya disebut reaksi endoterm.

Daftar Pustaka
Justiana, Sandri S.Si. (2006). Kimia 2 SMA Kelas XI. Jakarta: Quadra www.google.com www.chem-is-try.org www.wikipedia.org

I.

Judul: Kalormetri Sederhana

II.

Tujuan:
Untuk mengetahui dan menggunakan data kalorimetri untuk mengetahui perubahan entalpi dan menentukan kalor reaksi melalui percobaan menggunakan larutan NaOH dan HCl.

III.

Dasar Teori
Henry Hess, seorang ahli kimia dari Rusia kelahiran Swiss, menemukan cara lain untuk dapat menentukan kalor reaksi, yaitu berdasarkan data termokimia yanga ada, jadi tidak harus melalui percobaan. Cara penentuan kalor reaksi dengan menggunakan kalorimeter disebut kalormetris. Kalorimeter adalah suatu sistem terisolasi (tidak ada pertukanra materi maupun energy dengan lingkungan di luar calorimeter). Dengan mengukur kenaikan suhu didalam kalorimeter, kita dapat menentukan jumlah kalor yang diserap oleh larutan serta perangkat kalorimeter berdasarkan rumus :

qlarutan = m.c.t
keterangan : q = jumlah kalor m = massa larutan didalam kalorimeter c = kalor jenis larutan didalam kalorimeter t= kenaikan suhu larutan

Kalor reaksi sama dengan kalor yang diserap oleh larutan, tetapi tandanya berbeda.

qreaksi = -qlarutan

IV.

Alat dan Bahan


Alat: a. Gelas Ukur b. Gelas Kimia c. Termometer d. Pipet e. Corong f. Bejana Plastik g. Pengaduk Kawat Tembaga h. Gelas sterofoam Bahan: a. NaOH Cair b. HCl c. Air

V.

Cara Kerja
a. Masukan 50 mL larutan NaOH 1 M ke dalam bejana plastik. b. Ukur suhu larutan tersebut dengan termometer. (Termometer harus kering dan bersih!) c. Pindahkan larutan tersebut ke gelas sterofoam. d. Masukan 50 mL larutan HCl 1 M ke dalam bejana plastik. (apabila menggunakan bejana plastik yang sebelumnya dipastikan sudah di bersihkan dan dalam keadaan kering.) e. Ukur suhu larutan tersebut dengan termometer. (Termometer harus kering dan bersih.) f. Tuangkan HCl ke dalam gelas sterofoam yang berisi NaOH tersebut, aduk dengan termometer dan perhatikan suhu yang di tunjukan oleh termometer tersebut. Suhu akan naik kemudian tetap dan selanjutnya turub. Catatlah suhu yang tetap tersebut.

VI.

Hasil Pengamatan
Suhu larutan NaOH 1 M = 28'C Suhu larutan HCl 1 M = 27,5'C Suhu rata-rata (suhu awal) = 27.75'C Suhu akhir = 30,1'C Kenaikan suhu = 2,35'C

VII.

Analisa Data
a. Hitunglah qlarutan dengan rumus q = m x c x T (kalor yang diserap bejana plastik dapat diabaikan). Massa Laruran = M = x V = 1 x 100 = 100 gr qlarutan = 100 x 4,2 x 2,35 = 987 J b. Hitung qreaksi ( = -qlarutan) qreaksi = - qlarutan = -987 J c. Hitunglah jumlah mol NaOH dalam 50 cm^3 larutan NaOH 1 M dan jumlah mol HCl dalam 50 cm^3 larutan HCl 1 M. Jumlah mol NaOH = 0,05 x 1 = 0,05 mol Jumlah mol HCl = 0,05 x 1 = 0,05 mol Apakah campuran ekuivalen? Ya, campuran ekuivalen. d. Hitunglah qreaksi pada pembentukan 1 mol H2O (jika NaOH dan HCl yang bereaksi masing-masing 1 mol, jika campuran tidak ekuivalen, gunakan perekasi pembatas). NaOH + HCl NaCl + H2O Qreaksi = 1 * 987 J / 0,05 = 19,74 Kj = -19,74 Kj e. Tuliskan persamaan termokimia untuk reaksi ini (H reaksi = qreaksi pada pembentukan 1 mol H2O) H2 + O2 H2O

H = -19,74 Kj f. Carilah data kalor reaksi netralisasi asam-basa dari literatur (pustaka), kemudian bandingkan dengan hasil yang anda peroleh dari percobaan ini. Jika terdapat penyimpangan yang berarti, cobalah kemukakan penyebabnya. Kalor reaksi netralisasi dari literatur = NaOH Cair = -469.6 Kj/Mol HCl Cair = -167.2 Kj/Mol NaCl Cair = -385.92 Kj/Mol Kemungkinan sumber kesalahan : Sumber kesalahan kemungkinan terdapat pada ketidaktepatan suhu pada saat melakukan percobaan sehingga terjadi kesalahan kalor reaksi.

VIII.

Kesimpulan
Rumus untuk mencari kalor adalah massa (m) x kalor jenis (c) x T (temperatur akhir kurang awal) dan H adalah qreaksi dan larutan campuran dari NaOH dan HCl mengalami peningkatan.

Daftar Pustaka
Justiana, Sandri S.Si. (2006). Kimia 2 SMA Kelas XI. Jakarta: Quadra www.google.com www.chem-is-try.org www.wikipedia.org